Anda di halaman 1dari 59

SCHIZOPHRENIA

PENDAHULUAN
Penderita gangguan jiwa Stigma dan diskriminasi Perlakuan tidak manusiawi pasung, asingkan, isolasi Pengetahuan + pengertian yang salah Skizofrenia gangguan jiwa tepat dan benar Penyakit kronik segala aspek hidup penderita Penatalaksanaan yang menyeluruh dan integrasi
2

SEJARAH

Jerman

SCHIZO : perpecahan PHRENOS : mind

. Perpecahan

pikiran, perilaku dan perasaan

EMIL KRAEPELIN : 1856- 1926 Demensia prekoks Proses kognitif makin buruk Gejala halusinasi, waham

EUGEN BLEULER 1857- 1939 Gejala primer (4A) Gejala sekunder

KURT SCHNEIDER 1887-1967 1st rank symptoms 2nd rank symptoms

GABRIEL LANGFELDT -True skizofrenia - psikosis skizofreniform 2 kriteria D/: Simptom, perjalan penyakit

epidemiologi
Prevalensi 1% dari populasi dunia Angka insidens 1: 10000/tahun Jenis kelamin,ras, budaya = sama Wanita > ringan Onset pria 15-25 thn Wanita 25-35 tahun 25-50% berusaha suicide 10% berhasil
Faktor resiko bunuh diri : Depresif, usia muda, halusinasi dengar, Usaha bunuh diri sblmnya Tinggal sendiri

ETIOLOGI

ETIOLOGI

1. Model diatesis stres Integrasi antara faktor biologis, Psikososial dan lingkungan 2. Faktor neurobiologis Trauma masa kecil, kekerasan, dll

PET (Positron Emission Tomography) Perbedaan struktur dan fungsi otak Aktivitas lobus frontal << Gejala - : abnormalitas metabolik yg lebih besar di frontal, temporal, serebe Lar dibndingkan gejala + Menurunnya atensi hipoaktivitas Di daerah korteks singulat anterior Gangg. Bicara + ekspresi emosi metab. Glukosa yang << di: area brodmann 22 (asosiasi sensori) 43 ( transkortikal) 44,45 (pre motorik) 4,6 (motorik)

Gejala + peningkatan aliran darah di temporoMedial Disorganisasi peningkatan darah di daerah Korteks singulat dan striatum Halusinasi perubahan aliran darah di regio Hipokampus, parahipokampus, amigdala Halusinasi kronik peningkatan aliran darah di Lobus temporal kiri

Gangguan aliran darah di korteks prefrontal Lateral kiri, striatum ventral, girus temporalis sup, Regio parahipokampus.
Penurunan fungsi kognitif gangg. Memori + Fungsi eksekutif

Pada MRI : Pelebaran ventrikular3 dan lateral gejala Merupakan implikasi dari perubahan di daerah Periventrikluar limbik striata Mengecilnya ukuran dari lobus frontal dan temporal Daerah otak yg terlibat: sistem limbik, lob. Frontalis Ganglia basalis ,batang otak, dan talamus

EEG: Hilang aktivitas gamma band Yg menandakan melemahnya integrasi antara Jaringan saraf di otak
10

GEJALA

11

1. Gejala positif Fungsi normal yang berlebihan dan khas Seperti waham, halusinasi, disorganisasi bicara, Disorganisasi perilaku ( katatonia, agitasi)

GEJALA

2. Gejala negatif

Ada 5 gejala A:

affective flattening alogia avolition anhedonia gangg. Atensii

# berpikir abstrak, kurang spontanitas, perawatan Diri dan fungsi sosial yg <<
12

3. Gejala kognitif #simptom negatif gangg. Pikiran, inkoheren, asosiasi longgar Gangg. atensi, gangg. Pengelohan info Gangg. Kognitif plg berat + berat : gangg. Verbal fluency ( pembicaraan spontan) Gangg. Serial learning ( urutan peristiwa) Gangg. Vigilance ( kewaspadaan) Gangg. Eksekusi ( atensi, konsentrasi,perilaku dgn sosial)

13

4. Gejala agresif dan hostile # penekanan pada pengendalian impuls Hostilitas penyerangan fisik, verbal mencelakakan diri sendiri, org lain

5. Gejala depresi dan anxious # bersamaan dgn mood terdepresi, cemas rasa bersalah, dll # pada gangg. Lain: bipolar, skizoafektif, depresi dengan penyebab organik

14

TEORI DOPAMIN
1. Mesolimbik dopamin pathway

Menimbulkan Gejala + Dari VTA nukleus akumben di limbik Jalur ini berperan pada emosional, perilaku, khususnya halusinasi auditorik, waham, gangg.pikiran Psikostimulan spt amfetamin, kokain menybabkan peningkatan dopamin melalui pelepasan dopamin pd jalur ini gejala + dan psikosis paranoid hiperaktiviitas jalur ini peranan dlm gejala agresivitas dan hostilitas

15

2. Mesokortikal dopamin pathway VTA serebral korteks khususnya korteks limbik Peranan : sebagai mediasi dari gej dan kognitif Gejala negatif dan kognitif akibat penurunan dopamin di jalur ini t/u daerah dorsolateral prefrontal korteks
Penurunan dopamin Terjadi primere ,sekunder Sekunder inhibisi berlebihan Melalui antipsikotik

Peningkatan dopamin memperbaiki Gejala negatif ,kognitif


16

3. Nigrostriatal dopamin pathways Berjalan dari subs. Nigr pada batang otak ke basal Ganglia Jalur ini bagian dari sistem saraf ekstrapiramidal Mengatur pergerakan motorik Penurunan dopamin gangguan pergerakan Seperti parkinson, akinesia, rigiditas Hiperaktifitas gangguan gerakan hiperkinetiik Seperti chorea, diskinesia, tics

4. Tuberoinfundibular dopamin pathway Dari hipotalamus ke hipofisis anterior Dipengaruhi oleh inhibisi dan pelepasan aktif prolaktin Akibat peningkatan prolaktin galaktorea, amenorea Terjadi selama pemberian obat anti psikotik

17

NEURODEGENERATIF NEUROTOKSISITAS

NEURODEGENERATIF 1. Penurunan fungsi neuronal secara progresif dan terus2an 2. Perjalanan skizofrenia dari: Fase 1 : usia belasan ( asimptomatik) Fase prodromal Fase 2 : akhir usia belasan -20an , timbul onset gejala negatif Fase aktif : 20an -30an, tandanya gejala positif, tidak pernah kembali normal Fase 3 : relaps akut dan eksaserbasi akut Fase 4 :burn out fungsi sosial buruk, gej neg, kognitif
18

5 hipotesa perkembangan neuron pada skizo: 1. Abnormalitas perkembangan otak janin selama fase awal dari seleksi neuron dan migrasi 2. Degenerasi abnormal yg mgkn berhub dengan genetik dalam perkembnagan otak janin 3. Gejala tidak muncul selama otak dpt perbaiki gangguan sinaps 4. inf. Virus, kurang gizi, proses autoimun selama hamil nekrosis neuron 5. Perubahan struktur dan abnormalitas dari neuron yg masih berfungsi normal

19

Pengaruh glutamat Pengaruhnya : eksitasi NE glutamat yg Berlebihan kemtiana intraseluler dari Neuron Peranan: gejala negatif dan kogitif

EKSITO TOKSIK

Diagnosis menurut PPDGJ 3: 1. Thought echo, thought insertion, thought broadcasting 2. Waham dikendalikan, waham dipengaruhi, persepsi delusional 3. Halusinasi auditorik yg berkomentar terus menerus 4. Waham-waham menetap jenis lain 5. Halusinasi yg menetap dlm setiap modalitas apabila disertai oleh waham yg mengambang tanpa kandungan afektif 6. Arus pikiran yg terputus inkoherensi /pembicaraan yg tdk relevan 7. Perilaku gaduh gelisah 8. Gejala negatif seperti sikap masa bodoh, respon emosional yg tumpul,penarikan diri dari sosial
20

DIAGNOSIS

Menurut DSM-IV : - Berlangsung paling sedikit enam bulan. - Penurunan fungsi yang cukup bermakna yaitu dalam bidang pekerjaan, hubungan interpersonal, dan fungsi kehidupan pribadi. -Pernah mengalami psikoaktif dalam bentuk yang khas Selama periode tersebut, -Tidak ditemui gejala-gejala yang sesuai dengan skizoafektif Gangguan mood mayor, autisme, atau gangguan organik

21

JENIS-JENIS

22

Skizofrenia Paranoid
Paling sering dijumpai Gambaran klinis didominasi : waham yg cenderung stabil,, Halusinasi auditorik Gangg.afektif tdk menonjol Perjalana peny. Episodik, remisi sbagian, atau sempurna Onset usia lebih tua dibndingkan tipe lain
23

Pedoman diagnosis
Krit. Umum skizofrenia terpenuhi

Halusinasi dan/ waham menonjol


Gangg.afektif, gej katatonik tidak

24

nyata Waham hampir semua jenis, tetapi waham kejar dan waham dikendalikan paling khas Halusinasi auditorik yg bersifat commanding, commentating

Skizofrenia hebefrenik


25

Bentuk afektif tampak jelas Waham dan halusinasi yg mengambang dan putus2 Menegakkan diagnosa ini butuh waktu 2-3bulan Ciri khas : ada perilaku yang tanpa tujuan dan tanpa maksud Biasanya pasien memiliki kepribadian pramorbid: Pemalu dan menyendiri Prognosis makin buruk : Gejala negatif berkembang dgn cepat Afek smakin datar

Skizofrenia katatonik
Jarang ditemukan

Pedoman diagnostik:
stupor( berkurangnya reaktivitas thdp

26

lingkungan) Kegelisahan(aktiv. Motor yg tidak bertujuan,tdk pengaruh dari external) Berpose( sukarela mengambil dan mempertahankan sikap tubuh tertentu yg tidak wajar) Negativisme rigiditas

Pasien yg tidak komunikatif dgn perilaku

gangg.katatonik diagnosa skizofrenia harus ditunda samapi didptkan bukti gejala lain
Gejala katatonik jg dpt terjadi pada kasus

penyakit otak, pengaruh alkohol,gangg.mood,dll

27

Skizofrenia tidak terinci


Memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia

Tidak memenuhi kriteria tipe paranoid,

katatonik, hebefrenik,residual,dll SKIZOFRENIA RESIDUAL


Stadium kronis Kriteria diagnosis: Gejala negatif menonjol riw,. 1 episode psikotik yg jelas di masa lalu Minimal 1 tahun,intensitas dan frekuensi gejala

28

yg nyata sgt berkurang dan menimbulkan gej negatif Tidak terdapat demensia,penyakit otak organik

Skizofrenia simpleks
Gejala negatif perlahan2 tapi progresif Tidak ada waham dan halusinasi Kurang nyata gejala psikotik jika dibandingkan tipe

lain Gejala negatif timbul tanpa didahului gejala psikotik yg nyata DEPRESI PASCA SKIZOFRENIA Skizofrenia sudah berlangsung 1tahun Gejala skizo tetap ada Terfdapat gejala depresi yg menon jol dan mengganggu,memenuhi kriteria episode depresi dan berlangsung min 2minggu
29

Diagnosis Banding

30

1. Gangguan Skizofreniform
Durasi waktu dari gejala lebih singkat

Bersifat episodik
Prognosis baik Rata-rata sembuh sebelum 6 bulan

2-3 penderita berkembang diagnosis menjadi

skizofrenia Keluarga dekat mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menderita skizofrenia.

31

Prognosis
Baik
Onset gejala psikotik menonjol dalam 4 minggu sejak

perubahan dalam perilaku Konfusi pada puncak episode psikotik Pramorbid fungsi sosial dan pekerjaan yang baik Tidak ada afek yang tumpul atau datar

32

Buruk
Pendataran afek
Alogia (penurunan kelancaran dan produktivitas

pembicaraan) Kontak mata yangt buruk

33

2. Brief Psychotic Disorder


Kriteria diagnostik
Singkat, durasi antara 1 hari sampai kurang dari 1

bulan Kembali penuh pada tingkat fungsi pramorbid sebelum terjadi gangguan. Dapat terjadi dengan stressor nyata, tanpa stressor nyata, atau setelah persalinan (maksimal 4 minggu post partum).

34

Terdapat 1 atau lebih gejala positif seperti waham,

halusinasi, bicara diorganisasi atau katatonik Risiko bunuh diri meningkat pada usia muda Umumnya muncul pada usia remaja atau dewasa muda

35

3. Gangguan Depresif Pasca Psikotik dari Skizofrenia


Kriteria diagnostik
Terpenuhi kriteria untuk episode depresi berat dan

mood terdepresi harus ada. Episode depresi berat ditumpangi oleh dan terjadi hanya selama fase residual dari skozofrenia.

36

4. Folie a Deux (Shared Psychotic Disorder)/ Waham terinduksi


Kriteria diagnostik
Waham berkembangn pada individu yang

berhubungan erat dengan orang-orang yang memiliki waham yang menetap Waham mirip Gangguan melibatkan orang yang dominan dan orang yang tunduk

37

Jenis-jenis Folie a Deux


Foliee impusee : hilang jika dipisahkan dari

penginduksi Folie simultanee: tidak hilang jika dipisahkan dari penginduksinya Folie communiquee: tidak hilang jika dipisahkan dari penginduksinya, malah makin berkembang Folie induite: diperluas dan mengambil dari beberapa orang lainnya.

38

5. Gangguan Skizoafektif
Kriteria diagnostik menurut DSM IV
Periode penyakit yang tidak terputus, suatu waktu

terdapat episode depresi mayor,episode manik atau episode campuran dengan gejalayang memenuhi kriteria A untuk Skizofrenia. Selama periode yang sama terdapat waham atau halusinasi selama sekurangnya 2 minggu tanpa disertai adanya gejala mood yang menonjol.

39

Gejala memenuhi kriteria untuk episode mood.

Bukan karena pemakainan zat atau kondisi medis

umum. Terdiri dari 2 tipe yaitu tipebipolar dan depresif.

40

6. Gangguan Waham Menetap


Menurut DSM IV
Terdapat waham non bizzare,minimal selama 1 bulan

(meliputi situasi atau keadaan yang dapat terjadi dalam keadaan nyata) Kriteria untuk skizofrenia tidak pernah terpenuhi. Terlepas daripengaruh waham-waham atau percabangannya, fungsi tidak terganggu dengan jelas. Perilaku aneh dan kacau tidak jelas.

41

Jika episode mood terjadi secara bersamaan

dengan waham, lamanya relatif singkat dibandingkan lamaperiode waham. Bukan karena efek fisiologis dari suatu pemakaian zat atau kondisi medis umum.

42

7. Gangguan Psikotik Akut dan Sementara


Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III (F23)
Onsetnya akut (berlangsung < 2minggu) keadaan

psikotik yang abnormal. Sindroma yang khas Adanya stress yang terkait

43

PENATALAKSANAAN

44

PENATALAKSANAAN
Terapi psikososial
Terapi individu

Sebagai promosi terhadap kesembuhan

45

penderita atau mengurangi penderitaan pasien. Fase awal: hubungan antara stres dengan gejala: Fase menengah:relaksasi dan kesadaran untuk mengatasi stres; Fase lanjut:inisiatif umum dan keterampilan umum di masyarakat dengan mempraktekan apa yang dipelajari

Terapi kelompok Suportif, terstruktur dan anggotanya

terbatas, umumnya antara 3-15 orang. Kelebihan: kesempatan untuk mendapatkan umpan balik dari teman kelompok dan dapat mengamati respon psikologis, emosional, dan perilaku penderita skizofrenia terhadap berbagai sifat orang dan masalah yang timbul.

