Anda di halaman 1dari 11

Kata Pengantar Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan

nikmat, hidayah, rahmat dan kesehatan kepada penulis agar dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Perangkat Teknologi Keperawatan. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikan pembuatan makalah ini dengan judul SYRINGE PUMP . 1. Kepada keluargaku tercinta, Ibuku, Bapak dan Ayah ku dan Kakakku. Yang telah

memberikan Doanya, dukungan secara spiritual dan materil kepadaKu 2. 3. 4. Kepada Kepada Kepada Bpk. Ansor Usman kelas Ibrahim, A5 saya ST, yang MT, selaku Dosen tidak pengajar. membantu.

teman-teman

banyak dirumahnya

sahabat-sahabat

masing-masing.

Semoga Allah SWT akan membalas amal baik, bantuan dan perbuatan kalian setimpal dengan yang telah kalian berikan dan korbankan demi Penulis.

Demikian ucapan terima kasih yang saya sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi Penulis saya khususnya dan bagi pembaca umumnya.

DAFTAR KATA ... DAFTAR . DAFTAR .. PENDAHULUAN ..... TEORI

ISI PENGANTAR 2 ISI 3 GAMBAR 4 5

....

DASAR

...... 6 FUNGSI ALAT 6 7 7 SUPPLY 7 MIKROKONTROLER 7 SENSOR 8 MOTOR 8 ALARM 8 DIAGRAM 9 ............ BLOCK ........ FUNGSI BLOK ........ 2.1 BLOCK POWER ..... 2.2 BLOCK .... 2.3 BLOCK ...... 2.4 BLOCK .... 2.5 BLOCK DISPLAY DAN .... WIRING ...... 3.1 3.2 3.3 3.4

DIAGRAM

DIAGRAM

Rangkaian Pengontrol Pusat ... 10 Rangkaian Setting Volume Cairan 11 Rangkaian Indikator LED dan BUZZER .. 12 Rangkaian Sensor ......

13 3.5 13 Rangkaian Motor DC .

CARA

KERJA

ALAT 14

.. SOP

.. PENUTUP .. .. DAFTAR .. Daftar 15 PUSTAKA 16 Gambar 15

Gambar Gambar Rangkaian

Block wiring

Diagram

.......................................................................................

7 9

.................................................................................................... Pengontrol

Pusat 10 Cairan 12 dan BUZZER 12 Sensor 13 DC 14

..... Rangkaian Setting Volume .. Rangkaian Indikator LED ..... Rangkaian ...... Rangkaian Motor .................

PENDAHULUAN

Zaman semakin modern, ilmu pengetahuan kian berkembang, kian maju hampir dalam segala bidang, termasuk dalam bidang kesehatan. Perkembangan ini dialami tidak hanya di negara maju, tetapi juga di negara-negara yang sedang berkembang.

Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukanya alat-alat yang sudah modern dan canggih, baik di negara yang maju ataupun di negara yang berkembang. Inovasi dan terobosan baru dari alat-alat transportasi, alat-alat rumah tangga dan tidak terkecuali dengan alat-alat kesehatan yang bertujuan untuk membantu, menghemat dan mempermudah pekerjaan orang-orang dalam bidangnya masing-masing dan dalam hal ini khususnya dalam bidang kesehatan. Daya dan upaya dilakukan oleh Rumah sakit untuk sebuah mutu pelayanan yang diberikan kepada para pasien, baik fasilitas, sarana dan prasarana demi kenyamanan dan mutu pelayanan yang baik. Agar hal tersebut dapat terwujud maka diperlukannya kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan, yaitu pada alat-alat kesehatan. Kemajuan teknologi pada alat kesehatan dirasakan perlu dan penting, mengingat bahwa Rumah sakit adalah tempat untuk perawatan dan penyembuhan, sehingga dirasakan perlunya alat-alat yang dapat memberikan kenyamanan, menghemat tenaga, waktu yang begitu berharga. Dengan salah satu alat Rumah sakit yaitu Syringe Pump,Sebagai alat medis yang berfungsi memberikan cairan/ obat, kepada pasien secara otomatis. Diharapkan dapat banyak bermanfaat dalam penghematan tenaga dan waktu dengan keakurasian pemberian cairan sangat baik, dengan menggunakan motor sebagai tenaga pendorong , dilengkapi display, lampu indikator dan buzzer sebagai alarm

TEORI DASAR Alat syringe pump merupakan suatu alat yang di gunakan untuk memberikan cairan atau obat kepada pasien. Secara khusus alat ini mentitikberatkan atau memfokuskan pada jumlah cairan yang diamasukan kedalam tubuh pasien, denag satuan mililiter per jam.

Alat ini menggunakan motor sebagai tenaga pendorong syringe yang berisi cairan atau obat yang akan dimasukan kedalam tubuh pasien. Alat ini menggunakan sistem elktronik yang berfungsi dalam pengontrolan dalam pemberian jumlah cairan ke tubuh pasien, sensor dan alarm. Dalam sistem Mekanik yaitu dengan gerakan motor sebagai tenaga pendorong.

Fungsi Memasukan cairan atau obat ke tubuh

alat pasien.

Untuk mencegah periode kadar obat atau cairan yang dimasukan, dimana Tingkat obat di dalam darah terlalu tinggi atau terlalu rendah. tablet

Menghindari penggunaan tablet yang dikarenakan pasien yang mengalami kesulitan dalam meminum

BLOK DIAGRAM Fungsi Blok Diagram: 1. Block power supply

Block power supply berfungsi mendistribusikan tegangan dari PLN, langsung pada alat. Selain itu, pada alat syring pump dapat juga menggunakan Battery sebagai cadangan

Supply. 2. Mikrokontroller sebagai Block pengontrol dan pengendali dari Microcontrol Syringe pump.

Output berupa perintah untuk mengendalikan motor, baik untuk memberhentikan motor pun mempercepat kerja motor.

atau

Selain itu mengolah pendeteksian sensor yang berfungsi sebagai Pengaman dan menyalakan Buzzer sebagai tanda alarm.

selanjutnya

3.

Block

Sensor

Sebagai pendeteksi cairan yang ada pada syringe. Dapat menggunakan sistem optocopler Menggunakan optocoupler sebagai sensor. Dengan sebuah fototransistor sebagai penerima

dari LED yang memancarakan cahaya, yang akan mempengaruhi resistansi fototransistor. 4. Block Motor

Sebagai tenaga utama pendorong syringe yang berisi cairan. Berupa motor DC. Bekerja dengan kecepatan sesuai dengan penyetingan awal yang dilakukan dan dapat dengan Block menekan push Alarm button pada dan setting alat. Display

dipercepat 5.

Alarm sebagai keamanan. Akan berbunyi apabila cairan pada syring akan habis. Display pada syringe sebagai indicator penyettingan dari kecepatan motor dalam cairan pada syringe yang diatur terlebih dahulu.

mendorong

Terdapat

pula

lampu

indikator.

WIRING DIAGRAM Cara 3.1 kerja Rangkaian Wiring Pengontrol : Pusat

Merupakan rangkaian pengendali pusat. Memiliki sinyal masukan dan keluaran pada port nya. Memerlukan tegangan sebesar +5 Volt Pada pin 40 dan pemberian tegangan 0 (Ground) pada port 20. selain itu juga diperlukan pengaktif oscillator yang telah terdapat pada microcontroller ini. Yaitu dengan cara menggunakan Kristal 12 MHz yang berfungsi untuk kecepatan pelaksananaan intruksi persiklusdan Kapasitor 33 pF.

Port pada IC : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. XTAL XTAL P0.7 P1.0 P1.2 P2.0 P2.4 P3.2 P2.3 VCC P0.0 P1.1 P1.5 21 P2.7 12 Reset 1 2 19 18 3 24 25 32 1 Port Nama GND 40 6 Port 28 39 2 Port Output PIN Nomor 20 Power Port Port penerima Indikator Port Recivier 9 Input Output Output Input Input dan PIN Keterangan Ground supply LCD LCD data LED DC sensor Reset oscilator oscilator

Buzzer

Output input

motor

3.2

Rangkaian Setting Volume Cairan

Dibuat untuk mengatur jumlah cairan yang akan dikeluarkan. Menggunakan system setting Up and Down. Untuk mempermudah pengguna, lalu CPU akan menampilkan hitungan jumlah (ml/jam) sesuai dengan keinginan Operator. Rangkaian ini memberi sinyal BCD ke

(port

1.2

1.5).

Pada rangkaian ini terdapat Juga Tombol Purge yang berfungsi untuk menambah kecepatan motor dan tombol START/STOP untuk memulai dan menghentikan alat. Menggunakan prinsipkerja aktif LOW. 3.3 Rangkaian Indikator LED dan BUZZER

Digunakan untuk menampilkan Operasi tertentu. Yaitu hanya indikaor dalam pemprosesan sensor, Purge Button dan start. Pada proses lainnya adalah Buzzer. Rangkaian indicator LED dan alarm Buzzer mendapat sinyal dari Port 2.0 2.3. merupaka aktif HIGH. Menggunaka transistor NPN. Saat P 2.0 mendapat logika HIGH, arus mengalir dari dari basis ke Transistor melalui tahanan 10Kohm, sehingga transistor akan menjadi saklar tertutup.

3.4

Rangkaian Sensor

Menggunakan sensor Cahaya berupa Phototransistor. Saat basis mendapat bias dari cahaya maka akan terjadi saturasi (ON) dan bila cahaya dari lED terhalang, maka akan mengalami CutOff (OFF). Keluaran dari kolektor Phototransistor akan diinverter oleh IC 7414 yang selanjutbya sinyal tersebut akan menuju mikrokontrol untuk di proses. Yaitu pada Port 3.2.

3.5

Rangkaian Motor DC

Merupakan rangkaian yang berfungsi untuk menghasilkan tegangan yang diperlukan oleh Motor, yaitu sebesar 12 Volt. Terdapat LM 317 sebagai Regulator, dimana Outpu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kecepatan yang diperlukan dalam mengeluarkan cairan dalam ml/jam. Terdapat juga transistor sebagai saklar dan Relay sebagai kontaktor. Pada Port 2.4 2.7, merupakan output dari rangkaian mikrokontroller. Rangkaian ini bekerja bila transistor pada basis terbias sehingga relay akan bekerja dan kontaktor akan menjadi Normally open yang sebelumnya Normally Close. Cepat lambatnya motor tergantung dari [engaturan Variable Resistor. Menggunakan Volt sebagai acuan utama dalam pengeturan kecepatan motor.

CARA KERJA ALAT

Siapkan Syring yang akan Dipasang. Periksa jumlah Volume cairan yang akan dimasukan kepada pasien. Pasang syring pada alat. tidak.

Sambungkan kontak alat dengan supply. Bila menggunakan Battery, periksa Battery apakah terisi atau Aktifkan alat dengan menekan tombol ON pada alat. Setting alat, Pilih mode pemakaian. Lihat kompatibel Syringe pada indicator yang menunjukan memasukan cairan dalam satuan milliliter per jam. Pilih kadar kepekatan cairan yang dimasukan pada pasien. Atur pemasukan cairan pada pasien dengan melakukan pengaturan rata-rata jumlah volume cairan yang akan dimasukan tombol dalam start satuan mili Liter per Jam. alat.

tekan

pada

tekan tombol Purge untuk menambah kecepatan dorong yang berpengaruh pada volume cairan yang tekan di tombol masukan Stop kedalam untuk tubuh pasien. berhenti.

bila cairan pada syring telah akan habis, alarm akan berbunyi.

SOP Standar Pengoperasian Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. alat. 9. Kembalikan alat pada keadaan sebelum digunakan. Periksa catu daya alat apakah telah sesuai dengan yang diinginkan.

Periksa kelayakan alat apakah telah terkalibrasi dan berada pada posisi awal Cek kelengkapan dan aksesoris alat. Pasang syringe pada alat, Tekan tombol main switch kemdian tekan tombol ON Lakukan pengaturan yang diperlukan seperti setting kecepatan aliran.

Tunggu hingga alat telah siap bekerja yang ditandai dengan menyalanya lampu indikator. Tekan tombol start untuk memulai pengoprasian alat

Setelah alat digunakan, bersihkan alat dengan cairan pembersih yang dimasukan kedalam

PENGEMASAN/PENYIMPANAN : Kembalikan pengaturan alat pada posisi semula

Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF pada alat Putuskan hubungan Catu daya antara alat dengan Supply Bersihkan alat,lepaskan Syringe yang telah digunakan simpan alat pada tempatnya Catat beban kerja alat

Penutup Alat ini merupakan alat yang digunakan pada rumah sakit, dengan

mentitikberatkan pada keakurasian dalam menyalurkan obat atau cairan kedalam tubuh secara otomatis. Hal ini dilakukan untuk menambah efisiensi kerja, baik penghematan waktu dan tenaga. Alat ini menggunakan motor sebagai tenaga pendorong syringe yang berisi cairan atau obat yang akan dimasukan kedalam tubuh pasien. Alat ini menggunakan sistem elktronik, dengan mikrokontroller sebagai pusat perintah. Dengan system safety menggunakan Buzzer sebagai alarm. Dan sensor sebagai pendeteksi mengunakan system optocoupler.

http://sahatiintramedika.blogspot.com/2012/11/syringe-pump.html http://paramedikorganizer.blogspot.com/2012/02/normal-0-false-false-false-in-x-nonex_20.html http://ebookbrowse.com/sy/syringe-pump?page=13 http://alat2kesehatan.com/syringe-pump-osen-500a.php http://herusasongko.staff.mipa.uns.ac.id/files/2012/10/ALAT-KESEHATAN.pdf

SOP SYRINGE PUMP

MANUAL PROSEDUR SYRINGE PUMP


1. PENGERTIAN SYRINGE PUMP Syringe pump adalah suatu alat yang digunakan untuk mengatur pemberian medikasi intravena pada klien.

2. TUJUAN PENGGUNAAN SYRINGE PUMP Untuk menjaga pemberian medikasi intravena sesuai kebutuhan klien. Untuk memberikan medikasi dengan dosis kecil dan waktu pemberian yang lama.

3. PERSIAPAN ALAT a. Syringe pump dan tiang penyangga

b. Spuit 10 cc/ 20 cc/ 30 cc/ 50 cc dan medikasi klien. c. Selang penghubung.

4. PROSEDUR KERJA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Bawa alat-alat ke dekat klien. Siapkan spuit dan medikasi klien. Pasangkan spuit pada syringe pump dan hubungkan spuit dengan akses intravena. Nyalakan syringe pump. Atur jumlah medikasi yang akan diberikan dalam cc/jam. Tekan start untuk memulai pemberian medikasi. Jika ada hal yang kurang tepat, alat akan memberikan peringatan dengan suara dan lampu yang menyala merah. 8. Evaluasi respon klien terhadap pemberian cairan.

5. PENYELESAIAN 1. Merapikan alat 2. Merapikan pasien 3. Pencatatan dan pelaporan