Anda di halaman 1dari 29

Laporan Kasus

HIPERTIROID DENGAN GAGAL JANTUNG KONGESTIF


Oleh : Sigit Prasetia Kurniawan, S. Ked

Pembimbing : dr. I Gde Sudaadnyana, Sp. PD

PENDAHULUAN

Hipertiroid adalah keadaan klinis yang disebabkan produksi hormon tiroid yang berlebihan.

Hormon tiroid berperan dalam pengaturan metabolisme basal serta fungsi jantung dan saraf.
Jantung merupakan organ yang paling sensitif terhadap peningkatan hormon tiroid Prevalensi hipertiroidisme diperkirakan 10 x lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria. prevalensi tersering terjadi pada usia 30-50 tahun

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN

Seorang wanita, Ny. SU, umur 23 thn, agama Islam, suku Jawa, pekerjaan swasta, alamat Landasan Ulin RT 24 No. 13 Banjarbaru. MRS pada tanggal 16 Juli 2005 dirawat di ruang IV kelas III RSUD Ulin Banjarmasin. Pulang dengan paksa tanpa izin dokter (APS) pada tanggal 27 Juli 2005.

ANAMNESIS
1. 2.

Keluhan Utama : Bengkak pada kedua kaki RPS : + 2 minggu SMRS, os mengeluh bengkak pada kedua kaki dan perut. Bengkak timbul secara bersamaan, dimana bengkak semakin lama semakin membesar, terasa keras dan sakit. Os juga mengeluh agak sesak, hanya kadang-kadang saja. Sesak terasa terutama jika beraktivitas sedang atau bekerja.

Os juga mengaku sering berdebar-debar, mudah gugup, berkeringat berlebihan, tidak tahan panas, mudah lelah, kedua tangan sering gemetar, gelisah dan sukar tidur. Os juga mengeluh nafsu makan banyak, namun BB justru semakin berkurang terus. Os juga merasa perutnya agak perih dan kadangkadang ada rasa mual

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Os mengaku + sejak 8 tahun yang lalu, leher pernah membesar dan dibawa ke puskesmas setempat. Os mendapat pengobatan tetapi tidak rutin atau sampai selesai.
Os juga mengaku pernah berobat alternatif dan dilakukan penyedotan cairan pada leher, namun setelah itu bengkak di leher justru semakin membesar.

Pasien juga mengaku sewaktu masih sekolah pernah menjalani pengobatan 6 bulan. Namun karena pindah rumah, pengobatan gagal dan tidak dilanjutkan lagi Pasien mengaku tidak ada riwayat hipertensi, kencing manis, asma. penyakit

PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum : Tampak sakit ringan 2. Kesadaran : Compos Mentis 3. Tanda Vital : TD = 110/60 mmHg N = 110 x/menit RR = 24 x/menit T = 37,3oC 4. Kepala dan Leher - Mata : tampak eksoftalmus - Leher : JVP , KGB membesar (-), kaku kuduk (-), kel. tiroid teraba kenyal, membesar difus, ukuran + 4x4 cm, simetris, bising tiroid (+) pada kedua kel. tiroid, bergerak saat menelan dan tidak ada nyeri tekan.

5.

Thorak - Paru : I = Gerakan nafas simetris P = Fremitus raba simetris, nyeri tekan tidak ada P = Sonor, nyeri ketuk tidak ada A = Sn. vesikuler, Ronkhi (-), Wheezing (-)

- Jantung : I = Iktus Cordis (-) P = Thrill (-) P = Batas Kanan ICS IV LPS Dextra Batas Kiri ICS VI LMC Sinistra A = Bunyi Jantung I dan II tunggal Murmur tidak ada Takikardia (+)

6. Abdomen I = tampak cembung P = Hepar/Lien/Massa tidak teraba, nyeri tekan region epigastrica P = redup, nyeri ketuk tidak ada A = Bising usus (+) normal

7. Ekstremitas - Atas : Edema(-/-),parese(-/-),tremor (+/+) - Bawah : Edema(+/+),parese(-/-),tremor (-/-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium a) Darah Rutin - Hb - Leukosit - Eritrosit - Trombosit - Hematokrit : Tanggal 16 Juli 2005 = = = = = 11,2 g% 4.010 /mmk 4,37 juta /mmk 186.000 /mmk 34,1 %

b) Kimia Darah - GDS = - SGOT = - SGPT = - Protein Total= - Albumin = - Urea = - Kreatinin =

143 mg/dl 38 U/L 15 U/L 6,7 Gr/dL 2,8 Gr/dL 22 mg/dL 0,5 mg/dL

RESUME
Wanita, 23 tahun, keluhan : - bengkak pada kedua kaki bengkak pada perut

sesak saat beraktivitas sedang (kerja)


sering berdebar-debar, gugup, berkeringat berlebihan, tidak tahan panas, mudah lelah, kedua tangan sering gemetar, gelisah sukar tidur, nafsu makan banyak, berat badan turun, perut agak perih dan kadang-kadang ada rasa mual

Tanda-tanda vital didapatkan TD=110/60 mmHg, N=110 x/menit RR=24 x/menit, dan T=37,3oC.

Pemeriksaan kepala & leher didapatkan eksoftalmus pada kedua mata, tiroid membesar difus dan JVP meningkat.
Pada pemeriksaan thoraks takikardia dan kardiomegali. Pada pemeriksaan edema pada perut. abdomen didapatkan didapatkan

Pada Ekstremitas ditemukan tremor halus pada ekstrimitas atas, edema pada kedua tungkai bawah dan akral hangat.

