Anda di halaman 1dari 16

Asma pada kehamilan

Di susun oleh : 1. Salmah Handayani 2. Shelly Shalihat 3. Sinta Oktaviani 4. Siti Nurkhasanah 5. Suci Retno Lestari

KRITERIA ASMA BRONKIALE


Batuk sesak, wheezing, hiperventilasi, dispnea, takipnea, ortopnea, ekspirasi memanjang, sianosis, takikardi persisten, penggunaan obat bantu pernapasan, kesukaran bicara, dan pulsus paradoksus.

KOMPLIKASI
Pengaruh asma pada ibu dan janin sangat tergantung dari sering dan beratnya serangan, karena ibu dan janin akan kekurangan oksigen atau hipoksia. Keadaan hipoksia bila tidak segera diatasi tentu akan berpengaruh pada janin dan sering terjadi sbb : - Keguguran - Persalinan prematur - Pertumbuhan janin terhambat.

PENGARUH KEHAMILAN TERHADAP ASMA


Wanita yang memulai kehamilan dengan asma yang berat, tampaknya akan mengalami asma yang lebih berat selama masa kehamilannya dibandingkan dengan mereka yang dengan asma yang lebih ringan. Gluck & Gluck menyimpulkan bahwa peningkatan kadar IgE diperkirakan akan memperburuk keadaan asma selama kehamilan, sebaliknya penderita dengan kadar IgE yang menurun akan membaik keadaannya selama kehamilan.

PENGARUH ASMA TERHADAP KEHAMILAN


Pengaruh asma terhadap kehamilan bervariasi tergantung derajat berat ringannya asma tersebut. Asma terutama jika berat bisa secara bermakna mempengaruhi hasil akhir kehamilan. penelitian menunjukkan adanya peningkatan insidensi abortus kelahiran prematur janin dengan berat badan lahir rendah hipoksia neonatus

PENANGANAN ASMA SELAMA KEHAMILAN DAN PERSALINAN


Pengobatan yang harus diusahakan adalah : Menghindari terjadinya gangguan pernapasan melalui pendidikan terhadap penderita, menghindari pemaparan terhadap alergen, dan mengobati gejala awal secara tepat. Menghindari terjadinya perawatan di unit gawat darurat karena kesulitan pernapasan atau status asmatikus, dengan melakukan intervensi secara awal dan intensif. Mencapai suatu persalinan aterm dengan bayi yang sehat, di samping melindungi keselamatan ibu.

Obat-obat anti asma yang sering digunakan :


Obat-obat yang digunakan untuk pengobatan asma secara garis besar dapat dibagi dalam 5 kelompok utama yaitu :
beta adrenergik Methylxanthine Glukokortikoid cromolyn sodium anti kolinergik

Di samping itu terdapat obat-obat lain yang sering digunakan sebagai terapi tambahan pada penderita asma seperti ekspektoran dan antibiotik.

Penanganan asma kronik pada kehamilan


Dalam penanganan penderita asma dengan kehamilan, dan tidak dalam serangan akut, diperlukan adanya kerja sama yang baik antara ahli kebidanan dan ahli paru. Adapun usaha penanganan penderita asma kronik meliputi : Bantuan psikologik Menghindari alergen Desensitisasi atau imunoterapi

Penanganan asma dalam persalinan :


Pada kehamilan dengan asma yang terkontrol baik, tidak diperlukan suatu intervensi obstetri awal. Pertumbuhan janin harus dimonitor dengan ultrasonografi dan parameterparameter klinik, khususnya pada penderitapenderita dengan asma berat atau yang steroid dependen, karena mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk mengalami masalah pertumbuhan janin.

LANJUTAN
persalinan kala I pengobatan asma selama masa prenatal harus diteruskan, ibu yang sebelum persalinan mendapat pengobatan kortikosteroid harus hidrokortison 100 mg intravena, dan diulangi tiap 8 jam sampai persalinan. Pada persalinan kala II persalinan per vaginam merupakan pilihan terbaik untuk penderita asma, kecuali jika indikasi obstetrik menghendaki dilakukannya seksio sesarea.

Penanganan asma post partum


Penanganan asma post partum dimulai jika secara klinik diperlukan. Perjalanan dan penanganan klinis asma umumnya tidak berubah secara dramatis setelah post partum. Pada wanita yang menyusui tidak terdapat kontra indikasi yang berkaitan dengan penyakitnya ini.

PENATA LAKSANAN :
1. mencegah terjadinya stress 2. menghindari faktor resiko/pencetus yang sudah diketahui secara intensif 3. mencegah penggunaan obat seperti aspirin atau semacamnya yanf dapat menjadi pencetus timbulnya serangan asma. 4. pada asma yang ringan dapat digunakan obatobat local yang berbentuk inhalasi atau peroral seperti isoproterenol.

LANJUTAN
5. pada penderita yang berat dapat di rawat dan serangan dapat di hilangkan dengan atau lebih dari obat di bawah ini : a. epineprin b. Isoproterenol c.oksigen d. aminopilin 250-500 mg e. hidokortison 260-1000 mg secara IV ( intra vena )