LAPORAN PENDAHULUAN DEFISIT PERAWATAN DIRI A.

Definisi Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri ( Depkes 2000). Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Nurjannah, 2004). Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya (Tarwoto dan Wartonah 2000). B. Jenis-Jenis Perawatan Diri 1. Kurang perawatan diri : Mandi / kebersihan Kurang perawatan diri (mandi) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi/kebersihan diri. 2. Kurang perawatan diri : Mengenakan pakaian / berhias. Kurang perawatan diri (mengenakan pakaian) adalah gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan sendiri. 3. Kurang perawatan diri : Makan Kurang perawatan diri (makan) adalah gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan. 4. Kurang perawatan diri : Toileting Kurang perawatan diri (toileting) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri (Nurjannah : 2004, 79 ). C. Etiologi Menurut Tarwoto dan Wartonah, (2000) Penyebab kurang perawatan diri adalah sebagai berikut : 1. Kelelahan fisik 2. Penurunan kesadaran Menurut Dep Kes (2000: 20), penyebab kurang perawatan diri adalah : 1. Faktor prediposisi

Biologis Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri. Kemampuan realitas turun Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri. Budaya . Status Sosial Ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. pasta gigi. lelah/lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri. Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan.a. kerusakan kognisi atau perceptual. Body Image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya. shampo. d. Menurut Depkes (2000: 59) Faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah: 1. 3. cemas. Faktor presipitasi Yang merupakan faktor presiptasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi. 2. sikat gigi. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. 4. 2. Perkembangan Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu. Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. Praktik Sosial Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. 5. b. Sosial Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya. Misalnya pada pasien penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya. c.

kebutuhan harga diri.  Rambut dan kulit kotor. isolasi diri. infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku. 1. 3. tidak ada inisiatif.  Kegiatan kurang . kebutuhan dicintai dan mencintai. Psikologis  Malas. sampo dan lain. rendah diri dan merasa hina. 6. D. Kondisi fisik atau psikis Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. Sosial  Interaksi kurang. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun. 7.Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan.  Menarik diri.lain. Tanda Dan Gejala Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah: 1. Dampak fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. gangguan fisik yang sering terjadi adalah : Gangguan integritas kulit. Dampak yang sering timbul pada masalah personal hygiene.  Merasa tak berdaya. gangguan membran mukosa mulut.  Kuku panjang dan kotor  Gigi kotor disertai mulut bau  Penampilan tidak rapi 2. pakaian kotor. Fisik  Badan bau. Dampak psikososial Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. 2.

Kuku panjang dan tidak terawatt E. Membimbing dan menolong klien merawat diri. Merasa tidak berdaya. 4. gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri. Malas untuk beraktivitas 3. Tidak mampu berperilaku sesuai norma.  Bicarakan tentang pentingnya kebersihan. Intelektualisasi F. Data obyektif 1. Penyangkalan 3. menarik diri 4. b.  Bantu klien merawat diri  Ajarkan ketrampilan secara bertahap  Buatkan jadwal kegiatan setiap hari c. Data yang biasa ditemukan dalam deficit perawatan diri adalah : a.  Dekatkan peralatan mandi biar mudah dijangkau oleh klien. Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri. Pasien merasa lemah 2. Ciptakan lingkungan yang mendukung  Sediakan perlengkapan yang diperlukan untuk mandi.  Cara makan tidak teratur BAK dan BAB di sembarang tempat. b. acak – acakan 2. . Isolasi diri. Regresi 2. Rentang Respon Kognitif Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bagi klien yang tidak dapat merawat diri sendiri adalah : a. Mulut dan gigi bau. Rambut kotor.  Bina hubungan saling percaya. Kulit kusam dan kotor 5. Data subyektif 1. Mekanisme Koping 1.  Kuatkan kemampuan klien merawat diri. Badan dan pakaian kotor dan bau 3.

toileting. sedangkan pada psien perempuan latihan meliputi latihan berpakaian. latihan meliputi latihan berpakaian. Sediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi klien misalnya.makan. I. b) Membantu pasien latihan berhias . makan. G. Pohon Masalah Penurunan kemampuan dan motivasi merawat diri Isolasi sosial Defisit perawatan diri : mandi. menyisir rambut dan berhias ataua berdandan.Diagnosa Keperawatan Berdasarkan data didapat. . Pada pasien laki-laki. Tindakan keperawatan a. masalah keperawatannya adalah defisit perawatan diri :Personal Higiene. Tindakan Keperawatan pada pasien 1) Tujuan keperawatan • • • • Pasien mampu melakukan keberishan diri secara mandiri Pasien mampu melakukan berhias secara baik Pasien mampu melakukan makan dengan baik Pasien mampu melakukan eliminasi secara mandiri 2) Tindakan keperawatan pada pasien a) Melatih pasien cara perawatan kebersihan diri dengan cara : • • • • Menjelaskan pentingnya menjaga akebersihan diri Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri Melatih pasien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri Latihan berhias pada pria harus dibedakan dengan wanita. kamar mandi yang dekat dan tertutup.dan eliminasi.berhias. menyisir rambut dan bercukur. berhias H.

J. Tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain : a) Diskusikan dengan keluarga tentang masalah yang dihadapi oleh keluarga dalam merawat pasien b) Jelaskan pentingnya perawatan diri untuk mengurasi stigma c) Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas perawatan diri yang dibutuhkan oleh pasien untuk menjaga perawat diri pasien d) Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam melakukan perawatan diri pasien dan membantu mengingatkan pasien untuk perawatan diri. Penurunan kemampuan dan motivasi merawat diri. a. perawat harus melakukan tindakan agar keluarga dapat meneruskan melatih dan mendukung pasien sehingga kemampuan pasien perawatan diri meningkat .c) Melatih pasien makan secara mandiri dengan cara : • • • • Menjelaskan cara mempersiapkan makan Menjelaskan cara makan yang tertib Menjelaskan cara merapikan peralatan makan setelah makan Mempraktikkan cara makan yang baik d) Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri dengan cara : • • • Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai Menjelaskan cara membersihan diri setelah BAB/BAK Menjelaskan cara membersikan tempat BAB/BAK b. Tujuan Umum . FOKUS INTERVENSI 1. Tindakan keperawatan pada keluarga 1) Tujuan Keperawatan Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami defisit perawatan diri. e) Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian atas keberhasilan pasiendalam merawat diri f) Bantu keluarga dalam melatih merawat pasien drefisit perawata diri. 2) Tindakan keperawatan Untuk memantau pasien dalam melakukan cara perawatan diri yang baik.

nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan. b. Diskusikan bersama klien pentingnya kebersihan diri dengan cara menjelaskan pengertian tentang arti bersih dan tanda. Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien. Buat kontrak interaksi yang jelas.tanda bersih. Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi. a) Kriteria evaluasi Klien dapat menyebutkan kebersihan diri pada waktu 2 kali pertemuan. b) Intervensi • • • Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik.Klien dapat meningkatkan minat dan motivasinya untuk memperhatikan kebersihan diri. Dorong klien untuk menyebutkan 3 dari 5 tanda kebersihan diri. Perkenalkan nama. tersenyum Mau berkenalan Ada kontak mata Menerima kehadiran perawat Bersedia menceritakan perasaannya b) Intervensi Berikan salam setiap berinteraksi. Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati. mampu menyebutkan kembali kebersihan untuk kesehatan seperti mencegah penyakit dan klien dapat meningkatkan cara merawat diri. Penuhi kebutuhan dasar klien. Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien. . a) Kriteria evaluasi Dalam berinteraksi klien menunjukan tanda-tanda percaya pada perawat : • • • • • • • • • • • • • Wajah cerah. 2) TUK II : klien dapat mengenal tentang pentingnya kebersihan diri. Tujuan Khusus 1) TUK I : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.

