Anda di halaman 1dari 32

EKSPERIMEN ADC & DAC DWI CAHYORINI WULANDARI (0910443080) ABSTRAK Pratikum ini dilakukan di Laboratorium Elektronika dan

Instrumentasi, Jurusan Fisika, Universitas Andalas. Tujuan dari pratikum ini adalah untuk memperkenalkan konversi data dan analog ke digital dan dari data digital ke analog. ADC dan DAC pada percobaan ini dilakukan agar hasil antara teori dan praktek didapatkan akan sama. DAC adalah perangkat untuk mengkonversi sinyal masukan dalam bentuk digital menjadi sinyal keluaran dalam bentuk analog (tegangan). Analog to Digital Converter (biasanya disingkat ADC, A/D atau A to D) adalah sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi mengubah sinyal kontinu (analog) menjadi keluaran diskrit/digital. Kata Kunci : ADC,DAC. 1. PENDAHULUAN Sebuah Analog to Digital Converter (biasanya disingkat ADC, A/D atau A to D) adalah sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi mengubah sinyal kontinu (analog) menjadi keluaran diskrit/digital. ADC memiliki fungsi yang merupakan kebalikan dari yang dilakukan oleh sebuah digital-to-analog converter (DAC). Umumnya, sebuah ADC adalah sebuah piranti elektronik yang mengubah sebuah tegangan menjadi sebuah bilangan digital biner.

Bagaimanapun juga, beberapa piranti non-elektronik, seperti shaft encoders, dapat digolongkan sebagai ADCs. Sebelum sinyal dari transduser (yang merupakan sinyal tegangan analog) dapat disimpan atau dianalisis oleh mikrokomputer, sinyal tersebut harus dikonversi terlebih dahulu ke bentuk digital dengan menggunakan piranti pengonversi alanog to digital (analog to digital converter, ADC). Piranti ini akan menerima tegangan dalam rentang tertentu (biasanya 0-5 V) pada bagian inputnya, dan kemudian mengonversi nilai

13

tegangan itu menjadi bilangan biner yang sesuai. tersusun atas angka-angka biner yaitu angka 0 dan 1.

Sebuah bilangan biner

Berdasarkan jumlah bilangan biner yang dapat ditampilkannya, kita mengenal istilah ADC 8-bit, ADC 12-bit dan ADC 16-bit. ADC 8 bit, sebagai contoh, dapat menghasilkan bilangan biner dari 0000 0000 hingga 1111 1111, yang jika dikonversi ke desimal menjadi 0 hingga 255. Jika kita menggunakan ADC 8 bit dengan rentang input 0 hingga 5 V, maka bilangan desimal yang dapat dihasilkan ADC tersebut adalah sebanyak 28 (=256) bilangan, yaitu 0 (untuk 0 V) hingga 255 (untuk 5 V). Dengan demikian perubahan terkecil tegangan yang dapat dideteksi ADC tersebut adalah (5V)/(255) = 10,6 mV; dikatakan bahwa ADC 8 bit itu mempunyai resolusi 19,6 mV/bit. Berikut penyelesaiannya : Resolusi = Dan data digital yang dihasilkan ADC 8 bit adalah (Vin*255)/Vref Data digital = 1.1

1.2

Pada percobaan ini akan diperkenalkan ADC0804, yaitu sebagai sebuah konverter A/D 8 bit yang mudah diinterfacekan dengan sistem mikrokontroler. A/D ini menggunakan metode approksimasi berturut-turut untuk

mengkonversikan masukan analog (0-5V) menjadi data digital 8 bit yang ekivalen. ADC0804 mempunyai pembangkit clock internal dan memerlukan

14

catudaya +5V dan mempunyai waktu konversi optimum sekitar 100s. Konfigurasi pin ADC dpat dilihat pada Gambar 1.1 berikut ini :

Gambar 1.1 Konfigurasi pin ADC

A/D ini dapat dirangkai untuk menghasilkan konversi secara kontinu. Untuk melaksanakannya, kita harus menghubungkan CS dan RD ke ground dan menyambungkan WR dengan INTR. Maka dengan ini keluaran digital yang

