Anda di halaman 1dari 2

1.

Keterkaitan obesitas dengan disfungsi ereksi Kurang lebih 70% penderita DE disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler, yaitu atherosclerosis. Kelainan ini adalah penebalan dinding arteri oleh cholesterol , lemak dan komponen darah lainnya sehingga menyebabkan tidak terisinya blood vessel yang terdapat pada corpus carvenosum sehingga terjadilah DE. http://weight.insulitelabs.com/Erectile-Dysfunction.php

2. bagaimana efek samping dari obat furosemide -Azotenia, hyperurisemia, hiperglikemia dan hiponatremia -Reaksi dermatologis seperti urtikaria dan erythema multiforme. -Reaksi hematologis seperti agranulositosis dan anemia thrombositopenia. -Hipotensi orthostatis sebagai akibat dari diuresis yang banyak (pusing atau -Kepala berat ketika bangun dari posisi terbaring atau duduk), -Pankreatitis (rasa sakit lambung yang parah dan muntah) -Penglihatan kabur, kacau, diare, sakit kepala, peningkatan sensitivitas kulit -terhadap cahaya matahari, iritasi lokal dan hilang nafsu makan. -Pemberian parenteral dengan dosis besar secara cepat, dan pada pasien -dengan gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan tuli permanen. -Diuresis yang berlebihan menyebabkan dehidrasi, hipovolemia, dan kolaps terutama pada usia lanjut. -Meningkatkan kolesterol darah - Rasa tidak enak perut - Hipotensi ortostatik - Gangguan pencernaan http://www.drugs.com/sfx/furosemide-side-effects.html

3. Sebutkan komposisi obat yang dikonsumsi (atenolol, furosemide, statin) atenolol :obat yang disebut beta-blocker. Beta-blocker mempengaruhi jantung dan peredaran darah (darah mengalir melalui arteri dan vena). Furosemida : adalah suatu derivat asam antranilat yang efektif sebagai diuretik. Mekanisme kerja furosemida adalah menghambat penyerapan kembali natrium oleh sel tubuli ginjal. Statin : Merupakan analog structural HMG-KoA (3-hidroksi-3-metilglutaril-koenzim A) Lovastatin, atorvastatin, fluvastatin, pravastatin, simvastatin, dan rosuvasatatin merupakan golongan statinkesusemuanya efektif menurunkan LDL Read more: http://ahli-farmasi.blogspot.com/2012/03/furosemide.html#ixzz2EC3i3gmm

4. Dampak pengkonsumsian obat dengan disfungsi ereksi Obat diuretic merupakan obat yang berfunsi untuk menurunkan tekanan darah, dengan cara mengekskresikan urin dengan menurunnya tekanan darah aka berkulang pula kebutuhan darah pada blood vessel di corpus carvenosa menyebabkan DE. Obat ini juga menurunkan kadar zinc sehingga menurunkan produksi testosterone dan menurunkan performa hubungan sex. http://www.sharecare.com/question/can-diuretics-cause-erectile-dysfunction FARMAKODINAMIK (LI) Atenolol FARMAKODINAMIK Khasiat farmakologik: Dilatasi pembuluh darah dapat menyebabkan hipotensi sinkop Relaksasi otot polos nitrat organik membentuk NO menstimulasi guanilat siklase kadar siklik-GMP meningkat relaksasi otot polos (vasodilatasi) Menghilangkan nyeri dada bukan disebabkan vasodilatasi, tetapi karena menurunya kerja jantung

Pada dosis tinggi dan pemberian cepat venodilatasi dan dilatasi arteriole perifer tekanan sistol dan diastol menurun , curah jantung menurun dan frekuensi jantung meningkat (takikardi) Efek hipotensi terutama pada posisi berdiri karena semakin banyak darah yang menggumpul di vena curah darah jantung menurun Menurunya kerja jantung akibat efek dilatasi pembuluh darah sistemik penurunan aliran darah balik ke jantung Nitrovasodilator menimbulkan relaksasi pada hampir semua otot polos: bronkus, saluran empedu, cerna, tetapi efeknya sekilas tidak digunakan di klinik