Anda di halaman 1dari 12

EVOLUSI MORFOLOGI

Afifah Putri S. Dewi yulia R. Henny P. Hesti Retno Noviana I.P. Septariana Arlinta P. Saifullah Ulinnuha Nur F. Wahdania Nuris S. Wakhid Nur U.

Pendidikan Biologi Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Evolusi merupakan suatu proses yang panjang dan tidak dapat langsung dibuktikan di laboratorium. Namun, ada petunjuk-petunjuk evolusi yang dapat menjadi bukti bahwa evolusi memang terjadi, antara lain : fosil, perbandingan morfologi, perbandingan biokimia, perbandingan embriologi, variasi individu, domestikasi, rudimentasi, dan kesamaan fungsi alat tubuh.

Perbandingan morfologi merupakan perbandingan bentuk dan struktur tubuh dari garis keturunan utama makhluk hidup, yang akan menghasilkan bukti-bukti yang kuat terhadap evolusi. Perbandingan morfologi bisa kita pelajari dari proses divergensi morfologi dan konvergensi morfologi. Divergensi morfologi adalah perubahan dari bentuk dan struktur tubuh nenek moyang menjadi bentuk struktur tubuh spesies-spesies berbeda. Konvergensi morfologi adalah perubahan bentuk dan struktur tubuh yang berbeda pada spesies-spesies yang hubungan evolusinya jauh menjadi bentuk dan struktur yang sama.
ADAPTASI

Bentuk tubuh dapat dijelaskan melalui adaptasi. Adaptasi ada 2, yaitu : adaptasi tempat(kesesuaian antara fenotipe organism dan lingkungannya dan cara hidup) dan adaptasi proses(mekanisme evolusi dan jalur yang menghasilkan sifat-sifat adaptif dalam silsilah). Seleksi alam mungkin telah menghasilkan struktur pada lingkungan tertentu, dan struktur mungkin telah dimodifikasi, dari waktu ke waktu evolusi, untuk memenuhi kebutuhan fungsional baru. Sebuah contoh persuasive seperti pergeseran fungsional ditemukan di sayap serangga. Diperkirakan burung berkembang dari sejenis reptil di masa lalu, yang memendek cakar depannya dan tumbuh bulu-bulu yang khusus di badannya. Pada awalnya, sayap primitif yang merupakan perkembangan dari cakar depan itu belum dapat digunakan untuk sungguhsungguh terbang, dan hanya membantunya untuk bisa melayang dari suatu ketinggian ke tempat yang lebih rendah. Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat. Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigigiginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk. Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya.

MORFOLOGI FUNGSIONAL Pendekatan menuju analisis morfologi yang fungsional dapat berupa : a. Kesimpulan dari homologi Cara yang paling sederhana untuk berpendapat tentang fungsi morfologi tersebut yaitu mempertimbangkan struktur homologi dalam organisme yang sudah punah atau mati. Misalnya, homologi pada alat gerak beberapa vertebrata. Tangan manusia homolog dengan kaki kucing Sirip lumba-lumba homolog dengan sayap kelelawar Tangan manusia homolog sayap burung

Homologi merupakan salah satu penunjuk adanya evolusi yang mengarah pada strukur fungsi yang sama tetapi bentuknya berbeda. Sayap Archaeopteryx dan burung kuno lainnya mungkin digunakan untuk terbang. Bagaimanapun juga ada modifikasi yang luas meliputi sistem rangka, otot dan penapasan sejak adanya evolusi burung. Meskipun terbatas, kenyataan dari sisa-sisa homologi tersebut merupakan komponen penting dari morfologi fungsional. b. Kesimpulan dari analogi Fungsi dari struktur rangka mempunyai kemiripan dengan struktur konvergen yang hubungannya jauh dari species. Analogi adalah salah satu penunjuk adanya evolusi yang mengarah pada bentuknya sama tetapi mempunyai fungsi yang berbeda. Misalnya, sayap

burung analogi dengan sayap kelelawar. Karena analogi dipandang tidak teliti, maka struktur analogi tersebut melalui analisis secara menyeluruh tentang fungsional itu agar mengerti.

