Anda di halaman 1dari 14

Presentasi Kasus

GLOMERULONEFRITIS AKUT PASCASTREPTOCOCCUS

Oleh: Milda Iramaputri 05120087

Pembimbing: Dr. Eka Agustia Rini, Sp.A(K)

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS RSUP DR. M. DJAMIL PADANG 2010

BAB I TINJAUAN PUSTAKA I. Definisi Glomerulonefritis akut pascastreptococcus adalah suatu gangguan yang terjadi di glomerulus akibat infeksi dari streptococcus beta hemolitikus grup A yang bersifat nefritogenik II. Epidemiologi Glomerulonefritis akut pascastreptokokus menyerang anak-anak usia sekolah, jarang menyerang anak usia di atas 3 tahun. Perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Dan terbanyak mengenai usia 6-8 tahun. II. Etiopatogenesis Glomerulonefritis pascastreptokokus didahului oleh infeksi Streptokokus hemolitikus grup A. Daerah infeksi biasanya saluran napas atas, termasuk telingan tengah, atau kulit dan setelah radang tenggorokan. Secara umum patogenesis glomerulonefritis adalah adanya mekanisme imunologis yaitu dengan adanya pembentukan kompleks-imun bersirkulasi dan pembentukan kompleks imun in situ. Ada lagi hipotesis lain yang mengatakan adanya suatu neuraminidase yang dihasilkan oleh streptokokus yang mengubah IgG endogen menjadi autoantigenik. Akibatnya akan terbentuk autoantibodi terhadap IgG yang telah berubah tersebut, yang mengakibatkan pembentukan komplek imun bersirkulasi, yang kemudian mengendap dalam ginjal. III. Patologi Glomerulonefritis akut pasca streptokokus adalah suatu glomerulonefritis proliferatif. Pada kasus ringan kelainannya minimal yaitu berupa proliferasi ringan sampai sedang sel mesangium dan matriks, pada kasus berat terjadi proliferasi mesangial, matrik dan sel endotel yang difus dan disertai infiltrasi sel polimorfonuklear dan monosit serta pembuntuan lumen kapiler.

Pada mikroskop imunofluoresensi akan terlihat endapan IgG granular ireguler dan C3 mulai dari halus sampai kasar yang tipikal dalam mesangium dan di sepanjang dinding kapiler. IV. Manifestasi klinis Glomerulonefritis pascastreptokokus biasanya di dahului oleh infeksi saluran nafas atas atau kulit oleh kuman streptokokus dari strain nefritogenik. Masa laten antara faringitis dan timbulnya glomerulonefritis pascastreptokokus biasanya 10 hari dan pada penyakit kulit biasanya dalam 21 hari. Jadi untuk memungkinkan terjadinya ini maka carilah lesi pada kulit sebagai petunjuknya. Umumnya anak datang dengan keluhan V. hematuria yang nyata, sembab pada mata atau anasarka, hipertensi sering dengan ensefalopati hipertensi ditunjukkan dengan adanya sakit kepala, muntah, letargi, disorientasi dan kejang, anuria atau oliguria, anemia

Diagnosis Diagnosis dari glomerulonefritis akut pascastreptokokus perlu dicurigai pada pasien dengan gejala klinis berupa: Hematuria yang timbul mendadak Sembab Proteinuria + sampai ++++, hematuria, eritrosit dismorfik, leukosituria serta torak selular, granular dan eritrosit. C3 menurun dan kembali nomal dalam 6-8 minggu.

VI.

Pemeriksaan penunjang Adapun gambaran laboratoriumnya adalah:

o Urinalisis menunjukkan adanya proteinuria + sampai ++++, hematuria, eritrosit dismorfik, leukosituria serta torak selular, granular dan eritrosit. o Ureum dan kreatinin meningkat dengan tanda gagal ginjal. o Komplemen hemolitik total serum (total hemolytic complement) dan C3 rendah yaitu antara 20-40 mg/dl harga normal 50-140 mg/dl. o Biakan tenggorok dan kulit untuk mencari adanya infeksi streptokokus. o Uji serologis antaralain: antistreptozim, ASTO, antihialuronidase dan anti DNase B. VII. Penatalaksanan Pengobatan terpenting adalah pengobatan suportif. Adapun tatalaksana pasien glomerulonefritis akut adalah: Istirahat mutlak selama 3-4 minggu. Makanan rendah protein (1gr/kgbb/hari). Makanan lunak pada pasien suhu tinggi, dan makanan biasa pada pasien suhu normal. Diberikan IVFD D10% pada pasien anuria atau muntah. Hipertensi dapat diatasi dengan vasodilator perifer (hidralazin, nifedipin) Diuretik diperlukan untuk mengatasi retensi cairan dan hipertensi.

VIII. Prognosis Penyembuhan sempurna terjadi pada lebihdari 90% anak dengan glomerulonefritis pasca streptococcus. Tidak ada bukti bahwa terjadi penjelekan menjadi glomerulonefritis kronis. Kekambuhan sangat jarang terjadi.

BAB II

ILUSTRASI KASUS Identitas Pasien Nama Umur :A : 10 8/12 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Suku bangsa : Minang Alloanamnesis Diberikan oleh : Ibu Kandung Seorang anak perempuan berumur 10 8/12 tahun dirawat di Bangsal IKA RS Dr. M. Djamil Padang sejak tanggal 18 Januari 2010 dengan : Keluhan Utama: Sembab di kelopak mata sejak 5 hari yang lalu Riwayat Penyakit Sekarang: Demam 2 minggu yang lalu berlangsung selama 4 hari, tidak tinggi, hilang timbul, dan tidak menggigil. Sembab pada kelopak mata sejak 5 hari yang lalu, sembab menetap sepanjang hari dan sejak 3 hari yang lalu sembab juga tampak pada kedua tungkai. Batuk dan pilek sejak 2 minggu yang lalu berlangsung selama 1 minggu tidak berdahak dan tidak disertai sesak napas Nyeri menelan sejak 2 minggu yang lalu. Sakit kepala tidak ada Mual muntah tidak ada Nyeri saat buang air kecil tidak ada Buang air kecil warna kemerahan seperti air cucian daging disangkal, buang air kecil warna biasa jumlah biasa. Buang air besar warna dan konsistensi biasa

Ada luka di kaki kanan sejak 2 minggu yang lalu Anak telah berobat ke puskesmas dan telah dilakukan pemeriksaan labor dengan hasil protein ++

Riwayat Penyakit Dahulu: Anak sering mengalami luka borok dikulit sejak usia 4 tahun. Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada anggota keluarga yang menderita sembab seperti ini. Riwayat Kehamilan: Selama hamil ibu tidak pernah menderita penyakit berat, tidak mengkonsumsi obat-obatan/jamu, tidak pernah mendapatkan penyinaran, kontrol kehamilan teratur ke bidan, mendapatkan imunisasi TT 1X dan lama hamil cukup bulan. Riwayat Kelahiran: Anak ke 1 dari 2 bersaudara. Lahir spontan, ditolong bidan, saat lahir menangis kuat dengan berat badan lahir 3200 gr dan panjang lahir lupa. Riwayat Makanan dan Minuman: ASI Buah Bubur susu Nasi Tim Nasi biasa : 0-2 tahun : 7 bulan : 7 bulan : 9 bulan : lebih dari 1 tahun-sekarang, 3 kali sehari, daging 1 kali seminggu, ikan setiap hari, telur 2 kali seminggu dan sayur 2 kali seminggu. Kesan makanan/minuman : kualitas kurang, kuantitas cukup Riwayat Imunisasi: DPT BCG : tidak pernah : tidak pernah

Polio Campak Hepatitis

: tidak pernah : tidak pernah : tidak pernah

Kesan : Imunisasi dasar tidak pernah Riwayat Keluarga: Pasien merupakan anak ke 1 dari 2 bersaudara. Ayah tamat SMA dan Ibu tamat SMA, pekerjaan Ayah pedagang dengan penghasilan Rp 1.000.000,- sebulan. Riwayat Tumbuh Kembang: Perkembangan fisik Ketawa Miring Berdiri Berjalan : 4 bulan : 4 bulan : 9 bulan : 1 tahun

Perkembangan mental: Isap jempol (-), gigit kuku(-), sering mimpi(-), mengompol(-), aktif sekali(-), apati (-), membangkang (-), ketakutan (-). Kesan : Perkembangan fisik dan mental baik. Riwayat Lingkungan dan Perumahan: Tinggal di rumah permanen, sumber air dari sumur gali, buang air besar di WC dalam rumah, sampah dibakar, pekarangan cukup luas. Kesan : higiene dan sanitasi kurang. Pemeriksaan Fisik: Tanda vital Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi napas : Sedang : Sadar : 160/110 : 104x/menit : 24x/menit

Suhu Berat badan Tinggi badan Status gizi

: 36,7oC : 32,5 kg Restriksi 10% = 29 kg : 139 cm : BB/U 29/36 x 100% = 80% TB/U 139/142 x 100% = 97% BB/TB 29/34,5x 100% = 84% Kesan : gizi kurang

Pemeriksaan Sistemik Kulit Kepala Mata Mulut Telinga Hidung : Teraba hangat, tampak makula hiperpigmentasi dan krusta kecoklatan pada kaki kanan. : Bentuk bulat, simetris, tidak ada deformitas, rambut hitam tidak mudah dicabut. : palpebra kiri dan kanan edema, konjunctiva anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, reflek cahaya +/+ normal. : Bibir dan mukosa mulut basah : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan

Tenggorokan : Tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis Leher Dada : Tidak ada pembesaran KGB, JVP 5-2 cmH2O : Paru : I : Normochest, simetris kiri dan kanan, retraksi (-) Pa : fremitus kiri sama dengan kanan Pe : Sonor Au : Vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/Jantung : I : Iktus tidak terlihat atas : RIC II, kiri : 1 jari medial LMCS RIC V, kanan : linea sternalis dextra Pa : Iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V Pe :

Au : Irama teratur, bising (-) Abdomen : I : distensi tidak ada lien tidak terba Pe : timpani, shifting dullness (-) Au: Bising usus (+) normal Punggung : Tidak ada kelainan Pa : hepar teraba 1/4-1/4, permukaan rata, kenyal, pinggir tajam,

Alat kelamin : Tidak ada kelainan Ekstremitas : Akral hangat, refilling kapiler baik, pitting edema pretibial di kedua kaki, reflek fisologis +/+, reflek patologis -/-

Pemeriksaan Laboratorium: Darah : Hb Eritrosit : 10,8 gr/dl : 4,79 Ht Trombosit : 33 % : 488.000/mm3 Leukosit : 17.100/mm3 MCH = 10,8 x 10 = 22,5 (27-32) 4,79 MCV = 33 4,79 MCHC = 10,8 x 100 = 32,7 (32-37) 33 Kesan : anemia mikrositik hipokrom Urine : Protein (++) Reduksi (-) Eritrosit (-) Feses : makroskopis warna : kekuningan konsistensi : lunak mikroskopis eritrosit : (-) leukosit : (-) Urobilin : (+) Bilirubin : (-) x 10 = 68,8 (26-96)

Diagnosis Kerja: 1. Glomerulonefritis akut pascastreptococcus 2. Gizi kurang 3. Anemia mikrositik hipokrom Diagnosis Banding Sindrom Nefrotik Rencana Pemeriksaan Selanjutnya: 1. LED 2. Ureum, Kreatinin 3. Total protein, albumin, globulin 4. ASTO 5. CRP 6. Swap Tenggorok 7. C3 8. SI/TIBC 9. Balance cairan Terapi: Diet nefritis 1800 kkal Protein 30 gr/hari Garam 1 gr/hari Captopril 3x3mg Lasix 1x3 mg Kcl 3x25 mg Amoxicillin 3x500mg

Follow up 19 Januari 2010 A/ : - Demam tidak ada - Batuk dan pilek tidak ada - Sakit kepala tidak ada

- Mual dan muntah tidak ada - Sembab ada pada kelopak mata dan tungkai - BAK kemerahan, nyeri tidak ada - BAB warna dan konsistensi biasa PF/ : KU Sedang Mata Dada Abdomen Ekstremitas Kesadaran Sadar Nadi 88 x/i TD 150/100 Nafas 28x/i Suhu 36,7oC

: edema palpebra +/+ konjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, reflek cahaya +/+ normal. : cor dan pulmo dalam batas normal : distensi tidak ada, hepar teraba 1/4 1/4 permukaan rata, kenyal, pinggir tajam, lien tidak teraba. : akral hangat, perfusi baik, edema palpebra kiri dan kanan, reflek fisiologis +/+, reflek patologis -/-

Hasil Laboratorium darah LED Ht : 30 mm/jam : 33 vol%

Trombosit : 488000/mm3

Hasil laboratorium faal ginjal: Ureum : 4,3 gr/dl

Kreatinin : 1,0 gr/dl

Kesan faal ginjal dalam batas normal Laju filtrasi glomerulus : = k x TB (cm) Kreatinin serum (mg/dl) 0,55 x 139 1 = 76,45

Hasil laboratorium Total protein Albumin Globulin : 7,0 gr/dl : 3,9 gr/dl : 3,1 gr/dl

Kesan dalam batas normal Balance cairan : p.o p.e jumlah diuresis Terapi : Diet nefrotik protein 70 gr/hari, garam 1 gram/hari Captopril 3x3 mg KCl 3 x 250 mg Lasix 1x30 mg : 400 cc :: 400 cc : 1,43 cc/kgbb/hari urine : 250cc IWL : 145cc jumlah : 395 cc

balance cairan +5 cc

BAB III DISKUSI Telah dilaporkan seorang pasien anak perempuan umur 10 8/12 tahun dengan diagnosis kerja glomerulonefritis akut pasca streptococcus. Diagnosis kerja ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan hasil laboratorium rutin. Data yang diperoleh dari anamnesa yaitu sembab pada kelopak mata pada pagi hari sejak 5 hari yang lalu, sembab menetap sepanjang hari dan sejak 3 hari yang lalu sembab juga tampak pada kedua tungkai. Nyeri menelan sejak 2 minggu yang lalu. Sakit kepala, mual, dan muntah tidak ada. Ada riwayat kaki borok sejak umur 4 tahun. Sebelumnya anak telah berobat ke puskesmas dan telah dilakukan pemeriksaan labor dengan hasil protein ++. Dari pemeriksaan fisik didapatkan bahwa terdapat tekanan darah 160/110, pada kulit tampak makula hiperpigmentasi dan krusta kecoklatan pada kaki kanan bekas luka. Pada mata, konjungtiva anemis, kelopak mata kiri dan kanan edema. Pada perut tidak di temukan adanya sifting dullness. Pada kaki pitting edema di pretibial kiri dan kanan. Dari pemeriksaan laboratorium darah juga didapatkan Hb 10,8 gr/dl, leukosit 17.100/mm3. Laboratorium urin didapatkan protein ++, sedimen leukosit ++, erotrosit + ++. Sesuai dengan literatur, gejala yang ditemukan tersebut merupakan gejala dari glomerulonefritis akut pasca streptococcus. Pengobatan yang dilakukan adalah diet nefrotik protein 70 gr/hari, garam 1 gram/hari, Captopril 3x3 mg untuk mengataasi hipertensinya, KCl 3 x 250 mg, Lasik 1x30 mg yang merupakan diuretik sebagai terapi hipertensinya dan mengatasi retensi cairan.

DAFTAR PUSTAKA 1. Behrman Richard,2000. Ilmu Kesehatan Anak (Nelson : Textbook of Pediatrics). Jakarta:EGC, hal : 1813-1814. 2. Alatas Husein,Prof.dr.,Sp.A(K),dkk,2002. Buku Ajar Nefrologi Anak, Jakarta:IDAI. 3. Staf pengajar IKA FKUI,2002. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak, Jakarta: FKUI