Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya penulis selesai menyusun paper ini guna memenuhi persyaratan kepaniteraan klinik senior di bagian anak di RSU dr.Pirngadi Medan dengan judul Bronkopneumonia Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada

dr.Masyitah,Sp.A yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan penulisan paper ini. Dan semua staff pengajar di SMF anak di RSU dr.Pirngadi medan. Serta teman-teman kepatniteraan klinik. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa paper ini banyak memiliki kekurangan baik dari kelengkapan teori maupun penuturan bahasa, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan paper ini. Harapan penulis paper ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Medan, Juni 2012

Penulis

DAFTAR ISI
Kata pengantar................................................................. Daftar isi............................................................................. Pendahuluan....................................................................... Defenisi............................................................................... Etiologi............................................................................... Epidemiologi...................................................................... Klasifikasi ......................................................................... Patogenesis......................................................................... Gambaran klinis ................................................................ Pemeriksaan laboratorium................................................. Radiologi........................................................................... Diagnosa........................................................................... Diagnosa banding ........................................................ Penatalaksanaan................................................................ Prognosa........................................................................... Komplikasi........................................................................ Daftar pustaka..................................................................... 1 2 3 3 3 4 4 4 5 5 6 6 7 7 8 8 9

BRONKOPNEUMONIA
PENDAHULUAN Pneumonia adalah inflamasi yang mengenai parenkim paru.(1,2,3) Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia dibawah 5 tahun. Diperkirakan hampir seperlima kematian anak di seluruh dunia, lebih kurang 2 juta balita meninggal setiap tahun akibat pneumonia, sebagian besar terjadi di Afrika dan Asia Tenggara. (1) Terdapat berbagai faktor resiko yang menyebabkan tingginya angka mortalitas pneumonia pada anak balita di negara berkembang. Faktor resiko itu adalah pneumonia yang terjadi pada masa bayi, berat badan lahir rendah (BBLR), tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat ASI yang adekuat, malnutrisi, defesiensi vitamin A, tingginya prevalens kolonisasi bakteri patogen di nasofaring, pengobatan antibiotika yang tidak sempurna dan tingginya pajanan terhadap polusi udara (polusi industri atau asap rokok).(1,2)

DEFENISI Pneumonia merupakan infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah yang mengenai parenkim paru yang disebabkan oleh berbagai macam etiologi, seperti bakteri, jamur, virus dan benda asing. (1-4)

ETIOLOGI Sebagian besar disebabkan oleh mikroorganisme (virus/bakteri) dan sebagian kecil disebabkan oleh hal lain (seperti aspirasi makanan, aspirasi asam lambung, benda asing dan reaksi hipersensitivitas dan pneumonitis akibat obat atau radiasi).(1,3) Pembagian etiologis dari bronkopneumonia terdiri dari : (4) a. Bakteri : Diplokokus pneumonia, pneumococcus, Streptococcus aureus,

Hemophilus influenzae dll. b. Virus c. Jamur d. Aspirasi : virus influenza, adenovirus, sitomegalovirus. : Histoplasma capsulatum, aspergilus species, candida albicans, dll. : Makanan, kerosen, cairan amnion, benda asing.

e. Pneumonia hipostatik

f. Sindrom Loeffler Di negara berkembang pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh bakteri, bakteri yang sering adalah Streptococcus pneumoniae, Streptococcus aureus dan Hemophilus influenzae. Sedangkan di negara maju pneumonia pada anak terutama

disebabkan oleh virus, disamping bakteri atau campuran bakteri dan virus. Virus yang terbanyak ditemukan adalah Respiratory Sincytial Virus (RSV), Rhinovirus dan virus Parainfluenza.(1)

EPIDEMIOLOGI Bronchopneumonia lebih sering dijumpai pada anak kecil dan bayi.
(1,2)

