Anda di halaman 1dari 22

PENYUSUNAN SILABUS BERDASARKAN JUKNIS 2010

Oleh: Widyaiswara BDK Surabaya

PP Nomor 19/2005 Pasal 17 ayat 2


Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan

Permendiknas Nomor 19/2007 tentang Standar Pengelolaan


Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan SI, SKL, dan Panduan Penyusunan KTSP (lampiran Butir B Poin 5)

HASIL BIMTEK TINGKAT REGIONAL KAB/KOTA DAN HASIL MONITORING, SUPERVISI, DAN EVALUASI KTSP TAHUN 2009
Guru pada umumnya belum sepenuhnya mengembangkan silabus secara mandiri yang dikembangkan berdasarkan hasil analisis atau pemetaan SK-KD. Selain itu, guru mengalami kesulitan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran melalui penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.

SILABUS
Rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup SK, KD, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dana, sumber/ bahan/ alat belajar. (Panduan Penyusunan KTSP, BSNP, 2006)

STANDAR KOMPETENSI
Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan atau semester. SK terdiri atas KD sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional. (Permendiknas Nomor 22 / 2006)

KOMPETENSI DASAR
Sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi. (Permendiknas Nomor 22/ 2006)

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


Penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. IPK dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional. (Panduan Penyusunan KTSP, BSNP, Tahun 2006)

PENGEMBANGAN INDIKATOR
Mengembangkan indikator mempertimbangkan karakteristik MP, peserta didik, dan sekolah Indikator dikembangkan guna mendorong peningkatan mutu sekolah di masa yang akan datang

KATA KERJA OPERASIONAL (KKO)


Kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD untuk mengembangkan indikator pencapaian yang dapat diukur ketercapaiannya.

KKO pada SK dan KD


1. Mengklasifikasikan menjadi tingkat: pengetahuan, proses, dan penerapan; 2. Menentukan KKO indikator dari tingkatan terendah ke tinggi sampai setara KKO pada KD; 3. Satuan pendidikan dapat menentukan KKO IPK lebih tinggi dari KKO KD; 4. Setiap KD dikembangkan minimal menjadi 3 IPK; 5. KKO mengakomodasi kompetensi sesuai tendensi pada KKO KD/SK (afektif, psikomorik atau kognitif);

MATERI POKOK PEMBELAJARAN


Pengetahuan,keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi SK yang ditetapkan (panduan Pengembangan Materi Pembelajaran). Materi pokok ditulis dalam bentuk butir-butir rincian sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi (Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007)

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD
(Panduan Pengembangan Silabus, Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2008)

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan pembelajaran mengacu kepada IPK dengan memperhatikan: 1) Kesesuaian tingkat kompetensi pada IPK. 2) Urutan kegiatan pembelajaran sesuai urutan IPK. 3) Penentuan kegiatan TM, PT, KMTT sesuai dengan SK-KD.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Pembelajaran Tatap Muka 2. Penugasan Terstruktur 3. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
15

Pembelajaran Tatap Muka (TM) : Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Penugasan Terstruktur (PT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik, dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik, dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik.

16

PENILAIAN
Penilaian pencapaian KD peserta didik yang dilakukanberdasarkan indikator dengan menggunakan tes dan atau non tes dalam bentuk : tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri (Panduan Pengembangan Silabus, Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2008) 2

ALOKASI WAKTU
Alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan empertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai KD yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam
(Panduan Pengembangan Silabus, Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2008)

BEBAN BELAJAR SISWA


Pengaturan beban belajar di SMP ini dengan sistem paket yang didasarkan pada struktur dan muatan kurikulum dengan alokasi waktu sebagai berikut ini. Beban belajar tetap adalah 36 jam pelajaran per minggu Alokasi waktu 40 menit untuk setiap mata pelajaran
Satu jam pembelajaran tatap muka (menit) 40 Jumlah jampel/ minggu 36 Minggu efektif per tahun 34 Waktu pembelajaran per tahun (jampel) 1360 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) 906

Kelas

VII, VIII, IX

PENILAIAN
Jenis penilaian :tes/ non tes. Teknik penilaian : tertulis, lisan, praktik, portofolio, praktek, penilaian sikap, penilaian diri). Bentuk penilaian: uraian, pilihan ganda, dll.

SUMBER BELAJAR
Rujukan, objek dan atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya
(Panduan Pengembangan Silabus, Direktorat Pembinaan SMA Tahun 2008)

CONTOH FORMAT SILABUS


SILABUS
Nama Madrasah Mata Pelajaran Kelas/smt Standar Kompetensi Alokasi Waktu Kompetensi Dasar : : : : : Kegiatan Pembelajaran Penugasan Kegiatan Terstruktur Mandiri Tidak Terstruktur Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Karakter Jenis Teknik Bentuk Alokasi Waktu Sumber dan atau Media

Materi Pokok/ Pembelajaran

Tatap Muka