DIAGNOSA :
- Hipertiroid +Gagal Jantung Kongestif

PEMBAHASAN

Hipertiroid merupakan suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh peninggian kadar tiroksin yang tidak terikat dalam sirkulasi darah atau dapat pula didefinisikan sebagai respon jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolisme hormon tiroid yang berlebihan secara spontan atau akibat asupan hormon tiroid yang berlebihan.

Indeks Wayne :
Gejala Sesak bila kerja Berdebar-debar Suka udara panas Suka udara dingin Keringat berlebihan Gugup Nafsu makan bertambah Nafsu makan berkurang Berat badan bertambah Berat badan berkurang Kelelahan Nilai +1 +2 -5 +5 +3 +2 +3 -3 -3 +3 +2 Tanda Kel. Tiroid teraba Bising kel. Tiroid Eksoftalmus Lid lag Gerakan hiperkinetik Tremor halus jari Tangan yang panas Tangan yang basah Fibrilasi atrium Nadi < 80 x/menit Nadi 80-90 x/menit Nadi > 90 x/menit Ada +3 +2 +2 +1 +4 +1 +2 +1 +4 +3 Tidak Ada -3 -2 -2 -2 -1 -3 -

Indeks penderita

21

12

Diagnosa Indeks Wayne : * > 20 = Hipertiroid 10-20 = Meragukan < 10 = Bukan hipertiroid

Gejala & tanda pada penderita :


Gejala Sesak bila kerja Nilai +1 Tanda Kel. Tiroid teraba Ada +3 Tidak Ada

Berdebar-debar

+2

Bising kel. Tiroid

+2

Suka udara dingin Keringat berlebihan Gugup

+5 +3 +2

Eksoftalmus Lid lag Gerakan hiperkinetik

+2

-2

Nafsu makan bertambah Berat badan berkurang Kelelahan

+3 +3 +2

Tremor halus jari Tangan yang panas Tangan yang basah

+1 +2 +1

Nadi > 90 x/menit Indeks penderita 21

+3 14 -2

Diagnosa berdasarkan Indeks Wayne = (21+14) 2 = 33

Kadar FT4 penderita = 1,9 ng/dL (N=0,71,8 ng/dL) kadar TSHs = 0,05 uIU/ml (N=0,15,0 hIU/ml). Menurut Bayer MF, kombinasi hasil pemeriksaan laboratorium Thyroid Stimulating Hormone sensitive (TSHs) yang tak terukur atau jelas subnormal dan Free T4 (FT4) meningkat, jelas menunjukkan hipertiroidisme.6 Dan hal ini diperkuat juga oleh nilai indeks Wayne dari penderita yang lebih dari 20.

Thyroid Screening Guidelines for Thyroid

Pengobatan pada penderita :


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Lasix injeksi 2 x 1 ampul (1-1-0) Diazepam tablet 3 x 2 mg (1-0-1) PTU tablet 3 x 100 mg Captopril tablet 2 x 12,5 mg Propanolol tablet 3 x 20 mg Antasid susp 3 x 1 C Neurobion tablet 1 x 1 Vitamin B1 tablet 3 x 100 mg Cefadroxil tablet 2 x 500 mg

Grafik 1. Tekanan Darah Penderita selam a Pengobatan Berlangsung 200 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hari Pengobatan ke-

Tekanan Darah

Sistolik Diastolik

Grafik 1. Tekanan Darah Penderita selam a Pengobatan Berlangsung


200 180 160 140

Tekanan Darah

120 100 80 60 40 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Sistolik Diastolik

Hari pengobatan ke-

Grafik 2. Perkem bangan Nadi Penderita selam a Pengobatan berlangsung 140 120 100 80 60 40 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hari pengobatan ke-

Nadi

Grafik 2. Perkem bangan Nadi Penderita selam a Pengobatan berlangsung 140 120 100 80 60 40 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Hari pengobatan ke-

Nadi

Grafik 3. Perkem bangan Respirasi Penderita selam a Pengobatan berlangsung 40

30

20

Respirasi

10

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pengobatan hari ke-

Grafik 3. Perkem bangan Respirasi Penderita selam a Pengobatan berlangsung 50 40 30 Respirasi 20 10 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pengobatan hari ke-

Grafik 4. Perkem bangan Tem peratur Penderita selam a Pengobatan berlangsung

40 39 38 37 36 35 34 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pengobatan hari ke-

Temperatur

Grafik 4. Perkem bangan Tem peratur Penderita selam a Pengobatan berlangsung 40 39 38 37 36 35 34 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tem peratur

Pada kasus ini, setelah selama perawatan 12 hari, kondisi penderita telah mengalami kemajuan, baik dari tanda vital maupun manifestasi klinis lainnya. Tentunya diharapkan kondisi penderita akan semakin membaik dan mencapai keadaan eutiroid yang untuk selanjutnya dapat dipersiapkan untuk dilakukan pembedahan subtotal (tiroidektomi sub-total) pada struma difusnya.

PENUTUP
Telah dilaporkan sebuah kasus pada seorang wanita Ny. S, 23 tahun yang berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang didiagnosa hipertiroid dengan gagal jantung kongestif. Selama perawatAn di bangsal Penyakit Dalam Wanita RSUD Ulin Banjarmasin telah diberikan terapi Propiltiourasil (PTU) 3x100 mg tablet/hari, Propanolol 3x20 mg tablet/hari, Captopril 2x6,25 mg tablet/hari, Lasix injeksi 2x1 ampul/hari, Diazepam 2x2 mg tablet/hari, Neurobion 1x1 tablet/hari, Antasida suspensi 3 x 1 C, dan Antrain injeksi (kalau perlu) dan propanolol 3 x 20 mg. Setelah 12 hari perawatan, kondisi pasien telah menunjukkan perbaikan, namun pasien pulang atas permintaan sendiri.

Terima kasih