Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN FOTO PENUGASAN Sampah Lingkungan di Pasar Sidokriyo

NAMA NIM Kelompok Nama Tutor

: Robin Perdana Saputra : 08711054 : 11 : dr.Nining Fajar Wati

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITA ISLAM INDONESIA

2008

BAB I KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb Audzubillahiminnashaitonirrajim bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah melimpahkan karunia dan kasih sayangnya kepada kita semua, sehingga atas izin Nya saya dapat menyelesaikan penugasan foto lingkungan ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, makhluk Allah yang paling mulia, penghulu, dan pembawa cahaya kebenaran bagi seluruh alam.Serta tidak lupa ucapan terimakasih kepada para warga dukuh Sidokriyo yang turut membantu dalam observasi, sebaik-baiknya. Adapun tujuan dalam penulisan penugasan ini yaitu merupakan tugas yang diberikan kepada mahasiswa fakultas kedokteran UII angkatan 2008 untuk melengkapi persyaratan penilaian dalam kegiatan belajar mengajarnya. Yang kedua dari adanya tugas ini, saya menyadari bahwa tugas ini mendorong saya untuk melakukan penyelidikan, penelitian, dan survey mengenai suatu lingkungan yang tercemar akibat tingkah laku manusia yang tidak pada tempatnya, baik kurangnya kesadaran / kepeduliannya maupun ketidaktahuan atau belum mendapatkan ilmu mengenai lingkungan sehat yang benar. Semoga dalam penugasan ini dapat membantu kita mengingat pentingnya kebersihan dan keharmonisan hidup dengan lingkungan, serta mampu membawa keaikan bagi kita semua. Amin Saya menyadari bahwa dalam penugasan ini masih perlu banyak perbaikan, sehingga bila terdapat kesalahan dalam penulisan saya memohon maaf dan koreksi bagi saya. Dan bila terdapat kebaikan maka sesungguhnya itu dari Allah semata. Wassalamualaikum Wr. Wb sehingga penugasan ini dapat diselesaikan dengan

BAB II PEMBAHASAN

Deskripsi TPA Dusun Sidokriyo TPA daerah dusun Sidokriyo sangat memprihatinkan jika kita pikirkan lebih baik. Pasalnya di sana sudah menumpuk banyak sekali macam-macam sampah yang menimbulkan bau tidak sedap bagi lingkungan sekitar. Apalagi tempat pembuangan sampah tersebut dekat dengan pasar yang sangat vital kegunaannya. Pasalnya kita ketahui pasar adalah tempat untuk membeli kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat sekitar. Umumnya di dusun saya pasar tersebut hanya menjual kebutuhan pangan sehari-hari. Menurut saya itu sangat riskan karena kondisi keadaan pasar yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah sehingga kemungkinan dapat menimbulkan banyak penyakit apalagi melalui bau yang disebarkan oleh sampah tadi. Tidak hanya itu sampah di daerah saya benyak sekali dihinggapi oleh serangga seperti lalat, nyamuk dan hewan liar seperti anjing, ayam dan kucing. Sehingga takutnya kalau binatang-binatang tersebut membawa virus dan bakteri yang berbahaya bagi masyarakat dusun Sidokriyo yang nantinya akan menyebabkan suatu penyakit. Ditambah lagi kondisi masyarakat yang mengabaikan hal tersebut dan malah menambah cemar daerah tersebut seperti tidak menjaga kebersihan dari pasar tersebut. Sehingga hal ini perlu kesadaran dari masyarakat sekitar khususnya dan pemerintah untuk menjaga kebersihan agar terbebas dari penyakit yang ditimbulkan dari sampah tadi. Penyebab dan Faktor Resiko Terjadinya Pencemaran Jumlah penduduk yang semakin bertambah telah mempengaruhi kebutuhan penduduk

dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga semakin banyak pula sampah hasil dari efek pemakain kebutuhan masyarakat. Banyak jenis sampah yang ada pada TPA Sidokriyo. Misalnya sampah hasil dari pertokoan yang merupakan sampah terbanyak seperti kardus,plastik,tali,kaleng,besi,karet dll. Juga sampah organik yang merupakan sisa dari para pedagang pasar disana seperti sisa-sisa sayur,buah,daun dll. Juga tidak ketinggalan sampah rumah tangga yang terdiri dari berbagai macam sampah. Tempat pembuangan sampah itu terletak tepat dibelakang pasar yang setiap hari selalu ramai digunakan penduduk untuk membeli berbagai macam kebutuhan. Bahkan sekarang saja jumlah sampah yang ada sudah bertumpuk-tumpuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap dan tidak enak dipandang.

