62149213-Defisit-Perawatan-Diri

LAPORAN PENDAHULUAN DEFISIT PERAWATAN DIRI A.

Definisi Perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri ( Depkes 2000). Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Nurjannah, 2004). Menurut Poter. Perry (2005), Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya (Tarwoto dan Wartonah 2000). B. Jenis-Jenis Perawatan Diri 1. Kurang perawatan diri : Mandi / kebersihan Kurang perawatan diri (mandi) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi/kebersihan diri. 2. Kurang perawatan diri : Mengenakan pakaian / berhias. Kurang perawatan diri (mengenakan pakaian) adalah gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan sendiri. 3. Kurang perawatan diri : Makan Kurang perawatan diri (makan) adalah gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan. 4. Kurang perawatan diri : Toileting Kurang perawatan diri (toileting) adalah gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri (Nurjannah : 2004, 79 ). C. Etiologi Menurut Tarwoto dan Wartonah, (2000) Penyebab kurang perawatan diri adalah sebagai berikut : 1. Kelelahan fisik 2. Penurunan kesadaran Menurut Dep Kes (2000: 20), penyebab kurang perawatan diri adalah : 1. Faktor prediposisi

pasta gigi. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene. sikat gigi. Praktik Sosial Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. Pengetahuan Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. c. Budaya . 4. d. Biologis Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri. Status Sosial Ekonomi Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. shampo. lelah/lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri. kerusakan kognisi atau perceptual. 2. 3. Faktor presipitasi Yang merupakan faktor presiptasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi. Perkembangan Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif terganggu. 2. b. Situasi lingkungan mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri. Kemampuan realitas turun Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kurang menyebabkan ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri.a. Menurut Depkes (2000: 59) Faktor – faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah: 1. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya. Sosial Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungannya. 5. cemas. Misalnya pada pasien penderita diabetes mellitus ia harus menjaga kebersihan kakinya. Body Image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya dengan adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya.

tidak ada inisiatif. Kondisi fisik atau psikis Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. gangguan fisik yang sering terjadi adalah : Gangguan integritas kulit. 3. Dampak psikososial Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman.  Menarik diri. 6. Sosial  Interaksi kurang.  Rambut dan kulit kotor. 2. gangguan membran mukosa mulut. kebutuhan dicintai dan mencintai. sampo dan lain. 1.lain. 7. isolasi diri.Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu tidak boleh dimandikan. Psikologis  Malas. Dampak fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. Tanda Dan Gejala Menurut Depkes (2000: 20) Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah: 1.  Kuku panjang dan kotor  Gigi kotor disertai mulut bau  Penampilan tidak rapi 2. D. kebutuhan harga diri. Fisik  Badan bau. pakaian kotor. Dampak yang sering timbul pada masalah personal hygiene. rendah diri dan merasa hina. infeksi pada mata dan telinga dan gangguan fisik pada kuku. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri seperti penggunaan sabun.  Kegiatan kurang .  Merasa tak berdaya.

Kuku panjang dan tidak terawatt E. Membimbing dan menolong klien merawat diri. Ciptakan lingkungan yang mendukung  Sediakan perlengkapan yang diperlukan untuk mandi. Merasa tidak berdaya. Penyangkalan 3. Malas untuk beraktivitas 3. . Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri. menarik diri 4. Rentang Respon Kognitif Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bagi klien yang tidak dapat merawat diri sendiri adalah : a.  Bicarakan tentang pentingnya kebersihan.  Bantu klien merawat diri  Ajarkan ketrampilan secara bertahap  Buatkan jadwal kegiatan setiap hari c. Kulit kusam dan kotor 5. b. 4. Pasien merasa lemah 2.  Cara makan tidak teratur BAK dan BAB di sembarang tempat. Badan dan pakaian kotor dan bau 3. Isolasi diri. Intelektualisasi F.  Dekatkan peralatan mandi biar mudah dijangkau oleh klien. Rambut kotor. Tidak mampu berperilaku sesuai norma. Data obyektif 1. gosok gigi dan mandi tidak mampu mandiri. Data yang biasa ditemukan dalam deficit perawatan diri adalah : a. Data subyektif 1.  Bina hubungan saling percaya. Regresi 2. Mekanisme Koping 1.  Kuatkan kemampuan klien merawat diri. acak – acakan 2. b. Mulut dan gigi bau.

makan. Tindakan keperawatan a. Pada pasien laki-laki. I. Tindakan Keperawatan pada pasien 1) Tujuan keperawatan • • • • Pasien mampu melakukan keberishan diri secara mandiri Pasien mampu melakukan berhias secara baik Pasien mampu melakukan makan dengan baik Pasien mampu melakukan eliminasi secara mandiri 2) Tindakan keperawatan pada pasien a) Melatih pasien cara perawatan kebersihan diri dengan cara : • • • • Menjelaskan pentingnya menjaga akebersihan diri Menjelaskan alat-alat untuk menjaga kebersihan diri Menjelaskan cara-cara melakukan kebersihan diri Melatih pasien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri Latihan berhias pada pria harus dibedakan dengan wanita.Diagnosa Keperawatan Berdasarkan data didapat. masalah keperawatannya adalah defisit perawatan diri :Personal Higiene. . b) Membantu pasien latihan berhias . Sediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi klien misalnya. sedangkan pada psien perempuan latihan meliputi latihan berpakaian. menyisir rambut dan bercukur. makan. menyisir rambut dan berhias ataua berdandan.berhias. Pohon Masalah Penurunan kemampuan dan motivasi merawat diri Isolasi sosial Defisit perawatan diri : mandi. toileting. latihan meliputi latihan berpakaian. G. berhias H.dan eliminasi. kamar mandi yang dekat dan tertutup.

e) Anjurkan keluarga untuk memberikan pujian atas keberhasilan pasiendalam merawat diri f) Bantu keluarga dalam melatih merawat pasien drefisit perawata diri. Tujuan Umum .c) Melatih pasien makan secara mandiri dengan cara : • • • • Menjelaskan cara mempersiapkan makan Menjelaskan cara makan yang tertib Menjelaskan cara merapikan peralatan makan setelah makan Mempraktikkan cara makan yang baik d) Mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara mandiri dengan cara : • • • Menjelaskan tempat BAB/BAK yang sesuai Menjelaskan cara membersihan diri setelah BAB/BAK Menjelaskan cara membersikan tempat BAB/BAK b. Penurunan kemampuan dan motivasi merawat diri. FOKUS INTERVENSI 1. Tindakan keperawatan pada keluarga 1) Tujuan Keperawatan Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami defisit perawatan diri. 2) Tindakan keperawatan Untuk memantau pasien dalam melakukan cara perawatan diri yang baik. a. J. perawat harus melakukan tindakan agar keluarga dapat meneruskan melatih dan mendukung pasien sehingga kemampuan pasien perawatan diri meningkat . Tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain : a) Diskusikan dengan keluarga tentang masalah yang dihadapi oleh keluarga dalam merawat pasien b) Jelaskan pentingnya perawatan diri untuk mengurasi stigma c) Diskusikan dengan keluarga tentang fasilitas perawatan diri yang dibutuhkan oleh pasien untuk menjaga perawat diri pasien d) Anjurkan keluarga untuk terlibat dalam melakukan perawatan diri pasien dan membantu mengingatkan pasien untuk perawatan diri.

b. nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan. Dorong klien untuk menyebutkan 3 dari 5 tanda kebersihan diri. Buat kontrak interaksi yang jelas. Tujuan Khusus 1) TUK I : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. Diskusikan bersama klien pentingnya kebersihan diri dengan cara menjelaskan pengertian tentang arti bersih dan tanda. a) Kriteria evaluasi Klien dapat menyebutkan kebersihan diri pada waktu 2 kali pertemuan. mampu menyebutkan kembali kebersihan untuk kesehatan seperti mencegah penyakit dan klien dapat meningkatkan cara merawat diri. . b) Intervensi • • • Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik. Penuhi kebutuhan dasar klien. tersenyum Mau berkenalan Ada kontak mata Menerima kehadiran perawat Bersedia menceritakan perasaannya b) Intervensi Berikan salam setiap berinteraksi. a) Kriteria evaluasi Dalam berinteraksi klien menunjukan tanda-tanda percaya pada perawat : • • • • • • • • • • • • • Wajah cerah. 2) TUK II : klien dapat mengenal tentang pentingnya kebersihan diri.tanda bersih. Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien. Perkenalkan nama. Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien. Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati. Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi.Klien dapat meningkatkan minat dan motivasinya untuk memperhatikan kebersihan diri.

Bantu klien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan memelihara kebersihan diri. seperti mandi dan kebersihan kamar mandi. Beri reinforcement positif setelah klien mampu mengungkapkan arti kebersihan diri. keramas dan menyisir rambut. Ingatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti: mandi 2 kali pagi dan sore. 4) TUK IV : Klien dapat melakukan kebersihan perawatan diri secara mandiri. Kaji keinginan klien untuk memotong kuku dan merapikan rambut. a) Kriteria evaluasi Klien berusaha untuk memelihara kebersihan diri seperti mandi pakai sabun dan disiram pakai air sampai bersih. seperti mandi pagi dan sore. 3) TUK III : Klien dapat melakukan kebersihan diri dengan bantuan perawat. b) Intervensi Monitor klien dalam melakukan kebersihan diri secara teratur. Beri kesempatan untuk mandi.• • • • Diskusikan fungsi kebersihan diri dengan menggali pengetahuan klien terhadap hal yang berhubungan dengan kebersihan diri. • Bekerjasama dengan keluarga untuk mengadakan fasilitas kebersihan diri seperti odol. handuk dan sandal. . pakaian ganti. dan merapikan penampilan. Anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari. beri kesempatan klien untuk mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan diri yang benar. penampilan bersih dan rapi. sikat gigi minimal 2 kali sehari (sesudah makan dan sebelum tidur). a) Kriteria evaluasi Setelah satu minggu klien dapat melakukan perawatan kebersihan diri secara rutin dan teratur tanpa anjuran. shampoo. sikat gigi. gunting kuku jika panjang. b) Intervensi • • • • • Motivasi klien untuk mandi. Kolaborasi dengan perawat ruangan untuk pengelolaan fasilitas perawatan kebersihan diri. mengganti pakaian bersih sehari–hari. ganti baju setiap hari.

a) Kriteria evaluasi Klien selalu tampak bersih dan rapi. ganti baju dan pakai sandal. gosok gigi.ingatkan untuk mencuci rambut. menyisir. . b) Intervensi Beri reinforcement positif jika berhasil melakukan kebersihan diri. 5) TUK V : Klien dapat mempertahankan kebersihan diri secara mandiri.

dan keluarga membantu dan membimbing klien dalam menjaga kebersihan diri. Anjurkan keluarga untuk menyiapkan sarana dalam menjaga kebersihan diri. . • • • • Anjurkan keluarga untuk memutuskan memberi stimulasi terhadap kemajuan yang telah dialami di RS. sikat gigi. Diskusikan bersama keluarga cara membantu klien dalam menjaga kebersihan diri.6) TUK VI : Klien dapat dukungan keluarga dalam meningkatkan kebersihan diri. keramas. mandi. keluarga menyiapkan sarana untuk membantu klien dalam menjaga kebersihan diri. Diskusikan dengan keluarga mengenai hal yang dilakukan misalnya: mengingatkan pada waktu mandi. dan lain-lain. a) Kriteria evaluasi Keluarga selalu mengingatkan hal–hal yang berhubungan dengan kebersihan diri. Diskusikan bersama keluarga tentang tindakanyang telah dilakukan klien selama di RS dalam menjaga kebersihan dan kemajuan yang telah dialami di RS. Jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap dalam menjaga kebersihan diri klien. b) Intervensi • • Jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnya klien menjaga kebersihan diri.

Jakarta : CV Sagung Seto Stuart. 1998. 2000.A. Edisi 8. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta. Edisi 7. 2005. Proses Keperawatan Jiwa. Pedoman Penanganan Pada Gangguan Jiwa. GW. Jakarta : EGC Keliat. 1998. Potter. M 2004. Kaplan Sadoch. Modul MPKP Jiwa UI . 2002. Budi. Townsend. Sinopsis Psikiatri. EGC . B. 2006. Jakarta : EGC Rasmun S. 2001. Marry C.Kep. 1998. 2006. Depkes. Tarwoto dan Wartonah. 2005 . Jakarta. 2005 – 2006. Kep. Intansari S. Jakarta : EGC Nurjanah. Jakarta : EGC Santosa. B. Stuart. 2001. Seres Kopino dan Adaptasir Toors dan Pohon Masalah Keperawatan. Buku Saku Diagnosa Keperawatan pada Perawatan Psikiatri edisi 3. 2000.A. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : Prima Medika. Edisi 5. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : EGC Keliat. Yogyakarta : Momedia Perry. Lynda Juall. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC. Buku Saku Keperawatan Jiwa edisi 3.DAFTAR PUSTAKA Carpenito. Standar Pedoman Perawatan jiwa. Sudden. Jakarta: EGC. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda.

” : “Di sinin saja pak. jadi gini pak. Orientasi Perawat : “Selamat pagi. : “Iya saya bersedia pak.” Perawat : “Kira-kira apa bapak siap?” Pasien : “Iya saya siap pak. saya tidak bisa tidur dari tadi malam. cara-cara merawat diri dan melatih pasien tentang cara-cara perawatan kebersihan diri.STRATEGI PELAKSANAAN Sp 1 pasien: Mendiskusikan pentingnya kebersihan diri.” : “Terserah pak perawat saja. gatal iya Perawat : “Siapa namanya dan senang dipanggil apa?” Perawat : “saya dinas pagi di ruangan ini dari jam 7 pagi sampai 2 siang.? Pasien Pasien Pasien : “Biasanya sih 3 kali sehari. kegunaan kita mandi itu adalah agar kita bersih. saya lihat pak yusuf menggaruk-garuk badannya.” Perawat : “Apakah bapak udah mandi hari ini?” Perawat :“Menurut bapak apa kegunaan mandi?” Perawat : “Ok sudah. saya siap..” : “Oke pak.” pak... kenalkan saya perawat vyan.” Perawat : “Ok sudah.” rumah sakit ini saya yang akan merawat pak yusuf.” Pasien Pasien : “Selamat pagi juga.” : “Belum pak.??” Perawat : “Bagaimana kalau kita bicara 20 menit saja. dan saya lebih senang dipanggil pak yusuf. tapi saat-saat ini 1 kali dalam sehari. Selama di .?” Pasien : “Iya ne pak.? : “Tidak tau pak” jauh dari bau yang tidak sedap.” Perawat : “Kira-kira bapak maunya berapa menit. dan yang lebih penting adalah kita tidak terkena penyakit kulit sperti gatal-gatal dll. apa bapaksiap?” Perawat : “Ok bapak maunya dimana?” Perawat : “Dari tadi. Kerja Perawat : “Berapa kali bapak yusuf mandi dalam sehari. disenangi orang lain. bagaimana kalau kita bicara tentang kebersihan diri?” Perawat : “Apakah pak yusuf bersedia?” Pasien Pasien Pasien Pasien b. a.” : “Nama saya m. yusuf pak.

karena adagangguan pada diri saya. apa manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri?” Pasien : “Tidak tau pak.” : “Bagus sekali! Perawat :“Ok sudah.” Perawat : “Menurut bapak.” c. sekarang bapak coba mandi. rapi. rapi.” segala penyakit tidak mendekati kita.” : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita mendiskusikan tentang pentingnya kebersihan diri tadi? : “Sungguh menyenangkan pak.” Perawat : “Apa maksud atau tujauan bapak menyisir dan merias rambut?” Pasien : “Agar bersih.” Pinteeeer.” Perawat : “Apa yang bapak lakukan untuk merawat rambut dan muka?” Pasien : ”Pakai sisir. kudisan dll.” : “Saya sudah lama tidak bisa mandi sendiri pak. jadi tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik itu. Terminasi Perawat Pasien Perawat Pasien Perawat Pasien Perawat : “Bagaimana perasaan bapak setelah mandi dan mengganti pakaian?” : “Alhamudulillah perasaan saya terasa nyaman pak. merias Perawat : “Apa lagi?” Perawat : “Ok sudah. bersih.Perawat : “Ngomong-ngomong kenapa bapak belum mandi?” Pasien Pasien : “Saya tidak bisa mandi sendiri pak.” Perawat : “Iya betul.” : “Itu aja saya tau pak. sabun dan sampho. disenangi orang lain. indah disenangi oleh orang lain dll. disenangi oleh orang lain dll.” Perawat : “Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa?” Pasien Pasien : “badan gatal-gatal. jadi manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri adalah Perawat : “Apa alasan bapak tidk bisa mandi sendiri?” . indah.” : “Sekarang coba bapak ulangi tanda-tanda bersih dan rapi.” : “cakep. Perawat : “Ok sudah.” Pasien: “Iya pak. selalu bersih dll. mulut bau.” gatal-gatal. mulut bau.” muka dan menyisir rambut iya.kemudian ganti pakaian.

?” : “jam 7 pagi ya.?” : “Iya siap pak.” : Baik.. siap?” : Iya siap pak. B (bantuan) kalu diingatkan baru dilakuykan. dan beri tanda M (mandiri) kalau dilakukan tanpa disuruh..” : “Ok. mari kita masukkan dalam jadwal aktivitas harian!” : “Nah lakukan ya pak. Pasien Perawat Pasien Perawat Pasien : “Iya pak. pagi dan sore pak. besok kita latihan berdandan.” : “Dua kali.Perawat Pasien Perawat Perawat : Mau berapa kali bapak mandi dan sikat gigi dalam sehari. tapi jam berapa pak.” . dan T (tidak) melakukan. apa bapak siap.

Orientasi Perawat :“Selamat pagi pak/bu. Kami harapkan motivasi sehabis mandi untuk sisiran yang rapi. PERAWATAN diri yang utama adalah kebersihan diri. gosok gigi.” .” Keluarga : “Oke sudah.” Apakah bapak/ibu siap?” Keluarga : “Iya kami siap pak. alhamdulillah kami baik-baik saja.” Keluarga : “Baik pak.?? jadi.” Perawat Perawat Perawat b. saya akan jelaskan.” Perawat : “bapak yusuf juga sudah memiliki jadwal pelaksanaan untuk berhias. untuk kebersihan diri.” : “Berapa lama waktu bapak/ibu yang tersedia?” : “Bagaimana kalau 30 menit. Bagaimana kabar bapak/ibu pagi ini?” Keluarga : “Selamat pagi juga pak.” Perawat : “Bapak/ibu juga perlu mendampingi pak yusuf pada saat merawat diri sehingga dapat diketahui apakah bapak yusuf sudah mandiri atau Keluarga : “Anak kami itu sulit mau mandi pak.” : “Baik. Keluarga : “Baik pak.” Perawat : “Hari ini kita akan berdiskusi tentang masalah yang dialami bapak yusuf dan bantuan apa yang dapat diberikan.Sp 1 keluarga : memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang masalah perawatan diri dan cara merawat anggota keluarga yang mengalami masalah defisit perawatan diri. dan potong kuku. perawat yang merawat bapak yusuf. makan dan BAB/BAK.” Kami harap bapak/ibu dapat menyediakan peralatannya.” Keluarga :“Kurang lebih 40 menit lah. keramas. berdandan. a. saya perawat vyan.? Kira-kira bisa sembuh iya pak?” Perawat Perawat : “Insya Allah pasti bisa. Kerja Perawat Perawat Perawat : “Apa saja masalah yang bapak/ibu rasakan dalam merawat bapak yusuf?” : “ ohhh.” : “Perilaku yang ditunjukkan sama bapak yusuf itu dikarenakan gangguan jiwanya yang membuat bapak yusuf tidak memiliki minat untuk mengurus diri sendiri. ganti baju.. kami telah melatih pak yusuf untuk mandi.?” : “Mari kita duduk di kantor perawat.” Keluarga : “Oh.

” Apa bapa/ibu bersedia?” Keluarga : “Iya kami bersedia pak.” Perawat : “Dua hari lagi kita akan ketemu.mengalami hambatan dalam melakukannya. Terminasi Perawat : “Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap?” merawat anak kami.” Keluarga : “Baik pak.” c. coba bapak/ibu mendampingi dan membantu bapak yusuf saat membersihkan diri.” Perawat : “Dan dirumah nanti.” Perawat : “Ada yang bapak/ibu tanyakan?” Keluarga : “Tidak ada pak.” Keluarga : “Baik pak. dan kami sudah tau sedikit cara . Dan jangan lupa berikan pujian pada bapak yusuf.” Perawat : “Iya sama-sama pak/bu.” Keluarga : “Alhamdulillah lumayan nyaman. Terima kasih banyak pak. dan bapak/ibu akan saya dampingi untuk memotivasi bapak yusuf dalam merawat diri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful