MANAJEMEN DANA & LIKUIDITAS BANK SYARIAH

LATAR BELAKANG
Bisnis perbankan pada dasarnya merupakan usaha pengelolaan resiko, yang dari pengelolaan tersebut diharapkan Bank akan memperoleh pendapatan / keuntungan. Di antara resiko – resiko yang dihadapi, posisi un-matched merupakan penyebab timbulnya resiko utama yang dihadapi Bank, yaitu berupa resiko likuiditas / Liquidity Risk. Posisi un-matched yang dimaksud adalah berupa ketidaksepadanan antara kewajiban dan tagihan yang dimiliki, baik berupa ketidaksepadanan jatuh tempo maupun ketersediaan mata uang

TUJUAN MANAJEMEN DANA    Mengoptimalkan penghimpunan dan penggunaan dana Mengenali dan mengelola resiko yang dihadapi bank syariah dalam usahanya mencapai dan mempertahankan tingkat penghasilan yang optimal Memastikan perkembangan Bank Syariah dapat berlangsung dengan sehat dan berkelanjutan serta proaktif terhadap pasar jasa keuangan yang berdasarkan syariah .

Maturity gap adalah gap / ketidaksepadanan yang . Dalam keadaan ini Bank dapat mempertimbangkan untuk menggunakan kelebihan dananya pada satu jenis mata uang untuk mendanai kebutuhannya pada jenis mata uang yang lain / „cross currency funding‟.JENIS UN MATCHED  Maturity Gap  berupa tidak sesuainya jatuh tempo tagihan dan/atau piutang dengan ketersediaan dana. Gap ini menghadapkan Bank pada resiko likuiditas. Gap ini dapat menghadapkan Bank pada resiko perubahan kurs / Exchange Rate Risk. Currency Currency Gap adalah kondisi dimana Bank mempunyai kelebihan/kekurangan dana dalam suatu jenis mata uang dan di lain pihak mengalami kekurangan/kelebihan dana dalam jenis mata uang lainnya.

dan melaporkan posisi likuiditas. . memantau. Bank harus memiliki sistem informasi yang memadai untuk mengukur. Bank harus menetapkan limit – limit berkaitan dengan posisi likuiditas-nya dalam rentang waktu tertentu dan mereview-nya secara teratur.PRINSIP – PRINSIP PENGELOLAAN LIKUIDITAS Bank harus memiliki strategi untuk mengelola likuiditas harian. Bank harus memiliki struktur manajemen yang jelas untuk melaksanakan strategi pengendalian likuiditas secara effektif. Direksi / manajemen harus menetapkan strategi dan kebijakan pokok berkaitan dengan pengelolaan likuiditas. mengendalikan.

PRINSIP – PRINSIP PENGELOLAAN LIKUIDITAS Bank harus menetapkan proses pengukuran dan pemantauan kebutuhan net-funding secara terus menerus. Bank harus secara periodik mereview asumsi – asumsi yang digunakan dalam pengelolaan likuiditas agar senantiasa valid. untuk menjaga penganekaragaman liabilities. . dan berusaha untuk memastikan kemampuannya menjual asset. Bank harus menganalisa posisi likuiditasnya dengan menggunakan berbagai skenario “what-if”. Bank harus senantiasa mereview usaha – usahanya dalam menjaga hubungan dengan liability-holders.

Bank harus memiliki mekanisme untuk memastikan bahwa telah terdapat keterbukaan atas informasi dalam tingkat yang memadai yang bertujuan untuk mengelola persepsi publik perihal kondisi kesehatan Bank. . dan pengendalian posisi likuiditasnya dalam mata uang – mata uang utama yang digunakan dalam transaksi – transaksinya. Tiap Bank hendaknya memiliki sistem pengukuran. Bank hendaknya senantiasa me-review limit – limitnya berkaitan dengan cash-flow mismatch-nya dalam rentang waktu tertentu untuk valuta asing dan untuk tiap valas yang signifikan dalam operasi bank. pemantauan.PRINSIP – PRINSIP PENGELOLAAN LIKUIDITAS Bank hendaknya memiliki rencana kontinjen dalam mengatasi krisis likuiditas termasuk tata cara memenuhi kebutuhan arus kas dalam situasi yang mendesak.

Pemenuhan k etentuan Perbankan Mengoptimalkan Penggunaan Dana .TUJUAN PENGELOLAAN LIKUIDITAS     Menjaga kepercayaan masyarakat. Memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.

