Anda di halaman 1dari 5

1. Berapa banyak cairan yang difilter glimerulus dalam satu menit ? Jawab : 125 mL/menit atau 180L/hari 2.

Ada berapa zat yangdisekresikan kembali ke dalam tubulus distal dari darah ? Jawab: Zat yang diekskresikan kembali yaitu Kalium 3. Apa pengaruh yang diakibatkan oleh ketidakcukupan air dalam tubuh manusia ? Jawab : Akibat ketidakcukupan air dalam tubuh yaitu volume CES menurun dan osmolalitasnya meningkat. Peningkatan osmolalitas CES ini akan menimbulkan perasaan haus ( pusat haus terletak pada hipotalamus), dimana hal ini disebabkan oleh menurunnya volume CIS pada pusat haustersebut. Meningkatnya, osmolalitas CES akan menyebabkan pelepasan ADH akibat mengerutnya sel- sel osmoreseptor pada hipotalamus anterior. Meningkatnya pelepasan ADH akan menyebabkan peningkatan reabsorpsi airpada tubulus distalis dan duktus kolektivus sehingga volume CES dapat dikembalikan ke arah normal. Disamping itu terjadi pula pelepasan aldosteron yang akan menghambat eksresi natrium dan air. Berkurangnya volume CES akan mengurangi regangan pada sinus karotis, sehingga aktivitas simpatis akan meningkat. Akibatnya terjadi vasokonstriksi afferent arteriol sehingga GFR akan menurun. Dengan demikian eksresi natrium akan menurun pula sehingga kadarnya meningkat dalam CES, akibatnya volume CES dapat dikembaalikan ke arah normal.

4. Mengapa kurangnya masukan air mengakibatkan penipisan air dalam tubuh manusia ? Sedangkan, sementara penurunan masukan natrium tidak menyebabkan penipisan natrium? Jawab : Kadar natrium bervariasi dengan masukan natrium (misalnya peningkatan asupan mengakibatkan peningkatan eksresi)dan status volume (misalnya natrium disimpan pada keadaan penurunan volume sirkulasi efektif). Eksresi natrium disesuaikan secara tepat terhadap asupannya pada keadaan normal. Untuk mempertahankan hidup, seseorang dalam jangka panjang harus mengekresikan sejumlah natrium dengan hampir tepat sama dengan jumlah asupannya. Oleh karena itu bahkan pada gangguan yang menyebabkan perubahan besar fungsi ginjal, keseimbangan antara asupan dan keluaran natrium dapat dipulihkan dalam waktu beberapa hari. Salah satu mekanisme yang paling dasar untuk mempertahankan keseimbangan natrium yaitu mekanisme natriuresis tekanan dan diuresis tekanan. Umpan balik antara ginjal dan sistem sirkulasi ini mempunyai peran yang utama dalam pengaturan tekanan darah jangka panjang. Diuresis tekanan merujuk pada pegaruh peningkatan tekanan darah untuk meningkatkan eksresi volume urin, sedangkan natriuresis tekanan merujuk pada peningkatan eksresi natriumyang terjadi pada peningkatan tekanan darah. Karena diuresis dan natriuresis berlangsung secara pararel , kita menyebut mekanisme sederhana ini sebagai natriuresis tekanan. 5. Mengapa meskipun kandung kemih penuh tetapi urin tidak terdorong kembali ke ureter kemudian ke ginjal ? Jawab : Ureter memasuki kandung kemih melalui otot detrusor di dalam area trigonum kandung kemih. Biasanya, ureter berjalan miring sepanjang

beberapa sentimeter ketika melewati dinding kandung kemih. Tonus normal otot detrusor di dalam kandung kemih cenderung akan menekan ureter, dengan demikian mencegah aliran balik urin dari kandung kemih ketika terbentuk tekanan di dalam kandung kemih selama mikturisi atau selama kompresi kandung kemih. Setiap gelombang peristaltik di sepanjang ureter meningkatkan tekanan di dalam ureter aliran urin ke dalam kandung kemih. 6. Apa nama hormon yang menstimulasi pompa natrium pada tubulus distal ? Jawab : Hormon Aldosteron 7. Hormon apa yang menyebabkan tubulus distal dan duktus koligentes menjadi permeabel terhadap air ? Jawab : Hormon ADH (Antidiuretik Hormone) 8. Bagaimana komposisi dan volume cairan ekstrasel di kontrol ? jawab : Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan 2 (dua) parameter penting, yaitu: mengontrol volume volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal cairan ekstrasel dengan Ginjal sehingga daerah yang menuju kandung kemih membuka dan memungkinkan

mempertahanka

keseimbangan garam dan mengontrol osmolaritas cairan ekstrasel denga mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalam urin sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut. 1. Pengaturan volume cairan ekstrasel keseimbangan cairan. mempertahankan

Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dengan menurunkan volume plasma. Sebaliknya, peningkatan volume cairan ekstrasel dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan memperbanyak volume plasma.

Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting untuk pengaturan tekanan darah jangka Panjang. Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dengan menurunkan volume plasma. Sebaliknya, peningkatan volume cairan ekstrasel dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan memperbanyak volume plasma. Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting untuk pengaturan ekstrasel dapat dilakukan dengan cara : 1. Mempertahankan keseimbangan asupan dan keluaran (intake dan tuk maka harus ada keseimbangan antara air yang ke luar dan yang masuk ke dalam tubuh. hal ini terjadi karena adanya pertukaran cairan antar kompartmen dan antara tubuh dengan lingkungan mempertahankan volume cairan tubuh kurang lebih tetap, tekanan darah jangka panjang. Pengontrolan komposisi dan cairan

luarnya. Water turnover dibagi dalam: 1. eksternal fluid exchange, pertukaran antara tubuh dengan lingkungan luar; dan 2. Internal seperti proses filtrasi dan reabsorpsi di kapiler ginjal.

fluid exchange, pertukaran cairan antar pelbagai kompartmen,


2. Memeperhatikan keseimbangan garam. Seperti halnya keseimbangan air, keseimbangan garam juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama dengan keluarannya. Permasalahannya adalah seseorang konsumsi sehingga sesuai dengan kebutuhannya. Tetapi, seseorang mengkonsumsi garam sesuai dengan seleranya dan cenderung lebih dari kebutuhan. Kelebihan garam yang dikonsumsi harus hampir tidak pernah memeprthatikan jumlah garam yang ia

diekskresikan dalam urine untuk mempertahankan keseimbangan

garam. Ginjal mengontrol jumlah garam yang dieksresi dengan cara mengontrol jumlah garam (natrium) yang difiltrasi dengan pengaturan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)/ Glomerulus Filtration Rate (GFR), dan mengontrol jumlah yang direabsorbsi di tubulus ginjal.