Anda di halaman 1dari 3

GENDUT YANG ENGGAK LUCU LAGI

Hati-hati kalo kita kelebihan berat badan. Itu bisa terjadi karena pola makan dan gaya hidup kita yang salah. Ayo perbaiki, sebelum kita diserang maca-macam penyakit ! Lihatlah di sekeliling kita. Di sekolah, di lingkungan rumah, di mal, di acara-acara TV. Rasanya makin banyak aja teman-teman se usia kita yang badannya makin membesar. Membesarnya juga bukan karena pertambahan usia, tapi karena emang doyan makan. Enggak heran kalo kemudian muncul panggilan-panggilan khusus buat si tubuh besar ini. Si Gembul, Gembrot, atau Kulkas Dua Pintu. Teman yang bertubuh gemuk biasanya jadi popular di sekolah. Soalnya, mereka terlihat lucu. Umumnya mereka suka bercanda dan jarang marah. Hidup kayaknya enggak ada beban banget. Tetapi, jangan salah. Lain dimuka biasanya lain di hati. Siapa yang tahu kalo dalam hati SI Gembul ini suka merintih, Duh, gue malu mau deketin Tyas. Badan gue tambun begini, dia mau enggak ya sama gue ? Atau, Ya ampuuun berat amat badan gue ! Jadi males bangun. Enakan gelesotan dulu ah di kasur. Minggu ini eskul fotografinya absen dulu deh Guys, dua keluhan seperti diatas mungkin Cuma diketahui si pemilik bodi gembul itu. Gara-gara perutnya enggak six packs, mereka jadi enggak pede di depan cewek yang lagi diincer. Yang lebih parah lagi, tubuh yang gemuk juga membuat seseorang jadi malas bergerak. Bawaannya lemes melulu. Kalo sudah begini, kita enggak perlu menyangkal di depan teman-teman bahwa kita merasa fine-fine saja dengan timbangan yang makin lama makin naik. Juga, jangan berusaha melupakan masalah dengan berpikir, karena sudah telanjur gemuk, so be it. Lalu secentong nasi pun ambruk lagi ke piring kita yang sudah menggunung Faktor penyebab Menurut seorang ahli gizi, Dr Leane MSc, cewek bisa dikategorikan mengalami kegemukan atau obesitas kalo berat badan nya di atas 30 persen dari berat badan normal. Sedangkan kalo cowok di atas 25 persen dari berat badan normal. Jadi kalo misalnya Irfan punya tinggi badan 170 cm, berat normalnya adalah 65-70 kg. Irfan akan gianggap overweight kalo beratnya antara 80-81 kg. Banyak hal yang menjadi penyebab kegemukan. Ada yang disebabkan oleh factor dari dalam, ada pula yang dari luar. 1. Genetik atau keturunan Artinya, seseorang yang keluarganya punya sejarah obesitas bisa dipastikan dia pun akan mengalami obesitas, kalo seorang ibu yang mengalami kegemukan sedang hamil, maka ia akan menurunkan unsur lemaknya yang berjumlah besar pada bayi yang dikandungnya. Ketika kita besar, kecenderungan kita untuk menjadi gemuk bahkan bertambah 25-30 persen. Faktor ini memang susah dihindari, meskipun ada pula orang yang bisa terbebas dari warisan tersebut.

2. Pola makan Saat ini pola makan adalah factor yang paling memengaruhi terjadinya kasus obesitas. Bayangin kalodi mana-mana ada mal baru. Setiap kali kita jadi kepingin mencoba mal yang baru. Janjian sama temen di mal. Nunggu waktunya eskul ke mal. Weekend ke mal lagi. Padahal di mal jarang ada resto yang menyediakan masakan sehat. Yang ada Cuma burger, pizza, ayam goreng, crepes, dan lain-lain yang masuk kategori junk food. Padahal junk food mempunyai kandungan tinggi kalori, dari karbohidrat dan lemak. Itu yang menyebabkan berat badan cepat naik. Ujar Dr Leane. 3. Gaya hidup Ngaku deh, seberapa sering sih kita berjalan kaki ? Berangkat sekolah diantar bokap, Pulang sekolah nebeng temen. Ke mal atau ke kafe pas weekend juga nebeng mobil temen. Banyak dari kita yang juga males ikut ekskul kalo enggak ada yang nganter. Terus, merasa lebih nyaman dengan mendekam di kamar sambil main PS. Itulah yang menyebabkan tidak adanya output energi, lanjut dokter yang berpraktek di jalan HOS Cokroaminoto ini. 4. Pengaruh emosional dan lingkungan Cherie Bennett, penulis novel Life in the Fat Lane, berkisah tentang Lara, siswi SMA pemenang kontes kecantikan yang punya pacar keren. Dalam beberapa bulan, berat badannya melonjak hampir dua kali lipat tubuhnya. Kelak Lara mengakui, ia depresi karena ortunya selalu menuntutnya untuk tampil langsing dan cantik. Ayahnya selingkuh dengan cewe yang jauh lebih muda. Cherie mengaku mendapat ide tersebut dari ribuan surat penggemarnya. Setelah persoalan cinta dan seks, yang paling banyak dikeluhkan penggemarnya adalah soal berat badan. Bahkan, ada surat dari seorang anggota geng popular yang bilang gengnya punya ritual muntah bareng di toilet sekolah biar berat badan mereka tetap ideal. 5. Rawan penyakit Di Amerika, tuntutan untuk menjadi langsing tampaknya memang lebih besar. Teman-teman seumuran juga lebih sadis dalam memperolok teman lain yang mengalami overweight. Di Indonesia, situasinya tidak separah itu, namun hambatan psikologis yang dialami penderita obesitas tetap ada. Pergaulan dia dengan teman-teman jadi terganggu. Dari luar tidak terlihat bahwa dia tidak menerima (kekurangannya), tapi dari hati kecil pasti dia ingin seperti temantemannya yang lain, papar Dr. Leane. Waktu balita seorang anak dianggap sehat dan lucu kalo bertubuh gemuk. Tetapi kalo udah remaja dan dewasa , pasti enggaksehat dan enggak lucu lagi. Enggak ada itu, gemuk yang sehat, tegas Dr Leane. Sebab, obesitas ternyata potensial menimbulkan banyak penyakit. Masih ingat Super Size Me ? Dalam film documenter yang jadi unggulan Oscar 2005 ini, sutradara Morgan Spurlock ber eksperimen dengan mengonsumsi semua menu Mc Donalds selama 30 hari. Hal ini dia lakukan buat mencari tahu kenapa dua

pertiga dari penduduk Amerika mengalami obesitas. Hasilnya, beratnya enggak Cuma naik 12 kiloan dan kadar kolesterolnya naik, tetapi juga jadi gampang pusing, depresi, dan kemampuan seksualnya jadi enggak maksimal lagi. Hal ini sesuai dengan yang banyak diuraikan oleh Dr Leane. Banyak pasiennya yang masih seumuran kita. Keluhan pasien cowok umumnya soal pertumbuhan organ seksual yang enggak maksimal dan infertil (enggak subur). Kalo cewek, biasanya menstruasi jadi enggak teratur. Beragam penyakit yang lebih menyeramkan juga bisa terjadi. Dari diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung koroner (PJK), hipertensi, asam urat, penyumbatan pembuluh darah, kanker payudara, kanker indung telur, kanker endometrium, kanker usus besar, sampai kemandukan. Kamu sendiri gimana, udah mulai cepat capek, cepat mengantuk, banyak buang air, atau persendian terasa pegal-pegal ? Hm hati-hati aja . Itu tanda-tanda kalo kamu mulai kena diabetes atau asam urat. Kalo pun sekarang belum ada gejala semacam itu , dampaknya pasti baru kamu rasakan ketika dewasa.