Anda di halaman 1dari 4

Wirausaha Mie Ayam Pak Min Pak Min adalah seorang wirausaha yang menjalankan usaha dalam bidang

makanan. Makanan yang dijualnya terkenal dengan sebutan mie ayam. Usahanya berjalan dari tahun 2004 hingga sekarang tahun 2013. Tentu saja usaha Pak Min mengalami kemajuan yang kontinu dari awal usaha sampai sembilan tahun yaitu tahun ini. Pada tahun 2004, Pak Min belum memiliki tempat yang menetap untuk usaha yang dilakoninya. Pak Min melakukan usahanya dengan cara berkeliling di area kampus Universitas Muhammadiyah Magelang dan nge-time di depan kampus dengan durasi waktu hanya satu sampai dua jam saja. Pada tahun 2004, Pak Min belumlah memiliki gerobak sendiri, dengan kata lain Pak Min menyewa gerobak untuk jualan mie ayam. Dengan harga sewa Rp. 1000,00 perhari, Pak Min menjual tiga kilogram mie yang berarti dapat menjual mie ayam sebanyak 50 porsi per-hari dengan satuan harga Rp. 3500,00 per-porsi mie ayam. Selain bermodal dengan perlengkapan seperti gerobak, Pak Min juga memiliki anggaran biaya untuk belanja keperluan bahan-bahan mie ayam yang akan dijualnya sebesar Rp. 150.000,00 per-hari. Kemajuan usaha jual mie ayam Pak Min terlihat pada saat tahun 2007. Pada tahun 2007 Pak Min sudah memiliki gerobak sendiri. Tidak hanya itu, Pak Min juga tentu saja menambahkan porsi mie ayam yang dijualnya menjadi 75 porsi perhari dengan harga Rp 4000,00 perporsi. Pada tahun 2007 Pak Min tidak banyak keliling, beliau mulai nge-time di depan kopma (koperasi mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Magelang kampus 2, meskipun Pak Min memang masih harus mendorong gerobaknya dari tempat kediaman hingga di didepan kopma. Setelah 2007, kini di tahun 2012 dan sekarang 2013, usaha mie ayam Pak Min semakin terlihat begitu maju dengan pesat. Tahun ini Pak Min memiliki tempat untuk berjualan yang rapi, bersih, teduh dan tidak perlu berpanas-panasan bagi penjual maupun pembeli meskipun tempat tersebut masih sewa dengan harga sewa Rp. 10.000,00 per-hari. Tempat jualan tersebut berada di samping kopma kampus 2, jadi Pak Min tidak perlu menyediakan minuman karena sudah ada kopma yang menyediakan. Ada factor lain yang menampakkan usaha Pak Min ini maju yaitu dengan melihat porsi yang disediakan perharinya. Porsi yang dulunya tahun 2004 hanya 50 porsi,

kemudian tahun 2007 menjadi 75 porsi, sejak menjadi 100 per-hari.

Pak Min memiliki tempat jualan, porsinya

Pada tahun 2012 dan 2013 sekarang Pak Min mengeluarkan biaya Rp. 250.000,00 untuk keperluan belanja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk usaha mie ayamnya. Dengan pembelian mie Rp. 66.000,00 yang berarnya enam kilo ataupun berarti satu kilonya Rp. 11.000,00 menjadikan mie 100 porsi. Dalam penggunaan bahan bakar, Pak Min juga termasuk hemat karena dapat menggunakan gas tiga kiloan untuk bertahan selama dua hari. Harga jual mie ayam Pak Min sekarang adalah Rp. 4.500,00. Dari pengamatan perkembangan dan kemajuan usaha mie ayam Pak Min, tentu saja ada saat dimana hambatan itu menghadang usaha yang dilakoninya. Pak Min mengatakan bahwa hambatan yang sangat jelas sekali adalah pada saat mahasiswa liburan. Saat mahasiswa libur semester Pak Min tetap berjualan karena pasti tetap ada mahasiswa atau karyawan yang pergi kekampus, namun kondisi tersebut menyebabkan omset menurun. Untuk mengatasi hal tersebut Pak Min mengurangi porsi yang akan dijual, mie hanya disediakan 3,5 sampai 4 kilogram saja. Jika bulan puasa saja Pak Min juga meliburkan diri untuk tidak berjualan. Adapula kondisi dimana menyebabkan omset menurun, tapi ada pula beberapa kondisi yang menyebabkan mie ayam Pak Min cepat habis. Kondisi tertentu ini adalah dimana saat ada mahasiswa yang ulang tahun kemudian mentraktir teman-temanya di warung mie ayam Pak Min, atau mungkin untuk pesanan acara tertentu lain-lain. Tidak hanya faktor dari external yaitu menjanjikan rasa yang enak dan tidak berubah, tetapi untuk mengembangkan usaha yang dilakoni, Pak Min menyarankan agar selalu sabar untuk menghadapi kondisi seburuk apapun yang terjadi dalam pengembangan usaha kita, kemudian juga harus tekun karena tanpa ketekunan sebagus dan seenak apapun produk kita akan berkurang nilainya jika produsen malas-malasan karena juga akan mengakibatkan konsumen kabur dilapak lain. Selain itu juga dibutuhkan keramahan, agar konsumen terus tertarik dengan produk yang ditawarkan dan tetap energik meskipun tubuh sudah capek tapi harus tetap semangat . Faktor diri sendiri memang penting, tapi Pak Min memiliki strategi untuk menghadapi persaingan dengan penjual makanan mie ayam yang lain yaitu dengan cara mempertahankan

resep cita rasa dan khasnya mie ayam yang dijual Pak Min. Dengan cara jitu seperti itu ditujukan agar konsumen merasa kangen dengan resep yang dengan cita rasa tidak pernah berubah tersebut. Tidak hanya pintar dalam bermain strategi faktor dari diri sendiri dan resep, tapi Pak Min juga memiliki kelebihan dari pedagang mie ayam yang lain karena beliau menerima delivery order hingga kelantai 3 sekalipun didalam gedung kampus dan tempat-tempat lain yang tentu saja masih berada di area tidak jauh dari sekitar kampus atau kampus 2 saja.

TUGAS KEWIRAUSAHAAN MIE AYAM PAK MIN

Kelompok : Yuli Kurniawati Restanto Adhi Nugroho Fitri Wiji Astuti (10.0502.0018) (10.0502.0023) (10.0502.0095)

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG 2013