Anda di halaman 1dari 11

ASI 1.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ASI A.

Perubahan Sosial Budaya -Ibu-ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya -Meniru teman,tetangga atau orang terkemuka yang memberikan susu botol -Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya B.Faktor Psikologis -Takut ketinggalan daya tarik sebagai seorang wanita -Tekanan batin C.Faktor Fisik Ibu -Ibu sakit,misalnya mastitis,panas,dan sebagainya D.Faktor kurangnya petugas kesehatan ,sehingga masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI E.Meningkatkana promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI F.Penerangan yang salah justru datangnya dari petugas kesehatan sendiri yang menganjurkan penggantian ASI dengan susu kaleng.

2.MANFAAT ASI Manfaat dalam pemberian ASI yaitu : A.Steril,aman dari pencemaran kuman B.Selalu tersedia dengan suhu yang optimal C.Produksi disesuaikan dengan kebutuhan bayi D.Mengandung antibody yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh kuman/virus E.Bahaya alergi tidak ada Sedangkan manfaat menyusui antara lain : -Terjalin hubungan yang erat antara bayi dan ibunya karena secara alami terjadi kontak kulit,bayi merasa aman.Hal ini sangat penting bagi perkembangan psikis dan emosi dari bayi.

-Dengan menyusui menyebabkan uterus berkontraksi sehingga pengembalian uterus ke keadaan fisiologis/sebelum hamil lebih cepat. -Perdarahan setekah melahirkan akan berkurang -Mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara -Kesuburan ibu akan berkurang untuk beberapa bulan(membantu program keluarga berencana)

3.PETUNJUK YANG DAPAT DIPAKAI UNTUK MENGETAHUI PRODUKSI ASI Beberapa criteria yang dapat dipakai sebagai patokan untuk mengetahui jumlah asi cukup atau tidak adalah : -ASI yang banyak merembes keluar melalui putting -Sebelum disusukan payudara terasa tengang. -Berat badan naik dengan memuaskan sesuai dengan umur Umur 1-3 bulan 4-6 bulan 7-9 bulan 10-12 bulan Kenaikan berat badan rata-rata 700 gr/bulan 600 gr/bulan 400 gr/bulan 300 gr/bulan

Pada umur 5 bulan tercapai 2x berat badan waktu lahir Pada umur 1 tahun tercapai 3x berat badan waktu lahir -Jika ASI cukup,setelah menyusui bayi akan tertidur/tenang selama 3-4 jam -Bayi kencing lebih sering,sekitar 8x sehari

4.KOMPOSISI ASI ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein,laktose dan garam-garam organic yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu,sebagai makanan utama bagi bayi.Komposisi ASI tidak konstan dan tidak sama dari waktu ke waktu. Faktor yang mempengaruhi komposisi ASI adalah :

-Stadium laktasi -Ras -Keadaan nutrisi -Diit ibu

5.ASI menurut stadium laktasi a.Kolostrum Merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara,mengandung tiisue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium. Disejresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat. Komposisi dari kolostrum ini dari hari kehari selalu berubah. Merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning-kuningan,lebih kuning dibandingkan dengan susu yang matur. Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekoneum dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang. Lebih banyak mengandung protein dibanding dengan ASI yang matur,tetapi berlainan denganASI yang matur pada kolostrum protein yang utama adalah globulin(gamma globulin) Lebih banyak mengandung antibody dibandingkan dengan ASI yang matur,dapat membeikan perlindungan bagi bayi sampai umurn6 bulan. Kadar karbohidrat dan lemak rendah jika dibandingkan dengan ASI yang matur. Mineral terutama natrium,kalium dan klorida lebih tingggi jika dibandingkan dengan susu matur Total energy lebih rendah jika dibandingkan dengan susu matur,hanya 58 kal/100 ml kolostrum. Vitamin yang larut dalam lemak lebih tinggi jika dibandingkan dengan ASI matur,sedangkan vitamin yang larut dalam air dapat lebih tinggi atau lebih rendah. Bila dipanaskan akan menggumpal,sedangkan ASI matur tidak. pH lebih alkalis dibandingkan dengan ASI matur. Lipidnya lebih banyak mengandung kolesterol dan lesitin dibandingkan dengan ASI matur. Terdapat tripsin inhibitor,sehingga hidrolisis protein di dalam usus bayi menjadi kurang sempurna.Hal ini akan lebih banyak menambah kadar antibody pada bayi. Volume berkisar 150-300 ml/24 jam.

b.Air Susu Masa peralihan Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI yang matur. Disekresi dari hari ke-4 sampai hari ke-10 dari masa laktasi ,tetapi ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur baru terjadi pada minggu ketiga sampai kelima. Kadar protein makin merendah sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin meninggi. Volume makin meningkat Komposisi ASI menurut penyelidikan dari Kleiner I.S.&Osten J.M Waktu Protein Karbohidrat Lemak Hari ke-5 Hari ke-9 Minggu ke-34 c.Air Susu Matur Merupakan ASI yang disekresi pada hari ke-10 dan seterusnya,komposisi relative konstan Pada ibu yang sehat dimana produksi ASI cukup,ASI ini merupakan makanan satusatunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. Merupakan suatu cairan berwarna putih kekuning-kuningan yang diakibatkan warna dari garam Ca-caseinat,ribovlafin dan karoten yang terdapat didalamnya. Tidak menggumpal jika dipanaskan. Terdapat anti microbial factor antara lain : a.Antibodi terhadap bakteri dan virus b.Sel(fagosit granulosit dan makrofag dan limfosit tipe T) c.Enzim(lisozim,laktoperoksidase,lipase,katalase,fosfatase,amilase,fosfodieterase,alkalin fosfatase) d.Protein(Laktoferin,B12 binding protein) e.Resistance factor terhadap stafilokokus f.Komplemen g.Interferron producing cell h.Sifat biokimia yang khas,kapasitas buffer yang rendah dan adanya factor bifidus) i.Hormon-hormon 2,00 1,73 1,30 6,42 6,73 7,11 3,2 3,7 4,0

6.UNSUR DALAM ASI a.Protein dalam ASI Rasio protein whey : kasein = 60 : 40,sedangkan Air Susu Sapi(ASS) 20 : 80 Pengendapan protein whey lebih halus daripada kasein sehingga protein whey lebih mudah dicerna

ASI mengandung alfa-laktalbumin,sedangkan ASS mengandung beta-laktoglobulin dan bovine serum albumin yang sering menyebabkan alergi. ASI mengandung asam amino essensil taurin yang tinggi ,yang penting untuk pertumbuhan retina dan konjugasi bilirubun. Kadar methionin dalam ASI lebih rendah daripada ASS,sedangkan sisitin lebih tinggi.Enzim sistationase akan mengubah methionin menjadi sistin pada bayi sangat rendah atau tidak ada.Sistin merupakan asam amino yang sangat penting untuk pertumbuhan otak pada bayi. Kadar tirosin dan fenilalanin pada ASI rendah,hal ini menguntungkan untuk bayi prematur karena kadar tirosin yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan otak. Kadar poliamin dan nukleotid pada ASI lebih tinggi daripada di ASS hal ini sangat penting untuk sintesis protein . b.Karbohidrat dalam ASI ASI mengandung karbohidrat relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan ASS(6,5-7 gram) Karbohidrat utama yang terdapat dalam ASI adalah laktosa.Laktosa oleh fermentasi akan diubah menjadi asam laktat.Asam laktat akan membuat suasana asam dalm usus bayi,suasana ini memberikan beberapa keuntungan : a.Pengambatan pertumbuhan bakteri yang patologis. b.Memacu pertumbuhan mikroorganisme yang memproduksi asam organic dan mensinstesis vitamin. c.Memudahkan terjadinya pengendapan dari Ca-caseinat. d.Memudahkan absorpsi dari mineral misalnya kalsium,fosfor dan magnesium. Laktosa relatif tidak larut sehingga waktu proses digesti di dalam usus bayi lebih lama tetapi dapat diabsorpsi dengan baik oleh usus bayi.Selain laktosa terdapat glukosa,galaktosa dan glukosamin.Galaktosa penting untuk pertumbuhan otak dan medulla spinalis.Glukosamin merupakan bifidus factor di samping laktosa,ini memacu pertumbuhan Laktobasilus Bifidus yang sangat menguntungkan bayi. c.Lemak dalam ASI Kadar lemak dalam ASI dan ASS relatif sama,merupakan sumber kalori yang utama bagi bayi,dan sumber vitamin yang larut dalam lemak dan sumber asam lemak yang essensial.Keistimewaan lemak dalam ASI jika dibandingkan dengan ASS adalah : Bentuk emulsi lebih sempurna.Karena ASI mengandung enzim lipase yang memecah trigliserida menjadi digliserida dan kemudian menjadi monogliserida sebelum pencernaan di usus terjadi. Kadar asam lemak tak jenuh dalam ASI 7-8x ASS.Asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam kadar tinggi yang terpenting adalah : Rasio asam linoleik : akan memacu amsorpsi lemak dan kalsium,dan adanya garam kalsium dari asam lemak ini akan memacu perkembangan otak bayi dan mencegah terjadinya hipokalsemia.

Asam lemak rantai panjang (arachidonic dan docadexaeonic) yang berperan dalam perkembangan otak. Kolesterol yang diperlukan untuk mielinisasi susunan saraf pusat dan diperkirakan juga berfungsi dalam pembentukan enzim untk metabolisme kolesterol yang kan mengendalikan kadar kolesterol(mencegah arteriosklerosis pada usia muda) Asam palmitat terdapat dalam bentuk yang berlainan dengan asam palmitat dari ASS.Asam palmitat dari ASS dapat bereaksi dengan kalsium,menjadi garam Ca-palmitat yang akan mengendap dalam usus dan terbuang bersama feses.

d.Mineral dalam ASI ASI mengandung mineral yang lengkap.Walaupun kadarnya relatif rendah tetapi cukup untuk bayi sampai usia 6 bulan. Total mineral selama masa lakstasi konstan,tetapi beberapa mineral yang spesifik kadarnya tergantung dari diit dan stadium laktasi. Fe dan Ca paling stabil,tidak dipengaruhi oleh diit ibu. Garam organic utama adalah kalsium,kalium,dan natrium dari asam klorida dan fosfat.Yang terbanyak adalah kalium,sedangkan kadar Cu,Fe,dan Mn yang merupakan bahan untuk pembuat darah relatif sedikit.Ca dan P merupakan bahan pembentuk tulang kadarnya dalm ASI cukup. e.Air dalam ASI Sekitar 88% dari ASI terdiri dari air.Air berguna untuk melarutkan zat-zat yang terdapat di dalamnya.ASI merupakan sumber air yang secara metabolic aman.Air yang relatif tinggi pada ASI akan meredakan rangsangan haus dari bayi. f.Vitamin dalam ASI Vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap Vitamin A,D,dan C cukup,sedangkan golongan vitamin B,kecuali ribovlafin dan asam panthotenik kurang. g.Kalori dari ASI Kalori dari ASI relatif rendah,hanya 77 kalori/100ml ASI.Sembilan puluh persen berasal dari karbohidrat dan lemak,sedangkan 10% berasal dari protein. h.Unsur-Unsur lain dalam ASI Laktokrom,kreatin,kreatinin dan urea,xanthin,ammonia,dan asam sitrat.Substansi tertentu di dalam plasma darah ibu dapat juga berada dalm ASI misalnya minyak volatile dari makanan tertentu(bawang merah),juga obat-obatan tertentu seperi sulfonamide,salisilat,morfin dan alcohol,juga elemen-elemen anorganik misalnya As,Bi,Fe,I,Hg,dan Pb

7.PENGARUH WAKTU PADA KOMPOSISI ASI ASI yang pertama kali dihisap oleh bayi (menit pertama)dibandingkan ASI pada menit terakhir adalah berbeda.ASI menit pertama lebih cepat encer,kemudian kan lebih kental,ASI pada menit terakhir mengandung lemak 4-5x dn protein 1,5x lebih banyak dibandingkan dengan ASI menit-menit pertama. Bila bayi tersebut menyusu selama 15 menit,maka : 5 menit pertama mendapatkan : 60 % total volume ASI 60 % total protein ASI 60 % total karbohidrat ASI 40 % total lemak ASI 50 % total energi ASI 5 menit kedua mendapatkan : 25 % total volume ASI 25 % total protein ASI 25 % total karbohidrat ASI 33 % total lemak ASI 25 % total energi ASI 5 menit terakhir adalah sisanya Dikatakan bahwa,volume ASI akan menurun sesuai dengan waktu Tahun pertama : 400-700 ml/24jam Tahun kedua : 200-400 ml/24jam Sesudah itu : sekitar 200 ml/24jam Juga ada perubahan yang bermakna pada konsentrasi protein dari ASI antara bulan ke6 sampai tahun ke2 dari masa laktasi meskipun konsentrasi lemak bervariasi luas . Kemungkinan kenaikan total lemak disebabkan menurunnya volume ASI.

8.PENGARUH INDIVIDU TERHADAP KOMPOSISI ASI Ibu yang cemas akan lebih sedikit mengeluarkan ASI dibandingkan dengan ibu yang tidak cemas.Juga ibu yang umurnya muda lebih banyak memproduksi ASI dibandingkan dengan ibu-ibu yang sudah tua. Pada kenaikan jumlah paritas ada sedikit perubahan produksi ASI walaupun tidak bermakna : Anak pertama Anak kedua Anak ketiga Anak keempat Anak kelima Anak keenam : jumlah ASI + 580 ml/24 jam : jumlah ASI + 654 ml/24 jam : jumlah ASI + 602 ml/24 jam : jumlah ASI + 600 ml/24 jam : jumlah ASI + 506 ml/24 jam : jumlah ASI + 524 ml/24 jam

9.FAKTOR-FAKTOR KEKEBALAN DI DALAM ASI Di dalam ASI secara garis besar didapatkan 2 macam kekebalan, ialah : 1. Faktor Kekebalan Non Spesifik Faktor pertumbuhan laktobasilus bifidus Pertama kali dikenalkan Gygorgy pada tahun 1953 dan banyak dujimpai di dalam kolostrum.Di dalam ASI kadar bifidus factor 40 kali daripada si dalam ASS dan rusak apabila ASI dipanaskan.Bifidus factor dalam suasana asam di dalam usus bayi akan menstimulir pertumbuhan Laktobasilus Bifidus(Bifidobacteria).Ini akan mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat sehingga suasana kan lebih asam.Suasanan ini akan menghambat perumbuhan E.Coli pathogen dan enterobacteriaceae. Laktoferin Pertama kali dilporkan oleh Srensen dan Srensen pada tahun 1939.Penelitian dilanjutkan oleh Grove(1960) pasa ASS dan Johansson(1960) pada ASI.Mereka menyimpulkan bahwa laktoferin banyak persamaannya dengan kerja transferin,suatu protein yang mengikat besi(Fe) di dalam darah(Brock,1980).Di dalam ASI yang matur Laktoferin selain menghambat pertumbuhan Candida albicans,juga bersama-sama dengan SIgA menghambat pertumbuhan E.Coli pathogen.Seperti halnya transferin di dalam darah,laktoferin,suatu protein yang mengikat zat besi berkompetisi di dalam usus bayi dengan kuman-kuman pathogen dalam mengikat zat besi,vitamin B12 dan asam
folat.

