KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER55 IPB/2012

PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA

a. bahwa sesuai dengan Pasal 75 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011, dinyatakan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyusunan laporan keuangan bagi entitas pelaporan dan pos-pos tertentu yang memerlukan perlakuan khusus diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga; 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5340); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165); 9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara /Lembaga/ Kantor/Satuan Kerja sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 05/PMK.05/2010; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum; 11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248/PMK.07/2010; 12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41/PMK.09/2010 tentang Standar Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga; 13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2010 tentang Organisasi dan Tata Ke~a Kementerian Keuangan; 14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tak Tertagih; 15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.05/2011 tentang Mekanisme Pengelolaan Hibah; 16. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 230/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi Hibah; 17. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-36/PB/2009 tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Kuasa Bendahara Umum Negara; 18. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-62/PB/2009 tentang Tata Cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada Laporan Keuangan; 19. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-81/PB/2011 tentang Tata Cara Pengesahan Hibah Langsung Bentuk Uang dan Penyampaian Memo Pencatatan Hibah Langsung Bentuk Barang/Jasa/Surat Berharga; 20. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-82/PB/2011 tentang Pedoman Akuntansi Penyisihan Piutang Tak Tertagih pada Kementerian NegaralLembaga; MEMUTUSKAN: PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA. BABI KETENTUAN UMUM Pasal1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

2.

Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Kementerian Negara adalah perangkat pemerintah yang membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. Lembaga adalah organisasi non-kementerian negara dan instansi lain pengguna anggaran yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 atau peraturan perundang-undangan lainnya. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Dana Dekonsentrasi adalah dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh gubernur sebagai wakil pemerintah pusat yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan/atau desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan. Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh daerah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan tugas pembantuan. Urusan Bersama Pusat dan Daerah adalah urusan pemerintahan di luar urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah pusat, yang diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

3. 4.

5. 6.

7.

8.

9.

10. Dana Urusan Bersama yang selanjutnya disingkat DUB adalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan, indeks fiskal, dan kemiskinan daerah, serta indikator teknis. 11. Dana Daerah untuk Urusan Bersama yang selanjutnya disingkat DDUB adalah dana yang bersumber dari APBD. 12. Badan Layanan Umum yang selanjutnya disingkat BLU adalah instansi di Iingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas, yang pengelolaan keuangannya diselenggarakan sesuai dengan peraturan pemerintah terkait. BAB II PELAPORAN KEUANGAN Pasal2 (1) Entitas pelaporan wajib menyajikan laporan pertanggungjawaban berupa Laporan Keuangan Kementerian NegaraiLembaga (LKKL) dan menyampaikannya kepada Menteri Keuangan.

(2) Entitas akuntansi wajib menyampaikan laporan keuangan selaku kuasa pengguna anggaran/barang secara periodik dan berjenjang kepada entitas pelaporan. (3) Kementerian Negara/Lembaga membentuk struktur organisasi akuntansi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (4) Entitas pelaporan dan entitas akuntansi pada Kementerian NegaraiLembaga menyusun laporan keuangan menurut tata cara sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (5) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan hasil penggabungan laporan keuangan yang berasal dari entitas akuntansi di lingkungan kementerian negarallembaga termasuk entitas akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menerima dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan. (6) Tata cara penyajian Laporan Keuangan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara akan diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tersendiri. BAB III PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Pasal3 (1) Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran wajib menyusun laporan pertanggungjawaban berupa Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan. (2) Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Barang Milik Negara (BMN) wajib menyusun laporan pertanggungjawaban berupa Laporan Barang Pengguna Semesteran dan Tahunan. (3) Penyusunan laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berjenjang dari tingkat UAKPA sampai dengan tingkat UAPA. (4) Penyusunan laporan barang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada Kementerian Negara/Lembaga berpedoman pada peraturan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara. Bagian Kesatu Struktur Organisasi Pelaporan Keuangan Pasal4 (1) Dalam penyusunan laporan keuangan, Kementerian Negara/Lembaga wajib membentuk dan menunjuk Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang Milik Negara dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) dan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) pada tingkat satuan kerja penerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). b. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) pada tingkat kantor wilayah.

Koordinator UAPPA-W dan Pembantuan/Urusan Bersama: UAPPB-W Dekonsentrasirrugas (3) (4) a. Gubemur/bupati/walikota selaku kepala daerah menugaskan dan menetapkan satuan kerja yang membidangi pengelolaan barang/kekayaan daerah sebagai koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) Tugas Pembantuan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur/Bupatil Walikota. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon 1 (UAPPA-E1) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 (UAPPB-E1) pad a tingkat eselon I. Kementerian Negara/Lembaga menetapkan Dinas Provinsi/Kabupatenl Kota sebagai UAPPA-W dan UAPPB-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama atas usulan Kepala Daerah.c. d. Bagian Kedua Dokumen Sumber Laporan Keuangan Pasal5 Dokumen sumber yang diproses dalam penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga diatur sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) dan Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) pad a tingkat kementerian negarallembaga. . d. b. Gubernur/bupati/walikota selaku kepala daerah bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan menunjuk dan menetapkan koordiantor UAPPA-W dan UAPPB-W Urusan Bersama. Gubemur selaku wakil Pemerintah menugaskan dan menetapkan Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah Provinsi sebagai koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dan koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) Dekonsentrasi berdasarkan Surat Keputusan Gubemur. c. Gubemur/bupati/walikota selaku kepala daerah menugaskan Satuan Ke~a Pengelola Keuangan Daerah provinsi Ikabupaten/kota sebagai koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) Tugas Pembantuan berdasarkan Surat Keputusan Gubemur/BupatilWalikota. (2) Kementerian Negara/Lembaga yang mempunyai unit vertikal di daerah tetapi tidak mempunyai kantor wilayah wajib membentuk Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) dengan menunjuk salah satu satuan kerja di wilayah sebagai UAPPA-W dan UAPPB-W.

Neraca. (3) Laporan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga semesteran dan tahunan wajib direviu oleh aparat pengawas intern Kementerian NegaralLembaga sebelum disampaikan kepada Menteri Keuangan. dilakukan Direktorat c. Akuntansi dan Pelaporan Keuangan setiap semester. Pasal7 (1) Reviu dilaksanakan secara paralel dengan pelaksanaan anggaran dan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Kementerian NegaralLembaga wajib melakukan rekonsiliasi dengan ketentuan sebagai berikut: a. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAPA dilakukan dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. (2) Proses rekonsiliasi Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Kuasa Bendahara Umum Negara. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan setiap semester. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAKPA dilakukan dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setiap bulan. Pasal8 (1) Penyajian laporan keuangan dilakukan pada setiap tingkat unit akuntansi secara berjenjang dari tingkat UAKPA sampai dengan tingkat UAPA. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-W dilakukan dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan. b.Bagian Ketiga Rekonsiliasi dan Reviu Laporan Keuangan Pasal6 (1) Dalam penyusunan laporan keuangan. (3) Pedoman rekonsiliasi laporan barang Kementerian Negara/Lembaga berpedoman pad a peraturan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara. dan Catatan atas Laporan Keuangan.q. d.q. (2) Pelaksanaan reviu oleh aparat pengawas intern mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai Standar Reviu atas Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-E1 dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. terdiri dari: . Laporan Realisasi Anggaran. c. (2) Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga a. b.

(5) Format penyajian Catatan atas Laporan Keuangan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi entitas akuntansi dan/atau entitas pelaporan. (4) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat UAPA diatur dengan ketentuan sebagai berikut. b. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah/Koordinator Wilayah. Lampiran lainnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama juga wajib disampaikan kepada Gubernur /BupatilWalikota selaku koordinator UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuanl Urusan Bersama.(3) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dilengkapi dengan lampiran pendukung sebagai berikut: a. Direktur Jenderal Perbendaharan sebanyak 3 (tiga) rangkap. Informasi pendapatan dan belanja secara akrual. b. (2) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat UAPPA-W diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a.q. Bagian Keempat Penyampaian Laporan Keuangan Pasal9 (1) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat Satuan Ke~a diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. b. (4) Sistematika dan contoh laporan keuangan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. a. c. Selain yang disebutkan dalam ayat (2) huruf b. . (3) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat UAPPA-E1 diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan c. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada UAPPA-W atau UAPPA-E1 dan KPPN. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Menteri/Pimpinan LembagalPengguna Anggaran dan pernyataan telah direviu oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah. b. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada UAPA. b. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh pejabat eselon I atau pejabat lain yang setingkat. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada UAPPA-E1 dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

yang menggunakan dan/atau memanfaatkan barang milik negara berdasarkan peraturan perundangundangan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. BABIV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal11 (1) Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) wajib dikonsolidasikan dengan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. yang bukan merupakan Bagian Anggaran. -8- ~ . (2) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan unit organisasi lainnya. BABV KETENTUAN PENUTUP Pasal12 Dengan berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. maka Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-65/PB/2010 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.Batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Semesteran dan Tahunan untuk setiap unit akuntansi diatur sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Pasal13 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. wajib menyampaikan laporan barang tersebut kepada Menteri Keuangan (3) Entitas pelaporan yang memerlukan perlakuan khusus dalam penyusunan laporan keuangan akan diatur secara terpisah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- ~. IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA STRUKTUR ORGANISASI UNIT AKUNTANSI PADA KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

utang. yang berada dalam tanggung selaku Bendahara Umum Negara berwenang menetapkan Menteri Keuangan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara. wajib membentuk unit • • Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama • • Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA).STRUKTUR ORGANISASI UNIT AKUNTANSI PADA KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA Dalam pelaksanaan anggaran. jawabnya. . setiap kementerian atas negara/lembaga transaksi selaku yang pengguna meliputi anggaran/barang menyelenggarakan akuntansi keuangan transaksi pendapatan. aset. dan ekuitas dana. • • Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I (UAPPB-E1) Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Bersama Barang Wilayah (UAPPB-W) DekonsentrasilTugas • • Pembantuan/Urusan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wi/ayah (UAPPB-W) Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB). belanja. kementerian negara/lembaga akuntansi keuangan dan unit akuntansi barang. Dalam pelaksanaan sistem akuntansi.

Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Eselon I (UAPPNB-E 1) UAPPNB-E1 merupakan unit akuntansi jawabnya adalah pejabat eselon I.3.2. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran/Barang (UAPNB) UAPNB merupakan unit akuntansi Lembaga. 8. B. penanggungjawabnya adalah Gubernur.4 Koordinator UAPPNB merupakan unit Wilayah Tugas Pembantuan/Urusan Bersama pada tingkat wilayah yang melakukan UAPPNB W adalah Kepala Kantor Wilayah atau Kepala satuan kerja yang ditetapkan sebagai akuntansi pengabungan laporan keuangan seluruh UAPPA-W/UAPPB-W Tugas Pembantuan/Urusan Bersama di wilayahnya. Penanggungjawab UAPPNB Wilayah adalah Kepala Dinas Pemerintah Provinsi sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh pemerintah melalui kementerian negara/lembaga.3. penanggungjawabnya adalah Menteri/Pimpinan melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAKPNB instansi vertikal kementerian negara/lembaga di wilayahnya.3. penanggungjawabnya adalah Kepala Daerah (Gubernur/BupatilWalikota). Penanggungjawab UAPPNB-W.B. . UAPPNB-W merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang pada tingkat eselon I.3. Setiap dinas pada pemerintah provinsi yang menerima alokasi dana dekonsentrasi ditunjuk dan ditetapkan sebagai UAPPNB-W. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPNB-W) B.3. UAPPNB Wilayah Dekonsentrasi merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAKPNB Dekonsentrasi yang berada di bawahnya. B.1. Penanggung jawab Unit Akuntansi Keuangan/Barang 8.2 Koordinator UAPPNB Wilayah Dekonsentrasi merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAPPA-W/UAPPB-W Dekonsentrasi di wilayahnya.1.3. 8. penanggung pada tingkat kementerian negara/lembaga (pengguna anggaran/barang). 8. UAPPNB W dibentuk dengan menunjuk dan menetapkan kantor wilayah atau satuan ke~a sebagai UAPPNB-W.

Struktur Organisasi Unit Akuntansi Dengan adanya pembentukan dan penunjukan unit akuntansi keuangan maupun barang. diperlukan adanya struktur organisasi Unit Akuntansi.05/2011. Untuk UAKPAIB DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama penanggungjawabnya adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penanggung jawab UAKPAIB adalah Kepala Satuan Kerja.5. Penanggungjawab UAPPAIB W Tugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah Kepala Dinas Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota) sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh pemerintah melalui kementerian negarallembaga. UAKPAIB merupakan unit akuntansi pada tingkat satuan kerja (kuasa pengguna anggaran/barang) yang memiliki wewenang menguasai anggaran/barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembentukan struktur organisasi unit akuntansi disesuaikan dengan struktur organisasi kementerian negara/lembaga Pembantuan/Urusan Bersama).05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Pencantuman struktur organisasi dalam Peraturan Direktur Jenderal ini merupakan pedoman bagi Kementerian NegaralLembaga dalam pembentukan dan penunjukan unit akuntansi. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (UAKPAlB) .3. .8. UAPPAIB Wilayah Tugas Pembantuan/Urusan Bersama merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAKPAlUAKPB Tugas Pembantuan/Urusan Bersama yang berada di bawahnya. B. pada atau pemerintah daerah (dana dekonsentrasi dan Tugas Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini hanya dicantumkan struktur organisasi unit akuntansi keuangan sedangkan untuk unit akuntansi barang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.4. Setiap Dinas pada pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota yang menerima alokasi dana Tugas Pembantuan/Urusan Bersama ditunjuk dan ditetapkan sebagai UAPPAIB Wilayah Tugas Pembantuan/Urusan Bersama. C.

................. MENTERI IPIMPINAN LEMBAGA • PEJABAT ESELON I YANG MEMB!DANGI KESEKRETARIATANI PEJABAT YANG DITUNJUK I KEPALA BIRO YANG MEMBIDANGI KEUANGANI PEJABAT YANG DITUNJUK I KABAG........._ •••••••••••••• o o ...............-...••............................C............ • • PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS KOMPUTER .. VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK I KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK o o o o o o o ..... .....••••......•...... Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) r--------------.1. KEUANGAN/KABAG............. 0 0 ........J ...•.......b. o o o o o • Keterangan: r---L _ I e......•.... 0 0 0 0 0 0 0 ......................

Direktur Jenderal Perbendaharaan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran.1. • Membina dan memantau pelaksanaan akuntansi pada pengguna anggaran.2. C. UAPA melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini. • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan dengan UAPPA-E1 dan Tim Bimbingan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. .a. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. • Menandatangani Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga semesteran dan tahunan yang akan disampaikan ke Menteri Keuangan.) • Menteri/Pimpinan Lembaga melaksanakan kegiatan sebagai berikut: Membina dan mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup kementerian negarallembaga.a. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang diperlukan. Menyampaikan laporan keuangan semesteran dan tahunan ke Menteri Keuangan c. C.) Pejabat eselon I dan/atau kepala biro yang membidangi keuangan/pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup kementerian negarallembaga. • Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. • Membina pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup kementerian negara/lembaga. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut.1. • • Menandatangani Pernyataan Tanggung Jawab.1.Tugas dan Fungsi Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) Tugas pokok penanggung jawab UAPA adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat kementerian negarallembaga dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan. sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang diperlukan. • Menetapkan organisasi UAPA sebagai pelaksana Sistem Akuntansi Keuangan. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan.q.

sumber daya manusia. Direktur Jenderal Perbendaharaan sebelum ditandatangani menteri/pimpinan lembaga.) Kepala Bagian KeuanganNerifikasi dan Akuntansi atau Kepala Subbagian KeuanganNerifikasi keuangan/verifikasi dan Akuntansi dan akuntansi atau pejabat atau pejabat yang membidangi ditunjuk. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. sarana dan prasarana serta hal-hal administratif lainnya. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan setiap semester.b. Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAPA yang terdiri dari Petugas Laporan AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai berikut: .q. • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan Kementerian NegaraiLembaga yang akan didistribusikan. • Memberikan petunjuk kepada unit-unit akuntansi di tingkat pusat maupun daerah tentang hubungan ke~a. dan prasarana yang diperlukan.3. Mengevaluasi hasil kerja petugas akuntansi.1. Memantau pelaksanaan sistem akuntansi keuangan pada unit-unit sistem akuntansi keuangan di Iingkup kementerian akuntansi di Iingkup kementerian negara/lembaga. sumber dana. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Barang dengan Laporan Keuangan. yang melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan negara/lembaga.q. • • • Mengkoordinasikan pembuatan laporan kegiatan dan pendistribusiannya. • Melakukan supervisi/pembinaan atas pelaksanaan sistem akuntansi keuangan pada unit-unit akuntansi di Iingkup kementerian negara/lembaga. sarana.a.• Menyetujui Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang akan disampaikan ke Menteri Keuangan c. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAPA dan ADK ke Menteri Keuangan c. Direktur Jenderal Perbendaharaan yang telah ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga.1. C.q. C. • • Menyiapkan sumber daya manusia. • Menyiapkan usulan struktur organisasi dan uraian tugas seluruh unit akuntansi di tingkat pusat maupun daerah.

Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan tingkat UAPA. • • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab. . • Menyusun laporan keuangan semesteran dan tahunan tingkat UAPA berdasarkan penggabungan laporan keuangan dan ADK UAPPA-E1. • Meneliti dan menganalisis laporan keuangan semesteran dan tahunan tingkat UAPA untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan. Menerima dan memverifikasi ADK dari UAPPA-E1.q.• • • Memelihara laporan keuangan dari UAPPA-E1. Diiektorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan Keuangan dengan Laporan Barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. • Melaksanakan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. Menyimpan ADK dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran.

":.•••.. Keterangan: · · · · · .....•.. · · PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS KOMPUTER . Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) r--------------.••. -.. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) Tugas pokok penanggung jawab UAPPA-E1 adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat Eselon I dengan fungsi sebagai berikut: .":":': ..BADAN)1 PEJABAT YANG DITUNJUK SEKRETARIS ESELON I (SEKDIT JEN/SEKBAN)I PEJABATYANG DITUNJUK KABAG. VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABATYANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSIIPEJABAT YANG DITUNJUK I KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK .•••.. r---L ~ : _ I ~ : Penanggung Jawab Petugas Akuntansi Keuangan ..•....-:-: .:":"':"....-:-:-..:":"":'.....~.....•.•.......... ~.•••..:"':":. .. -:':" .•••••••..•..••.C..•••••. . KEUANGANIKABAG..•••.-:":'..~. PEJABAT ESELON I (DIRJEN/KA..-:-:-.. ..••.....:"..2.-:':" I .

dan prasarana yang diperlukan.) Sekretaris Direktorat Jenderal/Sekretaris Badan/Pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Menyiapkan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup Eselon I. • Menandatangani laporan keuangan dan Pernyataan Tanggung Jawab tingkat UAPPA-E1 yang akan disampaikan ke Menteri/Pimpinan Lembaga.2. C. UAPPA-E1 melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini. • Menyampaikan laporan keuangan UAPPA-E1 ke Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan. .2.a. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut. • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan dengan UAPPA-E1 dan Tim Bimbingan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. sarana dan prasarana yang diperlukan.2. • Mengkoordinasikan penyiapan organisasi UAPPA-E1 sebagai pelaksana Sistem Akuntansi Keuangan. sarana.a. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia. • Menetapkan organisasi UAPPA-E1 sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan di Iingkup Eselon I. Memonitor kegiatan proses akuntansi di tingkat UAPPA-E1. • Mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-E1. C. • Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala.1.• • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan.2.) Direktur JenderallKepala Badan/Pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup Eselon I.a. • Menyiapkan konsep penempatan pejabat/petugas pada organisasi UAPPAE1. • • Menyiapkan sumber daya manusia. Penanggung jawab UAPPA-E1 C.

sebelum ditandatangani Dirjen/Kepala Badan/pejabat eselon I.a. • Menerima dan memverifikasi ADK dari UAPPA-W dan/atau DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan/atau Pusat dan/atau UAPPA-W UAKPA UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama.2. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. • Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-E1.q. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Barang dengan Laporan Keuangan.b. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAPPA-E1 setelah ditandatangani Dirjen/Kepala Badan/pejabat eselon I dan ADK ke UAPA.3. C.) Kepala Bagian dan/atau Akuntansi/pejabat yang Kepala Subbagian KeuanganNerifikasi membidangi keuangan/verifikasi dan dan akuntansi/pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan. • Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja para pajabatipetugas yang terlibat dalam pelaksanaan sistem akuntansi keuangan.• Menyetujui laporan keuangan tingkat eselon I yang akan disampaikan ke UAPA. C. Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAPPA-E1 yang terdiri dari berikut: • Memelihara laporan keuangan dan ADK dari UAPPA-W dan/atau UAPPA-W DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan/atau Pusat dan/atau Laporan Petugas AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai UAKPA UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama.2. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan jika dianggap perlu. • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan UAPPA-E1 yang akan didistribusikan. .

Melakukan analisis untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan. • Menyusun laporan keuangan triwulanan. dan tahunan tingkat UAPPA-E1 berdasarkan penggabungan laporan keuangan dan ADK dari UAPPA-W dan/atau UAPPA-W DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan/atau UAKPA Pusat. Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan tingkat UAPPA-E1. semesteran. • • • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab.• Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan Keuangan dengan Laporan Barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. . • Melaksanakan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan.q. Menyimpan ADK dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran.

.....••••.._ •••••••••••••• o o _ I e.. ............•.................•..........••............. o o o o o o o o o o o 0 0 0 I PETUGAS AKUNTANSI! VERIFIKASI PETUGAS: KOMPUTER: 0 0 0 0 0 0 0 0 0 o o o o o o o o o : : : : 0 0 0 0 0 0 0 0 ....... Pada tingkat wilayah. kementerian negarallembaga menunjuk dan menetapkan satuan kerja sebagai UAPPA-W IUAPPB-W untuk unit vertikal instansi yang berada di wilayah/provinsi........ Keterangan: ~ 0 r---L ........KEPALA KANTOR WILAYAHI KEPALA SATUAN KERJA YANG DITETAPKAN KABAG.... VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK .................. 0 0 •...... 8truktur organisasi unit akuntansi untuk satuan kerja yang ditunjuk sebagai UAPPA-WI UAPPB-W disesuaikan dengan struktur organisasi kementerian negarallembaga..................................KEUANGAN/KABAG.......•......

) Kepala Bagian KeuanganNerifikasi dan Akuntansi/pejabat yang membidangi KeuanganNerifikasi dan Akuntansi/pejabat yang ditetapkan melaksanakan kegiatan sebagai berikut: . D. • Mengkoordinasikan pelaksanaah sistem akuntansi keuangan antara UAPPA-W dengan UAPPA-E1. Penanggung jawab UAPPA-W C.2. sarana dan prasarana yang diperlukan. • Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. UAPPA-W melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut. • Menetapkan organisasi UAPPA-W sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan di lingkup wilayahnya. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia.a.3.a. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan. • Menyampaikan laporan keuangan UAPPA-W ke UAPPA-E1 sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. • Mengkoordinasikan penyiapan organisasi UAPPA-W sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-W.Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) Tugas pokok penanggung jawab UAPPA-W adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat Kantor Wilayah atau Unit Kerja yang ditetapkan sebagai UAPPA-W dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan.3. UAPA dan Tim Bimbingan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.1.a. C. • Menandatangani laporan keuangan dan Pernyataan Tanggung Jawab tingkat UAPPA-W ke UAPPA-E1.3.) Kepala Kantor Wilayah/Kepala satuan kerja yang ditetapkan sebagai UAPPA-W melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-W.

Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat berikut: • • • Memelihara laporan keuangan dan ADK dari UAKPA. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan.• Menyiapkan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. Menerima dan memverifikasi ADK dari UAKPA. Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan Keuangan dengan Laporan Barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan.3. Memonitor kegiatan proses akuntansi di tingkat UAPPA-W dan tingkat UAKPA.) Kepala Subbagian/Kepala Seksi yang membidangi KeuanganNerifikasi dan Akuntansi/pejabat yang ditetapkan melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan. • Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja para pejabatlpetugas yang terlibat dalam pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. C. UAPPA-W yang terdiri dari Petugas AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai .b. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAPPA-W dan ADK ke UAPPA-E1 yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah/Pejabat yang ditetapkan. Kantor Wilayah • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan UAPPA-W yang akan didistribusikan.3.3.a. • Menyetujui laporan keuangan tingkat wilayah yang akan disampaikan ke UAPPA-E1 sebelum ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah/Pejabat yang ditetapkan. • • Menyiapkan sumber daya manusia. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan. • Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W. sarana dan prasarana yang diperlukan. C.

Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan tingkat UAPPA-W.q. . Menyimpan ADK dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran.• Melaksanakan rekonsiliasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. Bidang AKLAP serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. Melakukan analisis untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan. • Menyusun laporan keuangan tingkat UAPPA-W berdasarkan penggabungan laporan keuangan dan ADK UAKPA. • • • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab.

........•....••.......••..... Keterangan: · · · · · · · · · · : · r---L ~ _ I ~ . ........•.....c...••..... Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Wilayah DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama (UAPPA-W DKITP/UB) r--------------. KEUANGANI KABAG..............••..• .: ~ PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS KOMPUTER .•.......•••........ ...•... KEPALA DAERAH (GUBERNUR/BUPATII WAll KOTA) PEJABAT ESELON I YANG MEMBIDANGI KEUANGANI PEJABAT YANG DITUNJUK I PEJABAT ESE LON II YANG MEMBIDANGI KEUANGANI PEJABAT YANG DITUNJUK PEJABAT ESELON III KABAG. 4.••• I ..••..•.....••.....•..••....... VERIFIKASI DAN AKUNTANSVPEJABAT YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSIIPEJABAT YANG DITUNJUK KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK : •.. ........•.................... •.

Tugas pokok penanggung jawab UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat provinsi/kotalkabupaten dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan. • Menetapkan Pembantuan/Urusan keuangan.a. dan prasarana yang diperlukan. sarana.Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wi/ayah (UAPPA-W) Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama Tugas pokok Koordinator UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat provinsi dengan fungsi sebagai berikut: • Memastikan bahwa seluruh UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama telah melaksanakan akuntansi keuangan. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan.1. • Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan atas pengunaan dana dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama untuk provinsi/kabupaten/kota yang bersangkutan. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini. • Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan.) Kepala Dinas Provinsi atau Kepala Dinas Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota) melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama. Penanggung jawab Bersama UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan CA. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia.a. CA. organisasi Bersama UAPPA-W sebagai Dekonsentrasirrugas sistem akuntansi pelaksana . • Mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut.

) Pejabat Eselon III/pejabat yang membidangi keuangan/pejabat ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Menyiapkan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama.2. . • Menyusun rencana penyiapan sumber daya manusia. C.4. • Menyampaikan laporan keuangan UAPPA-W DekonsentrasilTugas tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Pembantuan/Urusan Bersama ke Kementerian NegaralLembaga sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. dan prasarana yang di perlukan.4. • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan antara UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama dengan UAPPA-E1. dan prasarana yang diperlukan. • Menyetujui laporan keuangan tingkat wilayah yang akan disampaikan ke Kementerian Negara/Lembaga sebelum ditandatangani oleh Gubernurl bupatilWalikota. • Menyiapkan sumber daya manusia. • Memantau dan mengevaluasi prestasi ke~a para pajabatlpetugas yang terlibat sistem akuntansi keuangan. sarana. • Memonitor kegiatan proses akuntansi di tingkat UAPPA-W yang DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. C. • Menyiapkan konsep penempatan pejabatlpetugas pada organisasi UAPPAW DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. sarana.• Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.3.a. • Menandatangani laporan keuangan dan PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB Bersama. UAPA dan Tim Bimbingan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.) Pejabat Eselon IV/Kepaia Subbagian/Kepala Seksi yang membidangi KeuanganNerifikasi dan akuntansi/pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan.a.

• Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan Bersama UAPPA-W yang akan DekonsentrasilTugas didistribusikan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan. Bidang AKLAP serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan. Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang terdiri dari Petugas AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Memelihara laporan keuangan dan ADK dari UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama. • Melaksanakan rekonsiliasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. CAb.q. Bersama berdasarkan penggabungan laporan UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan . • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. • Menyusun laporan keuangan tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan keuangan dan ADK Bersama. • Melaksanakan rekonsiliasi internal antara laporan keuangan dengan laporan barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab. • Menyampaikan Pembantuan/Urusan Laporan Keuangan UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang telah ditandatangani oleh Gubernurl bupatilWalikota dan ADK ke Kementerian Negara/Lembaga. • Menerima dan memverifikasi ADK dari UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama. Melakukan analisis untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan.• Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama.

......• Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan Bersama....... Keterangan: · · · · · · · · ~ · · · · · · · · · · · · · · r---L _ I ~ .S... I KASUBAG......-----------------..... C....... ........TUlPEJABAT YANG MENANGANI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSI/ PEJABATYANG DITUNJUK I I I I I J ..... Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Sersama (UAKPA DKlUAKPA TP/UAKPA US) ..................... ......... ...... KEPALA SATUAN KERJN KEPALA SATUAN KERJA PERANGKAT MERAH~~~ I I . ~ PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS PEREKAMAN KOMPUTER .. .... tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas • Pembantuan/Urusan Menyimpan arsip data keuangan dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran........ ........ ...... I I I I I I I I L .................. ............

• Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem. Kepala dan Subbagian jawab UAKPA Pembantuan/Urusan Bersama melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan TUipejabat yang yang menangani melaksanakan keuangan/verifikasi akuntansi/pejabat ditunjuk kegiatan sebagai berikut: • Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan. • • Meneliti dan menganalisis laporan keuangan yang akan didistribusikan. Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama.a.0. Penanggung Bersama Kepala SKPD. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama Tugas pokok penanggung jawab UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah menyelenggarakan akuntansi Keuangan di Iingkungan satuan kerja. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang sudah ditandatangani dan ADK ke . Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan. • Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan di lingkungannya. ini. D. Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja petugas pelaksana sistem akuntansi keuangan. • • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN.S. UAKPA DekonsentrasifTugas Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan.5. • • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. Menelaah Laporan Keuangan UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama.

Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAKPA OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang terdiri dari Petugas Administrasi dan Petugas Verifikasi melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • • • • Memelihara OS dan dokumen akuntansi. • Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. UAPPA-W OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan UAPPA-E1. .b. Menerima data BMN dari petugas akuntansi barang. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Oirektorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan.c. O. • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan Bersama UAPPA-W yang akan Kantor Wilayah OekonsentrasifTugas didistribusikan. • Menyampaikan Pembantuan/Urusan Laporan Keuangan UAPPA-W OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang telah ditandatangani oleh Gubernurl bupatilWalikota dan AOK ke Kementerian Negara/Lembaga. Pejabat Eselon IV/Kepaia dan Subbagian/Kepala Seksi yang membidangi melaksanakan KeuanganNerifikasi akuntansi/pejabat yang ditunjuk kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan.5. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan.KPPN. O. Membukukan/menginput OS ke dalam aplikasi sistem akuntansi keuangan.5. • Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja para pajabaUpetugas yang terlibat sistem akuntansi keuangan. Melakukan verifikasi atas register transaksi yang dihasilkan aplikasi sistem akuntansi keuangan dengan OS. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan.

• Melaksanakan rekonsiliasi internal antara laporan keuangan dengan laporan barang yang disusun serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. tingkat UAKPA tingkat UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan • Menyiapkan pendistribusian DekonsentrasifTugas • Pembantuan/Urusan Menyimpan arsip data dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran. . Menyusun laporan keuangan Bersama. • Melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. Melakukan analisis untuk membuat Catatan Atas Laporan Keuangan. • • • Menyiapkan konsep Pertanyaan Tanggung Jawab. laporan keuangan Bersama.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOM OR PER- 5' IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA TATA CARA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

Menteri Keuangan juga menghimpun Laporan Keuangan dan Laporan Barang dari seluruh Kementerian NegaralLembaga untuk menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan anggaran dan barang. Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran dan dilampiri dengan Laporan Barang Pengguna. II. VI.TATA CARA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA Kementerian Negara/Lembaga selaku pengguna anggaran dan barang menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan dan barang yang berada dalam tanggung jawabnya. Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mengatur: I. Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang menetapkan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara serta mengatur Pengelolaan Anggaran dan Barang Milik Negara. III. IV. Penyusunan Laporan Barang . VII. Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang digunakan sebagai pertanggungjawaban keuangan Kementerian NegaralLembaga meliputi Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Verifikasi dan Rekonsiliasi Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Lain-lain Pendukung Laporan Keuangan Sistematika Isi Laporan Keuangan Rincian Laporan Keuangan VIII. Neraca. dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang disertai dengan Pernyataan Telah Direviu yang ditandatangani oleh Aparat Pengawasan Intern. V. Jenis dan Periode Pelaporan Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan Perekaman. dan Laporan Rekening Pemerintah. Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Peri ode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X X Tingkat UAPPA-W ke Kanwil Ditjen PBN c. UAKPA dengan jenis kewenangan (KD) No. JENIS DAN PERI ODE PELAPORAN Jenis dan periode laporan yang harus disampaikan adalah sebagai berikut: a. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X . 1 2 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Semesteran Triwulanan Tahunan Kantor Pusat (KP) dan Kantor Daerah X X X 3 4 a. dan Urusan Bersama (UB) No.1.I. UAPPA-W (untuk satker dengan jenis kewenangan KP <selain untuk kode lokasi 0199> dan KD) ke Kanwil Ditjen PBN No. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X X No. Tingkat UAKPA ke KPPN a. Tugas Pembantuan (TP). 1 2 3 4 c.1. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X No.2. X X X X X X UAKPA dengan jenis kewenangan Dekonsentrasi (DK).

1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan X X X Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X X Tahunan X X X No. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X X X Tahunan No.2.c. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X . dan UB) ke Kanwil Ditjen PBN No. TP. Ditjen Perbendaharaan No. 1 2 3 4 f. Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan X X Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X X Tahunan X X X X Tingkat (Unaudited) UAPA ke Kementerian Keuangan c. UAPPA-W DKITP/UB (untuk satker dengan jenis kewenangan DK.q. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X Tahunan X X X X X No.

2. UAPPA-E1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Semester I 1. . LRA UAPPA-W Semester I disusun berdasarkan hasH penggabungan LRA UAKPA Semester llingkup wilayah yang bersangkutan. LRA Pendapatan dan Hibah dan LRA Pengembalian Pendapatan dan Hibah dan disampaikan pada saat rekonsiliasi. 4. LRA Semester I UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN A. 2) LRA yang disampaikan kepada UAPPA-W. 3. LRA Pengembalian Belanja. LRA Belanja. LRA Pengembalian Pendapatan. LRA UAPPA-E1 Semester I disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA Semester I UAKPA di bawah eselon I. 3) LRA semesteran yang disampaikan adalah LRA perbandingan antara LRA semester I tahun be~alan dengan LRA semester I tahun sebelumnya (realisasi sampai dengan 30 Juni 2XX1 dengan 30 Juni 2XXO). Semester lingkup B. LRA Tahunan Kementerian NegaralLembaga disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA UAPPA-E1 Tahunan lingkup Kementerian NegaralLembaga yang bersangkutan. 4) Neraca semesteran yang disampaikan adalah neraca perbandingan antara neraca per 30 Juni tahun berjalan dengan neraca per 30 Juni tahun sebelumnya. dan UAPA meliputi LRA Satuan KerjalWilayah/Eselon 1/Kementerian Negara/Lembaga (semesteran dan tahunan).Keterangan: 1) LRA yang disampaikan kepada KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan terdiri dari LRA Belanja Format DIPA. LRA Pendapatan. LRA Semester I UAPPA-W. LRA Pengembalian Belanja. II. LRA UAPPA-W DekonsentrasifTugas Pembantuan Semester I disusun berdasarkan hasil penggabungan Bersama LRA UAKPA DekonsentrasifTugas wilayah yang Pembantuan/Urusan bersangkutan. LRA Kementerian Negara/Lembaga Semester I disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA UAPPA-E1 Semester Iingkup Kementerian NegaralLembaga yang bersangkutan. dan LRA Semester I UAPPA-W DekonsentarasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama Semester I. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Tahunan 1.

dan LRA Tahunan UAPPA-W DekonsentarasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama. 4. LRA Tahunan UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. 3. Neraca UAPPA-W. LRA Tahunan UAPPA-W hasil DekonsentrasilTugas LRA Pembantuan Tahunan disusun UAKPA LRA berdasarkan penggabungan DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama Iingkup wilayah yang bersangkutan. 2. Neraca UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama per 30 Juni 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAKPA DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama per 30 Juni. Neraca Kementerian Negara/Lembaga per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAPPA-E1 per 31 Desember. Neraca UAPPA-W per 30 Juni 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAKPA per 30 Juni. Neraca per 30 Juni 2XX1 1. Neraca UAPPA-E1 per 30 Juni 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAKPA di bawah eselon I. Neraca UAPPA-W. dan neraca UAPPA-W DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama per 30 Juni. LRA UAPPA-W Tahunan disusun berdasarkan hasH penggabungan Tahunan UAKPA Iingkup wilayah yang bersangkutan. c. LRA UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. 3. dan neraca UAPPA-W DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama per 31 Desember. 2. Neraca Kementerian Negara/Lembaga per 30 Juni 2XX1 berdasarkan hasH penggabungan neraca UAPPA-E1 per 30 Juni.2. . Neraca UAPPA-W per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan Neraca UAKPA per 31 Desember. 4. D. LRA UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. LRA Tahunan UAPPA-E1 disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA Tahunan UAKPA di bawah eselon I. Neraca UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasH penggabungan Neraca UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama per 31 Desember. Neraca per 31 Desember 2XX1 1. Neraca UAPPA-E1 per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan Neraca UAKPA di bawah eselon I. LRA Tahunan UAPPA-W. 3. 4.

dan Catatan atas 26 Laporan tahun LRA Semester disampaikan Keuangan. LAPORAN KEUANGAN Negara/Lembaga Perbendaharaan. Untuk pada tanggal 9 Mei tahun anggaran berjalan. PEREKAMAN. Keuangan c. Unit Akuntansi Pembantu BUN. I. Untuk LRA Triwulan I dan Neraca per 31 Maret. Dokumen penerimaan anggaran. Untuk LRA Triwulan selambat-Iambatnya III dan Neraca per 30 September. Neraca per 30 Juni. e. V. laporan keuangan Bagian Anggaran BUN yang digunakan. d.III. c. Perekaman VERIFIKASI dokumen DAN REKONSILIASI sumber Tingkat Satuan Kerja (UAKPA)/UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama berupa: a. Dokumen lain yang dipersamakan. Dokumen Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan. Untuk Laporan Keuangan Tahunan Unaudited disampaikan selambat-Iambatnya pada tanggal terakhir di bulan Februari setelah tahun anggaran berakhir sedangkan Laporan Keuangan Tahunan Asersi Final akan ditentukan waktunya sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan. LAIN-LAIN PENDUKUNG LAPORAN KEUANGAN Hal lain yang perlu diperhatikan untuk kelengkapan pengungkapan (full disclosure) dan keakuratan data laporan keuangan. IV. yaitu: A. disampaikan jadual pengiriman Kementerian laporan dari tingkat Negara/Lembaga satuan (UAPA) kerja (UAKPA) sesuai dengan sampai Lampiran dengan tingkat VI Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan.q. Dokumen pelaksanaan anggaran. disampaikan selambatPENYAMPAIAN Keuangan c. C. . disampaikan pad a tanggal 9 November tahun anggaran berjalan. Dokumen pengeluaran anggaran. b. selambat-Iambatnya pad a tanggal Juli anggaran berjalan. Untuk memenuhi target penyampaian laporan keuangan di atas.q. Kementerian NegaralLembaga laporan yang menggunakan Anggaran juga BUN disamping menyampaikan kepada Menteri menyampaikan keuangan bagian anggarannya. D. disampaikan dengan kepada Menteri sebagai Kementerian Jenderal Direktur ketentuan lambatnya B. WAKTU Laporan Keuangan berikut: A.

Penjelasan atas Pos-pos Neraca D.B. C. Penjelasan Umum A. Kebijakan Teknis A.1. Direktorat Jenderal Perbendaharaan disertai ADK dan softcopy laporan keuangan. SISTEMATIKA ISI LAPORAN KEUANGAN dan Neraca Kementerian Negara/Lembaga disertai Laporan Realisasi Anggaran dengan Catatan atas Laporan Keuangan yang memuat: A. Dasar Hukum A.4. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran C. sebanyak 3 (tiga) set VI. Kebijakan Akuntansi B. 1 2 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Kementerian NegaralLembaga -Tahunan 3 4 Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah dan Hibah Kementerian Pendapatan NeQaralLembaaa melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga melalui KPPN dan BUN-Menurut Jenis Satuan Keria b. Laporan Keuangan Tahunan a. Laporan Realisasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga No. Kementerian NegaralLembaga menyampaikan Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan c.3.2. Laporan disampaikan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang harus adalah sebagai berikut: 1. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. Pengungkapan Penting Lainnya E. RINCIAN LAPORAN KEUANGAN A. Kementerian NegaralLembaga yang memiliki satker BLU harus melampirkan Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang disajikan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan.q. Neraca Kementerian Negara/Lembaga ~ 1 Neraca Nama Laporan . Lampiran dan Daftar VII.

Semester Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga dan BUN 2 melalui KPPN 3 Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan Hibah Kementerian dan NegaralLembaga melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga dan BUN-Menurut Jenis Satuan Kerja 4 melalui KPPN b. Neraca Kementerian Negara/Lembaga ~ Nama Laporan [2]-N-e-r-a-c-a------------------ c. Laporan Realisasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . Lampiran-Iampiran Neraca Percobaan Nama Laporan 2. 1 2 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Eselon 1. Laporan Realisasi Anggaran Eselon I No. Laporan Keuangan 1. I B. 1 Lampiran-Iampiran Nama Laporan Neraca Percobaan Eselon I yang harus disampaikan adalah: I No.l!J c.Tahunan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN menurut Jenis Satuan Kerja 3 4 . 1 No. Laporan Keuangan Tahunan a. Laporan Keuangan Semesteran a.

Semesteran 2 Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN menurut Jenis Satuan Kerja 3 4 b. Lampiran-Iampiran I N°_I ~ Neraca Percobaan Nama Laporan 2. Laporan Keuangan Semesteran a. Neraca Eselon I I N~'I Neraca b. Nt I Neraca c.a.Tahunan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja menurut Jenis Satuan Kerja Belanja Wilayah melalui KPPN dan BUN 3 4 . 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Eselon I . Lampiran-Iampiran NO.. Laporan Keuangan Tahunan a. 1 2 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Wilayah. Neraca Eselon I I I c. 1 Neraca Percobaan Nama Laporan Laporan Keuangan Wilayah yang harus disampaikan adalah: 1. Laporan Realisasi Anggaran Wilayah No. Laporan Realisasi Anggaran Eselon I No.

Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja No. Lampiran-Iampiran NamaLaporan Neraca Percobaan Semesteran Laporan Keuangan a. Laporan Keuangan Tahunan a. c. 1 2 3 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja.Tahunan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belania Satuan Keria melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Satuan Kerja melalui KPPN dan BUN b.b. Neraca Wilayah I N~·I N°·1 1 Neraca I 2.Semesteran Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Menurut Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Menurut Jenis Satuan Kerja Belanja Wilayah melalui KPPN dan BUN 2 3 4 b. I D. Lampiran-Iampiran Nama Laporan Neraca Percobaan Satuan Kerja yang harus disampaikan adalah: ~ I No. I Neraca c. Laporan Keuangan 1. Neraca Satuan Kerja N~·I Neraca . 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Wilayah. Neraca Wilayah I N~. Laporan Realisasi Anggaran Wilayah No.

Lampiran-Iampiran I No.I c. Laporan Keuangan Semesteran a. . Lampiran-Iampiran N°·1 NamaLaporan 1 Neraca Percobaan 2. 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Satuan Ke~aSemesteran Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Satuan Kerja melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Satuan Kerja melalui KPPN dan BUN 2 3 b. Nama Laporan Neraca Percobaan PENYUSUNAN LAPORAN BARANG Sistematika dan penyusunan laporan barang pada Kementerian Negara/Lembaga diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara. Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja No. Neraca Satuan Kerja I N~·I Neraca c. I 1 VIII.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOM OR PER"/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT SATUAN KERJA .

Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Budi Utomo No.6 Jakarta 10070 .

Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang berkewajiban atas pelaksanaan menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.RATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Januari 2013 Kepala. laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) . Neraca. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Arjuno Wiwoho NIP 19750410 199703 1 001 .05/2011 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PERtentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya. Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Kantor Pembinaan Akuntansi InstansL Disamping itu. Penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.

Aset Tetap C. Pendapatan Negara dan Hibah B. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A.3.2. Belanja Negara C.- - - - - - ---- - DAFTARISI Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Ringkasan I. Pengungkapan Laporan-Iaporan Lain-lain Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percobaan Laporan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Daftar Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual . Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran B. Piutang Jangka Panjang CA. Aset Lainnya C. Kebijakan Teknis A. Kewajiban Jangka Pendek C..3. Penjelasan Umum A. Neraca III.1. Aset Lancar C.5. Pengungkapan Penting Lainnya Penting Setelah Tanggal Neraca D. Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK D. Laporan Realisasi Anggaran II.5. Catatan atas Laporan Keuangan A. Kebijakan Akuntansi B.? Ekuitas Dana Investasi D. Kejadian-Kejadian D.6.2.2.1.4. Rekening Pemerintah D.2.3. Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual DA.1. Dasar Hukum A. Ekuitas Dana Lancar C.1. Penjelasan atas Pos-pos Neraca C.

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Tabe/25 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Rugi (TPfTGR) Ganti Tabel26 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) Tabel27 Tabel28 Tabe/29 Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga 1 .--_.- DAFT AR T ABEL Hal Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel 10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Penggolongan Kualitas Piutang Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Piutang Bukan Pajak Rincian Penyisihan Piutang TaK Tertagih-Piutang Pendek Tabel 16 Tabel 17 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Tabel18 Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Tabel 19 Ganti Rugi (TPfTGR) Jangka Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) Tabel20 Tabel21 Tabel22 Tabel23 Tabel24 Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Saldo Tanah Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

FAX/MILE 02125081972 Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran. adalah merupakan tanggung jawab kami. GEDUNG PR/AD/ LANTA//. BUD/ UTOMO NO 6 JAKARTA TELEPON 021 2263265. JL.6235234. Jakarta.KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA J/. Arjuno Wiwoho NIP 19750410 199703 1 001 . dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir. Januari2013 Kepala. Neraca. dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai.

000.000. Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).000.000.000.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp50.00 2.000.000. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp45.000.000.0000.00. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/1 R" mmk asan L aporan R"'A ea Isasl nggaran TA2012d an 2011 TA 2012 Uraian Pendapatan Negara BelanjaNegara TA 2011 % Real. Neraca.00 Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.800.00 45.000.800.00 1.000.00 1.05/2007 Keuangan Pemerintah Pusat. thd Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi 50. .OO.000. tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Lembaga selaku Laporan Pengguna Keuangan Menteri/Pimpinan dan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian NegaralLembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran.000.000.000.00 atau mencapai 90 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp2.180. dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. kewajiban.0000.000.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK. dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011.000.00 90. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp1.000.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.00 90.000. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012.00 40.000. dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal. Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya.

000.000.000.000.400.000 250.00.06 Jumlah KewaJlban dan Ekultas Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.000 1.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Jumlah Aset adalah sebesar Rp1.000.000 1.00 yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp99.000 (38.000) (14.000 Jumlah Aset Kewaiiban Kewajiban Jangka Pendek 300.000 1.392.700.000 510.000.146.25 40.00 yang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.93) 43.000 1.100.000.500.510.999.00 dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp1.510.100.000 31 Des 2011 (Rp) 258.876. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapanpengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.000 1.600.000 1.00 Ekuitas Dana Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana 99.000.000.13) (29.000 457.000 44.500.000 1. Piutang Jangka Panjang Rp37.500.000.992.OO Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/2 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 Tanggal Neraca Uraian Aset Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Kenalkan/ (Denurunan) (Rp) 31 Des 2012 (Rp) 399.36 48.000.700.992.000 1.00 (50.000.06 141.000.000 8.000 58.600.000.000 599.500.000. Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp1.692.000.100.000.142.592.000.000.000 76.900.900.134.700.500.692.000 20.000.500.500.900.592.500.400. .000.11 43.000 1. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp300.700.92 51.392.000.000 37.992.100.000 91. Aset Tetap sebesar Rp1.00.000 % 54.000 1.700.00.100.000 1.100.000 549.000) 3.000 300.700.00 yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp3.00 dan Aset lainnya sebesar Rp44.

000 550.1~~fOQ'o1QQ~ .000 90.000.000 50.00 90.000.000.91 82.000 130. 2. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal 1.000 45.000 350.000.000 1.000.000 90.000 45.000.000.000 290.000 40. 3.000 250.000.1.000.86 92.000 . LAPORAN REALISASI ANGGARAN KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA I LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Ru iah) TA 2011 % Realisasi terhadap Anggaran 1.000.00 40.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 I.000.000 BELANJA 1.000.000.100. Penerimaan Negara Bukan Pajak Jumlah Pendapatan 50.72 800.000.000.000.000 510.

1 C.000.1 C.2.3 C.6 C.:~~.7 C.000.5 C.Piutang Bukan Pajak Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .1.--::.2 C.000 250.000.000.000 e.000 60.000.000 C.100.500.000 60.992.000.1 C.1.000 399.3 C.1.000 60.000 120.5.000 (60.000.2.3 C.000.000 1.000 36.000.000 300.500.OOQooO 50.1.000) 60..000 1.6 Rp Rp Rp Rp Rp R Rp 850.000 300.M:if!IE~KaltA~'~itli~t~~ih~.2 C.510.1 C.1 C. :o.000) e.6.3 Rp Rp R Rp 60.1 C.2.2 Rp R R R 8.000.NERACA KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.000 6..2A C.000 60.000 50.700.5 113.000 60.4 C.5 C.000 113.142.5 C.000.000..1.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 II.1.'~i.1.100.:a1t~~ij:Qi~ .000.000) 60.5.7.000.1A C.000 <.000.7.2 C.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan AsetTetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .2 C.3.000.6.000.000.2..2.3 C.:-.6 C.11 C.000 .6.1.000.000.000.000 50.000.000 400.9 60.10 C.000 250.'.3 C.1.000 180.000.000.000 44.TPA TPITGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .2 C.6A C.000.000.000.~ .3.000 22.100.000 6.2 1 'i~!~&:~ri 1.000.000 90.000.000 .000 (22.3.Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 60.134:500.8 C.500.~:_<'.100.3.700.000 1.000 C.~ e.TPITGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lainnya JUMLAHASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Ulang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Barang/Jasa Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi JUMLAH EKUITA$ DANA C.1.5A 60.4 CA.000 100.5.1 C.700.2 C.000 100.000 C.000 (22.6.7 C.4.

4. DASAR HUKUM 1. Melalui peran Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan Keuangan . A. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK. KEBIJAKAN TEKNIS KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA Rencsns Strstegis Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. dan Transfer pada Bagan Akun Standar. 2.1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Negara. 6. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PS/2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar.lPS/ 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Perbendaharaan 3. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. PENJELASAN UMUM A. 8. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 III. Belanja.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Pelaporan 5. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.2. 7. 9.

• • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operas. dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. . dan Catatan atas Laporan Keuangan. keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga. persediaan. Neraca. akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah berkualitas. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap. " menuju Laporan Keuangan Kementerian/Negara yang Untuk mewujudkan visi tersebut Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan pembinaan yang berkelanjutan berkaitan implementasi akuntansi pemerintah kepada Kementerian negara/Lembaga • Membina secara efektif Kementerian negara/Lembaga dalam pemanfaatan informasi keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi yang diimplentasikan.3.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Untuk mewujudkan tujuan diatas Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berkomitmen dengan visi " mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran.

dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).4 Kebijakan Akuntansi Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam Instansi penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta adalah sebagai berikut: Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 A. dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di Iingkungan pemerintahan. pengakuan belanja te~adi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. Disamping itu. baik .

dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi. dan kandungan pertambangan. serta dapat diukur dalam satuan uang. dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah 81 pada tanggal neraca. Persediaan perlengkapan adalah yang aset lancar dalam untuk bentuk barang atau hak dalam yang neraca telah menurut nilai surat yang timbul dikeluarkan keputusan dimaksudkan mendukung kegiatan operasional pemerintah. Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai bagian lancar TPAITGR. dan Aset Lainnya. harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan. Aset Tetap. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir. . piutang. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar. Aset lancar ini terdiri dari kas. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. dipakai. dan persediaan. kekayaan di dasar laut. Piutang dinyatakan berdasarkan penagihannya. Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Investasi. apabila diperoleh dengan pembelian. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.

000. Tagihan Tuntutan Perbendaharaanrruntutan Ganti Rugi (TPrrGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10. (c). Aset tetap dilaporkan pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas.000 (sepuluh juta rupiah). . dan aset tetap lainnya berupa kesenian. jalan/irigasi/jaringan. diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah. dan Piutang Jangka Panjang Lainnya.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.. Piutang Jangka Panjang minimum minimum koleksi perpustakaan dan barang bercorak Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. dan (b). TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontraklberita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran.000 (tiga ratus ribu rupiah). Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: (a). Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA).

goodwill. hasH kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. paten. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. dan piutang jangka panjang.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Aset Tak Berwujud. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. Dalam konteks pemerintahan. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke Kemitraan dengan Pihak Ketiga. TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. dan hak lainnya. hak cipta (copyright). . Iisensi dan franchise. Penggunaannya. maupun Dana yang Dibatasi. entitas pemerintahan lain. dan Aset Lain-lain. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. Aset Lainnya Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. aset tetap. atau lembaga internasional. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. lembaga keuangan.

Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). a. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. (5) Ekuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarla Tahun 2012 Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. b. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Penyisihan Piufang Tak Tertagih (6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan . Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek.

tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 0. Tabe/3 Pengg%ngan Kua/itas Piutang Kualitas Piutang Uraian Penyisihan Lancar Kurang Lancar Belum dilakukan pelunasan s. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 2. Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masingmasing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201lPMK. Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap.06/20110 tentang Kualitas Piutang Kementerian NegaralLembaga Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih . Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN Penyusuten Aset Tetap (7) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap Sampai saat Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2012. .Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 kualitas piutang.d. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan perkembangan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. yang menyebutkan bahwa penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.5% 10% Diragukan Macet 50% 100% 1. hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.

.11 1 Pendapatan Pendidikan 40.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp45.. 000..50 3 .000 45. 000 dikurangi pengembalian belanja.000 Rp45.000 (33.000 3.000.000.000.000. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: . Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP lainnya per tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: Tabe/4 Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP Estimasi Pendapatan Pendapatan Pendidikan Pendapatan Denda Keterlambatan Pendapatan Lain-Lain 50. 800.000 atau mencapai 90.800.000 (1.000. Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel dibawah ini: Tabe/5 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No Uraian TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Kenaikanl (Penurunan) (Rp) % 8.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 B.000.000.33) 12.OO.000." Lain-Lain 2.000 40.000 atau sebesar 90.000.000.000 37.000 3. .000.000 2 Pendapatan Keterlambatan Denda 3..000. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.000.00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp50.00 atau 11.000.000) 5. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN 8.00 persen dari anggarannya setelah Rp 1.000 3..000. Anggaran belanja Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Tahun 2012 adalah sebesar Rp 2.000.000 ·Jumlah Realisasi Belanja Negara Realisasi belanja Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I pada TA 2012 adalah sebesar Rp 1. 000.000.000.000. 000 Realisasi PNBP Lainnya TA anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 5. Pendapatan _ .000.000.11 persen dibandingkan TA 2011 yang disebabkan oleh meningkatnya kegiatan pendidikan dan pelatihan pada Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I.

80Il..000 1.000 Naikl (Turun) Rp 200. adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000.000.000 250..'.000 350...Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/6 Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja TA 2012 Kode Jenis Blj. 62c}.000.000. 1. Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi Belanja (%) 51 52 53 1.000 90.00 16.. ' .000.000 380.000 510.QOc}:()Ol $~.000.000 40.000 TA2011 800.'/ .()oO .000.000.000.180.31 .' .gQO~OOO. . .000 290.000 510. Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini Tabe/7 Perbandingan realisasi Be/anja TA 2012 dan 2011 Kode Jenis Belanja 51 52 53 Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Realisasi Belanja (Rp) TA2012 1.000.000 290. .000 550. .000...000..'.000 % 25.54 . " .72 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 620. ".000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi..000.000.91 82..86 92.000.100..000 130..000.000.' 1.00 392.000..000.."j.

000 2.27 20.000.000.000 10.000.000.38 11.000.000.000.000 5.000.000 105.000 25.500.000.000.000 15.000 2.000.000 10.00 25. 000.000.000 10.000 TA 2011 (Rp) 55.· I TA 2011 (Rp) 550.000 % 9.000.000. Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan adanya remunerasi.000 7.000 125.2.500. Fungsional PNS Belanja Tunj.000.000 800.000 250.000.000 12.000.000.33 15.000 60.000 2.000 290.000. 000.500.000 5.33 33.000.000 20.000.000.000.000.000 7.500.000 7.000 7.000 15.000.500.000 15. TA 2012 dan TA 2011 e/i an mgan Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.000 7.000. j<t!·b'X/c.000 45.000 200.000 1.000 2. Lain-lain PNS Belanja Tunj.000 130.500.000 '.500.000 65.000 5.500.000. Baranq TA 2012 dan T.000.000.000 2.000 10. 000 B.000 2.000 % 27. - - Belanja Barang Rp290.000.000.05 16.10 8.000 dan Rp 250.2.000 Naikl (Turun) 5.11 25.00 - 250.00 - 'f'.000 10.000 5.500. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/9 Pe/iban d'mqan Be/anJa .000.000.000.000.000 15. 16 persen antara lain disebabkan adalah masing-masing sebesar Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar kenaikan belanja barang perjalanan dinas.33 50.000 TA 2012 (Rp) 60. 000.000 5.000.000 50.000 150.33 33.00 33. Struktural PNS Belanja Tunj.2 Be/anja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Rp 290. Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.000. A 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Perjalanan Dinas Realisasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja Reali~asi BelanjaNel:to 290. Umum PNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belania Bruto ~anBelanja '" TA 2012 (Rp) 700.000. Anak PNS Belanja Tunj.000.1 Be/anja Pegawai adalah masing-masing sebesar Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 Rp 1.500.000 40:000.000.000.500.000. PPh PNS Belanja Tunj.000.000.000 20.000. Suamillstri PNS Belanja Tunj.000 5.000.000 16.000 20.000.000 10.000.000 Naikl (Turun) 150.33 50.00 33.00 19.00 .000.000.000 10.000 dan Rp 800.33 33.000 40. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/8 e anJa p egawat .000 20. 000 B.000.000.500.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Belanja Pegawai Rp1.33 33.

