P. 1
PER-55-PB-2012

PER-55-PB-2012

|Views: 125|Likes:
Dipublikasikan oleh Errigca WongHard
Peraturan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Tahun 2012
Peraturan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Tahun 2012

More info:

Published by: Errigca WongHard on Apr 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER55 IPB/2012

PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA

a. bahwa sesuai dengan Pasal 75 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011, dinyatakan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyusunan laporan keuangan bagi entitas pelaporan dan pos-pos tertentu yang memerlukan perlakuan khusus diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga; 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5340); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165); 9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara /Lembaga/ Kantor/Satuan Kerja sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 05/PMK.05/2010; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum; 11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 156/PMK.07/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248/PMK.07/2010; 12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41/PMK.09/2010 tentang Standar Reviu Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga; 13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2010 tentang Organisasi dan Tata Ke~a Kementerian Keuangan; 14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tak Tertagih; 15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.05/2011 tentang Mekanisme Pengelolaan Hibah; 16. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 230/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi Hibah; 17. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-36/PB/2009 tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Kuasa Bendahara Umum Negara; 18. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-62/PB/2009 tentang Tata Cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada Laporan Keuangan; 19. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-81/PB/2011 tentang Tata Cara Pengesahan Hibah Langsung Bentuk Uang dan Penyampaian Memo Pencatatan Hibah Langsung Bentuk Barang/Jasa/Surat Berharga; 20. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-82/PB/2011 tentang Pedoman Akuntansi Penyisihan Piutang Tak Tertagih pada Kementerian NegaralLembaga; MEMUTUSKAN: PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA. BABI KETENTUAN UMUM Pasal1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundangundangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.

2.

Entitas Akuntansi adalah unit pemerintahan pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. Kementerian Negara adalah perangkat pemerintah yang membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. Lembaga adalah organisasi non-kementerian negara dan instansi lain pengguna anggaran yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 atau peraturan perundang-undangan lainnya. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Dana Dekonsentrasi adalah dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan oleh gubernur sebagai wakil pemerintah pusat yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah dan/atau desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan. Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh daerah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan tugas pembantuan. Urusan Bersama Pusat dan Daerah adalah urusan pemerintahan di luar urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah pusat, yang diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

3. 4.

5. 6.

7.

8.

9.

10. Dana Urusan Bersama yang selanjutnya disingkat DUB adalah dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan, indeks fiskal, dan kemiskinan daerah, serta indikator teknis. 11. Dana Daerah untuk Urusan Bersama yang selanjutnya disingkat DDUB adalah dana yang bersumber dari APBD. 12. Badan Layanan Umum yang selanjutnya disingkat BLU adalah instansi di Iingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas, yang pengelolaan keuangannya diselenggarakan sesuai dengan peraturan pemerintah terkait. BAB II PELAPORAN KEUANGAN Pasal2 (1) Entitas pelaporan wajib menyajikan laporan pertanggungjawaban berupa Laporan Keuangan Kementerian NegaraiLembaga (LKKL) dan menyampaikannya kepada Menteri Keuangan.

(2) Entitas akuntansi wajib menyampaikan laporan keuangan selaku kuasa pengguna anggaran/barang secara periodik dan berjenjang kepada entitas pelaporan. (3) Kementerian Negara/Lembaga membentuk struktur organisasi akuntansi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (4) Entitas pelaporan dan entitas akuntansi pada Kementerian NegaraiLembaga menyusun laporan keuangan menurut tata cara sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (5) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan hasil penggabungan laporan keuangan yang berasal dari entitas akuntansi di lingkungan kementerian negarallembaga termasuk entitas akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menerima dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan. (6) Tata cara penyajian Laporan Keuangan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara akan diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tersendiri. BAB III PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Pasal3 (1) Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran wajib menyusun laporan pertanggungjawaban berupa Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan. (2) Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Barang Milik Negara (BMN) wajib menyusun laporan pertanggungjawaban berupa Laporan Barang Pengguna Semesteran dan Tahunan. (3) Penyusunan laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berjenjang dari tingkat UAKPA sampai dengan tingkat UAPA. (4) Penyusunan laporan barang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada Kementerian Negara/Lembaga berpedoman pada peraturan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara. Bagian Kesatu Struktur Organisasi Pelaporan Keuangan Pasal4 (1) Dalam penyusunan laporan keuangan, Kementerian Negara/Lembaga wajib membentuk dan menunjuk Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang Milik Negara dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) dan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) pada tingkat satuan kerja penerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). b. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) pada tingkat kantor wilayah.

Gubernur/bupati/walikota selaku kepala daerah bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan menunjuk dan menetapkan koordiantor UAPPA-W dan UAPPB-W Urusan Bersama. Gubemur/bupati/walikota selaku kepala daerah menugaskan Satuan Ke~a Pengelola Keuangan Daerah provinsi Ikabupaten/kota sebagai koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) Tugas Pembantuan berdasarkan Surat Keputusan Gubemur/BupatilWalikota. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon 1 (UAPPA-E1) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 (UAPPB-E1) pad a tingkat eselon I. b. Pembentukan dan penunjukan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) dan Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) pad a tingkat kementerian negarallembaga.c. Bagian Kedua Dokumen Sumber Laporan Keuangan Pasal5 Dokumen sumber yang diproses dalam penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga diatur sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Gubemur selaku wakil Pemerintah menugaskan dan menetapkan Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah Provinsi sebagai koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dan koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) Dekonsentrasi berdasarkan Surat Keputusan Gubemur. d. Gubemur/bupati/walikota selaku kepala daerah menugaskan dan menetapkan satuan kerja yang membidangi pengelolaan barang/kekayaan daerah sebagai koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) Tugas Pembantuan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur/Bupatil Walikota. . (2) Kementerian Negara/Lembaga yang mempunyai unit vertikal di daerah tetapi tidak mempunyai kantor wilayah wajib membentuk Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) dan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah (UAPPB-W) dengan menunjuk salah satu satuan kerja di wilayah sebagai UAPPA-W dan UAPPB-W. Kementerian Negara/Lembaga menetapkan Dinas Provinsi/Kabupatenl Kota sebagai UAPPA-W dan UAPPB-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama atas usulan Kepala Daerah. d. Koordinator UAPPA-W dan Pembantuan/Urusan Bersama: UAPPB-W Dekonsentrasirrugas (3) (4) a. c.

(2) Proses rekonsiliasi Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Kuasa Bendahara Umum Negara. Pasal8 (1) Penyajian laporan keuangan dilakukan pada setiap tingkat unit akuntansi secara berjenjang dari tingkat UAKPA sampai dengan tingkat UAPA. Neraca. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAKPA dilakukan dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setiap bulan. b. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-W dilakukan dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan. terdiri dari: . dan Catatan atas Laporan Keuangan. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAPA dilakukan dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. (2) Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga a. Kementerian NegaralLembaga wajib melakukan rekonsiliasi dengan ketentuan sebagai berikut: a. c.q. (3) Pedoman rekonsiliasi laporan barang Kementerian Negara/Lembaga berpedoman pad a peraturan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara. Pasal7 (1) Reviu dilaksanakan secara paralel dengan pelaksanaan anggaran dan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. dilakukan Direktorat c. (3) Laporan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga semesteran dan tahunan wajib direviu oleh aparat pengawas intern Kementerian NegaralLembaga sebelum disampaikan kepada Menteri Keuangan. Akuntansi dan Pelaporan Keuangan setiap semester. Laporan Realisasi Anggaran. Rekonsiliasi Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-E1 dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. b.Bagian Ketiga Rekonsiliasi dan Reviu Laporan Keuangan Pasal6 (1) Dalam penyusunan laporan keuangan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan setiap semester. d.q. (2) Pelaksanaan reviu oleh aparat pengawas intern mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai Standar Reviu atas Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga.

b. Laporan Keuangan Tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama juga wajib disampaikan kepada Gubernur /BupatilWalikota selaku koordinator UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuanl Urusan Bersama. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Menteri/Pimpinan LembagalPengguna Anggaran dan pernyataan telah direviu oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada UAPA. a. b. (4) Sistematika dan contoh laporan keuangan ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (4) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat UAPA diatur dengan ketentuan sebagai berikut.q. (3) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat UAPPA-E1 diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a.(3) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dilengkapi dengan lampiran pendukung sebagai berikut: a. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran. b. Selain yang disebutkan dalam ayat (2) huruf b. b. Informasi pendapatan dan belanja secara akrual. (5) Format penyajian Catatan atas Laporan Keuangan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi entitas akuntansi dan/atau entitas pelaporan. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada UAPPA-E1 dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat UAPPA-W diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. . Laporan keuangan wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan c. Direktur Jenderal Perbendaharan sebanyak 3 (tiga) rangkap. Lampiran lainnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran V yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh pejabat eselon I atau pejabat lain yang setingkat. Laporan keuangan wajib disampaikan kepada UAPPA-W atau UAPPA-E1 dan KPPN. Disertai dengan Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah/Koordinator Wilayah. c. Bagian Keempat Penyampaian Laporan Keuangan Pasal9 (1) Penyampaian Laporan Keuangan Semesteran dan Tahunan Tingkat Satuan Ke~a diatur dengan ketentuan sebagai berikut: a. b.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. wajib menyampaikan laporan barang tersebut kepada Menteri Keuangan (3) Entitas pelaporan yang memerlukan perlakuan khusus dalam penyusunan laporan keuangan akan diatur secara terpisah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan. yang menggunakan dan/atau memanfaatkan barang milik negara berdasarkan peraturan perundangundangan.Batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga Semesteran dan Tahunan untuk setiap unit akuntansi diatur sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Pasal13 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. (2) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan unit organisasi lainnya. maka Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-65/PB/2010 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. BABIV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal11 (1) Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) wajib dikonsolidasikan dengan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. BABV KETENTUAN PENUTUP Pasal12 Dengan berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. -8- ~ . yang bukan merupakan Bagian Anggaran.

IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA STRUKTUR ORGANISASI UNIT AKUNTANSI PADA KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- ~.

yang berada dalam tanggung selaku Bendahara Umum Negara berwenang menetapkan Menteri Keuangan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara. dan ekuitas dana. kementerian negara/lembaga akuntansi keuangan dan unit akuntansi barang. jawabnya. belanja. wajib membentuk unit • • Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama • • Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA). . Dalam pelaksanaan sistem akuntansi.STRUKTUR ORGANISASI UNIT AKUNTANSI PADA KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA Dalam pelaksanaan anggaran. setiap kementerian atas negara/lembaga transaksi selaku yang pengguna meliputi anggaran/barang menyelenggarakan akuntansi keuangan transaksi pendapatan. aset. utang. • • Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I (UAPPB-E1) Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Bersama Barang Wilayah (UAPPB-W) DekonsentrasilTugas • • Pembantuan/Urusan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wi/ayah (UAPPB-W) Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB).

UAPPNB Wilayah Dekonsentrasi merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAKPNB Dekonsentrasi yang berada di bawahnya. Penanggungjawab UAPPNB-W.2. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran/Barang (UAPNB) UAPNB merupakan unit akuntansi Lembaga. Penanggung jawab Unit Akuntansi Keuangan/Barang 8. Setiap dinas pada pemerintah provinsi yang menerima alokasi dana dekonsentrasi ditunjuk dan ditetapkan sebagai UAPPNB-W. penanggungjawabnya adalah Gubernur. . 8. 8.3. penanggungjawabnya adalah Kepala Daerah (Gubernur/BupatilWalikota).3. penanggung pada tingkat kementerian negara/lembaga (pengguna anggaran/barang).1.3.3. UAPPNB-W merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang pada tingkat eselon I. penanggungjawabnya adalah Menteri/Pimpinan melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAKPNB instansi vertikal kementerian negara/lembaga di wilayahnya. UAPPNB W dibentuk dengan menunjuk dan menetapkan kantor wilayah atau satuan ke~a sebagai UAPPNB-W. 8. B. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPNB-W) B.1.4 Koordinator UAPPNB merupakan unit Wilayah Tugas Pembantuan/Urusan Bersama pada tingkat wilayah yang melakukan UAPPNB W adalah Kepala Kantor Wilayah atau Kepala satuan kerja yang ditetapkan sebagai akuntansi pengabungan laporan keuangan seluruh UAPPA-W/UAPPB-W Tugas Pembantuan/Urusan Bersama di wilayahnya. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Eselon I (UAPPNB-E 1) UAPPNB-E1 merupakan unit akuntansi jawabnya adalah pejabat eselon I.3. Penanggungjawab UAPPNB Wilayah adalah Kepala Dinas Pemerintah Provinsi sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh pemerintah melalui kementerian negara/lembaga. B.3.B.2 Koordinator UAPPNB Wilayah Dekonsentrasi merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAPPA-W/UAPPB-W Dekonsentrasi di wilayahnya.

3.4. diperlukan adanya struktur organisasi Unit Akuntansi. Struktur Organisasi Unit Akuntansi Dengan adanya pembentukan dan penunjukan unit akuntansi keuangan maupun barang. Pencantuman struktur organisasi dalam Peraturan Direktur Jenderal ini merupakan pedoman bagi Kementerian NegaralLembaga dalam pembentukan dan penunjukan unit akuntansi. UAPPAIB Wilayah Tugas Pembantuan/Urusan Bersama merupakan unit akuntansi pada tingkat wilayah yang melakukan pengabungan laporan keuangan seluruh UAKPAlUAKPB Tugas Pembantuan/Urusan Bersama yang berada di bawahnya. Setiap Dinas pada pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota yang menerima alokasi dana Tugas Pembantuan/Urusan Bersama ditunjuk dan ditetapkan sebagai UAPPAIB Wilayah Tugas Pembantuan/Urusan Bersama.05/2011.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Untuk UAKPAIB DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama penanggungjawabnya adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). C. Pembentukan struktur organisasi unit akuntansi disesuaikan dengan struktur organisasi kementerian negara/lembaga Pembantuan/Urusan Bersama). pada atau pemerintah daerah (dana dekonsentrasi dan Tugas Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini hanya dicantumkan struktur organisasi unit akuntansi keuangan sedangkan untuk unit akuntansi barang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Penanggung jawab UAKPAIB adalah Kepala Satuan Kerja. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran/Barang (UAKPAlB) .8. . Penanggungjawab UAPPAIB W Tugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah Kepala Dinas Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota) sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh pemerintah melalui kementerian negarallembaga. UAKPAIB merupakan unit akuntansi pada tingkat satuan kerja (kuasa pengguna anggaran/barang) yang memiliki wewenang menguasai anggaran/barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.5. B.

............1.......-. KEUANGAN/KABAG... 0 0 0 0 0 0 0 ...... VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK I KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK o o o o o o o ....••••.b.....••.....•.. .......•..................... • • PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS KOMPUTER .........................•........................... 0 0 ......_ •••••••••••••• o o ...............J .............. MENTERI IPIMPINAN LEMBAGA • PEJABAT ESELON I YANG MEMB!DANGI KESEKRETARIATANI PEJABAT YANG DITUNJUK I KEPALA BIRO YANG MEMBIDANGI KEUANGANI PEJABAT YANG DITUNJUK I KABAG. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) r--------------. o o o o o • Keterangan: r---L _ I e.....C......

) • Menteri/Pimpinan Lembaga melaksanakan kegiatan sebagai berikut: Membina dan mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup kementerian negarallembaga. • • Menandatangani Pernyataan Tanggung Jawab. • Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.a.2.1.) Pejabat eselon I dan/atau kepala biro yang membidangi keuangan/pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup kementerian negarallembaga. sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang diperlukan. . C. UAPA melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini.1. • Menandatangani Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga semesteran dan tahunan yang akan disampaikan ke Menteri Keuangan. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang diperlukan. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. • Membina dan memantau pelaksanaan akuntansi pada pengguna anggaran.q. C. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan. Direktur Jenderal Perbendaharaan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran.Tugas dan Fungsi Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) Tugas pokok penanggung jawab UAPA adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat kementerian negarallembaga dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan. • Membina pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup kementerian negara/lembaga. Menyampaikan laporan keuangan semesteran dan tahunan ke Menteri Keuangan c.a. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut. • Menetapkan organisasi UAPA sebagai pelaksana Sistem Akuntansi Keuangan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan dengan UAPPA-E1 dan Tim Bimbingan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.1.

b. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. • Memberikan petunjuk kepada unit-unit akuntansi di tingkat pusat maupun daerah tentang hubungan ke~a. • • Menyiapkan sumber daya manusia.q. Memantau pelaksanaan sistem akuntansi keuangan pada unit-unit sistem akuntansi keuangan di Iingkup kementerian akuntansi di Iingkup kementerian negara/lembaga. Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAPA yang terdiri dari Petugas Laporan AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai berikut: .3. • • • Mengkoordinasikan pembuatan laporan kegiatan dan pendistribusiannya. dan prasarana yang diperlukan. yang melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan negara/lembaga.1. Direktur Jenderal Perbendaharaan sebelum ditandatangani menteri/pimpinan lembaga. • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan Kementerian NegaraiLembaga yang akan didistribusikan. sumber dana.q.1. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAPA dan ADK ke Menteri Keuangan c. • Menyiapkan usulan struktur organisasi dan uraian tugas seluruh unit akuntansi di tingkat pusat maupun daerah. C. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Barang dengan Laporan Keuangan. Direktur Jenderal Perbendaharaan yang telah ditandatangani oleh menteri/pimpinan lembaga. • Melakukan supervisi/pembinaan atas pelaksanaan sistem akuntansi keuangan pada unit-unit akuntansi di Iingkup kementerian negara/lembaga.a.) Kepala Bagian KeuanganNerifikasi dan Akuntansi atau Kepala Subbagian KeuanganNerifikasi keuangan/verifikasi dan Akuntansi dan akuntansi atau pejabat atau pejabat yang membidangi ditunjuk.• Menyetujui Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang akan disampaikan ke Menteri Keuangan c. sarana dan prasarana serta hal-hal administratif lainnya. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan setiap semester. sarana.q. sumber daya manusia. C. Mengevaluasi hasil kerja petugas akuntansi.

Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan tingkat UAPA. Diiektorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. • Melaksanakan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. Menyimpan ADK dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran.q. • Meneliti dan menganalisis laporan keuangan semesteran dan tahunan tingkat UAPA untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan. • • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab. Menerima dan memverifikasi ADK dari UAPPA-E1. . Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan Keuangan dengan Laporan Barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan.• • • Memelihara laporan keuangan dari UAPPA-E1. • Menyusun laporan keuangan semesteran dan tahunan tingkat UAPA berdasarkan penggabungan laporan keuangan dan ADK UAPPA-E1.

BADAN)1 PEJABAT YANG DITUNJUK SEKRETARIS ESELON I (SEKDIT JEN/SEKBAN)I PEJABATYANG DITUNJUK KABAG.. -:':" ..•••••••..•. VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABATYANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSIIPEJABAT YANG DITUNJUK I KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK ....":":': . ...~...:":"':"...•..••. Keterangan: · · · · · .-:-:-.. ~..C..•••.:". · · PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS KOMPUTER .•••..~...:"':":.•...••.... KEUANGANIKABAG.2.... PEJABAT ESELON I (DIRJEN/KA.•.•••.....-:":'. . -.. r---L ~ : _ I ~ : Penanggung Jawab Petugas Akuntansi Keuangan . Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) Tugas pokok penanggung jawab UAPPA-E1 adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat Eselon I dengan fungsi sebagai berikut: .•••••....:":"":'.-:':" I ..":.••..... .•.-:-:-...-:-: ..•••.. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) r--------------......

• Menetapkan organisasi UAPPA-E1 sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan di Iingkup Eselon I. UAPPA-E1 melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini.a. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia. • Menyampaikan laporan keuangan UAPPA-E1 ke Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran.2.2.• • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan.1. • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan dengan UAPPA-E1 dan Tim Bimbingan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. • Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan.2. C. Memonitor kegiatan proses akuntansi di tingkat UAPPA-E1. C.a. • Menandatangani laporan keuangan dan Pernyataan Tanggung Jawab tingkat UAPPA-E1 yang akan disampaikan ke Menteri/Pimpinan Lembaga.) Direktur JenderallKepala Badan/Pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup Eselon I. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. . • Mengkoordinasikan penyiapan organisasi UAPPA-E1 sebagai pelaksana Sistem Akuntansi Keuangan. sarana. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut. • • Menyiapkan sumber daya manusia. dan prasarana yang diperlukan. • Menyiapkan konsep penempatan pejabat/petugas pada organisasi UAPPAE1. sarana dan prasarana yang diperlukan.a. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan.2. • Mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-E1.) Sekretaris Direktorat Jenderal/Sekretaris Badan/Pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Menyiapkan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup Eselon I. Penanggung jawab UAPPA-E1 C.

C.3. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAPPA-E1 setelah ditandatangani Dirjen/Kepala Badan/pejabat eselon I dan ADK ke UAPA. . • Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-E1. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan.) Kepala Bagian dan/atau Akuntansi/pejabat yang Kepala Subbagian KeuanganNerifikasi membidangi keuangan/verifikasi dan dan akuntansi/pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan.q. • Menerima dan memverifikasi ADK dari UAPPA-W dan/atau DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan/atau Pusat dan/atau UAPPA-W UAKPA UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan UAPPA-E1 yang akan didistribusikan. sebelum ditandatangani Dirjen/Kepala Badan/pejabat eselon I. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Barang dengan Laporan Keuangan. Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan jika dianggap perlu.• Menyetujui laporan keuangan tingkat eselon I yang akan disampaikan ke UAPA. Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAPPA-E1 yang terdiri dari berikut: • Memelihara laporan keuangan dan ADK dari UAPPA-W dan/atau UAPPA-W DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan/atau Pusat dan/atau Laporan Petugas AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai UAKPA UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. • Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja para pajabatipetugas yang terlibat dalam pelaksanaan sistem akuntansi keuangan.2.2. C.a.b. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.

Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan tingkat UAPPA-E1. • Melaksanakan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. Menyimpan ADK dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran. Melakukan analisis untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan. dan tahunan tingkat UAPPA-E1 berdasarkan penggabungan laporan keuangan dan ADK dari UAPPA-W dan/atau UAPPA-W DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan/atau UAKPA Pusat. semesteran. . • Menyusun laporan keuangan triwulanan.q. • • • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab.• Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan Keuangan dengan Laporan Barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan.

..................... VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK ... Pada tingkat wilayah..............•. Keterangan: ~ 0 r---L ..KEUANGAN/KABAG..............•...._ •••••••••••••• o o _ I e...............••.......••••....... 0 0 •..KEPALA KANTOR WILAYAHI KEPALA SATUAN KERJA YANG DITETAPKAN KABAG.. o o o o o o o o o o o 0 0 0 I PETUGAS AKUNTANSI! VERIFIKASI PETUGAS: KOMPUTER: 0 0 0 0 0 0 0 0 0 o o o o o o o o o : : : : 0 0 0 0 0 0 0 0 .............................. kementerian negarallembaga menunjuk dan menetapkan satuan kerja sebagai UAPPA-W IUAPPB-W untuk unit vertikal instansi yang berada di wilayah/provinsi............... 8truktur organisasi unit akuntansi untuk satuan kerja yang ditunjuk sebagai UAPPA-WI UAPPB-W disesuaikan dengan struktur organisasi kementerian negarallembaga..... .............•.....

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut. • Mengkoordinasikan pelaksanaah sistem akuntansi keuangan antara UAPPA-W dengan UAPPA-E1. • Menetapkan organisasi UAPPA-W sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan di lingkup wilayahnya. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan. Penanggung jawab UAPPA-W C. D.1. • Menandatangani laporan keuangan dan Pernyataan Tanggung Jawab tingkat UAPPA-W ke UAPPA-E1.a.3. • Mengkoordinasikan penyiapan organisasi UAPPA-W sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan. • Menyampaikan laporan keuangan UAPPA-W ke UAPPA-E1 sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. • Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. UAPPA-W melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini.) Kepala Kantor Wilayah/Kepala satuan kerja yang ditetapkan sebagai UAPPA-W melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-W. C.a.a.) Kepala Bagian KeuanganNerifikasi dan Akuntansi/pejabat yang membidangi KeuanganNerifikasi dan Akuntansi/pejabat yang ditetapkan melaksanakan kegiatan sebagai berikut: .3. sarana dan prasarana yang diperlukan.3.Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) Tugas pokok penanggung jawab UAPPA-W adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat Kantor Wilayah atau Unit Kerja yang ditetapkan sebagai UAPPA-W dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan. UAPA dan Tim Bimbingan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-W.2.

• Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. sarana dan prasarana yang diperlukan. Memonitor kegiatan proses akuntansi di tingkat UAPPA-W dan tingkat UAKPA.3. • Menyetujui laporan keuangan tingkat wilayah yang akan disampaikan ke UAPPA-E1 sebelum ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah/Pejabat yang ditetapkan. Menerima dan memverifikasi ADK dari UAKPA. C. UAPPA-W yang terdiri dari Petugas AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai . • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan. • Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja para pejabatlpetugas yang terlibat dalam pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAPPA-W dan ADK ke UAPPA-E1 yang telah ditandatangani oleh Kepala Kantor Wilayah/Pejabat yang ditetapkan. Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat berikut: • • • Memelihara laporan keuangan dan ADK dari UAKPA.) Kepala Subbagian/Kepala Seksi yang membidangi KeuanganNerifikasi dan Akuntansi/pejabat yang ditetapkan melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan. Melaksanakan rekonsiliasi internal antara Laporan Keuangan dengan Laporan Barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. C. • • Menyiapkan sumber daya manusia.b.3. Kantor Wilayah • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan UAPPA-W yang akan didistribusikan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan.a.3.• Menyiapkan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W.

Bidang AKLAP serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan.• Melaksanakan rekonsiliasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. Menyimpan ADK dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran.q. • Menyusun laporan keuangan tingkat UAPPA-W berdasarkan penggabungan laporan keuangan dan ADK UAKPA. Melakukan analisis untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan. Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan tingkat UAPPA-W. . • • • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab.

.••.. •....... VERIFIKASI DAN AKUNTANSVPEJABAT YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSIIPEJABAT YANG DITUNJUK KEPALA SUBBAGIAN/SEKSI YANG MEMBIDANGI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSII PEJABAT YANG DITUNJUK : •..• ........ Keterangan: · · · · · · · · · · : · r---L ~ _ I ~ ...... KEUANGANI KABAG...... ..•........••... KEPALA DAERAH (GUBERNUR/BUPATII WAll KOTA) PEJABAT ESELON I YANG MEMBIDANGI KEUANGANI PEJABAT YANG DITUNJUK I PEJABAT ESE LON II YANG MEMBIDANGI KEUANGANI PEJABAT YANG DITUNJUK PEJABAT ESELON III KABAG...••....•.... ..•.........••.•. ..c....•••.••. Koordinator Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran-Wilayah DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama (UAPPA-W DKITP/UB) r--------------.....••.............••.•..••• I ......................: ~ PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS KOMPUTER ..•.....•......... 4......

Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. • Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan atas pengunaan dana dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama untuk provinsi/kabupaten/kota yang bersangkutan. sarana. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama. Tugas pokok penanggung jawab UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat provinsi/kotalkabupaten dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan.a. • Menetapkan Pembantuan/Urusan keuangan. • Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut.1. organisasi Bersama UAPPA-W sebagai Dekonsentrasirrugas sistem akuntansi pelaksana .a. UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah ini.Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wi/ayah (UAPPA-W) Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama Tugas pokok Koordinator UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah menyelenggarakan akuntansi keuangan pada tingkat provinsi dengan fungsi sebagai berikut: • Memastikan bahwa seluruh UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama telah melaksanakan akuntansi keuangan. Penanggung jawab Bersama UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan CA. dan prasarana yang diperlukan. • Mengarahkan penyiapan sumber daya manusia. CA.) Kepala Dinas Provinsi atau Kepala Dinas Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota) melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Mengkoordinasikan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W Dekonsentrasirrugas Pembantuan/Urusan Bersama.

) Pejabat Eselon IV/Kepaia Subbagian/Kepala Seksi yang membidangi KeuanganNerifikasi dan akuntansi/pejabat yang ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan. • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan antara UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama dengan UAPPA-E1. • Menyampaikan laporan keuangan UAPPA-W DekonsentrasilTugas tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Pembantuan/Urusan Bersama ke Kementerian NegaralLembaga sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. • Menyiapkan konsep penempatan pejabatlpetugas pada organisasi UAPPAW DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama.a. dan prasarana yang diperlukan. • Menyusun rencana penyiapan sumber daya manusia.) Pejabat Eselon III/pejabat yang membidangi keuangan/pejabat ditunjuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Menyiapkan rencana pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama. UAPA dan Tim Bimbingan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.• Memantau pelaksanaan kegiatan akuntansi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. • Memonitor kegiatan proses akuntansi di tingkat UAPPA-W yang DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. C. sarana.3. . • Menyiapkan sumber daya manusia. C. • Menyetujui laporan keuangan tingkat wilayah yang akan disampaikan ke Kementerian Negara/Lembaga sebelum ditandatangani oleh Gubernurl bupatilWalikota. dan prasarana yang di perlukan. • Menandatangani laporan keuangan dan PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB Bersama.4.2. • Memantau dan mengevaluasi prestasi ke~a para pajabatlpetugas yang terlibat sistem akuntansi keuangan.a. sarana.4.

Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang terdiri dari Petugas AkuntansiNerifikasi dan Petugas Komputer melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • Memelihara laporan keuangan dan ADK dari UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama. • Melaksanakan rekonsiliasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan c. • Menyampaikan Pembantuan/Urusan Laporan Keuangan UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang telah ditandatangani oleh Gubernurl bupatilWalikota dan ADK ke Kementerian Negara/Lembaga. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan. • • Menyiapkan konsep Pernyataan Tanggung Jawab. Bersama berdasarkan penggabungan laporan UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan . • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan Bersama UAPPA-W yang akan DekonsentrasilTugas didistribusikan. CAb.• Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di lingkup UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama.q. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. Bidang AKLAP serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. • Melaksanakan rekonsiliasi internal antara laporan keuangan dengan laporan barang yang disusun oleh petugas akuntansi barang serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. • Menerima dan memverifikasi ADK dari UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama. Melakukan analisis untuk membuat Catatan atas Laporan Keuangan. • Menyusun laporan keuangan tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan keuangan dan ADK Bersama. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan.

...........-----------------... ~ PETUGAS AKUNTANSII VERIFIKASI PETUGAS PEREKAMAN KOMPUTER ............ .. ...... Keterangan: · · · · · · · · ~ · · · · · · · · · · · · · · r---L _ I ~ ..... ...................... . Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Sersama (UAKPA DKlUAKPA TP/UAKPA US) ........ tingkat UAPPA-W DekonsentrasilTugas • Pembantuan/Urusan Menyimpan arsip data keuangan dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran..............• Menyiapkan pendistribusian laporan keuangan Bersama.......S.... I KASUBAG. ........... C..... ................ .TUlPEJABAT YANG MENANGANI KEUANGANI VERIFIKASI DAN AKUNTANSI/ PEJABATYANG DITUNJUK I I I I I J ...... KEPALA SATUAN KERJN KEPALA SATUAN KERJA PERANGKAT MERAH~~~ I I .. I I I I I I I I L ......

