Anda di halaman 1dari 1

Tn.

M,usia 17, saat ini masih duduk dibangku SMU di Jakarta,sejak mengkonsumsi shabu-shabu 3 tahun lalu,perilaku klien terlihat aneh oleh keluarganya. Lalu keluarga membawa Tn. M ke panti rehabilitasi untuk mendapat pengobatan. Pada saat dilakukan pengkajian klien sering mengeluh pusing, mual dan demam. Klien terlihat lesu, mata klien merah dan sayu, nada bicara klien kadang-kadang tinggi. Jika klien sakau klien sering membanting-banting barang di sekitarnya. Klien mengatakan tidak bisa tidur selama 2 hari. Suhu badan klien 38C. Klien mengatakan tidak dapat menahan diri untuk tidak menggunakan shabu-shabu. Di pergelangan tangan klien terlihat luka bekas sayatan. Klien merasa tidak berguna lagi,klien merasa sudah tidak berharga yang ada hanya membebani keluarga saja. Klien tampak menyendiri. Klien tampak tidak bersemangat. Biasanya setelah menjalani rehabilitasi klien berhenti menggunakan shabu-shabu. Akan tetapi waktunya tidak lama, paling lama 6 bulan. Ini kali ketiga klien dirawat di panti rehabilitasi. Klien mengatakan sudah berusaha untuk menghentikan kebiasaan mengkonsumsi shabu-shabu. Tetapi keinginan itu tidak bertahan lama karena dia sering ketemu dan berkumpul bersama teman-teman pemakai NAPZA. Klien sulit untuk menolak ajakan teman-temannya.