Anda di halaman 1dari 7

IMPLEMENTASI

LESSON STUDY BERBASIS MADRASAH


Oleh:

Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

TUJUAN
1. Semua guru harus membuka pembelajaran mereka untuk diobservasi dan refleksi setidaknya satu kali dalam setahun. 2. Semua guru harus meningkatkan kualitas pembelajaran mereka dengan belajar dari rekan-rekan sesama guru. 3. Semua guru harus membentuk kolegialitas dengan cara berkolaborasi bersama.

MATA PELAJARAN DAN GURU YANG BERPARTISIPASI


SEMUA MATA PELAJARAN HARUS DICAKUP OLEH LESSON STUDY BERBASIS MADRASAH SEHINGGA SEMUA GURU HARUS BERPARTISIPASI

FASILITATOR/ KOORDINATOR/MODERATOR KUALIFIKASI FASILITATOR (JIKA ADA) atau YANG MENDEKATI: - Pengetahuan dan latar belakang mata pelajaran yang kuat - Kapasitas pedagogis yang kuat - Keterampilan memfasilitasi diskusi

PERAN KEPALA MADRASAH


1. Memprakarsai dan memimpin pelaksanaan lesson study berbasis madrasah. 2. Menyesuaikan kalender madrasah dan jadual guru mengajar sehingga akan lebih banyak guru yang berpartisipasi. 3. Ikut ambil bagian dalam tahap lesson study, terutama dalam open class dan refleksi. 4. Mendorong para guru menerapkan lesson study.

PENGATURAN JADUAL
- Frekuensi banyak tidaklah penting. - Yang lebih penting berlangsung dalam jangka panjang sebagai sebuah rutinitas. - Mengatur ulang jadual Jumt pagi sehingga tidak ada jadual mapel utama (Mtk, IPA, IPS, Bhs Indo, dll). Diharapkan sebagian besar guru dapat berpartisipasi dalam lesson study. - Menyaksikan open class melalui tayangan video pembelajaran yang dibuat pada kelas reguler yang sedikit diikuti oleh guru.

PEMILIHAN GURU BUKA KELAS


Awalnya, kepala madrasah menominasikan beberapa orang guru sebagai guru model dalam lesson study atau Kepala madrasah bersedia menjadi guru model untuk mendorong para guru agar bersedia menjadi guru model