15

kontinu akan muncul, karena sinyal INTR menggerakkan masukan WR. Intruksi logika pada pin kontrol A/D 0804 adalah Tabel 1.1 Intruksi logika pada pin kontrol A/D 0804 INPUT OUTPUT /WR 1 0 1 1 1 /RD 1 1 1 1 0 /INTR 1 1 1 0 1 DO s/d D7 Hi-Z Hi-Z Hi-Z Data Out

KEGIATAN Hi-Z (High Impedansi) Reset Konversi Selesai Data Ready

Konversi dari analog ke bentuk digital inheren melibatkan komparator tindakan dimana nilai tegangan analog pada beberapa titik waktu dibandingkan dengan standar tertentu. Sebuah cara yang umum untuk melakukannya adalah menerapkan tegangan analog ke satu terminal dari komparator dan memicu kontra biner yang mengendarai DAC. Output dari DAC diterapkan ke terminal lain komparator. Karena output dari DAC meningkat dengan meja, itu akan memicu komporator dibeberapa titik ketika tegangan melebihi input analog. DAC adalah perangkat untuk mengkonversi sinyal masukan dalam bentuk digital menjadi sinyal keluaran dalam bentuk analog (tegangan). Tegangan keluaran yang dihasilkan DAC sebanding dengan nilai digital yang masuk ke dalam DAC. Dasar konversi D/A bisa dibuat dengan menggunakan Op-Amp dab resistor. Berikut ini adalah contoh sederhana DAC N bit.

16

Gambar 1.2 Contoh sederhana DAC N bit Dengan tegangan keluarannya adalah :

1.3

Gambar 1.3 R/2R ladder DAC

17

Dari gambar diatas dapat kita buktikan bahwa bila kita kombinasikan D0, D1, D1 dan D3 (input berupa digital), kita akan dapatkan output (Vout) berupa tegangan analog. Rangkaian DAC untuk pratikum dapat dilihat seperti Gambar 1.4 dengan mengkombinasikan tegangan input 0 dan 1 ke A1-A8 pada DAC, output DAC akan keluar berupa arus pada pin 4. Arus kemudian akan dihubungkan ke Op-Amp untuk menghasilkan Vout dengan persamaan :
A8 A1 A2 Vout Vref ..... 4 256 2

1.4

Dengan bentuk rangkaiannya sebagai berikut :

Gambar 1.4 Rangkaian DAC 0808

18

II. METODE PERCOBAAN Pada pratikum ini ada beberapa alat dan bahan yang dipakai, yaitu Satu set catudaya sebagai sumber tegangan, kabel-kabel penghubung (jumper) sebagai konduktor, rangkaian konverter (ADC/DAC) sebagai konverter analog to digital dan digital to analog. Setelah dipersiapkan semua alat dan bahan, maka pratikum siap dimulai dengan rangkaian-rangkaian konverter yang telah tersedia. Yang pertama pratikan akan mengambil data pada rangakain ADC, pratikan terlebih dahulu mengukur tegangan sumber yang diberikan. Didalam rangkaian tersebut terdapat

potensiometer yang berfungsi untuk mengatur tegangan input yang masuk (data analog), kerana sifat potensio yang menghambat arus listrik (aliran elektron), sehingga bisa menvariasikan tegangan masukan. Besar dari tegangan masukan dapat dilihat dari multimeter yang telah terhubung dengan rangkaian converter. Saat tegangan masukan bervariasi maka LED yang terdapat pada rangkaian akan menyala dan padam. Dimana saat menyala, dia dalam keadaan high dan saat padam, dia dalam keadaan low. Ini hasil dari konverter tersebut yang dapat dilihat dari indikator keadaan pada LED (data digital). Sedangkan untuk DAC, pratikan memakai Vref sebesar 5V. Masukannya berupa keadaan high dan low (data digital). Dengan menvariasikan masukan data digital-nya, maka

keluarannya yang berupa data analog dapat dilihat pada multmeter yang telah

19

terhubung dengan rangkaian converter. diambil berjumlah 30 data. III. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Jurnal

