Anda di halaman 1dari 3

MANUAl QHSM-xxxxx

Dibuat

Revisi

: 00

SAFETY MANAGEMENT MANUAL

Disahkan :

Tanggal : 4/3/2013 Halaman : 1/3

BAGIAN 7 7. ANALISA SAFETY 7.1. INTRODUKSI 7.1.1. Setelah mengumpulkan dan mencatat data safety yang cukup banyak melalui investigasi safety dan berbagai macam program identifikasi bahaya, kesimpulan yang berarti hanya bisa didapatkan melalui safety analysis. Safety analysis Apakah itu? 7.1.2. Analsis adalah proses mengelola data-data dengan menggunakan metode, sarana/perangkat atau teknik yang khusus. Analisis dilakukan untuk: a. Membantu dalam memutuskan apakah diperlukan data-data tambahan; b. Memastikan/menemukan factor-faktor penyebab dan kontributor; dan c. Membantu dalam menghasilkan kesimpulan yang valid. 7.1.3. Safety analysis berdasarkan informasi factual, yang bisa saja dihasilkan dari beberapa macam sumber. Data-data yang relevan harus dikumpulkan, dipilah-pilah dan disimpan. Metode analytical dan perangkat yang sesuai dengan analisis kemudian dipilih dan digunakan. Analisis bisa bersifat kualitatif atau kuantitatif. Objectivitas dan bias 7.1.4. Pertimbangan diberikan pada seluruh informasi yang relevan; akan tetapi, tidak semua informasi safety adlah reliable. Batasan
Status Dok.: No. Salinan: No. Dok.: QHSM-xxxxxx

MANUAl QHSM-xxxxx

Dibuat

Revisi

: 00

SAFETY MANAGEMENT MANUAL

Disahkan :

Tanggal : 4/3/2013 Halaman : 2/3

waktu ada tidak selalu mengijinkan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data yang memenuhi untuk menjamin objectivitas.. Kesimpulanyang bersifat intuitif kadang-kadang dicapai yang mana tidak konsisten dengan syarat obyektifitas untuk sebuah safety analysis yang kredibel. 7.1.5. Semua orang pasti mempunyai bias dalam level tertentu pada setiap keputusan/penilaian yang dibuatnya. Pengalaman-pengalaman yang lalau akan sering mempengaruhi penilaian seseorang, begitu juga terhadap kreatifitas dan membentuk suatu hypotesis. Bentuk yang paling sering muncul dalam kesalahan penilaian adalah confirmation bias. Dalam hal ini tedensi untuk mencari dan mempertahankan informasi yang memberikan konfirmasi bahwa keputusan yang diambil adalah benar. 7.2. METODE ANALISA 7.2.1. Ada berbagai macam metode yang digunakan dalam safety analysis. Berikut ini adalah beberapa metode yang ada: a. Statistical analysis. Banyak metode analitik dan perangkat digunakan dalam safety analysis adalh berdasarkan prosedur dan konsep statistika, misalnya, analisa resiko menggunakan konsep probabilitas statistika. Statistic berperan utama dalam safety analysis dengan mengkuantitaskan situasi-situasi, sehingga akan memberikan pengontrolan dari banyak sisi. Hal ini akan memproduksi hasil yang kredibel untuk sebuah argument safety yang dapat dipercaya.
Status Dok.: No. Salinan: No. Dok.: QHSM-xxxxxx

MANUAl QHSM-xxxxx

Dibuat

Revisi

: 00

SAFETY MANAGEMENT MANUAL

Disahkan :

Tanggal : 4/3/2013 Halaman : 3/3

b. Trend analysis. Dengan memonitor trend dari data safety, prediksi-prediksi bisa dibuat tentang kejadian-kejadian yang akan datang. Terbentuknya sebuah trend bisa merupakan indikasi adanya embrio dari bahaya-bahaya. Metode statistik bisa digunakan untuk menilai perkiraan trend yang signifikan. c. Expert panel. Adanya karakteristik bahaya safety yang

berbeda-beda, dan perbedaan perspektif dalam mengevaluasi unsafe condition tertentu, pandangan-pandangan dari pihak lain perlu dipertimbangkan. Pembentukan team dari berbagai macam disiplin untuk mengevaluasi bukti-butki dari sebuah unsafe condition juga sangat membantu dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi cara yang terbaik untuk corrective action. d. Cost-benefit analysis. Penerimaan sebuah rekomendasi pengendalian resiko akan tergantung dari kredibilitas hasil costbenefit analysis. Biaya yang diperlukan untuk implementasi metode pengendalian akan dibandingkan dengan benefit yang diharapkan setelah itu.

Status Dok.:

No. Salinan:

No. Dok.: QHSM-xxxxxx