Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK 3 ACARA 5

SISTEM PENDINGIN

Amry Teguh F 121710201107 TEP-C KELOMPOK 3 ACARA 5

BAB 1. METODOLOGI

1.1 Waktu dan Tempat. Praktikum dilaksanakan pada Hari Jumat, Pukul 15.00 WIB, Tanggal 19 Maret 2013 di Workshop Teknik Pertanian FTP UNEJ.

1.2 Alat dan Bahan. 1.2.1 Alat. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum sistem pendingin, yaitu: 1. Thermostat; 2. Thermometer; 3. Panci; 4. Kompor listrik; 1.2.2 Bahan. Bahan yang digunakan dalam praktikum,yaitu air.

1.3 Prosedur Kerja. Mempersiapkan peralatan

Masukkan air ke dalam hieter


o

Panaskan air sampai 100 C

Masukkan thermostat ke dalam hieter yang berisi air Mengamati setiap kenaikan suhu dan terbukanya tutup thermostat Catat setiap kenaikan suhu, perubahan

thermostat dan waktu thermostat terbuka penuh Pengangkatan thermostat dari air setelah
o

terbuka penuh dan suhu sudah mencapai 100 C Mengamati waktu tertutupnya thermostat

Ulangi prosedur kerja sebanyak dua kali

1.4 Gambar Alat.

Thermostat

Heater Dan Thermometer

BAB 2. HASIL dan PEMBAHASAN 2.1 Hasil Suhu air ketika katup thermostat Terbuka Tertutup Waktu Suhu Waktu Suhu o o (menit) C (menit) C 7:19 100 0:21 59 1:52 110 0:33 57

Ulangan 1 2

2.2 Pembahasan 2.2.1 Prinsip Sistem Pendingin. Sistem pendingin adalah suatu sistem untuk

menstabilkan temperatur kerja supaya tidak terjadi Over Heating dan terlalu dingin pada saat engine bekerja. Prinsip sistem pendingin bekerja dengan menyerap kalor pada engine akibat pembakaran pada ruang bakar.

2.2.2 Perubahan Fisik Fisika pada sistem pendingin. Perubahan fisika pada sistem pendingin, antara lain: a. Perubahan ukuran sirip-sirip pendingin udara menjadi lebih lebar, karena pemuaian akibat menerima atau menyerap panas dari hasil pembakaran;

b. Pemuaian cairan dan penguapan pada pendingin radiator akibat menerima dan menyerap panas dari hasil pembakaran, sehingga sistem pendinginan cairan membutuhkan resevoir (penampung air) dan tutup radiator (pengatur tekanan air) agar tidak menguap, meledak dan air tidak tumpah

2.2.3 Metode sistem Pendinginan. Metode sistem pendinginan terdiri dari: a. Sistem pendingin udara. Sistem pendingin udara menggunakan sirip-sirip yang terpasang pada block engine sehingga kalor pada engine dapat diserap oleh sirip-sirip.

Ketika engine bergerak atau berjalan di jalan, maka udara akan menerpa permukaan sirip-sirip sehingga terjadi perpindahan panas dari siripsirip ke udara

b. Sistem radiator; Sistem

pendingin

cairan

yang

menggunakan

pendingin

cairan

menggunakan

komponen

radiator. Sistem pendingin ini dapat menyerap kalor pembakaran di dalam sisi silinder (water jaket).sistem pendingin air dilengkapi oleh

water jaket, pompa air, radiator, thermostat, kipas dan selang karet.

c. Sistem pendingin ganda yang menggunakan metode pendingin udara dan cairan. Sistem pendingin ini menggunakan dua metode

dengan cara menyerap panas melalui cairan dan memalui siri-sirip udara. Komponen dari sistem pendingin ganda antara radiator, selang masuk dan keluar air, sirip-sirip udara dan water jaket

2.2.4 cara kerja sistem pendinginan. a. pendingin udara. Saat engine hidup,maka panas dari hasil pembakaran merambat ke sirip-sirip sehingga apabila kendaraan berjalan, maka udara akan menerpa permukaan siripsirip. panas berpindah dari sirip-sirip ke akibat pelebaran permukaan penyerap kalor; b. sistem pendingin cairan saat engine hidup, maka air di pompa dalam radiator engine dapat dapat apabila 60C -100 C.
o o

udara

berputar

sehingga

bersirkulasi.thermostat temperatur kerja engine

akan

terbuka mencapai

Setelah engine panas, thermostat terbuka dan katup bypass tertutup akan dalam menyerap bypass panas ke dan sirkuit. di dalam Cairan water untuk udara.

pendingin jaket,

kemudian

disalurkan kipas

radiator putaran

didinginkan

dengan

Setelah cairan didinginkan di radiator, cairan yang berada di bawah radiator dapat dihisab

kembali dan disalurkan ke dalam engine.

b. sistem pendingin ganda. Sistem pendingin ganda mempunyai dua metode sistem pendinginan. Saat engine bekerja, cairan Cooled menyerap kemudian panas pembakaran ke di water jaket Pada dan saat

disalurkan

radiator.

kendaraan berjalan, maka Sistem pendingin udara akan menyerap sebagian panas pembakaran dengan memperluas permukaan rambat panas di sirip-sirip dan memindahkan panas dari sirip-sirip ke udara. Metode pendingin ini dapat bekerja secara

bersamaan

2.2.5 keuntungan dan kerugian pada setiap metode pendingin. Metode pendingin Pendingin udara Keuntungan Bebas perawatan berkala Sederhana Kokoh Ringan Pendinginannya rata Dapat menyerap panas langsung dari permukaan silinder piston Kerugian Pendinginanya tidak merata Temperatur tidak stabil Biaya perawatan mahal Harga setiap komponen mahal Perlu perawatan berkala

Pendingin cairan

Dapat meredam bunyi engine Temperatur engine stabil Pendinginannya rata Dapat menyerap panas langsung dari permukaan silinder piston Dapat meredam bunyi engine Temperatur engine stabil

Pendingin ganda

Kontruksi komponen radiator tidak kokoh Gampang bocor Biaya perawatan mahal Harga setiap komponen mahal Perlu perawatan berkala Kontruksi komponen radiator tidak kokoh Gampang bocor Kontruksi rumit

2.2.6 Prosedur Praktikum Pertama, siapkan peralatan dan bahan, seperti thermostat, air, heater, thermometer dan stopwacth. Masukkan air dan thermostat kedalam heater, kemudian hidupkan heater. Setelah suhu air berubah, maka

dilanjutkan dengan pengukuran suhu air, pengamatan terbukanya thermostat dan waktu thermostat terbuka penuh. Saat dan thermostat mengamati terbuka lama penuh, angkat

thermostat

waktu

tertutupnya

thermostat.

Matikan

heater.

Lakukan

pengamatan

thermostat sebanyak dua kali.

2.2.6 Kontruksi Thermostat. Thermostat adalah semacam katup yang membuka dan menutup secara otomatis sesuai temperatur cairan pendingin. Thermostat dipasang antara radiator dan sirkuit pendingin mesin. Bila temperatur rendah,

katup menutup untuk mencegah agar air tidak masuk ke radiator. Bila temperatur meningkat, katup akan

membuka dan demikian cairan pendingin mengalir ke radiator. Thermostat dioperasikan oleh wax sealed yang ada di dalam silider, volume wax sealed ini berubah disebabkan oleh temperatur.perubahan volume dalam wax menyebabkan silinder bergerak turun atau naik dan mengakibatkan katup membuka dan menutup. Thermostat dilengkapi dengan jiggle valve yang digunakan untuk mengalirkan air dari sistem pendingin saat

menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem.

2.2.7 Pembahasan Pengamatan Thermostat Suhu air ketika katup thermostat Terbuka Tertutup Waktu Suhu Waktu Suhu o o (menit) C (menit) C 7:19 100 0:21 59 1:52 110 0:33 57 perlambatan
o

Ulangan 1 2 terjadi

pada

percobaan

pertama,

karena suhu awal 40 C sehingga perlu waktu yang lama untuk mencapai suhu 100 C. setelah mencapai 100 C, maka thermostat diangkat. Thermostat penutup dengan waktu 21 detik pada suhu 59 C. pada percobaan kedua, thermostat terbuka dengan cepat, karena
o o o o

pada

percobaan pertama, air sudah mencapai suhu 100 C. saat diangkat dari air yang panas, thermostat tertutup dengan waktu 33 detik pada suhu 57 C. dapat disimpulkan bahwa thermostat
o o

tersebut

terbuka penuh pada suhu maksimal 110 C, tertutup penuh pada suhu rata-rata 58 C dan tertutup penuh dengan lama waktu 27 detik.
o

BAB

3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan. Kesimpulan dari pembahasan diatas, antara lain: 1. Sistem pendingin berfungsi sebagai penyetabil

temperatur kerja agar tidak terjadi over heating dan over cooling; 2. Prinsip dari sistem pendingin yaitu sebagai penyerap kalor hasil pembakaran; 3. Cairan pendingin pada sistem pendingin cairan dapat memuai dan menguap akibat menyerap panas dari hasil pembakaran; 4. Sistem pendingin terdiri dari pendingin udara, cairan dan ganda (cairan dan udara); 5. Kontruksi dari sistem pendingin udara sangat

sederhana, ringan dan bebas perawatan; 6. Sistem pendingin cairan memiliki kelebihan yang

sangat baik, tapi perlu biaya perawatan yang lebih; 7. Perubahan bentuk katup thermostat disebabkan oleh wax sealed;

8. Perubahan temperatur,

volume sehingga

wax

sealed dapat

disebabkan mendorong

oleh piston

thermostat (poros pegas)

3.2 Saran. Perlu perhatian khusus untuk sistem pendingin

cairan, karena sirip-sirip radiator sangat lunak (terbuat dari timah dan tembaga)

DAFTAR PUSTAKA

Astra, T. 2000. Step 2. Jakarta: PT. Astra International.

LAMPIRAN