Masing-masing banyak data yang

LEMBARAN DATA Tabel 2.1 Data DAC


Input Data Digital Biner Desimal 0000 0000 0000 0001 0000 0010 0000 0100 0000 1000 0001 0000 0010 0000 0100 0000 1000 0000 0000 0011 0000 1100 0011 0000 1100 0000 0000 0111 0011 1000 0000 1111 1111 0000 1111 1111 1000 0001 0100 0010 0010 0100 0001 1000 1100 0001 1100 0010 0 1 2 4 8 16 32 64 128 3 11 48 192 7 56 15 240 255 129 66 36 24 193 194 Output Praktik Teori (v) (v) 0,00 0,00 0,08 0,02 0,00 0,04 0,11 0,08 0,30 0,16 0,61 0,31 1,22 0,62 2,44 1,25 4,96 2,50 0,07 0,06 0,50 0,23 1,87 0,94 7,42 3,75 0,22 0,14 2,22 1,09 0,53 0,29 9,30 4,69 9,78 4,98 5,04 2,52 2,45 0,04 1,38 0,70 0,97 0,47 7,48 3,77 7,41 3,79

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

20

25 26 27 28 29 30

1100 0100 1100 1000 1101 0000 1110 0000 0111 1110 1001 1001

196 200 208 224 126 153

7,56 7,74 8,04 8,66 5,15 5,95

3,83 3,91 0,31 4,38 2,46 2,99

Tabel 2.2 Data ADC


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Input (v) Biner 4,03 3,36 2,09 3,24 2,77 2,57 2,39 2,17 1,95 1,60 1,39 0,48 0,32 0,15 0,07 0,01 0,00 0,62 0,96 0,55 0,05 0,93 3,34 1111 1111 1110 1111 1111 1110 1111 0111 1110 0011 1111 1101 1111 0101 1111 1001 1111 0001 1110 1110 1110 0110 1110 0100 1111 1000 1111 0000 1110 0000 1100 0000 1000 0000 1111 0100 1110 0010 1111 0100 0010 0000 1110 0010 1101 1111 Output (v) Praktek 255 239 254 247 227 253 246 249 241 238 230 228 248 240 224 192 128 244 226 228 32 226 223 Teori 205,53 171,36 106,59 165,24 141,27 131,07 121,89 110,67 99,45 81,60 106,59 24,48 16,32 7,65 3,57 0,51 0,00 31,62 48,96 28,05 2,55 47,43 170,34

21

24 25 26 27 28 29 30

0,24 3,38 3,20 3,17 3,03 2,95 1,84

1100 1000 1110 1111 1110 0111 1100 0111 1111 1011 1110 1011 1110 0001

200 239 231 199 251 235 225

12,24 172,38 163,20 161,67 154,53 150,45 93,84

Padang, 18 April 2012 Asisten 1, Asisten 2, Praktikan,

Tri Kusmita

Zasvia Hendri

Dwi Cahyorini Wulandari

22

a. DAC Vref = 5 volt Vo teori = Vref [ 1. Data ke-1 : Input dalam bentuk biner : 0000 0000 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 0 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0 = 0 2. Data ke-2 : Input dalam bentuk biner : 0000 0001 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 1.20 = 1 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,00390625 = 0,01953125 V = 0,02 V 3. Data ke-3 : Input dalam bentuk biner : 0000 0010 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +1.21 + 0.20 = 2 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,0078125 = 0,0390625 V = 0,04 V 4. Data ke-4 :
23

Input dalam bentuk biner : 0000 0100 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +0.21 + 0.20 = 4 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,015625 = 0,078125 V = 0,08 V 5. Data ke-5 : Input dalam bentuk biner : 0000 1000 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 8 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,03125 = 0,15625 V = 0,16 V 6. Data ke-6 : Input dalam bentuk biner : 0001 0000 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 1.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 16 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,0625 = 0,3125 V = 0,31 V 7. Data ke-7 : Input dalam bentuk biner : 0010 0000 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 32 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,125 = 0,625 V = 0,62 V
24

