Anda di halaman 1dari 4

H OME

A BOUT

C ONT A C T

Jurnal Manajemen, Bahan Kuliah Manajemen

Jurnal Manajemen, Jurnal Manajemen SDM, Jurnal I nternational, Bahan Kuliah Manajemen, Bahan Skripsi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Kepemimpinan Bisnis Affiliasi Baru Miss.V LONGGAR & BECEK? 1 MINGGU TURUN BB +/-4 kg PERUT KEMPES dalam 3 HARI Nikmati profit sharing harian 1x Pakai Miss.V RAPAT PELANGSING SAVANNAH Herbal pelangsing 100% AMAN hingga Rp.10jt, meski tanpa SEKETIKA! 2 Paket DISKON HERBAL. SEKARANG DISKON &AMPUH! segera dapatkan dan menjual. 30%, HANYA 280rb 50%! 2Kotak HANYA 300rb PESAN SEKARANG

Home Manajemen Operasional ISO (International Organization for Standardization) : Pengenalan, Prinsip Dasar dan Langkah Penerapan ISO 9001:2000

Search
Search

ISO (International Organization for Standardization) : Pengenalan, Prinsip Dasar dan Langkah Penerapan ISO 9001:2000
Posted by admin

ISO adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti sama (Suardi, 2003). Pertama kali ISO didirikan di Jenewa, Swiss, pada tahun 1947. ISO merupakan singkatan dari International Organization for Standardization. ISO adalah badan standar dunia yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan internasional yang berkaitan dengan perubahan barang dan jasa. ISO dapat disimpulkan sebagai koordinasi standar kerja internasional, publikasi standar harmonisasi internasional, dan promosi pemakaian standar internasional. Pada intinya, ISO bertujuan untuk mengharmonisasi standar-standar nasional di masing-masing negara menjadi satu standar internasional yang sama. ISO digunakan sebagai: (Rabbit & Bergh, 1994) Fondasi dari kegiatan perbaikan yang kontinu untuk kepuasan pelanggan. Sistem dokumentasi yang benar dari perusahaan. Cara yang jelas dan sistematik dari manajemen mutu. Mendapatkan stabilitas dan konsistensi dalam kegiatan dan sistem. Kerangka kerja yang bagus untuk perbaikan mutu. Praktek manajemen yang lebih efektif dengan otoritas dan tanggung jawab yang jelas terhadap orang yang berkaitan dengan mutu proses dan produk. Pedoman untuk melakukan segala sesuatu dengan benar di setiap saat. Cara untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, mutu, dan kemampuan berkompetensi dari perusahaan. Persyaratan untuk melakukan bisnis internasional Seri ISO 9000 Ada berbagai macam seri dari ISO 9000 yang memiliki standar, pedoman, dan laporan yang terangkum di dalamnya. Seri ISO 9000 terdiri dari: (Suardi, 2003, p. 33-34) ISO 9000:2000: Dasar dan Kosakata Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000: Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9004:2000: Pedoman untuk Kinerja Peningkatan Sistem Manajemen Mutu ISO 19011: Pedoman Audit Sistem Manajemen Mutu dan Lingkungan

Pengertian ISO 9001:2000

ISO 9001:2000 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen kualitas. ISO 9001:2000 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu, yang bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memberikan produk yang dapat menjamin kepuasan pelanggan. ISO 9001:2000 bukan merupakan standar produk. ISO 9001:2000 hanya merupakan standar sistem manajemen (Gaspersz, 2001, p.1). ISO 9001:2000 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh produk. ISO 9001:2000 hanya merupakan standar sistem manajemen mutu (Gaspersz, 2001,p.1). Model Proses ISO 9001:2000 Model proses ISO 9001:2000 terdiri dari lima bagian utama yang menggambarkan sistem manajemen organisasi, yaitu (Gaspersz, 2001, p.3): 1. Sistem Manajemen Kualitas (Klausul 4 dari ISO 9001:2000). 2. Tanggung Jawab Manajemen (Klausul 5 dari ISO 9001:2000). 3. Manajemen Sumber Daya (Klausul 6 dari ISO 9001:2000). 4. Realisasi Produk (Klausul 7 dari ISO 9001:2000). 5. Analisis, Pengukuran, dan Peningkatan (Klausul 8 dari ISO 9001:2000). Prinsip-Prinsip dasar ISO 9001:2000 ISO 9001:2000 disusun berlandaskan pada delapan prinsip dasar. Prinsip-prinsip ini digunakan oleh top management untuk membantu meningkatkan kinerja dari sebuah industri atau perusahaan. Berikut ini adalah 8 prinsip dasar ISO 9001:2000 (Gaspersz, 2001, p. 75-84): 1. Fokus Pelanggan Industri atau perusahaan sangat tergantung pada pelanggan. Karena itu, setiap industri atau perusahaan harus memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan baik kebutuhan dan keinginan sekarang maupun yang akan datang. 2. Kepemimpinan Pemimpin dari industri atau perusahaan harus mampu menetapkan tujuan dan arah dari industri atau perusahaan. Selain itu, pemimpin dari industri atau perusahaan harus menciptakan dan memelihara lingkungan internal agar orangorang dapat menjadi terlibat secara penuh dalam mencapai tujuan-tujuan industri atau perusahaan. 3. Keterlibatan Personel Keterlibatan personel merupakan faktor yang penting. Dengan melibatkan seluruh personel, manfaat yang diterima industri atau perusahaan akan lebih besar. Manfaat-manfaat yang diperoleh apabila industri atau perusahaan menerapkan prinsip keterlibatan personel adalah: Orang-orang dalam industri atau perusahaan menjadi termotivasi,memberikan komitmen, dan terlibat. Orang-orang dalam industri atau perusahaan lebih giat dalam melakukan inovasi agar tujuan-tujuan industri atau perusahaan tercapai. Orang-orang dalam industri atau perusahaan menjadi bertanggung jawab terhadap kinerja mereka. 4. Pendekatan Proses Suatu hasil yang diinginkan akan tercapai secara lebih efisien, apabila aktivitas dan sumber-sumber daya yang berkaitan dikelola sebagai suatu proses. Salah satu metode yang dipakai untuk pendekatan proses adalah PDCA. PDCA secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut: Plan : Tetapkan tujuan dan proses yang diperlukan untuk menyerahkan hasil yang sesuai dengan persyaratan pelanggan Do : Implementasi proses Check : Memantau dan mengukur proses terhadap kebijakan tujuan dan persyaratan bagi produk dan laporkan hasilnya Action : Lakukan tindakan perbaikan secara berkelanjutan 5. Pendekatan Sistem Terhadap Manajemen Pengidentifikasian, pemahaman, dan pengelolaan, dari proses-proses yang saling berkaitan sebagai suatu sistem, akan memberikan kontribusi pada efektivitas dan efisiensi terhadap industri atau perusahaan dalam mencapai tujuan-tujuannya. 6. Peningkatan Terus-Menerus Peningkatan terus-menerus dari kinerja organisasi secara keseluruhan harus menjadi tujuan tetap dari organisasi. Peningkatan terus-menerus dilakukan untuk

Popular Posts
Interaksi Sosial ; Definisi, Bentuk, Ciri dan Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG Pasar Modal; Definisi, Pelaku, jenis dan Fungsi Pasar Modal Merger dan Akuisisi : Pengertian, jenis, Alasan, Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) : Tahapan dan Strategi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)

Blog Archive
2013 (7) 2012 (6) 2011 (15) 2010 (21) 2009 (200) December (2) November (8) October (18) September (12) August (30) July (34) Produk : Definisi, Klasifikasi, Dimensi Kualitas d... Indek LQ 45 : Definisi, Kriteria dan Faktor yang B... Keputusan Berinvestasi : Tujuan, dasar dan Proses ... Faktor-Faktor Yang Menjadi Penyebab Utama buruknya... Prestasi Kerja : Definisi, Penilaian Prestasi Kerj... Teori Kompensasi ISO (International Organization for Standardizatio... Supply Chain Management (SCM) : Definisi, Unsur, H... Motivation Of Employees: The Pros And Cons Of What... Public Relation : Definisi, Fungsi dan Tujuan Publ... Motivating And Managing Generation X And Y On The ... Perencanaan Sumber Daya Manusia; Definisi, Faktor ... Manajemen Sumber Daya Manusia; Fungsi dan Peran De... Pengantar Perhotelan : Definisi Hotel, Karakterist... Motivator and Hygiene Factors Explaining Overall J...

meningkatkan efektivitas organisasi untuk memenuhi kebijakan dan tujuan dari organisasi. 7. Pendekatan Faktual dalam Pembuatan Keputusan Keputusan yang efekif adalah berdasarkan pada analisis data dan informasi. Analisis data dan informasi berguna untuk menghilangkan akar penyebab masalah, sehingga masalah-masalah mutu dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. harus ditujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas implementasi sistem manajemen mutu. 8. Hubungan Pemasok yang Saling Menguntungkan Suatu industri dan pemasoknya adalah saling tergantung, dan suatu hubungan yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah. Langkah-Langkah Dalam Menerapkan ISO 9001:2000 Berikut ini dapat dilihat langkah-langkah yang diperlukan dalam menerapkan ISO 9001:2000 (Gaspersz, 2001): Tahap Persiapan Tahap persiapan ini meliputi persiapan pembentukan tim pengembangan mutu dan pelatihan dasar untuk memahami sistem manajemen mutu sesuai standar. Tahap Pengembangan Tahap pengembangan ini melibatkan aktivitas industi atau perusahaan, meninjau semua dokumentasi yang ada dan mengembangkan sistem mutu dalam organisasi. Pelatihan yang lebih detil lagi mungkin diperlukan untuk pelatihan karyawan dalam kunci-kunci pengembangan mutu. Jika industi atau perusahaan berskala cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk menggunakan konsultan eksternal untuk membantu mempersiapkan sistem manajemen mutu. Tahap Implementasi Sistem manajemen mutu yang telah dikembangkan perlu diimplementasikan dalam proyek yang sebenarnya untuk selanjutnya dikaji dalam tahap berikutnya. Tahap Audit Audit sistem manajemen mutu dilaksanakan setelah implementasi berjalan untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Tujuan dari audit sistem manajemen mutu adalah untuk memastikan apakah semua operasional dalam organisasi sudah berjalan sesuai dengan prosedur. Tahap Sertifikasi Tahap ini meliputi sertifikasi oleh Badan Sertifikasi yang terakreditasi. Setelah melalui tahap ini, industi atau perusahaan resmi sebagai pemegang sertifikat ISO.

Teori Pemasaran Perhotelan (Hotel Marketing) Teacher Motivation and Job Satisfaction Teori Struktur Modal : Pengertian dan Komponen Str... Laporan Keuangan : Pengertian dan Dasar- Dasar Pen... Iklim Komunikasi Dalam Organisasi Teori Kepemimpinan Dari Maxwell Employee Attitudes And Job Satisfaction Cadangan Devisa (Foreign Reserve Currencies) : Def... Tingkat Suku Bunga (Interest rate) : Pengertian, T... Segmentasi Pasar : Definisi, Manfaat dan Kelemahan... Sejarah Ilmu Manajemen Kinerja Karyawan : Definisi, Faktor Yang Mempengar... Produktivitas Kerja : Definisi dan Pengukuran Prod... Merger dan Akuisisi : Pengertian, jenis, Alasan, K... Sewa Guna Usaha (Leasing) : Pengertian dan Jenis L... Fungsi dan Peran Manajemen Sumber Daya Manusia (MS... Jurnal Akuntansi & Keuangan : Pengaruh Pengumuman ... Komitmen Karyawan : Definisi dan Jenis Komitmen Ka... Corporate Social Responsibility (CSR) : Definisi, ... June (44) May (18) April (23) March (11) 2008 (2) 2007 (7)

Followers
Join this site
w ith Google Friend Connect

Members (25)

at 11:51 PM Labels: Manajemen Operasional Newer Post Home Older Post


Already a member? Sign in

Jangan Lewatkan Harga Tiket Pesawat Termurah di Wego.co.id !!

Baca Juga:
Job Description : Definisi dan Proses Penyusunan Harga Saham : Nilai Saham dan Proses terbentuknya Harga Saham Penanganan Stress Kerja Manajemen Operasional : Definisi dan Faktor yang mempengaruhi Manajemen Operasional Kepuasan Konsumen ; Pengertian, Jenis dan Pengukuran Teori Pengantar Manajemen : Definisi, Fungsi dan Tujuan

Manajemen Produk : Definisi, Klasifikasi, Dimensi Kualitas dan Tingkatan Produk. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Introduction to Forex - Concepts and Terminologies Efektifitas Kerja : Definisi, Faktor Yang Mempengaruhi dan Alat Ukur Efektifitas Kerja

Hotel Domestik Movie

Flight Domestik

Train

Event

Live Traffic Feed

Hai, di mana anda akan menginap?


Tempat/ Kota / Nama Hotel

Kapan?
Check In

3
Check Out

April 2013

A visitor from Jakarta, Jakarta Raya viewed "Manajemen Konflik : Definisi, Ciri, Sumber, Dampak dan Strategi Mengatasi Konflik" 27 secs ago A visitor from United States viewed "Strategi Penetapan Harga Produk
Anak

April 2013

Berapa orang?
Kamar Dewasa

2 Cari Sekarang

2010 All Rights Reserved Jurnal Manajemen, Bahan Kuliah Manajemen.

Wordpress by Chris Pearson - Blogger by Belajar SEO Blogspot