Anda di halaman 1dari 5

Penelitian ini menggunakan 72 ekor DOC broiler strain Hubbbard Wonokoyo dengan rancangan acak krgkap (RAL) dengan

a perlakuan dan3 kaliulang& Masing-masingunitpercobaan menggunakan 6 ekor ayam. Ayam yang digunakan diinduksi secara oral dengan bakteri ^L typhimuriun (oplical density/OD = 0,9) dengan kadar 0,5 ml yang setara dengan 4,1 x l0tr cfu pada hari ke- I 0 kecuali pada kelompok control negatif. Kelompok perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut : Perlakuan I Perlakuan 2 Perlakuan 3 Perlakuan 4 : : : : Pakan standar/ ayam sehat (control negative) Pakan standar/ayam terinfeksi Salmonella ftontol positif) Pakan + ekstrak biji ranti 2,5% / Ayam terinfeksi Salmonella Pakan +Antibiotik/ayam terinfeksi Salmonella

Pengamatan dilakukan selama 28 hari dengan parameter yang diukur adalah pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum, dan mortalihs (tingkat kernatian). Selain itujuga diukur jurnlah koloni bakteri Salmonella pada feses pada hari ke 0 (sebelum perlakuan), dan ke28. Pengujian tingkat imunitas ayam diukur melalui kadar imunoglobulin darah dengan elekfoforesis agarosa pada hari ke-28.

Khasiat atau manfaat dari buah yang mungil dan berwarna hijau tersebut diantaranya bisa mngobati berbagai macam pnyakit kulit seperti herves, borok dan sebagainya. Selain itu buah leunca juga bisa menjadi obat kanker yang alami dan mujarab karena buah tersebut mengandung senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa itu bisa menghambat pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali. Solasodine mempunyai efek menghilangkan sakit (analgetik), penurunan panas, antiradang, dan antishok. Solamargine dan solasonine mempunyai efekk antibakteri, sedangkan solanine sebagai antimitosis. Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan kanker, yakni kanker payudara, leher rahim, lambung dan saluran pernapasan.

Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah Plasma darah merupakan cair darahan yang didapat dengan membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi yang terdiri dari 90% air, 7-8% protein, dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam, karbohidrat, lipid, dan asam amino. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial dan dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan

plasma bertukaran dengan cairan interstisial. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah dibekukan, protein dalam plasma memiliki konsentrasi sekitar 1 mmol/L dengan bantuan elektroforesis dapat dipisahkan menjadi fraksi albumin serta fraksi globulin. Sekitar 56% protein plasma merupakan fraksi albumin, 4% adalah 1-globulin, 2-globulin sebanyak 10%, globulin 12%, dan 18% dari jumlah protein plasma merupakan globulin yang diperlukan untuk berbagai fungsi biologik dan mempunyai fungsi transpor khusus untuk kelompok 1- globulin yaitu transkobalamin yang mengangkut vitamin B12 dan transkortin yang mengangkut kortisol dan bertanggung jawab untuk transpor besi bervalensi tiga dalam plasma. Sementara itu, globulin merupakan glikoprotein yang pada pemisahan elektroforesis bergerak paling lambat karena peran sertanya pada reaksi imun, maka globulin disebut juga imunoglobin (IgG) (Anonim, 2010).

Plasma dan serum menurut Marshall, dan Halnan (1946) bagian darah yang merupakan cairan yang berwarna kekuningan yang jelas terlihat sewaktu sel-sel darah mengendap di dasar tabung. Selanjutnya dijelaskan bahwa volume serum darah dan plasma darah hewan berkisar 35 % - 50 % dari volume darah keseluruhan, tergantung dari jenis hewannya. Tetapi volume serum darah hewan lebih dari 50 % dari volume darah keseluruhan. Untuk memperoleh serum darah dan plasma darah dapat dilakukan dengan cara darah hewan segar dipusingkan dengan kecepatan 3000 kali per menit, selama 30 menit, kemudian serum darah dan plasma darah dapat dipisahkan dari endapan darahnya. darah bila disentrifus akan terpisah menjadi dua fraksi yang berbeda, yaitu elemen-elemen seluler, yang terdiri dari eritrosit, leukosit, trombosit atau keping darah, plasma dan serum yang mengandung air 91 % - 92 %, protein 7 %, elektrolit, glukosa, enzim, dan hormon. Plasma dan serum darah hewan mengandung 92 % air dan 8 protein, lemak, karbohidrat, garam-garam, minyak, dan bermacam-macam hasil metabolisme (Marshall, dan Halnan, 1946).

Menurut Guyton (1997), bahwa di dalam protein serum darah hewan terdapat 3 kandungan protein utama yaitu albumin, globulin dan fibrinogen. Prinsip dasar albumin memberikan tekanan osmotik larutan, mencegah tekanan osmotik plasma berkurang dari pembuluh kapiler.

Unsur globulin di dalamnya terdapat enzim plasma yang berperan terhadap kekebalan dan menghadapi serangan organisme pengganggu (Guyton,1997).

2. Immunoglobulin G (IgG). Jenis antibodi yang paling melimpah, ditemukan di semua cairan tubuh dan melindungi terhadap infeksi bakteri dan virus. IgG merupakan 75% dari serum immunoglobulin pada manusia. IgG dapat menangkal bakteri pathogen misal : virus, bakteri dan jamur.

Uji in vitro dilakukan untuk menguji dan mengetahui aktivitas terbaik dari ekstrak biji ranti (Solanum nigrum L) yaitu ekstrak flavonoid, alkaloid dan saponin baik tunggal maupun kombinasinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella Pada percobaan ini digunakan 6 perlakuan formulasi yaitu ekstrak flavonoid, alkaloid dan saponin serta 3 macam kombinasi dari ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1:1:1; 2:l:l; 1:2:l. Masing-rnasing perlakuan akan dicobakan pada bakteri S. typhimuriun dengan konsentasi larutan l0% ( l0 gram/100 ml aquades). ekstrak flavonoid, alkaloid dan saponin yang diperoleh akan diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. typhimurium dengan metode agar berlubang/modifikasi metode sumur (Bintang, 1993). Formulasi perlakuan terbaik kemudian diuji terhadap ayam.

Alat yang digunakan adalah alat gelas, spekrofotometer, elektroforesis, laminar air flow, shaker, oven, dan autoclave, serta kandang dan peralatannya

Uji Antimikrobial Media MHA

Dipanaskan selama 1 menit Disterilkan dalam autoclave pada suhu 1210C selama 15 menit dinginkan sampai suhu 500C pada penangas air

Media MHA Media Padat Dituang sebanyak 20 mL ke cawan petri Didiamkan hingga membeku

Cakram Kosong Direndam dalam larutan uji dengan konsentrasi 1%, 5%, dan 10% selama 10 menit ( dilakukan untuk kontrol positif (kloram fenikol) dan kontrol negatif (nheksana) Dimasukkan kedalam media MHA Diinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam Diameter daya hambat