LAPORAN PENDAHULUAN DEFISIT PERAWATAN DIRI A.

Definisi Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri ( Depkes 2000). Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Nurjannah, 2004). Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya (Tarwoto dan Wartonah 2000). B. Jenis-Jenis Perawatan Diri 1. Kurang perawatan diri : Mandi / kebersihan Kurang perawatan diri (mandi) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi/kebersihan diri. 2. Kurang perawatan diri : Mengenakan pakaian / berhias. Kurang perawatan diri (mengenakan pakaian) adalah gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan sendiri. 3. Kurang perawatan diri : Makan Kurang perawatan diri (makan) adalah gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan. 4. Kurang perawatan diri : Toileting Kurang perawatan diri (toileting) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri (Nurjannah : 2004, 79 ). C. Etiologi Menurut Tarwoto dan Wartonah, (2000) Penyebab kurang perawatan diri adalah sebagai berikut : 1. Kelelahan fisik 2. Penurunan kesadaran Menurut Dep Kes (2000: 20), penyebab kurang perawatan diri adalah : 1. Faktor prediposisi

2. cemas. Budaya . Sosial Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya. Faktor presipitasi Yang merupakan faktor presiptasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi. Praktik Sosial Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. pasta gigi. 3. Biologis Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.a. b. lelah/lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri. kerusakan kognisi atau perceptual. 5. 4. shampo. 2. c. Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya. Status Sosial Ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. d. Menurut Depkes (2000: 59) Faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah: 1. Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. Perkembangan Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu. sikat gigi. Body Image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya. Kemampuan realitas turun Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri.

kebutuhan harga diri. 2. D.  Rambut dan kulit kotor.lain.  Merasa tak berdaya. gangguan fisik yang sering terjadi adalah : Gangguan integritas kulit.  Kegiatan kurang . isolasi diri. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun. sampo dan lain. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. Psikologis  Malas. Tanda Dan Gejala Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah: 1. gangguan membran mukosa mulut. Sosial  Interaksi kurang. Fisik  Badan bau. Dampak yang sering timbul pada masalah personal hygiene. Dampak fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Dampak psikososial Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. 7. kebutuhan dicintai dan mencintai. infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku. 1. rendah diri dan merasa hina. pakaian kotor. Kondisi fisik atau psikis Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. 6.  Kuku panjang dan kotor  Gigi kotor disertai mulut bau  Penampilan tidak rapi 2.Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan. 3.  Menarik diri. tidak ada inisiatif.

gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri. Isolasi diri. Malas untuk beraktivitas 3. Mekanisme Koping 1. Data obyektif 1. 4. acak – acakan 2. Mulut dan gigi bau.  Bantu klien merawat diri  Ajarkan ketrampilan secara bertahap  Buatkan jadwal kegiatan setiap hari c. Merasa tidak berdaya. Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri.  Dekatkan peralatan mandi biar mudah dijangkau oleh klien. Rambut kotor. Penyangkalan 3.  Kuatkan kemampuan klien merawat diri. Kuku panjang dan tidak terawatt E.  Bina hubungan saling percaya. Intelektualisasi F. Data yang biasa ditemukan dalam deficit perawatan diri adalah : a. Data subyektif 1.  Cara makan tidak teratur BAK dan BAB di sembarang tempat. Pasien merasa lemah 2. . Regresi 2. b. Rentang Respon Kognitif Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bagi klien yang tidak dapat merawat diri sendiri adalah : a. Kulit kusam dan kotor 5. Membimbing dan menolong klien merawat diri. menarik diri 4. b. Tidak mampu berperilaku sesuai norma.  Bicarakan tentang pentingnya kebersihan. Badan dan pakaian kotor dan bau 3. Ciptakan lingkungan yang mendukung  Sediakan perlengkapan yang diperlukan untuk mandi.

menyisir rambut dan berhias ataua berdandan.makan. menyisir rambut dan bercukur. b) Membantu pasien latihan berhias .dan eliminasi. G. sedangkan pada psien perempuan latihan meliputi latihan berpakaian.Diagnosa Keperawatan Berdasarkan data didapat. toileting. Tindakan Keperawatan pada pasien 1) Tujuan keperawatan • • • • Pasien mampu melakukan keberishan diri secara mandiri Pasien mampu melakukan berhias secara baik Pasien mampu melakukan makan dengan baik Pasien mampu melakukan eliminasi secara mandiri 2) Tindakan keperawatan pada pasien a) Melatih pasien cara perawatan kebersihan diri dengan cara : • • • • Menjelaskan pentingnya menjaga akebersihan diri Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri Melatih pasien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri Latihan berhias pada pria harus dibedakan dengan wanita. berhias H. Sediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi klien misalnya. makan. latihan meliputi latihan berpakaian.berhias. masalah keperawatannya adalah defisit perawatan diri :Personal Higiene. I. Pohon Masalah Penurunan kemampuan dan motivasi merawat diri Isolasi sosial Defisit perawatan diri : mandi. . Pada pasien laki-laki. Tindakan keperawatan a. kamar mandi yang dekat dan tertutup.

Tindakan keperawatan pada keluarga 1) Tujuan Keperawatan Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami defisit perawatan diri.c) Melatih pasien makan secara mandiri dengan cara : • • • • Menjelaskan cara mempersiapkan makan Menjelaskan cara makan yang tertib Menjelaskan cara merapikan peralatan makan setelah makan Mempraktikkan cara makan yang baik d) Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri dengan cara : • • • Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai Menjelaskan cara membersihan diri setelah BAB/BAK Menjelaskan cara membersikan tempat BAB/BAK b. Tujuan Umum . J. e) Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian atas keberhasilan pasiendalam merawat diri f) Bantu keluarga dalam melatih merawat pasien drefisit perawata diri. perawat harus melakukan tindakan agar keluarga dapat meneruskan melatih dan mendukung pasien sehingga kemampuan pasien perawatan diri meningkat . Penurunan kemampuan dan motivasi merawat diri. a. Tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain : a) Diskusikan dengan keluarga tentang masalah yang dihadapi oleh keluarga dalam merawat pasien b) Jelaskan pentingnya perawatan diri untuk mengurasi stigma c) Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas perawatan diri yang dibutuhkan oleh pasien untuk menjaga perawat diri pasien d) Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam melakukan perawatan diri pasien dan membantu mengingatkan pasien untuk perawatan diri. 2) Tindakan keperawatan Untuk memantau pasien dalam melakukan cara perawatan diri yang baik. FOKUS INTERVENSI 1.

Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien. a) Kriteria evaluasi Dalam berinteraksi klien menunjukan tanda-tanda percaya pada perawat : • • • • • • • • • • • • • Wajah cerah.tanda bersih. nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan. tersenyum Mau berkenalan Ada kontak mata Menerima kehadiran perawat Bersedia menceritakan perasaannya b) Intervensi Berikan salam setiap berinteraksi. Penuhi kebutuhan dasar klien.Klien dapat meningkatkan minat dan motivasinya untuk memperhatikan kebersihan diri. Buat kontrak interaksi yang jelas. Tujuan Khusus 1) TUK I : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. . b. mampu menyebutkan kembali kebersihan untuk kesehatan seperti mencegah penyakit dan klien dapat meningkatkan cara merawat diri. Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi. a) Kriteria evaluasi Klien dapat menyebutkan kebersihan diri pada waktu 2 kali pertemuan. b) Intervensi • • • Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik. Diskusikan bersama klien pentingnya kebersihan diri dengan cara menjelaskan pengertian tentang arti bersih dan tanda. Perkenalkan nama. Dorong klien untuk menyebutkan 3 dari 5 tanda kebersihan diri. Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien. 2) TUK II : klien dapat mengenal tentang pentingnya kebersihan diri. Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati.

Ingatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti: mandi 2 kali pagi dan sore. dan merapikan penampilan. sikat gigi. 4) TUK IV : Klien dapat melakukan kebersihan perawatan diri secara mandiri.• • • • Diskusikan fungsi kebersihan diri dengan menggali pengetahuan klien terhadap hal yang berhubungan dengan kebersihan diri. Beri reinforcement positif setelah klien mampu mengungkapkan arti kebersihan diri. b) Intervensi • • • • • Motivasi klien untuk mandi. b) Intervensi Monitor klien dalam melakukan kebersihan diri secara teratur. keramas dan menyisir rambut. Bantu klien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan memelihara kebersihan diri. pakaian ganti. sikat gigi minimal 2 kali sehari (sesudah makan dan sebelum tidur). Beri kesempatan untuk mandi. 3) TUK III : Klien dapat melakukan kebersihan diri dengan bantuan perawat. beri kesempatan klien untuk mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan diri yang benar. . mengganti pakaian bersih sehari–hari. shampoo. handuk dan sandal. Anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari. gunting kuku jika panjang. seperti mandi pagi dan sore. seperti mandi dan kebersihan kamar mandi. • Bekerjasama dengan keluarga untuk mengadakan fasilitas kebersihan diri seperti odol. Kolaborasi dengan perawat ruangan untuk pengelolaan fasilitas perawatan kebersihan diri. ganti baju setiap hari. Kaji keinginan klien untuk memotong kuku dan merapikan rambut. penampilan bersih dan rapi. a) Kriteria evaluasi Setelah satu minggu klien dapat melakukan perawatan kebersihan diri secara rutin dan teratur tanpa anjuran. a) Kriteria evaluasi Klien berusaha untuk memelihara kebersihan diri seperti mandi pakai sabun dan disiram pakai air sampai bersih.

b) Intervensi Beri reinforcement positif jika berhasil melakukan kebersihan diri. . menyisir. ganti baju dan pakai sandal. gosok gigi. 5) TUK V : Klien dapat mempertahankan kebersihan diri secara mandiri. a) Kriteria evaluasi Klien selalu tampak bersih dan rapi.ingatkan untuk mencuci rambut.

a) Kriteria evaluasi Keluarga selalu mengingatkan hal–hal yang berhubungan dengan kebersihan diri. Diskusikan bersama keluarga tentang tindakanyang telah dilakukan klien selama di RS dalam menjaga kebersihan dan kemajuan yang telah dialami di RS. . • • • • Anjurkan keluarga untuk memutuskan memberi stimulasi terhadap kemajuan yang telah dialami di RS.6) TUK VI : Klien dapat dukungan keluarga dalam meningkatkan kebersihan diri. dan keluarga membantu dan membimbing klien dalam menjaga kebersihan diri. Anjurkan keluarga untuk menyiapkan sarana dalam menjaga kebersihan diri. Jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap dalam menjaga kebersihan diri klien. sikat gigi. Diskusikan dengan keluarga mengenai hal yang dilakukan misalnya: mengingatkan pada waktu mandi. b) Intervensi • • Jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnya klien menjaga kebersihan diri. dan lain-lain. Diskusikan bersama keluarga cara membantu klien dalam menjaga kebersihan diri. keluarga menyiapkan sarana untuk membantu klien dalam menjaga kebersihan diri. mandi. keramas.

Marry C. Standar Pedoman Perawatan jiwa. 2000. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 3. 1998. 2005 – 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. 2000. Edisi 7. 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa. 1998. Depkes. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda. Yogyakarta : Momedia Perry. 2006. Modul MPKP Jiwa UI . Sinopsis Psikiatri. Townsend. Jakarta. 2005. Jakarta : CV Sagung Seto Stuart. Pedoman Penanganan Pada Gangguan Jiwa. 2002. Potter. M 2004. 2001. Seres Kopino dan Adaptasir Toors dan Pohon Masalah Keperawatan. Kep. Buku Saku Diagnosa Keperawatan pada Perawatan Psikiatri edisi 3. Jakarta : EGC Rasmun S. Jakarta. Jakarta : Prima Medika. Jakarta : EGC Nurjanah. B. Budi. 2001. Intansari S.DAFTAR PUSTAKA Carpenito. Jakarta : EGC Keliat. Jakarta : EGC Keliat. Buku Ajar Fundamental Keperawatan.A. B. Edisi 5. Jakarta : EGC. Stuart. EGC . Kaplan Sadoch. Lynda Juall.Kep. 2005 . Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: EGC. 1998. GW. Proses Keperawatan Jiwa. Sudden. Tarwoto dan Wartonah. Edisi 8.A. Jakarta : EGC Santosa.

saya lihat pak yusuf menggaruk-garuk badannya.” Perawat : “Kira-kira apa bapak siap?” Pasien : “Iya saya siap pak. saya tidak bisa tidur dari tadi malam. yusuf pak.” : “Oke pak. bagaimana kalau kita bicara tentang kebersihan diri?” Perawat : “Apakah pak yusuf bersedia?” Pasien Pasien Pasien Pasien b. disenangi orang lain.. Orientasi Perawat : “Selamat pagi.” : “Terserah pak perawat saja. a. dan yang lebih penting adalah kita tidak terkena penyakit kulit sperti gatal-gatal dll.STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 pasien: Mendiskusikan pentingnya kebersihan diri. cara-cara merawat diri dan melatih pasien tentang cara-cara perawatan kebersihan diri.??” Perawat : “Bagaimana kalau kita bicara 20 menit saja.? Pasien Pasien Pasien : “Biasanya sih 3 kali sehari. jadi gini pak.” pak...” : “Di sinin saja pak.?” Pasien : “Iya ne pak. saya siap. kenalkan saya perawat vyan.? : “Tidak tau pak” jauh dari bau yang tidak sedap. dan saya lebih senang dipanggil pak yusuf.” rumah sakit ini saya yang akan merawat pak yusuf. tapi saat-saat ini 1 kali dalam sehari. : “Iya saya bersedia pak. Selama di .” : “Belum pak. kegunaan kita mandi itu adalah agar kita bersih.” Pasien Pasien : “Selamat pagi juga.” Perawat : “Kira-kira bapak maunya berapa menit.” Perawat : “Apakah bapak udah mandi hari ini?” Perawat :“Menurut bapak apa kegunaan mandi?” Perawat : “Ok sudah. gatal iya Perawat : “Siapa namanya dan senang dipanggil apa?” Perawat : “saya dinas pagi di ruangan ini dari jam 7 pagi sampai 2 siang. apa bapaksiap?” Perawat : “Ok bapak maunya dimana?” Perawat : “Dari tadi. Kerja Perawat : “Berapa kali bapak yusuf mandi dalam sehari.” : “Nama saya m.” Perawat : “Ok sudah.

indah disenangi oleh orang lain dll. rapi. disenangi oleh orang lain dll. rapi. Perawat : “Ok sudah.Perawat : “Ngomong-ngomong kenapa bapak belum mandi?” Pasien Pasien : “Saya tidak bisa mandi sendiri pak.” : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita mendiskusikan tentang pentingnya kebersihan diri tadi? : “Sungguh menyenangkan pak. Terminasi Perawat Pasien Perawat Pasien Perawat Pasien Perawat : “Bagaimana perasaan bapak setelah mandi dan mengganti pakaian?” : “Alhamudulillah perasaan saya terasa nyaman pak. sabun dan sampho.” muka dan menyisir rambut iya.” Perawat : “Apa maksud atau tujauan bapak menyisir dan merias rambut?” Pasien : “Agar bersih.” : “Itu aja saya tau pak. mulut bau.” : “Bagus sekali! Perawat :“Ok sudah. sekarang bapak coba mandi.” segala penyakit tidak mendekati kita. mulut bau. apa manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri?” Pasien : “Tidak tau pak.” : “cakep.” Perawat : “Menurut bapak.kemudian ganti pakaian.” Perawat : “Apa yang bapak lakukan untuk merawat rambut dan muka?” Pasien : ”Pakai sisir. selalu bersih dll.” : “Saya sudah lama tidak bisa mandi sendiri pak. karena adagangguan pada diri saya.” Pinteeeer. merias Perawat : “Apa lagi?” Perawat : “Ok sudah. indah.” : “Sekarang coba bapak ulangi tanda-tanda bersih dan rapi. kudisan dll.” Pasien: “Iya pak.” Perawat : “Iya betul. bersih.” gatal-gatal. disenangi orang lain.” Perawat : “Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa?” Pasien Pasien : “badan gatal-gatal. jadi tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik itu.” c. jadi manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri adalah Perawat : “Apa alasan bapak tidk bisa mandi sendiri?” .

. besok kita latihan berdandan. dan beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh. siap?” : Iya siap pak. apa bapak siap. mari kita masukkan dalam jadwal aktivitas harian!” : “Nah lakukan ya pak.” : Baik.. B (bantuan) kalu diingatkan baru dilakuykan.?” : “Iya siap pak.” : “Dua kali. pagi dan sore pak. dan T (tidak) melakukan.” . tapi jam berapa pak.Perawat Pasien Perawat Perawat : Mau berapa kali bapak mandi dan sikat gigi dalam sehari.?” : “jam 7 pagi ya.” : “Ok. Pasien Perawat Pasien Perawat Pasien : “Iya pak.

untuk kebersihan diri.” Keluarga : “Oh. saya perawat vyan. alhamdulillah kami baik-baik saja.” Keluarga : “Oke sudah..Sp 1 keluarga : memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang masalah perawatan diri dan cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah defisit perawatan diri. berdandan.” Kami harap bapak/ibu dapat menyediakan peralatannya.” : “Baik. dan potong kuku. saya akan jelaskan.” Keluarga : “Baik pak.?” : “Mari kita duduk di kantor perawat. gosok gigi. Orientasi Perawat :“Selamat pagi pak/bu.” Perawat : “bapak yusuf juga sudah memiliki jadwal pelaksanaan untuk berhias.” Perawat : “Hari ini kita akan berdiskusi tentang masalah yang dialami bapak yusuf dan bantuan apa yang dapat diberikan. ganti baju. PERAWATAN diri yang utama adalah kebersihan diri.” Perawat : “Bapak/ibu juga perlu mendampingi pak yusuf pada saat merawat diri sehingga dapat diketahui apakah bapak yusuf sudah mandiri atau Keluarga : “Anak kami itu sulit mau mandi pak. Kami harapkan motivasi sehabis mandi untuk sisiran yang rapi. makan dan BAB/BAK. Kerja Perawat Perawat Perawat : “Apa saja masalah yang bapak/ibu rasakan dalam merawat bapak yusuf?” : “ ohhh.?? jadi.” : “Perilaku yang ditunjukkan sama bapak yusuf itu dikarenakan gangguan jiwanya yang membuat bapak yusuf tidak memiliki minat untuk mengurus diri sendiri.” Perawat Perawat Perawat b. Keluarga : “Baik pak.” : “Berapa lama waktu bapak/ibu yang tersedia?” : “Bagaimana kalau 30 menit.? Kira-kira bisa sembuh iya pak?” Perawat Perawat : “Insya Allah pasti bisa. a. perawat yang merawat bapak yusuf.” . kami telah melatih pak yusuf untuk mandi.” Apakah bapak/ibu siap?” Keluarga : “Iya kami siap pak.” Keluarga :“Kurang lebih 40 menit lah. keramas. Bagaimana kabar bapak/ibu pagi ini?” Keluarga : “Selamat pagi juga pak.

dan kami sudah tau sedikit cara .” Perawat : “Dua hari lagi kita akan ketemu. Terima kasih banyak pak.” Keluarga : “Baik pak.” Perawat : “Dan dirumah nanti.mengalami hambatan dalam melakukannya. Dan jangan lupa berikan pujian pada bapak yusuf.” Perawat : “Iya sama-sama pak/bu.” Perawat : “Ada yang bapak/ibu tanyakan?” Keluarga : “Tidak ada pak.” Apa bapa/ibu bersedia?” Keluarga : “Iya kami bersedia pak. Terminasi Perawat : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap?” merawat anak kami.” c. dan bapak/ibu akan saya dampingi untuk memotivasi bapak yusuf dalam merawat diri. coba bapak/ibu mendampingi dan membantu bapak yusuf saat membersihkan diri.” Keluarga : “Baik pak.” Keluarga : “Alhamdulillah lumayan nyaman.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.