Anda di halaman 1dari 12

Tugas Mata Kuliah Teknologi Benih Makalah Struktur Bunga dan Tipe-Tipe Ovule

Disusun oleh: 1. Chrisna Aditya N. (H0711025) 2. Kartika Dewi M. (H0711051)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

A. PENDAHULUAN Tumbuhan merupakan sumber kehidupan bagi mahluk hidup lainnya. Tumbuhan merupakan produsen makanan yang tidak bisa dipisahkan dan digantikan posisinya oleh mahluk hidup lainnya. Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat. Bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu dari tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri. Berdasarkan berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi Tumbuhan. Morfologi Tumbuhan yang

mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhanpun sudah demikian besar perkembangannya hingga dipisahkan menjadi morfologi luar dan morfologi saja dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan. Bunga merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Jika kita memperhatikan suatu bunga, mudahlah diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya. Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya, warnanya, baunya, ada dan tidaknya madu ataupun zat lain. Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan maka diperlukan pemahaman serta pengkajian lebih lanjut mengenai bunga dan bagian-bagiannya agar kita dapat lebih mengerti dan memahami mengenai bunga dan bagian-bagiannya.

B. PEMBAHASAN 1. Struktur Bunga Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (Harsidi 2011). Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Mengingat pentingnya bunga bagi tumbuhan maka pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan fungsinya sebagai penghasil alat perkembangbiakan. Pada umumnya, bunga mempunyai sifat-sifat seperti Mempunyai warna yang menarik, umumnya mempunyai bau yang harum, memiliki bentuk yang bermacam-macam dan biasanya mengandung madu. Struktur bunga dapat diamati melalui gambar bunga sebagai berikut:

Bagian-bagian struktur bunga mempunyai fungsi dan perannya masing-masing atas modifikasi yang dilakukan oleh bunga tersebut. Berikut merupakan penjelasan mengenai struktur dari bagian-bagian bunga (Moelang 2011).

a) Ibu tangkai bunga (pedunculus,pedunculus communis atau rhacis), yaitu bagian yang biasanya merupakan terusan batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi. Ibu tangkai ini dapat bercabang ,dan cabang-cabangnya bercabang lagi,dapat pula sama sekali tak bercabang. b) Tangkai bunga (pedicellus), yaitu bagian dari bunga yang masih jelas bersifat batang, pada tangkai bunga ini biasannya terdapat daun-daun peralihan, yaitu bagian-bagian yang menyerupai daun dan berwarna hijau. c) Dasar Bunga (receptaculum), yaitu ujung dari tangkai batang yang berhenti pertumbuhannya yang seringkali melebar, menebal, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorphosis menjadi bagian-bagian bunga duduk amat rapat satu sama lain, bahkan biasannya lalu nampak duduk dalam satu lingkaran. Dasar bunga (receptaculum) merupakan ujung tangkai bunga tempat melekatnya bagian-bagian bunga seperti calyx, corola,

stamen, dan ovarium. Bentuk dasar bunga bermacam-macam bentuknya sesuai dengan bentuk metamorphosis bagian bunga tersebut (Mesuji 2013). d) Perhiasan Bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan dari daun yang masih Nampak berbentuk lembaran dengan tulang tau urat daun yang maasih jelas. Biasannya perhiasan bunga dapat dibedakan dalam dua bagian yang masing-masing duduk dalam satu lingkaran, jadi bagian-bagian dari perhiasan bunga itu umumnya tersusun dalam dua lingkaran yaitu: 1) Kelopak (Calyk) Yaitu bagian dari perhiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasannya berwarna hijau dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya yang berfungsi sebagai pelindung kuncup terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Kelopak terdiri dari daun-daun kelopak (Sepala). Daun-daun kelopak pada bunga dapat berlekatan satu sama lain, atau pula terpisah-pisah dalam lingkaran bunga. 2) Tajuk Bunga atau mahkota bunga (corolla) Yaitu, bagian perhiasan bunga yang merupakan lingkaran dalam, biasannya tidaklah berwarna hijau lagi dan warna dari bagian inilah yang lazimnya merupakan warna bunga. Mahkota bunga terdiri dari daun mahkota (Petala), seperti halnya dau-daun kelopak, tajuk bunga juga bisa berlekatan atau terpisah. 3) Tenda Bunga (Perigonium) Pada suatu bunga seringkali tidak kita dapati perhiasan bunganya, bunga yang demikian dinamakan bunga telanjang (flos nudus), atau perhiasan dari bunga tadi tidak dapat dibedakan menjadi kelopak dan mahkotannya, dengan kata lain kelopak dan mahkotannya sama, baik bentuk maupun warnannya. Tenda bunga (Perigonium) terdiri dari sejumlah daun-daun tenda bunga

(tepala). Misalnya pada bunga atau kembang sungsang dan lilia gereja. e) Kelamin Bunga Yaitu merupakan bagian terpenting dari bunga, karena dengan adanya alat-alat (jantan dan betina) tersebut dapat kemudian dihasilakan alat-alat perkembangbiakan dan selanjutnya berkembang menjadi tanaman baru. 1) Alat kelamin jantan (androecium) Bagian dari alat kelamin jantan sesungguhnya merupakan metamorphosis dari daun yang menghasilakan serbuk sari. Androecium terdiri dari sejumlah benang-benang sari (stamen). Pada bunga benang sarinnya dapat pula bebas atau berlekatan, ada yang tersususn dalam satu lingkaran ada pula yang dalam dua lingkaran. Bagian ini merupakan penjelmaan dari daun masih dapat terlihat misalnya pada bunga tasbih (Canna hybrida), dimana benang sarinnya yang mandul berbentuk lembaranlembaran menyerupai daun-daun mahkota. dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu: Tangkai Sari (Filamentum), yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat. Kepala sari (Anthera) yaitu bagian dari benang sari yang terdapat pada ujung dari tangkai sari. Bagian ini didalamnya biasannya mempunyai 2 ruang (theca), masing-masing ruang sari semula terdiri dari dua rungan kecil (loculus atau loculumentum). Dalam ruang sari ini terdapat serbuk sari. Adakalanya serbuk sari tidak terbentuk atau serbuk sari tidak bisa melakukan penyerbukan. Benang sari yang demikian dinamakan benang sari yang mandul. Penghubung ruang sari (connectivum), bagian ini merupakan lanjutan dari tangkai sariyang menjadi penghubung dari Pada benang sari

kedua bagian dari kepala sari yang terdapat dibagian kanan dan kiri dari penghubung ini.

2) Alat kelamin betina (Gynaecium) Alat kelamin betina pada bunga biasa disebut dengan putik (Pistillum). Putik merupakan metamorphosis dari daun yang disebut daun buah (carpella). Pistilum (putik) terdiri dari ovarium, stilus dan stigma. Ovarium disusun oleh karpel atau daun buah. Umumnya berjumlah lebih dari satu. Jika bunga memiliki satu karpel arau lebih yang semuanya bersatu maka karpel tesebut disebut pistilum. Didalam ovarium terdapat bakal biji (ovulum). Pada bunga dapat diketemukan satu atau beberapa putik, dan setiap putik dapat terdiri dari beberapa daun buah, tetapi dapat pula hanya terdiri dari satu daun buah. Pada putik dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu: Bakal buah (Ovarium) yaitu, bagian yang membesar dari putik dan biasannya terletak ditengah-tengah dasar bunga. Dalam bakal buah terdapat bakal biji (Ovulum), dan bakal biji itu teratur dalam tempat-tempat tertentu dalam bakal buah tadi. Tempat-tempat yang merupakan pendukung dari bakal biji disebut papan biji (Placenta). Tangkai Putik (Stylus) yaitu, bagian dari putik yang biasannya berbentuk benang yang merupakan lanjutan dari bakal buah ke atas. Tangkai putik biasannya berongga yang biasannya mempunyai saluran tangkai putik (Canalis

stylinus) tau tidak. Tangkai putik ada yang bercabang atau tidak, dan jika bercabang maka pada tiap ujung cabang tangkai putik itu mendukung satu klepala putik, jadi pada tangkai putik yang bercabang terdapat lebih banyak kepala putik. Kepala Putik (Stigma), kepala putik adalah bagian dari putik yang paling atas. Bagian ini berguna untuk menangkap serbuk sari, oleh karena itu bentuk dan sifatnya disesuaikan pula dengan tugasnya tadi. Jika kepala putik sudah siap maka biasannya berperekat sehingga jika ada serbuk sari yang jatuh tidak akan berpindah lagi (Suena 2005).

f) Kelenjar Madu (Nectarium), madu atau nectar yang dihasilkan oleh bunga berguna untuk menarik perhatian dari serangga atau binatang yang dapat membantu proses penyerbukan. Kelenjar madu

merupakan metamorphosis dari salah satu bagian bunga yang dapat berasal dari daun mahkota, benang sari atau bagian bunga yang lain. Letak kelenjar madu pada bunga sesuai dengan letak bagian bunga yang berubah menjadi kelenjar madu itu. 2. Bakal Biji (Ovule) Bakal biji terdapat dalam bakal buah yang merupakan suatu badan yang tertutup. Bakal biji tidaklah nampak dari luar, dalam perkembangan selanjutnya bakal buah akan berubah menjadi buah dan bakal biji akan menjadi biji yang tetap berada didalam buah. Biji akan dapat terlepas jika buah sudah masak (pecah atau kulit buah sudah menjadi busuk). Semua tumbuhan dengan bakal biji yang tersembunyi didalam bakal buah

dijadikan satu golongan dan dinamakan tumbuhan berbiji tertutup. Sedangkan pada tumbuhan berbiji terbuka missalnya pada pakis haji, bakal biji terletak pada daun-daun buah yang masih Nampak sifatnya seperti daun. Bakal biji terdapat pada tepinya, jadi nampak dari luar (Mulyani 2006). a) Bagian-bagian bakal Biji Bakal biji atau calon biji sendiri duduk pada papan biji dengan cara yang berbeda-beda pula, pada umumnya pada bakal biji dapat dibedakan bagian-bagian berikut: 1) Kulit bakal biji (Integumentum), yaitu lapisan paling luar dari bakal biji yang nantinya akan berubah menjadi kulit biji. Kulit biji dapat mempunyai satu atau dua lapisan kulit bakal biji. 2) Badan bakal biji (Nucellus), yaitu jaringan yang diselubungi oleh kulit bakal biji. 3) Kantong lembaga (Saccus embryonalis), yaitu sebuah sel dalam nucellus yang mengandung sel telur (Ovum), dan kalau sudah terjadi pembuahan dari perkawinan sel telur dengan inti kelamin jantan akan terjadi lembaga (Embryo). 4) Liang bakal biji (Micropyle), yaitu suatu liang pada kulit bakal biji yang menjadi jalan bagi inti kelamin jantan yang berasal dari buluh serbuk sari untuk dapat bertemu dengan sel telur yang terdapat dalam kantong lembaga, sehingga dapat berlangsung peristiwa pembuahan. 5) Tali pusat (funiculus), yaitu pendukung bakal biji yang menghubungkan bakal biji dengan papan biji (Gembong 1994). b) Tipe-Tipe Bakal Biji Tipe-tipe bakal biji dapat diketahuai berdasarkan letak bakal biji pada papan biji, dibedakan menjadi lima macam yaitu: 1) Tegak (Atropus), yaitu jika liang bakal biji letaknya pada satu garis dengan tali pusat (funiculus) pada arah yang berlawanan.

