Anda di halaman 1dari 10

ARACHNIDA

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Sistem Avertebrata Dosen pengampu:Drs. Tri Joko ,M. Si

Disusun oleh: 1. Destri Riyani 2. M.Chabib Hasbi 3. Nurul Umayah 4. Milatun Nikmah 5. Irma Rusita 6. Mila Rahmawati 8. Khisnatul Mamunah 9. Apriyanti Ratna S (08680002) (08680004) (08680006) (08680009) (08680026) (08680030) (08680031) (08680032)

7. Gustom Imam Muslih (08680028)

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

2009 FILUM ARTHROPODA Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos = kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya.Tubuh Arthropoda merupakan simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata. Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit. Ciri tubuh: Ciri tubuh Arthropoda meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh yang dipaparkan sebagai berikut: 1. Ukuran dan bentuk tubuh Ukuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil.Begitu pula dengan bentuknya yang sangat beragam pula. 2. Struktur tubuh Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariasi.Pada tiap segmen tubuh tersebut terdapat sepasang kaki yang beruas.Segmen bergabung membentuk bagian tubuh, yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut). Ciri lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang membentuk rangka luar (eksoskeleton).Eksoskeleton tersusun dari kitin yang di sekresikan

oleh sel kulit.Eksoskeleton melekat pada kulit membentuk perlindungan tubuh yang kuat. Eksoskeleton terdiri dari lempengan-lempengan yang dihubungkan oleh ligamen yang fleksibel dan lunak.Eksoskeleton tidak dapat membesar mengikuti pertumbuhan tubuh.Oleh karena itu, tahap pertumbuhan Arthropoda selalu diikuti dengan pengelupasan eksoskeleton lama dan pembentukan eksoskeleton baru.Tahap pelepasan eksoskeleton disebut dengan molting atau ekdisis. Hewan yang biasanya melakukan ekdisis misalnya terdapat pada jenis-jenis kepiting, udang, dan laba-laba. Sistem saraf Arthropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang.Pada berbagai tempat di segmen tubuh, ada pembesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia.Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian berbagai kegiatan.Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. Sistem pencernaan Arthropoda terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus., trakea, atau paru-paru buku.Sisa metabolisme berupa cairan dikeluarkan oleh organ ekskresi yang disebut saluran/tubula Malpighi, kelenjar ekskresi, atau keduanya.Sistem sirkulasi Arthropoda bersifat terbuka.Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol.Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa. 3. Cara hidup dan habitat

Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik.Dilingkungan kita, sering dijumpai kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang, dan lebah. Habitat penyebaran Arthropoda sangat luas.Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang rumput.

4. Reproduksi Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara aseksual, yaitu dengan partenogenesis.

Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan).Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus (berumah dua).Hasil fertilisasi berupa telur. 5. Klasifikasi Arthropoda diklasifikasikan menjadi 20 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki.Berikut ini akan diuraikan empat kelas diantaranya yang paling umum, yaitu Kelas Arachnida, Myriapoda, Crustacea, dan Insecta. Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang kelas Arachnida.

ARACHNIDA
Arachnida berasal dari kata arachne yang artinya laba-laba. Ukuran tubuhnya kurang dari 0,1 mm-18 cm. arachnida purba hidup di air, namun hamper semua arachnida masa kini hidup di darat. Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak. Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Perbedaan arachnida dengan kelasa lainnya adalah tidak adanya antenayang biasanya terdapat di kepala. Ciri-ciri Arachnida
1. Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat

dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina. Sefalotoraks dilindungi oleh bagian yang keras yang disebut carapace.
2. Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa

pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.

3. Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada, sehingga sering disebut dengan dekapoda 4. Pad abdomen tidak memiliki anggota badan(appendages) jika ada biasanya kecil dan berfungsi sebagai alat reproduksi, pemintal jarring dan tidak digunakan untuk alat pergerakan.
5. Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal. 6. Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.

7. Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam). 8. Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia. 9. Alat mulut dan alat pencernaan makanan untuk mengisap serta memiliki kelenjar racun. Alat mulut dilengkapi dengan chelicerae dan pedipalpus yang berbentuk capit. Makanan ditangkap dengan jaring tepid dan ada pula yang dihisap dari inangnya oleh arachnida yang hidupnya sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut mulai dari mulut,perut,usus halus,usus besar,kantung,feses,anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan lima pasang usus buntu dan terletak di bagian depan dan hati di bagian abdomen 10. Habitat (tempat hidup) di darat, pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasit. 11. System reproduksi terjadi secara seksual yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi dalam tubuh betina atau di internal. 12. sistem peredaran darah terbuka dan menggunakan jantung dan pembuluh arteri.jantung pembuluh terdiri dari kantung otot yang memiliki ostium di setiap ruas.

13. Alat indra terdiri dari 8 buah mata sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip antenna.

Klasifikasi Kelas arachnida terbagi menjadi beberapa ordo yaitu: a. Skorpiones Tubuh berbuku-buku dan juga beruas-ruas.berbisa dan memiliki empat pasang kaki. Contohnya: - Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp) - Ketonggeng (Buthus) Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.

b. Ordo Araneae

Merupakan hewan pemangsa (karnivora) bahkan kadang-kadang kanibal.mangsa utamnya adalah serangga.mampu menghasilkan benag sutera yang merupakan helaian serat protein yang tipis namun kuat dan keluar dari spinneret. Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain : - Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan) - Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara) - Laba-laba penjerat (di Malaysia) - Laba-laba pemburu (di Meksiko) - Laba-laba srigala - Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa - Tarantula (Rhechostica hentz)

c. Ordo Acarina Berperan sebagai hama dan juga hidup parasit pada mahluk hidup lainnya. Segmentasi tubuh tidak jelas dal dilengkapi dengan bulu-bulu atau rambut yang kaku. Chepalothorax dijumpai adanya empat pasang kaki.tipe mulut penusuk dan penghisap yang memiliki bagian-bagian satu pasang celicera(masing- masing terdiri dari tiga segmen) dan satu pasang pasang pedipalpos.celicera membentuk alat seperti jarum sebagai penusuk. Contoh tangau (Mites) dan kutu. Daur hidupnya mengalami 4 fase, yaitu telur > larva >
nimfa > dewasa.

Peranan Arachnida
1. Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya: 2. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia 3. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda. 4. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.

KESIMPULAN Arachnida merupakah salah satu dari filum Arthropoda. Yang

membedakan arthopoda dengan kelas arachnida lain adalah tidak memiliki antena dan struktur kaki yang terletak pada cepalothorax. Yang termasuk dalam kelas arachnida adalah laba-laba, kalajengking, dan tungau. Arachnida dibagi menjadi 3 ordo yaitu acarina, araneae dan ascorpiones. Dalam kehidupan sehari-hari kelas arachnida terutama dari species acarina lebih banyak menimbulkan kerugian daripada keuntungannya bagi manusia.

DAFTAR PUSTAKA Suwigno, sugiarti,dkk. 2005. Avertebrata Air jilid 2. Jakarta: Penebar Swadaya
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/12/phylumarthropoda/ http://www.edukasi.net/mol/mo_full.php? moid=78&fname=bio111_07.htm

LAMPIRAN

10