000 210. 000.000.000.000.olid:()()Oi· - 1\". 510.000 510.000.000..000. .00 392.'.000.000 40._'" -c··.000.000.()()Q..\ 130. Rincian Belanja Modal disajikan dalam tabel berikut ini: Perbandingan Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya Realiasi Belanja Bruto Tabel10 Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 f'Jaikl (Turun) (Rp) TA2011 (Rp) TA2012 Rp % 250.-'.000 10.~1 .000 - 250.000 100. '.000 .000.00 100.000 20.. 380.000.'-"""'.000. 000 dan Rp 130.000 380.2.000.".-.3 Be/anja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing 510.'» __ ._ .Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Belanja Modal B..000 20.OO() " .. Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392 kenaikan belanja modal tanah dan belanja modal persen antara lain disebabkan gedung dan bangunan.000 Pengembalian Belanja R~~li~I'B~tlihj~N~ttQ '.000 10.'.000.~9~.000.-'-".000 130.000.-.31 110.000 sebesar Rp Rp51o..···.'.000 110.000.

Jumlah tersebut terdiri dari: Tabe/12 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan No Jenis 1 Bank ABCD acc148421 2 UangTunai Tahun 2012 Tahun 2011 Kas di Bendahara Penerimaan tersebut telah disetor ke rekening Kas Negara pada tanggal 02 Januari 2012 dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) 0150150151222551 . Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60.000.1.000 yang merupakan kas yang dikuasai. Jumlah tersebut terdiri dari : Tabe/11 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran No Jenis 1 Bank ABCD ace 1450021 2 Uan Tunai Tahun 2012 Tahun 2011 Kas di Bendahara pengeluaran tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara pada tanggal 02 Januari 2012 dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) 010201100025142 KasdiBendahara Penerima Rp 60. yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C. PENJELASAN AlAS C.000 yang mencakup seluruh kas. Aset Lancar Kas di Bendahara Pengeluaran 60.POS NERACA C. dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UPfTUP yang belum dipertanggungjawabkan atau disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal neraca.000.1.000 dan Rp50.000.000 dan Rp50. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.2 Kas di Bendahara Penerimaan Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp60.000 Rp POS. dikelola.000.000.000 C.1.1.000.

OO Rp20.000.OO .000 Rp60.000. 1 2 3 Kadek.000.000.000 yang merupakan semua hak atau kas dan klaim pihak lain atas uang.000.00) Rp60.000.000.000.000 yang merupakan kas berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UPfTUP.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60.000 Piutang Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60.000 dan Rp50.000. 1 Keterangan Jasa Giro yang belum di setor ke kas negara Pajak PPh yang Belum Disetor PengembalianBelanja belum disetor ke kas negara Jumlah Jumlah 2 3 I Rp20.000. baik saldo rekening di bank maupun uang tunaL Jumlah tersebut terdiri dari: Tabe/13 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No.000.00 (Rp10. Piutang Bukan Pajak Rp C.000 Rp20.000.1.Piutang sewa Mutasi kurang: . Nilai Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/14 Rincian Piutang Bukan Pajak No.000 dan Rp50.000.000 Jumlah tersebut di atas telah diselesaikan dengan melakukan penyetoran dan pendistribusian kepada pihak yang terkait.000. Rincian Piutang Bukan Pajak pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang keseluruhannya adalah merupakan piutang sewa.000.000.000. barang atau jasa yang dapat dijadikan belum diselesaikan pad a akhir tahun anggaran.000 Rp20.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp50. SH Fanda Maimunah Debitur Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .4 Piutang Bukan Pajak 60.

TPA Hari Mutasi kurang: .000.000.000. Berikut disajikan perhitungan penyisihan piutang tak tertagih jangka pendek untuk masing-masing debitur: Rincian Penyisihan Piutang Tak Terlaaih-Piutana Debitur Kadek Fanda Maimunah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 20.OO) Rp60.TPA Dani .000.6 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp60.000 2. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/16 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) No.000 dan Rp22.000 Penyisihan 0.000.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan piutang jangka pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.000.000.OO Rp20.000.5% 10.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.000.00% 100.000.000.OO Rp20.000. 1 Debitur Dani Hari Ayu Diah Jumlah Jumlah Rp20.000 20.OO Rp20.1.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: .000.Piutang Bukan Pajak Tertagih .000.1. TPA adalah merupakan saldo TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal neraca berupa angsuran atas penjualan rumah negara.0000.OO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OO 2 3 Rp60.00.100.000.00% Jangka Pendek Nilai Penyisihan 100.000.000 20.000.000 20.000 22.000.5 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Penyisihan Piutang Tak C.100.000.100.000 Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp22.Piutang Bukan Pajak Rp 22.OO Rp20.000.000 C.000.000.000.OO (Rp20.000.000.000.00 dan Rp40.

Mutasi tambah sebesar Rp60.Mutasi pengurangan berupa pelunasan atas nama Sugiarta sebesar Rp20.000.000.OO Rp20..8 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60.000 Penyisihan 0.OOO.OOO C.0000.OO Rp20.OOO.000.OOO.5% 10.000 2.000.OOO. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/18 Rineian Bagian Lanear Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No. Lanear TPA Rp 22.000.000 C.00% 100.000.OOO.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebesar Rp22. L anear To'h .1.7 Penyisihan Piutang Tak Tertagih . .000. 1 2 Haris Anank Sutinah Debitur Jumlah Rp20.100.00 dan Rp 2. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabe/17 Rmelan .000 20.000.OO Rp60.000.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang.000 20.OO 3 Jumlah .1. Penyisihan Piutang Tak Terlagih .000..OOO.Bag.00.000 20.000 22.100.1 ()().OOmerupakan TPA penjualan rumah dinas atas nama Dani dan Hari. Ian A ngsuran (TPA) agl an P enJua Debitur Dani Hari Ayu Diah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 20.000.OOO.000.OOO.000. P enYISI '"h an Baglan .Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 .000.dan Rp40.00% Nilai Penyisihan 100.

100.000.000 C. Mutasi pengurangan sebesar Rp20.00 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.000.000.100.00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa .000.000.000.000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.000 2.000.000.000 Penyisihan 0.000.OOmerupakan pembayaran TGR atas nama Michael.00% Nilai Penyisihan 100.1.000. Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.TGR Haris & Anank Mutasi kuranQ: .Bag.00 dan Rp 0 Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan. Lancar TPITGR Rp 22.10 Belanja Oibayar Oi Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp100.000.OO merupakan TGR atas kehilangan komputer sesuai dengan SKTJM Nomor 03rrGRl2012.100.000 20.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.000.000 20. Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di jalan Budi Utomo.000 22.1.00% 100.00 dan Rp2.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp40.00 Rp40.9 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan I Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp22.000 C.000.000. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp 120.000.000.000.00 (Rp20. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPrrGR) untuk masing-masing debitur: Tabel19 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti RUQi (TPfTGR) Debitur Haris Anank Sutinah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 20.00) Rp60.000 20.5% 10.000.000.000.000.000 Befanja Dibayar Di Muka Rp 100.000.

000 berada dalam dalam kondisi tidak baik (usang).000.000 Rp 1.000 6.000. Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2012 2011 Rp 1.000.OOO"OOO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasitambah: .000. 1 2 3 4 5 Uraian Barang Konsumsi Barang Untuk Pemeliharaan Suku Cadang Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah .00 Rp25.000.510.000.000.000.000 Rp 1.000.000.000.000. dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.000.00) Rp6.000. S-234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012.000.510.000.000.2 Aset Tetap Saldo aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp1.00 dan Rp1. Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 No.000.000 1.1.000.000 C.000.00.000. Rincian Aset Tetap Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per 31 Desember adalah sebagai berikut: . Aset Tetap Rp 1.000 1. Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Tabe/20 Rincian Persediaan No. Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melaui suratnya nomor: S-234/BMN/2013 tanggal 15 Desember 2012 telah mengajukan permohonan penghapusan persediaan tersebut kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kementerian Keuangan.000 C.000. Persediaan Rp 6.000.000.Habis pakai Saldo per 31 Desember 2012 Rp4.00 Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik kecuali barang konsumsi senilai Rp500.00 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas.000 2.000 Rp4.00 (Rp23.00 dan Rp4.000.pembelian Mutasi kurang: .000.000.11 Persediaan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp6.000 1.000.000 1.000 Rp 1.000.

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012
Tabel 21 Rincian Aset Tetap
No. 1 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Uraian Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31-Des-12 850.000.000 50.000.000 400.000.000 60.000.000 90.000.000 60.000.000 1.510.000.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000.000.000 31-Des-11 600.000.000 40.000.000 250.000.000 60.000.000 50.000.000

2
3 4 5 6

-

.Jumlah

C.2.1 Tanah

Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp850.000.000,00 dan Rp600.000.000,00. Kenaikan nilai tersebut diakibatkan karena Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan pengadaan tanah baru yang terletak di JI Budi Utomo, Jakarta sesuai dengan akta jual beli nO.003/Akta/2012tanggal10 Oktober 2012. Rincian saldo tanah per 31 Desember 2012 terdiri dari:
Tabe/22 Rincian Sa/do Tanah

No.

KIB

Luas

Nilai Rp Rp Rp Rp

1 2 3

12120000 12120001 12200000
Jumlah

10,000 m2 2,000 m2 5,000 m2

400,000,000 200,000,000 250,000,000 850,000,000

Tanah seluas 2000 m2 yang terletak di JI Andi Tonro, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal pelaporan dikuasai/digunakan oleh pihak ketiga. Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta telah melakukan usaha-usaha dalam rangka pengamanan BMN tersebut, antara lain dengan membentuk tim pengamanan dan penyelesaian BMN, melakukan koordinasi aktif dengan Biro Umum Kantor Pusat, KPKNL dan DJKN, Kementerian Keuangan.

Pera/atan dan Mesin Rp
50.000.000

C.2.2 Peralatan dan Mesin Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp50.000.000,00 dan Rp40.000.000,00. Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Peralatan dan Mesin pada Tahun

Anggaran 2012 adalah sebesar Rp10.000.000 yang merupakan belanja modal peralatan dan mesin. Sedangkan perolehan Peralatan dan Mesin dari pembelian adalah sebesar Rp15.000.000. Selisih realisasi belanja

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012

modal dengan hasil perolehan asset dari pembelian

merupakan

kapitalisasi aset yang perolehannya bersumber dari belanja barang namun memenuhi kriteria sebagai sebagai Peralatan dan Mesin.

Saldo per 31 Desember 2011

Rp40.000.000,00

Mutasitambah: - pembelian - hibah - reklasifikasidari aset lainnya Mutasi kurang: - Penghentianaset dari penggunaan - penghapusan
Saldo per 31 Desember 2012

Rp15.000.000,OO Rp4.000.000,OO Rp1.000.000,OO (Rp5.000.000,OO) (Rp5.000.000,OO)
Rp50.000.000,00

Sedangkan transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin adalah berupa: a. Penambahan dari pembelian 3 unit personal komputer (PC) senilai Rp15.000.000,OO b. Penambahan melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan pengaktifan kembali 1 unit PC yang telah dihentikan penggunaannya sebesar Rp1.000.000,OO.
C.

Penambahan melalui hibah sebesar Rp4.000.000,00 merupakan hibah 4 buah televisi dari perseorangan yang pencatatannya berdasarkan nilai pada berita acara serah terima (BAST). Hibah tersebut sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan dan pengesahan. telah Pengelolaan memperoleh Utang (DJPU), dan

registrasi

d. Pengurangan melalui penghentian mesin pemotong rumput dari penggunaannya sebesar Rp5.000.000,00 dan diklasifikasi dari aset tetap ke aset lain-lain. e. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp5.000.000,00

merupakan penghapusan 1 unit kendaraan bermotor, berdasarkan SK penghapusan Nomor: 234.1/KBAP/Kep/IV/2012 tanggal 25 Agustus 2012
Gedung dan Bangunan
Rp 400. 000. 000

C.2.3 Gedung dan Bangunan Nilai gedung dan bangunan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp400.000.000,00 dan Rp250.000.000,00. rangka perolehan Aset Realisasi Belanja dalam

G e dun 9 d a n Ban gun a n pada Tahun

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012

Anggaran 2012 adalah sebesar Rp210.000.000 yang merupakan belanja modal gedung dan bangunan. Terdapat perbedaan antara Perolehan Gedung dan Bangunan dari pembelian dengan belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp60.000.000. Hal ini disebabkan adanya

pembangunan Pos Satpam yang pengerjaannya belum selesai sehingga diklasifikasikan sebagai Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP). Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - pembelian - koreksi pencatatannilai Mutasi kurang: - koreksi pencatatannilai Saldo per 31 Desember 2012 Rp250.000.000,00 Rp150.000.000,OO Rp50.000.000,OO (Rp50.000.000,OO) Rp400.000.000,00

Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk pembangunan 1 unit gedung perpustakaan senilai Rp150.000.000,OO b. Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp50.000.000,OO yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi. c. Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp50.000.000,OO merupakan penyesuaian kuantitas sebelumnya. Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk musholla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta dan pada saat ini sedang dilakukan identifikasi data untuk proses pengesahan hibah. karena kesalahan pencatatan di tahun

Jalan, lrigasi dan Jaringan Rp 60.000.000

C.2.4

Jalan, Irigasi dan Jaringan

Saldo Jalan, Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp60.000.000,OO dan Rp60.000.000,OO. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp35.000.000,OOdan internet Rp25.000.000. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan, jaringan, dan irigasi yang dimiliki oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta selama tahun 2012.

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012
Aset Tetap Lainnya Rp 90.000.000

C.2.5

Aset Tetap Lainnya

Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp90.000.000,00 dan Rp50.000.000,00 yang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah,peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan. Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 keseluruhannya berasal dari pembelian berupa alat musik modern Rp25.000.000,00 dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp15.000.000,00

Konstruksi da/am Pengerjaan Rp 60.000.000

C.2.6

Konstruksi

Dalam Pengerjaan (KDP)

Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp60.000.000,00 dan RpO,OOyang merupakan pembangunan Pos Satpam yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.

C.3
Tagihan Penjua/an Angsuran Rp 40.000.000

Piutang Jangka Panjang

C.3.1 Tagihan Penjualan Angsuran

Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp40.000.000,00 dan Rp40.000.000,00 merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan. Adapun rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA)

No.
1 2 Dani Hari

Debitur

Jumlah
Ro10.000.000,OO Rp10.000.000,OO Rp20.000.000,OO

3

Ayu Diah Jumlah

Rp40.000.000,OO

000. Mutasi pengurangan sebesar Rp20.Reklasifikasi meniadi BL TPA .Tagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang tak Tertagih.Hari Mutasi kurang: .000 Tuntutan Perbendaharaan Rp C.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp60.00. Tagihan Penjualan yang merupakan Angsuran 21.000.000.000 1.050.Dani .Tagihan Penjualan Angsuran Rp Sardo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.000.000.000.3.OO) .000.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.000.000.OO Rp30.000.00 per dan 40.00 merupakan reklasifikasi C.000.000.00% Nilai Penyisihan 50.00 merupakan TPA penjualan rumah dinas atas nama Dani dan Hari.00 Rp30.00 ketidaktertagihan dan Rp2.000.000 21.00 merupakan pelunasan TPA atas nama Sugiarta serta bagian lancar Dani dan Hari. Mutasi pengurangan bagian lancar TPA. Rp40.000.000.OO (Rp40.5% 10.000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih .000.000.000 estimasi (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.3 Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Perbendaharaanrruntutan Ganti Rugi (TPrrGR) Rp40.050.000.000. sebesar Rp40.2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.Tagihan Penjualan Angsuran sebesar atas (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing Rp21.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran tahun 2012 adalah sebagai berikut: (TPA) pada Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.OO) (Rp20.000 10.00.00% 100.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabe/24 Rincian Penyisihan Piutanq Tak Tertaqih .000.000 Penyisihan 0.000.000.Taqihan Peniua/an Anqsuran rTPA Debitur Dani Hari Ayu Diah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 10.000.050.000.000.3. Tuntutan Perbendaharaan sebesar adalah tagihan kepada bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang .000 20.000 20.000.000 Nilai Tagihan Tuntutan 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing Rp40.000.

n.00 atas dan Rp2.000.000.000.000.000.OO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OO) Rp40.000.000.OO Rp10.000.3. Tagihan yang ketidaktertagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/25 Rincian Tagihan Tuntutan PerlJendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No.000.050. 1 Haris 2 Anank 3 Sutinah Debitur Jumlah Jumlah Rp10.000.OO Rp60.050.pelunasan .000.000.000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 mengakibatkan kerugian negara.4 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan Tertagih .OO Rp40.000.000.000. Mutasi pengurangan sebesar Rp40.00 merupakan reklasifikasi Bagian Lancar TGR atas nama Haris dan Anank.000.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPITGR Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.000.OO merupakan TGR atas a.00 merupakan reklasifikasi TGR atas nama Michael.000.000.OO Rp20. Penyisihan Piutang tak C.000.000.000.00.OO (Rp20.000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing debitur: .TGR Haris & Anank Mutasi kurang: . Sedangkan Tuntutan Ganti Rugi adalah tagihan kepada pegawai bukan bendahara untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya.Tuntutan Perbendaharaan Rp Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) 21.OO) (Rp40.000.000 Salde Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing merupakan sebesar estimasi Rp21.000. kehilangan kemputer sesuai dengan SKTJM Nemer 03ITGRl2012 Haris dan Anank Mutasi pengurangan sebesar Rp20.OO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp60.000.

000.500.000.4.000 Rp Rp Rp 2011 8.2 Aset Lain-Lain Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp36.000.000 C.000. Nilai Aset Lainnya pad a tanggal pelaporan tersebut terdiri dari: Tabe/27 Rincian Aset Lainnya No.00% 100.000.500.000 8.000.500.000 50. d No.000 44.000.00 dan Rp58.000 5.000 1.000 58.000 C.00. Uraian Rp Rp Jumlah Rp 2012 8.000 C.00 yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam aset lancar maupun aset tetap.500.4.000.000 20.500.00 dan Rp50.000.4 Aset Lainnya Jumlah Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp44.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/26 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Rugi (TPfTGR) Tuntutan Ganti Debitur Haris Anank Sutinah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 10.000 Total Aset Lainnya Rp 44.00 dan Rp8.500.000.000.000.500.000 1 Aset Tak Berwujud 2 Aset Lain-Lain Aset Tak Berwujud Rp 8.000 21.000.000 20. tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak dapat diidentifikasi Berwujud pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor.00% Nilai Penyisihan 50.1 Aset Tak Berwujud (AT B) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Saldo aset tak berwujud Rp8.500.000. .00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta serta dalam proses penghapusan dari BMN. A se t ta k Berwuu.500.000 1. Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/28 R'mc/an .000.500.5% 10.050.000 36.000. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dan dimiliki. Uraian Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Nilai 1 2 3 Rp Rp Rp Jumlah Rp 2.000.000 Penyisihan 0.500.500.000.000 10.000 Tidak terdapat mutasi untuk aset tidak berwujud selama tahun 2012 Aset Lain-Lain Rp 36.000.

S- 234/KBAP/Asetl2012 • tanggal 13 Juni 2012.00 dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi tanggal 25 Agustus 2012 Jakarta no.000.000.000. • Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp6.000.OO) Rp36.000.000.000.penghapusan BMN Saldo per 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan Rp50.000.00 Rp4.000.5.reklasifikasi dari aset tetap Mutasi kurang: .00 aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp4.000.00 merupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.000.000. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabe/29 .000 C.00sesuai surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dengan No.000.000.000.000. Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketiga Rp 60.000 .000.000. Kep-234/Aset/05/2012 Kewajiban Jangka Pendek C. sesuai Instansi Penghapusan kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp12.00 dan Rp50.000 Rp60.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp60.00 yang tidak lagi digunakan dalam operasional kantor dan dalam kondisi rusak berat.000 Harus Dibayar Belanja barang yang masih harus dibayar Utang kepada Pihak ketiga lainnya Total Kekurangan pembayaran gaji orang berkala 2 pegawai Penggunaanlangganan daya dan jasa yang belum dibayar Dana yang belum dibagikan kepada yang berhak 2 Rp10.000. Rincian Utang kepada Pihak Ketiga No 1 Uraian Jumlah Penjelasan Belanja Pegawai yang Masih Rp30.000.OO (Rp6.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000 3 Rp20.OO) (Rp12.000.000.000.000.penggunaan kembali BMN yang dihentikan .000.5.

00 dan Rp50.000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Uang Muka dari KPPN Rp 60.000.4 Pendapatan Diterima Dimuka Dimuka Rp 60.5.00 merupakan Pendapatan Negara yang belum disetorkan ke Kas Negara pada tanggal pelaporan.5.000. Pendapatan tersebut merupakan pendapatan PNBP.OOmerupakan jumlah ekuitas dana lancar Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dalam bentuk piutang setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.000.000 C.000.000 Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar Rp60.3 Pendapatan Yang Ditangguhkan Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.00 dan Rp50.1 Cadangan Piutang Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp113.00 merupakan UPITUP yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran pada tanggal pelaporan.000 Yang Rp C.000.00 dan Rp100.000.700.G Ekuitas Dana Lancar C.00 dan Rp4. C.2 Cadangan Persediaan Jumlah Cadangan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp6.000.00 dan Rp104. serta pungutan/potongan pajak yang belum disetorkan ke kas negara pada tanggal 31 Desember 2012 Pendapatan Diterima C.000. namun barang/jasa belum diserahkan kepada pihak ketiga.6.000.000.00 merupakan jumlah ekuitas dana lancar Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dalam bentuk persediaan.000.000.000.OOmerupakan pendapatan yang sudah masuk ke kas Negara.000.2 Uang Muka dari KPPN Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp60.5. .G.000. penembalian belanja.000. Ekuitas Dana Lancar Rp 99.000 C.000.000. Pendapatan Ditangguhkan 120.000.000.700.000.

00 dalam bentuk Aset merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan Tetap C.000.6.000.000.2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp82.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap dalam Aset Tetap per 31 Desember Rp1.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Lainnya D.000.000.000.592.00 dan minus Rp50. Ekuitas Dana Diinvestasikan Rp C.000. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA D.000. Kejadian tersebut mengakibatkan masalah serius dalam pemberian pelayanan . C.32 - kepada .6.000.000.000 Jumlah Diinvestasikan 2011 adalah sebesar Rp1.7.000.000.00 Perkiraan tersebut merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek.7.400.00 dan 2012 dan 1.3 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Utang Jangka Pendek Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar minus Rp60.500. yang Masih Harus Diserahkan merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.00 dan Rp134.00 dan RpO.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C.000.510.400.00 dan minus Rp50.OO Perkiraan tersebut merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain C.000.000.00.4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp100.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 15 Januari 2013 telah terjadi bencana alam berupa banjir yang menyebabkan sebagian gedung kantor terendam banjir.000.6.5 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp60.7 Ekuitas Dana Diinvestasikan C.000.

Pejabat Yang Diberi Kewenangan Untuk menguji Tagihan Kepada Negara dan Menandatangani SPM.4 REKENING PEMERINTAH Rekening pemerintah yang digunakan dalam kegiatan operasional Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah • Bank Mandiri AlC 145-225-223-2451 a. Untuk menanggulangi hal tersebut Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta telah membentuk tim untuk untuk mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh banjir tersebut dan menginstrusikan untuk tetap memberikan pelayanan kepada stakeholder.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 stakeholder. Pejabat yang diberi Kewenangan untuk Melakukan Tindakan Yang Mengakibatkan Pengeluaran Anggaran Belanja/Penanggung Jawab Kegiatanl Pembuat komitmen.5/2012 Tentang Penunjukkan Kuasa Pengguna Anggaran. Instalasi listrik.5/2012 Tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Nomor: 023/BPAI. D. 0.n.3INFORMASI PENOAPATAN DAN BELANJA AKRUAL Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana dalam lampiran. Bendahara Pengeluaran Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta • Bank BRI AlC 222-525-114-7205 a. 0.2 TEMUAN DAN TINOAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana dalam lampiran. dan Bendahara Pengeluaran pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta maka pada tanggal 05 Juli 2012 telah dilakukan penggantian Pejabat Pengelola Keuangan. dan berbagai peralatan kantor mengalami kerusakan.5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Nomor: 234/BPAI. Semula: Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen PejabatPenandatangan/Penguji SPM Bendahara : Abdullah : Harun : Ryas M : Yanti .n. Jaringan komputer. Bendahara Penerimaan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta 0.

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Menjadi: Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen PejabatPenandatangan/Penguji Bendahara SPM : Utami : Wulandari : Mutiara : Triana .

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER"/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT WILAYAH .

22 Jakarta 10070 .Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Jenderal Sudirman No.

Aden Herdian NIP 19650410 199703 1 001 . dan Catatan atas Laporan Keuangan.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Neraca. Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. Januari 2013 Kepala. Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang atas berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran. Disamping itu. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jakarta. Penyusunan Laporan Keuangan Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).KATAPENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian NegaraiLembaga yang dipimpinnya.05/2011 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PERtentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaraiLembaga.

3. Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK D.1. Kewajiban Jangka Pendek C. Ekuitas Dana Lancar C. Pendapatan Negara dan Hibah 8. Pendekatan Penyusunan Laperan Keuangan A. Aset Lainnya C.5.? Ekuitas Dana Investasi D. Penjelasan Umum A.- - - DAFTAR ISI Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Ringkasan I.6. Laperan Realisasi Anggaran II.1. Piutang Jangka Panjang CA. Kejadian-Kejadian D. Penjelasan atas Pes-pes Laperan Realisasi Anggaran B. Belanja Negara C.3. Kebijakan Teknis A. Penjelasan atas Pes-pes Neraca C.2. Neraca III. Pengungkapan Lain-lain Laperan-Iaperan Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percebaan Laperan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Daftar Infermasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual . Catatan atas Laperan Keuangan A. Pengungkapan Penting Lainnya Penting Setelah Tanggal Neraca D.1.2. Aset Lancar C.3.5. Kebijakan Akuntansi B. Infermasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual DA.4. Aset Tetap C.2.2. 1. Rekening Pemerintah D. Dasar Hukum A.

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan (TPITGR) Ganti Rugi Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Tabel33 Tabel34 Tabel35 Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga .-- -.- -- ---- - - -- DAFTAR TABEL Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel15 Tabel16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel20 Tabel21 Tabel22 Tabel23 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Penggolongan Perbandingan Kualitas Piutang Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi Pendapatan Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran per Satker Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Tahun 2012 dan 2011 Penyetoran Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Satker Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Tahun 2012 dan 2011 Penyetoran Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Satker Rincian Piutang Bukan Pajak per Satker Rincian Penyisihan Piutang TaK Tertagih-Piutang Jangka Pendek Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Tabel26 Tabel27 TabeJ28 Tabel29 Tabel30 Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Saldo Tanah Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

Jend Sudirman No. Neraca. Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai. Jakarta. 22 JAKARTA TELEPON 021 2263265.KANTOR WILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JI. dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir. FAXIMILE 02125081972 JAKARTA Laporan Keuangan Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran.6235234. dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. adalah merupakan tanggung jawab kami. Aden Herdian NIP 19650410 199703 1 001 . Januari2013 Kepala.

00 3.360.000.00 TA 2011 Realisasi 80.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.000.000.000.000.00 90.000. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp90.OOatau mencapai 90 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp4.000. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/1 Ringkasan Laporan Rea/isasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Uraian Pendapatan Negara Belania Negara TA2012 Anggaran 100.000.00 2. Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya.600. Neraca.00 % Realisasi thd Anggaran 90. dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).000.000.000.000.000. Laporan Keuangan Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Menteri/Pimpinan dan Lembaga selaku Laporan Pengguna Keuangan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp3.000.000.000.00.00 .00 Realisasi 90.600.000.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012.000.00. dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal.000.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp100.00 4.0000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.0000.000.

000 54.785. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp600.000.000.000.000 3.000 20.785.000.000 89. kewajiban.000.199.200.184.00 (50. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapanpengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.000.93) 43.020.000 500.384.000 3. Jumlah Aset adalah sebesar Rp3.000 75.000 3.400.000.200.000 dan Aset lainnya sebesar Rp89.00 dan Ekuitas Dana lnvestasi sebesar Rp3. Aset Tetap sebesar Rp3.000.OO Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011dapat disajikan sebagai berikut: Ringkasan Neraca Per Tabe/2 31 Desember 2012 dan 2011 Tanggal Neraca Uraian Aset Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Jumlah Aset Kewajiban Kewajiban Jangka Pendek Ekuitas Dana Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana Jumlah Kewajiban dan Eku/tas 199.200.03 799.03 31 Des 2012 (Rp) 31De82011 (Rp) Kena/kanl (Denurunan) (Rp) % 600.000.000.800.000.000.000 283.000.000.000 -76.400.000.00.000 516.000.800.984.020.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 2. dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011.000.200.020.00 yang terdiri dari Ekuitas Dana lancar sebesar Rp199.00 yang terdiri dari Aset lancar sebesar Rp799.000.200.36 48.800.000. Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp3.199.000.400.00.000.000 -28.000 1.000 2.000. NERACA Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.13) (29.11 43.000 2.000 3.000 152.000.000 2.00 Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.000 183400000 915800000 1099200000 1.384. .984.400.400.92 51.184.000 2.000 1.000 117.25 40.984.000 1.800.000 2.000.000.000 16. Piutang Jangka Panjang Rp75.146.200.000 3.269.00.000 100.200.000.000.OOyang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.200.285.000.

000 2.000.1 100.000.200.000.000 700. 3. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Jumlah Belanja B.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 I.000 100.000 1.2.000 1.000 90.020.3 2.000.000 BELANJA 1.000.000 .2.000.2 8.000.000.000 580.000.100.600.000 90.000.2.2 B. LAPORAN REALISASI ANGGARAN KANTOR WILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA LAPORAN REAL/SASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR SAM PAl DENGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 PENDAPATAN 1.000 4.000 3.000. Penerimaan Negara Bukan Pajak Jumlah Pendapatan B.000. 2.000.

000.400.4 C.000 (44.020.700.9 C.3.400.7 C.000.'~:«~~.000 164.000.000 3.7.7.1 C.000.000 600..2.000 100.800.184.1 C.1 C.NERACA KANTORWILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 JAKARTA ASET Aset Lancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .AH EKUITAS DANA C.6.000.000 C.200. .98''':200.000 3.4 120.000.4.3 C.1.3.5 C.000 C.2.1 C.000 799.000.1.1.1.000.5 C. .2 17.000 72.6 C.1..5 C.2.1.6 Rp Rp Rp Rp Rp R Rp 1.000 44.000) 120.000.2 C.1.3 C.000 120.000 (120.' .000 _.1 C.000 360.000.200.384.000.5.7 C.3.Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.000.8 120.000 C.1.{.2 C.000) 120.2 C.11 C.000.000 120.6.6.000.000 (44.000 120.000 200.2 C.3 C.6.5.6 C.4.000 C.000.000.285.200.4 C.000.~.000."".000.000 120.1 C.6.000 240.000.2.000 120.000.3 C.000 89.2.3 Rp Rp R Rp 120.400...000 600.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan Aset Tetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .4 C.4 C.4 C.000 800.1 C.3 C.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 II.000.000 12.000.000.Piutang Bukan Pajak Bagian LancarTagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.~r6(fo~£ ~~R\?.000.000.10 C.200.2.2 C.000 180.5.2 3.000.800.000) C.TPA TPrrGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .5.2 Rp Rp Rp 227.000 120.000 3.000 Rp 2.3.5 C.000 227.TPrrGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lainnya JUMLAHASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi JUNl!.000 3.020.000 12.1.1.000 C.1.

6. Melalui peran Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan -4- .2. A. DASAR HUKUM 1. dan Transfer pada Bagan Akun Standar. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 7. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. 9. PENJELASAN UMUM A.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.1. Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. KEBIJAKAN TEKNIS KANTOR WILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSI INSTANSI JAKARTA Rencana Strategis Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan. 8. 3.05/2007 dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PERtentang Sistem Akuntansi . Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 4. 2. Belanja. Pelaporan 5.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 III.IPBI 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PB/ 2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non-Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar.

yang secara struktural berada di bawah Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. • • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. akurat dan transparan. Untuk mewujudkan tujuan diatas Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berkomitmen dengan visi " mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. Dari jumlah tersebut. Jumlah satuan kerja di lingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah 3 satker. yang menyampaikan laporan keuangan dan dikonsolidasikan sejumlah 3 satker (100%). akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah menuju Laporan Keuangan Kementerian/Negara yang berkualitas. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. Rincian satuan kerja tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: . Laporan Keuangan SPAI Tahun 2012 ini merupakan laporan konsolidasi dari seluruh satuan kerja yang bertanggung jawab atas anggaran yang diberikan. pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga.3.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel." Untuk mewujudkan visi tersebut Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan pembinaan yang berkelanjutan berkaitan implementasi akuntansi pemerintah kepada Kementerian negara/Lembaga • Membina secara efektif Kementerian negara/Lembaga dalam pemanfaatan informasi keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi yang diimplentasikan.

A. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap. Neraca.4 Kebijakan Akuntansi Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sebagai beikut: Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Disamping itu. dan Catatan atas Laporan Keuangan. 1 1 1 3 - - I - - - SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran. - . dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di Iingkungan pemerintahan. dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. . persediaan.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/3 Rekapitu/asi Jum/ah Satker UAKPA Jumlah Jenis Kewenangan Kode No Esl Uraian KP KD DK TP Jumlah Satker M 1 2 3 01 01 01 Kanwil PAl KPAI Jakarta I KPAI Jakarta II Jumlah Keterangan: M : Menyampaikan TM : Tidak Menyampaikan TM M 1 1 1 1 TM M TM M TM - - - - .

Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. dipakai. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. dan Aset Lainnya. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar. Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja. Aset lancar ini terdiri dari kas. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Aset Tetap. dan kandungan pertambangan. (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. kekayaan di dasar laut. dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. serta dapat diukur dalam satuan uang. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto. Investasi. . piutang. dan persediaan.

Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. dan barang-barang dijual dan/atau diserahkan dalam yang dimaksudkan pelayanan rangka masyarakat. (b).000 (tiga ratus ribu rupiah). dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi. .000. keputusan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) neraca yang akan jatuh tempo 12 (dua bel as) bulan setelah tanggal disajikan sebagai bagian lancar TPAfrGR. Piutang dinyatakan hak dalam yang neraca telah menurut dikeluarkan nilai surat yang timbul menggunakan kurs berdasarkan penagihannya.000 (sepuluh juta rupiah). Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan tengah 81 pada tanggal neraca. Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sarna dengan atau lebih dari Rp300. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir. Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut: Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut: (a). apabila diperoleh dengan pembelian. Aset tetap dilaporkan oleh masa pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10. Persediaan perlengkapan adalah yang aset lancar dalam untuk bentuk barang atau dimaksudkan mendukung kegiatan untuk kepada operasional pemerintah.

TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 (c). dan piutang jangka panjang. dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan kesenian. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas. aset tetap. Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. dan Piutang Jangka Panjang Lainnya. dan barang bercorak Piutang Jangka Panjang Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. jalan/irigasi/jaringan. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). Termasuk dalam Aset Lainnya adalah . TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah. Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.

dan Aset Lain-lain. paten. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. lisensi dan franchise. Dalam konteks pemerintahan. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. hak cipta (copyright). goodwill. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke Kemitraan dengan Pihak Ketiga. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. a. atau lembaga internasional. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Tagihan Aset Tak Berwujud. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. Penggunaannya. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. maupun Dana yang Dibatasi. entitas pemerintahan lain. . Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. lembaga keuangan. dan hak lainnya.

Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masingmasing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 201/PMK. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. . yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan perkembangan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing.06/20110 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih . Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. (6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 b. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. (5) Ekuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah. dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang.

06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 0. yang menyebutkan bahwa penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 2. hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK. Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap.5% 10% Diragukan Macet 50% 100% 1. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang NegarafDJKN Penyusutan Aset Tetap (7) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap Sampai saat Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2012.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/4 Pengg%ngan Kua/itas Piutang Kualitas Piutang Uraian Penyisihan Lancar Kurang Lancar Belum dilakukan pelunasan s. .d.

000 80. Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi Negara Bukan PNBP lainnya per tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: Tabe/5 Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan Estimasi Pendapatan Pendapatan Pendidikan Pendapatan Denda Keterlambatan Pendapatan Lain-Lain Realisasi PNBP Lainnya TA anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar oleh Kanwil Rp10.5 persen dibandingkan pendidikan dan TA 2011 yang disebabkan pad a kantor lingkup kegiatan pelatihan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. 000 PENJELASAN AT AS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.000 atau mencapai 90.. '. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah merupakan Pendapatan Pajak (PNBP) Lainnya.000.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pad a Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp90.OOO.000. Pendapatan Keterlambatan Pendapatan Denda 6.00.50 .11 Pendapatan Pendidikan 80.33) Lain-Lain .000..000. •• 90. '.000 74.000 6.000 2 3 . 000.000 4.000.. <.000.1)00 (2.000) ·to()I):()()Q - (33.00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp50.000.000 6. '.000.0()0 12.000. Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel dibawah ini: Tabe/6 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No 1 Uraian TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Kenaikanl (Penurunan) (Rp) % 8.000.00 meningkatnya atau 12.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 B.000.000. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp90.000.

73 Grafik Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 / Reaiisasi BeJanja Negara Rp3.000 700. 600.240.000.000. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Tabe/7 Rincian Anggaran dan Rea/isasi Be/anja TA 2012 Kcde Jenis Blj.91 82.000 1.000.000 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp1.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Realisasi belanja Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta pada TA 2012 adalah sebesar Rp3.86 92.000.100.000.000.000 1.000. adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000. Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi Belanja ('Yo) 51 52 53 2.000.00 persen dari anggarannya seteJah dikurangi pengembalian belanja.000 90.000 580. Anggaran Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta pada TA 2012 sebesar Rp4.000 atau sebesar 90.000.020.000 2.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi.000. Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: .000.600.200.000.

Lain-lain PNS Belanja Tunj.33 33.000 760. Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan kenaikan belanja gaji pokok dan tunjangan seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai.000.•.000 5.00 1.27 20.000.000.600.000.000 Belanja Barang B. Fungsional Belanja Tunj. Anak PNS Belanja Tunj.ODO.000 90.000.000 300.000 25.000 5.38 11.000.00 - .000..000.00 33.000 5.000 5. Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar 16 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja barang perjalanan dinas.000.000.000.00 16.000 20.000.600.000 20.000.00 33.000 580. Umum PNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belanja Bruto PNS PNS % 27.000 Belanja Pegawai Rp2.33 33.000.000.000.000.000 400. 000 B.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi fnstansi Jakarta Tahun 2012 Perbandingan Kode Jenis Belanja TabeJ8 ReaJisasi BeJanja TA 2012 dan 2011 Realisasi TA2012 Belanja (Rp) TA 2011 Naikl (Turun) Rp Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal % 25.000 15.000 300.bDb 400.000.000.000 2.oob.000.000. PPh PNS Belanja Tunj.000.000.000.000 400.000.000 20.000 40.000 dan Rp1.000 40. 000.000.000 1.000.33 15.1 Belanja Pegawai Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp2.000 .000 15.000.2.33 33. 1.000.·1.000.000 15. Struktural PNS Belanja Tunj.000 500.000.000.000.000 15.000.000 20. ·Re~Ii$~$i~~f~nj~·N~tt() 2.000.000.000 1.000.000 30.000 10. Rp580.000 5.bDO 25.020.600.000 10.00 292.000 10. Suamillstri Belanja Tunj.000 1.000 260.000.400.000.33 50.000.000 5.31 51 52 53 2.000 20.000 Pengembalian Belanja .000. 000.000.000 80.000.000.000.600.000.000. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: TabeJ9 BeJanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 TA2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Naikl (Turun) Perbandingan Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.000 100.2.000 20. 000 .000 15.11 25.0bb.000.000.000 30. Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.000.000 260.33 33.100.000 30. 000.2 Belanja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp580.000.000.000.()bo.000 dan Rp500.

000.00 25.020.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel10 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Pe~alanan Dinas Realisasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja TA 2012 (Rp) 120. 000 8.2.000 420.000.000 760.000 - .000.000.000 40.000.000 50. sao. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/11 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya ReaJiasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja Naikl (Turun) TA2012 (Rp) TA2011 (Rp) Rp 500.000 580.000.020.000.000 200.()OO:()()() 760.000.000.31 220.000 10.iiRI'\ 16.000.31 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja modal tanah dan belanja modal gedung dan bangunan.00 292.000 21.000 500.000 10.000 % 9.~e~~{'t .000.05 16.000 500.000.000.000.000.000 260.020.000 % 20.000.000.000 120.000 Naikl (Turun) 10.000.000.ociO> i· riL.000.000.00' 500.hx>·.00 C~i!ai'AA~tij~r~t1J~.000.oQQ.000.000. 000.10 8.000 80.00 19.31 Re<lli~$iij~Ia:~j~.000 Belanja Modal Rp1.000.000. 292.000.000.000 1. adalah masing-masing sebesar Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392.000 40.000 110.000.000.000.000.000 40.000 130.~~ttQ' .000 1.000 20.000 dan Rp260.000 30. 020.00 100.000.000.000.33 50.000 26().000 250.3 8elanja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rp1.000 10.000.000 TA 2011 (Rp) 110.000 40.000 80.000.000 20.

000 120.000 50.000 dan Rp100.POS NERACA C. 000.000. Tabe/13 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaranTahun 2012 dan 2011 Tahun 2011 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I 2 BankABCD aee 1450021 UangTunai BankABCD aee 1450022 40.000.000 yang rnerupakan kas yang dikuasai.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C.000.1. Kas di Bendahara Pengeluaran Sa/do Kas di Bendahara Penge/uaran per 31 Desernber 2012 dan 2011 rnasing-rnasing sebesar Rp120.000 100. PENJELASAN AlAS POS.000 Rp Rp Rp 50. Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran per Satker No 1.1.000.000. dikelola. dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UPfTUP yang belurn dipertanggungjawabkan atau disetorkan kernbali ke Kas Negara per tanggal neraca.000.1. Rincian saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per satker adalah sebagai berikut: Tabe/12 . 000 C.000 2.000 10.000 10.000.000 40.000.000.000.000 Rp Rp Rp 10.000.000.000.000 Kas di Bendahara pengeluaran tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/14 Penyetoran Kas di Bendahara Penge/uaran Tanggal Penyetoran 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I 2 Kantor Pembinaan Bank XVZ 2 Janua ri 2013 . Uraian Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II Total 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Kenaikan/Penurunan Rp Rp Rp 60.000 10.000.000 20. Aset Lancar Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 120.000 60.000.

000 40. 000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Kas di Bendahara Penerima Rp 120.000 yang mencakup seluruh kas.000 50.000 50.000.000.000 10.000 3 Januari 2013 12345678902524 2 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II Bank XVZ . yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.000.000.000 10. Jumlah tersebut terdiri dari: Tabe/15 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Satker No 1.000 Kas di Bendahara pengeluaran tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/17 Penyetoran Kas di Bendahara Penerimaan Tanggal Penyetoran 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Bank XVZ Rp Rp 60.000 20.000.000.000.000.000 10.000 60.000.000.000. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai.000 10.000 2 Kantor Pembinaan Aku nta ns i Jaka rta II Rp Rp Rp Rp 50. 2.000 Rp Rp Rp 10.000.000.000 100. Uraian Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II Total 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Kenaikan/Penurunan Rp Rp Rp 60.000 Rp Rp Rp 50.000.000 Tabe/16 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan No 1 Uraian Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Jenis Bank ABCD ace 1450023 UangTunai Bank ABCD ace 1450024 UangTunai Tahun 2012 Tahun 2011 40.000 120.000.000.000.000 dan Rp100.000.000 10.000. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca. 000 Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp120.000.

000 40.000.000.000.Pajak yang Belum Disetor .000 dan Rp100.Pe embalian Belan'a Akuntansi ke Kas Negara Belum Disetor ke Kas N yang Jumlah tersebut di atas telah diselesaikan dengan melakukan penyetoran dan pendistribusian kepada pihak yang terkait.000.000 40.000.000 yang merupakan semua hak atau klaim pihak lain atas uang.000. Piutang Bukan Pajak Rp 120.000. Keterangan Jumlah Rp Rp Rp 40.000.000 20. baik saldo rekening di bank maupun uang tunaL Tabe/18 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No.000.4 Piutang Bukan Pajak Piutang Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.1.3 Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember masing-masing sebesar Rp120.000 1 2 3 Jasa Giro yang belum di setor ke kas negara Pajak yang belum disetor Pengembalian Belanja belum disetor ke kas negara Jumlah Rp 120.000.000 C.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Kas Lainnya dan Setara Kas Rp120.000.000.Jasa Giro yang Belum Disetor . Desember 2012 adalah sebagai berikut: .000 Tabe/19 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Satker Jumlah 1 Kantor Pembinaan Jakarta I .000.000 20.Pengembalian 2 Kantor Pembinaan Jakarta" Belanja ke Kas Negara 20. barang atau jasa yang dapat dijadikan belum diselesaikan pad a akhir tahun anggaran.000 dan Rp100.000 ke Kas Negara Akuntansi ke Kas Negara Belum Disetor ke Kas Negara yang 20.Pajak yang Belum Disetor .1.000 20.000 -Jasa Giro yang Belum Disetor .000.000 20. Rincian Piutang Bukan Pajak pad a Kantor Wilayah Instansi Jakarta.000 bendahara 2012 dan 2011 yang merupakan yang bukan kas berada di bawah tanggung jawab pengeluaran berasal dari UPITUP.000.000. yang keseluruhannya merupakan Pembinaan piutang Akuntansi per 31 kas dan sewa. 000 C.

Mutasi pengurangan berupa pelunasan atas nama Sugiarta pad a Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II sebesar Rp20.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabel 20 Rincian Piutang Bukan Pajak Debitur Kadek.000. 000 C.Piutang sewa Mutasi kurang: .Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp100.00% 100. 200.Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih . .000.000 Penyisihan 0.00 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000) Rp120.000.000 (Rp20.5% 10. Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Macet Rp Rp Rp Rp Total Nilai Piutang 40.000 20.Mutasi tambah sebesar Rp40.000 20.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .00 sewa gedung atas nama Kadek merupakan penerimaan piutang dan Fanda pad a Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.000 20.000.Piutang Bukan Pajak Rp44.000.000 20.1.00% Nilai Penyisihan Rp Rp Rp Rp Rp 200.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing Berikut disajikan perhitungan untuk masing-masing debitur: Tabel 21 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang piutang jangka piutang.000 44.00% 100.000.000 4.000.200.000. pendek penyisihan piutang tak tertagih jangka Jangka Pendek Debitur Kadek Fanda Maimunah Fikri Aceng .000 Rp44.000.000.000.000.200.000 40.Piutang Bukan Pajak per 31 dan Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp44.000.000. SH Fanda Maimunah Fikri Acen Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Kantor Pembinaan Akuntansi Kantor Pembinaan Akuntansi Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta I I I II Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.000 .5 Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 Rp40.

000. Lancar TPA Rp44.000 Rp40.OOO Rp20.000 C.00 dan Rp80.200.Mutasi pengurangan berupa pelunasan atas nama Sugiarta sebesar Rp40. Penyisihan Piufang Tak Terlagih .0000.000. Jtimlah .000. merupakan saldo TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal neraca berupa angsuran atas penjualan rumah negara.000. .000 2011 adalah yang (TPA) per 31 sebesar atas masing-masing Rp44.OOO Ri>120.Mutasi tambah sebesar Rp80.200.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 BL TPA Rp120.000.Bag.000..00 ketidaktertagihan merupakan estimasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.6 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing TPA adalah adalah sebesar Rp120.00.000.000 C.000 Rp40. .TPA Dani .1..OOO Rp40.000. 1 Debitur Dani Hari Ayu Diah Aden .OOO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . Jumlah Rp40..00 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.000.000.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .000.OOO. Satker Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta I Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta I Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta I Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta II .000. 2 3 4 .OOO. .000 Rp120.OOO.1.OOO.TPA Hari Mutasi kuranQ: .000.000 Rp40.00 merupakan TPA penjualan rumah Instansi din as atas nama Dani dan Hari pad a Kanwil Pembinaan Akuntansi Jakarta.000.000.7 Penyisihan Penjualan Piutang Tak Tertagih Angsuran • Bagian Lancar Tagihan Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Desember 2012 dan 31 Desember dan Rp4. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/22 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) No..OOO Rp20.OOO.

000.000 20.OOO.00O Rp20.000.000.OOO.OOO.dan Rp80.000) Rp120.00% 100.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabe/23 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) Debitur Kualitas Nilai Piutang Penyisihan Nilai Penyisihan Dani Hari Ayu Diah Aden .000.000.000 C.000.000.000.000.000..200..000 44.OOO Rp40.OOO Rp120.000. Lancar Kurang Lancar Macet Macet Total 40.000.OO dan kehilangan 2 (dua) unit kendaraan bermotor roda dua sesuai dengan .000 40.000 20.000 20. Debitur Satker Jumlah 1 2 3 4 Haris Anunk Sutinah Hadi Purbo Kantor Kantor Kantor Kantor Pembinaan Pembinaan Pembinaan Pembinaan Jumlah Akuntansi Akuntansi Akuntansi Akuntansi Instansi Instansi Instansi Instansi Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta I I II II Rp40.OOO.000.000 0.OOO.8 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Rugi (TP/TGR) Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.5% 10.0000.OOO Mutasi tambah: .000 20.00 merupakan TGR atas pada kehilangan komputer sesuai dengan SKTJM Nomor 03ITGRl2012 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I senilai Rp40.000 4.OOO Rp20.TGR Haris dan Anunk Mutasi kurang: .00% 100.000 BL TGR Rp120.OOO.000.000 Saldo per 31 Desember 2011 Rp80.000.OOO (Rp40.000.1.000. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/24 Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp80.000.00% 200.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang.

000.000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masing-masing debitur: TabeJ 25 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Debitur Haris Anank Sutinah Hadi Purbo Lancar Kurang Lancar Macet Macet Total Kualitas Nilai Piutang 40.Bag.000.000.000.5% 10.000. .00 dan Rp O.000 Tertagih .000 20.000.00 .000 20.000 4.200.000.00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa No.000. 44.1.00 dan Rp4. 000 C.000. Mutasi pengurangan sebesar Rp40.00 merupakan pembayaran TGR atas nama Michael pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan a.000 20.000. Dita pada Kantor Jakarta I!.00% Nilai Penyisihan 200. Pembinaan Akuntansi Instansi Penyisihan Piutang Tak C. Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di jalan Budi Utomo.000 Belanja Dibayar Di Muka Rp 200. 000. Lancar TPITGR Rp44.10 Belanja Oibayar Oi Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp200.200.000.9 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan / Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp44.1. S-234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012.000.200. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp 240.000. Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan.00% 100.000 20.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 SKTJM Nomor 06ITGRl2012 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II senilai Rp40.000.000.00% 100.000 .00 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.000 Penyisihan 0.000.n.000 40.000.

000.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000 2.000 2.000.000. 000.000.000 Rp12.00 yang mempunyai dan Rp2.pembelian Mutasi kuranQ: . dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.000.000.000.000.000.2 Saldo Aset Tetap aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp3.Habis pakai Saldo per 31 Desember 2012 Semua jenis persediaan Rp8.000.000.000 2.020.000.000.OO yang merupakan aset berwujud digunakan dalam masa manfaat lebih dari 12 bulan dan kegiatan operasional entitas.000 . persediaan tersebut kepada KPKNL.000. Kementerian Aset Tetap Rp3.000 berada dalam dalam kondisi tidak baik (usang).00 (Rp46.000.000.000 Rp 2.OOO Rp Rp Rp Rp 2011 2.000 Rp 2. 2011 masing-masing Persediaan merupakan (supplies) pada tanggal Rp12.000 Rp 2.00) Rp12.000.000. 000 adalah sebesar Rp12.000 Rp 4.000.1.000. 000 C.00 Rp50. 2012 Rp 2.00 jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual.00.11 Persediaan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 31 Desember dan Rp8.000 Rp 8. 020. Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Tabel 26 No.000.00 berada dalam kondisi baik pad a tanggal pelaporan kecuali barang konsumsi senilai Rp1.000. 000. Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi nomor: S-234/BMN/2013 penghapusan tanggal 15 Desember Instansi melaui suratnya 2012 telah mengajukan permohonan Keuangan.000.OOO. 1 2 3 4 5 Uraian Barang Konsumsi Barang Untuk Pemeliharaan Suku Cadang Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah . Rincian Aset Tetap Kantor Wilayah Akuntansi Instansi per 31 Desember adalah sebagai berikut: Pembinaan .000.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Persediaan C.000.000.

000 m2 5.OOO.020.000 800.00 dan Rp1.200.000.1 Tanah Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masingmasing sebesar Rp1.pembelian Mutasi kurang: Saldo per 31 Desember 2012 Rp1.000 180.000. Tidak terdapat selisih antara realisasi Belanja Modal Tanah dengan perolehan Tanah melalui transaksi pembelian.000.00.000.200.000 2.000.000.000.000 Rp500.000 250.000.000.000 m2 Nilai 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I 2 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I 3 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I 4 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II 5 Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp 400.2.700.000 120.700. Rincian sa/do tanah per 31 Desember 2012 terdiri dari: Tabe/28 Rincian Sa/do Tanah No. Satker KIB 12120000 12120001 12200000 12200089 15250123 Luas 10.000 100. 1 2 3 4 5 6 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP .200.000 120.000 m2 5.000 Rp C. 700.000.000 80.000.000.000 500.000.000.000.000.000 600.000 120.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabel 27 Rincian Aset Tetap No.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000 m2 2.000 31 Desember 2XX1 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000.000.OOO RpO Rp1.000.000.000 1.000 250.000.000 200.000 .000.700.000.000.000.000 m2 15.000 3.000 100.Jumlah Uraian 31 Desember 2XX2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000.

yang dibeli menggunakan akun belanja .hibah .000 (Rp10.000.00.000.pembelian . Penambahan dari pembelian 5 unit personal komputer 3 unit pada Kantor (PC) senilai Pembinaan Rp20.00.000.000.000.000 Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Peralatan dan yang Mesin pada Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp20.000 Rp30. Terdapat pembelian peralatan dan mesin berupa 15 Instansi unit hard disk eksternal pada Kanwil Pembinaan Akuntansi Jakarta senilai Rp10.000.000. Kementerian Keuangan.000. antara lain dengan membentuk pengamanan dan penyelesaian BMN.000.reklasifikasi dari aset lainnya Mutasi kurang: .000.000. masing-masing Akuntansi Instansi Jakarta I senilai Rp10.2.000.penghapusan Saldo per 31 Desember 2012 Rp80. KPKNL dan DJKN. Sedangkan transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin adalah berupa: a.000.2 Peralatan dan Mesin 2012 dan Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2011 adalah Rp1 00. pada tanggal pelaporan dikuasai/digunakan oleh pihak ketiga.000.00 dan Rp80.000 barang.000.000 merupakan Peralatan belanja modal peralatan dan mesin.000.000.000) Rp100.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tanah seluas 2000 m2 yang terletak di JI Andi Tonro. Perala tan den Mesln Rp 100.000. melakukan koordinasi aktif dengan Biro Umum Kantor Pusat.000.00 Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi dan 3 unit pada Jakarta senilai Rp10.OO. aset dari bersumber Selisih antara realisasi belanja modal dengan hasil perolehan pembelian merupakan kapitalisasi aset yang perolehannya dari belanja barang namun memenuhi kriteria sebagai sebagai Peralatan dan Mesin. Tanah Abang. Sedangkan dan Mesin dari pembelian adalah sebesar perolehan Rp30. Kantor dalam tim Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I telah melakukan usaha-usaha rangka pengamanan BMN tersebut.penghentian aset dari penggunaan .000.000.000.000 C. Kenaikan nilai peralatan dan mesin terse but dapat dijelaskan sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000 Rp8.000) (Rp10. Jakarta.000 Rp2.

penghapusan Nomor: 280.000.1/KBAP/Kep/IV/2012 tanggal 25 Oktober 2012. Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: .00 dan Rp500.000.00 pada Kanwil merupakan penghapusan 1 unit kendaraan bermotor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta.00.000.00 dan diklasifikasi dari aset tetap ke aset lain-lain. e.000. 000.000. Hibah tersebut sudah dilaporkan ke DJPU Kementerian Keuangan dan telah memperoleh registrasi dan pengesahan.000. d.000.000. Hibah tersebut berupa 8 buah televisi yang diterima masing-masing 4 (empat) unit oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan 4 (empat) unit oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.00 dan penghentian penggunanaa PC Unit pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta sebesar Rp5. c.000. Pengurangan melalui penghentian mesin pemotong rumput dari penggunaannya pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I sebesar Rp5.000. 000 Nilai gedung dan bangunan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp800.000.00 merupakan penghapusan 1 buah laptop merk Dell pada berdasarkan pada SK Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.3 Gedung dan Bangunan Rp800.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.00 merupakan hibah dari perseorangan. Sisanya sebesar Rp5. Pencatatan hibah ini berdasarkan nilai pada berita acara serah terima (BAST). Penambahan melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan pengaktifan kembali 1 unit PC yang telah dihentikan penggunaannya sebesar Rp1.000.000. Penambahan melalui hibah sebesar Rp8. Gedung dan Bangunan C.000.000. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp5.1/KBAP/Kep/1V/2012tanggal 25 Agustus 2012.000.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan penggunaan kembali meja rapat senilai Rp1.2.000. berdasarkan SK penghapusan Nomor: 234.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 b.

OO Rp300.000.000. c. b.000.000.000.000. Hal ini terjadi karena adanya proyek pembangunan rumah dinas senilai Rp120.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000..000. Aset ini diklasifikasikan Konstruksi dalam Pengerjaan.000.koreksi pencatatannilai Saldo per 31 Desember 2012 RpSOO.000. Selain itu terdapat pembangunan 1 unit rumah dinas senilai Rp120.00 (Rp100.00 G e dun 9 d a n adalah sebesar Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Ban gun a n pada Tahun Anggaran 2012 Rp300. .00 merupakan penyesuaian kuantitas karena kesalahan pencatatan tahun sebelumnya pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.000.000.000.00.000.OOO.000 yang merupakan belanja modal gedung dan bangunan.000 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai.000. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk sebagai pembangunan 1 unit gedung perpustakaan senilai Rp150.00 Rp100.000.000. Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp50.000.00 yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi pada Kanwil Rp50. Terdapat perbedaan antara penambahan Gedung dan Bangunan dengan realisasi belanja modal gedung dan bangunan. Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp100.000.pembelian .00 Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dan merupakan penambahan gedung dan yang bangunan dari pengadaan pagar pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.000.OOO.00) Rp800.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan pembangunan 1 unit rumah dinas pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II senilai Rp150.000.koreksi pencatatannilai Mutasi kurang: .000 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai. Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a.

000 C.OOdan Rp100.000.00 (Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I Rp15.000. Aset Tetsp Ls.000.000. Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp120.000.000. jalan. Jalan.000.00).00 keseluruhannya berasal dari pembelian berupa Rp50.000.000.000. . Konstruks.000.00.OOyang merupakan pembangunan 1 (satu) unit rumah dinas pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.4 Jalan.000.000.000.2. 000 C.000.00 (Kantor Pembinaan Akuntansi alat musik modern Instansi Jakarta Rp25.000) dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp30.000.000.nnys Rp 180. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp70. 000 C. dan irigasi yang dimiliki oleh seluruh kantor Iingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta selama tahun 2012.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk musholla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta.000.000.OOyang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah.00 dan Rp120. dan Jaringan Rp120. irigas dan jaringan.2.000. 000.000.000. Irigasi dan Jaringan Saldo Jalan.000. peralatan dan mesin.000. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan. Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 sebesar Rp80. dslsm Pengerjssn Rp120. Irigas. jaringan. 000. gedung dan bangunan.00 dan RpO.000.6 Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp120.2.000.00 dan internet Rp50.000.000.5 Aset Tetap Lainnya Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp180.00 dan Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Rp15.00 dan Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Rp25.

000.000.Dani .000 Rp20. 000.000. yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.00 Rp40.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp42.1 Tagihan Penjualan Angsuran Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp80.000.000.100.Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.3.000.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp120.000. Penyisihan Piutang tak Tertagih.3.2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .00 merupakan pelunasan TPA atas nama Sugiarta serta bagian lancar Dani dan Hari.100.00 merupakan TPA penjualan rumah dinas atas nama Dani dan Hari pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.000. Mutasi pengurangan sebesar Rp120.00.00 Rp80.000.000.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.000.00 Rp60.OOO.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPA .000.000.000. 000 C.000.000.000. Adapun rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabe/29 Rincian Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) Jumlah 1 Dani 2 3 Hari Joni Rp20. .00 dan Rp80.00 dan Rp4.00 Rp60. 000 Rp80.Hari Mutasi kurang: .00 merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan.000 Rp40.000. 000.000.00 Rp80.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Piutang Jangka Panjang Tagihan Penjualan Angsuran Rp80.Tagihan Penjualan Angsuran Rp42.OOO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.000 C.000.000.

3. Debitur Haris Anank Sutinah Hadi Purbo Jumlah Jumlah Rp20.00% 100.OOO.00 dan Rp80.OOO.000.OOO.000 Tuntutan Perbendaharaan C.n.000.000 20.000.OOO.100.000.000 20.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp40.3 Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Rp80.000.OO (Rp40.OOO.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih .Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Debitur Dani Hari Ayu Diah Aden Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Macet Nilai Piutang 20.000.00 merupakan TGR atas kehilangan komputer sesuai dengan SKTJM Nomor 03fTGRl2012 a.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPITGR Saldo per 31 Desember 2012 Rp80. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabel 31 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No.00.OOO.00% Nilai Penyisihan 100. Sedangkan Tuntutan Ganti Rugi adalah tagihan kepada pegawai bukan bendahara untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya.000. .n.OOO.TGR Sutinah dan Hadi Purbo Mutasi kurang: .Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabel30 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .OOO.000 20.OOO.000.000.000.OO) Rp80. 000.00 Rp40.OOO.000 Total 42.OO Rp20.OO Rp60.5% 10. Sutirah dan Nomor 04ITGRl2012 a.OOO.000.000.OOO.00% 100.000 20.OO Rp20.000.000.000 Penyisihan 0.OO Rp20. 000 Nilai Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp80.000 20.000.OO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . 1 2 3 4 .000.000.000 2. Hadi Purbo pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.OOO. Tuntutan Perbendaharaan adalah tagihan kepada bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian negara.OOO.

5% 10.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Mutasi pengurangan sebesar Rp40.00 dan Rp117.4 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Saldo Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing merupakan sebesar estimasi Rp42.1 OO.000.000.000 89.000.OO merupakan reklasifikasi TGR atas nama Michael.000 . Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing debitur: Tabe/32 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Ganti Rugi (TPITGR) Debitur Haris Anank Sutinah Hadi Purbo •.000.000.000.000.000.000 20. Penyisihan Piutang tak Tertagih .000 4~.000 Penyisihan 0.000.()OO Aset Lainnya Rp89.000 20.000 20.000.00.00% Nilai Penyisihan 100.000 72.000.000 20. 1 2 Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Uraian Rp Rp Jumlah Rp 2012 17.000 Aset lainnya Jumlah Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp89.00% 100.OO yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam aset lancar maupun aset tetap.000.000 20.000.3.000.000 C.000 100.000.OO dan atas ketidaktertagihan Rp4.000.000 2. Nilai Aset Lainnya pada tanggal pelaporan tersebut terdiri dari: Tabe/33 Rincian Aset Lainnya No.000.100.000. Tagihan yang Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR.• cc:c Tuntutan Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Macet Total Nilai Piutang 20.000.000.000 2011 Rp Rp Rp 17.100.00% 100.000 117.Tuntutan Perbendaharaan Rp42.000.000.000.

OO) (Rp24.OO .•.OOO.OO pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II dilakukan karena aset tersebut tidak lagi digunakan dalam operasional kantor karena kondisinya rusak berat. Jurnlah Rp 17....000.00 dan Rp17.OOO.000.000...00 .000.00.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Aset Tak Berwujud Rp 17.OOO.... Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/34 Rincian Aset tak Berwujud No.00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional lingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi serta dalam proses penghapusan dari BMN.OO) Rp72.000.000 5. 1 Satker Kantor Pembinaan Instansi Jakarta I 2 Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta II Akuntansi Uraian Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Nilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp .. .000 2.000 5.000 Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp72.OOO....OOO.000 1.000.000.000.penggunaan kembali BMN yanq dihentikan .000. . 2. 000 C.000. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki.500. Adapun mutasi aset lain-lain adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: Rp100.penqhapusan BMN Saldo per 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp4.000 .000.000.000 1.000.00 dan Rp100.000.000 Aset Lain-Lain Rp72.OOO.500.reklasifikasi dari aset tetap Mutasi kurang: Rp8.000.. 000.OOO.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan Rp4.000.000. .000.4. tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak Berwujud pada Iingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor.000.000.00O.OO (Rp12... ..1 Aset Tak Berwujud Saldo aset tak berwujud (ATB) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp17..

OOOKekurangan berkala 2 orang pegawai Rp64.00 dan Rp100.000.5.000.000.ooo C.000.OOO.000.000.OOO. S234/KBAP/Asetl2012 tanggal 13 Juni 2012 dan laptop senilai Rp6.2 Uang Muka dari KPPN Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp120.OOsesuai dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I No. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabe/35 Rincian Utang kepada Pihak Ketiga No 1 2 3 Uraian Belanja Pegawai yang Masih Harus Dibavar Belanja barang yang masih harus dibavar Utang kepada Pihak ketiga lainnva .OO sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II No.000.000.OO sesuai Akuntansi Instansi Jakarta II.OO dan Rp100. KEWAJIBAN C. Total Jumlah Penjelasan gaji pembayaran Rp36.OOO. Kep-234/Asetl05/2012 tanggal 9 September 2012 dan penghapusan PC unit senilai Rp12.000. • dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Penghapusan kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp12.OOO Uang Muka dari KPPN Rp120.000.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp120.000.5.OOODana yang belum dibagikan kepada vanq berhak Rp120.000. .000.OOmerupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.000. Kep-234/Asetl05/2012 tanggal 4 Maret 2012. 000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 • Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp6.OOOPenggunaan langganan daya dan iasa vane belum dibavar Rp20. Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketiga Rp120.5.000. 000 C.000.00 sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta No.OOO.OOmerupakan UPITUP yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran pada tanggal pelaporan.000.

000.000.00 dan Rp200.000.000.3 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Pendek Utang Jangka Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar minus Rp120.400. C. Pendapatan Diterima Dimuka Rp120. 000 C.400. Ekuitas Dana Lanear Rp 199. 000 C.00 Perkiraan tersebut merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek.5.000.6.000.000.OO merupakan pendapatan yang sudah masuk ke kas Negara.4 Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar Rp120.000.OOmerupakan jumlah ekuitas dana lancar lingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dalam bentuk piutang setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.00 dan minus Rp100.000.00 dan Rp8. namun barang/jasa belum diserahkan kepada pihak ketiga. 000.000.000.000.000.000.5.2 Cadangan Persediaan Jumlah Cadangan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp12.00 merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetorkan ke Kas Negara pada tanggal pelaporan.000. C.000.1 Cadangan Piutang Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp227. 000.00 merupakan jumlah ekuitas dana lancar Iingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi dalam bentuk persediaan.000. . 000 C.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Pendapatan Yang Ditangguhkan Rp240.00 dan Rp208.6.6.3 Pendapatan Yang Ditangguhkan Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp240.000.000.00 dan Rp100.

000. Kejadian tersebut mengakibatkan masalah serius dalam pemberian pelayanan kepada stakeholder.36- .00.6.000.00 dan Rp2.000 Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp3.000.00 dan minus Rp100.5 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp120.184.000.7. .000.000.000.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap D.00 dan Rp269.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 15 Januari 2013 telah terjadi bencana alam berupa banjir yang menyebabkan sebagian gedung kantor terendam banjir. Untuk menanggulangi hal tersebut Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I telah membentuk tim untuk untuk mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh banjir tersebut dan menginstrusikan untuk tetap memberikan pelayanan kepada stakeholder.800.7.00 dan RpO.000. Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.6. Instalasi Iistrik.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp3.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap C.000.020.4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp200.000.800. Perkiraan tersebut merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain C.2 TEMUAN DAN TINDAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana dalam lampiran. Ekuitas Dana Investasi Ekuitas Dana Investasi C.2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp164.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C.000. dan berbagai peralatan kantor mengalami kerusakan. 0.000. Jaringan komputer.000.000. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA 0.

5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Tidak terdapat pengungkapan lain-lain pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta.3 INFORMASI PENOAPATAN DAN BELANJA AKRUAL Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana dalam lampiran.4 REKENING PEMERINTAH Rekening pemerintah yang digunakan dalam kegiatan operasional Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sebagaimana terlampir dalam lampiran IV 0. 0.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 0. .

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- "/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT ESELON I .

12 Jakarta 11000 .Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Jenderal Sudirman No.

. dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012.KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Gunawan Wibisono NIP 19650212 1987081 001 . Neraca.. Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi adalah salah satu entitas akuntansi dibawah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun !aporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran.05/2011 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-.. Jakarta..05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Penyusunan Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Januari 2013 Deputi I. Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitasl pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya. Disamping itu laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga.

Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK 0. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. Rekening Pemerintah 0.3.5.3. Piutang Jangka Panjang CA. Laporan Realisasi Anggaran II.2. Kebijakan Akuntansi B. Penjelasan Umum A. Pengungkapan Lain-lain Laporan-Iaporan Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percobaan Laporan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Oaftar Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual . Aset Lancar C. Neraca III. Kebijakan Teknis A. Penjelasan atas Pos-pos Neraca C. Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual 004. Aset Lainnya C. Kewajiban Jangka Pendek C. Aset Tetap C. Pendapatan Negara dan Hibah 8. Oasar Hukum A.4. Ekuitas Dana Lancar C.1. Pengungkapan Penting Lainnya Penting Setelah Tanggal Neraca 0.1.? Ekuitas Dana Investasi O.5. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran B.2.6.1.2.-- ----- --- Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Daftar Isi Daftar T abel Ringkasan I. Catatan atas Laporan Keuangan A. Belanja Negara C. Kejadian-Kejadian DAFTAR ISI 0.1.2.3.

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Per Wilayah Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga Tabel32 Tabel33 Tabel34 .- - ------ - -- DAFT AR TABEL Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel 10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel20 Tabel21 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Penggolongan Kualitas Piutang Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP Rincian dan Realisasi PNBP Lainnya per Wilayah Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja menurut Kegiatan TA 2012 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran per Wilayah Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Wilayah Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Wilayah Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Piutang Bukan Pajak per Wilayah Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang perWilayah Jangka Pendek Tabel26 Tabel27 Tabel28 Tabel29 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Wilayah Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per Wilayah Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Per Wilayah Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) per Wilayah Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Wilayah Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

Neraca. Januari2013 Deputi I. Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai. adalah merupakan tanggung jawab kami. JL. FAXIMILE 02125052272 Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran.623354. Gunawan Wibisono NIP 19650212 198708 1 001 . Jakarta. JENDERAL SUDIRMAN NO 12 JAKARTA TELEPON 021 222014. dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir.DEPUTII PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI GEDUNG NAKULA SADEWA LANTAII/I. dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

000.00 5.000.000.00 120. Laperan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nemer 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).000.00 135.000.540. .00. dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp1S0. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periede 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012. tentang Sistem Akuntansi dan Pelaperan Lembaga selaku Laperan Pengguna Keuangan Menteri/Pimpinan dan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputi Laperan Realisasi Anggaran. kewajiban.400.000. Ringkasan Laperan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Uraian Anggaran TA 2012 Realisasi % Realisasi thd Anggaran TA 2011 Realisasi Pendapatan Neqara Belanja Negara 2.00.000.000. NERACA 150.OS/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nemer 171/PMK.00 atau mencapai 90 persen dari alekasi anggaran sebesar 6.000.000.0000.000.000.000.000.00 6.000.00 3. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp S.0000. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp13S. OS/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.000.000. Laperan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya.000.OS/2007 Keuangan Pemerintah Pusat.000.00 90.400. dan Catatan atas Laperan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelela fiskal.00 90. dalam rangka penyusunan Laperan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).000. Neraca.00 Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.1- .Laporan Keuangan Deputi / Pembina an Akuntansi /nstansi Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nemer 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nemer 171IPMK.

00 yang terdiri dari Aset lancar sebesar Rp1.93) 43.000 175.000 133.000 1.000) (42.300.000 150.000 1.500.500.000 54.000 (114.36 48.00 dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp4.000 113.25 40.OO Piutang Jangka Panjang sebesar Rp113.000 1.00 yang terdiri dari Ekuitas Dana lancar sebesar Rp299.000.500. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.OOyang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.100.000.000 3.000 275.076.700.000 4.777.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Jumlah Aset adalah sebesar Rp5.000.000. .000.000.000 425.000 1146.000 24.798. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.92 51.177.177. Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp5.199. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp900.000 3.800.000.800.000.000 1.000.06 900.000 5.00 299.100.000.076.000 4.700.300.500.100.000 228.000.100.530.199.530.000 4.000 5.000) 1.000.300.000.648.530.300.06 3.000.798.000 774.OO.777.100.500.403.00 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/2 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 ASET Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Jumlah Aset KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana Jumlah Kewa'iban dan Ekuitas Dana 1.976.000.000 3.100.200.000. Aset Tetap sebesar Rp4.11 43.000.000.000 20.800.000.00.700.200.000 4.00 (50.000.300.500.13) (23.500.000.976.00 dan Aset lainnya sebesar Rp133.000 750.976.000 5.427.373.300.

650.000.530.000.000.000.000. 2.2 B.000.000.2.000 135.2.000 1.050. 3.000 150.000 870.300.000.000.000.3 150.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 I.000.1 B.000.000 3.2 B. BelanjaPegawai BelanjaBarang BelanjaModal Jumlah Belanja 3.000 5.000 1.000 1.000.000 . LAPORAN REALISASI ANGGARAN OEPUTII PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIOOE YANG BERAKHIR SAM PAl OENGAN 31 OESEMBER 2012 DAN 2011 PENDAPATAN 1.000.000 BELANJA 1. PenerimaanNegaraBukan Pajak Jumlah Pendapatan B.000 135.400.000 6.2.

8 C.000 180.000.7.1 C.000 18.3.530.000 300.500.100.4 CA.000 150.5.4 C.1.5 341.000.000 180.000.1 C.3 C.000.97t:~O()()· C.000.2.000.2.6 C.5 C.4 C.000) 180.000 270.000.6.000 360.000 4.5.000) C.000 66.3 C.000 (66.000.000.1 C.2.2.000 108.4.000.000 R Rp C.2 C.JPi.000.000 180.300.6.~t Lainnya JOMLAfiASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH.000 180.1.000.100.000 (66.000.1.5.4 C.4 C.3 C.000.1.1 C. KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Barang/Jasa Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi Jl.000 180.lMLAHEKUITAS DANA' C.4 180.NERACA DEPUTII PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 ASET AsetLancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .2 C.1.000.000.10 C.1 C.2 C.3.000.TPfTGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah As.300.1 C.5 C.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan AsetTetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .3.1.3 Rp Rp R Rp 180.1.6.199.000 1.000 900.7 C.300.000 900.000.000 540.6 Rp Rp Rp Rp Rp 2.000.2 C.1.200.000.3.Piutang Bukan Pajak Bagian LancarTagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .11 C.000 133.500.3 C.3 C.550.000.2.2 J _.000 C.000) 180.000 5.7 C.000.000.000 18.7.6 C.1.2 C.2.000 180.000.6. _ .000 (180.9 C.000 C.000.1 C.TPA TPfTGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .2 25.1.Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .100.E:K~.5.000 1.5 C.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 II.1.000 341.6.000 180.2 C.

4. Melalui peranan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- . Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A.t. Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada kementerian negarallembaga. akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah menuju Laporan Keuangan berkualitas.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Pelaporan 5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 6. DASAR HUKUM 1. A. PENJELASAN UMUM A.IPSI 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga. Perbendaharaan 3. 7.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 III. akurat dan transparan.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan tentang Sistem Akuntansi Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.2. " Kementerian/Negara yang . Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2. KEBIJAKAN TEKNIS DEPUTI I PEMBINAAN AKUNT ANSI INSTANSI Rencana Strategis Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan kementerian negaral lembaga. Untuk mewujudkan tujuan diatas Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi berkomitmen dengan visi "mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Negara.

A. yang menyampaikan laporan keuangan dan dikonsolidasikan sejumlah 7 satker (100%). Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Jumlah satuan kerja di lingkup Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi adalah 7 satker. • • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya. Dari jumlah tersebut. dapat dilihat pada tabel berikut: Rincian satuan kerja tersebut .Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 Untuk mewujudkan visi tersebut Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan implementasi negara/Lembaga • Membina secara efektif Kementerian negara/Lembaga yang dihasilkan oleh dalam sistem pembinaan yang berkelanjutan kepada berkaitan Kementerian akuntansi pemerintah pemanfaatan informasi keuangan akuntansi yang diimplentasikan. PENDEKA TAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Penyusunan Laporan Keuangan Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi.3. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 ini merupakan laporan konsolidasi dari seluruh jenjang struktural di bawah Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi yaitu wilayah dan serta satuan kerja yang bertanggung jawab atas anggaran yang diberikan. pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian NegaralLembaga.

yaitu dengan membukukan penerimaan brutto.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Tahun 2012 Rekapitu/asi Tabe/3 Jum/ah Satker UAKPA Jumlah Jenis Kewenangan Kode No Esl Uraian KP KO OK TP Jumlah Satker M 1 TM M 1 6 7 TM M TM M TM 02 02 Oeputi I Kanwil PAl Jumlah - - - - - - - 1 6 7 2 - Keterangan: M : Menyampaikan TM : Tidak Menyampaikan SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas brutto. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. Disamping itu.4. Neraca. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sebagai beikut: (1) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. dan Catatan atas Laporan Keuangan. KEBIJAKAN AKUNTANSI Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap. SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran. dan tidak mencatat jumlah nettonya . persediaan. A. dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di Iingkungan pemerintahan.

atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Aset Lancar Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan untuk direalisasikan. serta dapat diukur baik dalam satuan uang. piutang. saat hak kepemilikan berpindah. Aset Iancar in. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang aset ini dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. dan persediaan. (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. Investasi. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. Aset Tetap. menurut klasifikasi Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan ekonomi/jenis belanja. pengakuan belanja terjadi pad a saat pertanggungjawaban oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan atas pengeluaran tersebut disahkan Negara (KPPN). (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. Aset diklasifikasikan Lainnya. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. Dalam pengertian tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Kas dalam bentuk val uta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs . dan kandungan pertambangan. dan Aset Aset diakui pada saat diterima atau pad a dipakai. segera menjadi Aset Lancar. a. kekayaan di dasar laut. terdiri dari kas. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.000 (sepuluh juta rupiah). bercorak minimum . (b). Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: (a). Perediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir. jalan/irigasi/jaringan. harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi. Piutang dinyatakan hak dalam yang neraca telah menurut nilai surat yang timbul berdasarkan penagihannya. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10. Persediaan perlengkapan adalah yang aset Iancar dalam untuk bentuk barang atau dimaksudkan mendukung kegiatan operasional pemerintah. dikeluarkan keputusan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai bagian lancar TPAITGR.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 tengah 81 pada tanggal neraca.000 (tiga ratus ribu rupiah). diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300. Aset tetap dilaporkan pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan. (c).000. apabila diperoleh dengan pembelian. Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang kesenian.

TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 Piutang jangka Panjang Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. dan piutang jangka panjang. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. . TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. paten. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Aset Tak Berwujud.10 - . Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. dan Piutang Jangka Panjang Lainnya. Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). Iisensi dan franchise. TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. hak cipta (copyright). dan Aset Lain-lain. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. aset tetap.

Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. atau lembaga internasional. lembaga keuangan. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. a. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. . hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Dalam konteks pemerintahan. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. Penggunaannya. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. entitas pemerintahan lain. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. dan hak lainnya.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 goodwill. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan sebagai Kemitraan dengan Pihak Ketiga. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. b. maupun Dana yang Dibatasi.

dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. (6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang NegarafD JKN . (5) Ekuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 50% 100% 2. Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masingmasing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 201lPMK. tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan 0. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan perkembangan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran. Tabe/4 Pengg%ngan Kualitas Piutang Kualitas Piutang Uraian Penyisihan Lancar Kurang Lancar Belum dilakukan pelunasan s.06/20110 tentang Kualitas Piutang Kementerian NegaralLembaga Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih.d. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang. perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing.5% 10% Diragukan Macet Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 1. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut.

. yang menyebutkan bahwa penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.Penyusutan Aset Tetap (7) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap Sampai . saat Penyusunan Laperan Keuangan Tahun 2012. hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nemer 53/KMK. Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap.

00 9.00 atau 12.000 Realisasi 150.''13~. Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP lainnya sampai dengan tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: Tabel 5 Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP Estimasi Pendapatan Pendapatan Pendidikan Pendapatan Denda Keterlambatan Pendapatan Lain-Lain Rp135.000.00 ".000.0QO.000.000.00.00 15.00 120.QQQ.000.000.000.OP Realisasi PNBP Lainnya TA anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 15.000. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah PENJELASAN AlAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.00 30.0"6 Sedangkan untuk rincian PNBP lainya per Wilayah di lingkup Deputi I PAl adalah sebagai berikut: Tabel 6 Rincian Realisasi PNBP Lainnya per Wi/ayah Realisasi PNBPlainnya Kantor Wilayah PAl Jakarta Kantor Wilayah PAl Medan Kantor Wilayah PAl Makasar %dari keseluruhan 90.000.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 B.00 '150.000.()O" 135:00(). Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel di bawah ini: .00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp150.000.00 6.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp135. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah PPAKP adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.000 atau mencapai 90.000.50 persen dibandingkan TA 2011 yang disebabkan oleh meningkatnya kegiatan pendidikan dan pelatihan pada PPAKP.

000..00 Pendapatan Pendidikan 120.000 5.000 90.09 28. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 dapat dilihat pada tabel berikut ini: .ooo.000.000 6.000.000.000.00 persen dari anggarannya setelah dikurangi pengembalian belanja sebesar RpO.000.OO.j3~.p/ .000 3.00 untuk Calalan Alas Laporan 6.000 atau sebesar 90.000.> :< ··.000 96.000 Realisasi Belanja (Rp) Uraian Kegiatan % Real thd Angg 2077 3.000.t '.000.: •:12.000.400.000 .$0 Realisasi belanja Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi per kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2012 disajikan dalam tabel berikut: Tabe/8 Anggaran dan Realisasi Be/anja per kegiatan TA 2012 Kode Kegiatan Anggaran (Rp) Pembinaan unluk Anggaran Akuntansi Laporan Inslansi Realisasi 4.000.850.' 110.000. Lain-Lain .000.000 85..00 2079 1.O~O.OOO· 1s:oijo . ~~'-"-' "~"!'~'" .25 2078 Pembinaan Akunlansi Inslansi unluk Laporan Posisi Keuangan Pebinaan Keuangan Jumlah Akunlansi Inslansi 1.(JO(J: jio.000.•(JQQ'.000.000 7.000.000 850.000 10.000.000 9.000.000...000 2.000 Pendapatan Keterlambatan Pendapatan i " Denda .400.00 Realisasi belanja Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi pada TA 2012 adalah sebesar Rp 5.000 3.000 70.000 700.000.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/7 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No 1 2 3 Uraian TA2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Kenaikanl (Rp) (Penurunan) % 9.57 100.000.

000 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000 500.000.000 1.000 750.000 2.000.530. 400.000 1.000. Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini Tabe/10 Perbandingan realisasi Be/anja TA 2012 dan 2011 Kode Jenis Belanja 51 52 53 Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Rp 3.000 3.000. Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi Belanja ('Yo) 51 52 53 3.000 1.500.000 1.000 870.500.050.000.890.000.000. 000.000.000.000.000.000.000 1.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi.540.000.000 Realisasi Belanja Negara Rp5.000 1.000 3.000.31 .000.91 82.000 2. adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000.000.300.000.650.86 92.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/9 Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja TA 2012 Kode Jenis Blj.000 3.000 390.000.000 2.000.00 392.000.400.000 90.500.000.()()11 • 600.000 870.000.00 16.530.000 25.000.000.000.72 3.

000.000.000 22.000.000 22.000 3.00Cl. ~elanja Nettc> 120.000 7.000.000.000 Naikl (Turun) 15.000.500.500.OOO.33 33.000 600.000 750.10 8. Suamillstri PNS Belanja Tunj.Laporan Keuangan Deputi J Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Belanja Pegawai Rp3.500.000.000 22.000.500.2 Be/anja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp 870.000.500.000.000.000.000.000.OOO i4()(). Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan kenaikan belanja gaji pokok dan tunjangan seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai.33 33.000 .00 25.000 120.400.000 2.000.27 20.OOO.650.000.000.<tOOQ.000 60.000 45.000 375.000 % 9.000 150. 000 (5()Q.000 dan Rp 750.000.OOO '19.000.400.500.000.000.000 30.1 Be/anja Pegawai Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp 3.33 33.000.000 TA 2011 (Rp) 1.000 7.000 15.000.000 45.000 870.000.000.000.500.000 75.000 450.000 30.000 750.000 % 27.33 50.100.500.000.uv.000 15.11 25.33 15.000 7.500.500.00 .000 45.000 30.00 33.00 19.000 390. B.000.33 33.000.000 315.()()() m1\~I+~~.000.000 22.000.000 15.000.000 60.000.000 30. Anak PNS Belanja Tunj.000 30.000 60.000.38 11. 000. 000 B.1 - - ~r~ijj~1N~tlO%i(4.000 TA 2011 (Rp) 165. 000.500.000.000.2. Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar 16 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja barang perjalanan dinas.05 16.000.000 195.00 33. Struktural PNS Belanja Tunj.000.000.000.000 45.000.000 15.500.000 180.00 I I 7.000 60.000.000. Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.000.000 37.00 Belanja 870.000.000.000 30. Lain-lain PNS Belanja Tunj. UmumPNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja TA 2012 (Rp) 2.000 15.2.000 30. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/12 Perbandingan Be/anja Barang TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Perjalanan Dinas Realisasi Belanja Bruto Pengembalian I TA 2012 (Rp) 180. PPh PNS Belanja Tunj.000.000 7.000 135.000.000 Naikl (Turun) 450.000.000. Belanja Barang Rp870. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/11 Perbandingan Be/anja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.000 - - - Realisasi·.OOQ~060 . Fungsional PNS Belanja Tunj.000.000. 000.000 7.000 dan Rp 2.33 50.000 15.000 22.

persen antara lain disebabkan sebesar Rp Rp1.000.000.000.000 30.000.000.000.000.000 % 750.000.000 630.00 392.000 390. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel13 Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 TA2011 (Rp) Naikl (Turun) R Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya Realiasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja Perbandingan Uraian TA 2012 (Rp) 750. 000 Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392 kenaikan belanja modal tanah dan belanja modal gedung dan bangunan.31 .Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Belanja Modal B.000 60.000 330.000 1.000.000 dan Rp 390.00 110.00 100.000.000.000 300. 530.000.000.000.000 1.000.000.530.2.140.3 Be/anja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing 1.000 30.000.530.000 60.000 120.

000.000 Kas di Bendahara Penerima Rp 180.000. .000 C.1.000 30.000 yang mencakup seluruh kas. 000.1. 000 C.000.000."o.1.000.000 10. yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.POS NERACA C.tt.000.2 Kas di Bendahara Penerimaan Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp180.000.000 20. dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UPITUP yang belum dipertanggungjawabkan atau disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal Rincian posisi Kas di Bendahara Pengeluaran per Wilayah adalah sebagai berikut: Tabe/14 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran per Wi/ayah Kenaikan IPenurunan 1 2 3 4 Deputi I PAl Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 50.000 60.000.000 30.000 dan Rp150.000 30. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai.000.000 60. Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp180.000.000.000 dan Rp150.000 o ~ .000 50.000.l[tiii Sedangkan rincian saldo tersebut sudah disetor seluruhnya ke kas negara sebagai berikut: Tabe/15 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran 1 2 3 4 Deputi I PAl Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 60.000 yang merupakan kas yang dikuasai. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.000 30.000..Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 C.000 30. Aset Lancar Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 180.000.000 10..1.000.000.000.000 60.000. PENJELASAN ATAS POS.000. dikelola.000 10.000.

000 _ .000.000 C.000.00C <.00C 30.000.OQO .000 Kenaikan IPenurunan Sedangkan rincian saldo tersebut sudah disetor seluruhnya ke kas negara sebagai berikut: Tabe/17 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan 1 2 3 4 Deputi I PAl Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 60.000 30.000. .3 Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp180. 30.()OC).. 20.000.000..000.000.000.000 60.000 60..000 Kas Lainnya dan Setara Kas Rp 180.000 60.000 30.000 30.000 dan Rp150.000.000 yang merupakan kas berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UPffUP.1..000.000.000.000 60. baik saldo rekening di bank maupun uang tunaL Rincian Realisasi Kas Lainnya dan Setara Kas per Wilayah adalah sebagai berikut: Tabe/18 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Wi/ayah No Nama Kantor Wilayah KantorWilayah PAl Jakarta Kantor Wilayah PAl Medan Kantor Wilayah PAl Makasar Jumlah Tahun 2012 Tahun 2011 1 2 3 120.000 '18Q.000 30.000.000..Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Rincian Posisi Kas di Bendahara Penerimaan per Wilayah adalah sebagai berikut: Tabe/16 Rincian Posisi Kas di Bendahara Penerimaan per Wi/ayah 31-Dec-12 1 2 3 4 Deputi Kanwil Kanwil Kanwil I PAl PAl Jakarta PAl Medan PAl Makasar 60.000 20.000.000.000.000 30..000.00C 110.000.000.000 30.

per 31 Desember Tabe/20 Rincian Piutang Bukan Pajak per Wi/ayah 1 2 3 Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Saldo per 31 Desember 2011 Rp150.000. Piutang Bukan Pajak C.000. Mutasi pengurangan berupa pelunasan Tahun 2012 sebesar merupakan Piutang Sewa dari Rp30.000. barang atau jasa yang dapat dijadikan kas dan belum diselesaikan pada akhir tahun anggaran.000.000. Rincian Piutang Bukan Pajak per wilayah Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi.000. 000 masing sebesar Rp180.000 Jumlah tersebut di atas telah diselesaikan dengan melakukan penyetoran dan pendistribusian kepada pihak yang terkait.OO) Rp180.Piutang sewa Mutasi kurang: .000.000 Rp 60.1.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp60. 1 2 3 Keterangan Jumlah Jasa Giroyang belumdi setor ke kas negara Gaji bulanDesember2012yang belumdibayarkan Pengembalian Belanjabelumdisetor ke kas negara Jumlah Rp 60.000.00 Mutasi tambah: .000.000.OO (Rp30.000 Rp 180. yang keseluruhannya 2012 adalah sebagai berikut: merupakan piutang sewa.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/19 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No.000. .000.00 dari Kanwil PAl Medan.000.000.00 Kanwil PAl Jakarta.000.000 dan Rp150.000.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp60.000.000 Rp 60.000 hak atau klaim pihak lain atas uang.000.4 Piutang Piutang Bukan Pajak Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masingyang merupakan semua Rp 180. 000.

00% 100.000 20.5% 10.000.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.000 20.00% 0.000.000 20.000 66.000 Rp66.00% 100.000 20.000 C.000 C.000.000. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/22 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) per Wi/ayah Jumlah 1 2 3 Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 3 3 3 Rp60.000.000.000.000 Jangka Pendek per wi/ayah Penyisihan Nilai Penyisihan 0. piutang jangka Berikut disajikan perhitungan penyisihan piutang tak tertagih jangka pendek untuk masing-masing kantor wiiayah: Tabe/21 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Uraian Kualitas Nilai Piutang 20.5% 10.000.000.00% 100.000.000.000.00% 100.000.OO Rp60.000 20.000.000. merupakan TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal berupa angsuran atas penjualan rumah negara.5 Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 Lancar Kanwil PAl Jakarta KurangLancar Macet Lancar Kanwil PAl Medan KurangLancar Macet Lancar Kanwil PAl Makasar KurangLancar Macet BL TPA Rp180.00.000 20.000.000.Piutang Bukan Pajak Rp 66.000 20.000.000 20.Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek per 31 dan Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp66.000 100.000.000.000 2.000 2.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .1.000.00% 0.300.000.000.000.000 100.000.6 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran {TPA} Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing TPA adalah adalah sebesar saldo neraca Rp180.000.OO .000 20.1.OO Rp60.000 20.300.5% 10.000 20.000 2.300.00 dan Rp120.

5% 10.000 20.000 40.000..000.000.00 dan Rp 6.00% 100.000.000.000 BL TGR Rp180.000 20.000.000.0000.000 40.000 Penyisihan 0.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp120.000.·Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Rp120.000.000.000.000.000.00 (Rp60.000.000 40.000.000.00) Rp180.000.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan .000 C.300.8 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Rugi (TP/TGR) Tuntutan Ganti Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp180.000 66.000.000.00% 0.000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing wilayah: Tabe/23 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) per Kanwil Uraian Kualitas Nilai Piutang 20.5% 10.00 merupakan TPA penjualan rumah dinas dari 2 (dua) orang Kanwil PAl Jakarta.000.000 C.00 Mutasi tambah: .1.300.000 2.000.000.TPA Peniualan Rumah Mutasi kurang: .000 4.000.7 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .1.Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebesar Rp66.00% Nilai Penyisihan 100.000 20.00 dari 4 (empat) orang Kanwil PAl Medan.00% 100. Penyisihan Piutang Tak Tertagih .Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp120.000.000 Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Jumlah Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet 180.000.000.000 40. Lanear TPA Rp 66.000.dan Rp120.000 200. Mutasi pengurangan berupa pelunasan TPA pada Tahun 2012 sebesar Rp60.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.000.300.Bag..

OO (Rp60.000. Penyisihan Piutang Tak C. Lanear TPITGR Rp 66. 000. 000.00 merupakan pembayaran roda 4 Rp80.300.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang.000.000 Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp66.000. 1 2 3 Uraian Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . Nuri dan Sahin Mutasi kurang: .00 merupakan TGR atas kehilangan sepeda motor dari 3 (tiga) orang Kanwil PAl Jakarta dan 1 (satu) Kanwil PAl Medan dan kendaraan Makasar Mutasi pengurangan sebesar Rp60.000.000.000.9 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan I Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Tertagih .TGR Haris. Anank.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp40. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Rugi (TPITGR) per tanggal31 Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/24 Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ (TPITGR) per wi/ayah Tuntutan Ganti Rugi No.000.000.00 dari Kanwil PAl TGR dari Kanwil PAl Jakarta.000.000.000.00 yang merupakan estimasi atas Tuntutan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing Berikut disajikan Perbendaharaanl perhitungan Penyisihan Bagian piutang.Bag. 00) Rp180.300.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp120. Tuntutan wilayah: Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masing-masing .00 Rp120.1.00 ketidaktertagihan dan Rp6.000.000.

00% Ganti Nilai Penyisihan 100.300.00% 0. dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.000.000.000 4.000.000. Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual.000.000.000.000.000.00% 100.000 40.00.000.000 20.1.00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa No.000 Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Belanja Di Bayar Di Muka Rp 300.000.000 2.10 Belanja Dibayar Di Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp300.000. Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di jalan Budi Utomo.5% 10.000.000 40.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/25 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Rugi (TPfTGR) per wi/ayah Uraian Kanwil PAl Jakarta Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 20. S-234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012.000 66.11 Persediaan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar Rp18.000. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp 360.000.000 Penyisihan 0.00 dan RpO Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan.000 20. Persediaan Rp 18. Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: .000 200.000 20.000.000.000 C.5% 10.000.000.000 C.1.000 40.00% 100.000.00 dan Rp12.000 40.

000 150.00 dan Rp1.530.000.000.000 120.000.000 180.000 5 6 3.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/26 Rincian Persediaan No.000.000 750.000 270.000 3.200.530.OO) Saldo per 31 Desember 2012 Rp18.00.000 C.Habis pakai Rp12.00 dan Rp3.000 Rp 12.000 4.000.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31-Des-11 1.000.000.2.000 3.000 3.000. Rincian Aset Tetap Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember adalah sebagai berikut: Tabe/27 Rincian Aset Tetap No.000.000.000 150.000.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .800.00 Aset Tetap Rp 4.000.000.000 6.000.000.1 Tanah Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp2.000.000.000.000 3.000.000.000.OO (Rp69.530.000 3.000.000.000.000.000.800.000.000.000.000.000.pembelian Mutasi kurang: .00 Rp75.000.000 180.000 18.000.000 180.000 C.000.000.000.000. Tidak terdapat perbedaan antara Belanja Modal Tanah dengan perolehan tanah dari transaksi .000.000.000 Rp Rp Rp Rp 2011 3.00 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan kegiatan operasional entitas. Uraian 1 Barang Konsumsi 2 Barang Untuk Pemeliharaan 3 Suku Cadang 4 Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah 5 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2012 3.2 Aset Tetap Saldo aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp4.000.000 3.550.000 1.000.000.550. 1 2 3 4 digunakan dalam Uraian Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31-Des-12 2.000.

00 daDeputi I PAl sebesar Rp45. c. Kenaikan nilai peralatan dan mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 150.000. Saldo per 31 Desember Mutasi tambah: .000.000.000.OO. 000.003/Akta/2012 tanggal 10 Oktober 2012. 000 . Para/atan dan Masin Rp C.000.000. 000.000. Jakarta sesuai dengan akta jual beli nO. d.000. Transaksi penambahan transfer in berupa serah terima tanah dari Kementerian Lingkungan hidup ke Kanwil PAl Rp250.000.00 dari Kanwil PAl Medan.000.2 Peralatan dan Mesin Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp150.550. Rincian saldo tanah per 31 Desember 2012 disajikan dalam lampiran.000. Transaksi penambahan berupa pembelisan tanah pada Kantor Wilayah PAl Jakarta sebesar Rp300.00 Rp250.00.000.000.00.Transfer out Saldo per 31 Desember 2011 Rp1.000.000.000.transfer in . Penambahan koreksi pencatatan atas luas tanah Kanwil PAl Medan sebesar Rp60. b.000. 000.000. 00 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijeiaskan sebagai berikut: a.pembelian .000.00.00 dan Rp120.000.00 Rp160.koreksi pencatatan Mutasi kurang: .800.000. Transaksi Pengurangan transfer out ke pemda Medan sebesar Makasar sebesar Rp5.00 Rp345.2.00) Rp2.OO (Rp5.000. Kenaikan nilai tersebut diakibatkan karena Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan pengadaan tanah baru yang terletak di JI Budi Utomo.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 pembelian. 000.

000. antara belanja Perolehan modal Gedung dan dan Bangunan dari gedung bangunan sebesar Rp180.00 penghapusan merupakan 1 unit kendaraan bermotor.000.000.hibah .OO Rp12.pembelian .00 merupakan proyek pembangunan gudang pada Kanwil PAl Jakarta yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai dan diklasifikasikan sebagai Konstruksi dalam Pengerjaan .000.000.000 C.000.000.Penghentian aset dari penggunaan .200.000.OO) Rp150. Penambahan dari pembelian dari Wilayah 3 unit personal PAl Jakarta komputer (PC) senilai senilai Rp15. berdasarkan SK penghapusan tanggal 25 Agustus 2012 Nomor: 2382.penghapusan Saldo per 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan Rp120.OO) (Rp15.200.000.OO (Rp15.000.000. Pengurangan penggunaannya melalui sebesar penghentian mesin pemotong rumput dari dari aset Keuangan dan telah memperoleh registrasi dan Rp15.000.000.000.000.1 IKBAP/Kep/lV/2012 Gedung dan Bangunan Rp 1.000.00 Terdapat pembelian perbedaan dengan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah dan Rp750.00 Rp45. Penambahan pengaktifan dan 3 unit Laptop dari Wilayah PAl Medan. e.OO Rp3.000.000.00 merupakan berdasarkan hibah nilai 12 buah televisi dari perseorangan yang pencatatannya pad a berita acara serah terima (BAST).00 dan diklasifikasi tetap ke aset lain-lain.000.3 Gedung dan Bangunan Nilai gedung dan bangunan Rp1.000.000. c. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp15.000.000.000.000.000.000.00 b.000. melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan yang telah kembali 3 unit PC dari Wilayah PAl Medan dihentikan penggunaannya sebesar Rp3.000.00 peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a.000. d.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . Penambahan melalui hibah sebesar Rp12.00. Hibah tersebut sudah dilaporkan ke DJPU Kementerian pengesahan.2.000.reklasifikasi dari aset lainnya Mutasi kurang: .00.000.000.00 Rp30.

000.000. dan irigasi yang dimiliki oleh Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi selama tahun 2012.00 dan internet Rp75. c.000 C.000. 000. 000 C.000.000.000.000. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp105.000.koreksi pencatatan nilai Mutasi kurang: . Aset Tetap Lainnya Rp270.000. Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk Musolla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kanwil PAl Jakarta dan saat ini sedang diidentifiaksi untuk selanjutnya akan diajukan untuk mendapatkan nomor register.000.00 Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a.000. Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp150.00 dan Rp150.000.000. jaringan. Jalan.00 merupakan penyesuaian kuantitas karena kesalahan pencatatan di tahun sebelumnya. irigas dan jaringan.00 yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi.000. Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp180.000.000.00 yang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah.4 Jalan.000.000.5 Aset Tetap Lainnya Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp270.000.00 (Rp150. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk pembangunan 3 unit gedung perpustakaan senilai Rp450.000.200.000.OO.2.pembelian .000.00 Rp450.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .00) Rp1.OOdan Rp180.000.000.000.00 b.koreksi pencatatan nilai Saldo per 31 Desember 2012 Rp750.2. . jalan. Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp150. Irigasi dan Jaringan Saldo Jalan.000.00 Rp150.peralatan dan mesin. lrigasi dan Jaringan Rp 180. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan. 000. gedung dan 'bangunan.000.000.

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 keseluruhannya berasal dari pembelian berupa alat musik modern Rp75.000.000,00 dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp45.000.000,00

Konstruksi da/am Pengetjaan Rp 180.000.000

C.2.6

Konstruksi

Dalam Pengerjaan (KDP)

Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp180.000.000,00 dan RpO,OOyang merupakan pembangunan gedung kantor yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.

C.3. Piutang Jangka Panjang
Tagihan Penjua/an Angsuran Rp 120.000.000

C.3.1 Tagihan Penjualan Angsuran

Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.000.000,00 dan Rp120.000.000,00

merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan. Adapun rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Tabel28 Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Uraian Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Jumlah Debitur Jumlah Rp40. 000. 000, 00 Rp40. 000. 000, 00 Rp40. 000. 000, 00 Rp120.000.000,OO

3
2 1

Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut:

Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - TPA penjualan rumah dinas Mutasi kurang: - Reklasifikasi menjadi BL TPA - Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012

Rp120.000.000,OO Rp180.000.000,OO (Rp120.000.000,00) (Rp60.000.000,OO) Rp120.000.000,00

Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp180.000.000,OO merupakan TPA penjualan rumah dinas dari Kanwil PAl Jakarta.

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Mutasi pengurangan sebesar Rp180.000.000,00 merupakan pelunasan TPA serta reklasifikasi menjadi bagian lancar.

Penyisihan

Piutang tak

C.3.2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Tagihan Penjualan Angsuran

Tertagih- Tagihan Penjualan Angsuran Rp

Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp63.150.000,00 dan Rp6.000.000,00, yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih - Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing wi!ayah:
Tabe/29 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) Uraian Kanwil PAl Jakarta Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 10.000.000 10.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 40.000.000 ... Penyisihan 0,5% 10,00% 100,00% 0,5% 10,00% 100,00%
.

63.150.000

Nilai Penyisihan 50.000 1.000.000 20.000.000 100.000 2.000.000 40.000.000 63.150.000

Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar

.. ...

.

Tuntutan Perbendaharaan Rp

C.3.3

Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan

Ganti Rugi (TP/TGR)

120.000.000

Nilai Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per
31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.000.000,OOdan

Rp120.000.000,00.

Tuntutan

Perbendaharaan

adalah

tagihan

kepada

bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian negara. Sedangkan Tuntutan Ganti Rugi adalah tagihan kepada pegawai bukan bendahara untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Tabe/30 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Uraian Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Jumlah Debitur

Ganti Rugi (TPITGR) Jumlah Rp40.000.000,00 Rp40.000.000,00 Rp40. 000. 000, 00 Rp120.000.000,00

3
2 1

Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - TGR Kehilangan komputer - TGR Kehilangan motor Mutasi kurang: - Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TP/TGR Saldo per 31 Desember 2012

Rp120.000.000,OO Rp20. 000. 000, 00 Rp40. 000. 000, 00 (Rp60. 000. 000, 00) Rp120.000.000,OO

Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp20.000.000,00 merupakan TGR atas kehilangan sepeda motor dari 3 (tiga) orang pegawai Kanwil PAl Jakarta dan 1 (satu) pegawai Kanwil PAl Medan dan Rp40.000.000 kehilangan kendaraan roda 4 dari Kanwil PAl Makasar. Mutasi pengurangan sebesar Rp60.000.000,00 merupakan reklasifikasi TGR dari Kanwil PAl Jakarta.
Peny;s;han P;utang tak Tertagih - Tuntutan Perbendaharaan 63.150.000 Rp

C.3.4

Penyisihan

Piutang

Tak

Tertagih

Tagihan

Tuntutan

Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)

Saldo Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp63.150.000,00 dan Rp6.000.00 merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Tagihan 0,00, yang Tuntutan

Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing wilayah:

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Tabe/31 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR)
Uraian Kanwil PAl Jakarta Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 10.000.000 10.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 40.000.000 Penyisihan 0,5% 10,00% 100,00% 0,5% 10,00% 100,00% Nilai Penyisihan 50.000 1.000.000 20.000.000 100.000 2.000.000 40.000.000 63.150.000

Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar
.

Aset Lainnya Rp

C.4. Aset Lainnya Jumlah Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp133.500.000,00 dan Rp175.500.000,00 yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke da/am aset lancar maupun aset tetap. Nilai Aset Lainnya pada tanggal pelaporan tersebut terdiri dari:
Tabe/32 Rincian Aset Lainnya
No. 1 2 Uraian Aset Tak Berw ujud Aset Lain-Lain
...... Rp Rp

133.500. 000

2012 25.500.000 108.000.000 133.500;000
Rp Rp

2011 25.500.000 150.000.000

····Jumlah

RP

Rp 175.500.000

Aset Tak Berwujud Rp

C.4.1

Aset Tak Berwujud

25.500.000

Saldo aset tak berwujud (ATB) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp25.500.000,00 dan Rp25.500.000,00. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak Berwujud pada Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi pada PAl Wilayah Jakarta berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor. Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Tabe/33 Rincian Aset tak Berwujud
No. Uraian Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Jumlah Nilai

1

2
3

Rp Rp Rp Rp

7.500.000 3.000.000 15.000.000 25.500.000

000.OO sesuai dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta No.00 merupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.2 Aset Lain-Lain Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp108. Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketiga Rp 180.00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional Deputi I Pembinaan Akuntansi BMN.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp180.5.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Aset Lain-Lain Rp 108.000.00 yang tidak lagi digunakan dalam operasional kantor dan dalam kondisi rusak berat.OO sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta no.000.000.000.000.000 C.000. Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp18. S234/KBAP/Asetl2012 tanggal13 Juni 2012.OO Rp12. Penghapusan kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp36.OO aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp12. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Deputi I Pembinaan Akuntansi Wilayahnya adalah sebagai berikut: Instansi per .4.00 dan Rp150.000 C.reklasifikasi dari aset tetap Mutasi kurang: .000.000.000. Instansi serta dalam proses penghapusan dari Adapun mutasi aset lain-lain adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .00 dan Rp150.000.000.OOO.000.000.000.000.OOO.en unaan kembali BMN an dihentikan .OOO.en ha usan BMN SaJdo er 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan Rp150.5.000. Kep-234/Asetl05/2012 tanggal 25 Agustus 2012 • KEWAJIBAN C.

000.00 dan Rp300.000 Yang Rp C.000.00 dan Rp150.5.OOmerupakan jumlah ekuitas dana lancar Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi dalam bentuk piutang setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.000 Rp30. 100.OOdan Rp312.000.000.000 Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp341.000.000.000. Pendapatan Ditangguhkan 360.00 merupakan UPfTUP yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran pada tanggal pelaporan.2 Uang Muka dari KPPN Rp 180.000 Rp10.000 Total Uang Muka dari KPPN C.000.000.1 Cadangan Piutang 299.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/34 Rincian Utang kepada Pihak Ketiga Belanja Pegawai yang Masih Harus Dibayar Belanja barang yang masih harus dibayar Rp20.000 Rp10.000 Rp30. Ekuitas Dana Lancar C.000.000 Utang kepada Pihak ketiga lainnya Rp30.000.5.000 Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp180.000.000 Rp60.000.100.000.000.6.000.5. EKUITAS belum diserahkan Ekuitas Dana Lancar Rp C.000.000.00 dan Rp150.00 merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetorkan ke Kas Negara pada tanggal pelaporan.3 Pendapatan Yang Ditangguhkan Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360.4 Pendapatan Diterima Dimuka Dimuka Rp 180.000.000.000 Rp20.000.000. Pendapatan Diterima C.000.000.000.00 merupakan pendapatan yang sudah masuk ke kas Negara.000. .000.6. namun barang/jasa kepada pihak ketiga.000.000 Uraian Kantor Wilayah PAl Jakarta Kantor Wilayah PAl Medan Kantor Wilayah PAl Makasar Rp70.000 Rp100.000 Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar Rp180.

2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp247.000.000.000.000.4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp180.00 dan Rp403.2 Jumlah masing ekuitas Cadangan Persediaan Cadangan sebesar Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masingjumlah bentuk Rp18.00 dan Rp12.200.000.000.3 Dana yang harus disediakan Pendek untuk pembayaran Utang Jangka Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan dan 2011 masing-masing sebesar minus tersebut utang Rp180.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap dalam Aset Tetap per 31 Desember dan 2012 dan 2011 merupakan Jumlah Diinvestasikan adalah sebesar Rp4. Ekuitas Dana Investasi C.500.777. Ekuitas Dana Investasi Rp 4. C. C.6.00.00 jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap.000.000.000.000.000.00 Perkiraan merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk pembayaran jangka pendek.000.6.OO merupakan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan Aset Lainnya.7. .4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingdan RpO.000.000.00 minus Rp150.530.7. 000 C.00 ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain .000.OO merupakan Akuntansi Instansi dalam dana lancar Deputi I Pembinaan persediaan.000.00 yang Masih Harus Diserahkan dan minus Rp150.OOPerkiraan tersebut merupakan Barang/Jasa masing sebesar Rp300.000.000. merupakan ekuitas dana Barang/Jasa lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.7. C.00 Rp3.000. C.000.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 C.6.6.200.

0.5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Tidak terdapat pengungkapan lain-lain pad a Deputi I Pembinanaan Akuntansi Instansi .3INFORMASI PENOAPATAN DAN BELANJA AKRUAL dalam Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana lampiran. 0.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 O. 0.1 KEJAOIAN-KEJAOIAN Tidak terdapat kejadian-kejadian penting setelah tanggal neraca. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA 0.4 REKENING PEMERINTAH Daftar informasi rekening pemerintah disajikan sebagaimana dalam lampiran 0.2 TEMUAN DAN TINDAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana da/am lampiran.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- '5 IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Jenderal Sudirman NO.12 Jakarta 11000 .

tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga....05/2007 sebagaimana tentang telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Penyusunan Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya. Januari 2013 Kepala.. Badan Pembinaan Akuntansi lnstansi adalah salah satu entitas pelaporan yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran. dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012. Disamping itu laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).KATAPENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Purbohadi K NIP 19550212 198708 1 001 . Jakarta. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.05/2011 Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-. Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitasl pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi. Neraca.

2. Kebijakan Teknis A.S. Aset Tetap C.5. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran B. Kewajiban Jangka Pendek C.3.2. Piutang Jangka Panjang CA. Catatan atas Laporan Keuangan A. Belanja Negara C. Laporan Realisasi Anggaran II. Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual 004.4. Pendapatan Negara dan Hibah B.3..- - - -- -- - - -- - ---- - - DAFTARISI Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Daftar Isi Daftar T abel Ringkasan I. Kebijakan Akuntansi B. Pengungkapan Lain-lain Laporan-Iaporan Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percobaan Laporan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Oaftar Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual .1. Ekuitas Oana Lancar C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca C.1.2. Pengungkapan Penting Lainnya 0. Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Neraca 0.6. Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK 0. Dasar Hukum A. Aset Lainnya C.1.1.2. Penjelasan Umum A. Neraca III. Aset Lancar C.3. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A.? Ekuitas Dana Investasi O. Rekening Pemerintah 0.

- - DAFTAR TABEL Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel 10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel20 Tabel21 Tabel22 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Penggolongan Kualitas Piutang Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi Pendapatan Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja menurut Program TA 2012 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran per Eselon I Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Eselon I Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Eselon I Rincian Penyetoran Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Piutang Bukan Pajak per Eselon I Rincian Penyisihan Piutang TaK Tertagih-Piutang Jangka Pendek Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Eselon I Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Per Eselon I Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Tabel26 Tabel27 Tabel28 Tabel29 Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Eselon I Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan (TPrTGR) Per Eselon I Ganti Rugi Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Tabel32 Tabel33 Tabel34 Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Per Eselon I Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga .

JENDERAL SUDIRMAN NO TELEPON 021 222015. JL. Jakarta. Laporan intern Keuangan tersebut dan telah disusun isinya telah berdasarkan menyajikan sistem informasi pengendalian pelaksanaan yang memadai. dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir.623454. Neraca. Januari2013 Kepala. Purbohadi K NIP 19550212 198708 1 001 .BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI GEDUNG NAKULA SADEWA LANTAII. anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. adalah merupakan tanggung jawab kami. FAXIMILE 02125052276 12 JAKARTA Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran.

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. serta kesesuaian pengakuan. Berdasarkan reviu kami tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yakin bahwa Undang- laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. dan peraturan perundang-undangan lain yang terkait. keandalan. . Oleh karena itu. dan dan pelaporan transaksi dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).PERNYATAAN TELAH DIREVIU LAPORAN KEUANGAN BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI TAHUN 2012 Kami telah mereviu Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi anggaran 2012 berupa Neraca per tanggal 31 Desember 2012. kami tidak memberi pendapat semacam itu. Semua informasi yang dimuat dalam laporan keuangan adalah merupakan penyajian manajemen Badan Pembinaan Akuntansi InstansL Reviu bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas mengenai akurasi. dan Catatan Atas Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pad a tanggal tersebut. Pebruari 2013 Inspektur. pengukuran. Reviu mempunyai ruang Iingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang bertujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Instansi untuk tahun Laporan Realisasi Anggaran. keabsahan informasi.

000. dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal.00 Pendapatan Negara Belanja Negara .000.000.000.080.00 12.000.00.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp300.000.000.00 % Realisasi thd Anggaran 90.05/2007 Keuangan Pemerintah Pusat.00 7.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi /nstansi Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.00 atau mencapai 90 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp12.00 10.00 Realisasi 270. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012.000.0000. tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Lembaga selaku Laporan Pengguna Keuangan Menteri/Pimpinan dan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian NegaraiLembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp270.00 90.000.000.0000.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.800000.000. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp10.000.000.000.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Tabe/1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 TA2012 Uraian Anggaran 300.00.000.000.000. Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya.00 TA2011 Realisasi 240. dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).000.000.800. Neraca.

93) 46.597.16 (25.000. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp1.000.000.000.000 10.00.500.00.000.000 8.000.925.000.000.160.000.000 339.000.000. kewajiban.00 Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 58.000 456.000 12.000.000.535.000.425.000.060.000 6.00.000 550.000 (Rp) 1.500.000 1.000 9.000 1.000 (Rp) % 977.00.000.000.500.000.301.000.859.000.501. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapanpengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan. yang terdiri dari Ekuitas Dana lancar sebesar Rp735.000.00 dan Aset lainnya sebesar Rp267.000 20.800.000.000 6. Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/2 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 Tanggal Uraian 31 Des 2012 Neraca 31 Des 2011 Kenaikanl (penurunan) (Rp) Aset Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Jumlah Aset Kewajiban Kewajiban Jangka Pendek Ekuitas Dana 735.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi /nstansi Tahun 2012 Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.501.000.000) 3.000.00 300.000 (116.000.22 51.425.000.000 2.535.297.000.301.558.01 Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011 Jumlah Aset adalah sebesar Rp12.600. Aset Tetap sebesar Rp9.000) (84.000.000 9. Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp10.000 6.66) (29.200.24 42.000.600.000.000. .000.01 1.64 46.160.766.000 2.800.000.500.000 351.000.000.867.000 3.71 51.876.100. Piutang Jangka Panjang Rp339. dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp9.00.00 yang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.000 12.000.000 3.000 3.000.000 8.00 yang terdiri dari Aset lancar sebesar Rp2.766.000.000.000.000.167.000 62.000 267.000.00.301.

300.100. LAPOARAN REALISASI ANGGARAN BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR SAM PAl DENGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 Penerimaan Negara Bukan Pajak Jumlah Pendapatan 300.000 B.000 BELANJA 1.000 10.000.740.800.1 B.000.000.000.060.000 270.000 1.000.600.000 300.2 B.000 3.000 .Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 I.000.000.000.2 B.000.000.3 270. 3.000.2.000.000.000 3.000 12.2. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Jumlah Belanja 6.000 2. 2.000.2.000 6.

000 360.000 12.4.5.3 C.000.1.000 10.7 .000.4.800.301.8 360.000.TPITGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lainnya JUMLAHASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan ~:~~:kang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Dana Lancar Badan Layanan Umum Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi JUMLAEK:UlrASDANA C.4 C.1.000 360.6.000 809.000.000.6 C.OOO.2 C.000.000 C.000 100.000.1 C.NERACA BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Kas pada Badan Layanan Umum Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .535.3 C.000.000 (71.000 1.2 Rp R R R 51.000 267.3.1.000.000.5 C.4 Rp Rp Rp Rp Rp Rp R Rp 5.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan AsetTetap Tanah Tanah Badan Layanan Umum Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .2 C.2.000.000 360.800.6 C.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 II.1 C.000 360.2 C.1.Piutang Bukan Pajak Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 360.000 600.100.1 C.000.160.09U.000.5 C.11 C.000.3.2 C.2 C.3 C.7 C.000.4 C.pOO.000 360.000 540.1 C.6 C.000.6.2.000 36:<>00.000.5.1.1.1 C.9 C.1.400.000.2.1.2.000 720.3 C.1 C.000 216.4 Rp Rp Rp R Rp 360.3.TPA TPITGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .5.3.1 C.000.2 C.000 (100.6.1.4 C.000.000.2.7 C.12 C.000 100.000) 360.000.3 C.2.6.5 C.000 C.000.000 C.000 1.000.000) 360.()oO C.000 1.000.6.2.000.6 C.000 2.3 C.000.000.000.000 9.1.6.7.000 300.7.10 C.5 C.000 2.1.5.2 C.000 C.1.4 Rp Rp Rp R R Rp 360.

1. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A.2. akurat dan transparan.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. . PENJELASAN UMUM A.IPBI tentang Sistem Akuntansi 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga. Melalui peran Badan Pembinaan Akuntansi Instansi diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel. 2. 8.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Ill. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. DASAR HUKUM 1. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 6. Belanja.5- .05/2007 dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 3. KEBIJAKAN TEKNIS BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI Rencene Stretegis Badan Pembinaan Akuntansi Instansi didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. 9. A. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PBI 2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non-Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar. dan Transfer pada Bagan Akun Standar. 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 7. Badan Pembinaan Akuntansi Instansi bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Pelaporan Perbendaharaan 171/PMK. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Negara.

Rincian satuan kerja tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: . Sadan Pembinaan Akuntansi Instansi berkomitmen dengan visi "mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. serta satuan kerja yang bertanggung jawab atas anggaran yang diberikan. " menuju Laporan Keuangan Kementerian/Negara yang Untuk mewujudkan visi tersebut Sadan Pembinaan Akuntansi melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan implementasi negara/Lembaga • Membina secara efektif pemanfaatan Kementerian negara/Lembaga dihasilkan oleh pembinaan yang berkelanjutan kepada Instansi berkaitan akuntansi pemerintah Kementerian dalam sistem informasi keuangan yang akuntansi yang diimplentasikan. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Sadan Pembinaan Akuntansi Instansi (SPAI). yang menyampaikan laporan keuangan dan dikonsolidasikan sejumlah 40 satker (100%). Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah berkualitas. wilayah. Laporan Keuangan SPAI Tahun 2012 ini merupakan laporan konsolidasi dari seluruh jenjang struktural di bawah SPAI seperti eselon I.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Untuk mewujudkan tujuan di atas. Jumlah satuan kerja di Iingkup SPAI adalah 40 satker termasuk 1 satker SLU pada Sekretariat Utama. • • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya. pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga. Dari jumlah tersebut.

dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. . A. SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran. dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sebagai berikut: (1) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/3 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Jumlah Jenis Kewenangan Kode No Esl Uraian KP KD DK TP Jumlah Satker M TM M TM M TM M TM 1 2 3 4 01 02 03 04 Sekretariat Deputi I Deputi" Utama 5 1 2 1 10 - 25 6 - - - - - 30 7 30 - 2 1 40 I Inspektorat Utama Jumlah - Keterangan: M : Menyampaikan TM : Tidak Menyampaikan SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). Disamping itu. KEBIJAKAN AKUNTANSI Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Neraca. persediaan.4. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap.

Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar. (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. Aset Lancar Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan. dan Aset Lainnya. dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). dipakai. pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. dan kandungan pertambangan. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. a. piutang. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. . Investasi. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Aset Tetap. Aset lancar ini terdiri dari kas. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. serta dapat diukur dalam satuan uang. dan persediaan. Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja. kekayaan di dasar laut.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas brutto.

harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: (a). (b). Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah 81 pada tanggal neraca. minimum . Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sarna dengan atau lebih dari Rp10. Piutang dinyatakan hak dalam yang neraca telah menurut nilai surat yang timbul berdasarkan penagihannya. Persediaan perlengkapan adalah yang aset lancar dalam untuk bentuk barang atau dimaksudkan mendukung kegiatan operasional pemerintah. Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. apabila diperoleh dengan pembelian.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian. (c). diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah. dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Aset tetap dilaporkan pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan. jalan/irigasi/jaringan. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas.000 (sepuluh juta rupiah). dikeluarkan keputusan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tangga! neraca disajikan sebagai bagian lancar TPAITGR.000.000 (tiga ratus ribu rupiah). Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sarna dengan atau lebih dari Rp300. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir. dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi.

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Piutang Jangka Panjang Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Aset Tak Berwujud. dan Aset Lain-lain. dan Piutang Jangka Panjang Lainnya. hak cipta (copyright). TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontraklberita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. lisensi dan franchise. paten. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. . Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. aset tetap. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.

a. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. entitas pemerintahan lain. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. dan hak lainnya. hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). . Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Penggunaannya. Dalam konteks pemerintahan. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 goodwill. maupun Dana yang Dibatasi. lembaga keuangan. atau lembaga internasional. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan sebagai Kemitraan dengan Pihak Ketiga. b. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran, penilaian lainnya karena perubahan selain perubahan

perubahan

kurs mata uang asing, dan perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan

menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut.

Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar

dan Ekuitas Dana Investasi. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Ekuitas Dana Investasi

mencerminkan

selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang.

(6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih
Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Penyisihan sebesar kualitas

Piutang Tidak Tertagih tertentu

adalah cadangan

yang harus dibentuk penggolongan dengan yang

persentase piutang.

dari akun piutang berdasarkan kualitas piutang

Penilaian

dilakukan

mempertimbangkan dilakukan

jatuh tempo dan perkembangan Kualitas piutang pelaporan didasarkan

upaya penagihan pad a kondisi Peraturan

pemerintah.

masingMenteri

masing piutang pad a tanggal

sesuai dengan

Keuangan Nomor: 201/PMK.06/20110 Negara/Lembaga

tentang Kualitas Piutang Kementerian

Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih .

Tabe/4 Pengg%ngan Kualitas Piutang
Kualitas Piutang Uraian Penyisihan

Lancar Kurang Lancar

Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat

0.5% 10%

Diragukan Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan Macet 1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan

50% 100%

2.

Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

PenyusutBn Aset TetBp

(7) Kebijakan Akuntansi

atas Penyusutan Aset Tetap

Sampai saat Penyusunan Laperan Keuangan Tahun 2012, Badan Pembinaan Akuntansi Instansi belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara

berupa Aset Tetap, hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nemer 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara bahwa

berupa Aset Tetap pad a Entitas Pemerintah Pusat, yang menyebutkan

penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013.

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

8.
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp270.000.000

PENJELASAN ATAS P~S-P~S LAPORAN REALISASI ANGGARAN

8.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp270.000.000 atau mencapai 90,00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp300.000.000,00. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya. Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP lainnya sampai dengan tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini:
Tabe/5 . Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan No
Uraian Estimasi Pendapatan Realisasi

%

1 2 3

Pendapatan Pendapatan Pendapatan

Pendidikan Denda Keterlambatan Lain-Lain

300.000.000

240.000.000 18.000.000 12.000.000

80,00

Realisasi

PNBP

Lainnya TA

anggaran 2012

mengalami kenaikan

sebesar

Rp30.000.000,OO atau 12,5 persen dibandingkan TA 2011 yang disebabkan oleh meningkatnya kegiatan pendidikan dan pelatihan pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi. Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel dibawah ini:

Tabe/6 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No Uraian
TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp)

Kenaikan/ (Penurunan)
(Rp)

%
8,11

1 2 3

Pendapatan

Pendidikan

240.000.000

222.000.000

18.000.000

Pendapatan Keterlambatan Pendapatan

Denda

18.000.000

18.000.000 240. ()()O,()OO

18.000.000

(33,33)

Lain-Lain

12.000.000 270,00().OOO

1< :

. . Jti"l1'ah

....

(6.000.000)

30. ii66. 060

iiii2,:5.v

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Realisasi belanja Badan Pembinaan Akuntansi Instansi pada TA 2012 adalah sebesar Rp10.800.000.000 atau sebesar 90,00 persen dari anggarannya setelah dikurangi pengembalian belanja. Anggaran Badan Pembinaan Akuntansi Instansi pada TA 2012 sebesar Rp12.000.000.000. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 menurut program dapat dilihat pada Tabel berikut ini:
Tabe/? Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja menurut Program TA 2012
Kode Uraian Program progpam Dukungan Man~emen dan elaksanaan Tugas eknis Lainnya BPAI Program Pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah Anggaran Realisasi Belanja ('Yo)

150.01.02

8.000.000.000

6.800.000.000

85

150.01.05

2.000.000.000

2.000.000.000

100

150.01.08

Program Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Akuntansl Pemerintah

2.000.000.000

2.000.000.000

100

Sedangkan menurut jenis belanja, rincian anggaran dan realisasinya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabe/B Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja TA 2012
Kode Jenis Blj. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

6.600.000.000 2.100.000.000 3.300.000.000 12.()OO.QQO.QQO

6.000.000.000 1.740.000.000 3.060.000.000

Jurnlah

000.720.000.00 16.720.000.000 240.000 3.280.000 7.000 10.000.000 Realisasi Belanja Negara Rp10.000. BOO.000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Grafik Komposisi Anggarandan RealisasiBelanjaTA 2012 7.00 292.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi.000.000.000.000 6.000 1.000. 000.000.000 2.000 dan Rp4.000. Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Tabe/9 Perbandingan Realisasi Be/anja TA 2012 dan 2011 Kode Jenis Belanja 51 52 53 Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal JUl1llah Realisasi Belanja (Rp) TA2012 6.000.000.000.000 2.1 Belanja Pegawai Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp6.000 1. 000.000.000.080.000.000.000.2.000.000 4. 000 B.000~000 % 25.000.31 11.000 3.000.000.000.000. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: .000.500.000.800.060.000 Naikl (Turun) Rp 1.000.000.800.740. 000 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp3.000 TA2011 4.200.000.000 5.000 3.000 780. adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000.1 Belanja Pegawai Rp6.800.000 1. Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan kenaikan belanja gaji pokok dan tunjangan seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai.

33 33.500.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Perbandingan Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.000 45.000 30.000.000 30.000.000.000 60.000 90.000 1.000.000.000. Suamillstri Belanja Tunj.33 50.ooo B.000. " .27 20.000.000 15.000 60.000.tE).000 15.000.OPQ.000 6.33 33.000.800..000.00 19.33 15.38 11.000.'240.000 45.000.000.000 .000 900.000 15. Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar 16 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja barang perjalanan dinas.10 8.000 15.000.000.00 4.000 60.000.000 30.000.31 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja modal tanah dan belanja .000 90.000 15.000.000.000. Umum PNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belania Bruto PNS Tabe/10 Be/anja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 TA2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Naikl (Turun) % 27.300.000 60.000.000. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/11 Perbandingan Be/anja Barang TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Perjalanan Realisasi Dinas Bruto TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Naikl (Turun) % 9. 060.000 45.000 45.lst~~I~nj~Neij9 ' f'740.000 1.0QQ.000.000.000. 000.000..000 30.740.000.000.000.33 33.000 60.060.000.000 270.000.11 25.000 30.000 45.2.000 60.33 33.000.000 dan Rp780.000.00 360.000 dan Rp1.S0P.000 30.17 - .000.000 240. Fungsional PNS Belanja Tunj.000 900.000 30.OOO .000 1.000 75. Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392.000.ClO Belanja Modal Rp3.000 120.000 90.000.000.000.2 Belanja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp1.000.3 Belanja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp3..05 16.engembalian Be/an'a - - - - Be/anja Barang Rp1.000 330.000.000 60.200.000 390.000.000.000 90.000 15.000.740.33 50. Lain-lain PNS Belanja Tunj.000.000.000.000.000 Belanja Pengembalian Belanja ····R~ali~.000.500.000.000.000.000 4.00 33.000. 000 B.000 630.000.740. Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.000 3.000.000. Anak PNS Belanja Tunj.000.000 120.000 120.00 25.000 150.000 750..000 1.OoQ '.000.000.000. Struktural PNS Belanja Tunj.000.000.000 360. PPh PNS Belanja Tunj.2.000 300.00 33.000 120.000 780.200.

000.000 120.000.000 TA2011 (Rp) Naikl (Turun) Rp 1.000 3.500.000 120.000.000.000.060.000.31 .000 1.00 392.000 240.00 % 60.000 300. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/12 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya Realiasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja TA 2012 (Rp) 1.260.000.000.00 50.000.000 2.000 600.000.280.000.000.000 60.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi /nstansi Tahun 2012 modal gedung dan bangunan.500.000.000 780.00 100.

000 kas yang dikuasai. 000 AlAS POS.000 30.000.000 dan 2012 dan adalah Rp300.SL§~9§R. 000.000.000 Kenaikan/Penurunan R R 30.000 tanggung 2012 dan 2011 yang merupakan jawab Bendahara belum masing-masing sebesar Rp360.000 yang mencakup seluruh kas. Jumlah tersebut terdiri dari: . berasal dan di bawah dari sisa Pengeluaran uprrup yang dipertanggungjawabkan neraca.000 R . atau disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal Rincian saldo Kas di Bendahara berikut: Pengeluaran per Eselon I adalah sebagai Tabe/13 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran per Ese/on / 31 Desember 2012 R R 31 Desember 2011 150.000.Q9() keseluruhannya telah disetor ke Kas di Bendahara pengeluaran tersebut rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/14 Rinc/an Kas d/ Bendahara Penge/uaran Saldoper 31 Desember2012 1 2 Sekretari at Utama Deputi I Rp Rp 180.000 Rp Penyetoran Kas d/ Bendahara Penerima Saldo Kas di Bendahara 2011 masing-masing Penerimaan sebesar per tanggal 31 Desember Rp360.1.000 R 180.1.000. yang dikelola.000.000 Rp 180.000 150.1.000.POS NERACA C. PENJELASAN C. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 C.QPQ.000.Q~p~(@i > ~~}i'. Saldo kas ini mencerminkan pungutan yang sudah diterima oleh bendahara Penerimaan yang berupa Penerimaan saldo yang berasal dari penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.~Q9 ~"i~~qQ.000. Aset Lancar Kas d/ Bendahara Pengefuaran Rp360. yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara sumbernya berasal dari pelaksanaan tug as pemerintahan Negara Bukan Pajak. Kas di Bendahara Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran Pengeluaran per 31 Desember dan Rp300.000.000.000.000 180.000."3~0.

~61lO~bQQ .000 Tabe/18 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Ese/on / Jumlah .000.000 Rp Rp 180.000 360.000 dan Rp300.000.000.000 120.000 R 150. 000 C.000.000 60.000. 1 2 3 Keterangan Jasa Giro yang belum di setor ke kas negara Pajak yang belum disetor Pengembalian Belanja belum disetor ke kas negara Jumlah Jumlah Rp Rp Rp Rp 120.000 180.Jasa Giro yang Belum Disetor .Ooo.000.Pengembalian -Jasa Giroyang BeJanja yang Belum Disetor .000.000 60.000.000 60. 000.~Qg Kas di Bendahara Penerimaan tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/16 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Saldo per 31 Desember 2012 1 Sekretariat Utama Penyetoran 180.000.000.000 R 180.000. Tabe/17 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No.qog.000.Pajakyang Belum Disetor ke Kas Negara Rp Rp ke Kas Negara Rp Rp Rp ke Kas N R 60.000.000 120.000.3 Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360. baik saldo rekening di bank maupun uang tunai.000 30.Pajak yang Belum Disetor Belanja ke Kas Negara Belum Disetor .000.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/ 15 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Ese/on / (dalam rupiah) Uraian Eselon I Sekretariat Utama 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Kenaikan/Penurunan De uti I R R 180.000 2 Kas Lainnya dan Setara Kas Rp360.OOC) Rp \ .000 60.000 •• BP~~o.000.000 60.000 180.1.goo.~gg.000.000.000 yang merupakan kas berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UPfTUP.g90' ··'.000.~Q.000.000.000 150.000 30.000 ke Kas Negara Belum Disetor ke Kas Negara .000.

000.000.000.000.OOO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Penambahan sebesar Rp200.000 Rp Kas pada Badan Layanan Umum Rp10. Saldo kas sebesar Rp10. Mutasi Kas pad a BLU pad a tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OOO.000 dan Rp300.OOO.000 merupakan penerimaan BLU selama tahun 2012.000.000.000 yang merupakan kas pada satuan kerja BLU Pusat Pembinaan Akuntansi.000.000.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Kas Lainnya dan Setara Kas tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/19 Rincian Penyetoran Kas di Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo per 31 Desember 2012 1 Sekretariat Utama 2 Deputi I Rp Rp Penyetoran 180. NTB sebesar Rp200. Piutang Bukan Pajak Rp360. 000 C.000 yang merupakan semua hak atau klaim pihak lain atas uang.1. 000.000 Rp Rp 180.Penerimaan Mutasi kurang: .5 Piutang Bukan Pajak Piutang Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360.000 180.Belanja Saldo per 31 Desember 2012 Rp10.000 Rp 180.000.000.000 Bank Mandiri cabang Jakarta sudah disetorkan ke Kas Negara melalui 7 Januari 2013. kas dan merupakan piutang sewa per 31 Desember 2012 adalah .000 dan Rp10.OOO) Rp10.000.OOO. Rincian Piutang Bukan Pajak pad a Badan Pembinaan yang keseluruhannya sebagai berikut Akuntansi Instansi.000 merupakan belanja BLU selama Pusat pad a tanggal 004256 dan NTPN 12345678901245. Pengurangan tahun 2012. 000 Saldo Kas pad a Badan Layanan Umum per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp10. barang atau jasa yang dapat dijadikan belum diselesaikan pad a akhir tahun anggaran. 000.000.000 Rp200.OOO (Rp200.

OOO C.Piutang sewa Mutasi kurang: .000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .000.000.9~ (Rp60.000. Unit EselonI Jumlah Rp300.000. TPA adalah merupakan saldo TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal neraca .Mutasi tambah sebesar Rp120.Piutang Bukan Pajak Rp71.000 Rp120. 000 1 2 Sekretariat Utama DeputiI Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .00 merupakan penyewaan gedung pertemuan pada Sekretariat Utama.000.000.000.000.000 60.OOO.000.000. .000 C.000.000.00. 000.00% 100.5% 10.000.00% Rp Rp Rp Rp 1.000 100. 000.00 dari 10 (sepuluh) orang debitor. Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek Nilai Penyisihan No Kualitas Jumlah Debitur Nilai Piutang Penyisihan 1 Lancar 2 Kurang Lancar 3 Macet Total 20 10 20 Rp Rp Rp Rp 200.000 BL TPA Rp360.000.000.000. Rincian Piutang Bukan Pajak per Ese/on / No. Penyisihan Piutang Tak Tertagih .6 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 dan Rp132.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp300.1.000 71.7 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar Rp360.000.000.000.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/20 .000.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan piutang jangka pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.00 dan Rp240.000 60.000. Berikut disajikan perhitungan penyisihan piutang tak tertagih jangka pendek per Eselon I: Tabe/21 .0000. 000 Rp60.1.00O) Rp360.Mutasi pengurangan berupa pelunasan pada Deputi sebesar piutang atas Rp60.000 360.000.000 10.000 0.Piutang Bukan Pajak Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp71.

00 merupakan TPA penjualan rumah dinas pada Sekretariat Utama.000.00 dan Rp12.000.8 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .Bag.000 Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebesar Rp100.Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Tertagih . Lancar TPA Rp100.Mutasi pengurangan berupa pelunasan pada Deputi sebesar Rp120.000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: .OOO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .1.OOO Mutasi tambah: .OOO.000.OOO.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.Mutasi tambah sebesar Rp240.000.TPA pada Deputi I Mutasi kurang: .OOO.000) Rp360.OOO.000 (Rp120.000.00 atas 5 (lima) orang debitor. Eselon I Jumlah 1 2 Sekretariat Utama Deputi I Jumlah Rp120.000.OOO. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: TabeJ22 Rincian Bagian Lancar Tagihan PenjuaJan Angsuran (TPA) per Ese/on / No.000. Penyisihan Piutang Tak C.OOO Rp240.OOO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Rp240.OOO Rp360.000.000 Rp120.000.TPA pada Sekretariat Utama .Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 berupa angsuran atas penjualan rumah negara.OOO.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp120. .

000.000.24- .000.000 C..000 RD360.00m Rp360.000.000.000.000.000 360. .Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp240.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 TabeJ 23 .000 25.000.000 4.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang.000 100.000 Rp100.000.dan Rp240.000.000 70..000.9 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Rugi (TPITGR) Tuntutan Ganti Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360.0000.000.TGR pad a Settama dan Deputi I Mutasi kurang: .000.00% 100.000.00% 1.000.000 Rp50.OOO.000 0. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/24 .00% 100.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp240.000.00 merupakan TGR atas kehilangan kendaraan bermotor roda 4 sesuai dengan SKTJM Nemer 03ITGRl2012 pada 2 (dua) eselen I.000.OOO 3 4 Sedangkan mutasi Bagian Lancar TPITGR pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000 BL TGR Rp360.000.000.000.000 Rp240. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan per Ese/on / Ganti Rugi (TPITGR) No. Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran Jumlah Debitur (TPA) No Kualitas Nilai Piutang Penyisihan Nilai Penyisihan 1 2 3 4 Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Total 3 4 2 5 200.5% 10.000 Ro90.000 70.OOO (Rp120.OOO. 1 2 Eselon I Sekretariat Utama Deputi I Deputi II Inspektorat Utama Jumlah Jumlah Rp120.1.000 40.000 50.000.000.OOO.

000.000.00% 100.000.400.11 Belanja Oibayar Oi Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp600.000. Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di Jalan Budi Utomo.000.000.000 40.000.000. S234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012.000 101). 000.00 dan Rp12.000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Mutasi pengurangan sebesar Rp120.000.000.00% Nilai Penyisihan 1.00 dan Rp O.000 4.00 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.000.000 Penyisihan 0.000.000.000.1.00% 100. Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan.000 50.000.000 Belanja Dibayar Di Muka Rp600.000 25.000.000 Perbendaharaan I Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp100.000.00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa No.000 3 4 6 360.000 70. .OOmerupakan pembayaran TGR atas nama 2 (dua) orang debitor pada 2 (dua) eselon I.000.Bag. Penyisihan Piutang Tak C. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp2.5% 10.000 70.000. 000 C. Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No 1 2 Kualitas Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Total Jumlah Debitur 3 3 2 Nilai Piutang 200.10 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Tertagih . Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masing-masing debitur: Tabe/25 . Lanear TPITGR Rp100.()00.1.

000. Rincian Persediaan No.00 dan Rp24.00 dan Rp6.OO) Rp36. 000. 000.000. Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi melalui suratnya Nomor: S- 234/BMN/2013 tanggal 15 Desember 2012 telah mengajukan permohonan penghapusan persediaan tersebut kepada KPKNL.2 Aset Tetap Saldo aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp9.000.000 6.000.OOO.000.OO (Rp138.000 6.000 6.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Persediaan C.000.000 C.160.000.000 6. 1 2 3 4 5 Uraian Barang Konsumsi Barang Untuk Pemeliharaan Suku Cadang Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2012 6.000 36.pembelian Mutasi kurang: .12 Persediaan Rp36.000.000.000 6.000 Rp Rp Rp Rp 2011 6.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OOO.00. Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Tabe/26 .000 12.060.1.160.OOO.000 Persediaan per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar Rp36.00 Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik kecuali barang konsumsi senilai Rp3. Aset Tetap Rp9.000.000. dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Kementerian Keuangan.000.000. Rincian Aset Tetap Badan Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: . 000.000.000.00 Rp150.000 pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi berada dalam dalam kondisi tidak baik (usang).000.00 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas.000.000.OOO.Habis pakai Saldo per 31 Desember 2012 Rp24.000 Rp 24. Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual.000 6.000.000.000.000.000.

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012
Tabe/27 Rincian Aset Tetap No. 1 2 3 4 5 6 7 Tanah Tanah BLU Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Uraian 31 Desember 2XX2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 5,100,000,000 100,000,000 300,000,000 2,400,000,000 360,000,000 540,000,000 360,000,000 9,160,000,000 31 Desember 2XX1 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3,600,000,000 100,000,000 200,000,000 1,500,000,000 360,000,000 300,000,000

6,060,000,000

Rp

Rp

C.2.1 Tanah

Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Badan Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp5.100.000.000,00 dan Rp3.600.000.000,00. Tidak terdapat perbedaan antara Belanja Modal Tanah dengan perolehan tanah dari transaksi pembelian. Rincian saldo tanah per 31 Desember 2012 disajikan dalam lampiran. Sedangkan penambahan dan pengurangan nilai Tanah adalah sebagai berikut:
Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - pembelian - Transfer in - Koreksi Pencatatan Mutasi kurang: - Transfer out Saldo per 31 Desember 2012 Rp3.600.000.000 Rp1.500.000.000 Rp300.000.000 Rp100.000.000 (Rp400.000.000) Rp5.100.000.000

Transaksi penambahan dan pengurangan Tanah tersebut adalah berupa: • Transaksi penambahan berupa pembelian tanah pada Kantor sebesar

Pembinaan Akuntnasi Instansi Jakarta masing-masing

Rp1.000.000.000 dan Deputi I Instansi sebesar Rp500.000.000; • Transaksi penambahan transfer in berupa serah terima tanah dari Badan Pembinaan Akuntansi Instansi ke Kantor Pembinaan

Akuntansi Instansi Makasar sebesar Rp300.000.000. • Penambahan koreksi pencatatan adalah merupakan koreksi kuantitas atas luas tanah pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Medan senilai Rp100.000.000.

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

Transaksi pengurangan berupa transfet out dari Badan Pembinaan Akuntansi Instansi ke Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Makasar sebesar Rp300.000.000 dan Kementerian Keuangan sebesar

Rp100.000.000 Tanah seluas 2000 m2 milik Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta yang terletak di JI Andi Tonro, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal pelaporan dikuasai/digunakan oleh pihak ketiga. Badan Pembinaan Akuntansi Instansi telah melakukan usaha-usaha dalam rangka pengamanan BMN tersebut, antara lain dengan membentuk tim pengamanan dan penyelesaian BMN, melakukan koordinasi aktif dengan KPKNL dan DJKN, Kementerian Keuangan.
Tanah Badan Layanan Umum Rp100. 000. 000

C.2.2 Tanah pada Badan Layanan Umum Nilai aset tetap berupa tanah BLU yang dimiliki Pusat Pembinaan Akuntansi pada Sekretariat Utama per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masingmasing sebesar Rp100.000.000,00 dan Rp100.000.000,00. Tidak terdapat mutasi terkait aset ini.

Pera/atan den Mesin Rp300. 000. 000

C.2.3 Peralatan dan Mesin Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp300.000.000,00 dan Rp200.000.000,00. Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Peralatan dan Mesin pada Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp60.000.000 yang merupakan belanja modal peralatan dan mesin. Sedangkan perolehan Peralatan dan Mesin dari pembelian adalah sebesar Rp100.000.000. Selisih antara realisasi belanja modal dengan hasil perolehan aset dari pembelian merupakan kapitalisasi aset yang perolehannya bersumber dari belanja barang namun memenuhi kriteria sebagai sebagai Peralatan dan Mesin.

Saldo per 31 Desember 2011 Mutasitambah: - pembelian - hibah - reklasifikasidari aset lainnya Mutasikurang: - penghentianaset dari penggunaan - penghapusan Saldo per 31·Desember 2012

Rp200,000,000 Rp100,000,000 Rp24,000,000 Rp36,000,000 (Rp30,000,000) (Rp30,000,000) Rp300,000,000

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Sedangkan transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin adalah berupa: a. Penambahan dari pembelian 10 unit personal komputer (PC) senilai Rp60.000.000,00, masing-masing 9 unit pada Settama senilai

Rp55.000.000,00 dan 1 unit pada Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta senilai Rp5.000.000,00. Selain itu terdapat pembelian 10 (unit) ekternal disk pada Deputi 1 senilai Rp40.000.000. b. Penambahan melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan pengaktifan kembali 8 unit PC yang telah dihentikan penggunaannya sebesar Rp24.000.000,00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan penggunaan meubeulair senilai Rp12.000.000,OO pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II. c. Penambahan melalui hibah sebesar Rp24.000.000,00 merupakan hibah dari perseorangan. Hibah tersebut berupa 24 buah televisi yang diterima masing-masing 24 (empat) unit oleh Kantor Pembinaan Settama dan 4 (empat) unit oleh Deputi. Pencatatan hibah ini

berdasarkan nilai pada berita acara serah terima (BAST). Hibah tersebut sudah dilaporkan ke DJPU Kementerian Keuangan dan telah memperoleh registrasi dan pengesahan. d. Pengurangan melalui penghentian mesin pemotong rumput dari penggunaannya pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I sebesar Rp15.000.000,OO dan penghentian penggunanaa PC Unit pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta sebesar Rp15.000.000,OO dan diklasifikasi dari aset tetap ke aset lain-lain. e. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp15.000.000,OO pada Kanwil

merupakan penghapusan 1 unit kendaraan bermotor

Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta, berdasarkan SK penghapusan Nomor: 234.1/KBAP/Kep/IV/2012 tanggal 25 Agustus 2012. Sisanya sebesar Rp15.000.000,OO merupakan penghapusan 2 buah laptop merk Dell pada pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I, berdasarkan SK penghapusan tanggal 25 Oktober 2012. Nomor: 280.1/KBAP/Kep/IV/2012

Gedung dan Bangunan Rp2.400. 000. 000

Nilai gedung dan bangunan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp2.400.000.000,00 dan Rp1.500.000.000,OO.

- 29-

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

Realisasi Belanja dalam Ban gun a n pada

rangka

perolehan Aset 2012

G e dun 9 d a n adalah sebesar

Tahun

Anggaran

Rp1.260.000.000 yang merupakan belanja modal gedung dan bangunan. Terdapat perbedaan/selisih sebesar Rp360.000.000 antara perolehan (mutasi) Gedung dan Bangunan dari pembelian (senilai Rp900.000.000) dengan belanja modal gedung dan bangunan (sebesar Rp1.260.000.000) yang merupakan proyek pembangunan gudang pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai dan diklasifikasikan sebagai Konstruksi dalam Pengerjaan. Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: Rp1.500.000.000,00

- pembelian - koreksi pencatatannilai
Mutasi kurang:

Rp900.000.000,OO Rp300.000.000,OO (Rp300.000.000,OO)
Rp2.400.000.000,00

- koreksi pencatatannilai
Saldo per 31 Desember 2012

Transaksi penambahan dan pengurangan gedung dan bangunan dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk pembangunan 1 unit gedung perpustakaan senilai Rp450.000.000,00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan

pembangunan 2 unit rumah dinas pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II senilai Rp450.000.000,00; b. Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp150.000.000,00 yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi pada Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dan merupakan penambahan gedung dan

Rp150.000.000,00 yang

bangunan dari pengadaan pagar pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I;. c. Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp300.000.000,00 merupakan penyesuaian kuantitas karena kesalahan pencatatan tahun

sebelumnya pada

Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi

sebesar Rp200.000.000 dan

Jakarta II sebesar Rp100.000.000.

000.000. 000.000.000. Aset Tetap Lainnya Rp540. Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 sebesar Rp240. Irigasi dan Jaringan Saldo Jalan.000. 000 C.000.000. 000 . gedung dan bangunan.000.6 Aset Tetap Lainnya Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp540.2.000.000.00 dan Rp300.000.OO Rp240. lrigasi dan Jaringan Rp360. 000.000.000.000.000.3. dan irigasi yang dimiliki oleh Badan Pembinaan Akuntansi Instansi selama tahun 2012.000.000.000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk musholla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dan saat ini sedang diidentifikasi untuk selanjutnya akan diajukan untuk mendapatkan register dan pengesahan hibah langsung berupa barang.OO dan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Rp75.000. 3 Tagihan Penjua/an Angsuran Piutang Jangka Panjang C.000. 000 C.OO keseluruhannya berasal dari Rp150. 000 C.1 Tagihan Penjualan Angsuran Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar .00. irigas dan jaringan. Jalan.OO dan Rp360. Konstruksi dalam Pengerjaan Rp360.000.OO dan Rp240.000.31 Rp240.2. jalan.000.00 (Kantor Pembinaan Kanwil Akuntansi Pembinaan Instansi Jakarta I senilai Rp45. C.5 Jalan.000.000.00 dan RpO. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp210. peralatan dan mesin.000.000) dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp90.000.00 dan Akuntansi Instansi Jakarta Rp45. 000.000.000.OO (Settama pembelian berupa alat senilai musik modern Kanwil Rp75.2. Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp360. jaringan.000.00 dan internet Rp150.7 Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp360. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan. 000.000.00 yang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah.OO).OOyang merupakan pembangunan gudang pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.

Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp180.3 orang pada Settama .000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp360.OOO.OOO.OOO.00 merupakan pelunasan TPA atas nama Sugiarta serta bagian lancar Dani dan Hari.500.OO) (Rp120.OOO Rp120.000.000.OOO Rp240.OOO. Unit Eselon I Jumlah 1 2 3 Sekretariat Utama Deputi I Deputi II Jumlah Rp60.Reklasifikasi meniadi Baqian Lancar TPA .000.OOO.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan.OOO.OOO.000. Tagihan Penjualan yang merupakan estimasi Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.000.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: .2 orang pada Deputi I Mutasi kurang: .00O.000 Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pad a tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Rp240.000 Rp60.OO) Rp240.000.OO Rp180.Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .OOO.OO (Rp240.00 Mutasi tambah: .000. Penyisihan Piutang tak Tertagih· Tagihan Penjualan Angsuran Rp 70.00.00 ketidaktertagihan dan Rp12.3.OOO.2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .Tagihan Penjualan Angsuran sebesar atas (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing Rp70.500.OOO. Mutasi pengurangan sebesar Rp360.000. Adapun berikut: Tabe/28 Rincian Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) per Ese/on / rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai No.00 merupakan TPA pada penjualan rumah dinas atas nama 3 (tiga) orang pegawai Settama dan 2 (dua) orang pad a Deputi I.000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih .000.000 C.000.

OO merupakan reklasifikasi TGR atas 5 (lima) orang debitor pada Deputi I.OOO. Jumlah .OO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp120.000 25.OOO.000.OO Ro60.00% 50.OOO.OO Rp240.OOO.000 40. 1 2 3 4 Unit Eselon I Settama Deputi I Deputi II Deouti III .OO Rp60.OOO.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPITGR Saldo per 31 Desember 2012 Rp240.OOO. 000.OOO.000.000.000.000.000. 000 Nilai Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp240.000.000 5.000 50.00.OOO.OOO.OOO.OO merupakan TGR kepada 2 (dua) orang atas kehilangan kendaraan roda 4 pada Settama.OOQ.000 Kurang Lancar Macet Macet 3 4 Total 240.3 Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Ganti Rugi (TPITGR) Rp240.000 70.000.OO) Rp240.TGR 2 orang pada Settama Mutasi kurang: . Tuntutan Perbendaharaan adalah kepada bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang mengakibatkan tagihan kepada kerugian pegawai negara.OO (Rp120.000 Penyisihan 0.000.OOO.00% Nilai Penyisihan 500.3.Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) No 1 2 Kualitas Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah Lancar Debitur Nilai Piutang 100.OOO.500. bukan Sedangkan bendahara Tuntutan Ganti Rugi adalah untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya.OO Rp120.OOO.000 Tuntutan C. .OOO.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/29 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.000. Jumlah Rp60.000. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/30 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) per Ese/on / No.000 40.OOO.000. Mutasi pengurangan sebesar Rp120.OO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .00% 100.OOO.OOO.000.000.5% 10.00 tagihan per dan Perbendaharaan Rp240.000 50.000.OO Rp60.

000.00 dan atas ketidaktertagihan Rp12.4.00 yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam aset Jancarmaupun aset tetap.00.000.5% 10.000.000 351.000.000.000.000.000 5.000 40.000.000.000.000. Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: .000 Penyisihan 0.000 50.00% Nilai Penyisihan 500.000 C.000.500.3.000. 1 Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Uraian Rp Rp 2012 51.000.000.000.1 Aset Tak Bervvujud Saldo aset tak berwujud (ATB) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp51.000 Aset Lainnya Rp267.000 40.000.000 70. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing debitur: Tabe/31 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Rugi (TPITGR) Tuntutan Ganti No 1 2 Kualitas Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah Debitur Lancar Kurang Lancar Macet Macet Nilai Piutang 100.000.000.000 300.000 2 Jumlah Rp Rp Aset Tak Berwujud Rp51.00% 100.00.4 Aset Lainnya Jumlah Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp267.000 216. tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak Berwujud pada lingkup Badan Pembinaan Akuntansi Instansi berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor.4 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan Tertagih .000.000 Rp Rp 2011 51.000.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Peny.000.000.00 dan Rp351.00% 50.000. Nilai Aset Lainnya pada tanggal pelaporan tersebut terdiri dari: Tabe/32 Rincian Aset Lainnya No.000. 000 Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Saldo Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing merupakan sebesar estimasi Rp70.000.sihan Piutang tak C.000 3 4 Total 240.000 25.000 C.Tuntutan Perbendaharaan Rp70. 500.000.000 267.500. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki.00 dan Rp51. Tagihan yang Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR.000 50.

00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional Badan Pembinaan Akuntansi Instansi serta dalam proses penghapusan dari BMN.000 10.000 Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp216. • Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp18.000. Transaksi penambahan dan pengurangan aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp12. dengan surat Kepala Kantor Pembinaan .Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/33 Rincian Aset tak Berwujud per Ese/on / No.OO dan Rp300.000.000.000.00 sesuai Akuntansi Instansi Jakarta II.000.000. Unit Eselon I Nilai 1 2 3 4 Settama Deputi I Deputi II Deputi III Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 15.000.00 sesuai dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I No.000.OO pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan Rp12.000.000.000.000 51.000.000.000.000 6. S-234/KBAP/Aset/2012 tanggal 13 Juni 2012 dan 3 unit laptop senilai Rp18.000.000 20.000 Aset Lain-Lain Rp216.000.000.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II dilakukan karena aset tersebut tidak lagi digunakan dalam operasional kantor karena kondisinya rusak berat.000.

Pendspatan Ditangguhkan Yang C.000 Usng Muks dsri KPPN Rp360.00 Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetorkan Negara pada tanggal pelaporan. .00 dan Rp600.000.00 merupakan UPITUP Pengeluaran pad a yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara tanggal pelaporan.00 dan Rp300.5. 000 masing-masing Pendapatan sebesar Rp720.000.000.000. 000.00 dan Rp300.5. Kep-234/Asetf05/2012 tanggal 4 Maret 2012.000. Kep-234/Asetf05/2012 2012 dan penghapusan Surat Keputusan PC unit senilai Rp36.000.000.000.2 Uang Muka dari KPPN Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp360.000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 • Penghapusan sesuai 3 unit kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp36.000 Rp80. Kewajiban Jangka Pendek C.00 Pembinaan sesuai dengan Instansi Kepala Kantor Wilayah Akuntansi Jakarta II No.5. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Kantor Pembinaan Akuntansi tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabel 34 Rincian Utang kepada Pihak Ketiga Instansi per No 1 2 Uraian Belanja Pegawai yang Masih Harus Dibayar Belanja barang yang masih harus dibavar Utang kepada Pihak ketiga lainnya Jumlah Rp200. 000.000 Rp80.3 Jumlah Pendapatan Yang Ditangguhkan Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 merupakan ke Kas Rp720.5.000.00 merupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.000.00 Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah tanggal9 Pembinaan September dengan Akuntansi Instansi Jakarta No.000.000.000.000. 000 C.000 Penjelasan Kekurangan pembayaran berkala 50 orang pegawai Penggunaan langganan daya dan jasa yang belum dibayar Dana yang belum dibagikan kepada vanq berhak gaji 3 Total Rp360.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp360.000 C.000.000. KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketigs Rp360.000.000.000.000.

Perkiraan tersebut merupakan masing sebesar Rp600. 000.6 Ekuitas Dana Lancar C.5 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingdan RpO.4 Jumlah sebesar Pendapatan Pendapatan Diterima Diterima Dimuka di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 pendapatan Dimuka Rp360.000.5.000.000.000.6.6. C.000.1 Cadangan Piutang Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp809.000. 000.000.000.00 dana lancar dan Rp624.000.000.00 Perkiraan tersebut merupakan utang jangka bagian dari ekuitas dana yang disediakan pendek.00 dan minus Rp300.000.6.000. 000 C.3 Dana yang harus Pendek Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar minus disediakan untuk pembayaran Utang Jangka Rp360.00 dan Rp10.000.6.00 Akuntansi merupakan jumlah ekuitas dalam bentuk piutang Badan Pembinaan Instansi setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.00 dan Rp24.000.000. C.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Pendapatan Diterima C.000.00 dan Rp300.6.00 ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain.000. .000.00 merupakan yang sudah masuk ke kas Negara.2 Jumlah Cadangan Persediaan Cadangan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 merupakan dalam masingjumlah bentuk masing sebesar ekuitas Rp36.00 Akuntansi dana lancar Badan Pembinaan Instansi persediaan.00 merupakan jumlah ekuitas dana lancar pad a BLU Pusat Pembinaan Akuntansi Instansi . namun barang/jasa belum diserahkan EKUITAS Ekuitas Dana Lanear Rp 735. C. C. kepada pihak ketiga. 000 Rp360.4 Dana Lancar BLU untuk pembayaran Jumlah Dana Lancar BLU per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp10.000.000.000.000.

060.00 dan Rp6. Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Lainnya. Jaringan komputer.000.7 Ekuitas Dana Investasi C.000. Instalasi listrik.000.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 C.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp9.000. dan berbagai peralatan kantor mengalami kerusakan. 0.000 Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp9. Untuk menanggulangi hal tersebut Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi telah membentuk tim untuk untuk mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh banjir tersebut dan menginstrusikan untuk tetap memberikan pelayanan kepada stakeholder.6. Kejadian tersebut mengakibatkan masalah serius dalam pemberian pelayanan kepada stakeholder.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap C.00.2 TEMUAN DAN TINDAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana dalam lampiran.000.000.000.000. . D.00 dan minus Rp300.7.000.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 15 Januari 2013 telah terjadi bencana alam berupa banjir yang menyebabkan sebagian gedung kantor pada beberapa kantor di wilayah Sumatera terendam banjir.000.2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp606. 766.160.000.6 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp360.000.000.00 dan Rp807.7. Ekuitas Dana Investasi C.

- ~ Ag{jS~UPRIJANTO . mulai tahun 2012 Deputi IV mengelola DIPA sendiri.13-Jf'9530814 197507 1 001 -~ ¥ •••• l ~v . maka implementasi telah akuntansi berbasis akrual berupa dilakukan reorganisasi penambahan 1 Deputi pada Sekretariat Utama yaitu Deputi IV.'/ ~.-. 0. ['41.. .3 INFORMASI PENDAPAT AN DAN BELANJA AKRUAL Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana lampiran. Reorganisasi ini mulai berjalan efektif pad a tahun 2012 sesuai surat Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Nomor 234/BPAI/2011.5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Mengingat perkembangan organisasi dan kebutuhan terhadap pengembangan akuntansi dalam rangka menghadapi penuh pad a tahun 2015. 0. Atas reorganisasi ini. Selain itu Deputi IV juga diberikan tanggung jawab untuk mengelola aset yang diserahkan dari Sekretariat Utama.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 0.4 REKENING PEMERINTAH Rekening pemerintah yang digunakan dalam kegiatan operasional Kantor dalam Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sebagaimana terlampir dalam Lampiran IV.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- "/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA JADWAL PENYUSUNAN DAN PENGIRIMAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

JADWAL PENYUSUNAN DAN PENGIRIMAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA Unit Organisasi UAKPA Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim Waktu Pengiriman 15 April2XX1 5 hari 12 April 2XX 1 3 hari 20 April2XX1 3 hari UAPPA-W UAPPA-E1 il il 23 April2XX1 3 hari 26 April2XX1 I 2 hari UAPA Menkeu cq.Dirjen PBN D D 28 April 2XX 1 8 hari 07 Mei 2XX1 07 Mei 2XX1 - - - Unit Organisasi UAKPA Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim 10 Juli 2XX1 Waktu Pengiriman UAPPA-W UAPPA-E1 D D D 12 Juli 2XX1 3 hari 2 hari 15 Juli 2XX1 2 hari 17 Juli 2XX1 3 hari 20 Juli 2XX1 2 hari 22 Juli 2XX1 3 hari 26 Juli 2XX1 D UAPA Menkeu cq.Dirjen PBN -26 Juli 2XX1 - - .

Dirjen PBN D D D D 23 Oktober 2XX 1 6 hari 29 Oktober 2XX 1 2 hari 31 Oktober 2XX 1 8 hari 09 November 2XX1 -09 November 2XX1 - - Unit OrQanisasi UAKPA Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim 20 Januari 2XX2 Waktu Pengiriman 23 Januari 2XX2 6 hari UAPPA-W UAPPA-E1 UAPA D D D 3 hari 29 Januari 2XX2 3 hari 02 Februari 2XX2 6 hari 08 Februari 2XX2 2 hari 10 Februari 2XX2 17 hari Tanggal terakhir Februari 2XX2 n Menkeu cq.Dirjen PBN Tanggal terakhir Februari 2XX2 -- .Unit Organisasi UAKPA II Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim Waktu Pengiriman 15 Oktober 2XX 1 5 hari 12 Oktober 2XX 1 3 hari 20 Oktober 2XX 1 3 hari UAPPA-W UAPPA-E1 UAPA Menkeu cq.

• Laporan Keuangan Keuangan yang disampaikan ke Unit Akuntansi di atasnya adalah Laporan yang telah direkonsiliasi dengan KPPN. Kanwil Ditjen PBN dan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. .

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER.~5 TENTANG IPB/2012 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA RENCANA TINDAK DAN MONITORING RENCANA TINDAK KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA TERHADAP TEMUAN BPK ATAS LKKP/LKBUN .

. Nama NIP/NRP .RENCANA TINDAK KEMENTERIAN NEGARA I LEMBAGA TERHADAP TEMUAN PEMERIKSAAN BPK ATAS LKKL I LKBUN TAHUN 20XO KLASIFIKASI TEMUAN NO. . TEMUAN PEMERIKSAAN I II III RENCANA TINDAK JADWAL PENYELESAIAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jakarta. 20X1 Pejabat yang bertanggung jawab.

2. apabila temuan pemeriksan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran berjalan. menyusun peraturan/pedoman pengelolaan dan penertiban rekening pemerintah. 1. 5. Header/Kolom Korom 1 Kolom 2 Diisi dengan nomor urut.88 juta di Bank Umum belum diungkapkan dalam LKPP Tahun 2006 dan tidak jelas statusnya. Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 7. apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam 2-3 tahun anggaran berikutnya. Diisi dengan tanda silang (X). Diisi dengan uraian rencana tindak yang akan dilakukan menyelesaian temuan pemeriksaan BPK. Temuan tentang Sistem Pengendalian atas Kas dan Bank Rekening Giro Milik Pemerintah sebanyak 2. 4.316. Diisi dengan tanda silang (X). mengevaluasi. antara lain: 1. Kolom 7 . Diisi dengan tanda silang (X). sesuai dengan yang dimuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Diisi dengan batas akhir penyelesaian rencana tindak. 2. Contoh: I. Contoh: Pemerintah akan melakukan upaya-upaya penertiban rekening. 6.03 juta dan 260 Rekening Deposito Milik Pemerintah senilai Rp 144.560. dengan memperhatikan klasifikasi temuan sesuai kolom (3). menginventarisasi.No. dan menentukan langkahlangkah penyelesaian rekening pemerintah. apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran berikutnya.141 senilai Rp 2. TEMUAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI) A. (4). dan (5) Contoh: Tahun 2007 untuk 3.473. Uraian Isian Diisi dengan uraian temuan pemeriksaan BPK.

20X1 KET (1 ) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jakarta.MONITORING PENYELESAIAN TIN OAK LANJUT KEMENTERIAN NEGARA I LEMBAGA TERHAOAP TEMUAN PEMERIKSAAN BPK ATAS LKKL I LKBUN TAHUN 20XO KLASIFIKASI TEMUAN I II III RENCANA TINDAK (SESUAI DENGAN SURA T NOMOR ../20X1) UNIT PENANGGUNG JAWAB NO TEMUAN PEMERIKSAAN JADWAL PENYELESAIAN PROGRESS PER .. Nama NIP/NRP ... 20X1 Pejabat yang bertanggung jawab.

antara lain: 1. antara lain: 1. Contoh: I.316. Header/Kolom Kolom 1 Kolom 2 Diisi dengan nomor urut. Diisi dengan batas akhir penyelesaian rencana tindak. dengan memperhatikan klasifikasi temuan sesuai kolom (3).88 juta di Bank Umum belum diungkapkan dalam LKPP Tahun 2006 dan tidak jelas statusnya. 2. dan menentukan langkahlangkah penyelesaian rekening pemerintah. TEMUAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI) atas Kas dan Bank A. Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Rekening Giro Milik Pemerintah sebanyak 2.473. 6.141 senilai Rp 2. dan (5) Contoh: untuk 7. Diisi dengan uraian rencana tindak yang akan dilakukan menyelesaian temuan pemeriksaan BPK.No. Contoh: Pemerintah akan melakukan upaya-upaya penertiban rekening. Contoh: Pemerintah telah melakukan langkah-Iangkah penertiban rekening. misalnya per 31 Oktober 2007. menyusun peraturan/pedoman pengelolaan dan penertiban rekening pemerintah. (4). 1. Kolom 8 Tahun 2007 Diisi dengan progress atau perkembangan penyelesaian rencana tindak per periode. Temuan tentang Sistem Pengendalian 3. Kolom 7 8. Diisi dengan tanda silang (X).03 Milik Deposito juta dan 260 Rekening Pemerintah senilai Rp 144. sesuai dengan yang dimuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). apabila temuan pemeriksan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran be~alan. 5. 2. Uraian Isian Diisi dengan uraian temuan pemeriksaan BPK. Diisi dengan tanda silang (X). Diisi dengan tanda silang (X). mengevaluasi. 4. Telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Keputusan Menteri Keuangan (KMK): .560. apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran berikutnya. apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam 2-3 tahun anggaran berikutnya. menginventarisasi.

PMK Nomor 58 Tahun 2007 tentang Penerbitan Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga pada tanggal 13 Juni 2007. PMK Nomor 57 Tahun 2007 tentang Pengenaan Sanksi Dalam Rangka Pengelolaan dan Penertiban Rekening pada Kementerian Negara/Lembaga/KantorlSatuan Kerja pad a tanggal 25 Juni 2007. Sosialisasi pengelolaan dan penertiban rekening kepada seluruh kementerian negara/lembaga. c. evaluasi. d. 2. PMK Nomor 57 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/KantorlSatuan Kerja pada tanggal 13 Juni 2007. Diisi dengan unit yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian rencana tindak. Diisi dengan keterangan seperlunya. b. • Ditutup dan saldonya disetor ke Kas Negara sebanyak 97 rekening dengan nilai Rp854. KMK Nomor 254 Tahun 2007 tentang Pembentukan Tim Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga.87 miliar. b. dan penyelesaian rekening sebanyak 47 dari 81 kementerian negara/lembaga dengan hasil: • Dipertahankan sebanyak 1145 rekening dengan nilai Rp557. .05 miliar. Contoh: Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Inventarisasi. c. Pengiriman kuesioner identifikasi rekening pad a kementerian negara/lembaga. Tim yang telah dibentuk telah melakukan: a.a.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- "/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA MONITORING PENUTUPAN REKENING KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

NOMOR REKENING TANGGAL PENUTUPAN SALDO YANG DISETOR TGL DAN SURAT BANK KETERANGAN 2. 4.v . ~. NIP 19530814 197507 1 001 Il. 3. \.. AGUS SUPRIJANTO . 20X1 Pejabat yang bertanggung jawab Nama NIPIN RP . .MONITORING PENUTUPAN REKENING KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA TAHUN 20XO NO. 1. dst JUMLAH Jakarta.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- 5' IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

(2) Kode Eselon I/UAPPA-E1 diisi kode/uraian Eselon 1 bersangkutan. (4) Kode Satker diisi kode/uraian Satuan Kerja/UAKPA bersangkutan. (5) Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. (9) Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. (1) . 1. (11) Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual. (7) Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. (10) Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menurut basis kas dengan penyesuaian akrual. (3) Kode UAPPA-W diisi kode/uraian UAPPA-W bersangkutan. (8) Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. (6) Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. Kode Akun Uraian : (1) : (2) : (3) : (4) Realisasi Menurut Basis Kas (Rp) (7) Penyesuaian Akrual (Rp' Tambah (8) Kurang (9) Realisasi Menurut Basis Akrual (Rp) (10) Dokumen Sumber (11 ) (5) (6) = (7)+(8)-(9) Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 SA IUAPA Eselon 1/UAPPA-E1 UAPPA-W Satuan Ke~a/UAKPA Pendapatan/Belanja No.

(8) Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. (5) Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. (1) . (9) Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menurut basis kas dengan penyesuaian akrual. (4) Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. (10) Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual. (6) Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. (3) Kode UAPPA-W diisi kode/uraian UAPPA-W bersangkutan. (7) Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 BA /UAPA Eselon 1/UAPPA-E1 UAPPA-W : (1) : (2) : (3) Penyesuaian Akrual R ) Tambah Kurang Realisasi Menurut Basis Akrual (Rp) 9 Dokumen Sumber Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada. (2) Kode Eselon I/UAPPA-E1 diisi kode/uraian Eselon 1 bersangkutan.

Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. Kode Eselon l/UAPPA-E1 diisi kode/uraian Eselon 1 bersangkutan.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 BA IUAPA Eselon 1/UAPPA-E1 Pendapatan/Belanja Kode Akun : (1) : (2) Penyesuaian Akrual R Dokumen Sumber 3 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada. Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menu rut basis kas dengan penyesuaian akrual. . Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Beianja sesuai Bagan Akun Standar. Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual.

Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual. Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menurut basis kas dengan penyesuaian akrual.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 Pendapatan/Belanja Kode Akun 2 Uraian Realisasi Menurut Basis Kas (Rp) Penyesuaian Akrual R Tambah Kurang Realisasi Menurut Basis Akrual (Rp) Dokumen Sumber 4 7 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada. Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful