Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 2: 1. Dian Darmawan 2. Adnan Anung 3. Sukma Widiasih 4. Dewi Efianti 5. Sulistiyawati 6.

Hendiana T

Kebutuhan Nutrisi dan Metabolic

1. Pengertian Nutrisi Nutrisi atau gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digestic, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat- zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menhhasilkan energi. 2. Keadaan Gizi Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaaan zat-zat gizi tersebut atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh. 3. Status gizi Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Contoh : Gondok endemik merupakan keadaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. 4. Malnutrition Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau lebih zat gizi. Ada empat bentuk malnutrisi :

a. Under Nutrition : kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu. b. Specific Defisiency : kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe dan lain-lain. c. Over Nutrition : kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu. d. Imbalance : karena disproporsi zat gizi, misalnya kolesterol teejadi karena tidak seimbangnya LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density LIpoprotein) dan VLDL (Very Low Density Lipoprotein) Penilaian status gizi secara langsung 1. Antropometri Secara umum, antropometry artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometry gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingakt gizi. Antropometry secara umum digunakan untuk melihat ketidak seimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot, dan jumlah air dalam tubuh. Pengkajian antropometri meliputi: umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, jaringan lunak 2. Biokimia Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai amcam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain: darah, urin, tinja dan dan juga beberapa organ seperti hati dan otot. Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik. Pengkajian biokimia meliputi: a. penilaian status zat besi misalnya Hemoglobin, hematokrit, serum besi, transferin saturation, serum feritin, serum ansaturasit iron capacity. b. penilaian status fibrinogen protein misalnya albumin, globulin, dan

c. penilaian status vitamin,misalnya vitamin A, D, E, Tyamin B1, Riboflamin B2, Niasin, C, B6, B12. d. Penilaian status mineral, misalnya iodin, zinc, kalsium, fosfor, magnesium, crhomium, tembaga (copper), selenium. e. Pemeriksaan zat gizi spesisfik, misalnya kurang energi protein (KEP), kurang vitamin A(KVA), Anemia Gizi besi, gangguan akibat kurang yodium.

3. Klinis Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (superfisial epitelial tissues) seperti kulit, mata, rambut, dan mukosa oral, atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjara tyroid. Penggunaan ini umumnya untu survey klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Survey ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu, digunakan untuk mengetahui tingkaty status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik, yaitu tanda (sign) dan gejala(simptom) atau riwayat penyakit. Pengkajian klinis meliputi riwayat medis, pemeriksaan fisik seperti rambut, wajah, mata, bibir, lidah, gigi, gusi, kelenjar, kulit, kuku, jaringan bawah kulit, sistem tulang dan otot, sisitem internal.

4. Biofisik Penentuan status gizi secara biofisik adalah penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi khususnya jaringan dan melihat perubahan dari struktur jaringan. Umumnya dapat digunakan dalam situasi tertentu sperti kejadian buta senja epidemik (epidemic of night blindnes). Cara yang digunakan adalah tes adaptassi gelap. Pemeriksaan status gizi dengan metode biofisik meliputi: a. pemeriksaan radiologi, misalnya pada Riketsia, Osteomalasia, Sariawan pada bayi, beri-beri dan fluorosis.

b. Test fisik

c. Test Sitologi

Penilaian status gizi secara tidak laangsung 1. Survey konsumsi makanan Adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dnegan melihat jumlah zat gizi yang dikonsumsi. Pengumpulan zat gizi yang ditentukan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi dalam masyarakat, keluarga, dan individu. Survey ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi. 2. Statistik vital Yakni pengukuran status gizi dengan menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angak kesakitan, dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi. Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat.

Asuhan keperawatan pada masalah kebutuhan nutrisi A. Pengkajian Keperawatan 1. Riwayat makanan : Pola makanan, tipe makanan yang dihindari, disukai. 2. Kemampuan makan : mengunyah, menelan, makan sendiri atau bantuan orang lain. 3. Pengetahuan tentang nutrisi 4. Nafsu makan dan jumlah asuhan 5. Tingkat aktifitas 6. Pengkonsumsian obat 7. Penampilan fisik : rambut, mata, bibir, gigi, kulit, kuku. 8. Pengukuran antropometri 9. Laboratorium . B. Diagnosa Keperawatan 1. Kekurangan nutrisi, berhubungan dengan

Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara berkelanjutan akibat penyakit infeksi, luka bakar ataupun kanker. Disfagia akibat kelumpuhan serum Penurunan absorbsi nutrisi akibat intoleransi laktosa Sekresi berlebihan baik melalui latihan fisik, muntah, diare ataupun pengeluaran lainnya. Ketidak cukupan absorbsi akibat efek samping obat atau lainnya. Kesulitan mengunyah.

2. Kelebihan nutrisi, berhubungan dengan Perubahan pola kenyang akibat efek obat atau radiasi Penurunan fungsi pengecap atau penciuman Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi Penurunan kebutuhan metabolisme Kelebihan asupan Perubahan gaya hidup.

C. Perencanaan keperawatan Tujuan : 1. Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang. 2. Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi 3. Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parenteral Rencana tindakan 1. Monitor perubahan faktor yang kekurangan kebutuhan nutrisi atau kebutuhan nutrisinya. menyebabkan terjadinya kelebihannya dan status

2. Kurangi faktor yang mempengaruhi perubahan nutrisi 3. Ajarkan untuk merancanakan makanan. 4. Kaji tanda vital dan bising usus.

5. Monitor glukosa dan elektrolit, albumin dan hemoglobin 6. Berikan pendidikan tentang cara diet, kebutuhan kalori,

METABOLISME
1. DEFINISI ALKALOSIS METABOLIK Alkalosis metabolik adalah suatu keadaan yang Menggambarkan individu yang mengalami atau berisiko tinggi untuk mengalami suatu ketidakseimbangan asam-basa yang berhubungan dengan kelebihan bikarbonat atau kehilangan ion hydrogen Alkalosis adalah kondisi di mana cairan tubuh melebihi batas. Ini bertentangan dengan acidosis, di mana tubuh kekurangan cairan. Yang disebabkan oleh limpa dan ginjal mengatur acid tubuh. Karbondiosida berkurang atau bicarbonat meningkat levelnya membuat tubuh juga bersifat alkali, kondisi ini disebut alkalosis. KRITERIA a. PH lebih besar dari 7,45 pada pasien tidak terkompensasi b. PaCo2 normal sampai pasien hipoventilasi untuk mengkompensasi alkalosis HCo3 besar dari 26. ETIOLOGI Penyebab alkalosis antara lain: alkalosis yang responsif terhadap klorida paling sering terjadi pada kontraksi volume ekstrasel akibat muntah- muntah , pengisapan nasogastrik, dan diuretika. Konsentrasi lebih :

klorida urin adalah kurang dari 10meq/L kecuali kalau pasien masih memakan suatu diuretika. alkalosis yang resistenklorida paling sering akibat keadaan kelebihan

mineralokortikoid, yang mengakibatkan peningkatan pembentukan biokarbonat dan pembunagan kalium. Hipokalemia sering ditemukan : volume ekstraselnya normal atau mengembang. Konsentrasi klorida urine adalah lebih besar dari 20meq/ L. alkalosis akibat pemberian alkali eksogen biasanya dapat dikoreksi dengan cepat dengan peningkatan eskresi bikarbonat ginjal, tetapi terdapat sufisiensi ginjal, alkalosis dapat terjadi dan cukup berat sehingga membutuhkan dialysis.

MANIFESTASI KLINIS Alkalosis metabolic ditandai dengan : sakit kepala dan lesu adalah gejala-gejala awal; kulit memerah hangat kejang, kebingungan mental, otot berkedut, agitasi; koma (asidosis berat); anoreksia, mual, muntah dan diare; respirasi dalam dan cepat (respirasi Kussmaul); hiperkalemia (pergeseran asam untuk ICF dan K + ke ECF); disritmia jantung.

sedangkan kelemahan umumnya adalah : kram otot,

refleks hiperaktif, tetani (karena penurunan kalsium); kebingungan dan kejang dapat terjadi dalam situasi yang parah. Peningkatan pH darah; meningkat HCO3-; PaCO2 normal atau meningkat jika kompensasi terjadi.

PERAWATAN Perawatan alkalosis tergantung pada penyebab khusus. Sebagian orang membutuhkan bantuan medis untuk mengetahui kehilangan apakah dalam dirinya kekurangan zat kimiawi seperti chloride dan potasium. Kontrol kesehatan lain yang perlu dilakukan antara lain memonitor tanda-tanda vital seperti suhu, tekanan darah atau pernafasan.

ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN a. Tanda dan gejala : kelemahan otot, ketidakstabilan saraf otot, dan hiporefleksia sekunde terhadap hipokalemia menyertai penurunan motilitas saluran GI dapat mengakibatkan paralitik ileus. Alkalosis berat juga dapat mengakibatkan tanda- tanda kepekaan rangsang saraf otot juga apatis, kacau mental dan stupor. b. c. EKG :berbagai tipe distritmia atrial ventrikuler sabagai akibat kepekaan jantung yang terjadi dengan hipokalemi : gelombang U Riwayat dan factor- factor resiko : Keadaan klinik yang berhubungan dengan volume/ penurunan klorida ; muntah atau drainase urine. Alkali posthiperkapnia

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. 2. 3. Nilai- nilai gas darah arteri : menentukan keparahan alkalosis dan respons terhadap terapi . pH akan menjadi > 7,4 biokarbonat serum : nilainya akan meningkat sampai > 26 mEq/L Elektrolik Serum : biasanya serum kalium akan rendah, (<4,0 mEq/L). sedangkan serum klorida < 95mEq/L. meskipun hubungan antara alkalosis metabolic dan dan

kalium tidak dipahami secara lengkap , alkalosis dan hipokalemia sering terjadi bersamasama. 4. EKG : untuk mengkaji adanya disritmia, terutama jika terdapat hipokelemia ataupun alkalosis berat.

PENATALAKSANAAN KOLABORATIF Penatalaksanaan akan tergantung pada gangguan yang mendasari . alkalosis metabolik ringan atau sedang biasanya tidak memerlukan intervensi- intervensi terapeutik yang khusus. 1) Infuse saline : infuse normal saline dapat mengkoreksi kekurangan volume (klorida) pada pasien dengan alkalosis sekunder karena kehilangan melalui lambung . alkalosis metabolic sukar untuk diperbaiki jika hipovelemia dan kekurangan klorida tidak di koreksi. 2) Kalium Klorida (KCL) : diindikasikan untuk pasien- pasien dengan kadar kalium rendah. KCL lebih dipilih ketimbang garam kalium lainnya karena kehilangan klorida dapat diganti secara simultan 3) Natrium dan kalium klorida : efektif untuk alkalosis posthiperkapnia yang terjadi saat retensi CO2 kronik dikoreksi secara cepat. Jika jumlah klorida dan kalium yang adekuat tidak trsedia , maka kelebihan biokarbonat oleh ginjal akan mengalami kerusakan dan alkalosis metabolic akan terus berlangsung. 4) Bahan- bahan yang bersifat asam : alkalosis yang berat memerlukan pengobatan dengan bahan- bahan yang asam seperti asam hidroklorida encer, ammonium klorida . karena efek samping nya yang serius, maka obat- obatan ini tidak sering digunakan. Penatalaksanaan lainnya: 1. 2. Penatalaksanaan cairan : jika ada penurunan volume , diberikan normal saline Penggantian kalium :

kalium IV : jika pasien sedang menggunakan pemantau jantung maka maka diberikan kalium klorida sampai 20mEq/jam untu mengatasi hipokalemia . kalium oral : rasanya sangat tidak enak .15mEq/L per gelas adalah yang paling banyak yang dapat ditoleransi pasien dengan dosis maksimum setiap hari 60-80 mEq. Tablet kalium yang terurai dengan lambat merupakan bentuk bentuk KCL yang dapat diterima. Semua bentuk KCL dapat mengiritasi lambung dan mukosa usus diet ; diet berisi 3 gram atau 75mEq kalium , tetapi bukan dalam bentuk kalium klorida . diet kalium tambahan tidak efektif jika terdapat bersamaan dengan kekurangan klorida.

3. 4.

Deuretik hemat kalium : dapat ditambahkan jika diuretic tiazid merupakn penyebab hipokalemia dan alkalosis metabolic. Mengidentifikasi dan mengkoreksi penyebab hiperadrenokortisisme

DIAGNOSA KEPERAWATAN penurunan curah jantung yang berhubungan dengan factor- factor listrik sekuder terhadap alkalosis metabolic akibat tindakan penghisapan lambung defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi ttg penyakit dan pengobatannya. INTERVENSI KEPERAWATAN intervensi : o o o o o o monitor nilai nilai lab, terutama pH dan serum CO2 untuk menentukan respon pasien terhadap terapi. Monitor EKG terhadap adanya disritmia. Monitor kadar kalium Gunakan cairan saline isotonic untuk mengiritasi selang lambung Ukur dan catat jumlah cairan yang dikeluarkan oleh suction Timbang pasien tiap hari untuk menentukan status volume cairan. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi ttg penyakit dan pengobatannya. Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan factor- factor listrik sekuder terhadap alkalosis metabolic akibat tindakan penghisapan lambung

Intervensi : o o o o Beritahukan informasi tentang penyakit kepada pasien dan keluarga terdekat tekankan pentingnya untuk menggunakan dosis sesuai dengan anjuran dokter jelaskan tentang diet tinggi natrium meningkatkan risiko hipokalemia dan alkalosis , mengharuskan pembatasan natrium sesuai anjuran jika diresepkan KCL tambahan, ajarkan pasien pada hal- hal berikut: kalium oral rasanya sangat tidak enak dan akan terasa enak jika dicampur dengan juice jeruk atau juice tomat tablet kalium yang terurai secara perlahan seharusnya tidak dikunyah keduanya dapat mengiritasi lambung dan seharusnya dimakan bersamaan saat waktu makan meskipun nenerapa makanan mengandung kalium , makanan tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai pengganti untuk kalium klorida tambahan yang dianjurkan oleh para dokter

Metabolisme adalah proses pengolahan (pembentukan dan penguraian) zat -zat yang diperlukan oleh tubuh agar tubuh dapat menjalankan fungsinya. Kelainan metabolisme seringkali disebabkan oleh kelainan genetik yang mengakibatkan hilangnya enzim tertentu yang diperlukan untuk merangsang suatu proses metabolisme Macam macam kelainan metabolisme A. KELAINAN METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat adalah gula, diantaranya adalah glukosa, sukrosa dan fruktosa. Beberapa gula (misalnya sukrosa) harus diproses oleh enzim di dalam tubuh sebelum bisa digunakan sebagai sumber energi. Jika enzim yang diperlukan tidak ada, maka gula akan tertimbun dan menimbulkan masalah kesehatan

Pengertian Metabolisme Metabolisme adalah proses pengolahan (pembentukan dan penguraian) zat -zat yang diperlukan oleh tubuh agar tubuh dapat menjalankan fungsinya. Kelainan metabolisme seringkali disebabkan oleh kelainan genetik yang mengakibatkan hilangnya enzim tertentu yang diperlukan untuk merangsang suatu proses metabolisme Macam macam kelainan metabolisme A. KELAINAN METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat adalah gula, diantaranya adalah glukosa, sukrosa dan fruktosa. Beberapa gula (misalnya sukrosa) harus diproses oleh enzim di dalam tubuh sebelum bisa digunakan sebagai sumber energi. Jika enzim yang diperlukan tidak ada, maka gula akan tertimbun dan menimbulkan masalah kesehatan Hiperglykemia Hipoglykemia Galaktosemia (kadar galaktosa yang tinggi dalam darah) Glikogenosis (Penyakit penimbunan glikogen)

Intoleransi Fruktosa Herediter Fruktosuria Pentosuria adalah suatu keadaan ditemukannya gula xylulosa

B. KELAINAN METABOLISME PIRUVAT Piruvat terbentuk dalam proses pengolahan karbohidrat, lemak dan protein. Piruvat merupakan sumber energi untuk mitokondria (komponen sel yang menghasilkan energi). Gangguan pada metabolisme piruvat dapat menyebabkan terganggunya fungsi mitokondria sehingga timbul sejumlah gejala: - kerusakan otot - keterbelakangan mental - kejang - penimbunan asam laktat yang menyebabkan asidosis (meningkatnya asam dalam tubuh) - kegagalan fungsi organ (jantung, paru-paru, ginjal atau hati). - Kekurangan kompleks piruvat dehidrogenase Gejala utamanya adalah: - aksi otot menjadi lambat - koordinasi buruk - gangguan keseimbangan yang berat yang menyebabkan penderita tidak dapat berjalan Tidak memiliki piruvat karboksilase Sintesa asam amino (komponen pembentuk protein) juga tergantung kepada piruvat karboksilase. Hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah)

C. KELAINAN METABOLISME ASAM AMINO Asam amino merupakan komponen pembentuk protein. Penyakit keturunan pada pengolahan asam amino dapat menyebabkan gangguan pada penguraian asam amino maupun pemindahan asam amino ke dalam sel. Fenilketonuria Gejala pada anak-anak yang menderita fenilketonuria yang tidak diobati atau tidak terdiagnosis adalah: - kejang - mual dan muntah - perilaku agresif atau melukai diri sendiri

- hiperaktif - gejala psikis (kadang-kadang). D. GANGGUAN METABOLISME PROTEIN Terjadi pada pemasukan protein kurang kekurangan kalori, asam amino, mineral, dan faktor lipotropik hipoproteinemia Ekskresi protein darah berlebihan melalui air kemih Pembentukan albumin terganggu spt pada penyakit hati

E. GANGGUAN METABOLISME LEMAK Terjadi kalori didapat > kalori yg dimetabolisme (hipometabolisme Obesitas memperberat hipertensi, diabetes, penyakit jantung