Angka

kejadian tertinggi ditemukan pada usia kurang dari 4 tahun dan mengurang dengan meningkatnya umur. Pneumococus merupakan penyebab utama pneumonia dengan serotip tipe 14,1,6 dan 9. (2)

KLASIFIKASI A. Berdasarkan tempat terjadinya infeksi, dikenal 2 bentuk pneumonia, yaitu : (1,2) Pneumonia masyarakat ( community - acquired pneumonia ), bila infeksinya terjadi di masyarakat. Pneumonia nosokomial ( hospital - acquired pneumonia ), bila infeksinya didapat di rumah sakit. B. Pembagian pneumonia berdasarkan anatomis yaitu : (2,3) Pneumonia lobaris Pneumonia lobularis (bronkopneumonia) Pneumonia interstisialis (bronkiolitis)

PATOGENESIS Umumnya mikroorganisme penyebab terhisap ke paru bagian perifer melalui saluran respiratori. Mula mula akan terjadi edema yang mempermudah proliferasi dan penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya. Bagian paru yang terkena mengalami konsolidasi, yaitu terjadi sebukan sel PMN , fibrin, eritrosit, cairan edema dan ditemukannya kuman di alveoli. Proses ini termasuk dalam stadium hepatisasi merah.

Selanjutnya deposisi fibrin semakin bertambah, terdapat fibrin dan leukosit PMN di alveoli dan terjadi proses fagositosis yang cepat. Proses ini disebut stadium hepatisasi kelabu. Dilanjutkan dengan stadium resolusi, ditandai dengan peningkatan jumlah sel makrofag di alveoli, degenerasi sel dan menipisnya fibrin, serta menghilangnya kuman dan debris. (1,4)

GAMBARAN KLINIS Sebagian besar gambaran klinis pneumonia pada anak berkisar antara ringan hingga sedang, sehingga dapat berobat jalan saja.
(1)

Didahului oleh infeksi saluran nafas

bagian atas selama beberapa hari, suhu dapat naik sangat mendadak 39 o 40o C yang mungkin disertai dengan kejang, nafsu makan menurun, lesu, dan perut kembung.(2,4) Batuk tidak ditemukan pada awal penyakit, mungkin terdapat setelah beberapa hari, mula-mula kering lalu menjadi produktif. Sesak nafas biasanya terjadi disertai batuk, kadang terdapat muntah dan diare.(2) Pada pemeriksaan klinis akan ditemukan : (1,2,4) Inspeksi : gelisah, dyspnoe, pernafasan cuping hidung, nafas cepat dan dangkal, retraksi intercostals, sianosis sekitar hidung dan mulut. Palpasi : sterm fremitus pada bayi sulit dilakukan. Perkusi : sonor memendek. Auskultasi : SP : mengeras. ST : stridor, ronchi basah nyaring halus/ sedang.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. Gambaran darah menunjukkan leukositosis, biasanya 15.000 40.000/ mm3 dengan pergeseran ke kiri dengan predominan PMN. Jumlah leukosit yang tidak meningkat berhubungan dengan infeksi virus atau mycoplasma. kadang terdapat anemia dengan LED yang meningkat.
(1-4)

Kadang

2. Pemeriksaan mikrobiologi dengan kultur dahak dapat positif pada 20-50% penderita yang tidak diobati. Selain dari kultur dahak, biakan juga dapat diambil dengan cara hapusan tenggorok (throat swab).(1,2,4)

3. Analisa gas darah arteri (AGDA) menunjukkan hipoksemia dan hiperkarbia. Pada stadium lanjut dapat terjadi asidosis metabolik . (1,4)

RADIOLOGIS Terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa lobus. Pada pneumonia lobaris tampak adanya konsodilasi pada satu atau beberapa lobus. Pada foto rontgen dapat juga menunjukkan adanya komplikasi seperti pleuritis, atelektasis, abses paru dan pneumotoraks.(1,2,4)

DIAGNOSA Ditegakkan dari gambaran klinis, pemeriksaan fisis, pemeriksaan laboratorium serta gambaran radiologis. Diagnosa etiologi dibuat berdasarkan pemeriksaan mikrobiologi. (1,2,4) Karena pemeriksaan mikrobiologi tidak mudah dilakukan, dan bila dapat dilakukan pun kuman penyebab tidak selalu dapat ditemukan. WHO mengajukan pedoman diagnosa dan tatalaksana yang lebih sederhana yaitu : (1,4) 1. Bayi dan anak yang berusia 2 bulan 5 tahun Pneumonia berat Bila ada sesak napas Harus dirawat dan diberikan antibiotik Pneumonia Bila tidak ada sesak napas Ada napas cepat dengan laju napas : o >50x/menit untuk anak usia 2 bulan 1 tahun o >40x/menit untuk anak usia lebih dari 1 tahun-5 tahun Tidak perlu dirawat diberikan antibiotik oral Bukan pneumonia Bila tidak ada napas cepat dan sesak napas

Tidak perlu dirawat dan tidak perlu diberikan antibiotik, hanya diberikan pengobatan simptomatis seperti penurun panas. 2. Bayi yang berusia di bawah 2 bulan Pneumonia Bila ada napas cepat >60x/menit atau sesak napas Harus dirawat dan diberikan antibiotik Bukan pneumonia Tidak ada napas cepat atau sesak napas Tidak perlu dirawat, cukup diberikan pengobatan simptomatis

DIAGNOSA BANDING Diagnosa banding pneumonia adalah : (2) 1. Bronkiolitis. 2. TBC paru 3. Gagal jantung 4. Aspirasi benda asing 5. Abses paru 6. atelektasis.

PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan pneumonia terdiri dari : (1,2,4) 1. Oksigen 1-2 L/menit 2. IVFD dextrose 10% : NaCL = 3:1, + KCL 10mEq/500 ml cairan.jumlah cairan sesuai berat badan, kenaikan suhu, dan status hidrasi 3. jika sesak tidak terlalul hebat, dapat dimulai makanan enteral bertahap melalui selang nasogastrik dengan feeding drip 4. jika sekresi lender berlebihan dapat di berikan inhalasi dengan salin normal dan beta gonis untuk memperbaiki transport mukosilier 5. koreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit 6. antibiotik sesuai hasil biakan atau berikan : untuk khusus bronkopneumonia community base:

ampisilin 100 mg /kgbb/ hari dalam 4 kali pemberian kloramfenikol 75 mg/kgbb/hari dalam 4 kali pemberian

untuk kasus bronkopneumonia hospital base: sefotaksim 100 mg/kgbb/hari dalam 2 kali pemberian amikasin 10 -15 mg /kg bb /hari dalam 2 kali pemberian

PROGNOSA Dengan pemberian antibiotik yang tepat dan adekuat, mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari 1%. mortalitas lebih tinggi.
(2)

Anak dengan KEP dan datang terlambat menunjukkan

KOMPLIKASI Komplikasi dari pneumonia adalah : (1,3,4) 1. Kegagalan pernafasan. 2. Atelektasis. 3. Bronkiektasis. 4. Pneumotoraks 5. Empiema torasis 6. Infeksi ekstrapulmoner seperti meningitis purulenta 7. Otitis media 8. Sinusitis 9. Abses jaringan lunak 10. Perikarditis

DAFTAR RUJUKAN
1. Prober G Charles. Pneumonia. In: Behrman, Kliegman, Arvin, eds, Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Edisi 15. Vol.2. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta, 2000; 883-889 2. Said M. Pneumonia. In : Buku Ajar Respirologi Anak, Edisi 1, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta, 2010; 350-365. 3. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK-UI, Ilmu Kesehatan Anak 3, Penerbit : Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta, 1985; 1228 1239. 4. Mansjoer A, Suprohaita, Wardani WI, Setiowulan W. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III. Jilid II. Penerbit : Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Jakarta, 2000: 465-468.