Anda di halaman 1dari 4

NAMA : DWI RATNASARI NIM : A1C111043

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA

a)

Pengaruh Perubahan Konsentrasi Terhadap Kesetimbangan Sesuai dengan azas Le Chatelier (Reaksi = aksi), jika konsentrasi salah satu

komponen tersebut diperbesar, maka reaksi sistem akan mengurangi komponen tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu komponen diperkecil, maka reaksi sistem adalah menambah komponen itu.Perhatikan reaksi pembentukan gas amonia berikut : N2(g)+ 3H2(g) Aksi yang diberikan N2ditambah N2dikurangi H2ditambah H2dikurangi NH3ditambah NH3dikurangi 2NH3(g) H = -92 kJ Arah pergeseran Ke kanan(produk bertambah) Ke kiri(produk berubah menjadi reaktan) Ke kanan(produk bertambah) Ke kiri(produk berubah menjadi reaktan Ke kiri(produk berubah menjadi reaktan) Ke kanan(produk bertambah)

Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka sistem akan bergeser dari arah zat tersebut. Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka sistem akan bergeser ke arah zat tersebut. b) Pengaruh Perubahan Suhu Terhadap Kesetimbangan Pengaruh perubahan temperatur terhadap tetapan kesetimbangan ditentukan oleh pihak endoterm dan eksotermnya sistem kesetimbangan. Jika temperatur dinaikkan maka kesetimbangan bergeser ke pihak endoterm dan sebaliknya jika temperatur diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak eksoterm.

Pada reaksi eksoterm, harga tetapan kesetimbangan akan menjadi lebih kecil apabila temperature dinaikkan. Sebaliknya pada reaksi endoterm, harga tetapan kesetimbangan akan menjadi lebih besar apabila temperatur dinaikkan.
G= -RT ln K G=H-TS ln K = +

Andai kata harga H dan S tidak bergantung pada temperature maka ln K merupakan fungsi linear dari ln ln = = + +

jadi ln

=-

G= -RT ln K G=H-TS ln K = +

c)

Pengaruh Perubahan Tekanan atau Volume Terhadap Kesetimbangan Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi

semua komponen. Sesuai dengan azas Le Chatelier, maka sistem akan bereaksi dengan mengurangi tekanan. Sebagaimana anda ketahui, tekanan gas bergantung pada jumlah molekul dan tidak bergantung pada jenis gas. Oleh karena itu, untuk mengurangi tekanan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil. Sebaliknya, jika tekanan dikurangi dengan cara memperbesar volume, maka sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul. Reaksi akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih besar.

Pada proses Haber Reaksi terjadi dalam ruangan tertutup dan semua spesi adalah gas. Sehingga Perubahan tekanan dan volume hanya berpengaruh pada sistem kesetimbangan antara fasa gas dengan gas. Sedang sistem kesetimbangan yang melibatkan fasa cair atau padat, perubahan tekanan dan volum dianggap tidak ada. Menurut hukum gas ideal, bahwa tekanan berbanding lurus dengan jumlah mol gas dan berbanding terbalik dengan volum. Jika tekanan diperbesar maka jumlah mol juga bertambah, dan volume akan mengecil maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang jumlah molnya lebih kecil. Begitu juga sebaliknya jika tekanan diperkecil maka jumlah mol juga akan kecil, dan volume akan besar maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang jumlah molnya lebih besar. Perhatikan reaksi berikut : N2(g)+ 3H2(g) 2NH3(g) H = -92 kJ

Jika tekanan diperbesar (volume mengecil) maka kesetimbangan akan bergeser ke arahkanan, sebab jumlah molnya lebih kecil yaitu 2 mol.

Jika tekanan dikurangi (volume bertambah) , maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri,karena jumlah molnya lebih besar yaitu 4 mol

Dengan

demikian,

dengan

meningkatkan

tekanan

akan (mengurangi

volume

ruangan) pada campuran yang setimbang menyebabkan reaksinya bergeser ke sisi yang mengandung jumlah molekul gas yang paling sedikit. Sebaliknya, menurunkan tekanan (memperbesar volume ruangan) pada campuran yang setimbang menyebabkan reaksinya bergeser ke sisi yang mengandung jumlah molekul gas yang paling banyak. Sementara untuk reaksi yang tidak mengalami perubahan jumlah molekul gas (mol reaktan = mol produk), faktor tekanan dan volume tidak mempengaruhi kesetimbangan kimia. d) Pengaruh Katalis Katalis adalah suatu zat yang ditambahkan dalam sistem untuk mempercepat reaksi. Jika reaksinya adalah reaksi reversible, maka penambahan katalis akan mempercepat laju reaksi maju (ke kanan) maupun laju reaksi balik (ke kiri). Sehingga penambahan katalis tidak akan menggeser kesetimbangan. Katalis juga tidak mengubah harga tetapan kesetimbangan, tetapi dapat mempercepat terjadinya keadaan kesetimbangan. Katalis ikut terlibat dalam reaksi dan didapatkan kembali pada akhir reaksi.