Lizosim(muramidase) Lizosim adalah suatu substrat anti infeksi yang sangat berguna di dalam air mata.Di dalam ASI terdapat enzim lizosim sampai 2mg/100ml,500x lebih banyak diabnding dengan ASS.Tidak dihancurkan di dalam usus dan di dalam tinja masih di temukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi.Lizosim bersama-sama dengan system Komplemen dan SIgA ialah memcah dinding sel bakteri dari kuman-kuman enterobacteriaceae dan kuman-kuman gram positif.Lizosim juga melindungi tubuh bayi terhadap bebagai infeksi virus antara lain herpes hominis. Laktoperoksidase Kadar di dalam ASI lebih rendah daaripada kadae laktoperoksidase di dalam air liur bayi.Khasiat dalam enzim ini belum diketahui dengan jelas. 2. Faktor Kekebalan Spesifik Sistem Komplemen Sistem komplemen adalah suatu system yang terdiri atas 11 komponen.Komponenkomponen itu disebut:Clq,Clr,Cls,C2,C3,C4,C5,C6,C7,C8 dan C9.Pada prinsipnya aktifitas system komplemen itu berlangsung menurut fenomena air terjun (Classical pathway) yaitu mulai darai C1 hingga C9.Sistem komplemen ini diaktifkan melalui jalan samping ileh endotoksin kuman dan mungkin juga oleh SIgA. Khasiat seluler

Kolostrum ibu mengandung 0,5-10 x berbagai macam sel/ml,yang terutama terdiri dari macrofag (sampai 90%),limfosit (1-15%) dan sedikit lekosit polimorfonuklear. Makrofag bergerak bebas,bersifat ameboid dan fagositik terhadap kuman-kuman stafilokokus,E.Coli dan Candida ALbicans.Makrofag juga menghasilkan C3,C4,enzim laktoferi dan enzim lisozim.Limfosit di dalam ASI seperti halnya didalam darah terdiri dari sel T(50 %) dan sel B (34 %).Peranan sel T di dalam ASI terhadap antigen di dalam usus seperti E.Coli,tuberculosis sangat besar,sebaliknya terhadap tetanus toksoid rendah.Selain itu sel-T juga menghasilkan interferon.Populasi sel-B di dalam ASI primer berasal dari sel-sek pada dinding usus dan mukosa dari si ibu,terbukti bahwa precursor dari sel-B ditemukan di dalam kelenjar mesenterium,antobdi yang terbentuk terutama adalah SIgA. Imunoglobulin Semua macam immunoglobulin dapat ditemukan dalam ASI.Diidentifikasikan ada lebih dari 30 macam immunoglobulin.Delapan belas berasal ari serum ibu dan sisanya ditemukan dalam ASI/Kolostrum. Selain itu imunoglobulin G dapat menembus plasenta dan berada dalam konsentrasi yang cukup tinggi di dalam darah janin/bayi sejak lahir sampai umur beberapa bulan, sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa macam penyakit. Di dalam kolostrum susu ibu atau binatang, konsentrasi imunoglobin ini sangat tinggi seperti di bawah ini (Michael dkk, 1971), dalam mg/100 ml kolostrum. Hari I Hari II Hari III Hari IV : 600 Ig A, 80 Ig G, dan 125 Ig M. : 260 Ig A, 30 Ig G, dan 65 Ig M. : 200 Ig A, 30 Ig G, dan 58 Ig M. : 80 Ig A, 16 Ig G, dan 30 Ig M.

Imunoglobin terpenting dan terbanyak di dalam darah adalah imunoglobin G; kadar Ig A hanya 1/5 dari pada kadar Ig G. sebaliknya di dalam ASI imunoglobin A merupakan imunoglobin terpenting, tidak saja karena konsentrasinya yang tinggi, juga karena aktivitas biologiknya. Dari kelas Ig A ini, SIgA yang paling dominan, 90% dari pada seluruh kadar imunoglobin di dalam kolostrum maupun ASI matur. Dikatakan bahwa kadar imunoglobin di dalam payudara kiri dan payudara kanan adalah samadan kadar ini juga konstan di dalam ASI, berarti kadar ini selalu sama baik pada permulaan laktasi maupun pada akhir laktasi dan juga konstan tiap 24 jamnya. Sifat-sifat Imunoglobin A Seperti imunoglobin lainnya IgA terdiri atas 4 rantai polipeptida, 2 rantai ringan dan 2 rantai berat, yang masing-masing dihubungkan oleh ikatan disulfide. Sebagian dari susunan asam amino pada keempat rantai polipeptida tersebut adalah variable dan

dikenal dengan istilah FAB (antibody binding fragment) dan sebagian lagi konstan yang disebut Fc (crystalizable fragment). Fungsi SIgA di dalam ASI Berbagai penelitian in vitro membuktikan bahwa IgA tidak mempunyai sifat bakteriosidik sekuat IgG atau IgM. Diduga bahwa fungsi utama dari pada SIgA ialah mencegah melekatnya kuman-kuman pathogen pada dinding mukosa usus halus. Selain itu, SIgA juga diduga dapat menghambat poliferasi kuman-kuman tersebut di dalam usus, meskipun tidak dapat membunuhnya. a) Sifat anti-adesif Dikatakan bahwa SIgA yang berasal dari kelenjar parotis menghambat melekatnya kuman-kuman pada sel epitel dan khasiat yang sama juga dapat diperlihatkan oleh SIgA kolostrum terhadap E. coli pada usus halus babi. Antibody ini juga ditemukan di dalam kolostrum susu ibu yang dapat melepaskan K88 plasmid dan penting untuk mencegah perlekatan ini. Khasiat anti-adesif ini tidak saja penting untuk mencegah diare, tetapi juga penting untuk melindungi tubuh bayi terhadap berbagai infeksi sistemik seperti septicemia dan poliomyelitis. b) Aglutinasi Antibody yang dapat mengakibatkan aglutinasi terhadap berbagai kuman di dalam usus telah dibuktikan ada di dalam kolostrum dan ASI. Bagaimana khasiat pencegahannya terhadap berbagai infeksi tidak jelas, mungkin dapat mengurangi kemampuan kuman untuk berkembang biak di dalam usus. c) Opsonisasi dan aktivitasi system komplomen Telah dibuktikan oleh beberapa sarjana bahwa SIgA mempunyai khasiat sebagai opsonin, meskipun teori ini masih ditentang oleh sarjana lainnya. Dengan memperlihatkan adanya reseptor IgA pada sel-sel netrofil kiranya dapat memecahkan perbedaan ini. Selain endotoksin kuman, mungkin IgA dapat mengaktifkan system komplemen melalui jalan samping, mengakibatkan

bakteriolisis dan mempermudah makrofag untuk memfagositir kuman tersebut. d) Bakteriostatik Setelah dibuktikan secara in vitro bahwa IgG bersama-sama dengan laktoferin mempunyai sifat bakteriostatik terhadap E. coli (Bullen dkk, 1972). Suatu khasiat

yang sama juga telah dibuktikan pada SIgA yang diambil dari ASI. Diduga bahwa antibody ini menghambat sekresi enterochelin kuman. Enterochelin biasanya dibentuk oleh kuman yang dalam keadaan kekurangan zat besi, sehingga dapat berkompetisi dengan laktoferin untuk zat besi. Khasiat inhibisi ini lebih efektif terhadap kuman-kuman yang pathogen dan kurang efektif terhadap kuman-kuman komensal.