Anda di halaman 1dari 18

PEREKONOMIAN INDONESIA

PROSES DINAMIKA PEMBANGUANAN SUATU NEGARA DITENTUKAN OLEH:


1. FAKTOR INTERNAL

- KONDISI PHISIK
- LOKASI GEOGRAFI - JUMLAH & KUALITAS SDA & SDM YG.DIMILIKI - KONDISI AWAL SOSIAL EKONOMI FAKTOR EKSTERNAL - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI - EKONOMI & POLITIK DUNIA - KEAMANAN GLOBAL

2.

PERIODE DEMOKRASI PARLEMENTER


KABINET HATTA,DES.1949 SEPT.1950 KABINET NATSIR,SEPT.1950 MARET 1951 KABINET SUKIMAN,APRIL 1951- FEB.1952 KABINET WILOPO,APRIL 1952- JUNI 1953 KABINET ALI- 1,AGUST.1953- JULI 1955 KABINET BURHANUDDIN,AGST.1955 MARET 1956 KABINET ALI- 2, APRIL 1956 - MARET 1957 KABINET JUANDA,MARET 1957 AGST.1959

KABINET HATTA 1949 - 1950


PAKAR EKONOMI PROFESIONAL REFORMASI MONETER - Devaluasi mata uang - Pemotongan uang uang yang beredar keluaran De Javasche Bank nominal 2,50 golden indonesia keatas s.d.bln mei 1951.

KABINET NATSIR 1950 - 1951


SYARIFUDDIN PRAWIRANEGARA MENKAU SUMITRO HADIJOYOKUSUMO -- MENPERINDAK DIRUMUSKAN RENCANA PEMBANGUN AN y.i Rencana Urgensi Perekonomian (RUP)

PROGRAM BENTENG
RUP Tidak sempat dilaksanakan dalam kab.NASIR SURPLUS NERACA PEMBAYARAN

KABINET SUKIMAN 1951 - 1952


NASIONALISASI DE JAVASCHE BANK MENJADI BANK INDONESIA NERACA PEMBAYARAN DEFISIT PERSETUJUAN KEAMANAN BERSAMA Dengan AMERIKA SERIKAT

KABINET WILOPO 1952 - 1953


DIPERKENALKAN KONSEP ANGGARAN BERIMBANG ( BALANCED BUDGET ) DALAM APBN. MELANJUTKAN PROGRAM RUP TERMASUK PROGRAM BENTENG MENEKAN PENGELUARAN PEMERINTAH s.d. 25 % CADANGAN DEVISA MEROSOT TAJAM

KABINET ALI-1 1953 - 1955


DEFISIT APBN & NERACA PEMBAYARAN

IMPORTIR PRIBUMI BERTAMBAH PESAT.


KEGAGALAN DIBIDANG FISKAL PERGANTIAN MENTERI PERKONOMIAN DARI ISKAQ TJOKRODISURJO KEPADA ROOSENO SURJOHADIKUSUMO LAJU UANG BEREDAR TAK TERKENDALI

KABINET BURHANUDDIN 1955 - 1956


DIKENAL DGN.KABINET INTERIM TERJADI PEMILU PERTAMA TH 55 LIBERALISASI IMPORT(dihapus rasionalisasi import) Menekan laju peredaran uang s.d 5 % Dapat menekan harga barang ex impor s.d 13 % Konsisten menjalankan RUP. Dibentuk Dewan Alat-Alat Pembayaran Luar Negeri Membatalkan secara sepihak Persetujuan Konfrensi Meja Bundar ( KMB )

Kabinet Ali-2 1956 - 1957


Kabinet Pertama Hasil PEMILU Nyaris Tidak Sempat berbuat apa-apa dalam bidang Perekonomian Menghadapi Tekanan-2 dari Kelompok yang tdk.Puas dari Luar Jawa. Terjadi Anggaran Defisit besar Dapat bantuan US$ 55 Juta dari IMF Program Benteng resmi dibubarkan oleh Bung Karno. Dicanangkan Pembangunan Rencana Lima Tahun( RLT)1956- 1960 yang dimotori Juanda.

KABINET JUANDA 1957 - 1959


Diberi nama Kabinet Karya atau disebut Kabinet Kerja Darurat Ekstra Parlementer Disebut Darurat Karena dibentuk Oleh Presiden dalam keadaan darurat perang Awal periode Ekonomi yang terpimpin Ekonomi Terpimpin terus berlangsung selama Demokrasi Terpimpin Perekonomian tdk membaik,karena situasi saat itu perhatian fokuskan pada pengembalian wilayah Irian Barat Pendapatan Nasional Merosot sampai 13%

Dekrit Presiden Kembali Ke UUD45 pada Juli 1959


Presiden Sukarno Mengangkat diri selain menjadi Presiden Juga Menjadi Perdana Menteri PM membentuk Dewan Perancang Nasional ( DEPERNAS ) yang Lebih bersifat Politis Idiologis Ketimbang Ekonomis Teknis Th.1960 Depernas merumuskan rumusan baru ttg.Pembangunan dengan nama : Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun .

MASA ORDE BARU


SEJAK G30S PKI.TERJADI PERUBAHAN POLITIK YNG SANGAT DRASTIS DI DALAM NEGERI YANG SELANJUTNYA MENGUBAH SISTEM EKONOMI PADA MASA ORDE LAMA. TERJADI PERUBAHAN PEMIKIRAN SOSIALIS KE PEMIKIRAN SEMI KAPITALIS (blm kapitalis penuh) Mestinya BERDASARKAN UUD 45.Psl.33.Sistem ekonomi kita dilandasi oleh prinsip-prinsip kebersamaan atau Koperasi berdasarkan idiologi Pancasila. Tapi dalam Praktek pemerintah ORBA hingga saat ini Perekonomian Indonesia Cenderung memihak sistem kapitalis.

PEMERINTAH ORDE BARU


Maret 1966 Indonesia Masuk Pemt.ORBA Perhatian Orba lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial. Orba menjalin hubungan kembali dengan negara Barat dan menjauhi hubungan dengan idiologi komunis. Indonesia masuk kembali menjadi anggota PBB,Bank Dunia, IMF. Merancang pembangunan lima tahun

PEMERINTAH ORDE BARU ( POB )


SEBELUM MELAKUKAN PELITA POB MELAKUKAN STABILITAS EKNOMI, SO SIAL DAN POLITIK SERTA REHABILI TASI EKONOMI DALAM NEGERI. DIBENTUK KONSORSIUM NEGARA DONATUR INDONESIA INTER GAVERNMENT GROUP ON INDONESIA ( IGGI ) YANG TERDIRI SEJUMLAH NEGARA MAJU TERMASUK JEPANG DAN BELANDA. TUJUAN MEMBANTU MEMBIAYAI PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA.

PEMERINTAH ORDE BARU (POB)


TUJUAN JANGKA PANJANG : MENINGKATKAN KESEJAHTERAN MASYARAKAT MELALUI SUATU PROSES INDUSTRIALISASI DALAM SEKALA BESAR,YANG PADA SAAT ITU DIANGGAP SEBAGAI SATU-SATUNYA CARA YANG PALING TEPAT DAN EFEKTIF UNTUK MENANGGULANGI MASALAH PENGANGGURAN, DEFISIT PEMBAYARAN.

PEMBANGUNAN ORDE BARU


PELITA I PELITA II PELITA III PELITA IV PELITA V ( PJPT I ) 1969 - 1974 1974 - 1979 1979 - 1984 1984 - 1989 1989 - 1994 1969 - 1994

WW.ROSTOW
PERTUMBUHAN EKONOMI MELEWATI TAHAP-TAHAP : 1. EKONOMI TRADISIONAL 2. PRA CONDITION FOR TAKE OF 3. TAKE OF ECONOMICS 4. MATURETY ECONOMICS 5. HIGHT MASS CONSUMSION

BEBERAPA KONDISI YG HARUS DIPENUHI UNTUK MEMBANGUN EKONOMI


ADA KEMAUAN POLITIK YANG KUAT ADA STABILITAS POLITIK & EKONOMI ADA SUMBER DAYA MANUSIA YANG LEBIH BAIK ADA SISTEM POLITIK & EKONOMI TERBUKA YG.BERORIENTASI KE BARAT KONDISI EKONOMI & POLITIK DUNIA YG. LEBIH BAIK