46

Terapi keluarga Memberikan pengetahuan

mengenai skizofrenia. Pengenalan tanda-tanda kekambuhan secara dini, peranan dari pengobatan, antisipasi dari efek samping pengobatan, dan peran keluarga.
47

Rahabilitasi psikiatri Meningkatkan kemampuan

penderita skizofrenia dalam hal merawat diri sendiri, bekerja, menikmati kesenangan, berhubungan dengan orang lain dan keluarga. Meningkatkan kemandirian dalam masyarakat.
48

Terapi Psikofarmaka
Antipsikotik Antagonis reseptor dopamin Risperidone

Clozapine

49

Pemilihan Obat
Antagonis reseptor dopamin adalah obat

antipsikotik yang klasik dan efektif dalam pengobatan skizofrenia. Kekurangannya: Pertama: hanya sejumlah kecil pasien cukup tertolong untuk mendapatkan kembali jumlah fungsi mental yang cukup normal. Kedua: antagonis reseptor dopamin disertai dengan efek merugikan yang 50 mengganggu dan serius

Efek mengganggu yang paling

utama adalah akatisia dan gejalamirip parkinsonisme berupa rigiditas dan tremor Efek serius yang potensial adalah tardive dyskenisia dan sindrom neuroleptik maligna.

51

Remoxipride
Antagonis reseptor dopamin dari

kelas yang berbeda daripada antagonis reseptor dopamin. Antipsikotik yang efektif efek samping neurologis yang kurang bermakna dibandingkan dengan antagonis reseptor dopamin lainnya. Mungkin disertai dengan anemia aplastik
52

Risperidone
Antagonis yang bermakna pada reseptor

serotonin tipe 2 (5-HT2) dan reseptor dopamin tipe 2 Lebih efektif dalam mengobati gejala positif maupun gejala negatif. Efek samping neurologis yang kurang bermakna dan kurang parah dibandingkan dengan antagonis dopamin yang tipikal. Obat lini pertama lebih efektif dan 53 lebih aman.

Clozapine
Antagonis lemah terhadap reseptor D2

dan antagonis kuatterhadap reseptor D4 dan antagonis pada reseptor serotonergik. 1-2 %terjadi agranulositosis.l Harganya mahal Merupakan obat lini II yang jelas bagi pasien yang tidak berespon terhadap obat lain atau dengan tardive dyskenisia yang parah
54

Prinsip-prinsip Terapeutik
Klinisi harus secara cermat menentukan gejala

55

sasaran yang akan diobati. Suatu antipsikotik yang telah bekerja dengan baik di masa lalu pada pasien harus digunakan lagi. Lama minimal percobaan antipsikotik adalah 4-6 minggu pada dosis yang adekuat. Penggunaan lebih dari satu medikasi antipsikotik pada satu waktu jarang diindikasikan. Pasien harus dipertahankan pada dosis efektif yang serendah mungkin yang diperlukan untuk mencapai pengendalian gejala selama episode psikotik.

Kontraindikasi utama
Riwayat respon alergi yang serius Kemungkinan bahwa pasien telah

meningesti zat yang akan berinteraksi dengan antipsikotik sehingga menyebabkan depresi SSP Risiko tinggi untukkejang dari penyebab organik atau idiopatik Glaukoma sudut sempit jika digunakan suatu antipsikotik dengan aktivitas antikolinergik yang bermakna.
56

Prognosis
Baik Late onset Onset akut Faktorpencetus jelas Riwayat pramorbid yang baik dalam

sosial,seksual dan pekerjaan Simtom depresi Telah menikah Riwayat keluarga dengan gangguan mood Sistem support yang baik Gambaran klinis simtom positif
57

Buruk Onset usia muda Onset perlahan-lahan dan tidak jelas Tidak ada faktor pencetus Memiliki riwayat pramorbid jelek Perilaku menarik diri atau autistik Belum menikah atau telah bercerai Riwayat keluarga skizofrenia Sistem support yang buruk Gambaran klinis simtom negatif atau simtom

neurologis Riwayat trauma masa perinatal Tidak ada remisi selama 3 tahun pengobatan Terjadi banyak relaps Memiliki riwayat skizofrenia sebelumnya.
58

Terima Kasih
59