Akibat dari Pencemaran Sampah yang merupakan barang sisa dari berbagai macam benda merupakan barang barang yang tidak dipergunakan lagi. Sehingga sering kali menimbulkan masalah. Apalagi sekarang ini terjadi pennigkatan sampah sehingga dilakukan penimbunan dan pembakaran tanpa pemilahan sampah terlebih dahulu. Sehingga hal ini dapar menimbulkan pencemaran. Maka untuk menangani hal tersebut masyarat sekitar membuat lubang atau menggali lagi tanah di sekitar untuk membuat tempat penampungan lagi, lalu sampah ditimbun dengan tanah. Padahal hal seperti ini tidak baik untuk tekstur tanah karena sebelum melakukan penimbunan tanah sampah belum dipisah antara sampah organik dengan sampah anorganik, sehingga dapat merusak unsur hara yang ada pada tanah. Beberapa kajian membuktikan, penangganan sampah dengan cara seperti itu akan menghasilkan gas polutan seperti methan, H2S dan NH3. Gas H2S dan NH3 yang dihasilkan walaupun jumlahnya sedikit, namun dapat menyebabkan bau yang tidak enak. Kedua gas ini juga dapat merusak sistem pernafasan tanaman dan membuat tanaman kekurangan gas oksigen dan akhirnya mati.

Selain dengan cara diatas sering kali masyarakat sekitar ingin mencari kemudahan dalam mengurangi jumlah sampah yang menumpuk dengan cara membakar sampah-sampah tersebut sebelum memisahkan dahulu antara sampah organik dengan sampah anorganik, sehingga dapat mencemari udara sekitar karena kemungkinan banyak sampah anorganik yang berupa kaleng,alumunium,plastik dll, yang merupakan barang yang sulit dimusnahkan atau menimbulkan efek pencemaran jika dibakar yaitu berupa asap pekat.Namun cara ini menjadi lebih berbahaya karena dampak dari pembakaran yang tidak benar akan menghasilkan gas atau senyawa kimia yang justru lebih berbahaya lagi. Beberapa kajian sudah membuktikan pembakaran sampah tidak hanya menghasilkan senyawan kimia yang berbahaya bagi lingkungan tetapi juga bersifat karsiogenik (menyebabkan kanker) bagi manusia. Apalagi dalam tumpukan sampah tersebut sering di dekati oleh binatang-binatang liar seperti anjing, serangga,kucing juga ayam dll. Sehingga apabila binatang-binatang tersebut masuk ke lingkungan pasar dapat menyebarkan bakteri yang ada pada sampah-sampah itu melekat pada binatang tersebut. Secara tidak langsung makanan dan sayuran yang umumnya dijual di sekitar pasar dapat tercemar melalui binatang-binatang yang tidak sengaja membawa bakteri penyakit tersebut. Potensi bahaya yang ditimbulkan adalah sebagai berikut: Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Penyakit DBD dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. - Penyakit jamur dapat juga menyebar ( misalnya jamur kulit ). - Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh

cacing pita (taenia). Dan sering kali digunakan untuk tampat perkembang biakan nyamuk karena tidak adanya pemisahan jenis sampah sehingga kadang kala kaleng terisi genangan air ketika habis hujan dan hal ini dijadikan tempat untuk nyamuk berkembang biak. Dampak Terhadap Sosial Ekonomi - Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana sehingga memberikan dampak negatif bagi kepariwisataan Penanggulangan dan pencegahan a. Kerja bakti antara warga dan pemerintah daerah untuk membersihkan lingkungan TPA b. Pemberitahuan kepada masyarakat mengenai sampah agar masyarakat dapat meminimalisasikan sampah, serta dapat menggunakan sampah yang masih berguna untuk didaur ulang seperti Sampah dapur dan dedaunan untuk kompos, kertas untuk daur ulang, kaleng untuk pot. c. Penyemprotan bergilir untuk mengatasi demam berdarah d. Pengobatan yang tepat bagi penduduk yang terserang penyakit serta bantuan dana bagi penduduk yang membutuhkan e. Dan penyuluhan bagaimana cara penanganan untuk mengurangi jumlah sampah. Seperti

memisahkan sampah organik dengan anorganik. Untuk sampah organik boleh dibakar asal pembakarannya dilakukan pada suhu yang tinggi. Sedangkan untuk sampah anorganik boleh ditimbun asalkan penimbunannya pada kedalaman lebih dari 1m. f. Memindahkan TPA dari tempat yang setrategis. g. Belanja jangan boros, perhitungkan keperluan dengan cermat . h. Bawalah keranjang belanja yang dapat dipakai berulang kali sehingga mengurangi sampah plastik .

LAMPIRAN FOTO

DAFTAR PUSTAKA

Djambur, W. Sukarno. 1993. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pusat perbukuan. Ahya, M Salman, 1993, Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, Depdikbud, Jakarta Santiyono, 1994. Biologi I untuk Sekolah Menengah Umum, penerbit Erlangga Situs http:/www.depkes.com Situs http:/www.kompas.com Situs http:/www.suaramerdeka.com