Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam perekonomian, kita ketahui bahwa kegiatan ekonomi merupakan hal vital dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ekonomi yang berlangsung tersebut seyogianya dapat memberikan nilai ekonomi yang baik bagi masyarakat agar dapat mencapai tujuan bersama. Dalam melakukan transaksi ekonomi, sejak dahulu manusia telah mengenal system barter. Keberadaan system barter ternyata tidak membawa kepada keadilan bagi pelaku ekonominya. Dikutip dari artikel yang berjudul Standar Moneter bahwa kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem barter adalahsalah satu pemicu manusia untuk menggunakan cara lain yang lebih efisien, dimana untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam, manusia tidak perlu lagi menunggu orang lain yang mau diajak saling bertukar barang kebutuhan. Mereka mulai menggunakan alat pembayaran yang disebut dengan uang. Mekanisme tersebut hanya dapat berjalan jika dicapai suatu kesepakatan diantara para pelaku ekonomi mengenai standar moneter apa yang akan digunakan dalam suatu komunitas atau bangsa.1 Standar moneter adalah benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat kesatuan hitung. Standar mata uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas. Hal tersebut merupakan sesuatu yang harus dipahami oleh masyarakat sehingga keberadaan uang sebagai

Dian,Standar Moneter, (http://dian2blog.blogspot.com/2011/05/standar-moneter.html, diakses pada 28 Maret 2013)

standar moneter dapat dimaknai secara mendalam sehingga peran dan fungsinya dapat berjalan secara tepat. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan disajikan secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan standar moneter diantaranya mengenai pengertian, macam-macam dan kebaikan serta keburukan atas system standar moneter yang digunakan tersebut.

B. Masalah Dalam makalah yang berjudul Standar Moneter ini, adapun beberapa hal yang menjadi permasalahan dibahas, antara lain : a. Apa yang dimaksud dengan Standar Moneter ? b. Apa saja macam-macam Standar Moneter? c. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Standar Moneter?

C. Tujuan Makalah yang berjudul Standar Moneter Islam ini memiliki beberapa tujuan dari pembahasan, antara lain : a. Dapat mengetahui yang dimaksud dengan Standar Moneter b. Dapat memahami macam-macam Standar Moneter c. Dapat mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Sistem Standar Moneter.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Standar Moneter Apabila berbicara mengenai Standar Moneter tentu yang akan menjadi bahasannya ialah mengenai uang. Sebelum jauh membahas mengenai standar moneter maka harus diketahui terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan uang. Dikutip dari artikel yang berjudul Uang dan Standar Moneter bahwa uang adalah segala sesuatu yang dapat dipakai dan diterima umum untuk melakukan berbagai macam transaksi ekonomi/pembayaran seperti pembelian barang dan jasa, pelunasan hutang, investasi, dll. Arti Penting Uang dalam perekonomian dibagi atas2 : Arti penting uang dalam produksi: Produsen memproduksi dan menjual barang/jasanya sehingga menerima keuntungan dalam bentuk uang pada investasi kapitalnya. Arti penting uang dalam pertukaran dan konsumsi :Uang diterima umum dan digunakan secara luas dalam pertukaran merangsang aliran barang-barang dari produsen ke konsumen. Pendapatan konsumen dalam bentuk : upah,gaji,sataupun sewa, memudahkan mereka untuk memenuhi keinginannya dengan menukarkan uang tersebut dengan barang-barang dan jasa- jasa. Arti penting uang pada masyarakat : Umumnya masyarakat menggunakan uang untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa, dimana ini menjamin kesediaan masyarakat dalam menukarkan uangnya dengan barang-barang dan jasa-jasa.

Kinantiarin, Uang dan Standar Moneter, (http://kinantiarin.wordpress.com/uang-dan-standarmoneter/, diakses pada 28 Maret 2013)

Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau setidaknya dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).3 Standar moneter adalah sistem moneter yang didasarkan atas standar nilai uang, termasuk di dalamnya adalah peraturan tentang ciri-ciri atau sifat-sifat dari uang, pengaturan tentang jumlah uang yang beredar (uang logam maupun kertas), ekspor dan impor logam mulia serta fasilitas bank dalam hubungannya dengan demand deposit (simpanan yang setiap saat dapat diambil). 4 Standar Moneter adalah monetary standard yaitu dasar satuan uang dalam sistem moneter yang berfungsi sebagai alat pembayaran, pengukur nilai, dan pengendali jumlah uang beredar.

B. Macam-macam Standar Moneter Standar Moneter pada hakekatnya bisa dikategorikan menjadi 2 golongan, yaitu: 1. Standar barang (Commodity standard). Standar barang adalah sistem moneter di mana nilai uang dijamin atau didasarkan pada seberat tertentu barang. Contoh :
3

Maria,Pengertian Uang,(http://mariiaulfah12.blogspot.com/2013/01/pengertian-uang.html, diakses pada 28 Maret 2013)


4

Sistem Standar Moneter dan Pengertian, (http://id.shvoong.com/socialsciences/economics/2213706-sistem-standar-moneter-dan-pengertian/, diakses pada 28 Maret 2013)

emas dan perak. Diartikan sebagai system moneter dimana nilai/tenaga beli uang dijamin sama dengan seberat tertentu barang (emas, perak, dan seterusnya). Setiap nilai uang yang beredar dijamin dengan seberat tertentu barang yang ditentukan oleh Pemerintah. Standar barang ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Standard Tunggal (Mono Methalism Standard) Standard Tunggal adalah sistem moneter di mana nilai uangnya didasarkan pada sejenis nilai logam. Ex : emas atau perak. Standar emas didefinisikan sebagai suatu sistem moneter di mana sesuatu bangsa menyatakan kesatuan moneternya dengan emas, bebas menjual-belikan emas dengan harga yang pasti dan mengijinkan orang-orang untuk mengimpor dan

mengekspor emas tanpa batas. Macam-macam Standar Emas Ada empat macam standar emas yaitu: The Gold Standard The Gold Bullion Standard The Managed Gold Bullion Standard The Gold Exchange Standard

The Gold Coin Standard Dalam standar emas macam ini ada beberapa persyaratan antara lain: Nilai satu-satuan uang dikaitkan dengan seberat tertentu emas dan biasanya yang beredar adalah uang emas. Misalnya US$ 1 = 23,22 gram emas murni.

Pemerintah harus bersedia untuk melebur batangan emas menjadi uang emas untuk kepentingan masyarakat umum.

Adanya hubungan yang tetap antara satuan moneter dengan sejumlah tertentu emas agar supaya nilai satuan moneter sama dengan berat tertentu emas.

Adanya kebebasan individu terhadap emas. Apakan akan diekspor, disimpan atau digunakan untuk berbagai tujuan (pribadi/busines).

Uang emas dinyatkan sebagai alat pembayaran dan harus diterima umum didalam pembayaran. Uang kredit, pada umumnya hanya didukung oleh sebagian cadangan emas, dan dapat ditebus dengan uang emas.

The Gold Bullion Standard Standar emas ini agak berbeda dengan sebelumnya. Persamaannya antara lain: Nilai satu-satuan moneternya dikaitkan dengan berat tertentu emas. Pemerintah membeli dan menjual seluruh emas yang ditawarkan pada harga tetap. Adanya keterbatasan kemampuan untuk membeli emas oleh seluruh masyarakat karena jumlah emas yang dijual banyak. Emas mungkin disimpan, dijual dan digunakan untuk tujuan industri ataupun untuk pembayaran hutang. Pemerintah menerima uang kredit untuk ditukarkan dengan uang emas.

The Managed Gold Bullion Standard Standar moneter ini masih juga dikaitkan dengan emas. Adanya sejumlah emas yang tetap pada setiap satu-satuan uang, tetapi tidak dapat dipakai dalam peredaran umum. Oleh karena itu tidak ada pasar bebas untuk emas.

The Gold Exchange Standard Standar ini mungkin dikaitkandengan kedua-duanya, Satu-satuan uangnya dinyatakan sama dengan seberat emas yang tetap. Pasar bebas emas di jamin, memperbolehkan

masyarakat untuk bebrbuat sekehendaknya terhadap cadangan emasnya, mengimpor dan mengekspor emas tanpa batas, menyimpan emas serta diberikan kebebasan untuk mendapatkan emas dari perusahaan pertambangan emas ataupun percetakan uang. Uang kredit mungkin dapat digunakan untuk membeli sertifikat emas dari pemerintah dimana dapat

ditukarkan dengan emas. Sertifikat-sertifikat emas ini dinyatakan dalam satuan moneter dari suatu negara yang menganut standar emas.5 Standard Kembar (Bimethalism Standard) Standard Kembar adalah sistem moneter di mana nilai uangnya di dasarkan atas dua jenis logam. Ex: emas dan perak.

2. Standar Kepercayaan (Fiat Standard)

Mukhammad Sulaeman, Standar Moneter, (http://mukhammadsulaeman.blogspot.com/2011/10/standar-moneter.html, diakses pada 28 Maret 2013)

Standar Kepercayaan adalah sistem moneter dimana nilai uangnya tidak dijamin dengan seberat tertentu barang (logam). Diartikan sebagai system moneter nilai/tenaga beli uang tidak dijamin dengan seberat tertentu barang (logam). Hanya atas dasar kepercayaan masyarakat mau menerima uang tersebut sebagai alat pembayaran yang sah serta sebagai alat penukar dan sebagainya.

C. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Standar Moneter Berdasarkan uraian di atas telah disebutkan macam-macam standar moneter yang secara garis besar terdiri atas logam dan kertas. Agar dapat menjadi tolak ukur bersama, maka berikut ini rincian atas kelebihan dan kekurangan system standar moneter tersebut. Kelebihan dan kekurangan dari sistem standar moneter, yaitu6: 1. Sistem standar tunggal Kelebihan - memiliki nilai penuh (full bodied money) kekurangan - sangat tergantung pada satu saja - adanya kebebasan untuk membuat melebur uang - tiap orang boleh menimbun emas/perak kesulitan dalam jumlah dan logam emas/perak jenis logam

jumlahnya terbatas

menentukan

uang yang beredar secara pasti - uang yang beredar dapat - di setiap daerah memiliki

Kumpulan Materi Ekonmi,(http://www.smanepus.sch.id/kumpulan%20materi/KUMPULAN%20MATERI/Ekonomi/ kls%20x/mp_348/materi04.html, diakses pada 28 Maret 2013)

langsung

ditukar

kadar emas/perak sehingga disesuaikan berbeda

dengan emas yang dipakai sebagai jaminannya

perlu

2. Sistem standar kembar Kelebihan - ada dua logam dipergunakan yang sebagai Kekurangan menghilangkan masyarakat

kepercayaan terhadap uang

standar keuangan negara

- uang yang beredar dan bisa bergantian dan

berlakunya uang

hukum logam

Gresham, yang

diatur undang-undang

bermutu rendah ada di peredaran akan terdesak dengan uang logam yang bermutu tinggi - nilai uang tidak ditentukan oleh undang- uang logam yang bernilai tinggi susah diperoleh di peredaran

undang, tetapi ditentukan oleh nilai yang

ada di pasar - tiap orang dapat membuat dan melebur uang bila berlaku standar

kembar alternatif, hanya salah satu standar logam yang berlaku

3. Sistem standar kertas Kelebihan kepercayaan kepada sangat Kekurangan adanya kemudahan

pemerintah besar

untuk pemalsuan

- uang dipertanggungjawabkan oleh pemerintah peredaran melalui bank

- uang yang beredar tidak dengan jaminan yang disimpan di bank peredaran dapat ditukar

- uang yang beredar dapat dihitung secara

nilai

uang

selalu

berubah-ubah

kuantitatif dan kualitatif - penghematan terhadap logam mulia - dari kualitas bahan, cepat ataupun lusuh - biaya pembuatannya lebih murah dan lebih - menuntut pemerintah selalu stabilitas keuangan mengontrol rusak/robek

elastis dalam persediaan.

10

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa: Standar moneter adalah dasar satuan uang dalam sistem moneter yang berfungsi sebagai alat pembayaran, pengukur nilai, dan pengendali jumlah uang beredar. Macam-macam Standar Moneter yaitu Standar Barang yang terdiri dari Standar Tunggal dan Standar Kembar serta Standar Kepercayaan yaitu Standar Kertas. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Standar Moneter yaitu: Salah satunya yaitu kelebihan standar tunggal : dasar satuan uang dalam sistem moneter yang berfungsi sebagai alat pembayaran, pengukur nilai, dan pengendali jumlah uang beredar. Sedangkan kekurangannya yaitu sangat tergantung pada satu jenis logam saja. Kelebihan standar kembar yaitu -ada dua logam yang dipergunakan sebagai standar keuangan negara, sedangkan kekurangannya ialah menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap uang. Sementara kelebihan standar kertas yaitu kepercayaan kepada pemerintah sangat besar, sedangkan pemalsuan. kekuarangannya ialah adanya kemudahan untuk

B. Saran Setelah mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan standar moneter di atas maka seyogianya kita dapat memahami secaramendalam kedudukan uang sebagai standar moneter. Kita juga dapat mengetahui bentuk standar emas yang dalam Islam telah dikenal sejak zaman Rasulullah.

11

Selain itu dengan melihat kelebihan dan kekurangan masingmasing dari bentuk standar moneter dapat menjadi tolak ukur bagi suatu negara dalam penerapan standar moneter bagi mereka. Sehingga dapat membantu terciptanya perekonomian yang baik.

12

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Dian,Standar Moneter, (http://dian2blog.blogspot.com/2011/05/standarmoneter.html, diakses pada 28 Maret 2013)

Kinantiarin, Uang dan Standar Moneter, (http://kinantiarin.wordpress.com/uangdan-standar-moneter/, diakses pada 28 Maret 2013)

Maria,Pengertian Uang,(http://mariiaulfah12.blogspot.com/2013/01/pengertianuang.html, diakses pada 28 Maret 2013)

Sistem

Standar Moneter dan Pengertian, (http://id.shvoong.com/socialsciences/economics/2213706-sistem-standar-moneter-dan-pengertian/, diakses pada 28 Maret 2013)

Kumpulan Materi Ekonmi,(http://www.smanepus.sch.id/kumpulan%20materi/KUMPULAN %20MATERI/Ekonomi/kls%20x/mp_348/materi04.html, diakses pada 28 Maret 2013)

Mukhammad Sulaeman, Standar Moneter, (http://mukhammadsulaeman.blogspot.com/2011/10/standar-moneter.html, diakses pada 28 Maret 2013)

13