Anda di halaman 1dari 28

MATERI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PRAKTEK PEMBELAJARAN DI MADRASAH

Disampaikan pada Training on Lesson Study In East Java Di Surabaya

Oleh: Widyaiswara BDK Surabaya

KARAKTER
Istilah serapan dari Bhs. Ing. Character. Menurut Encarta Dictionaries: Karakter bebrati: (1) kualitas-kualitas pembeda; (2) Kualitas-kualitas positif; (3) reputasi; (4) seseorang dalam buku atau film; (5) orang yang luar biasa; (6) individu dalam kaitannya dengan kepribadian, tingkah laku, atau tampilan; (7) huruf atau simbol; (8) fitur atau kualitas yang membuat seseorang atau sesuatu hal dapat dikenali.
(Kesuma, D., 2011: 23).

PEMBATASAN ISTILAH KARAKTER


Karakter dikenakan pada orang atau bukan orang. Berkenaan dengan kualitas dan reputasi seseorang. Berkenaan dengan pembatas yang membedakan satu dengan yang lain. Dapat merujuk pada kualitas yang positif atau negatif.

KOMPONEN KARAKTER
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Aspek kepribadian Standar moral dan ajaran moral Pertimbangan nilai Upaya dan keinginan individu Hati nurani Pola-pola kelompok Tingkah laku individu dan kelompok

(Menurut Hurlock (1974) dalam Kesuma, D., dkk, 2011: 29)

PENDIDIKAN KARAKTER

APAKAH PEMBELAJARAN SELAMA INI TELAH BERKARAKTER?


Hasil pengamatan instruktur PLPG guru SD: 1. Desain silabus dan RPP guru cenderung tidak berpusat pada siswa. 2. Hierarki perilaku cenderung pada tingkat rendah (C1). 3. KBM sering tidak kontekstual 4. Metode ceramah menjadi andalan. 5. Evaluasi akhir jarang dilakukan.

ANALISIS PERBEDAAN PEMBELAJARAN PAI


MATERI: SHOLAT WAJIB DALAM KEADAAN DARURAT PEMBELAJARAN YANG TIDAK MENGUATKAN KARAKTER: Siswa berdiskusi dengan fasilitas guru tentang sholat wajib dalam keadaan darurat. Jenis-jenis keadaan darurat dibahas tuntas dalam diskudi tersebut. Siswa mempraktekkan sholat wajib dalam keadaan darurat. HASIL: Siswa mampu melakukan praktek sholat wajib dalam keadaan darurat (kendaraan, bepergian, prang, dll). ANALISIS: Guru tidak mengitkan materi yang dibahas dengan suatu nilai yang berada di belakang materi sholat wajib dalam keadaan darurat.

Lanjutan
MATERI: SHOLAT WAJIB DALAM KEADAAN DARURAT PEMBELAJARAN YANG MENGUATKAN KARAKTER: Anak melakukan refleksi/ mengaitkan pengalaman sholat wajib dalam keadaan darurat dengan alasan mengapa hal itu boleh dilakukan. Atau menjawab apa makna sholat wajib dalam keadaaan darurat dalam bahasa anak. Anak mempraktekkan sholat wajib dalam kedaan darurat. Guru meminta anak melakukan wawancara kepada orang orang terdekat untuk menuliskan pengalaman mereka mengenai sholat wajib dalam kedaaan darurat dan alasannya (sebagai tugas terstruktur).

Lanjutan
HASIL: - Siswa merasa yakin tentang perlunya sholat bagi dirinya dalam segala kondisi. - Siswa merasa butuh untuk melakukan sholat wajib dalam segala kondisi (santai / darurat). - Anak mampu mempraktekkan sholat wajib dalam kedaan darurat. ANALISIS: Guru melakukan refleksi terhadap mengapa sholat wajib tetap harus dilakukan walaupun dalam kedaan darurat. Guru juga menguatkan nilai, misal keyakinan tentang perlunya sholat dalam kehidupan manusia) dengan cara memberikan tugas terstruktur.

DESAIN PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH


MATA PELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI

LIHAT TUJUAN PEMBELAJARAN PADA KELOMPOK MAPEL DAN MAPEL

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN KARYA TULIS ILMIAH PRAMUKA DLL

SUBSTANTIF

REFLEKTIF/ TERINTEGRASI

MODEL REFLEKTIF
Model pembelajaran pendidikan karakter yang diarahkan pada pemahaman terhadap makna dan nilai yang terkandung di balik teori, fakta, fenomena, informasi, atau benda yang menjadi bahan ajar dalam suatu mata pelajaran.

PROSES PEMBELAJARAN REFLEKTIF


1. 2. Menyusun RPP berbasis karakter. Guru melakukan apersepsi yang kontekstual dengan kehidupan siswa dan terkait dengan materi yang dibahas. Ingat apersepsi bukan untuk mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan yang telah dipelajari melainkan lebih pada menyiapkan siswa untuk belajar. Melakukan pembelajaran seseuai RPP berkarakter. Melakukan evaluasi melalui pengamatan terhadap sejauhmana nilai-nilai yang dikuatkan muncul/ berkembang. Memberikan catatan khusus (anekdot) jika ada yang berperilaku menyimpang. Memberikan rujukan kepada guru lain jika ada siswa yang memilikikekhususan dalam perkembangan karakter.

3. 4. 5. 6.

BERBAGAI PENDAPAT PARA AHLI MENGENAI DESAIN PEMBELAJARAN UNTUK PERUBAHAN SIKAP

HASIL STUDI SIMONSON & MAUSHAK (2001)


1. Buatlah pengajaran realistik, relevan, dan menstimulasi secara teknis. 2. Sajikan informasi baru. 3. Sajikan pesan-pesan persuasif dengan cara kredibel. 4. Bangkitkan keterlibatan emosional bertujuan 5. Libatkan siswa dalam perencanaan, produksi, atau penyampaian pesan 6. Sediakan diskusi pasca-pengajaran atau peluangpeluang kritik

HASIL STUDI SMITH & RAGAN (1999)


1. Demonstrasikan perilaku yang diharapkan oleh seorang model peranan yang dihargai. 2. Praktikkan perilaku yang diharapkan, sering melalui permainan peranan. 3. Perkuat perilaku yang diharapkan.

BEDNAR & LEVIE (1993)


1. Penyediaan sebuah pesan persuasif. 2. Pemodelan dan pemerkuatan tingkah laku yang sesuai 3. Memunculkan disonasi antara komponen kognitif, afektif, dan psikomotorik.

CONTOH ILUSTRASI PEMISAHAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA


RANAH
KOGNITIF

ISI

PENGALAMAN BELAJAR

ILUSTRASI
Eksperimen pemuaian logam melalui pemanasan dan berupaya memahami hukum pemuaian logam Eksperimen pemuaian logam emlalui pemanasan dan berupaya memahami logika eksperimen Upaya pengembangan respon-respon perasaan (sikap positif)n siswa selama mempraktekkan metode inquiri

Konsep dan fakta Pengalaman empiris dan konseptualisasinya

PSIKOMOTORIK

Keterampilan metode inquiri

Pemahaman logika inquiri dan berlatih menggunakannya Belajar menyukai metode inquiri atau perkembangan sikap positif siswa selama mempraktekkan metode inquiri

AFEKTIF

Karakter keilmuan

IRISAN 3 RANAH DALAM PEND,KARAKTER

KOGNITIF

AFEKTIF

PSIKOMOTORIK

KATEGORI AFEKTIF MENURUT KRATWHOL


TAKSONOMI Menerima INDIKATOR KARAKTER ILMUWAN Berupaya mendengarkan dengan baik penjelasan guru tentang metode inquiri. Merespon dengan perkataan rencana guru untuk penugasan pelaksanaan inquiri. Menggunakan waktu luang untuk bertanya-tanya tentang metode inquiri. Memuji inquiri sebagai cara belajar penemuan. Mengikuti proses inquiri secara antusias. Aktif dalam perancangan inquiri. Berdebat mendukung metode inquiri. Mempunyai usul-usul untuk dilakukannya inquiri.

Merespon

Menilai

Mengorganisasi

Memilah inquiri dan cara lainnya. Menentukan prioritas nilai-nilai inquiri di tengah sistem nilai lainnya. Mendiskusikan metode inquiri dalam hubungannya dengan hal lain (membandingkan nilai-nilai).
Menghendaki dilakukannya inquiri Memilki proyek inquiri pribadi

Karakteri-asi diri oleh nilai

CONTOH ANALISIS PENJABARAN SK-KD


SK : Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa KD: Beriman kepada malaikat Indikator: 1. Dapat mendefinisikan secara luas dan mendalam konsep iman menurut ajaran Islam. 2. Dapat menganalisis berbagai argumentasi yang mendasari keimanan dan ketidakimanan. 3. Dapat menjelaskan tanda-tanda orang yang beriman kepada malaikat. 4. Dapat mempraktekkan perilaku beriman kepada malaikat. 5. Dapat menjadi teladan dalampraktek perilaku beriman kepada mallaikat dalam kehidupan sehari-hari. 6. Dapat sabar dalam praktek beriman kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari. 7. Dapat mendakwahkan kehidupan beriman kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari. Cat: penilaian 1-3 = tes esai dan kinerja individu dan kelompok penilaian 4-7 = jurnal siswa

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SILABUS DAN RPP Silakan merenungkan: Tidak ada sesuatu yang baru yang harus dikerjakan guru dalam menyusun silabus dan RPP ketika guru akan mengembangkan pendidikan karakter dalam mata pelajaran yang diampunya, kecuali harus memahami SK-KD secara lebih cermat dan dengan menggunakan perspektif pendidikan karakter.

CONTOH SILABUS 1
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Tarikh: 3. Menceritakan kisah Nabi

3.1. Menceritakan kisah Nabi Ayyub

MATERI POKOK: Kisah Nabi Ayyub AS: 1. Jalan cerita kisah Nabi Ayyub AS. 2. Latar kejadian kisah Nabi Ayyub AS. 3. Tokokh-tokoh dan karakter dalam kisah Nabi Ayyub AS 4. Pesan yang terkandung dalam kisah Nabi ayyub AS. 5. Perilaku teladan Nabi Ayyub AS. PENILAIAN: laporan individual hasil tugas baca dan diskusi kelas.

Lanjutan..
INDIKATOR
1. Menemukan jalan/ alur kisah Nabi Ayyub AS. 2. Mendeskripsikan latar kejadian kisah Nabi Ayyub AS. 3. Mendeskripsikan tokoh-tokoh dan karakter perbuatan dari mereka yang terdapat dalam kisah Nabi Ayyub AS. 4. Menginterpretasi pesan yang terkandung dalam kisah Nabi Ayyub AS. 5. Mendeksripsikan secara utuh perilaku teladan Nabi Ayyub AS. 6. Memiliki apresiasi yang baik terhadap kisah Nabi Ayyub AS.

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Membaca secara individu kisah nabi Ayyub AS sesuai panduan yang disediakan guru. 2. Dskusi kelompok kecil tentang hasil membaca secara individual. 3. Beberapa anak yang terpilih secara acak membacakan kisah tersebut di depan kelas (guru dapat juga sebelumnya memberikan contoh cara membaca cerita secara baik). 4. Diskusi kelas dalam rangka koreksi, penguatan, dan pengembangan hasil belajar siswa.

CONTOH SILABUS 2
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Akhlak 4. Membiasakan perilaku terpuji.

4.1. Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS.

MATERI POKOK: Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS: 1. Perilaku teladan Nabi Ayyub AS. 2. Pentingnya perilaku teladan Nabi Ayyub AS. 3. Cara meneladani Nabi Ayyub AS. PENILAIAN: Evaluasi jurnal siswa

Lanjutan..
INDIKATOR
1. Memerankan keteladanan Nabi Ayyub AS dalam latar kelas. 2. Berperilaku sebagaimana disarankan nabi Ayyub AS. 3. Mengajak orang lain untuk meneladani Nabi Ayyub AS.

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Memotivasi siiswa pentingnya perilaku teladan Nabi Ayyub AS. 2. Pemodelan di kelas agar siswa mampu melakukan role playing di kelas. 3. Role playing di kelas. 4. Praktek perilaku teladan Nabi Ayyub AS dalam kehidupan harian dan mencatat dan merefleksikannya dalam jurnal siswa. 5. Mengajak orang lain untuk meneladani Nabi Ayyub AS. 6. Diskusi kelompok tentang jurnal siswa, atau konsultasi dengan guru tentang jurnal siswa.

EVALUASI PENDIDIKAN KARAKTER


Tujuan: 1. Mengetahui kemajuan hasil belajar dalam bentuk kepemilikan sejumlah indikator karakter tertentu dalam kurun waktu tertentu. 2. Mengetahui kekurangan dan kelebihan desain pembelajaran yang dibuat guru. 3. Mengetahui tingkat efektivitas proses pembelajaran yang dialami oleh siswa baik pada setting kelas, sekolah, mauun rumah.

LANGKAH-LANGKAH PENJABARAN INDIKATOR MENJADI ALAT EVALUASI 1. Mendefinisikan secara khusus terhadap karakter yang akan diwujudkan dalam perilaku siswa. 2. Melakukan elaborasi terhadap substansi makna yang terkandung dalam karakter tersebut. 3. Menyusun indikator dari karakter tersebut. 4. Menjabarkan indikator menjadi indikator penilaian. 5. Menetapkan alat evaluasi yang sesuai.

ALAT EVALUASI PENILAIAN KARAKTER


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Evaluasi diri oleh siswa Penilaian teman Catatan anekdot guru Catatan anekdot orangtua. Catatan perkembangan aktivitas siswa (psikolog) Lembar observasi guru LKS Dll