Anda di halaman 1dari 38

DISUSUN OLEH : Indah Fajarwati 01310228 Ertawati 01310014 Herry Nurhendriyana 01310193 Uswatun Hasanah 03310286 Doly Syamsuarni

04310029 Bambang Wijokongko 05310021 Fajar Agie Rizaldi 05310045

DEFINISI
Scrotal Swelling adalah adanya kelainan pada isi dalam

scrotum. Kelainan dapat berupa akumulasi cairan, pertumbuhan jaringan yang abnormal atau isi scrotum yang normal yang sedang meradang, membengkak atau mengeras

ANATOMI & FISIOLOGI SKROTUM


Skrotum adalah kantung (terdiri dari kulit dan otot)

yang membungkus testis atau buah zakar. Skrotum terletak di antara penis dan anus serta di depan perineum. Lapisan skrotum dari luar ke dalam : Kulit Tunica dartos M. Spermaticus externus M. Kremaster M. Spermatikus internus Tunica vaginalis parietalis Tunica vaginalis visceralis Testis

ANATOMI & FISIOLOGI SKROTUM

ANATOMI & FISIOLOGI SKROTUM


Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan

kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 18oC lebih dingin dibandingkan temperature rongga tubuh.

KLASIFIKASI SCROTAL SWELLING


Torsio Testis
Inflamasi Hernia skrotalis Spermatokel Varikokel Keganasan Hidrokel

Torsio testis
Torsio testis adalah terpuntirnya funikulus

spermaticus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Torsio testis sebagian besar (90%) diderita oleh lakilaki sampai umur 20 tahun. Pada pemeriksaan fisik, testis membengkak, letaknya lebih tinggi dan lebih horizontaldari pada testis sisi kontralateral, jika kulit skrotum terlihat mengkilat maka gambaran blue dot sign akan terlihat

Torsio testis

Gambaran blue dot sign

INFLAMASI (PERADANGAN)
Epididimistis merupakan peradangan pada epididimis.
Epididimitis yang terjadi pada golongan usia muda

sebagian besar merupakan penjalaran dari uretritis (infeksi uretra).

INFLAMASI (PERADANGAN)

HERNIA INGUINOSKROTALIS
Hernia inguinoskrotal adalah kantong hernia indirek

yang menonjol ke dalam skrotum melalui kanal inguinal, dan cincin inguinal esternal. Sehingga tampak sebagai massa di dalam krotum. Diagnosis ditegakkan berdasarkan penebalan sepanjang korda spermatikus akibat penekanan kantong hernia dan isinya. Hernia dapat berisi omentum atau usus atau keduanya. Pada hernia yang berisi bagian usus ditemukan bising usus di dalam skrotum.

HERNIA INGUINOSKROTALIS

SPERMATOKEL
Spermatokel adalah kista retensi bagian kepala

epididimis atau tubulus rete testis. Spermatokel dapat meneruskan cahaya pada pemeriksaan transiluminasi. Hal yang penting untuk diagnosis adalah terabanya spermatokel yang dapat dengan mudah dibedakan dengan testis. Pada palpasi spermatokel teraba kenyal,berbentuk bulat atau lonjong dan pada umumnya tidak sakit.

SPERMATOKEL

VARIKOKEL
Varikokel adalah varises di dalam skrotum.
Varikokel terjadi akibat kelainan pada katup vena di

sepanjang korda spermatika. Kelainan katup ini menghambat aliran darah sehingga darah mengalir kembali dan terjadi pelebaran vena. perkembangan varikokel biasanya berlangsung lambat dan bisa tanpa gejala. Lebih sering menyerang pria berusia 15-25 tahun.

VARIKOKEL

KARSINOMA TESTIS
Kanker Testis adalah pertumbuhan sel-sel ganas di

dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar). faktor yang menunjang terjadinya kanker testis yaitu, Testis undesensus (testis yang tidak turun ke dalam skrotum), Perkembangan testis yang abnormal dan Sindroma Klinefelter

KARSINOMA TESTIS
Kanker testis dikelompokkan menjadi: Seminoma : 30-40% dari semua jenis tumor testis.

Biasanya ditemukan pada pria berusia 30-40 tahun dan terbatas pada testis. Non-seminoma : 60% dari semua jenis tumor testis. Dibagi lagi menjadi beberapa subkategori, yaitu : Karsinoma embrional : sekitar 20% Tumor yolk sac : sekitar 60% Teratoma : sekitar 7% dari kanker testis pada pria dewasa dan 40% pada anak laki-laki. Koriokarsinoma. Tumor sel stroma

KARSINOMA TESTIS
Gejala kanker testis berupa : Testis membesar atau teraba aneh (tidak seperti biasanya) Benjolan atau pembengkakan pada salah satu atau kedua testis Nyeri tumpul di punggung atau perut bagian bawah Ginekomastia Rasa tidak nyaman/rasa nyeri di testis atau skrotum terasa berat Tetapi mungkin juga tidak ditemukan gejala sama sekali.