8. Data ke-8 : Input dalam bentuk biner : 0100 0000 Input Desimal = 0.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 64 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,25 = 1,25 V 9. Data ke-9 : Input dalam bentuk biner : 1000 0000 Input Desimal = 1.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 128 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,5 = 2,5 V 10. Data ke-10 : Input dalam bentuk biner : 0000 0011 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +1.21 + 1.20 = 3 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,01171875 = 0,05859375 V = 0,06 V 11. Data ke-11 : Input dalam bentuk biner : 0000 1100 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 1.23 + 1.22 +0.21 + 0.20 = 12 Vo teori = 5 V. [

]
25

= 5 V. 0,046875 = 0,234375 V = 0,23 V 12. Data ke-12 : Input dalam bentuk biner : 0011 0000 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 48 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,1875 = 0,9375 V = 0,94 V 13. Data ke-13 : Input dalam bentuk biner : 1100 0000 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 192 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,75 = 3,75 V 14. Data ke-14 : Input dalam bentuk biner : 0000 0111 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 7 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,02734375 = 0,13671875 V = 0,14 V 15. Data ke-15 : Input dalam bentuk biner : 0011 1000 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 56

26

Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,21875 = 1,09375 V = 1,09 V 16. Data ke-16 : Input dalam bentuk biner : 0000 1111

Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 15 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,05859375 = 0,29296875 V = 0,29 V

17. Data ke-17 : Input dalam bentuk biner : 1111 0000 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 240 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,9375 = 4,6875 V = 4,69 V 18. Data ke-18 : Input dalam bentuk biner : 1111 1111 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 255 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,99609375 = 4,98046875 V = 4,98 V 19. Data ke-19 :
27

Input dalam bentuk biner : 1000 0001 Input Desimal = 1.27 + 0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 1.20 = 129 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,50390625 = 2,51953125 V = 2,52 V 20. Data ke-20 : Input dalam bentuk biner : 0100 0010 Input Desimal = 0.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +1.21 + 0.20 = 66 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,0078125 = 0,0390625 V = 0,04 V

21. Data ke-21 : Input dalam bentuk biner : 0010 0100 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +0.21 + 0.20 = 36 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,140625 = 0,703125 V = 0,70 V 22. Data ke-22 : Input dalam bentuk biner : 0001 1000 Input Desimal = 0.27 + 0.26 + 0.25 + 1.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 24 Vo teori = 5 V. [

]
28

= 5 V. 0,09375 = 0,46875 V = 0,47 V 23. Data ke-23 : Input dalam bentuk biner : 1100 0001 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 1.20 = 193 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,75390625 = 3,76953125 V = 3,77 V 24. Data ke-24 : Input dalam bentuk biner : 1100 0010 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +1.21 + 0.20 = 194 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,7578125 = 3,7890625 V = 3,79 V

25. Data ke-25 : Input dalam bentuk biner : 1100 0100 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +0.21 + 0.20 = 196 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,765625 = 3,828125 V = 3,83 V 26. Data ke-26 : Input dalam bentuk biner : 1100 1000

29

Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 200 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,78125 = 3,90625 V = 3,91 V 27. Data ke-27 : Input dalam bentuk biner : 1101 0000 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 1.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 208 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,0625 = 0,3125 V = 0,31 V 28. Data ke-28 : Input dalam bentuk biner : 1110 0000 Input Desimal = 1.27 + 1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 224 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,875 = 4,375 V = 4,38 V

29. Data ke-29 : Input dalam bentuk biner : 0111 1110 Input Desimal = 0.27 + 1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 0.20 = 126 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,4921875 = 2,4609375 V = 2,46 V
30

30. Data ke-30 : Input dalam bentuk biner : 1001 1001 Input Desimal = 1.27 + 0.26 + 0.25 + 1.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 1.20 = 153 Vo teori = 5 V. [ = 5 V. 0,59765625 = 2,98828125 V = 2,99 V b. ADC Vref = 5 Volt Data Desimal Teori = 1. Data ke-1 : Vin = 4,03 V & Output = 1111 1111 Data desimal Teori =
( )

