Anda di halaman 1dari 4

ANALISA DATA NO 1.

Data Subyektif dan Obyektif DS : Klien mengeluh : - Nyeri pada perut - Nyeri pada uluh hati - Nyeri uluh hati setelah makan DO : Klien tampak : - Meringis - Skala nyeri 4 (1-10) - Suhu 39o C - TD : 120/90 mmHg ETIOLOGI Reaksi peradangan pada usus halus Nyeri Masalah Keperawatan

Keruskan mukosa usus halus

Merangsang reseptor nyeri

Mengeluarkan neotransmiter bradikmin, serotonin dan histamin disampaikan k ssp

Persepsi nyeri 2. DS : Klien mengeluh : - Demam tinggi - Demam terus menerus - Bertahap naik dan turunnya. DO : Klien tampak : - Lemas - Suhu : 39o C - Akral teraba hangat Makanan yang terkontaminasi salmonella typhi A, B, C Hipertermi Masuk ke dalam aliran darah

Bakteri melepas Endotoksin

Merangsang sintesa dalam pelepasan zat pytrogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang

Infeksi disampaikan hypotalamus bagian termoregulator melalui ductus toracius ke pusat termoregulasi

Peningkatan suhu

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Nyeri berhubungan dengan peradangan pada usus halus akibat infeksi salmonella typhi yang ditandai oleh klien mengeluh nyeri pada perut dan nyeri uluh hati ketika setelah makan. 2. Hipertermi berhubungan dengan infeksi salmonella typhi yang ditandai oleh klien mengeluh demam tinggi, panasnya terus menerus dan bertahap naik turunnya.

Rencana Tindakan Keperawatan Nama Klien : Ny.I NO 1. Dxp 1 Ruangan : IX Tujuan Setelah dilakukan tindakan selama 3x 24 jam, diharapkan masalah nyeri teratasi.Dengan kriteria hasil : 1. Rasa nyeri berkurang. 2. Keadaan klien tampak rileks. 3. Skala nyeri 0. No.RM : 14056192 Rasional Identifikasi karakteristik nyeri dan faktor yang berhubungan untuk memilih intervensi. Meningkatkan relaksasi. Sebagai indikator awal terjadinya nyeri. Agar pasien tenang dan nyaman. Meningkatkan kenyamanan umum. Menghilangkan nyeri sedang sampai berat

INTERVENSI 1. Catat lokasi, lama, dan intensitas nyeri.

2. Kompres hangat pada daerah nyeri. 3. Observasi TTV

4. Ciptakan lingkungan yang tenang. 5. Ajarkan klien tehnik distraksi dan relaksasi.

6. Kolaborasi dengan pemberian obat analgesik.

2.

Setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24 jam, diharapkan masalah hipertermi teratasi. Dengan kriteris hasil : 1. Suhu tubuh normal

1. Berikan penjelasan kepada klien dan keluarganya tentang peningkatan suhu tubuh.

2. Anjurkan klien menggunakan pakaian tipis dan menyerap keringat.

Agar klien dan keluarganya mengetahui sebab dari peningkatan suhu dan membantu mengurangi kecemasan yang timbul. Untuk menjaga agar klien merasa nyaman, pakaian tipis akan membantu mengurangi penguapan tubuh.

3. Observasi TTV

4. Memberikan kompres hangat di bagian lipatan- lipatan tubuh seperti di leher,aksila dan selangkangan kaki. 5. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian antibiotik dan antipiretik

TTV merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien. Untuk membantu menurunkan suhu dan dibagian lipatan banyak pembuluh darah besar. Antibiotik dapat mengurangi nyeri dan antipiretik dapat mengurangi panas.