Anda di halaman 1dari 5

Koronoplasti Koronoplasti disebut juga occlusal equilibration, merupakan tindakan pembentukan permukaan oklusal secara selektif yang bertujuan

untuk mendapatkan oklusi yang stabil dan non traumatik. Oklusi yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan untuk stabilitas oklusal dan disebut sebagai oklusi theraupetik. Persyaratan untuk stabilitas oklusal meliputi maksimum intercusp (tidak ada kontak anterio, kontak posterior didistribusikan dengan baik, kontak yang baik dengan gigi lawan, stabilitas dengan gigi yang berseberangan, dan kekuatan diarahkan sepanjang sumbu masing-masing gigi), gerakan excursive tanpa gangguan, tidak ada trauma oklusi, dan respon subjektif menguntungkan terhadap bentuk dan fungsi oklusal. Adapun indikasi tindakan koronoplasti adalah adanya prematuritis dan tandatanda traumatism (trauma from occlusion). Kontra indikasi koronoplasti adalah adanya hubungan oklusal yang abnormal tetapi tidak ada tanda-tanda traumatism (trauma from occlusion). Trauma oklusi adalah kerusakan jaringan periodonsium akibat tekanan oklusi yang melebihi kapasitas adaptasi jaringan periodonsium. Trauma oklusi dapat diklasifikasikan menjadi dua katagori berdasarkan etiologi yang terjadi, yaitu: 1. Trauma oklusi primer Trauma ini terjadi jika terdapat peningkatan kekuatan dan durasi dari tekanan oklusal yang berlebihan pada jaringan periodonsium normal atau sehat. Menurut Manson, lesi yang ditimbulkan dari oklusi traumatik ini dapat atau tidak dapat mengalami peradangan pada jaringan marginal pada periodonsium, tetapi pada dasarnya lesi ini tidak mengalami kehilangan tulang alveolar. Tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa oklusi traumatik primer juga dapat menyebabkan kerusakan tulang alveolar yaitu bila hambatan oklusal yang menyebabkan trauma oklusi tidak dikoreksi. Contoh penyebab trauma oklusi

primer: restorasi yang terlalu tinggi, pemasangan protesa yang menyebabkan tekanan berlebih pada gigi penyangga. Perubahan yang terjadi antara lain pelebaran ruang ligamen periodontal, kegoyangan gigi, rasa sakit. Perubahan yang terjadi biasanya bersifat reversibel, dapat hilang jika oklusi traumatik dikoreksi. 2. Trauma oklusi sekunder Trauma ini terjadi ketika tekanan oklusal normal yang diterima menjadi berlebihan karena telah kehilangan jaringan yang parah atau berkurangnya kemampuan jaringan periodonsium untuk menahan tekanan oklusal. Gigi dengan trauma oklusi sekunder dapat mengalami kerusakan tulang alveolar yang cepat dan juga mengakibatkan pembentukan poket. Selain itu, trauma oklusi dapat bersifar akut atau kronis. 1) Trauma oklusi akut Trauma ini didapat dari tekanan oklusal yang tiba-tiba, seperti ketika menggigit benda keras, restorasi yang dapat merubah arah tekanan oklusal pada gigi. Gejala yang ditimbulkan berupa gigi terasa sakit 2) Trauma oklusi kronis, Trauma ini disebabkan karena perubahan secara bertahap dari oklusi akibat adanya pergeseran gigi, ekstruksi gigi dan kebiasaan parafungsi seperti bruksism. Kerusakan yang ditimbulkan oleh trauma oklusi bervariasi berdasarkan keparahan dan besarnya tekanan serta lamanya waktu terjadinya perubahan tersebut. Terdapat keluhan-keluhan subjektif dan perubahan-perubahan klinis yang sering ditemukan pada kasus-kasus yang berkaitan dengan trauma oklusi. Perubahan-perubahan tersebut, yaitu : nyeri, rasa tidak nyaman saat mengigit, fremitus, migrasi dan atau posisi gigi yang abnormal, mobilitas gigi. Gambaran radiografis meliputi pelebaran ligament periodontal, lamina dura menebal, kerusakan tulang alveolar ke arah vertikal, resorpsi akar. Tekanan pada akar gigi dapat menyebabkan resorpsi yang merusak jaringan ikat diantara dua permukaan. Tekanan dapat disebabkan oleh gigi yang erupsi atau

impaksi, pergerakan ortodonti, trauma karena oklusi, atau jaringan. Tekanan yang di berikan dapat membangkitkan pelepasan sel-sel monosit dan pembentukan osteoklas sehingga terjadi resorpsi. Osteoklas dapat meluas sampai ke dentin dan mengenai tubulus dentin tanpa adanya bakteri. Apabila penyebab tekanan dihilangkan, maka resorpsi dapat dihentikan. Prosedur koronoplasti adalah menghilangkan kontak prematur pada centric oklusi, protrusive movement, dan lateral movement (working side dan non-working side). Teknik koronoplasti meliputi: 1. Menentukan kontak premature pada oklusi sentrik Gigi rahang atas dan rahang bawah dioklusikan dan pada posisi sentris diberi articulating paper merah kemudian dikatup-katupkan. Bagian yang ada spot tebal yang digrinding.

2. Menghilangkan kontak premature pada oklusi sentrik Rahang digerakkan ke working side. Bila pada working side tidak kontak dengan gigi atas, pengasahan dilakukan pada gigi atas. Bila pada working side, kontak dengan gigi atas, maka pengasahan dilakukan pada gigi bawah atau gigi atas dipilih yang paling menonjol ke oklusal. Dilakukan pengasahan satu per satu sampai didapatkan balanced centric occlusion Titik kontak pada keadaan balanced centric occlusion disebut centric stop. Centric stop tidak boleh diasah pada pengasahan selanjutnya.

3. Menentukan kontak premature pada protrusive movement Model rahang atas diberi articulating psper biru kemudian digerak-gerakkan dalam arah antero-posterior. Ambil articulating paper merah, cek trauma artikulasi pada posisi oklusi sentris.

4. Menghilangkan kontak premature pada protrusive movement Hanya teraan tanda-tanda kontak premature yang tidak bertumpuk dengan centric stop yang boleh digrinding. 5. Menentukan kontak premature pada working sida dan non-working side Model rahang atas diberi articulating psper biru kemudian digerak-gerakkan ke sisi working side dan non-working side. Ambil articulating paper merah, cek trauma artikulasi pada posisi oklusi sentris. 6. Menghilangkan kontak premature pada working sida dan non-working side Hanya teraan tanda-tanda kontak premature yang tidak bertumpuk dengan centric stop yang boleh digrinding.

Daftar Bacaan 1. McDevitt, Michael J. dan Bibb, Carol A. 2006. Occlusal Evaluation and Therapy. Carranzas Clinical Periodontology. 10th Ed. Philadelphia: WB Saunders Company. 2. http://www.scribd.com/doc/57282379/Trauma-From-Occlusion 3. http://www.scribd.com/doc/94929707/Trauma-Oklusi