mengganti pakaian bersih sehari–hari. Beri kesempatan untuk mandi. dan merapikan penampilan. handuk dan sandal. beri kesempatan klien untuk mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan diri yang benar. Kolaborasi dengan perawat ruangan untuk pengelolaan fasilitas perawatan kebersihan diri. • Bekerjasama dengan keluarga untuk mengadakan fasilitas kebersihan diri seperti odol. sikat gigi minimal 2 kali sehari (sesudah makan dan sebelum tidur). Ingatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti: mandi 2 kali pagi dan sore. ganti baju setiap hari. pakaian ganti. sikat gigi. . seperti mandi pagi dan sore. Beri reinforcement positif setelah klien mampu mengungkapkan arti kebersihan diri.• • • • Diskusikan fungsi kebersihan diri dengan menggali pengetahuan klien terhadap hal yang berhubungan dengan kebersihan diri. Bantu klien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan memelihara kebersihan diri. Kaji keinginan klien untuk memotong kuku dan merapikan rambut. gunting kuku jika panjang. a) Kriteria evaluasi Klien berusaha untuk memelihara kebersihan diri seperti mandi pakai sabun dan disiram pakai air sampai bersih. seperti mandi dan kebersihan kamar mandi. keramas dan menyisir rambut. Anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari. a) Kriteria evaluasi Setelah satu minggu klien dapat melakukan perawatan kebersihan diri secara rutin dan teratur tanpa anjuran. b) Intervensi Monitor klien dalam melakukan kebersihan diri secara teratur. shampoo. penampilan bersih dan rapi. b) Intervensi • • • • • Motivasi klien untuk mandi. 3) TUK III : Klien dapat melakukan kebersihan diri dengan bantuan perawat. 4) TUK IV : Klien dapat melakukan kebersihan perawatan diri secara mandiri.

. b) Intervensi Beri reinforcement positif jika berhasil melakukan kebersihan diri. 5) TUK V : Klien dapat mempertahankan kebersihan diri secara mandiri. menyisir.ingatkan untuk mencuci rambut. ganti baju dan pakai sandal. a) Kriteria evaluasi Klien selalu tampak bersih dan rapi. gosok gigi.

sikat gigi. keluarga menyiapkan sarana untuk membantu klien dalam menjaga kebersihan diri. Jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap dalam menjaga kebersihan diri klien. dan lain-lain.6) TUK VI : Klien dapat dukungan keluarga dalam meningkatkan kebersihan diri. mandi. Anjurkan keluarga untuk menyiapkan sarana dalam menjaga kebersihan diri. Diskusikan bersama keluarga tentang tindakanyang telah dilakukan klien selama di RS dalam menjaga kebersihan dan kemajuan yang telah dialami di RS. . Diskusikan bersama keluarga cara membantu klien dalam menjaga kebersihan diri. a) Kriteria evaluasi Keluarga selalu mengingatkan hal–hal yang berhubungan dengan kebersihan diri. b) Intervensi • • Jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnya klien menjaga kebersihan diri. • • • • Anjurkan keluarga untuk memutuskan memberi stimulasi terhadap kemajuan yang telah dialami di RS. dan keluarga membantu dan membimbing klien dalam menjaga kebersihan diri. keramas. Diskusikan dengan keluarga mengenai hal yang dilakukan misalnya: mengingatkan pada waktu mandi.

2006. Jakarta. Jakarta : EGC Nurjanah. EGC . 2005 . Edisi 5. Budi.A. Standar Pedoman Perawatan jiwa. Sinopsis Psikiatri. Potter. Seres Kopino dan Adaptasir Toors dan Pohon Masalah Keperawatan. B. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 3. 2005 – 2006.DAFTAR PUSTAKA Carpenito.Kep. 2005. 2000. Sudden. Marry C.A. Tarwoto dan Wartonah. Jakarta : EGC Santosa. Kaplan Sadoch. 2000. Depkes. Stuart. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda. Jakarta : EGC Keliat. Townsend. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. 2002. Buku Saku Diagnosa Keperawatan pada Perawatan Psikiatri edisi 3. Jakarta. Jakarta: EGC. Yogyakarta : Momedia Perry. M 2004. 1998. 2001. Kebutuhan Dasar Manusia. GW. Jakarta : Prima Medika. Jakarta : EGC Keliat. 1998. Pedoman Penanganan Pada Gangguan Jiwa. Jakarta : EGC. Lynda Juall. Proses Keperawatan Jiwa. Modul MPKP Jiwa UI . Jakarta : EGC Rasmun S. Edisi 7. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Kep. Buku Saku Keperawatan Jiwa. 2001. Edisi 8. B. Jakarta : CV Sagung Seto Stuart. 1998. Intansari S.

