Anda di halaman 1dari 2

SKENARIO II ORTHO KELOMPOK VI Diagnosa dari Skenario Menurut skenario , diagnosanya yaitu Maloklusi Kelas I angle disertai dengan

pergeseran garis median Rahang Atas ke kanan 1 mm, dengan gigi anterior rahang atas dan bawah berdesakan serta terjadi gigitan silang. Rencana Perawatan Kesehatan mulut. Sebelum memulai perawatan ortodontik harus diupayakan kesehatan mulut yang baik. Gigi-gigi yang karies perlu dirawat demikian juga adanya kalkulus dan penyakit periodontal harus dirawat. Bila didapatkan penyakit sistemik, misalnya diabetes mellitus kadar gula darah harus terkontrol (Rahardjo, Pambudi. 2009.). Perencanaan perawatan rahang bawah. Perencanaan perawatan di rahang bawah terutama di region insisivi dilakukan lebih dahulu kemudian rencana perawatan rahang atas disesuaikan. Insisivi bawah diletakkan dalam posisi yang stabil, yaitu terletak pada daerah keseimbangan di antara lidah, bibir dan pipi. Perubahan letak insisivi yang berlebihan cenderung terjadi relaps (Rahardjo, Pambudi. 2009.). Perencanaan perawatan rahang atas. Penyesuaian perawatan rahang atas terhadap rahang bawah dilakukan terutama untuk mendapatkan relasi kaninus klas I, hal ini mempengaruhi pertimbangan seberapa banyak tempat yang dibutuhkan dan banyaknya kaninus diretraksi (Rahardjo, Pambudi. 2009.). Relasi gigi posterior. Hendaknya diupayakan mendapatkan relasi molar pertama permanen kelas I tetapi bila tidak memungkinkan relasi molar bisa juga kelas II atau kelas III (Rahardjo, Pambudi. 2009.). Penjangkaran. Mavam penjangkaran yang digunakan perlu dipikirkan untuk mencegah terjadinya kehilangan penjangkaran (gigi penjangkar bergeser ke mesial) yang berlebihan, apakah penjangkaran cukup dari gigi-gigi yang ada ataukah perlu mendapat penjangkaran dari tempat yang lain misalnya dari penjangkaran ekstra oral (Rahardjo, Pambudi. 2009.). Masa retensi. Perlu perencanaan masa retensi pada akhir perawatan untuk kasus yang dirawat ortodontik. Hampir semua kasus yang dirawat ortodontik membutuhkan masa retensi untuk mencegah relaps, yaitu kecenderungan untuk kembali ke posisi sebelum dilakukan perawatan. Macam piranti retensi dan lama pemakaian piranti tersebut perlu dijelaskan kepada pasien sebelum dilakukan perawatan ortodontik. Untuk piranti retensi lepasan dibutuhkan kepatuhan pasien untuk memakai piranti retensinya (Rahardjo, Pambudi. 2009.). - Koreksi gigi berdesakan Gigi berdesakan disebabkan ketidaksesuaian ukuran gigi dan lengkung geligi. Apakah gigi yang berdesakan bisa diterima atau perlu dilakukan perawatan untuk menghilangkan berdesakan perlu dipertimbangkan hal-hal berikut: Derajat berdesakan yang bisa dinyatakan dalam ukuran milimeter setiap kuadran Keadaan gigi permanen lainnya Profil pasien Untuk mengoreksi gigi berdesakan diperlukan tempat yang bisa didapat dari enamel stripping, ekspansi lengkung gigi, memproklinasikan insisive, distalasi molar, dan pencabutan gigi. Ada satu prosedur perawatan yang disebut pencabutan serial untuk mengoreksi letak gigi yang berdesakan sebagai perawatan awal untuk terapi komprehensif. - Koreksi gigitan silang Gigitan silang anterior yang disebabkan insisive atas retroklinasi dapat dirawat dengan

mendorong insisive tersebut ke labial dengan peranti lepasan. Bila hanya satu atau dua gigi atas yang dalam posisi silang, dan insisive bawah tidak berdesakan perawatannya dapat menggunakan inclined bite plane yang disemen di rahang bawah. Gigitan silang anterior meskipun hanya melibatkan satu gigi sebaiknya dirawat karena tekanan insisive atas pada saat oklusi dapat menyebabkan dehiscence di labial insisiv bawah. - Koreksi protusi - Koreksi hipotonus bibir Latihan untuk bibir hipotonus a. Srong dan Thomson Gigi RA dan RB oklusi sentris dan bibir ditiup tanpa tekanan. Kemudian kedua sudut mulut ditarik kesamping dan kedua telunjuk sampai hitungan ke sepuluh. Latihan dilakukan bertahap dan berulang. Awalnya 1 menit 3 kali sehari satu minggu. Kemudian setelah seminggu, 3 menit 2 kali sehari. b. Tarik bibir atas dengan kekuatan otot sampai menutup insisive RA dan tekan pada mahkotanya sampai hitungan ke-20. Pegang bibir bawah agar tidak menekan gigi RB. Lalu istirahat dan selanjutnya kekuatan kontraksi dan waktu latihan harus diperpanjang / hari. c. Kumur dengan air hangat d. Memainkan alat musik tiup - Evaluasi - Retensi Perlu perencanaan masa retensi pada akhir perawatan untuk kasus yang dirawat ortodontik. Hampir semua kasus yang dirawat ortodontik membutuhkan masa retensi untuk mencegah relaps, yaitu kecenderungan untuk kembali ke posisi sebelum dilakukan perawatan. Macam piranti retensi dan lama pemakaian piranti tersebut perlu dijelaskan kepada pasien sebelum dilakukan perawatan ortodontik. Untuk piranti retensi lepasan dibutuhkan kepatuhan pasien untuk memakai piranti retensinya .