Anda di halaman 1dari 3

Ayam kate/KT dalam bahasa inggris dikenal dengan Ayam Bantam, Nama Bantam ini konon di ambil dari

nama Banten yang pada abad 17 menjadi salah satu pelabuahan terbesar di Nusantara yang di singgahi para pedagang dari seluruh dunia, termasuk pedagang dari Eropa. Nah, Pada Abad-17 Pedagang dari Eropa baru pertama kali melihat ayam mungil ini di pelabuhan Banten, dan menyebutnya dengan Bantam (Banten). Lalu membawanya ke Eropa dan menjadikannya sebagai ayam hias.

Ayam Kate memiliki Ciri Umum:

Jantan dewasa 0.74 Kg Betina dewasa 0.63 Kg Badan tegap, seperti membusungkan dada Jengger diatas kepal ada yang besar dan kecil yang menjulangp keatas Jenisnya: Silver Laced, Golden Laced, Buffed Laced, Polish, Polish Buff, Phoenix dll. Ayam Kate/kate saat ini sudah memiliki banyak varian, karena telah mengalami banyak persilangan.

Ayam kate/KT lebih dikenal sebagai ayam hias daripada dimanfaatkan sebagai ayam pedaging atau petelur. Iya, kita tahu bahwa bentuk ayam kate dan telurnya sangatlah kecil sekali, telur Kate/KT hanya sekitar satu-setengah sampai sepertiga ukuran telur ayam biasa. Ayam Kate/KT akan lebih menguntungkan apabila diperdagangkan sebagai ayam hias. Bentuknya yang mungil membuat orang ingin memeliharanya sekadar sebagai hewan peliharaan yang lucu. Tingkah laku Ayam Kate/KT juga menggemaskan, meskipun Cebol ayam Kate/KT akan berjalan dengan tegapnya (sok gagah dengan membusungkan dada), seolah tak minder dengan ukuran tubuhnya. Ayam Kate/KT juga terkenal berani meskipun dengan ayam kampung yang ukurannya jauh lebih besar dari ukurannya. Nah, Orang yang akan melihatnya pasti akan tertawa melihat tingkah laku ayam Kate/KT ini.

Demikian ulasan singkat mengenai Ayam kate/KT (Ayam Bantan) semoga menambah pengetahuan kawan-kawan Apabila ada kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi, jangan lupa baca artikel bermanfaat lainnya, dengan ilmu kita menjadi tahu

ayam Kapas merupakan spesies dari ayam Gallus-gallus yang mampu beradaptasi dengan lingkungan secara baik, kemampuan kesehatannya juga baik demikian juga kuantitas tingkat produksinya. Ayam ini, dibudidayakan dengan cara semi intensif atau intensif akan memberikan respon yang baik pula. Untuk data-data spesifik ayam Kapas yang berkaitan dengan telurnya, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mempunyai berat telur sebesar 26 - 40 gram (warna telur putih); Berat telur tetas (rata-rata) sebesar 32,9 gram; Produksi telur semi intensif sebanyak 164 butir/tahun; % produksi per tahun sebesar 45 % semi intensif; Umur bertelur petama pada umur 22 minggu; Berat telur pertama sebesar 0,9 kg.

Ayam Kapas yang mempunyai bulu putih lembut menyerupai kapas dan tumbuh dari ujung pangkal kaki hingga kepala dengan jambulnya yang khas ini, ternyata mempunyai keunggulan dan kelemahan. Adapun lebih jelasnya, keunggulan dan kelemahan Ayam Kapas, seperti berikut :

Keunggulan ayam Kapas, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Produksi telur cukup tinggi yaitu : 165 butir; Mudah beradaptasi dengan lingkungan; Cukup tahan terhadap penyakit; Temperamen agresif, tidak pemilih dalam kawin alam; Performans warna bulu seragam putih; Performans badan kecil, lincah, gesit, mungil, dan cantik; Konsumsi pakan relatif yaitu 80 -90 gram; Baik jantan maupun betina bulu kepala berjambul; Shank jantan maupun betina berbulu dengan jari kaki berjumlah 5 biji;

10. Bisa dikategorikan jenis ayam tipe kecil, ayam hias yang produksi telurnya cukup tinggi; 11. Fertilitas dan daya tetas telur cukup baik; 12. Jago atau pejantannya mudah dikawin silangkan dengan jenis ayam buras lain.

Kelemahan ayam Kapas, antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Warna kulit sekujur badan sampai batas jari kaki berwarna hitam; Wish atau ayam afkir dagingnya berwarna hitam, sehingga pengaruh pada selera konsumen; Hasil silangan nya pada warna kulit dan daging berwarna hitam; Peminat ayam kapas sedikit, hanya para hobies; Harga bibitnya relatif mahal; Mudah terkejut dan stress, sehingga perlu pemberian vitamin sering dilakukan; Perkembangan populasinya tidak merata di setiap daerah di Indonesia; Naluriah ayam ini sedikit kanibal.

Dengan mengetahui atau memahami keunggulan dan kelemahan ayam Kapas, maka diharapkan masyarakat yang membudidayakan atau memelihara ayam Kapas tidak merasa ragu-ragu atau bimbang sehingga pemeliharaannya dapat dilakukan dengan baik. (sumbeer: cybex.deptan.go.id)