KARSINOMA TESTIS
Pemeriksaan penunjang : Palpasi batas tegas, massa padat USG skrotum Pemeriksaan darah untuk petanda tumor (marker) : AFP (alfa fetoprotein), HCG (human chorionic gonadotrophin) dan LDH (lactic dehydrogenase). Hampir 85% kanker non-seminoma menunjukkan peningkatan kadar AFP atau beta HCG. Rontgen dada (untuk mengetahui penyebaran kanker ke paruparu dan mediastinum) CT scan abdomen (untuk mengetahui penyebaran kanker ke organ abdomen dan KGB) Biopsi eksisional (operasi orchidektomi trans inguinal) kemudian dilakukan pemeriksan histopatologis untuk menentukan terapi adjuvan

KARSINOMA TESTIS
Stadium pada kanker testis : Stadium I : kanker belum menyebar ke luar testis Stadium II : kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di perut Stadium III : kanker telah menyebar ke luar kelenjar getah bening, bisa sampai ke hati atau paru-paru.

KARSINOMA TESTIS
Penatalaksanaan : Pembedahan : pengangkatan testis (orkidektomi) dan pengangkatan kelenjar getah bening (limfadenektomi) Terapi penyinaran : menggunakan sinar X dosis tinggi Kemoterapi : digunakan obat-obatan (misalnya Cisplatin, Bleomycin dan Etoposide) untuk membunuh sel-sel kanker.

KARSINOMA TESTIS

HIDROKEL
Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas

yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritonium ke prosesus vaginalis atau belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel.

HIDROKEL
Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara

idiopatik (primer) dan sekunder. Penyebab sekunder dapat terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan dikantong hidrokel.

KLASIFIKASI HIDROKEL
Klasifikasi berdasarkan kapan terjadinya yaitu: Hidrokel primer Hidrokel sekunder Berdasarkan kejadian: Hidrokel akut Hidrokel kronis berdasarkan letak kantong : Hidrokel testis. Hidrokel funikulus. Hidrokel Komunikan

PATOFISIOLOGI HIDROKEL
Hidrokel adalah kumpulan cairan di dalam ruang

potensial diantara kedua lapisan membrane tunika vaginalis. Hidrokel congenital terjadi akibat adanya procesus vaginalis yang menetap (hubungan antara kantong scrotum dan rongga peritoneum), sehingga cairan peritoneum dapat terkumpul di dalam scrotum. Karena cairan kemudian akan direabsorbsi dan lubang akan menutup, maka tidak diperlukan tindakan apapun

GAMBARAN KLINIS HIDROKEL


Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum

yang tidak nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini, sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi

PEMERIKSAAN
Pemeriksaan Penunjang Ultrasonografi Transluminasi Scrotum (diapanoskopi) Pemeriksaan Urin Rontgen abdomen

PEMERIKSAAN

PENATALAKSANAAN
Aspirasi : cara ini tidak dianjurkan karena selain angka

kekambuhannya tinggi, kadang kala dapat menimbulkan penyakit berupa infeksi. Hidrokelektomi : Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi.

KOMPLIKASI
Kompresi pada peredaran darah testis
Jika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah

mengalami trauma dan hidrokel permagna biasa menekan pembuluh darah yang menuju testis sehingga menimbulkan atrofi testis. Perdarahan yang disebabkan karena trauma dan aspirasi Sekunder Infeksi

KESIMPULAN
Scrotal Swelling adalah adanya kelainan pada isi dalam

scrotum. Kelainan dapat berupa akumulasi cairan, pertumbuhan jaringan yang abnormal atau isi scrotum yang normal yang sedang meradang, membengkak atau mengeras. Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis.

LAMPIRAN
No. Rekam Medis

: 04-92-59 Nama : Tn. S Jenis Kelamin : laki-laki Umur : 65 tahun Alamat : Medan Tanggal & jam masuk RS : 26 November 2012 (09.00 wib) Diagnosa : Scrotal Swelling due to Hidrokel Sinistra Tindakan Operasi : Hidrocelectomi Trans Scrotal

hidrokel

Hidrokel insisi

Kantung hidrokel & cairan isi kantung

Post operasi + vakum drain tube

Post operasi hari ke-17

TERIMA KASIH