= 205,53 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 255 2. Data ke-2 : Vin = 3,36 V & Output = 1110 1111 Data desimal Teori = = 171,36 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 239 3. Data ke-3 : Vin = 2,09 V & Output = 1111 1110

31

Data desimal Teori =

= 106,59 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 0.20 = 254 4. Data ke-4 : Vin = 3,24 V & Output = 1111 0111 Data desimal Teori = = 165,24 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 247 5. Data ke-5 : Vin = 2,77 V & Output = 1110 0011 Data desimal Teori = = 141,27 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +1.21 + 0.20 = 227 6. Data ke-6 : Vin = 2,57 V & Output = 1111 1101 Data desimal Teori = = 131,07 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 +0.21 + 1.20 = 253 7. Data ke-7 : Vin = 2,39 V & Output = 1111 0101 Data desimal Teori = = 121,89 V

32

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 1.22 +0.21 + 1.20 = 246

8. Data ke-8 : Vin = 2,17 V & Output = 1111 1001 Data desimal Teori = = 110,67 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 1.20 = 249 9. Data ke-9 : Vin = 1,95 V & Output = 1111 0001 Data desimal Teori = = 99,45 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 1.20 = 241 10. Data ke-10 : Vin = 1,60 V & Output = 1110 1110 Data desimal Teori = = 81,6 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 0.20 = 238 11. Data ke-11 : Vin = 1,39 V & Output = 1110 0110 Data desimal Teori = = 106,59 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +1.21 + 0.20 = 230
33

12. Data ke-12 : Vin = 0,48 V & Output = 1110 0100 Data desimal Teori = = 24,48 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +0.21 + 0.20 = 228

13. Data ke-13 : Vin = 0,32 V & Output = 1111 1000 Data desimal Teori = = 16,32 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 248 14. Data ke-14 : Vin = 0,15 V & Output = 1111 0000 Data desimal Teori = = 7,65 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 240 15. Data ke-15 : Vin = 0,07 V & Output = 1110 0000 Data desimal Teori = = 3,57 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 224 16. Data ke-16 :
34

Vin = 0,01 V & Output = 1100 0000 Data desimal Teori = = 0,51 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 192 17. Data ke-17 : Vin = 0 V & Output = 1000 0000 Data desimal Teori = =0

Desimal Praktek: 1.27 +0.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 128

18. Data ke-18 : Vin = 0,62 V & Output = 1111 0100 Data desimal Teori = = 31,62 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 0.23 + 1.22 +0.21 + 0.20 = 244 19. Data ke-19 : Vin = 0,96 V & Output = 1110 0010 Data desimal Teori = = 48,96 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +1.21 + 0.20 = 226 20. Data ke-20 : Vin = 0,55 V & Output = 1110 0100

35

Data desimal Teori =

= 28,05 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +0.21 + 0.20 = 228 21. Data ke-21 : Vin = 0,05 V & Output = 0010 0000 Data desimal Teori = = 2,55 V

Desimal Praktek: 0.27 +0.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 32 22. Data ke-22 : Vin = 0,93 V & Output = 1110 0010 Data desimal Teori = = 47,43 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +1.21 + 0.20 = 226

23. Data ke-23 : Vin = 3,34 V & Output = 1101 1111 Data desimal Teori = = 170,34 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 0.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 223 24. Data ke-24 : Vin = 0,24 V & Output = 1100 1000 Data desimal Teori = = 12,24 V

36

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 0.25 + 0.24 + 1.23 + 0.22 +0.21 + 0.20 = 200 25. Data ke-25 : Vin = 3,38 V & Output = 1110 1111 Data desimal Teori = = 172,38 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 1.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 239 26. Data ke-26 : Vin = 3,20 V & Output = 1110 0111 Data desimal Teori = = 163,2 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 231 27. Data ke-27 : Vin = 3,17 V & Output = 1100 0111 Data desimal Teori = = 161,67 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 1.22 +1.21 + 1.20 = 199

28. Data ke-28 : Vin = 3,03 V & Output = 1111 1011 Data desimal Teori = = 154,53 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 0.22 +1.21 + 1.20 = 251 29. Data ke-29 :
37

Vin = 2,95 V & Output = 1110 1011 Data desimal Teori = = 150,45 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 1.23 + 0.22 +1.21 + 1.20 = 235 30. Data ke-30 : Vin = 1,84 V & Output = 1110 0001 Data desimal Teori = = 93,84 V

Desimal Praktek: 1.27 +1.26 + 1.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 +0.21 + 1.20 = 225 3.2 Pembahasan Berikut grafik-grafik variabel DAC :

-100

12 10 8 6 4 2 0 -2 0

DAC Input Data Desimal VS Tegangan Praktek


y = 0.0387x - 0.0038 R = 0.9996

Input Desimal

100

200

300

Tegangan Praktek (V)

Gambar 2.1 Korelasi input data desimal dengan output tegangan praktek

38

DAC Input Data Desimal VS Tegangan Teori


6 5 4 3 2 1 0 -1 0 Input Data Desimal y = 0.0178x - 0.0047 R = 0.8371

-100

100 Tegangan Teori (V)

200

300

Gambar 2.2 Korelasi input data desimal dengan output tegangan teori

DAC Tegangan Praktek VS Tegangan Teori (V)


12 10 8 6 4 2 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 Teori praktek

Gambar 2.3 Korelasi output tegangan praktek dengan tegangan teori

Dan berikut adalah grafik-grafik variabel ADC :

39

ADC Data Desimal Praktek VS Tegangan


Data Desimal Praktek 5 4 3 2 1 0 -1 0 y = 0.013x - 1.1449 R = 0.1917

100

200

300

Tegangan (V)

Gambar 2.4 Korelasi output data desimal praktek dengan tegangan input

5 Data Desimal Teori 4 3 2 1 0 -1 0

ADC Data Desimal Teori VS Tegangan

y = 0.0195x - 0.0156 R = 0.9904

-50

50 100 150 Tegangan (V)

200

250

Gambar 2.5 Korelasi output data desimal teori dengan tegangan input

40

ADC Data Desimal Praktek VS Data Desimal Teori


300 200 teori 100 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 praktek

Gambar 2.6 Korelasi output data desimal praktek dengan data desimal teori.

Pratikum bagian pertama yaitu DAC (digital to analog) dengan input berupa data digital (keadaan high (1) dan kedaan low (0) adalah input-nya) yang dikonversikan menjadi data analog. Untuk melihat benar atau tidaknya hasil dari pratikum (output data analog secara praktek), maka harus dibandingkan dengan besaran lain yang menjadi acuan (output data analog secara teori). Pada rangkaian DAC, yaitu pada praktikum yang pertama terdapat satu set catudaya dengan Vref sebesar 5 V. Pratikan menginput data digital dengan variasi 30 data, sehingga didapatkan output data analog sebanyak 30 data juga. Untuk melihat korelasi antara input (data digital dalam biner) dan output (data analog dalam bentuk bilangan), maka harus diubah atau dikonversi data digital sebagai input ke dalam bentuk desimalnya. Pada percobaan praktikum, terlihat bahwa pada Gambar 2.1 Korelasi input data desimal dengan output tegangan praktek di grafik terbentuk linier,dimana nilai adalah y = 0.038x-9.003,
41

dan R2= 0.999. Sebuah korelasi itu pada gambar 2.1 dimana menunjukkan semakin besar nilai input desimalnya maka semakin besar pula output analog (tegangan output) yang dihasilkan, maka antara input (data digital) dan output (data analog) saling berbanding lurus. Sehingga dapat dilihat bahwa koefisien korelasi-nya adalah sebesar 0,999, nilai ini hampir mendekati sempurna suatu linearisasi. Sebaiknya, nilai koefisien korelasinya yang sempurna itu adalah 1. Pada Gambar 2.2 nilai kelinieran didapatkan juga dapat dilihat, dimana datanya juga hamper sama dengan gambar 2.1, dimana menunjukkan korelasi data input digital dengan output analog yang juga saling berbanding lurus dan linearisasi, dimana nilai koefisien relasinya adalah sebear 0,837. Nilai data liniernya dalam grafik yaitu y = 0.017x-0.004 dan R2= 0.837. Pada Gambar 2.3, dapat dilihat korelasi antara output tegangan teori dan tegangan praktek. Jika pada percobaan antara nilai praktek dan teori,