S. D.5. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan. dengan fungsi sebagai berikut: • • • Menyelenggarakan akuntansi keuangan. Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja petugas pelaksana sistem akuntansi keuangan. Memantau pelaksanaan akuntansi keuangan. • Menyampaikan Laporan Keuangan UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang sudah ditandatangani dan ADK ke . Menandatangani Laporan Keuangan UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. Menelaah Laporan Keuangan UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. Penanggung Bersama Kepala SKPD. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan secara berkala. • • Meneliti dan menganalisis laporan keuangan yang akan didistribusikan. ini. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama Tugas pokok penanggung jawab UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama adalah menyelenggarakan akuntansi Keuangan di Iingkungan satuan kerja.0. UAKPA DekonsentrasifTugas Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem. Kepala dan Subbagian jawab UAKPA Pembantuan/Urusan Bersama melaksanakan kegiatan sebagaimana uraian di bawah DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan TUipejabat yang yang menangani melaksanakan keuangan/verifikasi akuntansi/pejabat ditunjuk kegiatan sebagai berikut: • Menyiapkan rencana dan jadual pelaksanaan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan.a. • • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan KPPN. • • Mengkoordinasikan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. • Menunjuk dan menetapkan organisasi UAKPA sebagai pelaksana sistem akuntansi keuangan di lingkungannya.

• Memantau dan mengevaluasi prestasi kerja para pajabaUpetugas yang terlibat sistem akuntansi keuangan.5. Pejabat Eselon IV/Kepaia dan Subbagian/Kepala Seksi yang membidangi melaksanakan KeuanganNerifikasi akuntansi/pejabat yang ditunjuk kegiatan sebagai berikut: • Melaksanakan sistem akuntansi keuangan berdasarkan target yang telah ditetapkan. • Menandatangani laporan kegiatan dan surat-surat untuk pihak luar sehubungan dengan pelaksanaan sistem akuntansi keuangan. • Melakukan pembinaan dan monitoring pelaksanaan sistem akuntansi keuangan di Iingkup UAPPA-W OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama. Melakukan verifikasi atas register transaksi yang dihasilkan aplikasi sistem akuntansi keuangan dengan OS.5. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi dengan Oirektorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan. O.c. Menerima data BMN dari petugas akuntansi barang. Petugas Akuntansi Keuangan Petugas akuntansi pada tingkat UAKPA OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang terdiri dari Petugas Administrasi dan Petugas Verifikasi melaksanakan kegiatan sebagai berikut: • • • • Memelihara OS dan dokumen akuntansi. • Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara laporan barang dengan laporan keuangan.b. • Meneliti dan menganalisis Laporan Keuangan Bersama UAPPA-W yang akan Kantor Wilayah OekonsentrasifTugas didistribusikan.KPPN. . O. Membukukan/menginput OS ke dalam aplikasi sistem akuntansi keuangan. • Menyampaikan Pembantuan/Urusan Laporan Keuangan UAPPA-W OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama yang telah ditandatangani oleh Gubernurl bupatilWalikota dan AOK ke Kementerian Negara/Lembaga. UAPPA-W OekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama dan UAPPA-E1.

• • • Menyiapkan konsep Pertanyaan Tanggung Jawab. tingkat UAKPA tingkat UAKPA DekonsentrasifTugas Pembantuan/Urusan • Menyiapkan pendistribusian DekonsentrasifTugas • Pembantuan/Urusan Menyimpan arsip data dan melakukan proses tutup buku setiap akhir tahun anggaran. • Melakukan rekonsiliasi dengan KPPN setiap bulan serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. laporan keuangan Bersama. Melakukan analisis untuk membuat Catatan Atas Laporan Keuangan. .• Melaksanakan rekonsiliasi internal antara laporan keuangan dengan laporan barang yang disusun serta melakukan koreksi apabila ditemukan kesalahan. Menyusun laporan keuangan Bersama.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOM OR PER- 5' IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA TATA CARA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

V. III. Neraca. Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang digunakan sebagai pertanggungjawaban keuangan Kementerian NegaralLembaga meliputi Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Pernyataan Tanggung Jawab yang ditandatangani oleh Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran dan dilampiri dengan Laporan Barang Pengguna. II.TATA CARA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA Kementerian Negara/Lembaga selaku pengguna anggaran dan barang menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan dan barang yang berada dalam tanggung jawabnya. Verifikasi dan Rekonsiliasi Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Lain-lain Pendukung Laporan Keuangan Sistematika Isi Laporan Keuangan Rincian Laporan Keuangan VIII. dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang disertai dengan Pernyataan Telah Direviu yang ditandatangani oleh Aparat Pengawasan Intern. Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK). VII. Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara berwenang menetapkan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Negara serta mengatur Pengelolaan Anggaran dan Barang Milik Negara. Penyusunan Laporan Barang . Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mengatur: I. VI. Jenis dan Periode Pelaporan Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan Perekaman. Menteri Keuangan juga menghimpun Laporan Keuangan dan Laporan Barang dari seluruh Kementerian NegaralLembaga untuk menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan anggaran dan barang. IV. dan Laporan Rekening Pemerintah.

I. X X X X X X UAKPA dengan jenis kewenangan Dekonsentrasi (DK). 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X No.1. UAPPA-W (untuk satker dengan jenis kewenangan KP <selain untuk kode lokasi 0199> dan KD) ke Kanwil Ditjen PBN No. 1 2 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Semesteran Triwulanan Tahunan Kantor Pusat (KP) dan Kantor Daerah X X X 3 4 a. JENIS DAN PERI ODE PELAPORAN Jenis dan periode laporan yang harus disampaikan adalah sebagai berikut: a. dan Urusan Bersama (UB) No.2. Tingkat UAKPA ke KPPN a.1. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X . UAKPA dengan jenis kewenangan (KD) No. Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Peri ode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X X Tingkat UAPPA-W ke Kanwil Ditjen PBN c. Tugas Pembantuan (TP). 1 2 3 4 c. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X X X X X X X No.

Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan X X Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X X Tahunan X X X X Tingkat (Unaudited) UAPA ke Kementerian Keuangan c. Ditjen Perbendaharaan No. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X Tahunan X X X X X No. UAPPA-W DKITP/UB (untuk satker dengan jenis kewenangan DK. dan UB) ke Kanwil Ditjen PBN No.2. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X X X Tahunan No. 1 2 3 4 f. TP. 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran Tahunan X X X X . 1 2 3 4 Jenis laporanl ADK lRA Neraca CalK ADK Bulanan X X X Periode Pelaporan Triwulanan Semesteran X X X X Tahunan X X X No.c.q.

Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Tahunan 1. 4. 3) LRA semesteran yang disampaikan adalah LRA perbandingan antara LRA semester I tahun be~alan dengan LRA semester I tahun sebelumnya (realisasi sampai dengan 30 Juni 2XX1 dengan 30 Juni 2XXO). LRA UAPPA-W DekonsentrasifTugas Pembantuan Semester I disusun berdasarkan hasil penggabungan Bersama LRA UAKPA DekonsentrasifTugas wilayah yang Pembantuan/Urusan bersangkutan. 2) LRA yang disampaikan kepada UAPPA-W. UAPPA-E1. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN A. LRA Semester I UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. LRA UAPPA-W Semester I disusun berdasarkan hasH penggabungan LRA UAKPA Semester llingkup wilayah yang bersangkutan. dan LRA Semester I UAPPA-W DekonsentarasifTugas Pembantuan/Urusan Bersama Semester I. Semester lingkup B. LRA Tahunan Kementerian NegaralLembaga disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA UAPPA-E1 Tahunan lingkup Kementerian NegaralLembaga yang bersangkutan. . 4) Neraca semesteran yang disampaikan adalah neraca perbandingan antara neraca per 30 Juni tahun berjalan dengan neraca per 30 Juni tahun sebelumnya. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Semester I 1. LRA Belanja. 3. dan UAPA meliputi LRA Satuan KerjalWilayah/Eselon 1/Kementerian Negara/Lembaga (semesteran dan tahunan). LRA Pendapatan dan Hibah dan LRA Pengembalian Pendapatan dan Hibah dan disampaikan pada saat rekonsiliasi. LRA Pengembalian Belanja. II. LRA Kementerian Negara/Lembaga Semester I disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA UAPPA-E1 Semester Iingkup Kementerian NegaralLembaga yang bersangkutan. LRA Pengembalian Pendapatan. LRA Pendapatan. LRA Pengembalian Belanja. LRA UAPPA-E1 Semester I disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA Semester I UAKPA di bawah eselon I.Keterangan: 1) LRA yang disampaikan kepada KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan terdiri dari LRA Belanja Format DIPA. LRA Semester I UAPPA-W. 2.

4. LRA Tahunan UAPPA-W. 3. 4. D. LRA UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. Neraca UAPPA-W per 30 Juni 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAKPA per 30 Juni. Neraca Kementerian Negara/Lembaga per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAPPA-E1 per 31 Desember. Neraca UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasH penggabungan Neraca UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama per 31 Desember. Neraca UAPPA-W. 3. Neraca UAPPA-E1 per 30 Juni 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAKPA di bawah eselon I. Neraca UAPPA-W. Neraca per 31 Desember 2XX1 1. LRA Tahunan UAPPA-E1 disusun berdasarkan hasil penggabungan LRA Tahunan UAKPA di bawah eselon I. 3. . c. Neraca UAPPA-W DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama per 30 Juni 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan neraca UAKPA DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama per 30 Juni. 4. dan LRA Tahunan UAPPA-W DekonsentarasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama. LRA UAPPA-W Tahunan disusun berdasarkan hasH penggabungan Tahunan UAKPA Iingkup wilayah yang bersangkutan. LRA UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. 2. dan neraca UAPPA-W DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama per 31 Desember.2. Neraca UAPPA-W per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan Neraca UAKPA per 31 Desember. Neraca per 30 Juni 2XX1 1. dan neraca UAPPA-W DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama per 30 Juni. Neraca UAPPA-E1 per 31 Desember 2XX1 disusun berdasarkan hasil penggabungan Neraca UAKPA di bawah eselon I. Neraca Kementerian Negara/Lembaga per 30 Juni 2XX1 berdasarkan hasH penggabungan neraca UAPPA-E1 per 30 Juni. LRA Tahunan UAKPA dengan pola pengelolaan keuangan BLU. 2. LRA Tahunan UAPPA-W hasil DekonsentrasilTugas LRA Pembantuan Tahunan disusun UAKPA LRA berdasarkan penggabungan DekonsentrasiITugas Pembantuan/Urusan Bersama Iingkup wilayah yang bersangkutan.

Dokumen Estimasi Pendapatan yang Dialokasikan. C. V. Untuk pada tanggal 9 Mei tahun anggaran berjalan. disampaikan pad a tanggal 9 November tahun anggaran berjalan. Neraca per 30 Juni. Dokumen pengeluaran anggaran. . yaitu: A. Unit Akuntansi Pembantu BUN.q. disampaikan dengan kepada Menteri sebagai Kementerian Jenderal Direktur ketentuan lambatnya B. b. WAKTU Laporan Keuangan berikut: A. Dokumen lain yang dipersamakan.q. Untuk Laporan Keuangan Tahunan Unaudited disampaikan selambat-Iambatnya pada tanggal terakhir di bulan Februari setelah tahun anggaran berakhir sedangkan Laporan Keuangan Tahunan Asersi Final akan ditentukan waktunya sesuai dengan kesepakatan antara Pemerintah dan Badan Pemeriksa Keuangan. selambat-Iambatnya pad a tanggal Juli anggaran berjalan. Untuk LRA Triwulan selambat-Iambatnya III dan Neraca per 30 September. Kementerian NegaralLembaga laporan yang menggunakan Anggaran juga BUN disamping menyampaikan kepada Menteri menyampaikan keuangan bagian anggarannya. PEREKAMAN. laporan keuangan Bagian Anggaran BUN yang digunakan. LAIN-LAIN PENDUKUNG LAPORAN KEUANGAN Hal lain yang perlu diperhatikan untuk kelengkapan pengungkapan (full disclosure) dan keakuratan data laporan keuangan. disampaikan jadual pengiriman Kementerian laporan dari tingkat Negara/Lembaga satuan (UAPA) kerja (UAKPA) sesuai dengan sampai Lampiran dengan tingkat VI Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan.III. Dokumen penerimaan anggaran. dan Catatan atas 26 Laporan tahun LRA Semester disampaikan Keuangan. disampaikan selambatPENYAMPAIAN Keuangan c. Dokumen pelaksanaan anggaran. Keuangan c. D. Untuk LRA Triwulan I dan Neraca per 31 Maret. Untuk memenuhi target penyampaian laporan keuangan di atas. IV. Perekaman VERIFIKASI dokumen DAN REKONSILIASI sumber Tingkat Satuan Kerja (UAKPA)/UAKPA DekonsentrasilTugas Pembantuan/Urusan Bersama berupa: a. I. c. LAPORAN KEUANGAN Negara/Lembaga Perbendaharaan. d. e.

3.1. Kementerian NegaralLembaga menyampaikan Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan c. Penjelasan atas Pos-pos Neraca D. Kebijakan Akuntansi B.2. C. Lampiran dan Daftar VII. SISTEMATIKA ISI LAPORAN KEUANGAN dan Neraca Kementerian Negara/Lembaga disertai Laporan Realisasi Anggaran dengan Catatan atas Laporan Keuangan yang memuat: A. 1 2 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Kementerian NegaralLembaga -Tahunan 3 4 Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah dan Hibah Kementerian Pendapatan NeQaralLembaaa melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga melalui KPPN dan BUN-Menurut Jenis Satuan Keria b. sebanyak 3 (tiga) set VI.4. Laporan Realisasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga No. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. Penjelasan Umum A.B. Pengungkapan Penting Lainnya E. Laporan disampaikan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang harus adalah sebagai berikut: 1. RINCIAN LAPORAN KEUANGAN A. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran C. Kementerian NegaralLembaga yang memiliki satker BLU harus melampirkan Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang disajikan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan. Neraca Kementerian Negara/Lembaga ~ 1 Neraca Nama Laporan . Direktorat Jenderal Perbendaharaan disertai ADK dan softcopy laporan keuangan. Laporan Keuangan Tahunan a.q. Dasar Hukum A. Kebijakan Teknis A.

Laporan Keuangan Semesteran a.Tahunan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN menurut Jenis Satuan Kerja 3 4 . I B. 1 Lampiran-Iampiran Nama Laporan Neraca Percobaan Eselon I yang harus disampaikan adalah: I No. Laporan Realisasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Kementerian Negara/Lembaga . 1 No. 1 2 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Eselon 1. Lampiran-Iampiran Neraca Percobaan Nama Laporan 2. Neraca Kementerian Negara/Lembaga ~ Nama Laporan [2]-N-e-r-a-c-a------------------ c. Laporan Realisasi Anggaran Eselon I No.l!J c.Semester Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga dan BUN 2 melalui KPPN 3 Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan Hibah Kementerian dan NegaralLembaga melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Kementerian Negara/Lembaga dan BUN-Menurut Jenis Satuan Kerja 4 melalui KPPN b. Laporan Keuangan Tahunan a. Laporan Keuangan 1.

Neraca Eselon I I N~'I Neraca b. Nt I Neraca c.a. Laporan Realisasi Anggaran Eselon I No. Neraca Eselon I I I c. 1 Neraca Percobaan Nama Laporan Laporan Keuangan Wilayah yang harus disampaikan adalah: 1. 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Eselon I . Laporan Keuangan Semesteran a.. Laporan Keuangan Tahunan a. Laporan Realisasi Anggaran Wilayah No. Lampiran-Iampiran NO.Semesteran 2 Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Eselon I melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Eselon I melalui KPPN dan BUN menurut Jenis Satuan Kerja 3 4 b. Lampiran-Iampiran I N°_I ~ Neraca Percobaan Nama Laporan 2. 1 2 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Wilayah.Tahunan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja menurut Jenis Satuan Kerja Belanja Wilayah melalui KPPN dan BUN 3 4 .

Lampiran-Iampiran NamaLaporan Neraca Percobaan Semesteran Laporan Keuangan a. Neraca Satuan Kerja N~·I Neraca . 1 2 3 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja. Laporan Realisasi Anggaran Wilayah No. Laporan Keuangan 1.b. c. Neraca Wilayah I N~. Lampiran-Iampiran Nama Laporan Neraca Percobaan Satuan Kerja yang harus disampaikan adalah: ~ I No. 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Wilayah.Semesteran Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Menurut Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Wilayah melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Menurut Jenis Satuan Kerja Belanja Wilayah melalui KPPN dan BUN 2 3 4 b. Laporan Keuangan Tahunan a. Neraca Wilayah I N~·I N°·1 1 Neraca I 2. I D. Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja No. I Neraca c.Tahunan Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belania Satuan Keria melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Satuan Kerja melalui KPPN dan BUN b.

Lampiran-Iampiran I No. Nama Laporan Neraca Percobaan PENYUSUNAN LAPORAN BARANG Sistematika dan penyusunan laporan barang pada Kementerian Negara/Lembaga diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara. 1 Nama Laporan Laporan Realisasi Anggaran Satuan Ke~aSemesteran Laporan Realisasi Anggaran Belanja Belanja Satuan Kerja melalui KPPN dan BUN Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Pendapatan dan Hibah Satuan Kerja melalui KPPN dan BUN 2 3 b.I c. I 1 VIII. Neraca Satuan Kerja I N~·I Neraca c. Laporan Keuangan Semesteran a. Lampiran-Iampiran N°·1 NamaLaporan 1 Neraca Percobaan 2. Laporan Realisasi Anggaran Satuan Kerja No. .

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOM OR PER"/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT SATUAN KERJA .

6 Jakarta 10070 .Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Budi Utomo No.

05/2011 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PERtentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga.RATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012. Arjuno Wiwoho NIP 19750410 199703 1 001 . laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) . Neraca. Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang berkewajiban atas pelaksanaan menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Kantor Pembinaan Akuntansi InstansL Disamping itu.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya. Penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Januari 2013 Kepala.

1.6.3. Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK D. Rekening Pemerintah D.2. Laporan Realisasi Anggaran II.2. Pengungkapan Laporan-Iaporan Lain-lain Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percobaan Laporan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Daftar Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual . Penjelasan atas Pos-pos Neraca C. Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual DA.2. Catatan atas Laporan Keuangan A.1. Aset Tetap C. Belanja Negara C.3.1.3. Dasar Hukum A. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. Pengungkapan Penting Lainnya Penting Setelah Tanggal Neraca D.? Ekuitas Dana Investasi D. Aset Lainnya C. Neraca III. Kewajiban Jangka Pendek C. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran B. Kebijakan Teknis A.4. Pendapatan Negara dan Hibah B.. Penjelasan Umum A. Kejadian-Kejadian D.- - - - - - ---- - DAFTARISI Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Ringkasan I. Ekuitas Dana Lancar C.5.5. Kebijakan Akuntansi B. Piutang Jangka Panjang CA.1. Aset Lancar C.2.

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Tabe/25 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Rugi (TPfTGR) Ganti Tabel26 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) Tabel27 Tabel28 Tabe/29 Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga 1 .--_.- DAFT AR T ABEL Hal Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel 10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Penggolongan Kualitas Piutang Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Piutang Bukan Pajak Rincian Penyisihan Piutang TaK Tertagih-Piutang Pendek Tabel 16 Tabel 17 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Tabel18 Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Tabel 19 Ganti Rugi (TPfTGR) Jangka Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) Tabel20 Tabel21 Tabel22 Tabel23 Tabel24 Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Saldo Tanah Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

FAX/MILE 02125081972 Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran. GEDUNG PR/AD/ LANTA//. Januari2013 Kepala. BUD/ UTOMO NO 6 JAKARTA TELEPON 021 2263265. Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai. Arjuno Wiwoho NIP 19750410 199703 1 001 . adalah merupakan tanggung jawab kami. JL. dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir. Neraca. Jakarta.KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA J/.6235234. dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

000.00 90. .000.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK. dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012.000.000.000.000.800.00 1.180.0000.00 Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.000. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp45.0000.000.000.000. Neraca.00 45.00 1.00 atau mencapai 90 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp2.OO. kewajiban. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/1 R" mmk asan L aporan R"'A ea Isasl nggaran TA2012d an 2011 TA 2012 Uraian Pendapatan Negara BelanjaNegara TA 2011 % Real.000.000. Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011.000.000. Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya.000.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp50.000.000.000. thd Anggaran Realisasi Anggaran Realisasi 50.00 90.000. dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Lembaga selaku Laporan Pengguna Keuangan Menteri/Pimpinan dan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian NegaralLembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran.05/2007 Keuangan Pemerintah Pusat.000.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.800.00. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp1.00 2.00 40.

Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp1.000.00.000 1.700.000 250.000 549.000 44.000 58.000.510.500.992.700.000.00.000 1.000 76.13) (29.00 dan Aset lainnya sebesar Rp44.000.93) 43.00 yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp3.500.000.000 457.992.000 91.000.510.00 Ekuitas Dana Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana 99.000.600.692.36 48.000 (38.000.000) 3.600. Aset Tetap sebesar Rp1.OO Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/2 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 Tanggal Neraca Uraian Aset Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Kenalkan/ (Denurunan) (Rp) 31 Des 2012 (Rp) 399.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Jumlah Aset adalah sebesar Rp1.000 1. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp300.000.700.100.100.700.000.500.000 1.000.000.999. Piutang Jangka Panjang Rp37.400.900.000.06 Jumlah KewaJlban dan Ekultas Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.992.25 40.000 1.400.146. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapanpengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.000 1.100.000 % 54.900.000 1.700.000 1.00 yang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.000 8.000.142.000 37.92 51. .500.000.000.392.100.000.900.000 300.000 31 Des 2011 (Rp) 258.000 1.06 141.00 (50.000.000 599.000 510.00.000.000 20.000.00 yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar sebesar Rp99.134.392.100.500.000) (14.000.11 43.592.500.692.500.000 1.700.000 Jumlah Aset Kewaiiban Kewajiban Jangka Pendek 300.592.000 1.000.00 dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp1.100.876.500.

1~~fOQ'o1QQ~ .00 40.000.000.000.000.000.000. 2. 3.000 40.000 290.000 .000 350.000.000.000.72 800.000 510.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 I.000 50.86 92.00 90.000 250.000 1.000. LAPORAN REALISASI ANGGARAN KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA I LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Ru iah) TA 2011 % Realisasi terhadap Anggaran 1.000.000.000 45.000 45.91 82.000. Penerimaan Negara Bukan Pajak Jumlah Pendapatan 50.000 BELANJA 1.000.000 550. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal 1.000.1.000 90.000 90.000 130.000.100.

5 113.2.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 II.~ e.000 (22.TPITGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lainnya JUMLAHASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Ulang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Barang/Jasa Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi JUMLAH EKUITA$ DANA C.000.000 400.~ .3.1.1 C.000.100.1. :o.11 C.000.000 .500.3 C.000 (22.4.000 (60.4 CA.000.000 C.000.7 C.1.TPA TPITGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .'.992.7 C.000 300.2.6 C.1 C.000.000.2 C.6 Rp Rp Rp Rp Rp R Rp 850.000 C.700.5.5 C.500.000 90.000 e.:~~.1 C.000 100.2 1 'i~!~&:~ri 1.000 .1.5 C.000 1..Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .3 C.000.6.000 50.000.2 C.1 C.2 C..1.000 50.5.142.000.700.000 300.2.000.000.3.000 60.000.10 C.2A C.5 C.000 100.3 C.1 C.7.1.000 44.000 180.3 C..000 1.000 60.Piutang Bukan Pajak Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan AsetTetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .3.6.134:500.000 399.000.000 120.4 C.2 Rp R R R 8.000) 60.000 60.2 C.M:if!IE~KaltA~'~itli~t~~ih~.000 60.1 C.2.500.000 250.2 C.000 6.000.000) 60.100.000.000) e.5.000.1.:a1t~~ij:Qi~ .6A C.OOQooO 50.3 C.000.7.6.9 60.000.000.100.1A C.8 C.5A 60.000 113.000 6.1.000 36.100.000 250.NERACA KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 60.6.000 22.000 60.700.000.000.1 C.--::.3 Rp Rp R Rp 60.000.000.3.:-.000 <..000 C.'~i.1.~:_<'.2.000.2 C.6 C.000.1.000 1.000.510.000.000.

9. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Perbendaharaan 3. 2. dan Transfer pada Bagan Akun Standar. 6. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. KEBIJAKAN TEKNIS KANTOR PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA Rencsns Strstegis Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.2.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pelaporan 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. DASAR HUKUM 1.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. 7. A.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. 4. Melalui peran Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan Keuangan .Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 III.1. Belanja. PENJELASAN UMUM A. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK. 8.lPS/ 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PS/2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar. Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER.

keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. persediaan. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap. " menuju Laporan Keuangan Kementerian/Negara yang Untuk mewujudkan visi tersebut Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan pembinaan yang berkelanjutan berkaitan implementasi akuntansi pemerintah kepada Kementerian negara/Lembaga • Membina secara efektif Kementerian negara/Lembaga dalam pemanfaatan informasi keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi yang diimplentasikan. dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Untuk mewujudkan tujuan diatas Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berkomitmen dengan visi " mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien. . Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah berkualitas. SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran. pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operas. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. • • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya.3. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Neraca.

dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam Instansi penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta adalah sebagai berikut: Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 A. Disamping itu. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. baik . (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. pengakuan belanja te~adi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto.4 Kebijakan Akuntansi Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto. dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di Iingkungan pemerintahan. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh.

Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan. Persediaan perlengkapan adalah yang aset lancar dalam untuk bentuk barang atau hak dalam yang neraca telah menurut nilai surat yang timbul dikeluarkan keputusan dimaksudkan mendukung kegiatan operasional pemerintah.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. serta dapat diukur dalam satuan uang. Investasi. dipakai. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir. dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi. dan persediaan. piutang. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar. Piutang dinyatakan berdasarkan penagihannya. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. dan kandungan pertambangan. . Aset lancar ini terdiri dari kas. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah 81 pada tanggal neraca. harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai bagian lancar TPAITGR. Aset Tetap. kekayaan di dasar laut. apabila diperoleh dengan pembelian. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. dan Aset Lainnya.

Tagihan Tuntutan Perbendaharaanrruntutan Ganti Rugi (TPrrGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Piutang Jangka Panjang minimum minimum koleksi perpustakaan dan barang bercorak Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas. Aset tetap dilaporkan pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. . Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10.. dan aset tetap lainnya berupa kesenian.000 (tiga ratus ribu rupiah). dan (b). jalan/irigasi/jaringan.000. TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontraklberita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. (c). Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: (a). dan Piutang Jangka Panjang Lainnya. diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah.000 (sepuluh juta rupiah).

paten. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. maupun Dana yang Dibatasi. lembaga keuangan. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. aset tetap.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. goodwill. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Aset Tak Berwujud. dan piutang jangka panjang. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke Kemitraan dengan Pihak Ketiga. entitas pemerintahan lain. Aset Lainnya Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. hak cipta (copyright). Iisensi dan franchise. TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. Dalam konteks pemerintahan. Penggunaannya. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. atau lembaga internasional. . hasH kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. dan Aset Lain-lain. dan hak lainnya.

Penyisihan Piufang Tak Tertagih (6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan . (5) Ekuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah. yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. a.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarla Tahun 2012 Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. b. dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang.

5% 10% Diragukan Macet 50% 100% 1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 2. hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK. Tabe/3 Pengg%ngan Kua/itas Piutang Kualitas Piutang Uraian Penyisihan Lancar Kurang Lancar Belum dilakukan pelunasan s.06/20110 tentang Kualitas Piutang Kementerian NegaralLembaga Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih .d. yang menyebutkan bahwa penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 kualitas piutang.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. . Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masingmasing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201lPMK. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan perkembangan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN Penyusuten Aset Tetap (7) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap Sampai saat Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2012. Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap. tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 0.

000 (33..000 40.000.000 ·Jumlah Realisasi Belanja Negara Realisasi belanja Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I pada TA 2012 adalah sebesar Rp 1.11 persen dibandingkan TA 2011 yang disebabkan oleh meningkatnya kegiatan pendidikan dan pelatihan pada Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I.000. .000 3.000 atau mencapai 90.000) 5.50 3 .000.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp45.000.000. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN 8.000.000 37.000.000 45. 000 Realisasi PNBP Lainnya TA anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000.000 Rp45.33) 12.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 B. 800.00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp50.000.000 atau sebesar 90.000." Lain-Lain 2. 000. Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP lainnya per tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: Tabe/4 Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP Estimasi Pendapatan Pendapatan Pendidikan Pendapatan Denda Keterlambatan Pendapatan Lain-Lain 50.000.000 3. Pendapatan _ .00 persen dari anggarannya setelah Rp 1..000.000..000.000. 000.000.000.00 atau 11. Anggaran belanja Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Tahun 2012 adalah sebesar Rp 2.OO.000 (1. 000 dikurangi pengembalian belanja. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: .000 2 Pendapatan Keterlambatan Denda 3.000 3.11 1 Pendapatan Pendidikan 40.000... Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.000. Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel dibawah ini: Tabe/5 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No Uraian TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Kenaikanl (Penurunan) (Rp) % 8.000.800.000.

000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi. . 62c}...000.000 510. 1.000 550.000.100.91 82.' 1.000.000.000 90.000.000. .000 40.000 290....000.000 510.000 % 25.54 .000 290.72 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 620.000. ' . " .000 380..'/ .000. ". Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini Tabe/7 Perbandingan realisasi Be/anja TA 2012 dan 2011 Kode Jenis Belanja 51 52 53 Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Realisasi Belanja (Rp) TA2012 1..000.00 392.000 250..000.000 130.'.000.000.80Il.000.180.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/6 Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja TA 2012 Kode Jenis Blj.000 TA2011 800..()oO . .000. Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi Belanja (%) 51 52 53 1..000.31 .QOc}:()Ol $~.' . . adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000 Naikl (Turun) Rp 200.000 350.'..000.000."j.86 92.000...gQO~OOO.000 1..00 16.

Suamillstri PNS Belanja Tunj.000.500.000 7.2 Be/anja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Rp 290. 000.000.000 5.00 33. Baranq TA 2012 dan T.05 16. Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan adanya remunerasi.33 33. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/8 e anJa p egawat . Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Belanja Pegawai Rp1.000 15.000 2.500.2.000.000 7.000 20.000.000.000 2. TA 2012 dan TA 2011 e/i an mgan Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.000 200.000.000.000.000 60.000.00 - 250.000 % 27.000 45.000 7.000.000 125.000.2.000.000 5.000.000.00 25.000 TA 2011 (Rp) 55.000 5.000.000 2. 000 B.000 10.00 33.000.000 40. 000. A 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Perjalanan Dinas Realisasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja Reali~asi BelanjaNel:to 290.000 TA 2012 (Rp) 60.500.000 10.000 50.000.000 10.000.000.000 7. Anak PNS Belanja Tunj.500.000 20.27 20.000 12.000.500.33 50.000. 16 persen antara lain disebabkan adalah masing-masing sebesar Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar kenaikan belanja barang perjalanan dinas.000.· I TA 2011 (Rp) 550.000 5.000.000 2.500.500.000 65.000 1.500.33 33. Umum PNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belania Bruto ~anBelanja '" TA 2012 (Rp) 700.000. j<t!·b'X/c.500.00 19.000 16.000.000 15.000 15. - - Belanja Barang Rp290.000.00 .000.000 130.000 % 9.000 '.000 10.000 20.000 105.000. PPh PNS Belanja Tunj.000 2.11 25.000.000 800.000.000 Naikl (Turun) 150.1 Be/anja Pegawai adalah masing-masing sebesar Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 Rp 1.000.000.000 7.000 15.000 2.38 11.000. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/9 Pe/iban d'mqan Be/anJa .000 10.000.000 150.000. 000 B.000.000 20.000 250.000.500.000.000.000.000.000.000 dan Rp 250.000.000 40:000.000 dan Rp 800.33 33.000. 000.000.33 15. Lain-lain PNS Belanja Tunj.33 33.000.500.000. Fungsional PNS Belanja Tunj.000 10.000.000 5.000 290.000 Naikl (Turun) 5.000 5.10 8.000.000.000.000 25.000 10. Struktural PNS Belanja Tunj.33 50.00 - 'f'.500.000.

'.OO() " .000. 000.000.3 Be/anja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing 510. Rincian Belanja Modal disajikan dalam tabel berikut ini: Perbandingan Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya Realiasi Belanja Bruto Tabel10 Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 f'Jaikl (Turun) (Rp) TA2011 (Rp) TA2012 Rp % 250.00 100. 380.-._'" -c··.000.000. .000 Pengembalian Belanja R~~li~I'B~tlihj~N~ttQ '.~1 . 510..000.()()Q.000 20.000.000.000 10.2..000 sebesar Rp Rp51o.000.-'.'..000 510.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Belanja Modal B.000 380.00 392.000..000.000 .000 210.000 110.-'-".~9~.".000.000.000 - 250.000.000 130.000 10.000.. Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392 kenaikan belanja modal tanah dan belanja modal persen antara lain disebabkan gedung dan bangunan._ .olid:()()Oi· - 1\".31 110. 000 dan Rp 130..'-"""'.\ 130.000 40.000.000.000.···.-.000 100.000 20.'» __ . '.'.

dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UPfTUP yang belum dipertanggungjawabkan atau disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal neraca. dikelola. yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C.1. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai.1.1. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.000.000 yang merupakan kas yang dikuasai. Jumlah tersebut terdiri dari : Tabe/11 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran No Jenis 1 Bank ABCD ace 1450021 2 Uan Tunai Tahun 2012 Tahun 2011 Kas di Bendahara pengeluaran tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara pada tanggal 02 Januari 2012 dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) 010201100025142 KasdiBendahara Penerima Rp 60.000.000 dan Rp50.000.2 Kas di Bendahara Penerimaan Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp60.1. Jumlah tersebut terdiri dari: Tabe/12 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan No Jenis 1 Bank ABCD acc148421 2 UangTunai Tahun 2012 Tahun 2011 Kas di Bendahara Penerimaan tersebut telah disetor ke rekening Kas Negara pada tanggal 02 Januari 2012 dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) 0150150151222551 .000 yang mencakup seluruh kas.000.000.000.000 dan Rp50. Aset Lancar Kas di Bendahara Pengeluaran 60.000 C.POS NERACA C. Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60. PENJELASAN AlAS C.000 Rp POS.

000 yang merupakan kas berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UPfTUP.00 (Rp10.000.000.000.OO Rp20.000.000.000.4 Piutang Bukan Pajak 60.1.000. 1 2 3 Kadek.000 yang merupakan semua hak atau kas dan klaim pihak lain atas uang. barang atau jasa yang dapat dijadikan belum diselesaikan pad a akhir tahun anggaran.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp50.000 dan Rp50.000.000.000.OO . SH Fanda Maimunah Debitur Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . Piutang Bukan Pajak Rp C.000 Piutang Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60. baik saldo rekening di bank maupun uang tunaL Jumlah tersebut terdiri dari: Tabe/13 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No. Nilai Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/14 Rincian Piutang Bukan Pajak No. 1 Keterangan Jasa Giro yang belum di setor ke kas negara Pajak PPh yang Belum Disetor PengembalianBelanja belum disetor ke kas negara Jumlah Jumlah 2 3 I Rp20.Piutang sewa Mutasi kurang: .000 dan Rp50.000.000.000.000 Rp60.000.000.000 Jumlah tersebut di atas telah diselesaikan dengan melakukan penyetoran dan pendistribusian kepada pihak yang terkait.00) Rp60.000 Rp20.000. Rincian Piutang Bukan Pajak pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang keseluruhannya adalah merupakan piutang sewa.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60.000 Rp20.000.

00 dan Rp40.Piutang Bukan Pajak Tertagih .000 Penyisihan 0. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/16 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) No.000.OO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OO 2 3 Rp60.1.OO (Rp20.000.Piutang Bukan Pajak Rp 22.000.0000.000 22.000.000.000 C.000.TPA Dani . 1 Debitur Dani Hari Ayu Diah Jumlah Jumlah Rp20.OO Rp20.000.000 20.000 Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp22.000.1.000.000. TPA adalah merupakan saldo TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal neraca berupa angsuran atas penjualan rumah negara.100.000 20.5% 10. Berikut disajikan perhitungan penyisihan piutang tak tertagih jangka pendek untuk masing-masing debitur: Rincian Penyisihan Piutang Tak Terlaaih-Piutana Debitur Kadek Fanda Maimunah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 20.00 Mutasi penambahan dan pengurangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: .000.000.000 2.000.TPA Hari Mutasi kurang: .000.000.000.000.OO) Rp60.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.00% 100.000 dan Rp22.000.000.000 20.00.OO Rp20.000.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan piutang jangka pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.OO Rp20.000.5 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Penyisihan Piutang Tak C.000.00% Jangka Pendek Nilai Penyisihan 100.100.6 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp60.OO Rp20.100.000.000.000.

OOO.000.000 20.1.OOmerupakan TPA penjualan rumah dinas atas nama Dani dan Hari.000.1. 1 2 Haris Anank Sutinah Debitur Jumlah Rp20.000 C.OO Rp20. L anear To'h .OOO. .OOO.000.100.000.Mutasi pengurangan berupa pelunasan atas nama Sugiarta sebesar Rp20.00% 100.000.OOO.000.7 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.OOO. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabe/17 Rmelan .00.5% 10.Bag.OOO. Lanear TPA Rp 22.000 20.000.OOO.00 dan Rp 2.000 Penyisihan 0.000.000.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/18 Rineian Bagian Lanear Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No.000.OO Rp60. P enYISI '"h an Baglan .Mutasi tambah sebesar Rp60.8 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp60.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang. Ian A ngsuran (TPA) agl an P enJua Debitur Dani Hari Ayu Diah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 20..000 22.000 20.OO Rp20..00% Nilai Penyisihan 100.0000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 . Penyisihan Piutang Tak Terlagih .000.Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebesar Rp22.OOO C.000 2.OO 3 Jumlah .000.1 ()().000.OOO.100.dan Rp40.

00 dan Rp 0 Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan.000 C.TGR Haris & Anank Mutasi kuranQ: .10 Belanja Oibayar Oi Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp100.00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa .000 22.000.000.000.000.000.000 20.000 C.000.00% Nilai Penyisihan 100.000.000.1.000.000 Penyisihan 0.000.00 (Rp20.000.100.000 2.00 dan Rp2. Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di jalan Budi Utomo.000.000 20.000.000.000. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp 120.000.000.100. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPrrGR) untuk masing-masing debitur: Tabel19 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti RUQi (TPfTGR) Debitur Haris Anank Sutinah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 20.000 Befanja Dibayar Di Muka Rp 100.5% 10.000.00) Rp60. Lancar TPITGR Rp 22. Mutasi pengurangan sebesar Rp20.000.000.000.00 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.Bag.OO merupakan TGR atas kehilangan komputer sesuai dengan SKTJM Nomor 03rrGRl2012.1.100.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp40.000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .9 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan I Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp22.000.00% 100.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.000 20.000.OOmerupakan pembayaran TGR atas nama Michael.000.00 Rp40. Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual.000 C. dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.00 dan Rp4.000 Rp4.000 berada dalam dalam kondisi tidak baik (usang).00 Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik kecuali barang konsumsi senilai Rp500.2 Aset Tetap Saldo aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp1.000 1.000.000 C.000.000 Rp 1.pembelian Mutasi kurang: .000.000.000.000.000.000 Rp 1.000.510.000.000. Aset Tetap Rp 1.000.000.000.000 1.000 6.OOO"OOO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasitambah: .000.00 (Rp23.000. S-234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012.000.11 Persediaan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp6.00. Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2012 2011 Rp 1.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 No.Habis pakai Saldo per 31 Desember 2012 Rp4.000 1.000.00 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas.000 Rp 1.000.000. Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melaui suratnya nomor: S-234/BMN/2013 tanggal 15 Desember 2012 telah mengajukan permohonan penghapusan persediaan tersebut kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kementerian Keuangan.000.000.000. 1 2 3 4 5 Uraian Barang Konsumsi Barang Untuk Pemeliharaan Suku Cadang Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah .00 Rp25.00) Rp6. Persediaan Rp 6.000. Rincian Aset Tetap Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per 31 Desember adalah sebagai berikut: .510.000.000.000.000. Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Tabe/20 Rincian Persediaan No.000.000.000 2.000 1.00 dan Rp1.1.

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012
Tabel 21 Rincian Aset Tetap
No. 1 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Uraian Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31-Des-12 850.000.000 50.000.000 400.000.000 60.000.000 90.000.000 60.000.000 1.510.000.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000.000.000 31-Des-11 600.000.000 40.000.000 250.000.000 60.000.000 50.000.000

2
3 4 5 6

-

.Jumlah

C.2.1 Tanah

Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp850.000.000,00 dan Rp600.000.000,00. Kenaikan nilai tersebut diakibatkan karena Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan pengadaan tanah baru yang terletak di JI Budi Utomo, Jakarta sesuai dengan akta jual beli nO.003/Akta/2012tanggal10 Oktober 2012. Rincian saldo tanah per 31 Desember 2012 terdiri dari:
Tabe/22 Rincian Sa/do Tanah

No.

KIB

Luas

Nilai Rp Rp Rp Rp

1 2 3

12120000 12120001 12200000
Jumlah

10,000 m2 2,000 m2 5,000 m2

400,000,000 200,000,000 250,000,000 850,000,000

Tanah seluas 2000 m2 yang terletak di JI Andi Tonro, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal pelaporan dikuasai/digunakan oleh pihak ketiga. Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta telah melakukan usaha-usaha dalam rangka pengamanan BMN tersebut, antara lain dengan membentuk tim pengamanan dan penyelesaian BMN, melakukan koordinasi aktif dengan Biro Umum Kantor Pusat, KPKNL dan DJKN, Kementerian Keuangan.

Pera/atan dan Mesin Rp
50.000.000

C.2.2 Peralatan dan Mesin Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp50.000.000,00 dan Rp40.000.000,00. Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Peralatan dan Mesin pada Tahun

Anggaran 2012 adalah sebesar Rp10.000.000 yang merupakan belanja modal peralatan dan mesin. Sedangkan perolehan Peralatan dan Mesin dari pembelian adalah sebesar Rp15.000.000. Selisih realisasi belanja

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012

modal dengan hasil perolehan asset dari pembelian

merupakan

kapitalisasi aset yang perolehannya bersumber dari belanja barang namun memenuhi kriteria sebagai sebagai Peralatan dan Mesin.

Saldo per 31 Desember 2011

Rp40.000.000,00

Mutasitambah: - pembelian - hibah - reklasifikasidari aset lainnya Mutasi kurang: - Penghentianaset dari penggunaan - penghapusan
Saldo per 31 Desember 2012

Rp15.000.000,OO Rp4.000.000,OO Rp1.000.000,OO (Rp5.000.000,OO) (Rp5.000.000,OO)
Rp50.000.000,00

Sedangkan transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin adalah berupa: a. Penambahan dari pembelian 3 unit personal komputer (PC) senilai Rp15.000.000,OO b. Penambahan melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan pengaktifan kembali 1 unit PC yang telah dihentikan penggunaannya sebesar Rp1.000.000,OO.
C.

Penambahan melalui hibah sebesar Rp4.000.000,00 merupakan hibah 4 buah televisi dari perseorangan yang pencatatannya berdasarkan nilai pada berita acara serah terima (BAST). Hibah tersebut sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Kementerian Keuangan dan pengesahan. telah Pengelolaan memperoleh Utang (DJPU), dan

registrasi

d. Pengurangan melalui penghentian mesin pemotong rumput dari penggunaannya sebesar Rp5.000.000,00 dan diklasifikasi dari aset tetap ke aset lain-lain. e. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp5.000.000,00

merupakan penghapusan 1 unit kendaraan bermotor, berdasarkan SK penghapusan Nomor: 234.1/KBAP/Kep/IV/2012 tanggal 25 Agustus 2012
Gedung dan Bangunan
Rp 400. 000. 000

C.2.3 Gedung dan Bangunan Nilai gedung dan bangunan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp400.000.000,00 dan Rp250.000.000,00. rangka perolehan Aset Realisasi Belanja dalam

G e dun 9 d a n Ban gun a n pada Tahun

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012

Anggaran 2012 adalah sebesar Rp210.000.000 yang merupakan belanja modal gedung dan bangunan. Terdapat perbedaan antara Perolehan Gedung dan Bangunan dari pembelian dengan belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp60.000.000. Hal ini disebabkan adanya

pembangunan Pos Satpam yang pengerjaannya belum selesai sehingga diklasifikasikan sebagai Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP). Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - pembelian - koreksi pencatatannilai Mutasi kurang: - koreksi pencatatannilai Saldo per 31 Desember 2012 Rp250.000.000,00 Rp150.000.000,OO Rp50.000.000,OO (Rp50.000.000,OO) Rp400.000.000,00

Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk pembangunan 1 unit gedung perpustakaan senilai Rp150.000.000,OO b. Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp50.000.000,OO yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi. c. Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp50.000.000,OO merupakan penyesuaian kuantitas sebelumnya. Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk musholla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta dan pada saat ini sedang dilakukan identifikasi data untuk proses pengesahan hibah. karena kesalahan pencatatan di tahun

Jalan, lrigasi dan Jaringan Rp 60.000.000

C.2.4

Jalan, Irigasi dan Jaringan

Saldo Jalan, Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp60.000.000,OO dan Rp60.000.000,OO. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp35.000.000,OOdan internet Rp25.000.000. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan, jaringan, dan irigasi yang dimiliki oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta selama tahun 2012.

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012
Aset Tetap Lainnya Rp 90.000.000

C.2.5

Aset Tetap Lainnya

Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp90.000.000,00 dan Rp50.000.000,00 yang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah,peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan. Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 keseluruhannya berasal dari pembelian berupa alat musik modern Rp25.000.000,00 dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp15.000.000,00

Konstruksi da/am Pengerjaan Rp 60.000.000

C.2.6

Konstruksi

Dalam Pengerjaan (KDP)

Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp60.000.000,00 dan RpO,OOyang merupakan pembangunan Pos Satpam yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.

C.3
Tagihan Penjua/an Angsuran Rp 40.000.000

Piutang Jangka Panjang

C.3.1 Tagihan Penjualan Angsuran

Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp40.000.000,00 dan Rp40.000.000,00 merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan. Adapun rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA)

No.
1 2 Dani Hari

Debitur

Jumlah
Ro10.000.000,OO Rp10.000.000,OO Rp20.000.000,OO

3

Ayu Diah Jumlah

Rp40.000.000,OO

000.OO) .3.050.050.000.00% Nilai Penyisihan 50.Hari Mutasi kurang: .Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabe/24 Rincian Penyisihan Piutanq Tak Tertaqih .00.000 10.000.000.00 merupakan TPA penjualan rumah dinas atas nama Dani dan Hari.000 estimasi (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.000. Tagihan Penjualan yang merupakan Angsuran 21. Tuntutan Perbendaharaan sebesar adalah tagihan kepada bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang .000.000.000.Tagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang tak Tertagih.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran tahun 2012 adalah sebagai berikut: (TPA) pada Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .00 Rp30.000.000.00 merupakan pelunasan TPA atas nama Sugiarta serta bagian lancar Dani dan Hari.OO Rp30.000 1.000.000 21.000.000.Tagihan Penjualan Angsuran Rp Sardo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih .000.Taqihan Peniua/an Anqsuran rTPA Debitur Dani Hari Ayu Diah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Total Nilai Piutang 10.OO (Rp40.000 Nilai Tagihan Tuntutan 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing Rp40.Dani .00 merupakan reklasifikasi C.000.000 Penyisihan 0.000.00 ketidaktertagihan dan Rp2.000 20.00 per dan 40.000.050.000.00.000. Rp40.000.000.000.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp60.000.00% 100.000 20. Mutasi pengurangan sebesar Rp20.000 Tuntutan Perbendaharaan Rp C.000.3.000.Tagihan Penjualan Angsuran sebesar atas (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing Rp21. Mutasi pengurangan bagian lancar TPA. sebesar Rp40.OO) (Rp20.000.Reklasifikasi meniadi BL TPA .000.5% 10.000.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.000.3 Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Perbendaharaanrruntutan Ganti Rugi (TPrrGR) Rp40.

000.000. 1 Haris 2 Anank 3 Sutinah Debitur Jumlah Jumlah Rp10.000 Salde Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing merupakan sebesar estimasi Rp21.000.000.000.OO) Rp40.OO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OO Rp20. Sedangkan Tuntutan Ganti Rugi adalah tagihan kepada pegawai bukan bendahara untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya.000.4 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan Tertagih .pelunasan .n.000.000.000.00 atas dan Rp2.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPITGR Saldo per 31 Desember 2012 Rp40.000. Mutasi pengurangan sebesar Rp40.00 merupakan reklasifikasi Bagian Lancar TGR atas nama Haris dan Anank.000.000.000.000.OO (Rp20.000.000.OO Rp10.000.000.050. Tagihan yang ketidaktertagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR.000. kehilangan kemputer sesuai dengan SKTJM Nemer 03ITGRl2012 Haris dan Anank Mutasi pengurangan sebesar Rp20.000.050.OO merupakan TGR atas a.000. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/25 Rincian Tagihan Tuntutan PerlJendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No.00.000. Penyisihan Piutang tak C.OO Rp40.000.000.OO) (Rp40.OO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp60.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 mengakibatkan kerugian negara.000.TGR Haris & Anank Mutasi kurang: . Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing debitur: .OO Rp60.000.00 merupakan reklasifikasi TGR atas nama Michael.000.3.Tuntutan Perbendaharaan Rp Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) 21.

000 36. Uraian Rp Rp Jumlah Rp 2012 8.000.000.000 Total Aset Lainnya Rp 44.000.4.000 Penyisihan 0.000 C.000 21.500. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dan dimiliki.000 C.000 1.500.000.000 44.000.000 C.500. . Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/28 R'mc/an .000 1 Aset Tak Berwujud 2 Aset Lain-Lain Aset Tak Berwujud Rp 8.000. Nilai Aset Lainnya pad a tanggal pelaporan tersebut terdiri dari: Tabe/27 Rincian Aset Lainnya No.000.000.00.00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta serta dalam proses penghapusan dari BMN.500.000.000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/26 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Rugi (TPfTGR) Tuntutan Ganti Debitur Haris Anank Sutinah Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 10.00 dan Rp58.000.5% 10.000 20.000 1.00 dan Rp50.500.000.000 20.000.000 50.000 Tidak terdapat mutasi untuk aset tidak berwujud selama tahun 2012 Aset Lain-Lain Rp 36.500.000.000 58.500.000 8.500.000 Rp Rp Rp 2011 8. tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak dapat diidentifikasi Berwujud pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor.4.00 dan Rp8.4 Aset Lainnya Jumlah Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp44.000.500.00 yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam aset lancar maupun aset tetap.00% Nilai Penyisihan 50.000.000. d No.500.1 Aset Tak Berwujud (AT B) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Saldo aset tak berwujud Rp8.000 5.000 10.2 Aset Lain-Lain Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp36.00% 100.500.500.000.050. Uraian Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Nilai 1 2 3 Rp Rp Rp Jumlah Rp 2. A se t ta k Berwuu.000.

000.00 dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi tanggal 25 Agustus 2012 Jakarta no.000.000.000 .000.000.000.000.reklasifikasi dari aset tetap Mutasi kurang: .000.00sesuai surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dengan No.OO (Rp6.000.000.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp60.00 merupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.penghapusan BMN Saldo per 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan Rp50.00 aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp4.000.000. S- 234/KBAP/Asetl2012 • tanggal 13 Juni 2012.OO) (Rp12.000. Rincian Utang kepada Pihak Ketiga No 1 Uraian Jumlah Penjelasan Belanja Pegawai yang Masih Rp30.000 3 Rp20.000.penggunaan kembali BMN yang dihentikan .00 dan Rp50.000. Kep-234/Aset/05/2012 Kewajiban Jangka Pendek C. Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketiga Rp 60.000.Laporan Keuangan Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.5.000.000. sesuai Instansi Penghapusan kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp12.5.000.000.00 Rp4.000.000.000. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabe/29 .000.00 yang tidak lagi digunakan dalam operasional kantor dan dalam kondisi rusak berat.000 Rp60.000 C. • Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp6.000 Harus Dibayar Belanja barang yang masih harus dibayar Utang kepada Pihak ketiga lainnya Total Kekurangan pembayaran gaji orang berkala 2 pegawai Penggunaanlangganan daya dan jasa yang belum dibayar Dana yang belum dibagikan kepada yang berhak 2 Rp10.OO) Rp36.

000.00 merupakan jumlah ekuitas dana lancar Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dalam bentuk persediaan.00 dan Rp104.3 Pendapatan Yang Ditangguhkan Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120. penembalian belanja.4 Pendapatan Diterima Dimuka Dimuka Rp 60.000.700.G Ekuitas Dana Lancar C.000.00 dan Rp50. Pendapatan tersebut merupakan pendapatan PNBP.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Uang Muka dari KPPN Rp 60.000.000.000.000.2 Cadangan Persediaan Jumlah Cadangan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp6.000. namun barang/jasa belum diserahkan kepada pihak ketiga.000 C.2 Uang Muka dari KPPN Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp60.000. serta pungutan/potongan pajak yang belum disetorkan ke kas negara pada tanggal 31 Desember 2012 Pendapatan Diterima C.5.OOmerupakan jumlah ekuitas dana lancar Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dalam bentuk piutang setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.000 C.000.000.6.5.00 merupakan UPITUP yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran pada tanggal pelaporan.000. Pendapatan Ditangguhkan 120.000.00 dan Rp100.OOmerupakan pendapatan yang sudah masuk ke kas Negara.00 dan Rp4.00 dan Rp50.000.000 Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar Rp60.000. .000. C.000.5.000.000.000. Ekuitas Dana Lancar Rp 99.G.000.700.000 Yang Rp C.000.1 Cadangan Piutang Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp113.00 merupakan Pendapatan Negara yang belum disetorkan ke Kas Negara pada tanggal pelaporan.

592.00 Perkiraan tersebut merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek.400.000. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA D.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 15 Januari 2013 telah terjadi bencana alam berupa banjir yang menyebabkan sebagian gedung kantor terendam banjir.510.00 dan minus Rp50. C. yang Masih Harus Diserahkan merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.000.000.2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp82.000.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C.000.000.000.000.3 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Utang Jangka Pendek Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar minus Rp60.6.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Lainnya D.7.6. Ekuitas Dana Diinvestasikan Rp C.7. Kejadian tersebut mengakibatkan masalah serius dalam pemberian pelayanan .000.5 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp60.00.00 dan Rp134.00 dan minus Rp50.4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp100.000.OO Perkiraan tersebut merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain C.32 - kepada .000.000.000.000.000 Jumlah Diinvestasikan 2011 adalah sebesar Rp1.000.500.00 dan 2012 dan 1.000.7 Ekuitas Dana Diinvestasikan C.400.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap dalam Aset Tetap per 31 Desember Rp1.6.00 dan RpO.00 dalam bentuk Aset merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan Tetap C.000.

5/2012 Tentang Penunjukkan Kuasa Pengguna Anggaran. Bendahara Penerimaan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta 0. Untuk menanggulangi hal tersebut Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta telah membentuk tim untuk untuk mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh banjir tersebut dan menginstrusikan untuk tetap memberikan pelayanan kepada stakeholder.n. dan Bendahara Pengeluaran pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta maka pada tanggal 05 Juli 2012 telah dilakukan penggantian Pejabat Pengelola Keuangan.5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Nomor: 234/BPAI.4 REKENING PEMERINTAH Rekening pemerintah yang digunakan dalam kegiatan operasional Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah • Bank Mandiri AlC 145-225-223-2451 a.2 TEMUAN DAN TINOAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana dalam lampiran. Bendahara Pengeluaran Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta • Bank BRI AlC 222-525-114-7205 a. Semula: Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen PejabatPenandatangan/Penguji SPM Bendahara : Abdullah : Harun : Ryas M : Yanti .5/2012 Tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Nomor: 023/BPAI.n. 0.Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 stakeholder. Pejabat Yang Diberi Kewenangan Untuk menguji Tagihan Kepada Negara dan Menandatangani SPM. 0. Instalasi listrik. Pejabat yang diberi Kewenangan untuk Melakukan Tindakan Yang Mengakibatkan Pengeluaran Anggaran Belanja/Penanggung Jawab Kegiatanl Pembuat komitmen. D.3INFORMASI PENOAPATAN DAN BELANJA AKRUAL Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana dalam lampiran. Jaringan komputer. dan berbagai peralatan kantor mengalami kerusakan.

Laporan Keuangan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Menjadi: Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen PejabatPenandatangan/Penguji Bendahara SPM : Utami : Wulandari : Mutiara : Triana .

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER"/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT WILAYAH .

22 Jakarta 10070 .Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Jenderal Sudirman No.

KATAPENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012. Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang atas berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran. Neraca. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Disamping itu. Penyusunan Laporan Keuangan Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PERtentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaraiLembaga. Januari 2013 Kepala.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian NegaraiLembaga yang dipimpinnya. laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. Jakarta. Aden Herdian NIP 19650410 199703 1 001 .

- - - DAFTAR ISI Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Ringkasan I. Penjelasan atas Pes-pes Laperan Realisasi Anggaran B. Rekening Pemerintah D. Penjelasan atas Pes-pes Neraca C.1.2. Laperan Realisasi Anggaran II. Kejadian-Kejadian D. Pendapatan Negara dan Hibah 8. Penjelasan Umum A. Aset Tetap C.3. Kewajiban Jangka Pendek C.1.4.6. Pendekatan Penyusunan Laperan Keuangan A. Pengungkapan Penting Lainnya Penting Setelah Tanggal Neraca D. Pengungkapan Lain-lain Laperan-Iaperan Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percebaan Laperan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Daftar Infermasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual . Neraca III.5. Dasar Hukum A.2.2. Catatan atas Laperan Keuangan A.3. 1. Infermasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual DA. Kebijakan Teknis A.1. Belanja Negara C. Piutang Jangka Panjang CA. Kebijakan Akuntansi B. Ekuitas Dana Lancar C.? Ekuitas Dana Investasi D.2. Aset Lainnya C.5. Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK D. Aset Lancar C.3.

-- -.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan (TPITGR) Ganti Rugi Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Tabel33 Tabel34 Tabel35 Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga .- -- ---- - - -- DAFTAR TABEL Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel15 Tabel16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel20 Tabel21 Tabel22 Tabel23 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Penggolongan Perbandingan Kualitas Piutang Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi Pendapatan Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran per Satker Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Tahun 2012 dan 2011 Penyetoran Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Satker Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Tahun 2012 dan 2011 Penyetoran Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Satker Rincian Piutang Bukan Pajak per Satker Rincian Penyisihan Piutang TaK Tertagih-Piutang Jangka Pendek Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Tabel26 Tabel27 TabeJ28 Tabel29 Tabel30 Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Saldo Tanah Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

Neraca. Januari2013 Kepala. Aden Herdian NIP 19650410 199703 1 001 . adalah merupakan tanggung jawab kami. FAXIMILE 02125081972 JAKARTA Laporan Keuangan Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran.6235234. Jakarta. dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir. dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Jend Sudirman No.KANTOR WILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JI. Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai. 22 JAKARTA TELEPON 021 2263265.

000.00 4.00 Realisasi 90.000.000.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/1 Ringkasan Laporan Rea/isasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Uraian Pendapatan Negara Belania Negara TA2012 Anggaran 100. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp90. Neraca.00 TA 2011 Realisasi 80.000.00 3.000. Laporan Keuangan Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).0000.600.000.000.000. dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).000.000. Menteri/Pimpinan dan Lembaga selaku Laporan Pengguna Keuangan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran.00 .000.000. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp3.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012.000.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya.00 % Realisasi thd Anggaran 90.OOatau mencapai 90 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp4.000.0000.000. dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal.360.00 90.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp100.00 2.000.600.00.00.000.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.000.000.

199.000.000.93) 43.400.00.400. Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp3.000 -28.000 1.00 yang terdiri dari Ekuitas Dana lancar sebesar Rp199.199.000 1.000.000.146.785.000. Jumlah Aset adalah sebesar Rp3.384. NERACA Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.000.400.000.000 89.200.200.000.800.000.800.000.785.020.25 40.000.400.000.000.000 2.000.000 2.200.000.000.020. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp600.000.000 3. kewajiban.000 500.000 20.00 dan Ekuitas Dana lnvestasi sebesar Rp3. dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011.000 1.OOyang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.000.000 2.000 3.184.000 2.800.000 -76.269.000 16.000 152.800.36 48.200.000 117.200.11 43.984.00. Piutang Jangka Panjang Rp75.00 Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.00.000 3. Aset Tetap sebesar Rp3.184.000 283.000 2.000.984.400.000.000.000.000.00 (50.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 2.03 799.200.13) (29.000. .000 183400000 915800000 1099200000 1.000.984.384.00 yang terdiri dari Aset lancar sebesar Rp799.000.000 3.000 3. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapanpengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.92 51.285.000 54.03 31 Des 2012 (Rp) 31De82011 (Rp) Kena/kanl (Denurunan) (Rp) % 600.200.000 dan Aset lainnya sebesar Rp89.000.200.020.000 75.OO Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011dapat disajikan sebagai berikut: Ringkasan Neraca Per Tabe/2 31 Desember 2012 dan 2011 Tanggal Neraca Uraian Aset Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Jumlah Aset Kewajiban Kewajiban Jangka Pendek Ekuitas Dana Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana Jumlah Kewajiban dan Eku/tas 199.000 516.000.000 100.

Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 I.600.000 .3 2. 2. 3. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Jumlah Belanja B.000.000.2.000.000 90. Penerimaan Negara Bukan Pajak Jumlah Pendapatan B. LAPORAN REALISASI ANGGARAN KANTOR WILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI JAKARTA LAPORAN REAL/SASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR SAM PAl DENGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 PENDAPATAN 1.200.000 1.000.2 8.1 100.000.2.000.000.000 700.000.000 BELANJA 1.000 4.000 90.000 1.020.000.000.000.000.100.000.000 3.000 100.2 B.000 2.2.000.000 580.

4.5.000 (120.020.7 C..000.6 C.200.000.000 180.000 360.1.000 120.5.000 120.400.000 (44. .000 100.000 3.3 Rp Rp R Rp 120.200.000.2 C.000 120.3.000.200.1.Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .7.000 12.6.2.6 Rp Rp Rp Rp Rp R Rp 1.11 C.1.4 C.000) C.184.3.1.200.AH EKUITAS DANA C.2 C.1 C.7.4 C.6.000 72.2 Rp Rp Rp 227.285.1 C.000.1.000.000.000.2.000 C.6.4 120.000 200.5 C.5.384.000.2.000.000..000.3 C.000.000) 120.Piutang Bukan Pajak Bagian LancarTagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .5 C.800.8 120.5.000 (44.000 3.2 3.' .000.700.3.3 C.{.1 C.000 800.800.400.000.000.5 C.NERACA KANTORWILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 JAKARTA ASET Aset Lancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 240.6.000) 120.1.000 600.9 C.000 12.~r6(fo~£ ~~R\?.5 C.000 44.4 C.000 120.1 C..000.000 164.000 799.'~:«~~.1 C.000 120..000.2.000.TPA TPrrGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .6.3 C.400.TPrrGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lainnya JUMLAHASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi JUNl!.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 II.1.2 17.2 C.020.000 120.~.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan Aset Tetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 C.4.000.4 C.000.1.000 C.2.3 C.000.000 C.2 C.6 C.000.000 3.1.2.7 C.000.98''':200.000.2 C.000.3 C.000.000 600.10 C.000 89."".000 227.000 3.000.1 C.4 C.1.1.3.1 C.000 C.000 _.000. .000 Rp 2.

Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 III.2.IPBI 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. DASAR HUKUM 1. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. KEBIJAKAN TEKNIS KANTOR WILAYAH PEMBINAAN AKUNTANSI INSTANSI JAKARTA Rencana Strategis Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. PENJELASAN UMUM A. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PB/ 2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non-Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar. 9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. 4. Melalui peran Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan -4- . Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 8. 3.1. dan Transfer pada Bagan Akun Standar. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Belanja.05/2007 dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PERtentang Sistem Akuntansi . Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. A. 2. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan. Pelaporan 5. 6. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 7.

akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah menuju Laporan Keuangan Kementerian/Negara yang berkualitas.3. yang menyampaikan laporan keuangan dan dikonsolidasikan sejumlah 3 satker (100%). Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. yang secara struktural berada di bawah Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga. Rincian satuan kerja tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: . Laporan Keuangan SPAI Tahun 2012 ini merupakan laporan konsolidasi dari seluruh satuan kerja yang bertanggung jawab atas anggaran yang diberikan. Dari jumlah tersebut. Untuk mewujudkan tujuan diatas Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berkomitmen dengan visi " mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien." Untuk mewujudkan visi tersebut Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan pembinaan yang berkelanjutan berkaitan implementasi akuntansi pemerintah kepada Kementerian negara/Lembaga • Membina secara efektif Kementerian negara/Lembaga dalam pemanfaatan informasi keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi yang diimplentasikan. Jumlah satuan kerja di lingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah 3 satker.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. • • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. akurat dan transparan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sebagai beikut: Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Disamping itu. 1 1 1 3 - - I - - - SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN).Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/3 Rekapitu/asi Jum/ah Satker UAKPA Jumlah Jenis Kewenangan Kode No Esl Uraian KP KD DK TP Jumlah Satker M 1 2 3 01 01 01 Kanwil PAl KPAI Jakarta I KPAI Jakarta II Jumlah Keterangan: M : Menyampaikan TM : Tidak Menyampaikan TM M 1 1 1 1 TM M TM M TM - - - - . dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di Iingkungan pemerintahan. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap. dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. persediaan. . A.4 Kebijakan Akuntansi Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Neraca. SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran. - .

baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan. dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja. Investasi. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. dan Aset Lainnya. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto. pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). piutang. Aset Tetap. dipakai. kekayaan di dasar laut. dan persediaan. dan kandungan pertambangan. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. . serta dapat diukur dalam satuan uang. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. Aset lancar ini terdiri dari kas.

(b). dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. dan barang-barang dijual dan/atau diserahkan dalam yang dimaksudkan pelayanan rangka masyarakat. Piutang dinyatakan hak dalam yang neraca telah menurut dikeluarkan nilai surat yang timbul menggunakan kurs berdasarkan penagihannya. Aset tetap dilaporkan oleh masa pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan. Persediaan perlengkapan adalah yang aset lancar dalam untuk bentuk barang atau dimaksudkan mendukung kegiatan untuk kepada operasional pemerintah.000. . Persediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir.000 (sepuluh juta rupiah). apabila diperoleh dengan pembelian. Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut: Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut: (a). Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sarna dengan atau lebih dari Rp300. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10.000 (tiga ratus ribu rupiah). harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. keputusan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) neraca yang akan jatuh tempo 12 (dua bel as) bulan setelah tanggal disajikan sebagai bagian lancar TPAfrGR. Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai manfaat lebih dari satu tahun. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan tengah 81 pada tanggal neraca.

TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah. TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. aset tetap. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). dan piutang jangka panjang. Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan kesenian. dan barang bercorak Piutang Jangka Panjang Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. dan Piutang Jangka Panjang Lainnya.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 (c). Termasuk dalam Aset Lainnya adalah . jalan/irigasi/jaringan. Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas.

hak cipta (copyright). paten. maupun Dana yang Dibatasi. goodwill. a. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Penggunaannya. dan Aset Lain-lain.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Tagihan Aset Tak Berwujud. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke Kemitraan dengan Pihak Ketiga. lembaga keuangan. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. lisensi dan franchise. atau lembaga internasional. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. dan hak lainnya. Dalam konteks pemerintahan. entitas pemerintahan lain. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. . Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan.

Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 b. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran. . Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan perkembangan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah.06/20110 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih . dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. (5) Ekuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah. (6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang. perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masingmasing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 201/PMK. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal.

Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Jakarta Tahun 2012 Tabe/4 Pengg%ngan Kua/itas Piutang Kualitas Piutang Uraian Penyisihan Lancar Kurang Lancar Belum dilakukan pelunasan s. yang menyebutkan bahwa penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013. hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 53/KMK.5% 10% Diragukan Macet 50% 100% 1. . Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang NegarafDJKN Penyusutan Aset Tetap (7) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap Sampai saat Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2012. tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 0.d.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.

000.11 Pendapatan Pendidikan 80..000 4.000 74.000) ·to()I):()()Q - (33.1)00 (2.000. <.000.000 2 3 . Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp90.000. Pendapatan Keterlambatan Pendapatan Denda 6.00 meningkatnya atau 12. '.000.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pad a Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp90.0()0 12.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 B. Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi Negara Bukan PNBP lainnya per tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: Tabe/5 Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan Estimasi Pendapatan Pendapatan Pendidikan Pendapatan Denda Keterlambatan Pendapatan Lain-Lain Realisasi PNBP Lainnya TA anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar oleh Kanwil Rp10. 000.000.000.000 6.000.OOO.50 .00. Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel dibawah ini: Tabe/6 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No 1 Uraian TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Kenaikanl (Penurunan) (Rp) % 8.000.000. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah merupakan Pendapatan Pajak (PNBP) Lainnya. '.33) Lain-Lain .5 persen dibandingkan pendidikan dan TA 2011 yang disebabkan pad a kantor lingkup kegiatan pelatihan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta.00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp50. '.000.000 6...000 atau mencapai 90. 000 PENJELASAN AT AS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.000 80.000. •• 90.000.

73 Grafik Komposisi Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 / Reaiisasi BeJanja Negara Rp3.000. Anggaran Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta pada TA 2012 sebesar Rp4.000.86 92.000 580.000. Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi Belanja ('Yo) 51 52 53 2.000.00 persen dari anggarannya seteJah dikurangi pengembalian belanja.91 82.000.000 2.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Realisasi belanja Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta pada TA 2012 adalah sebesar Rp3.000.000 90.000. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Tabe/7 Rincian Anggaran dan Rea/isasi Be/anja TA 2012 Kcde Jenis Blj.000.000 atau sebesar 90.000 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp1. Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: .240. 600.000.000. adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000 700.600.000.000.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi.100.200.000 1.020.000.000 1.

000.00 1. PPh PNS Belanja Tunj.600.000. 000.000 400.600. Suamillstri Belanja Tunj.()bo.33 15.000 dan Rp1.000.000 15.000.00 - .000.000.000.000.000.000 Belanja Barang B.000 80.33 33.000 5.000. Struktural PNS Belanja Tunj.000 400.000 2.400.000. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: TabeJ9 BeJanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 TA2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Naikl (Turun) Perbandingan Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.000.00 33.000.000 20.000.000.000 20.000.ODO.000.000 260.000 20. 000.000 500.100.600.000 300.000 dan Rp500. 000.000.000 30.000 25.000 20.2 Belanja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp580.000 5.·1.000 Belanja Pegawai Rp2.0bb.oob.000.000.000. 000 B.38 11.000.000.bDO 25.31 51 52 53 2.00 16.000.000.bDb 400.000 40. Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.00 33.000.000 5.000 5.00 292.000 100.000. Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan kenaikan belanja gaji pokok dan tunjangan seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai.33 33.1 Belanja Pegawai Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp2.27 20.000 15.000.000 10.020.000 90. Fungsional Belanja Tunj.•.000 580.000 1.000 260.33 50.000.000.000.000.000 1. ·Re~Ii$~$i~~f~nj~·N~tt() 2.000 15.000. Anak PNS Belanja Tunj.000 20. Umum PNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belanja Bruto PNS PNS % 27.000.000.000 760.000.000.33 33.000.2.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi fnstansi Jakarta Tahun 2012 Perbandingan Kode Jenis Belanja TabeJ8 ReaJisasi BeJanja TA 2012 dan 2011 Realisasi TA2012 Belanja (Rp) TA 2011 Naikl (Turun) Rp Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal % 25.000.000. Rp580.000 30.000 15.600.000.000.000.000.000 Pengembalian Belanja .000 5. 000 . Lain-lain PNS Belanja Tunj.000 20.000 300.000.000.33 33. Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar 16 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja barang perjalanan dinas.000.000 10.11 25.000.2.000.000 30.000 15.000.000.000 5.000 10.000.000 40.000 1.000.000. 1..000 .

000 80. sao.000.31 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja modal tanah dan belanja modal gedung dan bangunan.000.000 50.2.05 16.000.~~ttQ' .000 760.000 30.000 1.000 200.000 260.~e~~{'t .000 10.000.31 Re<lli~$iij~Ia:~j~.000 % 20.00 292.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel10 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Pe~alanan Dinas Realisasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja TA 2012 (Rp) 120.3 8elanja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rp1.020.000 500. 020.iiRI'\ 16.00 19.000.000 40.000 420.00 100.000 40.000.hx>·.000 80.000 Naikl (Turun) 10.000.000.000 130.000.000.000. 000.000.000.000 % 9.000.10 8.000.000 10.000.33 50.000 250.000.000.00' 500.000 dan Rp260.000.oQQ.020.000 TA 2011 (Rp) 110.00 25.000.000 110.()OO:()()() 760.000.000.000.000.ociO> i· riL.000.000.000 1. adalah masing-masing sebesar Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392.000 120.000.000.00 C~i!ai'AA~tij~r~t1J~.000 10.000 Belanja Modal Rp1. 000 8.000.020.000 40.000. 292.000.000.000 500.000.000 20.000 40.000 - .000.000 21.000 580.000.000 26().000.000.31 220.000 20. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/11 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya ReaJiasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja Naikl (Turun) TA2012 (Rp) TA2011 (Rp) Rp 500.

000. 000 C.000.000.000.000 100.000.000 10.POS NERACA C.000.000. Aset Lancar Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 120. dikelola.000 120.000 50.000 40.000.000.000 60.000 dan Rp100. Uraian Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II Total 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Kenaikan/Penurunan Rp Rp Rp 60.000.000. PENJELASAN AlAS POS.000. Kas di Bendahara Pengeluaran Sa/do Kas di Bendahara Penge/uaran per 31 Desernber 2012 dan 2011 rnasing-rnasing sebesar Rp120. Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran per Satker No 1.000 20.000 2. dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UPfTUP yang belurn dipertanggungjawabkan atau disetorkan kernbali ke Kas Negara per tanggal neraca.000 Kas di Bendahara pengeluaran tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/14 Penyetoran Kas di Bendahara Penge/uaran Tanggal Penyetoran 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I 2 Kantor Pembinaan Bank XVZ 2 Janua ri 2013 .000.1. 000. Tabe/13 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaranTahun 2012 dan 2011 Tahun 2011 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I 2 BankABCD aee 1450021 UangTunai BankABCD aee 1450022 40.1.000 10.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C.000 yang rnerupakan kas yang dikuasai.000.1.000 Rp Rp Rp 10.000 10.000 Rp Rp Rp 50. Rincian saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per satker adalah sebagai berikut: Tabe/12 .

000 Tabe/16 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan No 1 Uraian Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Jenis Bank ABCD ace 1450023 UangTunai Bank ABCD ace 1450024 UangTunai Tahun 2012 Tahun 2011 40.000 100.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Kas di Bendahara Penerima Rp 120.000 60.000.000. 000 Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp120.000 10. 2.000.000.000 10.000 20.000.000 Rp Rp Rp 50.000.000 50.000 dan Rp100.000 yang mencakup seluruh kas.000.000. Jumlah tersebut terdiri dari: Tabe/15 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Satker No 1.000.000.000.000 Rp Rp Rp 10. yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.000.000 50.000 40.000.000.000. Uraian Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II Total 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Kenaikan/Penurunan Rp Rp Rp 60.000 120. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.000.000 2 Kantor Pembinaan Aku nta ns i Jaka rta II Rp Rp Rp Rp 50.000.000.000.000 Kas di Bendahara pengeluaran tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/17 Penyetoran Kas di Bendahara Penerimaan Tanggal Penyetoran 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I Bank XVZ Rp Rp 60. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai.000 10.000 10.000 3 Januari 2013 12345678902524 2 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II Bank XVZ . 000.000 10.

000 1 2 3 Jasa Giro yang belum di setor ke kas negara Pajak yang belum disetor Pengembalian Belanja belum disetor ke kas negara Jumlah Rp 120.Pajak yang Belum Disetor .000 yang merupakan semua hak atau klaim pihak lain atas uang.4 Piutang Bukan Pajak Piutang Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120. Piutang Bukan Pajak Rp 120.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Kas Lainnya dan Setara Kas Rp120.000. Rincian Piutang Bukan Pajak pad a Kantor Wilayah Instansi Jakarta.000.000 -Jasa Giro yang Belum Disetor .Pe embalian Belan'a Akuntansi ke Kas Negara Belum Disetor ke Kas N yang Jumlah tersebut di atas telah diselesaikan dengan melakukan penyetoran dan pendistribusian kepada pihak yang terkait.000 20.000. baik saldo rekening di bank maupun uang tunaL Tabe/18 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No.000 dan Rp100. 000 C.000 Tabe/19 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Satker Jumlah 1 Kantor Pembinaan Jakarta I .000.1. barang atau jasa yang dapat dijadikan belum diselesaikan pad a akhir tahun anggaran.000 ke Kas Negara Akuntansi ke Kas Negara Belum Disetor ke Kas Negara yang 20.000 C.000.000.000 bendahara 2012 dan 2011 yang merupakan yang bukan kas berada di bawah tanggung jawab pengeluaran berasal dari UPITUP.000.1.000.3 Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember masing-masing sebesar Rp120.Pajak yang Belum Disetor .000 20.000.Pengembalian 2 Kantor Pembinaan Jakarta" Belanja ke Kas Negara 20.000 dan Rp100.000 20. Keterangan Jumlah Rp Rp Rp 40.000.000.000. Desember 2012 adalah sebagai berikut: .000.000.Jasa Giro yang Belum Disetor . yang keseluruhannya merupakan Pembinaan piutang Akuntansi per 31 kas dan sewa.000.000 40.000 20.000 40.

000. Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Macet Rp Rp Rp Rp Total Nilai Piutang 40.000. 200.000.Mutasi tambah sebesar Rp40.000.000.000 4.200.000 Penyisihan 0.5% 10.200.Piutang sewa Mutasi kurang: .000.000) Rp120.000 (Rp20.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp100.000 Rp40.000 44.000.000.000 20.000 20.000. .00% 100.00 sewa gedung atas nama Kadek merupakan penerimaan piutang dan Fanda pad a Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.Piutang Bukan Pajak Rp44.Piutang Bukan Pajak per 31 dan Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp44.000 .000.Mutasi pengurangan berupa pelunasan atas nama Sugiarta pad a Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II sebesar Rp20. pendek penyisihan piutang tak tertagih jangka Jangka Pendek Debitur Kadek Fanda Maimunah Fikri Aceng .5 Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabel 20 Rincian Piutang Bukan Pajak Debitur Kadek.000.00 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .00% Nilai Penyisihan Rp Rp Rp Rp Rp 200.1.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing Berikut disajikan perhitungan untuk masing-masing debitur: Tabel 21 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang piutang jangka piutang.000 20.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .000.00% 100.000 Rp44.000. 000 C.Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 40. SH Fanda Maimunah Fikri Acen Satker Kantor Pembinaan Akuntansi Kantor Pembinaan Akuntansi Kantor Pembinaan Akuntansi Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta I I I II Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.000 20.000.

.000 Rp120.000 Rp40.200.Mutasi pengurangan berupa pelunasan atas nama Sugiarta sebesar Rp40.000.000.OOO Ri>120.00 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.000.000.000.OOO.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 BL TPA Rp120.000 C.000.OOO.OOO.00 dan Rp80.000..0000..000 C.OOO.000 Rp40.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.00 ketidaktertagihan merupakan estimasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.6 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing TPA adalah adalah sebesar Rp120. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/22 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) No.TPA Hari Mutasi kuranQ: .00 merupakan TPA penjualan rumah Instansi din as atas nama Dani dan Hari pad a Kanwil Pembinaan Akuntansi Jakarta.000.000.000.200.Bag.TPA Dani . Lancar TPA Rp44.000.OOO Rp40.OOO Rp20.OOO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . Penyisihan Piufang Tak Terlagih . merupakan saldo TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal neraca berupa angsuran atas penjualan rumah negara. Jtimlah .. 1 Debitur Dani Hari Ayu Diah Aden .. Jumlah Rp40.00.000.1. .000. Satker Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta I Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta I Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta I Kantor PembinaanAkuntansi Instansi Jakarta II .000 Rp40.000.OOO.OOO Rp20.Mutasi tambah sebesar Rp80.000 2011 adalah yang (TPA) per 31 sebesar atas masing-masing Rp44. 2 3 4 .7 Penyisihan Penjualan Piutang Tak Tertagih Angsuran • Bagian Lancar Tagihan Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Desember 2012 dan 31 Desember dan Rp4.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .000. .1.

000 40.OOO.OOO Rp20..000 44.000.000.000 20.8 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Rugi (TP/TGR) Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.OOO.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.000.OOO.000.TGR Haris dan Anunk Mutasi kurang: .200.OOO.1.00% 100.OOO Rp40.000.00% 100.dan Rp80.OOO (Rp40.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabe/23 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) Debitur Kualitas Nilai Piutang Penyisihan Nilai Penyisihan Dani Hari Ayu Diah Aden .000 BL TGR Rp120.000.000 20.000.000.000.000 4.000. Debitur Satker Jumlah 1 2 3 4 Haris Anunk Sutinah Hadi Purbo Kantor Kantor Kantor Kantor Pembinaan Pembinaan Pembinaan Pembinaan Jumlah Akuntansi Akuntansi Akuntansi Akuntansi Instansi Instansi Instansi Instansi Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta I I II II Rp40.. Lancar Kurang Lancar Macet Macet Total 40.OOO Mutasi tambah: .000.000 Saldo per 31 Desember 2011 Rp80.OOO.000 C.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang.000.00% 200.000) Rp120.000.000 20.000.000.OOO. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/24 Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp80.00O Rp20.000 0.5% 10.OOO Rp120.000.00 merupakan TGR atas pada kehilangan komputer sesuai dengan SKTJM Nomor 03ITGRl2012 Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta I senilai Rp40.0000.000.OO dan kehilangan 2 (dua) unit kendaraan bermotor roda dua sesuai dengan .000 20.000.

000. Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan.00 . Lancar TPITGR Rp44.000.000 Penyisihan 0.000.000.000.00 merupakan pembayaran TGR atas nama Michael pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan a. . Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di jalan Budi Utomo.000. Mutasi pengurangan sebesar Rp40.200.9 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan / Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp44.00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa No.n.00% 100.000 20.000 .000 20.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 SKTJM Nomor 06ITGRl2012 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta II senilai Rp40. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp 240.000.00% 100.000 Belanja Dibayar Di Muka Rp 200. 000 C.000 4. Pembinaan Akuntansi Instansi Penyisihan Piutang Tak C.000.00 dan Rp4.000.1. 44.000 20.000 Tertagih .000.000.1. Dita pada Kantor Jakarta I!.00% Nilai Penyisihan 200.5% 10.000 20.000.200.000.00 dan Rp O.Bag.000.000 40. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masing-masing debitur: TabeJ 25 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Debitur Haris Anank Sutinah Hadi Purbo Lancar Kurang Lancar Macet Macet Total Kualitas Nilai Piutang 40.00 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.10 Belanja Oibayar Oi Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp200.000.200. S-234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012.000.000.000.

Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi nomor: S-234/BMN/2013 penghapusan tanggal 15 Desember Instansi melaui suratnya 2012 telah mengajukan permohonan Keuangan.000 Rp 2.OOO.00) Rp12.000. Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Tabel 26 No.000 .000.000 berada dalam dalam kondisi tidak baik (usang).000.000.000 2.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OO yang merupakan aset berwujud digunakan dalam masa manfaat lebih dari 12 bulan dan kegiatan operasional entitas.000.000.000.00 jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual.000 2.000. 000.00. 000 adalah sebesar Rp12. 1 2 3 4 5 Uraian Barang Konsumsi Barang Untuk Pemeliharaan Suku Cadang Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah .000. persediaan tersebut kepada KPKNL.00 Rp50.000.000.000 Rp 2.000.000 2.OOO Rp Rp Rp Rp 2011 2.2 Saldo Aset Tetap aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp3.000.00 (Rp46.000. Kementerian Aset Tetap Rp3.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Persediaan C.000.000 Rp 4.020.000 Rp 2. 2012 Rp 2.000. 2011 masing-masing Persediaan merupakan (supplies) pada tanggal Rp12.000.000. 000.1.pembelian Mutasi kuranQ: .000.000.11 Persediaan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 31 Desember dan Rp8.000.000.00 berada dalam kondisi baik pad a tanggal pelaporan kecuali barang konsumsi senilai Rp1.000. dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. 000 C.000.000.Habis pakai Saldo per 31 Desember 2012 Semua jenis persediaan Rp8. 020.000 Rp12. Rincian Aset Tetap Kantor Wilayah Akuntansi Instansi per 31 Desember adalah sebagai berikut: Pembinaan .000.00 yang mempunyai dan Rp2.000 Rp 8.

000 200.000.000 180.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tabel 27 Rincian Aset Tetap No.000.OOO.000 100.000.Jumlah Uraian 31 Desember 2XX2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.000.000.000.000.000 m2 15.000 m2 2.000 2.OOO RpO Rp1.000.000 250.700.000.000.00.000 100.000.000 500.200.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .200.000 80.000 120.000 m2 5.1 Tanah Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masingmasing sebesar Rp1.000 .000 Rp500.00 dan Rp1.pembelian Mutasi kurang: Saldo per 31 Desember 2012 Rp1.000 3.000.000.000 31 Desember 2XX1 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1. Rincian sa/do tanah per 31 Desember 2012 terdiri dari: Tabe/28 Rincian Sa/do Tanah No.700.000 1. Tidak terdapat selisih antara realisasi Belanja Modal Tanah dengan perolehan Tanah melalui transaksi pembelian.000 m2 5.000.000. Satker KIB 12120000 12120001 12200000 12200089 15250123 Luas 10.000.000 800.000 120.000.000.2.000.000 250.000 120.000.200.000.000.000.020.000. 700. 1 2 3 4 5 6 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP .000 m2 Nilai 1 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I 2 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I 3 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I 4 Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II 5 Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp 400.000.000 600.000 Rp C.700.000.

antara lain dengan membentuk pengamanan dan penyelesaian BMN.000.reklasifikasi dari aset lainnya Mutasi kurang: .000) Rp100.000. Jakarta.000.000.000.000 Rp30.000.OO. Tanah Abang. Kantor dalam tim Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I telah melakukan usaha-usaha rangka pengamanan BMN tersebut.000.000) (Rp10. melakukan koordinasi aktif dengan Biro Umum Kantor Pusat.00.2.000.000 Rp8. Terdapat pembelian peralatan dan mesin berupa 15 Instansi unit hard disk eksternal pada Kanwil Pembinaan Akuntansi Jakarta senilai Rp10. Kementerian Keuangan.000.000.penghapusan Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.000 barang.000.hibah . Kenaikan nilai peralatan dan mesin terse but dapat dijelaskan sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .penghentian aset dari penggunaan . aset dari bersumber Selisih antara realisasi belanja modal dengan hasil perolehan pembelian merupakan kapitalisasi aset yang perolehannya dari belanja barang namun memenuhi kriteria sebagai sebagai Peralatan dan Mesin.000 Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Peralatan dan yang Mesin pada Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp20.000.000.000 C.2 Peralatan dan Mesin 2012 dan Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2011 adalah Rp1 00.000. Sedangkan transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin adalah berupa: a. yang dibeli menggunakan akun belanja .000.000 (Rp10.000. Penambahan dari pembelian 5 unit personal komputer 3 unit pada Kantor (PC) senilai Pembinaan Rp20.00.000.pembelian .000. KPKNL dan DJKN.000. Sedangkan dan Mesin dari pembelian adalah sebesar perolehan Rp30. pada tanggal pelaporan dikuasai/digunakan oleh pihak ketiga. masing-masing Akuntansi Instansi Jakarta I senilai Rp10.000.000 merupakan Peralatan belanja modal peralatan dan mesin.00 Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi dan 3 unit pada Jakarta senilai Rp10.000. Perala tan den Mesln Rp 100.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Tanah seluas 2000 m2 yang terletak di JI Andi Tonro.000 Rp2.000.00 dan Rp80.

000.000.000.000.00 dan diklasifikasi dari aset tetap ke aset lain-lain.000.000.00 merupakan hibah dari perseorangan.000.1/KBAP/Kep/1V/2012tanggal 25 Agustus 2012.000. Gedung dan Bangunan C.000.00 dan Rp500.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 b. 000. berdasarkan SK penghapusan Nomor: 234.000. penghapusan Nomor: 280. Penambahan melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan pengaktifan kembali 1 unit PC yang telah dihentikan penggunaannya sebesar Rp1.000.000.3 Gedung dan Bangunan Rp800. c. Hibah tersebut berupa 8 buah televisi yang diterima masing-masing 4 (empat) unit oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan 4 (empat) unit oleh Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.1/KBAP/Kep/IV/2012 tanggal 25 Oktober 2012. Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: . d. Pencatatan hibah ini berdasarkan nilai pada berita acara serah terima (BAST).00 dan penghentian penggunanaa PC Unit pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta sebesar Rp5.00 merupakan penghapusan 1 buah laptop merk Dell pada berdasarkan pada SK Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.000.2.00 pada Kanwil merupakan penghapusan 1 unit kendaraan bermotor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan penggunaan kembali meja rapat senilai Rp1.000.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.000.000.000.000. Pengurangan melalui penghentian mesin pemotong rumput dari penggunaannya pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I sebesar Rp5. Sisanya sebesar Rp5. Penambahan melalui hibah sebesar Rp8. e. 000 Nilai gedung dan bangunan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp800.00. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp5. Hibah tersebut sudah dilaporkan ke DJPU Kementerian Keuangan dan telah memperoleh registrasi dan pengesahan.

00 Rp100.000. Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk sebagai pembangunan 1 unit gedung perpustakaan senilai Rp150. c. b.000.000.pembelian .OOO.000.000.00 (Rp100.OO Rp300.000.00 Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dan merupakan penambahan gedung dan yang bangunan dari pengadaan pagar pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.000.000.. Selain itu terdapat pembangunan 1 unit rumah dinas senilai Rp120.OOO. .Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp50.000.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan pembangunan 1 unit rumah dinas pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II senilai Rp150.000.00 G e dun 9 d a n adalah sebesar Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Ban gun a n pada Tahun Anggaran 2012 Rp300. Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp100.000.koreksi pencatatannilai Saldo per 31 Desember 2012 RpSOO.000 yang merupakan belanja modal gedung dan bangunan.000.000.000.000.000.000. Hal ini terjadi karena adanya proyek pembangunan rumah dinas senilai Rp120.000 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai.000.000.koreksi pencatatannilai Mutasi kurang: .00. Terdapat perbedaan antara penambahan Gedung dan Bangunan dengan realisasi belanja modal gedung dan bangunan.000. Aset ini diklasifikasikan Konstruksi dalam Pengerjaan.000.000 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai.00 merupakan penyesuaian kuantitas karena kesalahan pencatatan tahun sebelumnya pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.00 yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi pada Kanwil Rp50.00) Rp800.

000.00 dan Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Rp15. Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp120.00 (Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I Rp15. dslsm Pengerjssn Rp120.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk musholla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta. Jalan.00). 000 C.000. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan.2.00 dan internet Rp50. jaringan.2.00 dan Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Rp25. peralatan dan mesin.00. 000 C.nnys Rp 180.000.00 keseluruhannya berasal dari pembelian berupa Rp50.OOyang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah. Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 sebesar Rp80.000.000.00 dan Rp120. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp70.000.000. dan irigasi yang dimiliki oleh seluruh kantor Iingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta selama tahun 2012.000. 000.000. irigas dan jaringan.000.000. 000.000. 000 C.000.00 (Kantor Pembinaan Akuntansi alat musik modern Instansi Jakarta Rp25. Aset Tetsp Ls.000.000.00 dan RpO. Irigas.000.000.2.OOyang merupakan pembangunan 1 (satu) unit rumah dinas pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.000. jalan.000. gedung dan bangunan.4 Jalan.000.000.000.000.000. dan Jaringan Rp120. Irigasi dan Jaringan Saldo Jalan.000.000.5 Aset Tetap Lainnya Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp180.000.000. . Konstruks.6 Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp120.000) dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp30.OOdan Rp100.

100.000. 000 Rp80.000.000.000. 000 C.Tagihan Penjualan Angsuran Rp42.000. Penyisihan Piutang tak Tertagih.000.000.000.100.00 dan Rp80. Adapun rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabe/29 Rincian Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) Jumlah 1 Dani 2 3 Hari Joni Rp20.Dani . yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.00 Rp80.00 merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 Piutang Jangka Panjang Tagihan Penjualan Angsuran Rp80.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp42.000.3.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPA .00 merupakan pelunasan TPA atas nama Sugiarta serta bagian lancar Dani dan Hari.00 Rp80.000.OOO. Mutasi pengurangan sebesar Rp120.000.000.00 Rp60.000.000.000.3. .2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .00 merupakan TPA penjualan rumah dinas atas nama Dani dan Hari pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I.1 Tagihan Penjualan Angsuran Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp80.00 Rp40.000.00 dan Rp4.000.000.000 C.000.OOO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .Hari Mutasi kurang: .000 Rp20.000.000.000.00 Rp60. 000. 000.000.000 Rp40.000.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp120.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .00.

OO Rp60.5% 10.OOO.000.OO Rp20.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp40.000.000. Tuntutan Perbendaharaan adalah tagihan kepada bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian negara.OO Rp20.00 dan Rp80.000 Tuntutan Perbendaharaan C.OOO.OOO.OOO.TGR Sutinah dan Hadi Purbo Mutasi kurang: .OOO.000.OO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OOO.00% 100.000 20.3. Sutirah dan Nomor 04ITGRl2012 a.OOO. 000. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabel 31 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No.OOO.OOO.00 merupakan TGR atas kehilangan komputer sesuai dengan SKTJM Nomor 03fTGRl2012 a.00.000.00% 100. 000 Nilai Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp80.3 Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Rp80.000.00% Nilai Penyisihan 100.000.000 2.OO Rp20.000. Hadi Purbo pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II.100. .OOO.000.OOO.000. Debitur Haris Anank Sutinah Hadi Purbo Jumlah Jumlah Rp20.OOO.000 Total 42.OOO. 1 2 3 4 .000. Sedangkan Tuntutan Ganti Rugi adalah tagihan kepada pegawai bukan bendahara untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya.OOO.000 20.n.OO (Rp40.00 Rp40.OO) Rp80.n.000 20.000 20.000.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Debitur Dani Hari Ayu Diah Aden Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Macet Nilai Piutang 20.000.000.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: Tabel30 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.000 Penyisihan 0.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih .000 20.000.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPITGR Saldo per 31 Desember 2012 Rp80.

000 20.000 20.• cc:c Tuntutan Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Macet Total Nilai Piutang 20.000 20.000 .000.000 20.000.000 2011 Rp Rp Rp 17.000.000.000.100.4 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Saldo Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing merupakan sebesar estimasi Rp42.000.000.000 89.000.000.000 117.OO dan atas ketidaktertagihan Rp4.3.00 dan Rp117.00.1 OO.000.000 72. 1 2 Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Uraian Rp Rp Jumlah Rp 2012 17.00% 100.100. Tagihan yang Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR.000.OO merupakan reklasifikasi TGR atas nama Michael.()OO Aset Lainnya Rp89.00% Nilai Penyisihan 100.00% 100. Nilai Aset Lainnya pada tanggal pelaporan tersebut terdiri dari: Tabe/33 Rincian Aset Lainnya No.000 100.000.000.000.000 C.000.000 Aset lainnya Jumlah Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp89.000.000.000 Penyisihan 0.000.Tuntutan Perbendaharaan Rp42.5% 10.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Mutasi pengurangan sebesar Rp40. Penyisihan Piutang tak Tertagih .000 20.000.000.OO yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam aset lancar maupun aset tetap.000 2.000 4~.000.000.000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing debitur: Tabe/32 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Ganti Rugi (TPITGR) Debitur Haris Anank Sutinah Hadi Purbo •.

.000.000. Adapun mutasi aset lain-lain adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: Rp100.... .000 1.00 .4.OO) Rp72.OOO.000. 2.penggunaan kembali BMN yanq dihentikan . 000 C.000 2..reklasifikasi dari aset tetap Mutasi kurang: Rp8.000..000.000.00O.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Aset Tak Berwujud Rp 17.000 5. tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak Berwujud pada Iingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor.•.000..00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional lingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi serta dalam proses penghapusan dari BMN...000.00..OOO.OO) (Rp24.00 dan Rp17.. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki. . Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/34 Rincian Aset tak Berwujud No. .000.000 .OOO. .000.000. 000.000.penqhapusan BMN Saldo per 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp4.500.OOO. Jurnlah Rp 17..00 dan Rp100.000.000.000 1.OOO. 1 Satker Kantor Pembinaan Instansi Jakarta I 2 Kantor Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta II Akuntansi Uraian Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Nilai Rp Rp Rp Rp Rp Rp .000..OO (Rp12.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan Rp4.000 5.000.500...1 Aset Tak Berwujud Saldo aset tak berwujud (ATB) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp17.000.000 Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp72.000.OO pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II dilakukan karena aset tersebut tidak lagi digunakan dalam operasional kantor karena kondisinya rusak berat.000.OOO.000.OOO..OO ..000 Aset Lain-Lain Rp72.

ooo C.OOO Uang Muka dari KPPN Rp120. Kep-234/Asetl05/2012 tanggal 9 September 2012 dan penghapusan PC unit senilai Rp12.OOmerupakan UPITUP yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran pada tanggal pelaporan.000. 000 C.000.OOODana yang belum dibagikan kepada vanq berhak Rp120.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp120.5. .000.OO sesuai Akuntansi Instansi Jakarta II. Kep-234/Asetl05/2012 tanggal 4 Maret 2012.2 Uang Muka dari KPPN Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp120. • dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Penghapusan kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp12.OOOKekurangan berkala 2 orang pegawai Rp64.5.000. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabe/35 Rincian Utang kepada Pihak Ketiga No 1 2 3 Uraian Belanja Pegawai yang Masih Harus Dibavar Belanja barang yang masih harus dibavar Utang kepada Pihak ketiga lainnva .OOO.000.000. 000.000. Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketiga Rp120.OOmerupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.OOO.000.00 dan Rp100.5. Total Jumlah Penjelasan gaji pembayaran Rp36.OOsesuai dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I No.OOO.000.000.000.000.OO dan Rp100.00 sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta No.000.OOO.000.000.000.OOOPenggunaan langganan daya dan iasa vane belum dibavar Rp20. S234/KBAP/Asetl2012 tanggal 13 Juni 2012 dan laptop senilai Rp6.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi /nstansi Jakarta Tahun 2012 • Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp6.000.OO sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II No. KEWAJIBAN C.

000.OOmerupakan jumlah ekuitas dana lancar lingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dalam bentuk piutang setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.4 Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar Rp120.000. 000 C.000.000.3 Pendapatan Yang Ditangguhkan Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp240.400.000.000.000. Ekuitas Dana Lanear Rp 199.6.000. 000 C.000. Pendapatan Diterima Dimuka Rp120.OO merupakan pendapatan yang sudah masuk ke kas Negara.00 merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetorkan ke Kas Negara pada tanggal pelaporan. 000.5.00 dan minus Rp100.2 Cadangan Persediaan Jumlah Cadangan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp12.00 merupakan jumlah ekuitas dana lancar Iingkup Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi dalam bentuk persediaan.00 dan Rp8. namun barang/jasa belum diserahkan kepada pihak ketiga.00 Perkiraan tersebut merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek.3 Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Pendek Utang Jangka Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar minus Rp120.6.000.000. .000. C. 000 C.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 Pendapatan Yang Ditangguhkan Rp240.400.6.00 dan Rp200.000.000.000.000.00 dan Rp100. C.00 dan Rp208. 000.000.5.1 Cadangan Piutang Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp227.000.

Perkiraan tersebut merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain C. Instalasi Iistrik. dan berbagai peralatan kantor mengalami kerusakan.4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp200. Kejadian tersebut mengakibatkan masalah serius dalam pemberian pelayanan kepada stakeholder. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA 0. 0.000.7. Ekuitas Dana Investasi Ekuitas Dana Investasi C. Untuk menanggulangi hal tersebut Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I telah membentuk tim untuk untuk mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh banjir tersebut dan menginstrusikan untuk tetap memberikan pelayanan kepada stakeholder.000.7. .000.000.000.6.2 TEMUAN DAN TINDAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana dalam lampiran.000.00.000.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap D.00 dan minus Rp100.000. Jaringan komputer.6.00 dan RpO.000.184.800. Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.000.2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp164.36- .1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp3.000 Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp3.000.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 15 Januari 2013 telah terjadi bencana alam berupa banjir yang menyebabkan sebagian gedung kantor terendam banjir.800.5 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp120.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap C.000.00 dan Rp269.000.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembina an Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 C.00 dan Rp2.000.020.

5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Tidak terdapat pengungkapan lain-lain pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta.4 REKENING PEMERINTAH Rekening pemerintah yang digunakan dalam kegiatan operasional Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sebagaimana terlampir dalam lampiran IV 0.Laporan Keuangan Kantor Wi/ayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Tahun 2012 0. . 0.3 INFORMASI PENOAPATAN DAN BELANJA AKRUAL Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana dalam lampiran.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- "/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT ESELON I .

Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Jenderal Sudirman No.12 Jakarta 11000 .

KATA PENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga.. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku... Penyusunan Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya. Neraca. Gunawan Wibisono NIP 19650212 1987081 001 . Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitasl pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi..05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. dan Catatan atas Laporan Keuangan. dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012. Disamping itu laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Januari 2013 Deputi I. Jakarta. Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi adalah salah satu entitas akuntansi dibawah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun !aporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran.

1.3.3. Aset Lancar C. Pendapatan Negara dan Hibah 8. Pengungkapan Penting Lainnya Penting Setelah Tanggal Neraca 0. Kewajiban Jangka Pendek C.4.3. Laporan Realisasi Anggaran II. Kebijakan Akuntansi B. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A. Piutang Jangka Panjang CA.1. Belanja Negara C. Rekening Pemerintah 0. Catatan atas Laporan Keuangan A. Oasar Hukum A. Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK 0.6.1. Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual 004. Pengungkapan Lain-lain Laporan-Iaporan Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percobaan Laporan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Oaftar Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual .2. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran B.2. Kebijakan Teknis A. Aset Lainnya C. Neraca III. Ekuitas Dana Lancar C.5.2. Penjelasan atas Pos-pos Neraca C.2. Kejadian-Kejadian DAFTAR ISI 0. Aset Tetap C.-- ----- --- Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Daftar Isi Daftar T abel Ringkasan I.? Ekuitas Dana Investasi O.5. Penjelasan Umum A.1.

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Per Wilayah Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga Tabel32 Tabel33 Tabel34 .- - ------ - -- DAFT AR TABEL Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel 10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel20 Tabel21 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Penggolongan Kualitas Piutang Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP Rincian dan Realisasi PNBP Lainnya per Wilayah Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja menurut Kegiatan TA 2012 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran per Wilayah Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Wilayah Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Wilayah Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Piutang Bukan Pajak per Wilayah Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang perWilayah Jangka Pendek Tabel26 Tabel27 Tabel28 Tabel29 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Wilayah Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per Wilayah Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Per Wilayah Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) per Wilayah Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Wilayah Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai.DEPUTII PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI GEDUNG NAKULA SADEWA LANTAII/I. dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Januari2013 Deputi I. Neraca. FAXIMILE 02125052272 Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran. Gunawan Wibisono NIP 19650212 198708 1 001 . JENDERAL SUDIRMAN NO 12 JAKARTA TELEPON 021 222014. adalah merupakan tanggung jawab kami. Jakarta. JL. dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir.623354.

00.00 5. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp13S.0000.00 90.000.400. kewajiban.000. Laperan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nemer 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).00 135.000. NERACA 150.1- . tentang Sistem Akuntansi dan Pelaperan Lembaga selaku Laperan Pengguna Keuangan Menteri/Pimpinan dan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) yang meliputi Laperan Realisasi Anggaran.00.000.00 120.000.000. dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp1S0.OS/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nemer 171/PMK.000.00 90.000.000.000. Neraca. Laperan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya.000.400.000. Ringkasan Laperan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Uraian Anggaran TA 2012 Realisasi % Realisasi thd Anggaran TA 2011 Realisasi Pendapatan Neqara Belanja Negara 2. dan Catatan atas Laperan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelela fiskal.000.000.540.000.000.OS/2007 Keuangan Pemerintah Pusat. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp S.00 atau mencapai 90 persen dari alekasi anggaran sebesar 6.Laporan Keuangan Deputi / Pembina an Akuntansi /nstansi Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nemer 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nemer 171IPMK.00 3. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periede 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012. .000.000.000. dalam rangka penyusunan Laperan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).0000.00 6. OS/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.00 Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.000.

00 yang terdiri dari Aset lancar sebesar Rp1.000 4.000 228.100.000.000.000 275.100.000 750.000) (42.000 113.000 1.300.700.06 3.177.000.000.000 5.530.00 dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp4.800.500.000 133.300.300.000.427.OO.OOyang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.000 20.000 1.076.000.06 900.199.500.800.000.976.13) (23.000 175.92 51.500.36 48.000.373.100.798.000.000.000) 1.500.000 54.00 dan Aset lainnya sebesar Rp133.300.000.100.177.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Jumlah Aset adalah sebesar Rp5.93) 43.403.000 5.000.000 1.700.00 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/2 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 ASET Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Jumlah Aset KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana Jumlah Kewa'iban dan Ekuitas Dana 1.100.700.000. Aset Tetap sebesar Rp4.200.777. .500.798.000 150.00 yang terdiri dari Ekuitas Dana lancar sebesar Rp299.976.000 425.000 1.000 24.076.000 774.500.000.800.199.000 1146. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp900.000 3.000 4.300.648.25 40.000 3.000 (114. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.00 299.530.976.000 4.000.100.000.000.OO Piutang Jangka Panjang sebesar Rp113.11 43.000.000 5.000.000 3.000.530.200. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.00.000. Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp5.00 (50.777.500.000 4.300.

1 B.000.000 6.000.000.000 870.000 1.2 B.000 5.530. 3.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 I.2.000 1.3 150.000 BELANJA 1. BelanjaPegawai BelanjaBarang BelanjaModal Jumlah Belanja 3.000.000 135.000 1.000.000.000.000 150.650. PenerimaanNegaraBukan Pajak Jumlah Pendapatan B.2 B.050.000 3. 2.2.000.000.000 . LAPORAN REALISASI ANGGARAN OEPUTII PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIOOE YANG BERAKHIR SAM PAl OENGAN 31 OESEMBER 2012 DAN 2011 PENDAPATAN 1.000.000.000.000.000.400.300.000 135.2.

KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Barang/Jasa Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi Jl.5 C.TPfTGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah As.1.000.4 C.000 108.000.lMLAHEKUITAS DANA' C.000.2 C.000.2.E:K~.2 C.000.4 C.000 4.2 25.000 R Rp C.000.5.530.1 C.1.7.100.2.3.5 C.5 341.1 C.000) 180.1.2 C.2.JPi.000 18.000.1 C.000 180.199.300.000.Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 360.000 1.000) C.000.5.000.000 180.000 C.000 270.3 C.3 C.6.000 540.000 1.7.NERACA DEPUTII PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 ASET AsetLancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000. _ .000 18.6 C.3 Rp Rp R Rp 180.2.1 C.1.5 C.000.000 C.2 J _.3 C.000) 180.000.6.Piutang Bukan Pajak Bagian LancarTagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 900.~t Lainnya JOMLAfiASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH.000 341.3 C.1.3 C.000.000.6.3.000 66.6.100.000 180.1.3.000 (180.4 C.4 C.000 180.000 180.000.000.000 133.1 C.300.1.4 180.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 II.500.7 C.000 5.97t:~O()()· C.000.1.2 C.1.8 C.11 C.000 180.000 300.000.1.000.000 900.2 C.5.2.TPA TPfTGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .1.000.000 150.1 C.6 Rp Rp Rp Rp Rp 2.3.9 C.10 C.6.200.000.000 180.000 (66.4.000.4 CA.7 C.2 C.300.000.000 (66.1 C.550.100.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan AsetTetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .5.000.500.6 C.2.

t.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 III. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Negara. DASAR HUKUM 1. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK. PENJELASAN UMUM A. KEBIJAKAN TEKNIS DEPUTI I PEMBINAAN AKUNT ANSI INSTANSI Rencana Strategis Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan kementerian negaral lembaga. 6. " Kementerian/Negara yang .2.IPSI 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. 4. Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada kementerian negarallembaga. Perbendaharaan 3. 7. akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah menuju Laporan Keuangan berkualitas. akurat dan transparan. Melalui peranan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. Pelaporan 5. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER- . Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 2.05/2007 dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Untuk mewujudkan tujuan diatas Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi berkomitmen dengan visi "mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan tentang Sistem Akuntansi Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. A. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 ini merupakan laporan konsolidasi dari seluruh jenjang struktural di bawah Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi yaitu wilayah dan serta satuan kerja yang bertanggung jawab atas anggaran yang diberikan. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Jumlah satuan kerja di lingkup Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi adalah 7 satker. yang menyampaikan laporan keuangan dan dikonsolidasikan sejumlah 7 satker (100%). pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian NegaralLembaga.3. A.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 Untuk mewujudkan visi tersebut Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan implementasi negara/Lembaga • Membina secara efektif Kementerian negara/Lembaga yang dihasilkan oleh dalam sistem pembinaan yang berkelanjutan kepada berkaitan Kementerian akuntansi pemerintah pemanfaatan informasi keuangan akuntansi yang diimplentasikan. PENDEKA TAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Penyusunan Laporan Keuangan Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi. Dari jumlah tersebut. dapat dilihat pada tabel berikut: Rincian satuan kerja tersebut . • • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya.

SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran. KEBIJAKAN AKUNTANSI Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. dan tidak mencatat jumlah nettonya . Disamping itu. Neraca. A. dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sebagai beikut: (1) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. yaitu dengan membukukan penerimaan brutto.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Tahun 2012 Rekapitu/asi Tabe/3 Jum/ah Satker UAKPA Jumlah Jenis Kewenangan Kode No Esl Uraian KP KO OK TP Jumlah Satker M 1 TM M 1 6 7 TM M TM M TM 02 02 Oeputi I Kanwil PAl Jumlah - - - - - - - 1 6 7 2 - Keterangan: M : Menyampaikan TM : Tidak Menyampaikan SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap. Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas brutto. dan Catatan atas Laporan Keuangan. persediaan. dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di Iingkungan pemerintahan.4.

terdiri dari kas. serta dapat diukur baik dalam satuan uang. menurut klasifikasi Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan ekonomi/jenis belanja. a. Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. kekayaan di dasar laut. Kas dalam bentuk val uta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs . Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. dan kandungan pertambangan.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). dan Aset Aset diakui pada saat diterima atau pad a dipakai. pengakuan belanja terjadi pad a saat pertanggungjawaban oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan atas pengeluaran tersebut disahkan Negara (KPPN). (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang aset ini dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Investasi. Aset Lancar Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan untuk direalisasikan. Dalam pengertian tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. saat hak kepemilikan berpindah. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. piutang. dan persediaan. oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. segera menjadi Aset Lancar. (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. Aset Tetap. Aset Iancar in. Aset diklasifikasikan Lainnya. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan.

bercorak minimum . Perediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir.000. (b). (c). Piutang dinyatakan hak dalam yang neraca telah menurut nilai surat yang timbul berdasarkan penagihannya. diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah. dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang kesenian. dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp10. harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. apabila diperoleh dengan pembelian. dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas. dikeluarkan keputusan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai bagian lancar TPAITGR.000 (sepuluh juta rupiah).Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 tengah 81 pada tanggal neraca. Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga ratus ribu rupiah). Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: (a). Aset tetap dilaporkan pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan. jalan/irigasi/jaringan. Persediaan perlengkapan adalah yang aset Iancar dalam untuk bentuk barang atau dimaksudkan mendukung kegiatan operasional pemerintah.

Iisensi dan franchise. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. paten. TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah. dan piutang jangka panjang. . Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). aset tetap. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. dan Aset Lain-lain.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 Piutang jangka Panjang Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. hak cipta (copyright). TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. dan Piutang Jangka Panjang Lainnya. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya.10 - . Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Aset Tak Berwujud.

Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). entitas pemerintahan lain. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 goodwill. hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. a. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. lembaga keuangan. dan hak lainnya. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. maupun Dana yang Dibatasi. . Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. Dalam konteks pemerintahan. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Penggunaannya. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan sebagai Kemitraan dengan Pihak Ketiga. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. b. atau lembaga internasional.

Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang NegarafD JKN . dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar. yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan 50% 100% 2. Kualitas piutang didasarkan pada kondisi masingmasing piutang pada tanggal pelaporan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 201lPMK. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Tabe/4 Pengg%ngan Kualitas Piutang Kualitas Piutang Uraian Penyisihan Lancar Kurang Lancar Belum dilakukan pelunasan s. Penilaian kualitas piutang dilakukan dengan mempertimbangkan jatuh tempo dan perkembangan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan 0.5% 10% Diragukan Macet Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 1. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang. perubahan penilaian karena perubahan kurs mata uang asing. (5) Ekuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran.06/20110 tentang Kualitas Piutang Kementerian NegaralLembaga Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih. (6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih Penyisihan Piutang Tak Tertagih Penyisihan Piutang Tidak Tertagih adalah cadangan yang harus dibentuk sebesar persentase tertentu dari akun piutang berdasarkan penggolongan kualitas piutang.d.

Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nemer 53/KMK. yang menyebutkan bahwa penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013. saat Penyusunan Laperan Keuangan Tahun 2012. .Penyusutan Aset Tetap (7) Kebijakan Akuntansi atas Penyusutan Aset Tetap Sampai .

000.00 15.000. Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel di bawah ini: .00 '150.00 atau 12.00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp150. Rincian Estimasi Pendapatan dan realisasi PNBP lainnya sampai dengan tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini: Tabel 5 Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP Estimasi Pendapatan Pendapatan Pendidikan Pendapatan Denda Keterlambatan Pendapatan Lain-Lain Rp135. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah PPAKP adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.000.00 120.00.000.000.00 30.0QO.000.0"6 Sedangkan untuk rincian PNBP lainya per Wilayah di lingkup Deputi I PAl adalah sebagai berikut: Tabel 6 Rincian Realisasi PNBP Lainnya per Wi/ayah Realisasi PNBPlainnya Kantor Wilayah PAl Jakarta Kantor Wilayah PAl Medan Kantor Wilayah PAl Makasar %dari keseluruhan 90.000. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah PENJELASAN AlAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.''13~.00 9.000.50 persen dibandingkan TA 2011 yang disebabkan oleh meningkatnya kegiatan pendidikan dan pelatihan pada PPAKP.000.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp135.000.000 atau mencapai 90.000.00 ".000.000.()O" 135:00().Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 B.QQQ.OP Realisasi PNBP Lainnya TA anggaran 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 15.00 6.000 Realisasi 150.

O~O. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 dapat dilihat pada tabel berikut ini: .000.OO.000 90.000 9.' 110.000 2.000...000.p/ .(JO(J: jio.000 5.25 2078 Pembinaan Akunlansi Inslansi unluk Laporan Posisi Keuangan Pebinaan Keuangan Jumlah Akunlansi Inslansi 1.400.000 10.000.000.. Lain-Lain .000 .j3~.000 700.000.> :< ··.000.•(JQQ'.000 3.000.000.000 70.000..000. ~~'-"-' "~"!'~'" .000.t '.: •:12.000 85.000.000 Pendapatan Keterlambatan Pendapatan i " Denda .000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/7 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No 1 2 3 Uraian TA2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Kenaikanl (Rp) (Penurunan) % 9.000 Realisasi Belanja (Rp) Uraian Kegiatan % Real thd Angg 2077 3.00 Realisasi belanja Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi pada TA 2012 adalah sebesar Rp 5.000.000.000.000 850.000 3.000.00 2079 1.000.850.000 6.000 atau sebesar 90.000 96.000.00 untuk Calalan Alas Laporan 6.000.400.000.57 100.00 persen dari anggarannya setelah dikurangi pengembalian belanja sebesar RpO.000 7.OOO· 1s:oijo .$0 Realisasi belanja Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi per kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2012 disajikan dalam tabel berikut: Tabe/8 Anggaran dan Realisasi Be/anja per kegiatan TA 2012 Kode Kegiatan Anggaran (Rp) Pembinaan unluk Anggaran Akuntansi Laporan Inslansi Realisasi 4.09 28.00 Pendapatan Pendidikan 120.ooo.

000.540.00 16.31 .000.000 2.890.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/9 Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja TA 2012 Kode Jenis Blj.000.000.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi.86 92.500.000 25.000 1.000. Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini Tabe/10 Perbandingan realisasi Be/anja TA 2012 dan 2011 Kode Jenis Belanja 51 52 53 Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Rp 3.000.000.000.530.000.000.530.000.000 1.050. 000 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.72 3.000.000 1. adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000.000 750.000.000. 400.00 392.000.000 1.400.000 3.000.000 1.000.000.000 3.500.()()11 • 600.000 2.000 3.000.000 870. Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Anggaran Realisasi Belanja ('Yo) 51 52 53 3.000.000 1.000.000 Realisasi Belanja Negara Rp5.000 2.000 500.000.000 390.650.91 82.000 90.300.000.000.500.000. 000.000 870.000.

000 30.000 390.500.000.000.000 Naikl (Turun) 15.000 22.000 180.500.000 60.000. Anak PNS Belanja Tunj. 000.000 450.000.000 37.38 11.000 dan Rp 2. Belanja Barang Rp870. PPh PNS Belanja Tunj.000 60.000 30.00 33.33 33.000.000.2.000.000. Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar 16 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja barang perjalanan dinas.33 50.000.uv.500.000 15.000 30.000.000 30.000.33 50.000. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/11 Perbandingan Be/anja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.OOO i4()().000 120.000. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/12 Perbandingan Be/anja Barang TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Perjalanan Dinas Realisasi Belanja Bruto Pengembalian I TA 2012 (Rp) 180.000.000 15. UmumPNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja TA 2012 (Rp) 2.000 600.000.000.000 75.00 25.000 TA 2011 (Rp) 1.000.000.500.<tOOQ.000. 000 (5()Q.000.000.500.000 dan Rp 750.000 7.OOO '19.500.00 Belanja 870.11 25.000 195.000 60.000.000 60.000 150.()()() m1\~I+~~.000 870.05 16.000 7.000.000.000 15.Laporan Keuangan Deputi J Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Belanja Pegawai Rp3.000 30.000.000 7.000.000 15.000.OOO. 000.000 30.000 . ~elanja Nettc> 120.000 315.OOQ~060 .400.000 22.000.00 I I 7.000 135.000 22.1 - - ~r~ijj~1N~tlO%i(4.1 Be/anja Pegawai Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp 3.000.500.000 22. 000.000 15.27 20.000.000.000.000.000 3.33 33.000 - - - Realisasi·.000.000 15. Lain-lain PNS Belanja Tunj.000 45. Suamillstri PNS Belanja Tunj.000 Naikl (Turun) 450.000 TA 2011 (Rp) 165.000.OOO.000 7. B.000.000.400.000 375.500.000 22.000.000 45.00 33. Fungsional PNS Belanja Tunj.000.000 45.000.000.500.00 .000.00Cl.33 15.000 % 27.000 750.10 8.650.000 45.500.000. 000 B. Struktural PNS Belanja Tunj.500.000.000 2.100.000.000.33 33.00 19.000 % 9.33 33.000.000.000.000 30.2. Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.000 750.000.500.000. Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan kenaikan belanja gaji pokok dan tunjangan seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai.000 7.000.2 Be/anja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp 870.

000 300.530.3 Be/anja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing 1.000. 000 Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392 kenaikan belanja modal tanah dan belanja modal gedung dan bangunan. 530. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel13 Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 TA2011 (Rp) Naikl (Turun) R Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya Realiasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja Perbandingan Uraian TA 2012 (Rp) 750.000.000.000.000 60.000 1. persen antara lain disebabkan sebesar Rp Rp1.000.000.31 .000.000 30.140.000.000 390.000.000.000 330.530.00 110.00 100.000.000 60.000 630.000 dan Rp 390.000.000.2.000 % 750.000.000.000 120.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Belanja Modal B.00 392.000 30.000.000.000 1.

000. dan di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UPITUP yang belum dipertanggungjawabkan atau disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal Rincian posisi Kas di Bendahara Pengeluaran per Wilayah adalah sebagai berikut: Tabe/14 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran per Wi/ayah Kenaikan IPenurunan 1 2 3 4 Deputi I PAl Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 50.000.000 yang mencakup seluruh kas.000 yang merupakan kas yang dikuasai.000.POS NERACA C.000 C..000.000 10. yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak.000 60."o.000.000 50.000 30.l[tiii Sedangkan rincian saldo tersebut sudah disetor seluruhnya ke kas negara sebagai berikut: Tabe/15 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran 1 2 3 4 Deputi I PAl Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 60.000 60.000.000 20.000.000.1.000. Aset Lancar Kas di Bendahara Pengeluaran Rp 180.1.000 30.000 30.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 C. PENJELASAN ATAS POS. 000 C.000.000.000 dan Rp150.000.000 o ~ .000 10.000 60.000 30.000. .1. 000. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca.000 30.000.1.000.2 Kas di Bendahara Penerimaan Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing adalah sebesar Rp180. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai. Kas di Bendahara Pengeluaran Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp180.tt.000.000. dikelola.000 10.000 dan Rp150.000.000.000 Kas di Bendahara Penerima Rp 180..

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Rincian Posisi Kas di Bendahara Penerimaan per Wilayah adalah sebagai berikut: Tabe/16 Rincian Posisi Kas di Bendahara Penerimaan per Wi/ayah 31-Dec-12 1 2 3 4 Deputi Kanwil Kanwil Kanwil I PAl PAl Jakarta PAl Medan PAl Makasar 60.000 30.000 30.000 30.OQO .000. baik saldo rekening di bank maupun uang tunaL Rincian Realisasi Kas Lainnya dan Setara Kas per Wilayah adalah sebagai berikut: Tabe/18 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Wi/ayah No Nama Kantor Wilayah KantorWilayah PAl Jakarta Kantor Wilayah PAl Medan Kantor Wilayah PAl Makasar Jumlah Tahun 2012 Tahun 2011 1 2 3 120.000. 20.000.000 Kenaikan IPenurunan Sedangkan rincian saldo tersebut sudah disetor seluruhnya ke kas negara sebagai berikut: Tabe/17 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan 1 2 3 4 Deputi I PAl Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 60. 30.000..000..000 Kas Lainnya dan Setara Kas Rp 180.000.000.000 30.000 60. .000.000 60.000 20..000 yang merupakan kas berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UPffUP.000 dan Rp150.000.000.000 60.000 C.00C 110.000..000 _ .000.1.000 30..3 Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp180..000.000.000.000 30.00C <.000 60.000 '18Q.000.000.000.00C 30.000.000.000.()OC).

000 masing sebesar Rp180.00 dari Kanwil PAl Medan.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp60.000.000. Rincian Piutang Bukan Pajak per wilayah Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi.000.000. Mutasi pengurangan berupa pelunasan Tahun 2012 sebesar merupakan Piutang Sewa dari Rp30.000. .000. Piutang Bukan Pajak C.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/19 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No.000. 000.000.000.000.000 Rp 180.000 Rp 60.00 Kanwil PAl Jakarta.000 Rp 60.OO) Rp180.000 hak atau klaim pihak lain atas uang.000.000 Jumlah tersebut di atas telah diselesaikan dengan melakukan penyetoran dan pendistribusian kepada pihak yang terkait. 1 2 3 Keterangan Jumlah Jasa Giroyang belumdi setor ke kas negara Gaji bulanDesember2012yang belumdibayarkan Pengembalian Belanjabelumdisetor ke kas negara Jumlah Rp 60.4 Piutang Piutang Bukan Pajak Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masingyang merupakan semua Rp 180.000.000 dan Rp150.000.00 Mutasi tambah: . yang keseluruhannya 2012 adalah sebagai berikut: merupakan piutang sewa. per 31 Desember Tabe/20 Rincian Piutang Bukan Pajak per Wi/ayah 1 2 3 Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Saldo per 31 Desember 2011 Rp150.Piutang sewa Mutasi kurang: .OO (Rp30.000.000.000. barang atau jasa yang dapat dijadikan kas dan belum diselesaikan pada akhir tahun anggaran.000.000.1.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp60.

merupakan TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal berupa angsuran atas penjualan rumah negara.000 2.000 C.000 C.000.6 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran {TPA} Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing TPA adalah adalah sebesar saldo neraca Rp180.000 100.00% 100.5 Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih .5% 10.300.000.000.000 20.000 20.000.000.1.000 100.000 2.000.000.000 20.000.000 20.000 Lancar Kanwil PAl Jakarta KurangLancar Macet Lancar Kanwil PAl Medan KurangLancar Macet Lancar Kanwil PAl Makasar KurangLancar Macet BL TPA Rp180.Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek per 31 dan Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp66.OO Rp60.000 20.00% 100.000.000 Rp66.OO Rp60.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.000.OO .00.000. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/22 Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) per Wi/ayah Jumlah 1 2 3 Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar 3 3 3 Rp60.000.000.00% 100.000.000 20.000. piutang jangka Berikut disajikan perhitungan penyisihan piutang tak tertagih jangka pendek untuk masing-masing kantor wiiayah: Tabe/21 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Uraian Kualitas Nilai Piutang 20.000.000.00 dan Rp120.00% 100.00% 0.000 20.Piutang Bukan Pajak Rp 66.000 2.000.000.000.000 20.000.000.1.000 Jangka Pendek per wi/ayah Penyisihan Nilai Penyisihan 0.000.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 20.000.000 20.300.000.000 66.000 20.00% 0.000.5% 10.5% 10.300.

Mutasi pengurangan berupa pelunasan TPA pada Tahun 2012 sebesar Rp60.Bag.5% 10.000.300.000 20.000.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan .000.1.00% 0.000.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp120.000.000.000 40.000.000.000.000.000.000 C.000 4.300.000.00 dari 4 (empat) orang Kanwil PAl Medan.00% Nilai Penyisihan 100.00 dan Rp 6.. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing wilayah: Tabe/23 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) per Kanwil Uraian Kualitas Nilai Piutang 20.000 20.000 Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Jumlah Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet 180.00 merupakan TPA penjualan rumah dinas dari 2 (dua) orang Kanwil PAl Jakarta.000.000.·Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Rp120.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp120.000 40..000 C.TPA Peniualan Rumah Mutasi kurang: .000 Penyisihan 0.300. Lanear TPA Rp 66.00) Rp180.000.000 2.000.00% 100.000.000.000.8 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Rugi (TP/TGR) Tuntutan Ganti Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp180.dan Rp120.0000.000.000.000.000.00% 100.000.000 40.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.000.1. Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 200.000.000.000 40.5% 10.7 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebesar Rp66.000.000 20.00 Mutasi tambah: .000 BL TGR Rp180.00 (Rp60.000 66.

000. 000.000.TGR Haris.00 yang merupakan estimasi atas Tuntutan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing Berikut disajikan Perbendaharaanl perhitungan Penyisihan Bagian piutang.00 merupakan pembayaran roda 4 Rp80.000.00 merupakan TGR atas kehilangan sepeda motor dari 3 (tiga) orang Kanwil PAl Jakarta dan 1 (satu) Kanwil PAl Medan dan kendaraan Makasar Mutasi pengurangan sebesar Rp60.000. 1 2 3 Uraian Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .9 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan I Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Tertagih .300.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang. 00) Rp180.000. Nuri dan Sahin Mutasi kurang: .000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp40.000.00 Rp120.300. Penyisihan Piutang Tak C.000.000. 000.000.000.00 dari Kanwil PAl TGR dari Kanwil PAl Jakarta.000.1. Tuntutan wilayah: Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masing-masing .000.OO (Rp60.00 ketidaktertagihan dan Rp6. Lanear TPITGR Rp 66. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Rugi (TPITGR) per tanggal31 Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/24 Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ (TPITGR) per wi/ayah Tuntutan Ganti Rugi No.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp120.000.000 Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp66.000.Bag. Anank.

00 dan RpO Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan.000. dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: .00% 100.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/25 Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Rugi (TPfTGR) per wi/ayah Uraian Kanwil PAl Jakarta Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 20.000.5% 10.000.000.000 20.000.00% 100.00 dan Rp12.000. Persediaan Rp 18.000 C.000.1.000 66.000 4.00.000.000.000 20.1.000.00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa No.000.000 40.11 Persediaan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar Rp18. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp 360.5% 10.000.000.000. Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di jalan Budi Utomo.300.00% 0.000 40.10 Belanja Dibayar Di Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp300.000. S-234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012.000 Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Belanja Di Bayar Di Muka Rp 300.000 Penyisihan 0.000 200.000.000.00% Ganti Nilai Penyisihan 100.000 20.000 40.000.000 40. Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual.000.000 C.000 2.000.

00 dan Rp3.000.000.000.000 3.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000 180.000.000 Rp 12.000.200. Uraian 1 Barang Konsumsi 2 Barang Untuk Pemeliharaan 3 Suku Cadang 4 Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah 5 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2012 3.000.000.000.000.000.000.2 Aset Tetap Saldo aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp4.00 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan kegiatan operasional entitas.000.000.000.000.000 3.000 3.000 750.000 Rp Rp Rp Rp 2011 3.000.00.000 5 6 3.000.000.000.000.000 6.000.000 3.00 Rp75.OO (Rp69. 1 2 3 4 digunakan dalam Uraian Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31-Des-12 2.530.000.000.000 C.000 3.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/26 Rincian Persediaan No.550.000.000.000 120.2.000.000.000 180.00 Aset Tetap Rp 4.000. Tidak terdapat perbedaan antara Belanja Modal Tanah dengan perolehan tanah dari transaksi .000 C.000 1.000.000.800.1 Tanah Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp2.000 4.000.000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31-Des-11 1.000.00 dan Rp1.000.550.800. Rincian Aset Tetap Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember adalah sebagai berikut: Tabe/27 Rincian Aset Tetap No.000.000.530.000 150.Habis pakai Rp12.000.000.000.000 270.000 180.000.000 150.000.000.000.000.OO) Saldo per 31 Desember 2012 Rp18.000 3.000 18.530.pembelian Mutasi kurang: .

000.00 Rp250.2 Peralatan dan Mesin Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp150. 00 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijeiaskan sebagai berikut: a. Transaksi penambahan transfer in berupa serah terima tanah dari Kementerian Lingkungan hidup ke Kanwil PAl Rp250. Transaksi penambahan berupa pembelisan tanah pada Kantor Wilayah PAl Jakarta sebesar Rp300.00.OO (Rp5. 000. 000.000. 000 .550.000. Rincian saldo tanah per 31 Desember 2012 disajikan dalam lampiran.00 Rp160. c.000. b.000.000. Saldo per 31 Desember Mutasi tambah: .00) Rp2.koreksi pencatatan Mutasi kurang: . Penambahan koreksi pencatatan atas luas tanah Kanwil PAl Medan sebesar Rp60. 000. Kenaikan nilai peralatan dan mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 150. Kenaikan nilai tersebut diakibatkan karena Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta melakukan pengadaan tanah baru yang terletak di JI Budi Utomo.00 daDeputi I PAl sebesar Rp45.000. Transaksi Pengurangan transfer out ke pemda Medan sebesar Makasar sebesar Rp5.00 dan Rp120.000.pembelian .000. Para/atan dan Masin Rp C.000.00.000.000.800.000.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 pembelian. 000. Jakarta sesuai dengan akta jual beli nO.2.OO.000.Transfer out Saldo per 31 Desember 2011 Rp1.transfer in . d.000.00 Rp345.00 dari Kanwil PAl Medan.000.00.000.003/Akta/2012 tanggal 10 Oktober 2012.000.000.000.000.000.

00 Terdapat pembelian perbedaan dengan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah dan Rp750.1 IKBAP/Kep/lV/2012 Gedung dan Bangunan Rp 1. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp15. Penambahan pengaktifan dan 3 unit Laptop dari Wilayah PAl Medan.00 dan diklasifikasi tetap ke aset lain-lain.2.000.000.000.200.000.OO Rp12.00 merupakan berdasarkan hibah nilai 12 buah televisi dari perseorangan yang pencatatannya pad a berita acara serah terima (BAST).000.200.00 Rp45. d.000. e.000.000. Hibah tersebut sudah dilaporkan ke DJPU Kementerian pengesahan.000.000.00.hibah .000. melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan yang telah kembali 3 unit PC dari Wilayah PAl Medan dihentikan penggunaannya sebesar Rp3.000. Pengurangan penggunaannya melalui sebesar penghentian mesin pemotong rumput dari dari aset Keuangan dan telah memperoleh registrasi dan Rp15.000.OO Rp3.OO) (Rp15.000.000.000.000.000.OO) Rp150. berdasarkan SK penghapusan tanggal 25 Agustus 2012 Nomor: 2382.000.Penghentian aset dari penggunaan .000. Penambahan melalui hibah sebesar Rp12.00 merupakan proyek pembangunan gudang pada Kanwil PAl Jakarta yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai dan diklasifikasikan sebagai Konstruksi dalam Pengerjaan .000.000. Penambahan dari pembelian dari Wilayah 3 unit personal PAl Jakarta komputer (PC) senilai senilai Rp15.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .penghapusan Saldo per 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan Rp120.00 peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a. antara belanja Perolehan modal Gedung dan dan Bangunan dari gedung bangunan sebesar Rp180.00 penghapusan merupakan 1 unit kendaraan bermotor.000.000. c.reklasifikasi dari aset lainnya Mutasi kurang: .00.000.000 C.00 Rp30.OO (Rp15.3 Gedung dan Bangunan Nilai gedung dan bangunan Rp1.000.000.pembelian .000.000.000.000.000.000.00 b.

Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp150. 000.000. 000 C.000. jalan.00 b.000.000.000.2.000. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp105.000.00 merupakan penyesuaian kuantitas karena kesalahan pencatatan di tahun sebelumnya.koreksi pencatatan nilai Mutasi kurang: .000. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan. Jalan.000.00 yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi. . Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp180.200.00 dan Rp150.000.000.000.koreksi pencatatan nilai Saldo per 31 Desember 2012 Rp750.000.00) Rp1.OOdan Rp180. Aset Tetap Lainnya Rp270.000.000. dan irigasi yang dimiliki oleh Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi selama tahun 2012.000.peralatan dan mesin. Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp150. 000.00 Rp450.000. jaringan.000.pembelian . irigas dan jaringan. c.000.00 Rp150. Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk Musolla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kanwil PAl Jakarta dan saat ini sedang diidentifiaksi untuk selanjutnya akan diajukan untuk mendapatkan nomor register.00 dan internet Rp75. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk pembangunan 3 unit gedung perpustakaan senilai Rp450.000 C.000. gedung dan 'bangunan.000.000. lrigasi dan Jaringan Rp 180.000.000.000.000. Irigasi dan Jaringan Saldo Jalan.4 Jalan.00 yang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah.000.000.00 (Rp150.5 Aset Tetap Lainnya Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp270.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .2.00 Transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin dapat dijelaskan sebagai berikut: a.OO.

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 keseluruhannya berasal dari pembelian berupa alat musik modern Rp75.000.000,00 dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp45.000.000,00

Konstruksi da/am Pengetjaan Rp 180.000.000

C.2.6

Konstruksi

Dalam Pengerjaan (KDP)

Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp180.000.000,00 dan RpO,OOyang merupakan pembangunan gedung kantor yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.

C.3. Piutang Jangka Panjang
Tagihan Penjua/an Angsuran Rp 120.000.000

C.3.1 Tagihan Penjualan Angsuran

Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.000.000,00 dan Rp120.000.000,00

merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan. Adapun rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Tabel28 Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Uraian Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Jumlah Debitur Jumlah Rp40. 000. 000, 00 Rp40. 000. 000, 00 Rp40. 000. 000, 00 Rp120.000.000,OO

3
2 1

Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut:

Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - TPA penjualan rumah dinas Mutasi kurang: - Reklasifikasi menjadi BL TPA - Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012

Rp120.000.000,OO Rp180.000.000,OO (Rp120.000.000,00) (Rp60.000.000,OO) Rp120.000.000,00

Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp180.000.000,OO merupakan TPA penjualan rumah dinas dari Kanwil PAl Jakarta.

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Mutasi pengurangan sebesar Rp180.000.000,00 merupakan pelunasan TPA serta reklasifikasi menjadi bagian lancar.

Penyisihan

Piutang tak

C.3.2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Tagihan Penjualan Angsuran

Tertagih- Tagihan Penjualan Angsuran Rp

Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp63.150.000,00 dan Rp6.000.000,00, yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih - Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing wi!ayah:
Tabe/29 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) Uraian Kanwil PAl Jakarta Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 10.000.000 10.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 40.000.000 ... Penyisihan 0,5% 10,00% 100,00% 0,5% 10,00% 100,00%
.

63.150.000

Nilai Penyisihan 50.000 1.000.000 20.000.000 100.000 2.000.000 40.000.000 63.150.000

Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar

.. ...

.

Tuntutan Perbendaharaan Rp

C.3.3

Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan

Ganti Rugi (TP/TGR)

120.000.000

Nilai Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per
31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp120.000.000,OOdan

Rp120.000.000,00.

Tuntutan

Perbendaharaan

adalah

tagihan

kepada

bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian negara. Sedangkan Tuntutan Ganti Rugi adalah tagihan kepada pegawai bukan bendahara untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Tabe/30 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Uraian Kanwil PAl Jakarta Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar Jumlah Debitur

Ganti Rugi (TPITGR) Jumlah Rp40.000.000,00 Rp40.000.000,00 Rp40. 000. 000, 00 Rp120.000.000,00

3
2 1

Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - TGR Kehilangan komputer - TGR Kehilangan motor Mutasi kurang: - Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TP/TGR Saldo per 31 Desember 2012

Rp120.000.000,OO Rp20. 000. 000, 00 Rp40. 000. 000, 00 (Rp60. 000. 000, 00) Rp120.000.000,OO

Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp20.000.000,00 merupakan TGR atas kehilangan sepeda motor dari 3 (tiga) orang pegawai Kanwil PAl Jakarta dan 1 (satu) pegawai Kanwil PAl Medan dan Rp40.000.000 kehilangan kendaraan roda 4 dari Kanwil PAl Makasar. Mutasi pengurangan sebesar Rp60.000.000,00 merupakan reklasifikasi TGR dari Kanwil PAl Jakarta.
Peny;s;han P;utang tak Tertagih - Tuntutan Perbendaharaan 63.150.000 Rp

C.3.4

Penyisihan

Piutang

Tak

Tertagih

Tagihan

Tuntutan

Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR)

Saldo Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp63.150.000,00 dan Rp6.000.00 merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Tagihan 0,00, yang Tuntutan

Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing wilayah:

Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Tabe/31 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR)
Uraian Kanwil PAl Jakarta Kualitas Lancar Kurang Lancar Macet Lancar Kurang Lancar Macet Nilai Piutang 10.000.000 10.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 40.000.000 Penyisihan 0,5% 10,00% 100,00% 0,5% 10,00% 100,00% Nilai Penyisihan 50.000 1.000.000 20.000.000 100.000 2.000.000 40.000.000 63.150.000

Kanwil PAl Medan Kanwil PAl Makasar
.

Aset Lainnya Rp

C.4. Aset Lainnya Jumlah Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp133.500.000,00 dan Rp175.500.000,00 yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke da/am aset lancar maupun aset tetap. Nilai Aset Lainnya pada tanggal pelaporan tersebut terdiri dari:
Tabe/32 Rincian Aset Lainnya
No. 1 2 Uraian Aset Tak Berw ujud Aset Lain-Lain
...... Rp Rp

133.500. 000

2012 25.500.000 108.000.000 133.500;000
Rp Rp

2011 25.500.000 150.000.000

····Jumlah

RP

Rp 175.500.000

Aset Tak Berwujud Rp

C.4.1

Aset Tak Berwujud

25.500.000

Saldo aset tak berwujud (ATB) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp25.500.000,00 dan Rp25.500.000,00. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki, tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak Berwujud pada Deputi Pembinaan Akuntansi Instansi pada PAl Wilayah Jakarta berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor. Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Tabe/33 Rincian Aset tak Berwujud
No. Uraian Microsoft office Avira Antivirus MYOB Accounting Jumlah Nilai

1

2
3

Rp Rp Rp Rp

7.500.000 3.000.000 15.000.000 25.500.000

000.000.OOO.000. Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp18.en ha usan BMN SaJdo er 31 Desember 2012 Transaksi penambahan dan pengurangan Rp150.5.reklasifikasi dari aset tetap Mutasi kurang: .000. Instansi serta dalam proses penghapusan dari Adapun mutasi aset lain-lain adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.OO sesuai dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta No.000.2 Aset Lain-Lain Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp108.000.00 yang tidak lagi digunakan dalam operasional kantor dan dalam kondisi rusak berat. Kep-234/Asetl05/2012 tanggal 25 Agustus 2012 • KEWAJIBAN C. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Deputi I Pembinaan Akuntansi Wilayahnya adalah sebagai berikut: Instansi per . Penghapusan kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp36.4.00 merupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.000.5.000 C.OOO.OOO.OO aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp12.00 dan Rp150.000.000.000.en unaan kembali BMN an dihentikan .000.00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional Deputi I Pembinaan Akuntansi BMN.000. S234/KBAP/Asetl2012 tanggal13 Juni 2012.OO Rp12.00 dan Rp150.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Aset Lain-Lain Rp 108.000.000 C.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp180.000. Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketiga Rp 180.000.000.OO sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta no.

000.000.000.000 Rp20.000.4 Pendapatan Diterima Dimuka Dimuka Rp 180.1 Cadangan Piutang 299.000. 100.000 Utang kepada Pihak ketiga lainnya Rp30.000.000 Rp30.000.000.3 Pendapatan Yang Ditangguhkan Jumlah Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360.000.000 Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp341.000.000 Uraian Kantor Wilayah PAl Jakarta Kantor Wilayah PAl Medan Kantor Wilayah PAl Makasar Rp70.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/34 Rincian Utang kepada Pihak Ketiga Belanja Pegawai yang Masih Harus Dibayar Belanja barang yang masih harus dibayar Rp20.000.000.000 Rp10.00 merupakan UPfTUP yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara Pengeluaran pada tanggal pelaporan.100. Pendapatan Diterima C.5.00 dan Rp150.000 Jumlah Pendapatan Diterima di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar Rp180.000.00 dan Rp150.000.2 Uang Muka dari KPPN Rp 180.5.000.000.000 Rp30.OOmerupakan jumlah ekuitas dana lancar Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi dalam bentuk piutang setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.000.6.000.00 merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetorkan ke Kas Negara pada tanggal pelaporan. namun barang/jasa kepada pihak ketiga.000. EKUITAS belum diserahkan Ekuitas Dana Lancar Rp C.6.000.000. Ekuitas Dana Lancar C.000.000 Rp10.000.000.000. . Pendapatan Ditangguhkan 360.000.00 dan Rp300.000 Rp60.000 Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp180.000 Rp100.5.00 merupakan pendapatan yang sudah masuk ke kas Negara.000.000.000 Total Uang Muka dari KPPN C.000 Yang Rp C.OOdan Rp312.

200.000. Ekuitas Dana Investasi Rp 4. merupakan ekuitas dana Barang/Jasa lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.200.000.4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp180.00 ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain .000.000.00 Rp3.00 minus Rp150.000.000.000.2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp247.6.000.000.000.000.000.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap dalam Aset Tetap per 31 Desember dan 2012 dan 2011 merupakan Jumlah Diinvestasikan adalah sebesar Rp4.000.000.000.OOPerkiraan tersebut merupakan Barang/Jasa masing sebesar Rp300.000.00 Perkiraan merupakan bagian dari ekuitas dana yang disediakan untuk pembayaran jangka pendek.2 Jumlah masing ekuitas Cadangan Persediaan Cadangan sebesar Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 masingjumlah bentuk Rp18.00 dan Rp12.000.Laporan Keuangan Deputi I Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 C.6.OO merupakan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan Aset Lainnya. . Ekuitas Dana Investasi C.000.000.7.000.500. 000 C. C.7.000.00.4 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingdan RpO.OO merupakan Akuntansi Instansi dalam dana lancar Deputi I Pembinaan persediaan. C.777.6. C.7.6.530.00 jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap. C.00 yang Masih Harus Diserahkan dan minus Rp150.00 dan Rp403.3 Dana yang harus disediakan Pendek untuk pembayaran Utang Jangka Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan dan 2011 masing-masing sebesar minus tersebut utang Rp180.

5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Tidak terdapat pengungkapan lain-lain pad a Deputi I Pembinanaan Akuntansi Instansi .1 KEJAOIAN-KEJAOIAN Tidak terdapat kejadian-kejadian penting setelah tanggal neraca.4 REKENING PEMERINTAH Daftar informasi rekening pemerintah disajikan sebagaimana dalam lampiran 0.Laporan Keuangan Deputi I Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 O.3INFORMASI PENOAPATAN DAN BELANJA AKRUAL dalam Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana lampiran. PENGUNGKAPAN PENTING LAINNYA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA 0. 0. 0. 0.2 TEMUAN DAN TINDAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana da/am lampiran.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- '5 IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA CONTOH LAPORAN KEUANGAN TINGKAT KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Laporan Keuangan Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 2012 Jalan Jenderal Sudirman NO.12 Jakarta 11000 .

tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. dan Catatan atas Laporan Keuangan.05/2011 Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.05/2007 sebagaimana tentang telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. Neraca. Purbohadi K NIP 19550212 198708 1 001 . Badan Pembinaan Akuntansi lnstansi adalah salah satu entitas pelaporan yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran. Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai Pengguna Anggaran/Barang mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya. Jakarta. Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pemakai laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitasl pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan negara pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi. dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012.KATAPENGANTAR Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.. Disamping itu laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)... Penyusunan Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.. Januari 2013 Kepala.

Kebijakan Teknis A. Catatan atas Laporan Keuangan A.5. Kewajiban Jangka Pendek C.1.1.3.3. Aset Lainnya C.1..2. Aset Lancar C. Pengungkapan Penting Lainnya 0.6. Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Neraca 0.? Ekuitas Dana Investasi O.2. Neraca III. Ekuitas Oana Lancar C. Kebijakan Akuntansi B. Penjelasan atas Pos-pos Neraca C. Dasar Hukum A. Penjelasan Umum A.S.1. Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual 004. Rekening Pemerintah 0. Pengungkapan Lain-lain Laporan-Iaporan Pendukung LRA Pendapatan dan LRA Pengembalian Pendapatan LRA Belanja dan LRA Pengembalian Belanja Neraca Percobaan Laporan Barang Pengguna Lampiran Tindak Lanjut atas Temuan BPK Oaftar Informasi Pendapatan dan Belanja secara Akrual . Temuan dan Tindak Lanjut Temuan BPK 0. Belanja Negara C. Piutang Jangka Panjang CA.4.- - - -- -- - - -- - ---- - - DAFTARISI Kata Pengantar Pernyataan Tanggung Jawab Daftar Isi Daftar T abel Ringkasan I. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran B.2. Aset Tetap C. Laporan Realisasi Anggaran II. Pendapatan Negara dan Hibah B.3. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan A.2.

Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan (TPrTGR) Per Eselon I Ganti Rugi Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Tabel32 Tabel33 Tabel34 Rincian Aset Lainnya Rincian Aset Tak Berwujud Per Eselon I Rincian Utang Kepada Pihak Ketiga .- - DAFTAR TABEL Tabel1 Tabel2 Tabel3 Tabel4 Tabel5 Tabel6 Tabel7 Tabel8 Tabel9 Tabel 10 Tabel11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel20 Tabel21 Tabel22 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 Ringkasan Neraca Per 31 Desember 2012 dan 2011 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Penggolongan Kualitas Piutang Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi Pendapatan Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja menurut Program TA 2012 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2012 Perbandingan Realisasi Belanja TA 2012 dan 2011 Perbandingan Belanja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran per Eselon I Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Eselon I Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Eselon I Rincian Penyetoran Kas Lainnya dan Setara Kas Rincian Piutang Bukan Pajak per Eselon I Rincian Penyisihan Piutang TaK Tertagih-Piutang Jangka Pendek Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Eselon I Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Per Eselon I Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanrTuntutan Ganti Rugi (TPrTGR) Tabel26 Tabel27 Tabel28 Tabel29 Rincian Persediaan Rincian Aset Tetap Rincian Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Per Eselon I Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .

JENDERAL SUDIRMAN NO TELEPON 021 222015. adalah merupakan tanggung jawab kami.623454.BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI GEDUNG NAKULA SADEWA LANTAII. FAXIMILE 02125052276 12 JAKARTA Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran. Purbohadi K NIP 19550212 198708 1 001 . Laporan intern Keuangan tersebut dan telah disusun isinya telah berdasarkan menyajikan sistem informasi pengendalian pelaksanaan yang memadai. Jakarta. Neraca. anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Januari2013 Kepala. dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2012 sebagaimana terlampir. JL.

dan peraturan perundang-undangan lain yang terkait. dan dan pelaporan transaksi dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Oleh karena itu. pengukuran. Berdasarkan reviu kami tidak terdapat perbedaan yang menjadikan kami yakin bahwa Undang- laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. . kami tidak memberi pendapat semacam itu. serta kesesuaian pengakuan. dan Catatan Atas Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pad a tanggal tersebut. keandalan. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. keabsahan informasi. Pebruari 2013 Inspektur.PERNYATAAN TELAH DIREVIU LAPORAN KEUANGAN BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI TAHUN 2012 Kami telah mereviu Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi anggaran 2012 berupa Neraca per tanggal 31 Desember 2012. Semua informasi yang dimuat dalam laporan keuangan adalah merupakan penyajian manajemen Badan Pembinaan Akuntansi InstansL Reviu bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas mengenai akurasi. Reviu mempunyai ruang Iingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang bertujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Instansi untuk tahun Laporan Realisasi Anggaran.

000.0000. Neraca.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi /nstansi Tahun 2012 RINGKASAN Berdasarkan Pasal 55 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.000. dan Catatan atas Laporan Keuangan kepada Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal.00 atau mencapai 90 persen dari estimasi pendapatan sebesar Rp300.000.000. tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Lembaga selaku Laporan Pengguna Keuangan Menteri/Pimpinan dan Anggaran/Pengguna Barang menyusun menyampaikan Kementerian NegaraiLembaga (LKKL) yang meliputi Laporan Realisasi Anggaran.0000.000.000.00 Pendapatan Negara Belanja Negara .05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.000.000. Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Tahun 2012 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).05/2007 Keuangan Pemerintah Pusat.00 10.00 Realisasi 270.000.000.000.00 12.000.000.00 % Realisasi thd Anggaran 90.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan 233/PMK.000. Tabe/1 Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran TA 2012 dan 2011 TA2012 Uraian Anggaran 300.000.000.00.00 90.00 atau mencapai 90 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp12.000.000.800000.080.00 TA2011 Realisasi 240. Realisasi Belanja Negara pada TA 2012 adalah sebesar Rp10.00 7.000. Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya. Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2012 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp270.00. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2012. dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP).800.

000 8.000.867.000.00 300.558.000 9.000 6.00 yang merupakan Kewajiban Jangka Pendek.000.00.000.000.00 dan Aset lainnya sebesar Rp267. Sementara itu jumlah Ekuitas Dana adalah sebesar Rp10.93) 46.71 51. yang terdiri dari Ekuitas Dana lancar sebesar Rp735.00.425.000 3. dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp9.000.01 Catatan atas laporan Keuangan (CalK) meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.000.000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi /nstansi Tahun 2012 Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset.000 62.000.301.000.000 1.66) (29.000 (Rp) 1.000 8.000 1.000.000.000.000 20.000 9.000.000.535.000 3.000.000.060.297. Aset Tetap sebesar Rp9.597.000 3.600.500.000.000.000.000.000 2. Termasuk pula dalam Catatan atas laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapanpengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.000.000 6.00.425.000.535.000 (Rp) % 977.16 (25.500.00. dan ekuitas dana pada 31 Desember 2012 dan 2011 Jumlah Aset adalah sebesar Rp12.00.000) (84.000 267.22 51.000.000.000 (116.766.000 6.000 12.000.000.000) 3.000 10.000 2.000 351.000.600.301.000.000.000.000.00 Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Jumlah Ekuitas Dana Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 58.800.160.000.24 42.00. kewajiban. .000.925.000.500.000.766.100.00 yang terdiri dari Aset lancar sebesar Rp2.000.01 1.800.167.200.000.501. Jumlah Kewajiban adalah sebesar Rp1.876.000.000 12.501.160.000. Piutang Jangka Panjang Rp339.64 46.859.301.000. Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 dapat disajikan sebagai berikut: Tabe/2 Ringkasan Neraca per 31 Desember 2012 dan 2011 Tanggal Uraian 31 Des 2012 Neraca 31 Des 2011 Kenaikanl (penurunan) (Rp) Aset Aset Lancar Aset Tetap Piutang Jangka Panjang Aset Lainnya Jumlah Aset Kewajiban Kewajiban Jangka Pendek Ekuitas Dana 735.000 339.000 550.500.000 456.000.

1 B.100.000.000 1. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Jumlah Belanja 6.000 BELANJA 1.000 10.000.000. LAPOARAN REALISASI ANGGARAN BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR SAM PAl DENGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 Penerimaan Negara Bukan Pajak Jumlah Pendapatan 300.000 3.800.000.740. 3.2.000.2.000.000 .Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 I.600.000 270.000.060.000 3.000.300.2.000.000.3 270.2 B.000 6.2 B.000 2.000.000 B.000.000 12.000.000. 2.000 300.

11 C.000.5 C.000.3 C.Piutang Bukan Pajak Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Penyisihan Piutang Tak Tertagih .1.2.000 C.000) 360.1.3 C.6 C.1.6.000 540.000 360.3 C.4.09U.000.7 C.000.1.000.1 C.4 C.000 360.160.3.000.000.1.000 C.1 C.6 C.5.2 C.000.4 C.4 C.000.6 C.000 2.3.12 C.OOO.5.2.9 C.000 360.1 C.5 C.000 2.pOO.2 C.800.1 C.000 216.000 809.3 C.000 C.000.7 C.2 Rp R R R 51.000.000.3.000 360.1.000 1.2.4 Rp Rp Rp R R Rp 360.535.000 267.000 12.TPA TPITGR Penyisihan Piutang Tak Tertagih .8 360.000.000 C.000.000 (71.000.000 (100.000 1.800.4 Rp Rp Rp Rp Rp Rp R Rp 5.000.1.2.000 720.3 C.000.000.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 II.1.5 C.7.000.000.3 C.000.000 10.000.4.7.TPITGR Jumlah Piutang Jangka Panjang (Bersih) Aset Lainnya Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Jumlah Aset Lainnya JUMLAHASET KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang Kepada Pihak Ketiga Uang Muka dari KPPN Pendapatan yang Ditangguhkan Pendapatan Diterima Dimuka Jumlah Kewajiban Jangka Pendek JUMLAH KEWAJIBAN EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Cadangan Piutang Cadangan Persediaan ~:~~:kang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Dana Lancar Badan Layanan Umum Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Ekuitas Dana Investasi JUMLAEK:UlrASDANA C.000 600.1 C.6.000 36:<>00.1.NERACA BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI NERACA PER 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Bank Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Kas Lainnya dan Setara Kas Kas pada Badan Layanan Umum Jumlah Kas dan Bank Piutang Piutang Bukan Pajak Penyisihan Piutang Tak Tertagih .2 C.000.4 Rp Rp Rp R Rp 360.000 360.5.000.400.2.100.Bagian Lancar TPA Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Ganti Rugi Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 9.7 .1 C.6.000.6.2 C.6.2.2.1.6 C.000.5.1.000.000.000.000 100.5 C.000 360.2 C.000) 360.000 1.000 100.2 C.2 C.000 300.1.10 C.301.6.Bagian Lancar Tagihan TGR Jumlah Piutang (Bersih) Belanja Dibayar Dimuka Persediaan AsetTetap Tanah Tanah Badan Layanan Umum Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan lrigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Aset Tetap Piutang Jangka Panjang TPA Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000.3.1 C.()oO C.

Melalui peran Badan Pembinaan Akuntansi Instansi diharapkan kualitas laporan KlL dapat dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel.1. 3. Belanja. . PENJELASAN UMUM A.05/2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK. DASAR HUKUM 1.05/2007 dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. akurat dan transparan. 7. A. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Negara. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER. 9. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-80/PB/2011 Penambahan dan Perubahan Akun Pendapatan.IPBI tentang Sistem Akuntansi 2012 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaralLembaga. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Pelaporan Perbendaharaan 171/PMK. Badan Pembinaan Akuntansi Instansi bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. dan Transfer pada Bagan Akun Standar. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 2.2. 6. 5. 8.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Ill. KEBIJAKAN TEKNIS BADAN PEMBINAAN AKUNTANSIINSTANSI Rencene Stretegis Badan Pembinaan Akuntansi Instansi didirikan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.5- . Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-42/PBI 2012 tentang Penambahan dan Perubahan Akun Non-Anggaran dan Neraca pada Bagan Akun Standar. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN A. 4.

Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal kepada para pemangku kepentingan. • • Mengembangkan sistem pembinaan yang profesional dan terpercaya. Rincian satuan kerja tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: . wilayah. Sadan Pembinaan Akuntansi Instansi berkomitmen dengan visi "mewujudkan pelaksanaan penyelenggaran keuangan negara yang efisien. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan Keuangan Tahun 2012 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Sadan Pembinaan Akuntansi Instansi (SPAI). " menuju Laporan Keuangan Kementerian/Negara yang Untuk mewujudkan visi tersebut Sadan Pembinaan Akuntansi melakukan beberapa langkah-Iangkah strategis sebagai berikut: • Menyelenggarakan implementasi negara/Lembaga • Membina secara efektif pemanfaatan Kementerian negara/Lembaga dihasilkan oleh pembinaan yang berkelanjutan kepada Instansi berkaitan akuntansi pemerintah Kementerian dalam sistem informasi keuangan yang akuntansi yang diimplentasikan. akuntabel dan transparan melalui pembinaan akuntansi pemerintah berkualitas. pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/Lembaga. yang menyampaikan laporan keuangan dan dikonsolidasikan sejumlah 40 satker (100%). serta satuan kerja yang bertanggung jawab atas anggaran yang diberikan. Laporan Keuangan SPAI Tahun 2012 ini merupakan laporan konsolidasi dari seluruh jenjang struktural di bawah SPAI seperti eselon I. Dari jumlah tersebut.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Untuk mewujudkan tujuan di atas. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data. Jumlah satuan kerja di Iingkup SPAI adalah 40 satker termasuk 1 satker SLU pada Sekretariat Utama.

Neraca. dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya. A. KEBIJAKAN AKUNTANSI Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2012 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Sedangkan SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap.4. persediaan. SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/3 Rekapitulasi Jumlah Satker UAKPA Jumlah Jenis Kewenangan Kode No Esl Uraian KP KD DK TP Jumlah Satker M TM M TM M TM M TM 1 2 3 4 01 02 03 04 Sekretariat Deputi I Deputi" Utama 5 1 2 1 10 - 25 6 - - - - - 30 7 30 - 2 1 40 I Inspektorat Utama Jumlah - Keterangan: M : Menyampaikan TM : Tidak Menyampaikan SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAKBMN). dan Catatan atas Laporan Keuangan. dalam penyusunannya telah diterapkan kaidahkaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sebagai berikut: (1) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat. Disamping itu. .

Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas brutto. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. . Belanja disajikan pada lembar muka laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja. serta dapat diukur dalam satuan uang. Aset Tetap. piutang. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. kekayaan di dasar laut. Aset Lancar Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan. dipakai. Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. dan persediaan. a. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. Aset lancar ini terdiri dari kas. dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN. Investasi. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar. dan kandungan pertambangan. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). dan Aset Lainnya.

Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan kapitalisasi sebagai berikut: (a). apabila diperoleh dengan pembelian.000 (sepuluh juta rupiah). harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran untuk tanah. dan harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi. Aset tetap dilaporkan pada neraca Satker per 31 Desember 2012 berdasarkan harga perolehan.000. minimum . Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. (c). Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sarna dengan atau lebih dari Rp300. dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian. Piutang dinyatakan hak dalam yang neraca telah menurut nilai surat yang timbul berdasarkan penagihannya.000 (tiga ratus ribu rupiah). dikeluarkan keputusan Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tangga! neraca disajikan sebagai bagian lancar TPAITGR. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah 81 pada tanggal neraca. Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sarna dengan atau lebih dari Rp10. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan harga pembelian terakhir. jalan/irigasi/jaringan. dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Persediaan perlengkapan adalah yang aset lancar dalam untuk bentuk barang atau dimaksudkan mendukung kegiatan operasional pemerintah. (b).

Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. dan Piutang Jangka Panjang Lainnya. . Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Aset Tak Berwujud. hak cipta (copyright). Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. aset tetap. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). lisensi dan franchise. dan Aset Lain-lain.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Piutang Jangka Panjang Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. paten. TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontraklberita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. dan piutang jangka panjang. Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. TP ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian Negara/daerah.

dan hak lainnya. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 goodwill. Penggunaannya. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. entitas pemerintahan lain. lembaga keuangan. . Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. atau lembaga internasional. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. maupun Dana yang Dibatasi. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. b. hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan sebagai Kemitraan dengan Pihak Ketiga. Dalam konteks pemerintahan. a. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran, penilaian lainnya karena perubahan selain perubahan

perubahan

kurs mata uang asing, dan perubahan nilai pasar, diperhitungkan dengan

menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut.

Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar

dan Ekuitas Dana Investasi. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Ekuitas Dana Investasi

mencerminkan

selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang.

(6) Kebijakan Akuntansi atas Penyisihan Piutang Tidak Tertagih
Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Penyisihan sebesar kualitas

Piutang Tidak Tertagih tertentu

adalah cadangan

yang harus dibentuk penggolongan dengan yang

persentase piutang.

dari akun piutang berdasarkan kualitas piutang

Penilaian

dilakukan

mempertimbangkan dilakukan

jatuh tempo dan perkembangan Kualitas piutang pelaporan didasarkan

upaya penagihan pad a kondisi Peraturan

pemerintah.

masingMenteri

masing piutang pad a tanggal

sesuai dengan

Keuangan Nomor: 201/PMK.06/20110 Negara/Lembaga

tentang Kualitas Piutang Kementerian

Dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih .

Tabe/4 Pengg%ngan Kualitas Piutang
Kualitas Piutang Uraian Penyisihan

Lancar Kurang Lancar

Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal jatuh tempo Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat

0.5% 10%

Diragukan Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan Macet 1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan

50% 100%

2.

Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

PenyusutBn Aset TetBp

(7) Kebijakan Akuntansi

atas Penyusutan Aset Tetap

Sampai saat Penyusunan Laperan Keuangan Tahun 2012, Badan Pembinaan Akuntansi Instansi belum menerapkan penyusutan Barang Milik Negara

berupa Aset Tetap, hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nemer 53/KMK.06/2012 tentang Penerapan Penyusutan Barang Milik Negara bahwa

berupa Aset Tetap pad a Entitas Pemerintah Pusat, yang menyebutkan

penerapan penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada seluruh entitas Pemerintah Pusat dilaksanakan mulai tahun 2013.

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

8.
Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp270.000.000

PENJELASAN ATAS P~S-P~S LAPORAN REALISASI ANGGARAN

8.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp270.000.000 atau mencapai 90,00 persen dari estimasi pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp300.000.000,00. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Badan Pembinaan Akuntansi Instansi adalah merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya. Rincian Estimasi Pendapatan dan Realisasi PNBP lainnya sampai dengan tanggal pelaporan dapat dilihat dalam Tabel berikut ini:
Tabe/5 . Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan No
Uraian Estimasi Pendapatan Realisasi

%

1 2 3

Pendapatan Pendapatan Pendapatan

Pendidikan Denda Keterlambatan Lain-Lain

300.000.000

240.000.000 18.000.000 12.000.000

80,00

Realisasi

PNBP

Lainnya TA

anggaran 2012

mengalami kenaikan

sebesar

Rp30.000.000,OO atau 12,5 persen dibandingkan TA 2011 yang disebabkan oleh meningkatnya kegiatan pendidikan dan pelatihan pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi. Perbandingan realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 disajikan dalam tabel dibawah ini:

Tabe/6 Perbandingan Realisasi PNBP TA 2012 dan 2011 No Uraian
TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp)

Kenaikan/ (Penurunan)
(Rp)

%
8,11

1 2 3

Pendapatan

Pendidikan

240.000.000

222.000.000

18.000.000

Pendapatan Keterlambatan Pendapatan

Denda

18.000.000

18.000.000 240. ()()O,()OO

18.000.000

(33,33)

Lain-Lain

12.000.000 270,00().OOO

1< :

. . Jti"l1'ah

....

(6.000.000)

30. ii66. 060

iiii2,:5.v

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Realisasi belanja Badan Pembinaan Akuntansi Instansi pada TA 2012 adalah sebesar Rp10.800.000.000 atau sebesar 90,00 persen dari anggarannya setelah dikurangi pengembalian belanja. Anggaran Badan Pembinaan Akuntansi Instansi pada TA 2012 sebesar Rp12.000.000.000. Anggaran dan realisasi belanja TA 2012 menurut program dapat dilihat pada Tabel berikut ini:
Tabe/? Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja menurut Program TA 2012
Kode Uraian Program progpam Dukungan Man~emen dan elaksanaan Tugas eknis Lainnya BPAI Program Pengembangan Sistem Akuntansi Pemerintah Anggaran Realisasi Belanja ('Yo)

150.01.02

8.000.000.000

6.800.000.000

85

150.01.05

2.000.000.000

2.000.000.000

100

150.01.08

Program Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Akuntansl Pemerintah

2.000.000.000

2.000.000.000

100

Sedangkan menurut jenis belanja, rincian anggaran dan realisasinya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabe/B Rincian Anggaran dan Realisasi Be/anja TA 2012
Kode Jenis Blj. Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

6.600.000.000 2.100.000.000 3.300.000.000 12.()OO.QQO.QQO

6.000.000.000 1.740.000.000 3.060.000.000

Jurnlah

BOO.000.720.000.000.1 Belanja Pegawai Rp6.000.000 3. adanya pembangunan gedung kantor dan kenaikan atas belanja barang berupa belanja pemeliharaan.000.000 3.000.000 7.000.000 2.000 5.000 3.000.000.000.000.000.800.000. 000. Kenaikan realisasi belanja pegawai antara lain disebabkan kenaikan belanja gaji pokok dan tunjangan seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai.1 Belanja Pegawai Realisasi belanja pegawai TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp6.000.000~000 % 25.000 Realisasi Belanja Negara Rp10. Rincian belanja pegawai disajikan dalam tabel berikut ini: .060. Perbandingan realisasi belanja TA 2012 dan 2011 dapat dilihat pada Tabel berikut ini: Tabe/9 Perbandingan Realisasi Be/anja TA 2012 dan 2011 Kode Jenis Belanja 51 52 53 Uraian Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal JUl1llah Realisasi Belanja (Rp) TA2012 6.080.740. 000.000.800.200.000 TA2011 4.000.000.00 292.000.31 11.000.000.000 Naikl (Turun) Rp 1.000 1.800.000.000.000. 000 Realisasi belanja TA 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp3.2. 000 B.000 1.000 4.000 240.000.720.000 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan antara lain oleh naiknya belanja pegawai berupa remunerasi.000.000.000.000.000 2.000.000 10.500.000 6.000.00 16.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Grafik Komposisi Anggarandan RealisasiBelanjaTA 2012 7.280.000 1.000 dan Rp4.000 780.000.000.

000 30.000 90.000 3.000 4.000 60.000.000 .000.000 120.000.OoQ '.000.000 30.000.000.000.800.500.000 45. Umum PNS Belanja Uang Lembur Realisasi Belania Bruto PNS Tabe/10 Be/anja Pegawai TA 2012 dan TA 2011 TA2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Naikl (Turun) % 27.27 20.740.33 50.500. PPh PNS Belanja Tunj.000 1.000 60. " .000 90.10 8.000 Belanja Pengembalian Belanja ····R~ali~.200.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Perbandingan Uraian Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Tunj.000 360.000 dan Rp780..000.000 60.000 120.000.000 120.000 750.200.2.000 6.000.740.000.000 150. Anak PNS Belanja Tunj.000 780.33 33.000.38 11.000 15.05 16.000.000 390.000.000.33 33.000 240.000 45.000 1.000.000.000 15.00 25.000 1.000 90.000.000.000 1.000.000 60.000 15. Suamillstri Belanja Tunj.000.33 15.000.000.000.0QQ.000..300.000 120.000 75.00 33.000.000 900.000.lst~~I~nj~Neij9 ' f'740.000 300.000.000.OOO .000.000.000.000 90.31 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja modal tanah dan belanja .'240.33 50.000.ooo B. 000.000.000.17 - . Struktural PNS Belanja Tunj.000 30.000.000.000 15. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/11 Perbandingan Be/anja Barang TA 2012 dan TA 2011 Uraian Belanja Barang Operasional Belanja Barang Non Operasional Belanja Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja Perjalanan Realisasi Dinas Bruto TA 2012 (Rp) TA 2011 (Rp) Naikl (Turun) % 9.000.000.000.000.000 15.000.000. Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunj.tE).000.3 Belanja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp3.00 33.000 60.000.33 33. Fungsional PNS Belanja Tunj.000 330.000.000.00 4.000 30.000. 000 B. 060.000 30.engembalian Be/an'a - - - - Be/anja Barang Rp1..000. Kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar 392.000.S0P.000 30.000.000.740. Kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar 16 persen antara lain disebabkan kenaikan belanja barang perjalanan dinas.11 25.000.000.000 15.000.000.060.000 630.000 270.2 Belanja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2012 dan TA 2011 adalah masing-masing sebesar Rp1.000.000.000 45.ClO Belanja Modal Rp3.00 19.000.00 360.000.000 45.000 900.2.000.OPQ.000 45..000 30.33 33. Lain-lain PNS Belanja Tunj.000 60.000 dan Rp1.000.000 60.000.

000.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi /nstansi Tahun 2012 modal gedung dan bangunan.060.00 50.000.000.000 780.31 .000.500.280.000.000.000.000.000 240.500.000 120.000 120.000 TA2011 (Rp) Naikl (Turun) Rp 1.000 600.000.000 300.260. Rincian Belanja Barang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabe/12 Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2012 dan 2011 Uraian Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Belanja Modal Fisik Lainnya Realiasi Belanja Bruto Pengembalian Belanja TA 2012 (Rp) 1.000.000.00 % 60.00 392.000.00 100.000 1.000 3.000 60.000 2.000.

baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai. Saldo kas ini mencerminkan pungutan yang sudah diterima oleh bendahara Penerimaan yang berupa Penerimaan saldo yang berasal dari penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke Kas Negara per tanggal neraca. berasal dan di bawah dari sisa Pengeluaran uprrup yang dipertanggungjawabkan neraca.000. 000 AlAS POS.SL§~9§R. yang dikelola. Aset Lancar Kas d/ Bendahara Pengefuaran Rp360.000 yang mencakup seluruh kas.000. PENJELASAN C.000. Kas di Bendahara Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran Pengeluaran per 31 Desember dan Rp300.000. 000.000 dan 2012 dan adalah Rp300.Q~p~(@i > ~~}i'.1.000 Rp Penyetoran Kas d/ Bendahara Penerima Saldo Kas di Bendahara 2011 masing-masing Penerimaan sebesar per tanggal 31 Desember Rp360.QPQ.000 150."3~0.000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 C. yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara sumbernya berasal dari pelaksanaan tug as pemerintahan Negara Bukan Pajak.000.1.000.000 tanggung 2012 dan 2011 yang merupakan jawab Bendahara belum masing-masing sebesar Rp360.000.000.000 Kenaikan/Penurunan R R 30.000.000 kas yang dikuasai.000.000 180.Q9() keseluruhannya telah disetor ke Kas di Bendahara pengeluaran tersebut rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/14 Rinc/an Kas d/ Bendahara Penge/uaran Saldoper 31 Desember2012 1 2 Sekretari at Utama Deputi I Rp Rp 180.000 R 180. Jumlah tersebut terdiri dari: . atau disetorkan kembali ke Kas Negara per tanggal Rincian saldo Kas di Bendahara berikut: Pengeluaran per Eselon I adalah sebagai Tabe/13 Rincian Kas di Bendahara Penge/uaran per Ese/on / 31 Desember 2012 R R 31 Desember 2011 150.1.000.000 Rp 180.000 R .~Q9 ~"i~~qQ.POS NERACA C.000 30.

Pengembalian -Jasa Giroyang BeJanja yang Belum Disetor .000.000.OOC) Rp \ .~Qg Kas di Bendahara Penerimaan tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/16 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan Saldo per 31 Desember 2012 1 Sekretariat Utama Penyetoran 180.g90' ··'.000 30.000 R 150. baik saldo rekening di bank maupun uang tunai.Jasa Giro yang Belum Disetor .000.000 120.000 30.000 60.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/ 15 Rincian Kas di Bendahara Penerimaan per Ese/on / (dalam rupiah) Uraian Eselon I Sekretariat Utama 31 Desember 2012 31 Desember 2011 Kenaikan/Penurunan De uti I R R 180.000.000.000.000 60. 1 2 3 Keterangan Jasa Giro yang belum di setor ke kas negara Pajak yang belum disetor Pengembalian Belanja belum disetor ke kas negara Jumlah Jumlah Rp Rp Rp Rp 120.000 60.000 60.qog.000 180. 000 C.000 ke Kas Negara Belum Disetor ke Kas Negara .goo.000 •• BP~~o.000 yang merupakan kas berada di bawah tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bukan berasal dari UPfTUP.Pajak yang Belum Disetor Belanja ke Kas Negara Belum Disetor .000 180.000.000 150.000 Rp Rp 180.000.000.000.000 360.000.1.Ooo.000.000.000.~Q. Tabe/17 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas No.000 60.~61lO~bQQ . 000.000 R 180.000.000 Tabe/18 Rincian Kas Lainnya dan Setara Kas per Ese/on / Jumlah .~gg.000.000.000.Pajakyang Belum Disetor ke Kas Negara Rp Rp ke Kas Negara Rp Rp Rp ke Kas N R 60.000 120.000.000 dan Rp300.000 2 Kas Lainnya dan Setara Kas Rp360.000.3 Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo Kas Lainnya dan Setara Kas per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360.000.000.

OOO. kas dan merupakan piutang sewa per 31 Desember 2012 adalah . 000.000.Belanja Saldo per 31 Desember 2012 Rp10.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Kas Lainnya dan Setara Kas tersebut keseluruhannya telah disetor ke rekening Kas Negara dengan rincian sebagai berikut: Tabe/19 Rincian Penyetoran Kas di Kas Lainnya dan Setara Kas Saldo per 31 Desember 2012 1 Sekretariat Utama 2 Deputi I Rp Rp Penyetoran 180.OOO (Rp200.000.000.000.OOO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Penambahan sebesar Rp200.000 merupakan penerimaan BLU selama tahun 2012. Mutasi Kas pad a BLU pad a tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000 yang merupakan kas pada satuan kerja BLU Pusat Pembinaan Akuntansi.000.Penerimaan Mutasi kurang: .000 180.000. 000.000.000 Rp Kas pada Badan Layanan Umum Rp10.000 dan Rp300.000 merupakan belanja BLU selama Pusat pad a tanggal 004256 dan NTPN 12345678901245. 000 Saldo Kas pad a Badan Layanan Umum per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp10.1.000.OOO. 000 C. Rincian Piutang Bukan Pajak pad a Badan Pembinaan yang keseluruhannya sebagai berikut Akuntansi Instansi. Pengurangan tahun 2012.000.000 yang merupakan semua hak atau klaim pihak lain atas uang.000.OOO) Rp10.000.5 Piutang Bukan Pajak Piutang Bukan Pajak per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360. Piutang Bukan Pajak Rp360.000 Rp Rp 180. barang atau jasa yang dapat dijadikan belum diselesaikan pad a akhir tahun anggaran. NTB sebesar Rp200.000 Bank Mandiri cabang Jakarta sudah disetorkan ke Kas Negara melalui 7 Januari 2013.000 dan Rp10.000 Rp200. Saldo kas sebesar Rp10.000.000 Rp 180.OOO.

000. 000.Piutang sewa Mutasi kurang: .Mutasi pengurangan berupa pelunasan pada Deputi sebesar piutang atas Rp60.9~ (Rp60. Penyisihan Piutang Tak Tertagih .000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan piutang jangka pendek yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.6 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .0000. 000 1 2 Sekretariat Utama DeputiI Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.00 merupakan penyewaan gedung pertemuan pada Sekretariat Utama.000.5% 10.000 Rp120.000.000.000.000.000.000 dan Rp132.000.000 360.000.000.Piutang Bukan Pajak Rp71.000.000.000. . 000.000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .000.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp300.000 BL TPA Rp360.000.000 60. Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek Nilai Penyisihan No Kualitas Jumlah Debitur Nilai Piutang Penyisihan 1 Lancar 2 Kurang Lancar 3 Macet Total 20 10 20 Rp Rp Rp Rp 200.7 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar Rp360.000.000 71.1.000 60.00% Rp Rp Rp Rp 1.000.000 C.000.00O) Rp360.Mutasi tambah sebesar Rp120.00 dari 10 (sepuluh) orang debitor. Berikut disajikan perhitungan penyisihan piutang tak tertagih jangka pendek per Eselon I: Tabe/21 .1. Unit EselonI Jumlah Rp300. TPA adalah merupakan saldo TPA yang akan jatuh tempo kurang dari 12 bulan setelah tanggal neraca .000.000 10.000 0.000.00% 100.000 100. 000 Rp60.000.OOO C.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/20 .OOO.00 dan Rp240.Piutang Bukan Pajak Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih-Piutang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp71. Rincian Piutang Bukan Pajak per Ese/on / No.00.

OOO Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Rp240.000.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp120.00 atas 5 (lima) orang debitor.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 berupa angsuran atas penjualan rumah negara.Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran Tertagih .OOO Rp240.1.000. Eselon I Jumlah 1 2 Sekretariat Utama Deputi I Jumlah Rp120. Penyisihan Piutang Tak C.000.000.TPA pada Sekretariat Utama .OOO Rp360.000 Rp120.000.Mutasi tambah sebesar Rp240.OOO.000 Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 adalah masing-masing sebesar Rp100.8 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .OOO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: .OOO.OOO.000.Bag.OOO.00 dan Rp12.OOO.000.OOO Mutasi tambah: .OOO.000.000) Rp360.000.TPA pada Deputi I Mutasi kurang: . Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: . .Mutasi pengurangan berupa pelunasan pada Deputi sebesar Rp120. Rincian Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: TabeJ22 Rincian Bagian Lancar Tagihan PenjuaJan Angsuran (TPA) per Ese/on / No.000 (Rp120.000.000 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan. Lancar TPA Rp100.00 merupakan TPA penjualan rumah dinas pada Sekretariat Utama.

TGR pad a Settama dan Deputi I Mutasi kurang: .000 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp240.000.000.dan Rp240.00% 100..000 Ro90.OOO (Rp120.000 100.000 Rp50. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/24 .000.000 C..9 Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Rugi (TPITGR) Tuntutan Ganti Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp360.000 40.yang merupakan hak atau klaim terhadap pihak lain yang belum diselesaikan pada tanggal neraca yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan atau kurang.OOO.000.000. Rincian Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan per Ese/on / Ganti Rugi (TPITGR) No.00 merupakan TGR atas kehilangan kendaraan bermotor roda 4 sesuai dengan SKTJM Nemer 03ITGRl2012 pada 2 (dua) eselen I.000.000 0.000 RD360.000.000. .000.000.000 25.00% 1.000 360. Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Penjua/an Angsuran Jumlah Debitur (TPA) No Kualitas Nilai Piutang Penyisihan Nilai Penyisihan 1 2 3 4 Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Total 3 4 2 5 200.0000.24- .1.OOO 3 4 Sedangkan mutasi Bagian Lancar TPITGR pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .000.000 Rp100. 1 2 Eselon I Sekretariat Utama Deputi I Deputi II Inspektorat Utama Jumlah Jumlah Rp120.000.000 BL TGR Rp360.000 70.000 70.000.000.00m Rp360.000 4.000.000.00% 100.000 50.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 TabeJ 23 .OOO.000.Pelunasan Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp240.000.5% 10.OOO.000.000.000.000 Rp240.000.

000 C.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Mutasi pengurangan sebesar Rp120.000.000.000.000.000.000 40. Belanja di bayar di muka merupakan pengeluaran belanja yang dilakukan atas pekerjaan/jasa pada periode tertentu yang dibayarkan pada awal perikatan.00 dan Rp O.Bag.000 70.000 Perbendaharaan I Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) Saldo Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp100.000.11 Belanja Oibayar Oi Muka Belanja Dibayar Di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp600. .00 sesuai dengan perjanjian kontrak sewa No.00% 100.000 4.5% 10.000. S234/sewa/2012 tanggal 05 Maret 2012. Jakarta mulai tanggal 06 November 2011 sampai dengan 05 November 2013 dengan nilai sewa Rp2.000 3 4 6 360.000.000.400.000. Saldo belanja di bayar di muka per 31 Desember 2012 pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta adalah sewa di bayar di muka atas bangunan di Jalan Budi Utomo. Lanear TPITGR Rp100.000.000 70.000.000.00% Nilai Penyisihan 1.000.000.000 101).00 yang merupakan estimasi atas ketidaktertagihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang.000 25.000.000.1.000.000 50. 000. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masing-masing debitur: Tabe/25 .()00.000.000 Penyisihan 0. Rincian Penyisihan Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) No 1 2 Kualitas Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Total Jumlah Debitur 3 3 2 Nilai Piutang 200.1.10 Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Bagian Lancar Tagihan Tuntutan Tertagih .00 dan Rp12. Penyisihan Piutang Tak C.000.000 Belanja Dibayar Di Muka Rp600.OOmerupakan pembayaran TGR atas nama 2 (dua) orang debitor pada 2 (dua) eselon I.00% 100.

OOO.OOO. 000.000 6.1.000 6.000.pembelian Mutasi kurang: .160. Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi melalui suratnya Nomor: S- 234/BMN/2013 tanggal 15 Desember 2012 telah mengajukan permohonan penghapusan persediaan tersebut kepada KPKNL.00 Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik kecuali barang konsumsi senilai Rp3.000.00 dan Rp6.000 12.000.000.000 C.000. Rincian Aset Tetap Badan Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: . Rincian Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: Tabe/26 .12 Persediaan Rp36.000.000.000.000 Rp 24. Rincian Persediaan No.000 Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: . 000.000.160.000 Persediaan per 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing adalah sebesar Rp36.Habis pakai Saldo per 31 Desember 2012 Rp24.000.000 6.000.000 6.2 Aset Tetap Saldo aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp9.000.OO) Rp36.OOO. 1 2 3 4 5 Uraian Barang Konsumsi Barang Untuk Pemeliharaan Suku Cadang Bahan Baku Persediaan Lainnya Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2012 6.000 6.OO (Rp138. 000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Persediaan C. Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional dan untuk dijual. Aset Tetap Rp9.000.000 Rp Rp Rp Rp 2011 6.00.000.000.00 yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas.000 6.000.000 pada Badan Pembinaan Akuntansi Instansi berada dalam dalam kondisi tidak baik (usang). Kementerian Keuangan.000.000.OOO.00 dan Rp24.000.000.00 Rp150.000.000 36. dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.060.000.000.

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012
Tabe/27 Rincian Aset Tetap No. 1 2 3 4 5 6 7 Tanah Tanah BLU Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya KDP Jumlah Uraian 31 Desember 2XX2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 5,100,000,000 100,000,000 300,000,000 2,400,000,000 360,000,000 540,000,000 360,000,000 9,160,000,000 31 Desember 2XX1 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3,600,000,000 100,000,000 200,000,000 1,500,000,000 360,000,000 300,000,000

6,060,000,000

Rp

Rp

C.2.1 Tanah

Nilai aset tetap berupa tanah yang dimiliki Badan Pembinaan Akuntansi Instansi per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp5.100.000.000,00 dan Rp3.600.000.000,00. Tidak terdapat perbedaan antara Belanja Modal Tanah dengan perolehan tanah dari transaksi pembelian. Rincian saldo tanah per 31 Desember 2012 disajikan dalam lampiran. Sedangkan penambahan dan pengurangan nilai Tanah adalah sebagai berikut:
Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: - pembelian - Transfer in - Koreksi Pencatatan Mutasi kurang: - Transfer out Saldo per 31 Desember 2012 Rp3.600.000.000 Rp1.500.000.000 Rp300.000.000 Rp100.000.000 (Rp400.000.000) Rp5.100.000.000

Transaksi penambahan dan pengurangan Tanah tersebut adalah berupa: • Transaksi penambahan berupa pembelian tanah pada Kantor sebesar

Pembinaan Akuntnasi Instansi Jakarta masing-masing

Rp1.000.000.000 dan Deputi I Instansi sebesar Rp500.000.000; • Transaksi penambahan transfer in berupa serah terima tanah dari Badan Pembinaan Akuntansi Instansi ke Kantor Pembinaan

Akuntansi Instansi Makasar sebesar Rp300.000.000. • Penambahan koreksi pencatatan adalah merupakan koreksi kuantitas atas luas tanah pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Medan senilai Rp100.000.000.

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

Transaksi pengurangan berupa transfet out dari Badan Pembinaan Akuntansi Instansi ke Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Makasar sebesar Rp300.000.000 dan Kementerian Keuangan sebesar

Rp100.000.000 Tanah seluas 2000 m2 milik Kantor Pembinaan Akuntansi Jakarta yang terletak di JI Andi Tonro, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal pelaporan dikuasai/digunakan oleh pihak ketiga. Badan Pembinaan Akuntansi Instansi telah melakukan usaha-usaha dalam rangka pengamanan BMN tersebut, antara lain dengan membentuk tim pengamanan dan penyelesaian BMN, melakukan koordinasi aktif dengan KPKNL dan DJKN, Kementerian Keuangan.
Tanah Badan Layanan Umum Rp100. 000. 000

C.2.2 Tanah pada Badan Layanan Umum Nilai aset tetap berupa tanah BLU yang dimiliki Pusat Pembinaan Akuntansi pada Sekretariat Utama per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masingmasing sebesar Rp100.000.000,00 dan Rp100.000.000,00. Tidak terdapat mutasi terkait aset ini.

Pera/atan den Mesin Rp300. 000. 000

C.2.3 Peralatan dan Mesin Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp300.000.000,00 dan Rp200.000.000,00. Realisasi Belanja dalam rangka perolehan Aset Peralatan dan Mesin pada Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp60.000.000 yang merupakan belanja modal peralatan dan mesin. Sedangkan perolehan Peralatan dan Mesin dari pembelian adalah sebesar Rp100.000.000. Selisih antara realisasi belanja modal dengan hasil perolehan aset dari pembelian merupakan kapitalisasi aset yang perolehannya bersumber dari belanja barang namun memenuhi kriteria sebagai sebagai Peralatan dan Mesin.

Saldo per 31 Desember 2011 Mutasitambah: - pembelian - hibah - reklasifikasidari aset lainnya Mutasikurang: - penghentianaset dari penggunaan - penghapusan Saldo per 31·Desember 2012

Rp200,000,000 Rp100,000,000 Rp24,000,000 Rp36,000,000 (Rp30,000,000) (Rp30,000,000) Rp300,000,000

Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012

Sedangkan transaksi penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin adalah berupa: a. Penambahan dari pembelian 10 unit personal komputer (PC) senilai Rp60.000.000,00, masing-masing 9 unit pada Settama senilai

Rp55.000.000,00 dan 1 unit pada Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta senilai Rp5.000.000,00. Selain itu terdapat pembelian 10 (unit) ekternal disk pada Deputi 1 senilai Rp40.000.000. b. Penambahan melalui reklasifikasi dari aset lainnya merupakan pengaktifan kembali 8 unit PC yang telah dihentikan penggunaannya sebesar Rp24.000.000,00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan penggunaan meubeulair senilai Rp12.000.000,OO pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II. c. Penambahan melalui hibah sebesar Rp24.000.000,00 merupakan hibah dari perseorangan. Hibah tersebut berupa 24 buah televisi yang diterima masing-masing 24 (empat) unit oleh Kantor Pembinaan Settama dan 4 (empat) unit oleh Deputi. Pencatatan hibah ini

berdasarkan nilai pada berita acara serah terima (BAST). Hibah tersebut sudah dilaporkan ke DJPU Kementerian Keuangan dan telah memperoleh registrasi dan pengesahan. d. Pengurangan melalui penghentian mesin pemotong rumput dari penggunaannya pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I sebesar Rp15.000.000,OO dan penghentian penggunanaa PC Unit pada Kantor Wilayah Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta sebesar Rp15.000.000,OO dan diklasifikasi dari aset tetap ke aset lain-lain. e. Pengurangan melalui penghapusan sebesar Rp15.000.000,OO pada Kanwil

merupakan penghapusan 1 unit kendaraan bermotor

Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta, berdasarkan SK penghapusan Nomor: 234.1/KBAP/Kep/IV/2012 tanggal 25 Agustus 2012. Sisanya sebesar Rp15.000.000,OO merupakan penghapusan 2 buah laptop merk Dell pada pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I, berdasarkan SK penghapusan tanggal 25 Oktober 2012. Nomor: 280.1/KBAP/Kep/IV/2012

Gedung dan Bangunan Rp2.400. 000. 000

Nilai gedung dan bangunan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp2.400.000.000,00 dan Rp1.500.000.000,OO.

- 29-

Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012

Realisasi Belanja dalam Ban gun a n pada

rangka

perolehan Aset 2012

G e dun 9 d a n adalah sebesar

Tahun

Anggaran

Rp1.260.000.000 yang merupakan belanja modal gedung dan bangunan. Terdapat perbedaan/selisih sebesar Rp360.000.000 antara perolehan (mutasi) Gedung dan Bangunan dari pembelian (senilai Rp900.000.000) dengan belanja modal gedung dan bangunan (sebesar Rp1.260.000.000) yang merupakan proyek pembangunan gudang pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta yang sampai dengan tanggal pelaporan belum selesai dan diklasifikasikan sebagai Konstruksi dalam Pengerjaan. Mutasi Gedung dan Bangunan per tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: Rp1.500.000.000,00

- pembelian - koreksi pencatatannilai
Mutasi kurang:

Rp900.000.000,OO Rp300.000.000,OO (Rp300.000.000,OO)
Rp2.400.000.000,00

- koreksi pencatatannilai
Saldo per 31 Desember 2012

Transaksi penambahan dan pengurangan gedung dan bangunan dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Penambahan dari belanja modal gedung dan bangunan untuk pembangunan 1 unit gedung perpustakaan senilai Rp450.000.000,00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan

pembangunan 2 unit rumah dinas pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II senilai Rp450.000.000,00; b. Penambahan melalui koreksi nilai sebesar Rp150.000.000,00 yang merupakan penambahan gedung dan bangunan dari pengadaan partisi pada Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dan merupakan penambahan gedung dan

Rp150.000.000,00 yang

bangunan dari pengadaan pagar pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I;. c. Mutasi kurang berupa koreksi sebesar Rp300.000.000,00 merupakan penyesuaian kuantitas karena kesalahan pencatatan tahun

sebelumnya pada

Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi

sebesar Rp200.000.000 dan

Jakarta II sebesar Rp100.000.000.

000 .2.000.3.31 Rp240.000.7 Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) Saldo konstruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp360.1 Tagihan Penjualan Angsuran Jumlah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) per 31 desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar .000. Mutasi Aset Tetap Lainnya pada tahun 2012 sebesar Rp240.OO dan Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta Rp75.000.6 Aset Tetap Lainnya Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp540.000.OO (Settama pembelian berupa alat senilai musik modern Kanwil Rp75.OO keseluruhannya berasal dari Rp150.000) dan koleksi buku perpustakaan senilai Rp90.000.000. peralatan dan mesin. jalan.000.000. 000.000. gedung dan bangunan. 000 C. Tidak terjadi perubahan nilai terhadap jalan.OO).OOyang merupakan pembangunan gudang pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta yang proses pengerjaannya belum selesai sampai dengan tanggal neraca.000.00 dan RpO.000.00 dan Rp300.000.00 (Kantor Pembinaan Kanwil Akuntansi Pembinaan Instansi Jakarta I senilai Rp45.00 yang merupakan aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan dalam tanah.000.OO dan Rp360.2.2. irigas dan jaringan.000.000.000.000. Irigasi dan Jaringan per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing sebesar Rp360.OO Rp240.000.00 dan internet Rp150.000. 000 C. C.000.000. dan irigasi yang dimiliki oleh Badan Pembinaan Akuntansi Instansi selama tahun 2012. 000 C. Irigasi dan Jaringan Saldo Jalan. Konstruksi dalam Pengerjaan Rp360.000.000.000. Aset Tetap Lainnya Rp540. 3 Tagihan Penjua/an Angsuran Piutang Jangka Panjang C.OO dan Rp240.000. lrigasi dan Jaringan Rp360.000. Saldo tersebut terdiri dari instalasi jaringan telepon Rp210.000. 000.00.00 dan Akuntansi Instansi Jakarta Rp45.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Dalam aset gedung dan bangunan tidak termasuk musholla yang dibangun secara swadaya oleh pegawai Kanwil Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta dan saat ini sedang diidentifikasi untuk selanjutnya akan diajukan untuk mendapatkan register dan pengesahan hibah langsung berupa barang. jaringan.000.5 Jalan. 000. 000.000.000. Jalan.

OOO.OOO.000.OOO.00 Mutasi tambah: .OOO.000.000 Rp60.OOO Rp120.OOO Rp240.000. Penyisihan Piutang tak Tertagih· Tagihan Penjualan Angsuran Rp 70.OO) Rp240.000.00 Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp360.000 Sedangkan mutasi Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) pad a tahun 2012 adalah sebagai berikut: Saldo per 31 Desember 2011 Rp240.00 ketidaktertagihan dan Rp12.Tagihan Penjualan Angsuran Saldo Penyisihan Piutang Tak Tertagih . Adapun berikut: Tabe/28 Rincian Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) per Ese/on / rincian atas saldo TPA per tanggal pelaporan adalah sebagai No.3.000 C.Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) untuk masing-masing debitur: .Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 merupakan tagihan atas penjualan BMN yang pembayarannya melalui angsuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan.000.500.00 merupakan pelunasan TPA atas nama Sugiarta serta bagian lancar Dani dan Hari.00 merupakan TPA pada penjualan rumah dinas atas nama 3 (tiga) orang pegawai Settama dan 2 (dua) orang pad a Deputi I.000.2 orang pada Deputi I Mutasi kurang: .000.OOO. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih .Tagihan Penjualan Angsuran sebesar atas (TPA) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing Rp70.OOO.OOO.00.OOO.000. Mutasi pengurangan sebesar Rp360.Pelunasan TPA Tahun 2012 Saldo per 31 Desember 2012 Rp180.Reklasifikasi meniadi Baqian Lancar TPA .OO (Rp240.500.000.000.000.2 Penyisihan Piutang Tak Tertagih .OOO.00O.OO Rp180.OOO. Tagihan Penjualan yang merupakan estimasi Angsuran (TPA) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing tagihan.3 orang pada Settama .000. Unit Eselon I Jumlah 1 2 3 Sekretariat Utama Deputi I Deputi II Jumlah Rp60.OO) (Rp120.

000.00% 50.OOO.000 25. bukan Sedangkan bendahara Tuntutan Ganti Rugi adalah untuk penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara karena kelalaianya.OOO. Jumlah Rp60.00.000.000. 000 Nilai Tagihan Tuntutan PerbendaharaanlTuntutan 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp240.00 tagihan per dan Perbendaharaan Rp240.OOQ.000.000 50.000 40.OOO. Jumlah .OO Saldo per 31 Desember 2011 Mutasi tambah: .OO Ro60.OOO.000.Reklasifikasi menjadi Bagian Lancar TPITGR Saldo per 31 Desember 2012 Rp240.OOO. 1 2 3 4 Unit Eselon I Settama Deputi I Deputi II Deouti III .000 Kurang Lancar Macet Macet 3 4 Total 240.000.3 Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Ganti Rugi (TPITGR) Rp240. Mutasi pengurangan sebesar Rp120.OOO.OOO.5% 10.000 50.000 Tuntutan C.OO Rp60.000. .OO (Rp120.OOO.OO) Rp240.OOO.OOO.000.000 5.OOO.000.OOO.000. 000.OOO.OOO.OO Rp120.OOO.3.000 Penyisihan 0.000.TGR 2 orang pada Settama Mutasi kurang: .Tagihan Penjua/an Angsuran (TPA) No 1 2 Kualitas Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah Lancar Debitur Nilai Piutang 100.500.000.OO Mutasi penambahan dan pengurangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Mutasi tambah sebesar Rp120. Tuntutan Perbendaharaan adalah kepada bendahara akibat kelalaiannya atau tindakannya yang melanggar hukum yang mengakibatkan tagihan kepada kerugian pegawai negara.000.OO Rp60. Rincian Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Tabe/30 Rincian Tagihan Tuntutan PerbendaharaanfTuntutan Ganti Rugi (TPfTGR) per Ese/on / No.OOO.OO merupakan reklasifikasi TGR atas 5 (lima) orang debitor pada Deputi I.000.OOO.000 70.OO merupakan TGR kepada 2 (dua) orang atas kehilangan kendaraan roda 4 pada Settama.00% Nilai Penyisihan 500.000.OO Rp240.000 40.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/29 Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih .00% 100.000.

000.000 2 Jumlah Rp Rp Aset Tak Berwujud Rp51.000.00.000.000.5% 10.000.000 C.000.00.000.4.Tuntutan Perbendaharaan Rp70. tetapi tidak mempunyai wujud fisiko Aset Tak Berwujud pada lingkup Badan Pembinaan Akuntansi Instansi berupa software yang digunakan untuk menunjang operasional kantor.000. 500. Berikut disajikan perhitungan Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) untuk masingmasing debitur: Tabe/31 Rincian Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Rugi (TPITGR) Tuntutan Ganti No 1 2 Kualitas Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah Debitur Lancar Kurang Lancar Macet Macet Nilai Piutang 100.00 dan atas ketidaktertagihan Rp12.1 Aset Tak Bervvujud Saldo aset tak berwujud (ATB) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp51.4 Aset Lainnya Jumlah Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp267.000.000.000.000 351.3.000 Aset Lainnya Rp267.000 3 4 Total 240.000.000.00% 50.000.00 dan Rp51.000 5.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 Peny. Adapun rincian ATB per 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: .000.000 C. 000 Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) Saldo Penyisihan Piutang tak Tertagih Tagihan Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah masing-masing merupakan sebesar estimasi Rp70.000 Rp Rp 2011 51. Tagihan yang Tuntutan Perbendaharaanl Tuntutan Ganti Rugi (TPITGR) yang ditentukan oleh kualitas masing-masing piutang TPITGR.4 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Tagihan Tuntutan Tertagih .sihan Piutang tak C.000 50.000 50.000. Nilai Aset Lainnya pada tanggal pelaporan tersebut terdiri dari: Tabe/32 Rincian Aset Lainnya No.000 40.000 300.00 yang merupakan aset yang tidak dapat dikelompokkan baik ke dalam aset Jancarmaupun aset tetap.000.000 267.000 25.000.500.000 Penyisihan 0.000.00% Nilai Penyisihan 500.00% 100. 1 Aset Tak Berwujud Aset Lain-Lain Uraian Rp Rp 2012 51.000 70.00 dan Rp351.000.000.000.000.000.000 40.500.000 216.000.000. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan dimiliki.000.

Unit Eselon I Nilai 1 2 3 4 Settama Deputi I Deputi II Deputi III Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 15.00 yang merupakan barang milik negara (BMN) yang berada dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional Badan Pembinaan Akuntansi Instansi serta dalam proses penghapusan dari BMN.000.OO pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I dan Rp12.000.000.000 Saldo aset lain-lain per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah Rp216.000.000 6.000 Aset Lain-Lain Rp216.00 sesuai Akuntansi Instansi Jakarta II.000.000.000.00 sesuai dengan surat Kepala Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta I No.000.000.000.000.000.00 pada Kantor Pembinaan Akuntansi Instansi Jakarta II dilakukan karena aset tersebut tidak lagi digunakan dalam operasional kantor karena kondisinya rusak berat. S-234/KBAP/Aset/2012 tanggal 13 Juni 2012 dan 3 unit laptop senilai Rp18. Transaksi penambahan dan pengurangan aset lain-lain dapat dijelaskan sebagai berikut: • Reklasifikasi peralatan kantor sebesar Rp12. dengan surat Kepala Kantor Pembinaan .000.000.OO dan Rp300.000.000.000 10. • Penggunaan kembali PC komputer senilai Rp18.000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Tabe/33 Rincian Aset tak Berwujud per Ese/on / No.000 20.000 51.000.

000.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 • Penghapusan sesuai 3 unit kendaraan bermotor roda 2 senilai Rp36. 000. 000 C.000 C.000.3 Jumlah Pendapatan Yang Ditangguhkan Pendapatan yang Ditangguhkan per 31 Desember 2012 dan 2011 merupakan ke Kas Rp720. .000.000 Rp80.000.000.000 Usng Muks dsri KPPN Rp360. KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Utang kepada Pihak Ketigs Rp360. 000 masing-masing Pendapatan sebesar Rp720.00 dan Rp300.2 Uang Muka dari KPPN Saldo Uang Muka dari KPPN per per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp360.00 Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah tanggal9 Pembinaan September dengan Akuntansi Instansi Jakarta No. Kep-234/Asetf05/2012 tanggal 4 Maret 2012.000.000. Kep-234/Asetf05/2012 2012 dan penghapusan Surat Keputusan PC unit senilai Rp36.5. 000.000 Rp80.000.1 Utang kepada Pihak Ketiga Jumlah Utang kepada Pihak Ketiga per 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing sebesar Rp360.00 merupakan UPITUP Pengeluaran pad a yang masih berada pada atau dikuasai oleh Bendahara tanggal pelaporan.000.000.000.00 dan Rp600. Kewajiban Jangka Pendek C.00 Pembinaan sesuai dengan Instansi Kepala Kantor Wilayah Akuntansi Jakarta II No.000. Pendspatan Ditangguhkan Yang C.00 dan Rp300.000.000.000.00 merupakan belanja yang masih harus dibayar dan utang kepada pihak ketiga lainnya.000 Penjelasan Kekurangan pembayaran berkala 50 orang pegawai Penggunaan langganan daya dan jasa yang belum dibayar Dana yang belum dibagikan kepada vanq berhak gaji 3 Total Rp360.000.00 Negara Bukan Pajak (PNBP) yang belum disetorkan Negara pada tanggal pelaporan.5.000.000.5.5.000. Adapun rincian Utang Pihak Ketiga Kantor Pembinaan Akuntansi tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Tabel 34 Rincian Utang kepada Pihak Ketiga Instansi per No 1 2 Uraian Belanja Pegawai yang Masih Harus Dibayar Belanja barang yang masih harus dibavar Utang kepada Pihak ketiga lainnya Jumlah Rp200.000.000.

000. C. kepada pihak ketiga. C.6.00 dana lancar dan Rp624.6.000.6 Ekuitas Dana Lancar C.000.6. 000.00 dan Rp24. C. C.000. Perkiraan tersebut merupakan masing sebesar Rp600.00 merupakan jumlah ekuitas dana lancar pad a BLU Pusat Pembinaan Akuntansi Instansi .00 merupakan yang sudah masuk ke kas Negara.000.00 ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang akan dari kepada pihak lain.000.4 Jumlah sebesar Pendapatan Pendapatan Diterima Diterima Dimuka di Muka per 31 Desember 2012 dan 2011 pendapatan Dimuka Rp360. 000 C.00 dan Rp300. 000.5. 000 Rp360.6.00 Akuntansi merupakan jumlah ekuitas dalam bentuk piutang Badan Pembinaan Instansi setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih.00 Akuntansi dana lancar Badan Pembinaan Instansi persediaan.1 Cadangan Piutang Jumlah Cadangan Piutang per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp809. namun barang/jasa belum diserahkan EKUITAS Ekuitas Dana Lanear Rp 735. .00 dan Rp10.4 Dana Lancar BLU untuk pembayaran Jumlah Dana Lancar BLU per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp10.000.3 Dana yang harus Pendek Jumlah Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar minus disediakan untuk pembayaran Utang Jangka Rp360.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 Pendapatan Diterima C.6.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.5 Barang/Jasa yang Masih Harus Diterima Barang/Jasa yang Harus Diterima per 31 Desember 2012 dan 2011 masingdan RpO.000.00 Perkiraan tersebut merupakan utang jangka bagian dari ekuitas dana yang disediakan pendek.000.000.2 Jumlah Cadangan Persediaan Cadangan Persediaan per 31 Desember 2012 dan 2011 merupakan dalam masingjumlah bentuk masing sebesar ekuitas Rp36.00 dan minus Rp300.

Ekuitas Dana Investasi C.000. Untuk menanggulangi hal tersebut Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi telah membentuk tim untuk untuk mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh banjir tersebut dan menginstrusikan untuk tetap memberikan pelayanan kepada stakeholder.000.00 dan Rp807.060.7.000.160.1 Diinvestasikan Dalam Aset Tetap Rp9.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam bentuk Aset Tetap C.000.00 merupakan jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan oleh Pemerintah Pusat dalam bentuk Aset Lainnya.00 dan minus Rp300.00 dan Rp6.000.6.000.2 TEMUAN DAN TINDAK LANJUT TEMUAN BPK Daftar temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana dalam lampiran.7. . Jaringan komputer. Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan merupakan ekuitas dana lancar berupa barang/jasa yang harus diserahkan kepada pihak lain.000.000. 766.000 Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Tetap per 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebesar Rp9. 0.000.1 KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 15 Januari 2013 telah terjadi bencana alam berupa banjir yang menyebabkan sebagian gedung kantor pada beberapa kantor di wilayah Sumatera terendam banjir.Laporan Keuangan Badan Pembina an Akuntansi Instansi Tahun 2012 C.000. D.6 Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan Barang/Jasa yang Masih Harus Diserahkan per 31 Desember 2012 dan 2011 sebesar minus Rp360.2 Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya Jumlah Diinvestasikan dalam Aset Lainnya per 31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing sebesar Rp606.000. Kejadian tersebut mengakibatkan masalah serius dalam pemberian pelayanan kepada stakeholder.000.7 Ekuitas Dana Investasi C. dan berbagai peralatan kantor mengalami kerusakan.000.00. Instalasi listrik.

13-Jf'9530814 197507 1 001 -~ ¥ •••• l ~v . maka implementasi telah akuntansi berbasis akrual berupa dilakukan reorganisasi penambahan 1 Deputi pada Sekretariat Utama yaitu Deputi IV.. Selain itu Deputi IV juga diberikan tanggung jawab untuk mengelola aset yang diserahkan dari Sekretariat Utama.4 REKENING PEMERINTAH Rekening pemerintah yang digunakan dalam kegiatan operasional Kantor dalam Pembinaan Akuntansi Instansi adalah sebagaimana terlampir dalam Lampiran IV. .'/ ~. 0. 0.Laporan Keuangan Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Tahun 2012 0.3 INFORMASI PENDAPAT AN DAN BELANJA AKRUAL Daftar informasi pendapatan dan belanja akrual disajikan sebagaimana lampiran. Atas reorganisasi ini. mulai tahun 2012 Deputi IV mengelola DIPA sendiri. ['41.-. - ~ Ag{jS~UPRIJANTO .5 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Mengingat perkembangan organisasi dan kebutuhan terhadap pengembangan akuntansi dalam rangka menghadapi penuh pad a tahun 2015. Reorganisasi ini mulai berjalan efektif pad a tahun 2012 sesuai surat Kepala Badan Pembinaan Akuntansi Instansi Nomor 234/BPAI/2011.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- "/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA JADWAL PENYUSUNAN DAN PENGIRIMAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

JADWAL PENYUSUNAN DAN PENGIRIMAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA Unit Organisasi UAKPA Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim Waktu Pengiriman 15 April2XX1 5 hari 12 April 2XX 1 3 hari 20 April2XX1 3 hari UAPPA-W UAPPA-E1 il il 23 April2XX1 3 hari 26 April2XX1 I 2 hari UAPA Menkeu cq.Dirjen PBN D D 28 April 2XX 1 8 hari 07 Mei 2XX1 07 Mei 2XX1 - - - Unit Organisasi UAKPA Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim 10 Juli 2XX1 Waktu Pengiriman UAPPA-W UAPPA-E1 D D D 12 Juli 2XX1 3 hari 2 hari 15 Juli 2XX1 2 hari 17 Juli 2XX1 3 hari 20 Juli 2XX1 2 hari 22 Juli 2XX1 3 hari 26 Juli 2XX1 D UAPA Menkeu cq.Dirjen PBN -26 Juli 2XX1 - - .

Dirjen PBN Tanggal terakhir Februari 2XX2 -- .Dirjen PBN D D D D 23 Oktober 2XX 1 6 hari 29 Oktober 2XX 1 2 hari 31 Oktober 2XX 1 8 hari 09 November 2XX1 -09 November 2XX1 - - Unit OrQanisasi UAKPA Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim 20 Januari 2XX2 Waktu Pengiriman 23 Januari 2XX2 6 hari UAPPA-W UAPPA-E1 UAPA D D D 3 hari 29 Januari 2XX2 3 hari 02 Februari 2XX2 6 hari 08 Februari 2XX2 2 hari 10 Februari 2XX2 17 hari Tanggal terakhir Februari 2XX2 n Menkeu cq.Unit Organisasi UAKPA II Terima Proses dan Rekonsiliasi Kirim Waktu Pengiriman 15 Oktober 2XX 1 5 hari 12 Oktober 2XX 1 3 hari 20 Oktober 2XX 1 3 hari UAPPA-W UAPPA-E1 UAPA Menkeu cq.

• Laporan Keuangan Keuangan yang disampaikan ke Unit Akuntansi di atasnya adalah Laporan yang telah direkonsiliasi dengan KPPN. Kanwil Ditjen PBN dan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. .

~5 TENTANG IPB/2012 PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA RENCANA TINDAK DAN MONITORING RENCANA TINDAK KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA TERHADAP TEMUAN BPK ATAS LKKP/LKBUN .KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER.

RENCANA TINDAK KEMENTERIAN NEGARA I LEMBAGA TERHADAP TEMUAN PEMERIKSAAN BPK ATAS LKKL I LKBUN TAHUN 20XO KLASIFIKASI TEMUAN NO. . . TEMUAN PEMERIKSAAN I II III RENCANA TINDAK JADWAL PENYELESAIAN (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jakarta. 20X1 Pejabat yang bertanggung jawab. Nama NIP/NRP .

2. sesuai dengan yang dimuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Temuan tentang Sistem Pengendalian atas Kas dan Bank Rekening Giro Milik Pemerintah sebanyak 2.316. 6. Uraian Isian Diisi dengan uraian temuan pemeriksaan BPK. (4). dan (5) Contoh: Tahun 2007 untuk 3. mengevaluasi.141 senilai Rp 2. TEMUAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI) A.473.03 juta dan 260 Rekening Deposito Milik Pemerintah senilai Rp 144. dan menentukan langkahlangkah penyelesaian rekening pemerintah. Contoh: I. apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam 2-3 tahun anggaran berikutnya. apabila temuan pemeriksan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran berjalan. Diisi dengan tanda silang (X). 2. Diisi dengan tanda silang (X).No. Diisi dengan batas akhir penyelesaian rencana tindak. apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran berikutnya. menyusun peraturan/pedoman pengelolaan dan penertiban rekening pemerintah. dengan memperhatikan klasifikasi temuan sesuai kolom (3). 1. Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 7. antara lain: 1. Diisi dengan uraian rencana tindak yang akan dilakukan menyelesaian temuan pemeriksaan BPK. 4. Header/Kolom Korom 1 Kolom 2 Diisi dengan nomor urut. Contoh: Pemerintah akan melakukan upaya-upaya penertiban rekening.88 juta di Bank Umum belum diungkapkan dalam LKPP Tahun 2006 dan tidak jelas statusnya. Diisi dengan tanda silang (X).560. menginventarisasi. 5. Kolom 7 .

. 20X1 KET (1 ) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Jakarta... 20X1 Pejabat yang bertanggung jawab. Nama NIP/NRP ./20X1) UNIT PENANGGUNG JAWAB NO TEMUAN PEMERIKSAAN JADWAL PENYELESAIAN PROGRESS PER .MONITORING PENYELESAIAN TIN OAK LANJUT KEMENTERIAN NEGARA I LEMBAGA TERHAOAP TEMUAN PEMERIKSAAN BPK ATAS LKKL I LKBUN TAHUN 20XO KLASIFIKASI TEMUAN I II III RENCANA TINDAK (SESUAI DENGAN SURA T NOMOR ..

6.473. apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam 2-3 tahun anggaran berikutnya. Header/Kolom Kolom 1 Kolom 2 Diisi dengan nomor urut. Diisi dengan batas akhir penyelesaian rencana tindak. TEMUAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI) atas Kas dan Bank A.141 senilai Rp 2. dan (5) Contoh: untuk 7. Contoh: I. Diisi dengan tanda silang (X).316. dan menentukan langkahlangkah penyelesaian rekening pemerintah. 1. 2.03 Milik Deposito juta dan 260 Rekening Pemerintah senilai Rp 144. Kolom 7 8. misalnya per 31 Oktober 2007. antara lain: 1. mengevaluasi. menginventarisasi.560. (4). Diisi dengan tanda silang (X). apabila temuan pemeriksaan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran berikutnya. 5.No. dengan memperhatikan klasifikasi temuan sesuai kolom (3). 4. Temuan tentang Sistem Pengendalian 3. Uraian Isian Diisi dengan uraian temuan pemeriksaan BPK. sesuai dengan yang dimuat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). 2. Kolom 8 Tahun 2007 Diisi dengan progress atau perkembangan penyelesaian rencana tindak per periode. Diisi dengan uraian rencana tindak yang akan dilakukan menyelesaian temuan pemeriksaan BPK. antara lain: 1. Telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Keputusan Menteri Keuangan (KMK): . Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Rekening Giro Milik Pemerintah sebanyak 2.88 juta di Bank Umum belum diungkapkan dalam LKPP Tahun 2006 dan tidak jelas statusnya. Diisi dengan tanda silang (X). Contoh: Pemerintah telah melakukan langkah-Iangkah penertiban rekening. menyusun peraturan/pedoman pengelolaan dan penertiban rekening pemerintah. Contoh: Pemerintah akan melakukan upaya-upaya penertiban rekening. apabila temuan pemeriksan BPK harus diselesaikan dalam tahun anggaran be~alan.

Pengiriman kuesioner identifikasi rekening pad a kementerian negara/lembaga. 2. Diisi dengan keterangan seperlunya.87 miliar. . c. PMK Nomor 57 Tahun 2007 tentang Pengenaan Sanksi Dalam Rangka Pengelolaan dan Penertiban Rekening pada Kementerian Negara/Lembaga/KantorlSatuan Kerja pad a tanggal 25 Juni 2007. c. d. evaluasi. Contoh: Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. • Ditutup dan saldonya disetor ke Kas Negara sebanyak 97 rekening dengan nilai Rp854. Diisi dengan unit yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian rencana tindak. Tim yang telah dibentuk telah melakukan: a. Sosialisasi pengelolaan dan penertiban rekening kepada seluruh kementerian negara/lembaga.05 miliar. PMK Nomor 58 Tahun 2007 tentang Penerbitan Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga pada tanggal 13 Juni 2007. Inventarisasi. b. PMK Nomor 57 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/KantorlSatuan Kerja pada tanggal 13 Juni 2007.a. dan penyelesaian rekening sebanyak 47 dari 81 kementerian negara/lembaga dengan hasil: • Dipertahankan sebanyak 1145 rekening dengan nilai Rp557. KMK Nomor 254 Tahun 2007 tentang Pembentukan Tim Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. b.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- "/PB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA MONITORING PENUTUPAN REKENING KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

NIP 19530814 197507 1 001 Il. 1. AGUS SUPRIJANTO . ~.MONITORING PENUTUPAN REKENING KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA TAHUN 20XO NO. \. NOMOR REKENING TANGGAL PENUTUPAN SALDO YANG DISETOR TGL DAN SURAT BANK KETERANGAN 2. . 3. 4.v . dst JUMLAH Jakarta. 20X1 Pejabat yang bertanggung jawab Nama NIPIN RP ..

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- 5' IPB/2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARAILEMBAGA .

(8) Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. (1) . (11) Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual. 1.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 SA IUAPA Eselon 1/UAPPA-E1 UAPPA-W Satuan Ke~a/UAKPA Pendapatan/Belanja No. (2) Kode Eselon I/UAPPA-E1 diisi kode/uraian Eselon 1 bersangkutan. (3) Kode UAPPA-W diisi kode/uraian UAPPA-W bersangkutan. (7) Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. Kode Akun Uraian : (1) : (2) : (3) : (4) Realisasi Menurut Basis Kas (Rp) (7) Penyesuaian Akrual (Rp' Tambah (8) Kurang (9) Realisasi Menurut Basis Akrual (Rp) (10) Dokumen Sumber (11 ) (5) (6) = (7)+(8)-(9) Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada. (10) Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menurut basis kas dengan penyesuaian akrual. (4) Kode Satker diisi kode/uraian Satuan Kerja/UAKPA bersangkutan. (5) Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. (9) Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. (6) Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar.

(1) . (6) Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. (8) Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. (9) Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menurut basis kas dengan penyesuaian akrual. (4) Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. (10) Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual. (2) Kode Eselon I/UAPPA-E1 diisi kode/uraian Eselon 1 bersangkutan. (7) Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. (3) Kode UAPPA-W diisi kode/uraian UAPPA-W bersangkutan. (5) Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 BA /UAPA Eselon 1/UAPPA-E1 UAPPA-W : (1) : (2) : (3) Penyesuaian Akrual R ) Tambah Kurang Realisasi Menurut Basis Akrual (Rp) 9 Dokumen Sumber Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada.

Kode Eselon l/UAPPA-E1 diisi kode/uraian Eselon 1 bersangkutan. Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual. Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 BA IUAPA Eselon 1/UAPPA-E1 Pendapatan/Belanja Kode Akun : (1) : (2) Penyesuaian Akrual R Dokumen Sumber 3 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada. Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menu rut basis kas dengan penyesuaian akrual. Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. . Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Beianja sesuai Bagan Akun Standar.

Dokumen Sumber diisi dengan nama dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat penyesuaian akrual. Penyesuaian Akrual diisi pengurang jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. Realisasi Menurut Basis Kas diisi berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran yang dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. . Penyesuaian Akrual diisi penambahan jumlah pendapatan/belanja karena penyesuaian atas masing-masing akun yang diakrualkan berdasarkan dokumen sumber yang ada. Realisasi Menurut Basis Akrual diisi dengan menjumlahkan/mengurangkan realisasi menurut basis kas dengan penyesuaian akrual.INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 20X1 Pendapatan/Belanja Kode Akun 2 Uraian Realisasi Menurut Basis Kas (Rp) Penyesuaian Akrual R Tambah Kurang Realisasi Menurut Basis Akrual (Rp) Dokumen Sumber 4 7 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kode BA diisi kode/uraian Bagian Anggaran di mana Satuan Kerja bersangkutan berada. Kode Akun diisi kode 6 digit akun Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar. Uraian Kode Akun diisi uraian akun 6 digit Pendapatan/Belanja sesuai Bagan Akun Standar.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->