10 Th. 1992 Tentang Perbankan Bank = Badan Usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Menyalurkan dana dalam bentuk kredit atau pembiayaan 3. 1998 Tentang Perubahan UU No. Menghimpun dana masyarakat 2. KEGIATAN USAHA BANK 1.UU No. Melakukan jasa-jasa lalu lintas dan jasa lainnya KINERJA BANK  Kinerja Bank Syariah ditunjukkan oleh laporan keuangan yang dihasilkan dari pembukuan bank yang disusun sesuai PSAK 59 Akuntansi dan Perbankan Syariah . 7 Th.

ASSETS PRODUCT BANK SYARIAH Titipan (Wadiah) Bagi Hasil (Syirkah) Jual Beli (Ba‟i) Sewa (Ijarah) Fee/Jasa (Ujrah)  Giro   Mudharabah Musyarakah    Murabahah Salam Istishna  Ijarah Muntaiyah Bithamlik       Hawalah Wakalah Kafalah Joalah Qordh Rahn Sharf .

RESIKO-RESIKO PENGELOLAAN BANK      Risiko Kredit Risiko Investasi Risiko Likuiditas Risiko Pendapatan Risiko Manajemen & Kepemilikan Manajemen Dana Bank = Proses pengelolaan penghimpunan dana masyarakat ke dalam bank dan masyarakat. . guna mencapai tingkat keuntungan yang memadai.

Saldo laba (tahun lalu.Cadangan-cadangan . Menjaga posisi likuiditas tetap aman . Mempertahankan kepercayaan masyarakat 3. Memperoleh tingkat rentabilitas yang tinggi 2. 2. deposito mudharabah . 4. berjalan) Dana yang telah dihimpun dari berbagai sumber perlu dikelola secara efektif dan efisien.Simpanan masyarakat . Dalam hal ini perlu mempersiapkan strategi penempatan dana atau alokasi berdasar rencana yang sesuai dengan tujuan : 1.Pemerintah . tabungan mudharabah.giro wadiah. 3. Penghimpunan dana (Funding) Penempatan dana dalam bentuk pembiayaan sebagai pelayanan masyarakat yang membutuhkan dana Menjaga kepercayaan masyarakat penyimpan dana dalam pelayanan penyediaan uang tunai (likuiditas) Pengelolaan Kecukupan Modal Bank (CAR) SUMBER DANA BANK Ekstern .Investasi Mudharabah Antar Bank (IMA) .BI (Discount Window) Intern .RUANG LINGKUP 1.Setoran modal pemilik .

Mudharabah Penyertaan dalam surat berharga (other securities) Modal Aktiva Tetap ( Fixed Assets ) . Mudharabah Pool of Founds Cadangan Penyangga Pelengkap (secondary reserve) Kredit/ pembiayaan (Loans/ Financing Dep.ASSETS LIABILITAS MATCHING Giro Wadiah Cadangan Utama (primary reserve) Tab.

Aktiva Produktif (non earning assets ) . yaitu : 1.Saldo kas yang harus dipelihara setiap hari .Aktiva tetap dan investaris .Kredit/pembiayaan .Saldo giro pada Bank Indonesia yang merupakan reserve requirement (cad. Likuiditas minimum wajib dipelihara setiap bank). .Dana yang dihimpun Bank dapat disalurkan atau diinvestasikan dalam bentuk Aktiva.Surat-surat berharga .Penempatan dana pada bank lain .Penyertaan pada entitas lain 2. Aktiva Tidak Produktif (earning assets) .

Likuiditas harus banyak 2. Metode penerimaan dan pembayaran (receipt and payment methode) 2.MANAJEMEN KAS INVESTASI PADA KAS YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN OLEH TREASURER 1. Menjaga likuiditasnya ----. Ramalan aliran dana-dana (fund flow forecast) . Jika banyak uang yang tertanam dalam kas ---Penurunan tingkat probilitasnya PEDEKATAN CASH FORECAST 1.

ESTIMASI KEBUTUHAN LIKUIDITAS Source of fund Assets Volatile Liquid Gap Stable Non Liquid Predicted Loan Growth Predicted Deposit Growth Liquidity needs .

 Liquid assets terdiri dari government sucurities. sedangkan dan yang stabil antara lain stable demand deposit. capital note dan  equity . commercial loans serta premises and equipment Sumber dana yang volatile. Sedang non liquid assets berisi Reserve and due from bank. berisi seasonal deposit short term borrowings.short term securities dan non renewing loan. longterm deposit.

PRINSIP LIKUIDITAS    KEMUDAHAN MENGUBAH ASSETS MENJADI UANG TUNAI DENGAN SEDIKIT ATAU BERKURANG NILAINYA SKEMA PENEMPATAN DAN PINJAMAN BANK SYARIAH DI BI TARIK NASABAH / SHAHIBUL MAAL BANK / MUDHARIB SETOR LIQUID SWBI SHORT FPJPS BANK INDONESIA .

Murabahah. kendaraan . alat kantor. Musyarakah. Isthisna. Salam.ALOKASI DANA/INVESTASI NASABAH DI BANK UMUM Dasar Pertimbangan Sumber Dana/Jenis Investasi Primary Reserve Kas. dsb Financing Qard Pembiayaan tanpa imbalan Fixed Assets Gedung kantor. ATM. Komputer. Saldo BI dan Saldo Bank lain Secondary Reserve SWBI dan surat berharga jk pendek Mudharabah.

SISTEM & MEKANISME PENGGUNAAN DANA DI BANK SYARI’AH  Tujuan pengalokasian dana di bank syari‟ah: – Mencapai tingkat profitabilitas yang cukup dan tingkat risiko yang rendah – Mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan menjaga agar posisi likuiditas tetap aman Alokasi penggunaan dana dibagi dalam: – Aktiva yang menghasilkan (Earning Assets) – Aktiva yang tidak menghasilkan (Non Earning Assets)  .

SISTEM & MEKANISME PENGGUNAAN DANA DI BANK SYARI’AH (Cont’d …)  Earning Asset. meliputi: – Aktiva tunai (cash assets) – Pinjaman (Qard) – Penanaman dalam aktiva tetap  . meliputi: – Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (Mudharabah) – Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan (Musyarakah) – Pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli (al-Bai‟u) – Pembiayaan berdasarkan prinsip sewa (Ijarah & Ijarah Muntahia Bittamalik) – Surat berharga syari‟ah dan investasi lainnya Non Earning Assets.

dapat dilakukan:  Revenue sharing  Profit sharing  .SISTEM & MEKANISME PENGGUNAAN DANA DI BANK SYARI’AH (Cont’d …)  Pendekatan penggunaan dana di bank syari‟ah – Pusat Pengumpulan Dana (Pool of Funds) – Alokasi Aktiva (Assets Allocation Approach) Sumber dan alokasi pendapatan di bank syari‟ah – Sumber Pendapatan  Bagi hasil atas kontrak mudharabah dan musyarakah  Keuntungan atas kontrak jual beli (al-bai‟u)  Hasil sewa atas kontrak ijarah dan ijarah muntahia bittamlik  Fee dan dan biaya administrasi atas jasa-jasa lainnya – Pembagian keuangan.

ANALISA KECUKUPAN MODAL BANK SYARIAH   C A R (CAPITAL ADEQUACY RATIO) RATIO MODAL DENGAN ATMR MODAL CAR = ---------------.X 100% ATMR .

BG) MODAL MODAL DISETOR CADANGAN MODAL LABA TAHUN LALU LABA TAHUN BERJALAN      .ATMR      PEMBIAYAAN/PIUTANG SURAT BERHARGA & TAGIHAN LAINNYA PENEMPATAN (ANTAR BANK AKTIVA) PENYERTAAN OFF BALANCHE SHEET (L/C.

BS > 100% NPF maksimum 5% BMPK maksimum 20% dari modal Posisi Devisa Netto maks 25% dari modal Receipt Requirement (GWM) minimum 20% dari DP III KUK minimum 20% dari total pembiayaan        .ANALISA KESEHATAN BANK SYARIAH (ANALISA CAMEL) CAR minimum 8% FDR ideal 80-85% ---.

tunggakan 91.180 hari DIRAGUKAN (IV) tunggakan 181. menunggak > 270 . tunggakan 190 hari KURANG LANCAR (III).Collectibilitas      LANCAR ( I ) DALAM PERHATIAN KHUSUS (II).270 hari MACET (V).

PENCADANGAN AKTIFA PRODUKTIF I = 1% II = 5% III = 15% IV = 50% V = 100% .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful