Anda di halaman 1dari 3

Dunia semakin berkembang, kehidupan pun semakin maju. Sekarang banyak desa-desa yang berubah menjadi perkotaan.

Banyak perumahan yang bermunculan sampai sampai berdempetan letaknya. Bahkan sekarang banyak industri pabrik yang bermunculan juga. Imbasnya sekarang lahanpun terasa sempit, apalagi jumlah manusia yang semakin banyak sehingga jumlah sampah yang dibuang juga mengalami peningkatan. Sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun-daun, plastik, kain bekas, karet dan lain lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk tanah saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. selain itu tradisi membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Jadi pada kenyataannya sampah telah mencemari tanah, badan air dan udara dalam kota. Sampah jika tidak ditangani dengan baik dan tepat seringkali menimbulkan masalah serius. Salah satu masalah yang dapat terjadi akibat salah menanggani sampah adalah pencemaran udara. Pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) dengan cara ditumpuk atau ditimbul dengan tanah ternyata dapat menyebakan pencemaran udara yang serius. Beberapa kajian membuktikan, penangganan sampah dengan cara seperti itu akan menghasilkan gas polutan seperti methan, H2S dan NH3. Gas H2S dan NH3 yang dihasilkan walaupun jumlahnya sedikit, namun dapat menyebabkan bau yang tidak enak. Kedua gas ini juga dapat merusak sistem pernafasan tanaman dan membuat tanaman kekurangan gas oksigen dan akhirnya mati. Gas berbahaya lainnya yang dihasilkan dari tumpukan sampah adalah methan atau CH4. Gas ini termasuk salah satu penyebab efek rumah kaca yang menyebabkan suhu di bumi terus mengalami peningkatan. Dalam kasus pemanasan global efek gas methan diketahui 23 kali lebih tinggi dari gas CO2. Dari sebuah kajian diketahui 1000 ton sampah dengan kandungan sampah organik 56 persen akan menghasilkan gas methana 21.000 ton setiap tahunnya. Jumlah ini setara dengan CO2 486.500 ton. Sehingga bisa dibayangkan betapa banyak gas methan yang dihasilkan akibat tumpukan sampah di TPA. Di Indonesia saat ini terdapat sekitar 450 TPA yang pengelolaannya sama, ditumpuk atau timbun dengan tanah. Penangganan sampah lain yang menyebabkan pencemaran udara adalah membakar sampah. Membakar sampah seringkali diambil sebagai langkah untuk menuntaskan masalah sampah. Memang benar dengan dibakar tumpukan sampai dapat dikurangi dengan cepat, namun cara ini menjadi lebih berbahaya karena dampak dari pembakaran yang tidak benar akan menghasilkan gas atau senyawa kimia yang justru lebih berbahaya lagi. Beberapa kajian sudah membuktikan pembakaran sampah tidak hanya menghasilkan senyawan kimia yang berbahaya bagi lingkungan tetapi juga bersifat karsiogenik (menyebabkan kanker) bagi manusia.

Maka dari itu sering kali sampah menimbulkan berbagai permasalahan yang serius. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari sampah misal: 1. Dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan pembuangan sampah yang tidak terkontrol dengan baik merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit. Potensi bahaya yang ditimbulkan adalah sebagai berikut: Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit DBD dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. - Penyakit jamur dapat juga menyebar ( misalnya jamur kulit ). - Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah- Sampah beracun seperti kejadian di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa ( Hg ). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
2. Dampak Terhadap Lingkungan Cairan terhadap rembesan sampah yang masuk kedalam drainase

atau sungai akan mencemari air. berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap dan hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
3.

Dampak Terhadap Sosial Ekonomi - Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana sehingga memberikan dampak negatif bagi kepariwisataan Sehingga akan lebih tepat untuk dipahami jika pembakaran sampah bukan sebuah penyelesaian

yang tepat untuk mengatasi tumpukan sampah yang jumlahnya terus bertambah seiring dengan pertambahan penduduk dan perubahan gaya hidup yang semakin konsumtif. Fakta bahwa masih banyak warga yang membakar sampah tidak hanya terjadi di pedesaan, tetapi juga di perkotaan. Sampah ditimbun di lahan kosong lalu dibakar. Selain itu, pembakaran sampah juga dilakukan oleh pemerintah, yaitu dengan menggunakan alat (teknologi) yang disebut insinerator. Teknologi canggih yang diterapkan untuk membakar sampah dengan insinerator membutuhkan investasi dan biaya operasional yang mahal. USAHA PENGENDALIAN SAMPAH Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternativ pengolahan yang benar. Teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan dengan cara pembakaran yang terkontrol atau Insinerasi dengan cara memakai Incenerator. Selain itu juga memakai prinsip reduksi bersih

yang diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan prinsip 4 R yaitu ( Reduce, Reuce, Recycle dan Replace ). Dalam keseharian dapat dilakukan oleh siapa saja untuk mengurangi volume sampah dan mencegah penularan penyakit dapat dilakukan antara lain:- Belanja jangan boros, perhitungkan keperluan dengan cermat - Bawalah keranjang belanja yang dapat dipakai berulang kali sehingga mengurangi sampah plastik - Upayakan daun sebagai pembungkus karena sampah daun hancur ditanah -Jangan masukan sampah kedalam got sungai atau laut. - Sampah dapur dan dedaunan untuk kompos, kertas untuk daur ulang, kaleng untuk pot. Mengingat dampak pencemaran udara yang ditimbulkan akibat penangganan sampah yang salah, maka sudah sewajarnya jika pemerintah memberi perhatian serius dalam mengatasi sampah, terutama di perkotaan. Di tahun-tahun mendatang masalah sampah akan terus menjadi masalah serius terutama bagi daerah perkotaan jika tidak segera dicari solusi yang tepat.Ketergantungan pada pengolahan sampah di TPA tidak relevan lagi bagi daerah perkotaan yang semakin hari semakin sulit mencari lahan. Pengelolaan sampah ditingkat komunitas atau rumah tangga merupakan alternatif yang bisa diambil untuk mengatasi masalah sampah di perkotaan. Untuk itu, yang diperlukan tidak hanya partisipasi masyarakat tetapi juga kebijakan pemerintah kota. Tanpa kebijakan pemerintah, apa pun dan seberapa besar partisipasi masyarakat tidak akan berarti. Pandangan bahwa partisipasi masyarakat tidak sebatas membayar retribusi sampah harus dihapus, karena sampah bukan masalah pemerintah atau masalah masyarakat saja, tetapi masalah semua elemen di kota ini.