” : “Di sinin saja pak.” Perawat : “Apakah bapak udah mandi hari ini?” Perawat :“Menurut bapak apa kegunaan mandi?” Perawat : “Ok sudah.” : “Terserah pak perawat saja. Selama di .. kenalkan saya perawat vyan. yusuf pak.” : “Belum pak.” rumah sakit ini saya yang akan merawat pak yusuf.” : “Nama saya m.” Perawat : “Kira-kira apa bapak siap?” Pasien : “Iya saya siap pak. disenangi orang lain. cara-cara merawat diri dan melatih pasien tentang cara-cara perawatan kebersihan diri. dan yang lebih penting adalah kita tidak terkena penyakit kulit sperti gatal-gatal dll..STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 pasien: Mendiskusikan pentingnya kebersihan diri. tapi saat-saat ini 1 kali dalam sehari. bagaimana kalau kita bicara tentang kebersihan diri?” Perawat : “Apakah pak yusuf bersedia?” Pasien Pasien Pasien Pasien b.? Pasien Pasien Pasien : “Biasanya sih 3 kali sehari. Orientasi Perawat : “Selamat pagi.? : “Tidak tau pak” jauh dari bau yang tidak sedap.” Perawat : “Kira-kira bapak maunya berapa menit. gatal iya Perawat : “Siapa namanya dan senang dipanggil apa?” Perawat : “saya dinas pagi di ruangan ini dari jam 7 pagi sampai 2 siang.” : “Oke pak. jadi gini pak. saya tidak bisa tidur dari tadi malam.??” Perawat : “Bagaimana kalau kita bicara 20 menit saja. saya siap. saya lihat pak yusuf menggaruk-garuk badannya. kegunaan kita mandi itu adalah agar kita bersih.. a. Kerja Perawat : “Berapa kali bapak yusuf mandi dalam sehari. apa bapaksiap?” Perawat : “Ok bapak maunya dimana?” Perawat : “Dari tadi.” Perawat : “Ok sudah.” pak. dan saya lebih senang dipanggil pak yusuf.” Pasien Pasien : “Selamat pagi juga. : “Iya saya bersedia pak.?” Pasien : “Iya ne pak.

” Perawat : “Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa?” Pasien Pasien : “badan gatal-gatal. Terminasi Perawat Pasien Perawat Pasien Perawat Pasien Perawat : “Bagaimana perasaan bapak setelah mandi dan mengganti pakaian?” : “Alhamudulillah perasaan saya terasa nyaman pak. merias Perawat : “Apa lagi?” Perawat : “Ok sudah.” Perawat : “Apa maksud atau tujauan bapak menyisir dan merias rambut?” Pasien : “Agar bersih. jadi manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri adalah Perawat : “Apa alasan bapak tidk bisa mandi sendiri?” . apa manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri?” Pasien : “Tidak tau pak.” c. mulut bau. disenangi orang lain.” segala penyakit tidak mendekati kita. sabun dan sampho.” Pinteeeer. sekarang bapak coba mandi. kudisan dll. jadi tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik itu. bersih. Perawat : “Ok sudah.Perawat : “Ngomong-ngomong kenapa bapak belum mandi?” Pasien Pasien : “Saya tidak bisa mandi sendiri pak.” Perawat : “Menurut bapak. rapi.” : “Bagus sekali! Perawat :“Ok sudah.” Perawat : “Apa yang bapak lakukan untuk merawat rambut dan muka?” Pasien : ”Pakai sisir.” Pasien: “Iya pak.” : “Saya sudah lama tidak bisa mandi sendiri pak. mulut bau. selalu bersih dll.” : “Itu aja saya tau pak. indah.kemudian ganti pakaian.” muka dan menyisir rambut iya.” : “cakep.” : “Sekarang coba bapak ulangi tanda-tanda bersih dan rapi.” gatal-gatal. indah disenangi oleh orang lain dll. karena adagangguan pada diri saya. rapi.” : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita mendiskusikan tentang pentingnya kebersihan diri tadi? : “Sungguh menyenangkan pak. disenangi oleh orang lain dll.” Perawat : “Iya betul.

dan T (tidak) melakukan.?” : “jam 7 pagi ya.” : “Ok. mari kita masukkan dalam jadwal aktivitas harian!” : “Nah lakukan ya pak. Pasien Perawat Pasien Perawat Pasien : “Iya pak. pagi dan sore pak.” .Perawat Pasien Perawat Perawat : Mau berapa kali bapak mandi dan sikat gigi dalam sehari. besok kita latihan berdandan.” : “Dua kali.” : Baik. dan beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh.. tapi jam berapa pak. B (bantuan) kalu diingatkan baru dilakuykan. siap?” : Iya siap pak.?” : “Iya siap pak. apa bapak siap..

gosok gigi.” Kami harap bapak/ibu dapat menyediakan peralatannya. Kerja Perawat Perawat Perawat : “Apa saja masalah yang bapak/ibu rasakan dalam merawat bapak yusuf?” : “ ohhh. a. ganti baju. untuk kebersihan diri.” Perawat : “bapak yusuf juga sudah memiliki jadwal pelaksanaan untuk berhias. Keluarga : “Baik pak. Bagaimana kabar bapak/ibu pagi ini?” Keluarga : “Selamat pagi juga pak.” Keluarga : “Oh.” Perawat : “Bapak/ibu juga perlu mendampingi pak yusuf pada saat merawat diri sehingga dapat diketahui apakah bapak yusuf sudah mandiri atau Keluarga : “Anak kami itu sulit mau mandi pak. Kami harapkan motivasi sehabis mandi untuk sisiran yang rapi. Orientasi Perawat :“Selamat pagi pak/bu.” Perawat Perawat Perawat b.” : “Berapa lama waktu bapak/ibu yang tersedia?” : “Bagaimana kalau 30 menit.. kami telah melatih pak yusuf untuk mandi.?? jadi. PERAWATAN diri yang utama adalah kebersihan diri.” . saya akan jelaskan.” Perawat : “Hari ini kita akan berdiskusi tentang masalah yang dialami bapak yusuf dan bantuan apa yang dapat diberikan. dan potong kuku. alhamdulillah kami baik-baik saja.” : “Baik.” : “Perilaku yang ditunjukkan sama bapak yusuf itu dikarenakan gangguan jiwanya yang membuat bapak yusuf tidak memiliki minat untuk mengurus diri sendiri. perawat yang merawat bapak yusuf.?” : “Mari kita duduk di kantor perawat. berdandan.” Keluarga : “Oke sudah. keramas.Sp 1 keluarga : memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang masalah perawatan diri dan cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah defisit perawatan diri.? Kira-kira bisa sembuh iya pak?” Perawat Perawat : “Insya Allah pasti bisa.” Apakah bapak/ibu siap?” Keluarga : “Iya kami siap pak. makan dan BAB/BAK. saya perawat vyan.” Keluarga : “Baik pak.” Keluarga :“Kurang lebih 40 menit lah.

dan kami sudah tau sedikit cara .” Perawat : “Dua hari lagi kita akan ketemu.” Perawat : “Dan dirumah nanti. Terminasi Perawat : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap?” merawat anak kami.” Keluarga : “Baik pak.” Apa bapa/ibu bersedia?” Keluarga : “Iya kami bersedia pak. Dan jangan lupa berikan pujian pada bapak yusuf. Terima kasih banyak pak.” Perawat : “Iya sama-sama pak/bu. dan bapak/ibu akan saya dampingi untuk memotivasi bapak yusuf dalam merawat diri.mengalami hambatan dalam melakukannya.” Keluarga : “Baik pak.” Keluarga : “Alhamdulillah lumayan nyaman.” Perawat : “Ada yang bapak/ibu tanyakan?” Keluarga : “Tidak ada pak.” c. coba bapak/ibu mendampingi dan membantu bapak yusuf saat membersihkan diri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful