Anda di halaman 1dari 11

Padang, 19 November 2012

Perihal : Gugatan

Yth. Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Padang CQ Majelis Hakim Di Tempat

Dengan hormat, Saya yang bertanda tangan di bawah ini bertindak untuk dan atas nama CV ITUANO, persekutuan komanditer yang didirikan berdasarkan Akta Nomor 36 tertangal 28 September 1993 yang dibuat oleh Notaris Hajjah Chaijar Bakar, S.H. dengan Direktur Berlyn Berlian, memberikan kuasa kepada saya berdasarkan Akta Nomor 16 tertanggal 29 Maret 2012 yang dibuat oleh Notaris Sri Rejeki Suksessilawati, S.H :

Nama Kewarganegaraan Alamat

: : :

Muhammad Athar Fuadi Nasution Indonesia Jl. Jati II Jorong Kampung Cubadak Kec. Pasaman Kab.Pasaman Barat

Pekerjaan

Kuasa Direktur CV. Ituano

Untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT -----------------------------------------------------------------

Dengan ini mengajukan Gugatan terhadap :

Ketua Unit Layanan Pengadaan ( ULP ) Kabupaten Pasaman Barat Tempat kedudukan : Simpang IV, Kabupaten Pasaman Barat

Selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT-----------------------------------------------------------------------------

I.

Obyek Gugatan : Adapun yang menjadi Obyek gugatan dalam perkara ini adalah Keputusan Tata Usaha Negara ( KTUN ) yang berupa penetapan tertulis yang dikeluarkan Oleh TERGUGAT sebagai badan atau pejabat tata usaha negara yang bersifat konkret , individual , dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum sesuai dengan definisi KTUN berdasarkan Pasal 1 butir 9 Undang- Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yang berupa :

Pengumuman Pelelangan Pengadaan Barang / Jasa pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat TA. 2012 tertanggal 15 Agustus 2012, dengan kegiatan Pembangunan Unit Gedung Baru SMA I Pasaman yang menetapkan CV. Lae Eka Pratama sebagai Pemenang Lelang ( Obyek Gugatan )

Obyek Gugatan tersebut diterbitkan dengan mendasarkan pada : Berita Acara Hasil Pelelangan ( BAHP ) No. ____ /42/pokja.4.PK/ulp/VIII tertanggal 13 Agustus 2012 .

II.

Kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara Padang

1. Bahwa pasal 24 ayat (2) Perubahan Ketiga UUD 1945 menyatakan: Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi;------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Bahwa pasal 1 butir 7 Undang- undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ( UU No. 5 /1986 ) menyatakan : Pengadilan adalah Pengadilan Tata usaha Negara dan / atau Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara di Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara;------------------------------------------------------

3. Bahwa pasal 1 butir 4 UU No. 5 / 1986 menyatakan : Sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata usaha Negara antar orang atau badan hukum perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara ,baik pusat

maupun daerah, sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara , termasuk Sengketa Kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;--------------------------

4. Bahwa PENGGUGAT dan TERGUGAT yang bersengketa dalam perkara ini berkedudukan di daerah yang merupakan wilayah hukum dan menjadi kompetensi absolut Pengadilan Tata Usaha Negara Padang;-----------------------------------------------------------------------------------------------------

5. Bahwa pasal 1 butir 9 Undang- Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara ( UU No. 51/2009 ) menyatakan : Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peratuan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual , final , yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata .

5.1.1. Konkret artinya objek yang diputuskan dalam Keputusan Tata Usaha Negara tidak abstrak melainkan berwujud tertentu dan dapat ditentukan; 5.1.2. Individual berarti Keputusan Tata Usaha Negara tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu baik alamat maupun hal yang dituju; 5.1.3. Final berarti sudah definitive dan karenanya dapat menimbulkan akibat hukum;

6. Bahwa oleh karena obyek gugatan adalah KTUN yang dikeluarkan oleh TERGUGAT yang merupakan badan atau pejabat tata usaha negara sebagaimana diatur dalam pasal 1 butir 9 UU No. 51 / 2009 , PENGGUGAT mengajukan Gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Padang;----------

7. Bahwa pada tanggal 15 Agustus 2012 TERGUGAT menerbitkan KTUN yang menjadi Obyek Gugatan dalam perkara ini yang menetapkan CV. Lae Eka Patama sebagai Pemenang Lelang;---------

8. Bahwa pasal 48 ayat (1) UU No. 5 / 1986 menyatakan : Dalam hal suatu badan atau pejabat tata usaha negara diberi wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan secara administrasi sengketa tata usaha negara tertentu, maka sengketa tata usaha negara tersebut harus melalui upaya administratif yang tersedia ;------------------------------------------------------------------------------------------------------------

9. Bahwa pada tanggal 17 Agustus 2012 PENGGUGAT mengajukan Sanggahan sebagai wujud upaya administratif yang dapat ditempuh untuk menolak atas penetapan CV. Lae Eka Pratama selaku Pemenang Lelang oleh TERGUGAT karena dinilai tidak sesuai dengan prosedural dan aturanaturan hukum formal maupun materil yang berlaku;---------------------------------------------------------

10.

Bahwa dengan diajukannya Sanggahan oleh PENGGUGAT, telah memenuhi persyaratan untuk mengajukan Gugatan selaku Justiciable dalam perkara ini kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Padang, sebagaimana diharuskan oleh pasal 48 ayat (1) UU No. 5/ 1986;--------------------------------

11. Bahwa pasal 55 UU No. 8 / 1986 menyatakan : Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkan keputusan badan atau pejabat tata usaha negara ;---------------------

12. Bahwa pada tanggal 29 Agustus 2012 TERGUGAT mengeluarkan Jawaban Sanggahan atas Sanggahan yang dilayangkan PENGGUGAT dan diterima tanggal 30 Agustus 2012 oleh PENGGUGAT. Oleh karenanya masih dalam tenggang waktu untuk mengajukan gugatan, sebagaimana yang diharuskan oleh Pasal 55 UU No. 8 / 1986;--------------------------------------------

13. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka Pengadilan Tata Usaha Negara Padang berwenang untuk memeriksa dan mengadili Gugatan ini;-------------------------------------------------------------------

III.

Alasan alasan Gugatan : TERGUGAT dalam kapasitas jabatannya telah melaksanakan Pelelangan untuk Pembangunan Unit Baru Gedung SMAN 1 Pasaman, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat ( KODE LELANG 5301) dan juga telah menetapkan pemenang lelang berdasarkan KTUN yang menjadi Obyek Gugatan Dalam Perkara ini. Dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku , pada dasarnya baik dari tahap pelelangan hingga penunjukan pemenang lelang. TERGUGAT harus mendasarkan tindakannya pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah ( Perpres No. 54/2010 ), Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2011 tentang Perubahan Pertama Atas peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah ( Perpres No. 35/ 2011 ), Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah ( Perpres No. 70/ 2012 ),

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7 Tahun 2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Konsultansi ( Permen PU No. 7/2011 ), dan Perka No. 1

Tahun 2011 tentang Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik(e-tendering).

Namun dalam faktanya TERGUGAT tidak menerapkan keseluruhan peraturan tersebut sebagaimana mestinya dan telah menerbitkan KTUN yang menjadi Obyek Gugatan berdasarkan BAHP yang diterbitkan tanpa nomor surat yang memposisikan BAHP tersebut menjadi cacat administrative yang artinya KTUN yang menjadi obyek gugatan dalam perkara ini tersebut serta merta juga cacat administrative yang akhirnya menimbulkan kerugian bagi PENGGUGAT. Untuk lebih jelasnya duduk perkara dalam sengketa ini, PENGGUGAT paparkan dalil dalil (alasan - alasan ) gugatan PENGGUGAT : 1. Bahwa dalam rangka melaksanakan pemenuhan kebutuhan akan gedung baru di SMAN 1 Pasaman, Kecamatan Pasaman , Kabupaten Pasaman Barat, PENGGUGAT mengumumkan Lelang Pembangunan Unit Gedung Baru SMAN 1 PASAMAN, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat dengan kode lelang 5301 dan berdasarkan Dokumen Pengadaan No. Paket 42/POKJA.IV/ULP/VII/2012 tanggal 28 Juli 2012;---------------------------------------------------------

2. Bahwa sehubungan dengan pengumuman pelelangan tersebut maka PENGGUGAT mendaftarkan diri sebagai salah satu peserta lelang;----------------------------------------------------------------------------

3. Bahwa dalam tahap Pengumuman dan Pendaftaran Lelang Layanan Publikasi e- Tendering tidak dapat di akses. Server LPSE Pasaman Barat tidak dapat diakses selama masa pendaftaran dan pemasukan dokumen yang dimulai sejak hari Jumat tanggal 3 Agustus 2012 pukul 16.00 wib sampai hari Senin tanggal 6 Agustus 2012, pukul 11.49 wib . Padahal pendaftaran lelang ini dimulai untuk periode 31 Juli sampai 6 Agustus 2012 pukul 12.00 wib dan pemasukan dokumen penawaran dimulai sejak sampai 7 Agustus 2012 jam 12.00 wib.

Atas ketidaktersediaan layanan publikasi E-tendering ini tentu saja PENGGUGAT sangat dirugikan karena tidak adanya keterbukaan dan transparansi dalam pengadaan serta menyulitkan

PENGGUGAT untuk mendaftar dan memasukkan dokumen. Selain itu, juga tidak adanya iktikad baik dari pihak TERGUGAT untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena tidak ada suatu bentuk klarifikasi apapun dari pihaknya mengenai gangguan layanan elektronik ini. Hal ini jelas bertentangan dengan :

a.

Pasal 1 angka 39 Perpres No. 54 /2010 yang menyatakan :

E-Tendering adalah tata cara pemilihan Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semuaPenyedia Barang/Jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan secara elektronik

b. Pasal 73 ayat (3) Perpres No. 54/ 2010 yang menyatakan : Pelaksanaan Pelelangan/Seleksi diumumkan secara terbukadengan mengumumkan secara luas sekurang-kurangnya melalui: a. website K/L/D/I; b. papan pengumuman resmi untuk masyarakat; dan c. Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE.

c.

Pasal 5 Perpres No. 54/ 2010 yang menyatakan :

Pengadaan Barang/Jasa menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. efisien; b. efektif; c. transparan; d. terbuka; ... e. terbuka; f. bersaing; g. adil/tidak diskriminatif; dan h. akuntabel.

d. Perka No. 1 Tahun 2011

tentang standar dokumen pengadaan secara elektronik(e-

tendering);---------------------------------------------------------------------------------------------------

4. Bahwa dalam masa pendaftaran Kualifikasi Peserta Lelang tidak dijabarkan secara komprehensif sesuai dengan ketentuan yang termuat dalam Perpres No. 54/ 2010 dan berpotensi terjadinya diskriminasi dan pengkaburan persyaratan peserta lelang.

TERGUGAT hanya menuliskan kualifikasi peserta lelang secara parsial bukan secara komprehensif sebagaimana dijabarkan dalam Pasal 19 ayat 1 Perpres No. 54/ 2010, khususnya untuk ketentuan pasal tersebut dalam huruf c. TERGUGAT mensyaratkan bahwa peserta lelang adalah pihak yang seharusnya telah mendapatkan pekerjaan minimal 1 pekerjaan dalam kurun waktu empat tahun terahir.

Ketentuan ini tentu saja akan menghambat dan menutup kesempatan bagi PENGGUGAT atau peserta-peserta lain yang tergolong sebagai perusahaan baru yang belum beroperasi dalam kurun waktu empat tahun.Padahal berdasarkan Pasal 19 ayat 1 huruf d sebagai kelanjutan atas ketentuan tersebut telah mengatur pengecualian bahwa ketentuan tersebut dikecualikan bagi perusahaan yang berdiri kurang dari 3 tahun;---------------------------------------------------------------------------------------

5. Bahwa Tahap Penyusunan Dokumen Pengadaan dan Addendum Dokumen Pengadaan beberapa ketentuan penting yang seharusnya diatur dan dijabarkan di dalam Bab IV tentang Lembar Data Pemilihan (LDP) dan Bab V tentang Lembar Data Kualifikasi (LDK), yang tidak dituliskan secara rinci dan jelas, sebagai berikut: 5.1. Tidak dituliskannya besaran nilai Jaminan Sanggahan Banding (huruf M.1 pada LDP); 5.2. Tidak diatur mengenai Jangka Waktu Berlakunya Jaminan Sanggahan Banding dalam LDP kedua poin tersebut jelas bertentangan dengan Pasal 67 ayat 2 huruf e tentang jaminan pada Perpres No. 54/ 2010;----------------------------------------------------------------------------------------------

6. Bahwa pada tanggal 13 Agustus 2012 TERGUGAT mengeluarkan keputusan berupa Berita Acara Hasil Pelelangan ( BAHP ) No. ____ /42/pokja.4.PK/ulp/VIII yang menetapkan CV. Lae

Eka Pratama selaku pemenang Lelang;---------------------------------------------------------------------------

7. Bahwa terdapat kesalahan fatal yang dilakukan TERGUGAT baik disengaja ataupun tidak dalam kapasitasnya sebagai badan atau pejabat tata usaha negara dengan membiarkan terbitnya KTUN berupa Berita Acara Hasil Pelelangan ( BAHP ) No. ____ /42/pokja.4.PK/ulp/VIII tanpa

memiliki nomor surat yang artinya KTUN yang diterbitkan tersebut cacat administrative dan tidak sah secara hokum. Nomor surat adalah wujud dari identitas sebuah surat sehingga dapat memiliki daya eksekutorial yang memiliki kekuatan mengikat secara hokum bagi para pihak yang terkait dan berimplikasi langsung untuk keabsahan KTUN lainnya yang diterbitkan berdasarkan BAHP tersebut. Dengan demikian keseluruhan KTUN yang diterbitkan TERGUGAT berdasarkan BAHP tersebut dapat dinyatakan tidak sah secara hokum yang artinya Penetapan CV. Lae Eka Pratama sebagai Pemenang Lelang pun tidak sah secara hokum.;--------------------------------------------------------------

8. Bahwa

dengan kesalahan TERGUGAT sebagaiman disebutkan pada butir 8 (delapan)

TERGUGAT dalam kapasitasnya sebagai badan atau pejabat tata usaha negara harus bertanggungjawab atas sengketa dan permasalahan yang dipicu dan ditimbulkan lebih lanjut dari

Penerbitan BAHP tersebut yang merupakan dasar penerbitan Obyek Gugatan dalam perkara ini. Kelalaian ataupun kecerobohan TERGUGAT tidak dapat dijadikan alasan pemaaf dalam perkara ini karena penerbitan BAHP tersebut akibat hukumnya berimplikasi langsung dengan keabsahan dari Objek Gugatan dalam perkara ini yang berdampak langsung bagi TERGUGAT dan peserta lelang lainnya;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

9. Bahwa Tidak lulusnya PENGGUGAT dalam evaluasi administrasi, teknis, dan kualifikasi penawaran sesuai dengan BAHP dinilai tidak mendasar karena PENGGUGAT telah memenuhi semua ketentuan yang dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan dan telah pula merujuk pada peraturan-peraturan terkait sebagai berikut dalam penyusunan dokumen penawaran , meliputi:

9.1. Perpres No. 54 / 2010, beserta Lampiran Tiga tentang Jasa Konstruksi; 9.2. Permen PU No. 7/ 2011 serta lampiran Buku Pk A dan B tentang Dokumen Penawaran Pasca kualifikasi Kontrak Harga Satuan; dan 9.3. Standar Dokumen Pengadaan LKPP secara Elektronik ;----------------------------------------

10. Bahwa Pemenang lelang bukanlah pihak yang memberi tawaran terendah dan wajar. Tidak ditunjuknya PENGGUGAT sebagai Pemenang Lelang dirasa tidak berdasar, karena berdasarkan Perpres No. 54/2010 beserta Lampiran Tiga tentang Jasa Konstruksi, penunujukan pemenang lelang harus mengacu pada tawaran terendah dan wajar. Pemenang lelang bukanlah pihak yang memberi tawaran terendah dan wajar.

Akan tetapi, TERGUGAT tidak mendasarkan penunjukannya pada asas

tersebut karena

perbandingan nilai penawaran PENGGUGAT senilai Rp. 1.846.015.300,- begitu kontras dengan pemenang lelang yaitu Rp. 1.868.700.000,- ;-----------------------------------------------------------------

11. Bahwa pada tanggal 14 Agustus 2012 TERGUGAT mengeluarkan keputusan berupa Surat Penunjukan Pemenang Lelang Nomor 065/472/ULP/pokja IV/2012 yang memutuskan CV. Lae Eka Pratama selaku pemenang Lelang;--------------------------------------------------------------------------

12. Bahwa pada tanggal 15 Agustus 2012 TERGUGAT mengeluarkan KTUN Pengumuman Pelelangan Pengadaan Barang / Jasa pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat TA. 2012 tertanggal 15 Agustus 2012, dengan kegiatan Pembangunan Unit Gedung Baru SMA I Pasaman yang menetapkan CV. Lae Eka Pratama sebagai Pemenang Lelang ( Obyek Gugatan ) sebagai tindakan lanjutan atas dikeluarkannya BAHP dan Surat yang sebagaimana disebutkan pada butir 11;------------------------------------------------------------------------------------------

13. Bahwa menyadari terdapatnya penyimpangan- penyimpangan Hukum yang menimbulkan kerugian bagi PENGGUGAT yang dilakukan oleh TERGUGAT dalam perkara tersebut di atas maka PENGGUGAT pada tanggal 17 Agustus 2012 melayangkan Surat Sanggahan Lelang kepada TERGUGAT sebagai bentuk tindakan administrative sebagaimana diatur pada Pasal 81 ayat (1) Perpres No. 54/ 2010 yang menyatakan : Peserta pemilihan Penyedia Barang/Jasa yang merasa dirugikan,baik secara sendiri maupun bersama-sama dengan peserta lainnya dapat mengajukan sanggahan secara tertulis apabila menemukan: a. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden ini dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan Barang/Jasa;

b. adanya rekayasa yang mengakibatkan terjadinya persaingan yang tidak sehat; dan/atau c. adanya penyalahgunaan wewenang oleh ULP dan/atau Pejabat yang berwenang lainnya.;

14. Bahwa pada Tanggal 29 Agustus 2012, TERGUGAT memberikan Jawaban Sanggahan atas Surat Sanggahan Lelang yang dilayangkan PENGGUGAT Namun substansinya tidak mampu

menjawab penyimpangan- penyimpangan hukum yang dilakukan;------------------------------------------

15. Bahwa terdapat ambiguitas dari penetapan nilai Jaminan Sanggahan Banding oleh TERGUGAT dalam Dokumen Persyaratan Peserta Lelang yang masih didasarkan pada pasal 82 ayat (3) Perpres No. 54/2010 yang menyatakan : Jaminan Sanggahan Banding ditetapkan sebesar 20/00 (dua perseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)

Padahal Perpres tersebut telah mengalami 2 kali perubahan melalui Perpres No. 35/2011 sebagai Perubahan Pertama dan Perpres 70/ 2012 sebagai Perubahan Kedua. Salah satu muatan perubahan yang termaktub dalam Perpres 70/2012 adalah merubah bunyi pasal 82 ayat 3 menjadi sebagai berikut ; Jaminan Sanggahan Banding ditetapkan sebesar 1 % (satu perseratus ) dari nilai total HPS

Berdasarkan asas peraturan perundangan yang baik maka peraturan yang harus dipergunakan dalam menetapkan nilai Jaminan Sanggahan Banding semestinya adalah Peraturan perundangan terbaru yaitu Perpres No. 70/ 2012;--------------------------------------------------------------------------------------

16. Bahwa sebagaimana disebutkan pada butir 16 , PENGGUGAT dalam hal ini menjadi kesulitan dan menimbulkan kekaburan untuk menetapkan nilai Jaminan Sanggahan Banding mana yang akan

dipergunakan untuk dapat melanjutkan ketahap administrative Sanggahan Banding sehinnga menghambat PENGGUGAT untuk dapat mengajukan Sanggahan Banding sebagaimana diatur dalam pasal 82 ayat 1 Perpres No. 70/ 2012 yang menyatakan : Peserta yang tidak puas dengan Jawaban Sanggahan dari kelompok kerja ULP dapat mengajukan Sanggahan Banding kepada Menteri / Lembaga / Kepala Daerah / Pimpinan Institusi atau kepada Pejabat yang menerima penugasan untuk menjawab Sanggahan Banding paling lambat 5 (lima ) hari kerja untuk Pelelangan Umum / Pelelangan Terbatas, dan paling lambat 3 ( tiga ) hari kerja untuk Pelelangan Sederhana / Seleksi Sederhana / Pemilihan Langsung setelah diterimanya Sanggahan Banding ;--------------------------------------------------------------------------------------------

17. Bahwa berdasarkan dalil- dalil tersebut diatas , perbuatan TERGUGAT telah menciderai hak PENGGUGAT untuk dapat menjadi Pemenang Lelang pada Lelang Pembangunan Unit Baru Gedung SMAN 1 PASAMAN, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat dengan kode Lelang 5301;---------------------------------------------------------------------------------------------------------

18. Bahwa dengan diterbitkannya KTUN yang menjadi Obyek Gugatan oleh TERGUGAT. TERGUGAT telah melakukan perbuatan melawan hukum onrechtmatige overheidsdaad yang

mengandung unsur- unsur kecurangan terbukti dari banyaknya ketentuan- ketentuan yang dilanggar TERGUGAT dan jelas menimbulkan kerugian bagi PENGGUGAT;--------------------------------------

19. Bahwa PENGGUGAT mengalami kerugian materil atas Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi Obyek Gugatan yang diterbitkan TERGUGAT dengan rincian sebagai berikut:

Biaya Pembuatan Penawaran Biaya Pembuatan Sanggahan Biaya Penyusunan Gugatan Total Kerugian PENGGUGAT

: : : :

Rp. 1. 300.000,00 Rp. 1. 800.000,00 Rp. 1. 900.000,00 Rp. 5. 000.000,00;--------------------------------------------

20. Bahwa Perbuatan TERGUGAT adalah perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan KTUN yang menjadi Obyek Gugatan dalam perkara ini yang diterbitkan oleh TERGUGAT adalah KTUN yang bertentangan dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaiman dipaparkan dalam dalil- dalil gugatan tersebut diatas.

IV.

Petitum

Berdasarkan uraian tersebut di atas, mohon kiranya Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara yang memeriksa dan mengadili perkara memutus dengan amar sebagai berikut : 1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;

2. Menyatakan batal atau tidak sah Pengumuman Pelelangan Pengadaan Barang / Jasa pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat TA. 2012 tertanggal 15 Agustus 2012,

dengan kegiatan Pembangunan Unit Gedung Baru SMA I Pasaman, Kecamatan Pasaman , Kabupaten Pasaman Barat yang menetapkan CV. Lae Eka Pratama sebagai Pemenang Lelang ( Obyek Gugatan ) yang diterbitkan oleh TERGUGAT;

3. Memerintahkan kepada TERGUGAT mencabut Pengumuman Pelelangan Pengadaan Barang / Jasa pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat TA. 2012 tertanggal 15 Agustus 2012, dengan kegiatan Pembangunan Unit Gedung Baru SMA I Pasaman yang menetapkan CV. Lae Eka Pratama sebagai Pemenang Lelang ( Obyek Gugatan ) yang diterbitkan oleh TERGUGAT;

4. Menghukum

TERGUGAT

memberikan

kompensasi

atas

kerugian

yang

diderita

PENGGUGAT;

5. Menghukum TERGUGAT untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dalam perkara ini;

Apabila Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Kota Padang yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain, mohon keputusan yang seadil-adilnya ( Ex. Aequo Et Bono ).

Hormat kami, Kuasa Direktur CV. Ituano PENGGUGAT

Muhammad Athar Fuadi Nasution