seharurnya nilai yang didapatkan adalah sama, dan tegangan teori dan praktek didapaNamun, pada grafik tersebut terdapat suatu perbedaan, dikan data yang sama juga seharusnya, namun pada gambar 2.3 dapat dilihat bahwa besar tegangan teori lebih cendrung setengah dari besar tegangan prakteknya. Perbedaan tersebut terlihat, hal mungkin terjadi perbedaan tersebut yaitu ketika pembacaan skala pada multimeter (data analog) yang kurang teliti ataupun rangkaian converter dalam keadaan yang terganggu atau kurang baik saat percobaan.

42

Pratikum bagian kedua tentang ADC (analog to digital), disini pratikan akan menginput data berbentuk analog, maka diperlukan sumber tegangan (Vin) yang besarnya diukur dengan multimeter, sehingga didapatkan nilai sebesar 4,03 V dengan Vref-nya tetap sebesar 5 V. Keluarannya berupa data digital dalam bentuk biner. Sehingga perlu untuk dikonversi ke desimal agar bisa dibandingkan dengan teorinya yang berbentuk desimal juga. Pada

Gambar 2.4, yang memperlihatkan hubungan antara input data analog (tegangan) dengan keluaran secara praktek yang sudah berbentuk desimal. Dilihat sekilas dari grafiknya, maka grafik tersebut tidak mempunyai suatu pola atau dengan kata lain sangat kacau sekali. Ini dapat dilihat dari hasil liniernya adalah y = 0.013x - 1.144 R2 = 0.191 dan koefisien korelasinya yang hanya sebesar 0,191. Yang memperlihatkan linearisasi grafik buruk. Hal ini dapat tejadi karena

sangat sulit saat menginput tegangan dengan angka-angka pada multimeter yang selalu berubah tidak tepat pada satu bilangan saja. Namun, secara teori pada Gambar 2.5 (korelasi tegangan input dengan desimal output secara teori), niali linearisai-nya bagus dengan koefisien korelasinya sebesar 0,990, disini pada gambar 2.5 grafik liniernya bagus, yaitu hamper mendekati nilai satu, dimana y = 0.019x 0.015x dan R2 = 0.990. Untuk Gambar 2.6, yang menunjukkan korelasi antara nilai desimal praktek dan teori, digrafik gambar 2.6 terlihat perbedaan yang sangat significant antara teori dan prakteknnya (hal ini juga terbukti pada 2 grafik sebelumya). Dimana besar nilai teori masih dibawah nilai prakteknya. Hal ini disebabkan kan
43

antara teori dan praktek yang dilakukan praktikan tidak sesuai, sehingga dari gambar 2,6 dapat dilihat nilai decimal praktek dan teori didapatkan perbedaan sangat significant. Seharusnya, data pada gambar 2.6 itu harus bagus, namun ini tidak bagus. IV. PENUTUP Dari praktikum yang telah dilakukan dan data yang telah diolah maka dapat diambil kesimpulan bahwa kenaikan input yang diberikan pada ADC akan mengakibatkan kenaikan bilangan biner yang dihasilkan, kenaikan input sistem/bilangan biner yang diberikan pada DAC akan mengakibatkan kenaikan tegangan keluaran yang dihasilkan, s Semakin besar kelinieran ADC atau DAC semakin baik konversi yang dihasilkannya. Untuk praktikum selanjutnya supaya dapat berjalan dengan baik dan hasil yang didapatkan lebih akurat dan sesuai dengan literatur/teori maka disarankan, alat harus dicek terlebih dahulu apakah dapat bekerja dengan baik atau tidak, pastikan pemasanan kabel pas sehingga hasil yang didapatkan bisa sesuai dengan yang kita harapkan, hasil yang sudah stabil pada multimeter seharusnya dicatat dengan baik.

44