Anda di halaman 1dari 5

Alat Ukur Intensitas Cayaha Pada Plastik Mika Berbasis Digital Menggunakan Konsep Beer-Lambert

Habib Jaenudin, Nikita Fatah Enting, Nurul Hikmah Fauziah, R. Asep Saeful Imam, Shipa Septriyani, Ujang Permana, Wartinah. Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Uin Sunan Gunung Djati Bandung JL. A. H. Nasution. No. 4061 Bandung Indonesia Abstract Hukum beer menyatakan absorbansi cahaya berbanding lurus dengan konsentrasi dan ketebalan medium. Sedangkan hukum Lambert menyaatakan proporsi berkas cahaya datang yang diserap oleh suatu bahan/ medium tidak bergantung pada intensitas berkas cahaya yang datang. Dalam penelitian ini bertujuan untuk membuat alat ukur berbasis digital yang memanfaatkan sifat absorbansi ketebalan terhadap cahaya untuk mengukur ketebnalan plat tipis.Dari hasil pengujian, metode ini dapat digunakan untuk menguji ketebalan plat tipis dengan baik. Kata kunci : Hukum beer dan Lambert, Intensitas cahaya, medium. I. PENDAHULUAN Untuk mengetahui ketebalan suatu benda secara tepat dan cepat yang bersifat atomatis merupakan sebuah kebutuhan dilaboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih baik saat penelitian. Saat ini, pegujian ketebalan suatu benda (plastik mika) dilakukan dengan menggunakan metode analitilik dan mebutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam penelitian ini, talah diketahui bahwa setiap ketebalan plastik mika memiliki tingkat absorpsi yang spesifik yang merubah terhadap konsentrasi untuk mengukur ketebalan plastik mika. Dalam penelitian ini telah dibuat sebuah alat yang dimanfaatkan untuk mengukur intensitas cahaya terhadap ketebalan plastik mika. Jika cahaya yang melintas melewati medium tipis. Dengan ketebalan maka cahaya akan menembus medium tersebut dan jika daya cahaya yang awalnya maka setelah melewati medium maka daya cahayanya menajdi . Konsep hukum Beer Lambert menyatakan jika cahaya yang dilewatkan melalui medium maka cahaya sebagian akan diserap oleh medium sisanya akan ditransmisikan. Tebal medium yang digunakan maka tingkat absorbansinya tinggi dan cahaya yang ditransmisikan sedikit.
Jurnal projek fisika modern

Gambar 1. Prinsip penyerapan cahaya. Pada saat melintas medium, fraksi cahaya tertentu hilang. (1) Besarnya daya cahaya yang hilang sebanding dengan , ketebalan medium dan sebuah konstanta sebandingan yang disebut absorpsivitas. (2) Absorpsivitas atau koefisien absorpsi merupakan karakteristik material, dan juga fungsi panjang gelombang. Selanjutnya diasumsikan medium dibuat menjadi sangat tipis, masingmasing dengan ketebalan dx. Dengan demikian, didalam masing-masing irisan (slice) fraksi
1

cahaya yang hilang adalah dP, dan persamaan (2) menjadi.

(3) Untuk memperoleh kehilangan daya cahaya total di dalam medium dengan ketebalan x, integrasikan persamaan (3) antara batas-batas P dan x.

(4) Sehingga diperoleh persamaan (5) Dan (6) (a) Tampak dari atas

(8) II. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk membuat alat ukur intensitas cahaya berbasis digital, yaitu : Tabel 1. Alat dan bahan No Nama Alat Jumlah 1 LCD LMO16L 1 Buah 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12 13 LED ( Bening ) Amega 16 PCB Matrix Kabel Fototransistor white 3mm Resistor Batari 9 Volt Plastik Mika Toples Kardus Pilox hitam 5 mm 1 Buah 1 Buah 1 meter 2 Buah 5 Buah 2 Buah 6 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah Gambar 3. Alat pengukur intensitas cahya pada plastik mika berbasis Atmega16 III. HASIL DAN PEMBAHASA
2

(b) Tampak dari samping Gambar 2. Alat ukur intensitas cahaya plat tipis, (a) Tampak atas (b) Tampak samping

Dari alat tersebut maka dibuat alat ukur pengukur intensitas cahaya berbasis digital.
Jurnal projek fisika modern

Percobaan 1 2 3 4 5 Percobaan 1 2 3 4 5

Tabel 2. Data hasil pengukuran absorbansi terhadap ketebalan plat tipis Merah Jingga Ketebalan Absorbansi Ketebalan Absorbansi 1 34 1 9 2 52 2 14 3 68 3 20 4 81 4 26 5 96 5 32 Hijau Kuning Ketebalan Absorbansi Ketebalan Absorbansi 1 31 1 5 2 56 2 8 3 82 3 10 4 103 4 16 5 126 5 17 c. Pengujian plat tipis kuning

a. Pengujian plat tipis warna merah

Gambar 4. Grafik hubungan antara absorbansi dengan ketebalan plastik mika warna merah dengan pendekatan eksponensial b. Pengujian plat tipis jingga

Gambar 4. Grafik hubungan antara absorbansi dengan ketebalan plastik mika warna kuning dengan pendekatan eksponensial d. Pengujian plat tipis hijau

Gambar 4. Grafik hubungan antara absorbansi dengan ketebalan plastik mika warna merah dengan pendekatan eksponensial
Jurnal projek fisika modern

Gambar 4. Grafik hubungan antara absorbansi dengan ketebalan plastik mika warna hijau dengan pendekatan eksponensi
3

Dari data hasil pengujian tingkat absorbansi plat tipis mika, dapat diketahui nilai kalakteristik dari masing-masing warna tersebut dengan cara mengeplot grafik dengan menggunkan Excel, yaitu: Untuk plat tipis mika berwarna merah, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Untuk plat tipis mika berwarna kuning, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Untuk plat tipis mika berwarna hijau, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Untuk plat tipis mika berwarna jingga, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Dari hasil grafik dapat dianalisis bahwa semakin tebal medium yang digunakan untuk diuji maka semakin tinggi tingakat absorbansi dari medium tersebut dan cahanya yang diteruskan oleh medium tersebut semakin sedikit.

Tabel 2. Data hasil pengukuran transmitansi terhadap ketebalan plat tipis Percobaan 1 2 3 4 5 Percobaan 1 2 3 4 5 Ketebalan 1 2 3 4 5 Hijau Ketebalan 1 2 3 4 5 Transmitansi 233 228 227 222 219 Ketebalan 1 2 3 4 5 Merah Transmitansi 201 183 167 154 139 Ketebalan 1 2 3 4 5 Kuning Transmitansi 204 179 153 132 109 Jingga Transmitansi 226 221 215 209 209

a. Pengujian plastik plat tipis warna merah

b. Pengujian plastik mika warna jingga

Gambar 4. Grafik hubungan antara ketebalan dengan transmitansi plastik mika warna merah dengan pendekatan eksponensial
Jurnal projek fisika modern

Gambar 4. Grafik hubungan antara ketebalan dengan transmitansi plastik mika warna jingga dengan pendekatan eksponensial
4

c. Pengujian plastik mika warna kuning

Untuk plat tipis mika berwarna kuning, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Untuk plat tipis mika berwarna kuning, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Gambar 4. Grafik hubungan antara ketebalan dengan transmitansi plastik mika warna kuning dengan pendekatan eksponensial d. Pengujian plastik mika warna hijau

IV. KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa intensitas cahaya dari setiap warna berbeda, dan karakteristik dari plat tipis (mika) hasilnya bervariasi, hal ini diakibatkan karena daya serap pada setiap warna (mika) berbeda. Besar daya serap cahaya pada medium maka intensitas cahaya akan kecil, sebaliknya semakin kecil daya serap cahaya pada medium maka intensitas cahaya akan besar. DAFTAR PUSTAKA [1] F. Graham Smith and Terry A. King. Optics and Photonics. John Wiley and Sons, 2000. [2] Manual for PCM-01 Optometrics LLC. [3] Jurgen R.Meyer-Arendt, Introduction to Classical and Modem Optics, Third edition, Prentice Hall, New Jersey, USA, 1989. [4] Sanjaya, M., Pengaruh konsentrasi dan ketebalan terhadap penyerapan cahaya (Hukum Beer-lambert). UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2011.

Gambar 4. Grafik hubungan antara ketebalan dengan transmitansi plastik mika warna hijau dengan pendekatan eksponensial Dari data hasil pengujian tingkat transmitansi plat tipis mika, dapat diketahui nilai kalakteristik dari masing-masing warna tersebut dengan cara mengeplot grafik dengan menggunkan Excel, yaitu: Untuk plat tipis mika berwarna merah, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Untuk plat tipis mika berwarna jingga, jika diplot dengan menggunakan eksponensial diperoleh

Jurnal projek fisika modern

Anda mungkin juga menyukai