Anda di halaman 1dari 31

PEREKONOMIAN INDONESIA LANJUTAN

PEREKONOMIAN INDONESIA DIMASA PEMERINTAHAN TRANSISI

PEMERINTAHAN TRANSISI
AWAL KRISIS INDONESIA DIMULAI DARI THAILAND BULAN MEI 1997 MENGALAMI PENURUNAN NILAI TUKAR BAHT TERHADAP DOLAR PENURUNAN NILAI BAHT TERUS BERJALAN HINGGA MENCAPAI NILAI TERENDAH YAITU 28.20 BAHT PER us$

KRISIS DI INDONESIA
JULI 1997 NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AS.MELEMAH DARI Rp 2500 per dolar hingga Rp 2650 dan terus melemah hingga th 1998 mencapai Rp 11000 ( januari-Februari) Setelah mengatasi masalah sendiri tdk.berhasil dengan berbagai cara akhirnya, Minta bantuan pada IMF,sepereti yang dilakukan negara-negara lain ( Thailan,Philipina, Korea Selatan)

PEMULIHAN KRISIS INDONESIA


1. OKT. 1997 LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL MENGUMUMKAN PAKET PROGRAM BANTUAN KEUANGAN PADA INDONESIA SEBESAR us$ 23 MILIAR NOP.1997 DILUNCURKAN ANGSURAN PERTAMA us$ 3 MILIAR DENGAN HARAPAN NILAI RUPIAH MENGUAT DAN STABIL KEMBALI KENYATAANNYA NILAI RUPIAH TERUS MEROSOT HINGGA Rp 15.000.- PER us$ PERLU DIBUAT KESEPAKATAN BARU YANG DITEGASKAN DALAM NOTA KESEPAKATAN (LoI ) LETTER OF INTENT

2.

3.
4.

PEMULIHAN KRISIS INDONESIA


PAKET PROGRAM PEMULIHAN DARI IMF (Dengan Nota kesepakatan /LoI yang terdiri dari 50 butir kesepakatan kebijakan antara Lain : 1. kebijakan Ekonomi Makro ( fiskal & mo neter) 2. restrukturisasi sektor keuangan 3.reformasi struktural

Kebijakan fiskal & Moneter


Tetap menggunakan anggaran berimbang Pengurangan pengeluaran pemerintah - menghilangkan subsidi BBM & Listrik - membatalkan sejumlah proyek infras truktur besar Peningkatan pendapatan pemerintah - menaikan cukai terhadap sejumlah brg tertentu. - mencabut semua fasilitas kemudahan pajak - menambah obyek pajak

KESEPAKATAN BARU/ KEDUA


Setelah gagal kesepakatan pertama dilakukan perundingan baru dengan kesepakatan baru dengan IMF pada bulan Maret 98. Hasil kkesepakatan baru dituangkan dalam satu dokumen bernama MEMORENDUM TAMBAHAN TENTANG KEBIJAKAN EKONOMI KEUANGAN Memorendum tambahan ini sekaligus merupakan pelengkap dan modifikasi LoI(letter of Intent) 50 butir

ISI MEMORENDEM TAMBAHAN Ada 5 (lima)


1. Program stabilitas - menstabilkan pasar uang & mence gah hiperinflasi 2. Restrukturisasi Perbankan - penyehatan sistem perbankan nasio nal 3. Reformasi Struktural - Sepakat dengan upaya-upaya yg disepakati pertama 4. Peyelesaian Utang Luar Negeri (ULN) swasta 5. Bantuan untuk Rakyat Kecil

Krisis rupiah-krisis ekonomi-krisis politik


Krisis di Indonesia berawal dari krisis rupiah-menurunnya nilai tukar rupiah Krisis Politik diawali dengan Tragedi Trisakti (tertembaknya empat mhsw. Trisakti )tgl.13 Mei 1998 Tgl.14 dan 15 Mei terjadi kerusuhan di Jakarta. Menjelang minggu akhir bulan Mei 1998 Gedung DPR diduduki ribuan Mahasiswa

Krisis Politik
Puncak Krisis Pres.Suharto Mengundur kan diri sebagai Presiden tgl.21Mei 1998 Jabatan Presiden diserahkan kepada Wa pres BJ Habibie Tgl.23 Mei Pres.Habibie membentuk kabinet baru. Pemerintahan Habibie disebut Pemerintah an reformasi, tetapi setelah 1 tahun tdk.ada perubahan ( KKN,masih ada dan menjadi-jadi) maka masyarakat menyebutnya pemerintahan Transisi bukan Reformasi.

PEMERINTAHAN REFORMASI
Pertengahan th.1999 dilakukan PEMILU yang dimenangkan oleh partai PDI-P dan Partai GOLKAR pemenang Ke Dua. Oktober 1999 SU-MPR dan Pemilihan Presiden. Pilpres menetapkan KH.Abdurrahman Wahid.( Gus Dur )sebagai Presiden, dan Megawati Sukarno Putri sebagai Wapres

PEMERINTAHAN GUS DUR


Masyarakat menaruh harapan kepada pemerintahan Gus Dur dapat : 1. memolihkan kembali perekonomian nasional. 2. Menyelasaikan KKN warisan orba 3. menyeleasikan Tragedi Trisakti, Se manggi 1, dan 2, HAM,dll. Pada awal pemerintahan Pres.Gus Dur kondisi perekonomian membaik pertumbuhan PDB hampir 5%,laju inflasi & suku bunga rendah, kondisi moneter dalam negeri mulai stabil.

PEMERINTAHAN GUS DUR


Akhir tahun ke dua Pemerintahan Gus Dur berubah sikap : - Sering mengeluarkan pernyataan-per nyataan yang kontroversial dan mem bingungkan pelaku bisnis. - Cenderung bersikap diktator dan KKN di lingkungannya semakin intensif - Terjadi perseteruan antar Pres.Gus Dur dengan DPR

PEMERINTAHAN GUS DUR


Puncak perseteruan DPR mengeluarkan peringatan kepada Gus Dur lewat Memorendum 1 & 2. Keluarnya memorindum 2 Gus Dur teran cam diturunkan dari jabatannya.

Kondisi Pemerintahan Gus Dur


Masalah-masalah dalam negeri tidak satupun dapat terselesaikan ( Masalah Aceh, konflik maluku, etnis di Kalteng,dan Demo buruh disana-sini) Hubungan Pemerintah dengan IMF tdk. Baik. Revisi APBN 2001 tidak tuntas. IMF menunda pencairan bantuan Indonesia terancam dinyatakan bangkrut oleh Paris Club (negara-negara donor) karena kondisi perekonomian Indonesia semakin buruk

Indikator memburuknya perekonomian masa Gus Dur


1. Pergerakan IHSG antara 3o Maret 2000 s.d 8 Maret 2001menunjukkan tren negatif 2. Menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.(Rp7000/1US$ th 2000 dan di th.2001 Rp 12.000/ 1US$ ) 3. Inflasi tinggi dan diprediksikan dapat menembus dua digit.

PEMERINTAHAN GOTONG ROYONG (Megawati SK.P)


Sidang Istimewa MPR menurukan Gus Dur dan Mengangkat Megawati menjadi Presiden kelima RI. Megawati diwarisi Gus Dur dengan perekonomian yang sangat buruk. Awal th.2002 kondisi ekonomi sedikit lebih baik dibanding 2001

Perbandingan kondisi awal perekonomian antara Gus Dur dan Megawati


GUS DUR 1.Inflasi tahunan 2% ( catatan BPS ) 2.Tingkat suku bunga SBI 13% 3.Asumsi APBN revisi 2001 inflasi 9,4% MEGAWATI 1.Inflasi tahunan 7,7% ( catatan BPS ) 2.Tingkat suku bunga SBI 17% 3.Inflasi yoy juli 2000juli 2001 13,5%

Kondisi perekonomian pemerintahan Megawati


Pertumbuhan ekonomi rendah disebabkan - lemahnya inwestasi swasta baik PMDN maupun PMDA. - kondisi politik tidak stabil - Tidak ada kepastian hukum Ekspor nonmigas menurun th.2001 dari 62,1 M US$ ke 56,3 M US$. th.2002 42,5 MUS$ Nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat Tingkat inflasi th.2000 mencapai 10% Indek harga konsumen( IHK) menurun walaupun masih lebih tinggi dari th 1999 Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) Menurun.

Prediksi ekonomi pemerintah Megawati th.2003


Pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,6% (BPS, LP3ES, Kadin Dan BI ) dan (Bank Dunia, IMF, dan ADB ) Sedang Pertmbuhan Negara lain : Kamboja 6,1% Laos 6,1% Malaysia 5,8% Singapura 6,5% Vietnam 6,8%

Realisasi pertumbuhan PDB Th.2001 dan perkiraan tahun 2002 dan th 2003
Pertumbuhan % Negara Cina Hongkong Korea selatan Taiwan Singapura Indonesia Pilipina vietnam 2001 7,3 0,2 3,0 -1,9 -2.0 3,3 3,2 5,0 2002 7,5 1,5 6,3 3,3 3,6 3,7 4,0 5,3 2003 7,2 3,4 5,9 4,0 4,2 4,5 3,8 6,5

Sistem Ekonomi Indonesia


Sistem Ekonomi: Suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata(ekonomi,sosial politik,dll)yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya yang ditujukan kearah pemecahan problem ekonomi,produksi,distribusi,dan konsumsi.( Sanusi 2000 p.10)

Sistem Ekonomi :
Diartikan Sebagai Suatu totalitas terpadu yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan, saling terkait,saling mempengaruhi,dan saling tergantung menuju tujuan bersama tertentu. (SanusiLemhanas)

Tujuh elemen penting dari sistem ekonomi ( Sanusi.2000 p.11&12)


1. 2. 3. 4. 5. 6. Lembaga-lembaga/Pranata Sumber daya Ekonomi Faktor-faktor Produksi Lingkungan Ekonomi Organisasi Ekonomi Motivasi dan prilaku pengambilan keputusan/ Pemain 7. Proses pengambilan Keputusan

Faktor-faktor yang suatu negara dalam menetukan sistem ekonomi yang diterapkan
1. Sumber-sumber sejarah, kultur,cita-cita dan sikap masyarakat. 2. Sumber daya Alam termasuk iklim 3. Filsafat yang dimiliki dan dibela sebagian besar masyarakatnya. 4. Teorisasi yang dilakukan oleh masyara kat pada masa lalu dan sekarang. 5. Triol dan Errors atau uji coba yang dilakukan oleh masyarakat dalam usaha mencari alat

Yang membedakan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri-cirinya


1. Kebebasan konsumen dalam memilih barang /jasa yang dibutuhkan 2. Kebebasan masyarakat memilih/menen tukan lapangan pekerjaan 3. Pengaturan pemilihan/pemakaian alat-alat produksi 4. Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tangung jawabmanajer 5. Pengaturan ataskeuntungan usaha yg.diperoleh 6. Pengaturan motivasi usaha 7. Penentuan pertumbuhan usaha 8. Pengambilan keputusan 9. Pembentukan harga konsumsi dan produksi 10. Pelaksanaan pemerataan kesejahteraans

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis


1. Hak milik Pribadi (alat-alat produksi atau sumber daya ekonomi dimiliki oleh Individu/lembaga swasta 2 Kebebasan beruaha dan memilih 3 Motif kepentingan diri sendiri 4 Persaingan 5 Harga ditentukan oleh mekanisme pasar 6 Peranan Pemerintah terbatas

Sistem ekonomi sosislis


Sistem sosialis adalah kebalikan dari sistem kapitalis dimana menurut kaum sosialis bahwa pasar justrunharus dikendalikan melalui perencanaan terpusat.(atau dengan kata lain Pemerintah/negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian.

sistem ekonomi sosialis ada dua subsistem


1. Sistem ekonomi sosialis Marxis y.i sistem ekonomi komando dimana selu ruh unit ekonomi(produsen,konsumen, maupun pekerja tidak diperkenankan mengambil keputusan sendiri-sendiri yang menyimpang dari komando otoritas tertinggi.

2.Sistem ekonomi sosialis demokrat


Yaitu sistem ekonomi sosialis yang kekuasaan otoritas tertinggi berkurang. Dalam sistem ini disatu sisi ada kebebasan seperti pada sistem kapitalis, tetapi disisi lain pemerintah atau negara ikut campur tangan dalam mengendalikan kebebasan.

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis demokrat / pasar sosialis


1. Ada kebebasan individu dan sekaligus perlindungan usaha serta persaingan dikembangkan. 2. Prinsip-prinsip pemerataan sosial menjadi tekad warga masyarakat 3. Kebijakan bisnis dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi 4. Kebijakan pertumbuhan ekonomi terkait dengan pembangunan ekonomi 5. Kebijakan struktural 6. Koformitas pasar dan persaingan.