c. Analisis biomekanik Pendekatan tentang morfologi fungsional melibatkan analisis biomekanik. Permasalahan tentang struktur fungsional disimpulkan bahwa perangkat fisik dari bahan atau material biologi meliputi mesin balok, pengangkat dan struktur lainnya serta hidrodinamik. Analisis biomekanik dapat dikategorikan dalam dua cara yaitu dengan jalan paradigma dan cara percobaan, meskipun keduanya tidak nyata secara keseluruhan. a. Jalan Paradigma Ada 3 langkah dari cara paradigma, yaitu: 1. Satu atau lebih fungsi potensial sebagai dasar dari permasalahan strukturnya. 2. Untuk setiap fungsi potensial, menggunakan struktur hyphotetical secara optimal. Struktur yang optimal bukan merupakan pemahaman yang terbaik. 3. Kemiripan antara struktur yang sebenarnya dan paradigma.

b. Cara percobaan Ada 3 langkah yang termasuk analisis biomekanik, yaitu: 1. Seperti jalan paradigma, potensi fungsi yang umum merupakan dasar struktur yang tidak diketahui. 2. Sebuah model organisme atau struktur telah dibuat. Model tersebut dapat berupa angka atau bentuk fisik. 3. Kapasitas dari penampilan struktur fungsi pada percobaan.

Pendekatan paradigma dan pendekatan eksperimen untuk analisis biomechanical termasuk pemanfaatan dalam seluruh hukum Fisika dan mekanik.Baik yang tidak bermanfaat dalam menurunkan angka fungsi postulat dan bagaimanapunimajinasi dari investigator.ini akan selalu mungkin bahwa struktur merupakan kecocokan terbaik untuk sebuah fungsi yang dipertimbangkan.Analisa biomechanical hanya dapat menceritakan kita bagaimana organisme mampu untuk memfungsikan ciri khas. Biomechanical merupakan kehebatan penggunaan pemahaman hubungan antara bentuk dan fungsi sebagaimana fosil organisme.

Contoh Analisis Biomechanical dari organisme Terdahulu adalahPenglihatan pada Trilobites.Mata Trilobites adalah sama seperti pada Arthropoda.Banyak yang perlu dipelajari mengenai fungsi morfologi dari mata Trilobites dengan analogi bentuk kehidupan.Tapi ada perbedaan struktur penting bahwa sistem optik digunakan oleh Trilobites yang memiliki perbedaan menrolok.Banyak dari pemahaman kita mengenai penglihatan trilobites diperoleh dari kolaborasi yang tidak biasa antara ahli Paleontologi Evan Clarckson dan ahli fisika Riccardo levi-selfi.ketika mereka bertemu dalam konferensi di oslo pada tahun 1973,baik beberapa tahun aktif menjadi murid yang mempelajari morfologi Tribbites.Clarkson telah mempertimbangkan kerja penglihatan Trilobites dan levi-selfi,yang memiliki pemikiran fisikawan dan pemahaman dalam sistem optik. Trilobites memiliki kombinasi mata yang terdiri dari lensa numeris tersusun di baris.Lensa ini biasanya menyebar secara geometri berdekatan dengan permukaan luar.lensa itu sendiri terbuat dari Kalsium Karbonat dari bentuk mineral kalsit dan sesuatu yang alam.ini kemungkinan secara eksperimen untuk memproduksi gambaran fokus sampai lensa individu.ini belum diketahui apakah hewan dapat melihat gambar dengan jelas karena ketergantunganya pada sistem stres,dan tidak merasakan secara detail dari mata tersebut. Morfologi lensa dan penyusunan lensa bertukar untuk dipertimbangkan menjadi satu grup dari trilobitesdengan yang lain.Terutama sebuah bentuk lensa yang menarik yang dapat diilustrasikan dalam gambar.ini terdiri dari doublet unit depan cembung di bagian atas permukaan tapi lebih rumit dan bentuk bawah baik variasi,bagian bawah memiliki bagian cembung dapan sesuai dengan bentuk lensa sederhana.Dua lensa tersebut bersamasama membuat silinder. Suatu penelitian rekonstruksi clarkson dari mata trilobites.levi-selfi mencatat bahwa lensa mendeskripsikan.lensa bagian depan hanya perkiraan desain lensa yang dipublikasikan oleh rene descartes dan cristian Huygen di abad 17. descartes dan Huygens menggambarkan produksi dari perbadingan di gambar,tujuan ke-2 dari desain adalah untuk memproduksi apa yang diketahui lensa aplamatic,satu dari penyimpangan.kesamaan antara bentuk bagian depan lensa Trilobites dan desain Huygens Descrates yang luar biasa.lensa yang berbeda dari yang lain dalam kehdiran lensa bagian bawah trilobites.suatu elemen yang tidak terlihat pada desain descartes atau heygens.tapi ini adalah pemahaman

ketika catatan lensa yang didesain untuk dioparasikan di udara.perhitungan telah menunjukkan bahwa kaadaan kandungan air trilobites pada lensa bagian bawah mungkin akan penting untuk mengganti kerugian dari tingginya indek kereaktifan air laut.seperti itu,lensa trilobites terlihat modifikasi dari desain dasar sebagian bagian dari teknologi manusia yang baru baru ini pada abad 17.sama pembenaran lensa yang sudah dikenalkan dibeberapa kehidupan insecta,ostra codes,dan bahkan scallops. trilobita memiliki rentang geografis yang sangat luas, namun sebagian besar ditemukan di dekat paleoequator. ini menunjukkan bahwa kondisi laut membatasi kemampuan penyebarannya. Trilobita juga ditemukan dalam berbagai jenis sedimen, mulai dari jenis deposito perairan dangkal maupun sedimen air yang lebih dalam. spesies ini menempati berbagai lingkungan tanpa menunjukkan modifikasi anatomi sesuai dengan habitat yang berbeda. pada kenyataannya, garis keturunan trilobita yang hidup di permukaan sedimen perairan dalam di mana hanya sedikit cahaya,memiliki penglihatan yang kurang atau tidak ada.

penafsiran kejadian geografis dan geologis yang memungkinkan adalah,trilobita tersebut mula-mula tinggal di laut terbuka,setelah mati akan menjadi bangkai dan menetap ke dasar laut untuk menduduki berbagai lingkungan sedimen. penyempurnaan lebih lanjut dari penafsiran ini adalah mungkin. Ada banyak jenis trilobita yang berbeda dari trilobita pelagis Yang ditemukan dalam berbagai jenis sedimen berbeda. Setelah mati, bangkai trilobita tersebut menetap ke dasar laut dangkal dan habitat pelagis dari takson tersebut semakin luas jangkauan kedalamannya. diberbagailingkungan air. disedimendangkal, lainnya harus

generaseperticarolinitiesdanopipeuterellayangditemukan daridangkalketerdalam, harusmenghunipermukaan ditemukan

sepertipricyclopygedangirvanopygeyangtidak hidupdalambagianyang lebih dalamdi dalamlaut.

Evolusi cangkang kerang Evolusi menghasilkan keragaman dari keragaman memunculkan evolusi lanjutan

Contoh seleksi alam pada kerang tipe seleksi stabilizing Keragaman tinggi pada warna, mulai dari putih, abu-abu hingga gelap Hidup di pasir abu-abu Putih dan hitam mudah dimangsa, abu-abu dominan

tipe seleksi mengarah (directional) Pembentukan kuarsa intensif, pasir putih Kerang hitam dan abu-abu, kontras Kerang putih dominan

tipe seleksi memecah (disruptive) Terjadi letusan gunung berapi, lahar dingin berwarna hitam menutupi sebagian pantai Kerang hitam migrasi ke pasir hitam, kerang putih ke pasir putih Kerang abu-abu

Perubahan fenotip dan faktor genetik yang mendasari sebuah model cangkang kerang yang terdahulu dengan bentuk melingkar menjadi acuan dalam melihat sejauh mana evolusi terjadi pada parubahan fenotip cangkang kerang yang ada sekarang.Perbedaan antara cangkang terdahulu dengan yng ada sekarang membuktikan bahwa hanya terdapat sedikit perubahan dalam sedikit modifikasi model cangkang.

Pada umumnya, hanya univalves yang mendapat perlindungan oleh (adhering) secara komplit untuk substrat seperti misalnya (abalons) dan (limpets) dapat mengatasi dengan rata rata ekspansi tinggi. Sebagai tambahan, kerang adalah lebih kuat tumpang tindih. Univalves cenderung duduk diatas permukaan. Hampir semua observasi dari kerang pada wilayah tertutup. Bahkan spesies ini jatuh pada sisi lain sebagai penentuan oleh inspeksi kerang nyata. Dengan beberapa deviasi antara model

dan data, ada dua alasan yang mungkin untuk perbedaan. Keduanya ada masalah dengan data namanya pengukuran eror atau ada masalah dengan model ,contohnya keagalan untuk menerima keputusan perubahan ontogenetik mengubah dalam paramater. Dalam kasus ini adalah mirip yang keduanya adalah faktor permainan. Dalam ringkasan, model coiling dapat mensimulasi pada prinsip kulit range lebar kerang dengan hanya tiga paramater geografi sederhana. Aspek tertentu dari pendudukan non random dari spasi paramater dapat dimengerti dalam bagian oleh penentuan cara yang berbeda dari kehidupan dan fungsi kebutuhan organisme dengan kerang. Tulang belakang di Horseshoe Crabs (Kepiting Tapal Kuda). Tulang belakang dan proyeksi lainnya yang umum dalam berbagai organisme. Fungsi mereka sering dianggap, cukup masuk akal, sebagai pelindung. Nilai adaptif dari rincian morfologi yang tepat dari duri ukuran dan bentuk biasanya kurang jelas, bagaimanapun, Euproops, sebuah arthropoda pada Akhir Zaman Karbon (Late Carbiniferous) terkait dengan hidup kepiting tapal kuda (horseshoe crap), diproses dua pasang duri pada daerah anterior tubuh, atau prosoma (Gambar 5.10). Salah satu properti menarik dari duri adalah bahwa, ketika remaja, duri lateral adalah lebih panjang dari pasangan duri medial. Duri medial tumbuh lebih cepat, bagaimanapun, jadi ketika dewasa mereka lebih panjang daripada duri lateral.Fungsi duri yang dieksplorasi secara eksperimen oleh Daniel Fisher (1977), yang dianggap merupakan peran umum duri dan alasan untuk ukuran relatif mereka. Kehidupan kepiting tapal kuda dikenal untuk menggali untuk perlindungan.Karena studi fungsional sebelumnya telah menunjukkan bahwa Euproops mungkin perenang yang handal, Fisher beralasan bahwa individu mungkin menghadapi predator di atas substrat, di mana menggali bukan merupakan pilihan. Banyak Arthropoda, hidup dan punah, yang dikenal dalam daftar, jelas dalam menanggapi gangguan. Ada bukti anatomis bahwa Euproops mampu masuk dalam daftar seperti sesuai dalam bentuk antara prosoma dan daerah tubuh belakang, atau opisthosoma.Selain itu, spesimen biasanya diawetkan dalam posisi terdaftar. Jika suatu individu terdaftar pada saat menghadapi predator, itu akan menetap ke substrat dan berpotensi melarikan diri predasi. Para predator Euproops yang meliputi ikan dan amfibi dengan sistem sensorik dasar mirip dengan bentuk hidup.Pengamatan ikan modern menunjukkan bahwa mereka sangat sensitif terhadap gerak mangsanya. Suatu pola halus karena itu akan membuat kepiting tapal kuda kurang mencolok untuk predator daripada jalur osilasi atau tidak teratur di mana gerakan horisontal mengganggu serangan vertikal umum. Mengingat latar belakang ini, Fisher mengeksplorasi peran duri dalam menyelesaikan.Ia mengembangkan model kepiting tapal kuda, memungkinkan model jatuh bebas di air laut, dan memfilmkan perilaku mereka. Gambar 5.10b menunjukkan dua set model, salah satu remaja (A) dan satu dewasa (B). Untuk setiap set, satu model memiliki duri, yang telah dibuat lebih panjang atau lebih pendek dibandingkan dengan bentuk nyata atau memiliki panjang relatif mereka berubah. Model-model tersebut direkonstruksi dalam postur terdaftar, dengan opisthosoma terselip di bawah prosoma dan telson (ekor tulang belakang) memperluas di luar kepala.

Hasil perwakilan menyelesaikan eksperimen yang diperlihatkan pada Gambar 5.11. Beberapa model berosilasi saat mereka turun (A-6), yang lain membuat perubahan mendadak horisontal (A-2), dan beberapa mencapai turunan halus dan stabil (A-4). Jenis terakhir ini menetap yang diharapkan akan paling mencolok untuk predator dan karenanya menjadi yang paling menguntungkan untuk menghindari predator. Model yang menetap dengan cara ini sebenarnya yang sesuai dengan bentuk yang diamati. Ketika remaja, duri lateral yang relatif panjang dan duri medial yang relatif singkat, keduanya relatif pendek terhadap prosoma tersebut, diperlukan untuk menghasilkan turunan yang halus. Untuk model dewasa untuk menyelesaikan pola, Fisher menemukan bahwa duri harus kira-kira sama dengan prosoma, dan duri medial harus lebih dari duri lateral. Hal ini adalah apa yang terlihat pada spesimen yang sebenarnya. Hasil ini menyarankan bahwa keseimbangan yang tepat antara ukuran tulang belakang merupakan adaptasi untuk penyesuaian halus. Karena ada hubungan nonlinier antara ukuran tulang belakang dan ukuran tubuh satu sisi dan gaya tarik serta kekuatan hidrodinamik lainnya di sisi lain, ukuran tulang belakang yang sama tidak sama efektif untuk semua ukuran tubuh. Hal ini merupakan bukti jelas menjadi seleksi alam untuk pertumbuhan anisometric pola tertentu (lihat bagian 2.3) untuk mengakomodasi fakta ini. Meskipun punggung Euproops jelas memiliki nilai fungsional, perilaku penyesuaian kepiting tapal kuda tidak sempurna yang ideal. Cepat, penyesuaian yang halus akan lebih baik dicapai oleh benda bulat. Namun organisme memiliki tuntutan fungsional selain menyesuaikan.Misalnya bentuk keseluruhan adalah memanjang daripada bola dalam rangka memfasilitasi gerakan melalui sedimen.Euproops bisa menyelesaikan denga sangat lancar, itu adalah cukup optimal dari yang dapat diharapkan, mengingat keterbatasan fungsi bersaing dan warisan filogenetik (Gambar 5.1).

Kepiting tapal kuda umumnya dianggap hewan laut meskipun Carcinoscorpius rotundicauda telah dicatat masuk sungai di India dan pernah tertangkap 145 km (96 mil) hulu. Mereka disebut kepiting Horseshoe karena lempeng punggung yang meliputi tubuh mereka memiliki beberapa kemiripan dengan tapal kuda. Mereka adalah binatang cukup primitif, yang sangat serupa dengan nenek moyang mereka lebih dari 200 juta tahun yang lalu (hmm, sangat membuktikan hewan ini tidak pernah berevolusi!, kepiting tapal kuda yang sekarang merupakan hewan yang sama dengan kepiting tapal kuda 200 juta tahun lalu! ) Hewan ini hidup sebagian besar sebagian didalam di lumpur dasar laut di mana mereka berburu binatang kecil, cacing, krustasea dan bahkan ikan yang mereka makan. Mereka dapat berjalan dengan kaki mereka dan bahkan berenang. . Muda dan hewan dewasa cenderung untuk berenang lebih sering dan dan sering melakukannya dengan tubuh mereka terbalik, dengan cara ini piring punggung membantu mengangkat badannya. Bagian khas dari morfologi kepiting Horseshoe adalah tulang belakang ekor panjang kaku. Meskipun hal ini mungkin terlihat berbahaya itu bukan senjata dan hanya berfungsi untuk membantu hewan dalam gerakan maju dan ke kanan jika hal itu akan dihidupkan kembali, sebuah fungsi penting karena tak satupun anggota badan yang mencapai luar tepi karapaks .. Pada musim berbiak (musim semi untuk Polyphemus Limulus) kepiting Horseshoe tertentu bermigrasi ke perairan pantai yang dangkal di mana mereka mengumpulkan telur dalam jumlah besar. Betina kemudian menggali lubang sekitar 15 cm (6 in) jauh di dalam pasir di zona pasang surut. Dia meletakkan 1.000 telur di lubang ini dan jantan melepaskan sperma nya ke mereka sehingga mereka dapat dibuahi. Betina kemudian menyelubungi telur dengan pasir agar telur2nya terlindung dari aksi gelombang sementara telur2 tersebut masih dapat dihangatkan oleh sinar matahari. Stadium larva memakan waktu sekitar 6 minggu untuk menetas dan melewati sebanyak 16 moults sebelum mereka mencapai bentuk dewasa.Mereka kemudian memiliki beberapa lebih lanjut tumbuh lakukan sebelum mereka mencapai kematangan seksual pada 3 atau lebih tahun. Pada tahap awal mereka larva terlihat sedikit seperti trilobita dan kadang-kadang disebut sebagai 'larva trilobite' sebagai. Seluruh tubuh hewan yang tertutup, dan dengan demikian dilindungi oleh dua piring punggung disebut Karapaks. Di bagian Kelas Merostomata merupakan kelas kuno dari arthropoda, hewan yang berkembang di awal Kambrium (570 juta tahun lalu) dan bentuk kehidupan dominannya di laut dan samudra dunia sampai Perem 310 MYA. Sekarang mereka adalah kelompok yang sangat kecil yang terdiri dari hanya 4 spesies dalam 3 genera dan satu order (atau subclass) Xiphosura.. Di masa lalu kelas yang berada diurutan kedua (atau subclass) yang dikenal sebagai Eurypterida, ini adalah hewan air besar yang lebih mirip kalajengking dari kerabat dekat mereka kepiting tapal kuda. Disebut juga Kalajengking Scorpions meskipun mereka sering tinggal di habitat air tawar atau payau. Hewan ini berstatus rawan oleh IUCN karena populasi mereka sering dimanfaatkan untuk bertahun-tahun sebagai pakan ternak dan pupuk. Satu spesies, Limulus polyphemus hidup lepas pantai timur Amerika, tiga lainnya spesies hidup di Asia Tenggara. Kepiting tapal kuda (julukan hewan ini) umumnya dianggap hewan laut meskipun Carcinoscorpius rotundicauda telah dicatat masuk sungai di India dan pernah tertangkap 145 km (96 mil) dari hulu. Mereka disebut kepiting Horseshoe karena lempeng punggung yang

meliputi tubuh mereka memiliki beberapa kemiripan dengan tapal kuda. Mereka adalah binatang cukup primitif, yang sangat serupa dengan nenek moyang mereka lebih dari 200 juta tahun yang lalu (artinya gak pernah ber-evolusi dong). Hewan ini hidup sebagian besar di lumpur dasar laut dengan cara mengubur sebagian tubuh mereka. Mereka berburu binatang kecil, cacing, krustasea dan bahkan ikan.Dengan mendorong melalui lumpur mereka dapat berjalan memakai kaki mereka dan bahkan berenang.Stadium juvenile dan dewasa cenderung untuk berenang lebih sering dan dan sering melakukannya dengan tubuh terbalik, dengan cara ini piring punggung membantu mengangkat keatas tubuhnya. Bagian khas dari morfologi kehewan ini adalah tulang belakang dari ekor panjangnya yang kaku. Meskipun hal ini mungkin terlihat berbahaya, ekot tersebut bukan senjata dan hanya berfungsi untuk membantu hewan dalam gerakan maju dan ke kanan, hal merupakan sebuah fungsi penting karena tak satupun anggota badan yang mencapai luar tepi karapaks .. Pada musim berbiak (musim semi untuk Polyphemus limulus) hewan spesies tertentu bermigrasi ke perairan pantai yang dangkal di mana mereka mengumpulkan telur dalam jumlah besar. Jantan memilih betina dan cling onto her back.( mungkin artinya menindih si betina). Betina kemudian menggali lubang sekitar 15 cm (6 inch) jauh di dalam pasir di zona pasang surut. Dia meletakkan 1.000 telur di lubang ini dan laki-laki melepaskan sperma nya ke mereka sehingga mereka dapat dibuahi. betina kemudian menyelubungi telur dengan pasir yang melindungi mereka dari aksi gelombang sementara sinar matahari masih dapat menghangatkan telurnya. Larva memakan waktu sekitar 6 minggu untuk menetas dan melewati sebanyak 16 moults sebelum mereka mencapai bentuk dewasa. Mereka kemudian memiliki beberapa lebih lanjut tumbuh sebelum mereka mencapai kematangan seksual pada 3 tahun atau lebih. Pada tahap awal larva mereka terlihat seperti trilobita dan kadang-kadang disebut sebagai 'larva trilobite' . Tubuh hewan ini tertutup dilindungi dua piring karapaks di punggung karapaks dan dengan demikian dilindungi oleh dua piring punggung disebut karapaks. Terdapat dua mata majemuk dan dua mata sederhana, namun mata majemuk yang benar hanya sekelompok mata sederhana yang terkompresi bersama. Di bawah bagian berbentuk tapal kuda dari karapaks adalah cephalothorax yang terdapat kaki makan dan kaki berjalan Ada Ada lima pasang kaki berjalan yang pertama kadang-kadang disebut pedipalpus (kaki makan), empat pertama pasang berjalan kaki telah penjepit dan juga memiliki coxae mereka dimodifikasi untuk membentuk gnathobases. Perut (atau opisthosoma) terdiri dari 9 segmen fusi dan dilindungi oleh plat punggung perut yang engsel dengan pelat cephalothoracic. Kaki terdiri dari coxa, trokanter, femur, tibia dan dua segmen tarsal. Pasangan pertama (6) dari kaki perut memiliki bukaan organ reproduksi (gonopore) di dalamnya. Setelah kaki jalan terdapat insang. Insang ini disebut insang buku karena masing-masing terdiri dari rangkaian 150 sampai 200 piring datar seperti halaman buku, ini adalah organorgan hewan pertukaran gas. Hewan ini juga memiliki peredaran darah terdiri dari jantung dan arteri yang membawa darah ke seluruh tubuh dan kemudian menjadi dua vena yang melewati insang dimana CO 2 dan O 2 dipertukarkan sebelum kembali ke jantung. Limbah metabolik yang diambil dari darah oleh dua pasang kelenjar coxal yang menciptakan urin yang lolos ke kandung kemih dan dikeluarkan melalui pori khusus di dasar tanggal 4 pasangan berjalan kaki

Sistem saraf terdiri dari otak sirkum-oesophagal dengan tali saraf vetral yang menimbulkan lima set ganglia dari mana saraf menyebar ke tubuh. Ada juga sepasang tali saraf longitudinal, inilah yang mengendalikan jantung. anteior-dorsal terdapat dua mata sederhana, namun mata majemuk yang benar hanya sekelompok mata sederhana terkompresi bersama. Di bawah bagian berbentuk tapal kuda dari karapas adalah cephalothorax yang dikenakan terdapat kaki. Ada lima pasang kaki berjalan yang pertama kadang-kadang disebut pedipalpus (kaki makan), empat pertama pasang kaki berjalan telah memiliki penjepit dan koksa-nya dimodifikasi untuk membentuk gnathobases. Perut (atau opisthosoma) terdiri dari 9 segmen fusi dan dilindungi oleh plat punggung perut yang engsel dengan pelat cephalothoracic. Pasangan pertama (6) dari kaki perut memiliki bukaan organ reproduksi di dalamnya. Kaki yang kelima (kaki terakhir di cephalotorax-nya) terdapat insang. Insang ini disebut insang buku karena masing-masing terdiri dari rangkaian 150 sampai 200 piring datar ini adalah organ-organ hewan pertukaran gas. hewan ini juga memiliki sistem yang dikembangkan dengan baik peredaran darah terdiri dari jantung dan arteri yang membawa darah ke seluruh tubuh dan kemudian menjadi dua vena yang melewati insang dimana CO 2 dan O 2 dipertukarkan sebelum kembali ke jantung. Limbah metabolik yang diambil dari darah oleh dua pasang kelenjar coxal yang menciptakan urin yang lolos ke kandung kemih dan dikeluarkan melalui pori khusus di dasar tanggal 4 pasangan berjalan kaki. Ada juga sepasang tali saraf longitudinal, inilah yang mengendalikan jantung.

Morfologi kerang
Daerahumbonaldari duakatupjelasmengganggu satu sama laindimodel kerang. Setidaknya adatiga carayangdapatmenghindari gangguancangkang bivalvia. Yang pertama adalahuntuk menyimpangdari modelyang idealdengan mendepositokanbahanshelltambahan antaraumbones, pada dasarnyauntuk memilikikurvapembangkitbiologisyangdistinotdarikurvapembangkitgeometris. yang keduadengan memilikikatupyangjelastidak samadalam ukuran. ketigaadalah memilikikatupyang samadenganagalometrypositiftingkat ekspansi. strategipertama dan keduasecara luasdieksploitasioleh keduaprachiopodsdan moluskabivalvia, sedangkanketigapaling sering terjadi padamoluskakerang. Masalahgangguankatuptidak selalusempurna terpecahkan,bagaimanapun,Sejumlahmoluskabivalvemenunjukkanumbonesmiringdisebabkan olehgrindinybersamadari duakatup.