2) Mengangguk (Anatropus), yaitu jika liang bakal biji sejajar dengan tali pusat, karena tali pusatnya membengkok, sehingga liang bakal biji berputar 180. 3) Bengkok (campylotropus), yaitu jika tali pusat dan bakal bijinya sendiri membengkok, sehingga liang bakal biji berkedudukan seperti pada bakal biji yang mengangguk. 4) Setengah mengangguk (hemitropus), yaitu jika hanya ujung tali pusatnya yang membengkok, sehingga tali pusat dengan liang bakal biji membuat sudut 90 satu sama lain. 5) Melipat (camptotropus), jika tali pusat tetap lurus, tatapi bakal bijinya sendiri yang melipat, sehingga liang bakal biji menjadi sejajar pula dengan tali pusatnya (Gembong 1994). C. PENUTUP 1. Kesipulan a. Struktur Bunga Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Struktur bunga terdiri dari: 1) Ibu tangkai bunga (pedunculus,pedunculus communis atau rhacis. 2) Tangkai bunga (pedicellus) 3) Dasar Bunga (receptaculum) 4) Perhiasan Bunga (perianthium), meliputi: a) Kelopak (Calyk) b) Tajuk Bunga atau mahkota bunga (corolla) c) Tenda Bunga (Perigonium) 5) Kelamin Bunga a) Alat kelamin jantan (benang sari) Pada benang sari dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu: Tangkai Sari (Filamentum) Kepala sari (Anthera) Penghubung ruang sari (connectivum)

b) Alat kelamin betina (Putik) Pada putik dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu: Bakal buah (Ovarium) Tangkai Putik (Stylus) Kepala Putik (Stigma) 6) Kelenjar Madu (Nectarium) b. Bakal Biji (Ovule) Bakal biji terdapat dalam bakal buah yang merupakan suatu badan yang tertutup. Bakal biji tidaklah nampak dari luar, dalam perkembangan selanjutnya bakal buah akan berubah menjadi buah dan bakal biji akan menjadi biji yang tetap berada didalam buah. 1) Bagian-bagian bakal Biji Bakal biji atau calon biji sendiri duduk pada papan biji dengan cara yang berbeda-beda pula, pada umumnya pada bakal biji dapat dibedakan bagian-bagian berikut: a) Kulit bakal biji (Integumentum) b) Badan bakal biji (Nucellus) c) Kantong lembaga (Saccus embryonalis) d) Liang bakal biji (Micropyle) e) Tali pusat (funiculus) 2) Tipe-Tipe Bakal Biji Tipe-tipe bakal biji dapat diketahuai berdasarkan letak bakal biji pada papan biji, dibedakan menjadi lima macam yaitu: a) Tegak (Atropus) b) Mengangguk (Anatropus) c) Bengkok (campylotropus) d) Setengah mengangguk (hemitropus) e) Melipat (camptotropus)

DAFTAR PUSTAKA Harsidi 2011. Morfologi Bunga. http://harsidiside.blogspot.com/2011/11/morfologi-tumbuhan-bunga.html. Diakses pada 10 Maret 2013. Mesuji 2013. Morfologi dan bagian-bagian bunga. http://endrymesuji.blogspot.com/2013/01/morfologi-bunga-dan-bagianbagian-bunga.html. Diakses pada 10 Maret 2013. Moelang 2011. Bagian-bagian bunga. http://moelangbotjahesdhe.blogspot.com/2011/08/bagian-bagian-bungasempurna.html. Diakses pada 10 Maret 2013. Mulyani Sri 2006. Anatomi Tumbuhan. Kanisius. Yogyakarta. Suena 2005. Modul I Teknologi Benih. http://www.fp.unud.ac.id/ind/wpcontent/uploads/mk_ps_agroekoteknologi/teknologi_benih/MODUL_I_TEK NOLOGI_BENIH_2005.pdf. Diakses pada 10 Maret 2013. Tjirosoepomo, Gembong 1994. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai