P. 1
Analisis Derajad Kebebasan

Analisis Derajad Kebebasan

|Views: 4|Likes:
Dipublikasikan oleh Ika Sandria

More info:

Published by: Ika Sandria on Apr 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2014

pdf

text

original

Analisis Derajad Kebebasan

Derajad kebebasan sistem = jumlah total variabel – jumlah total persamaan neraca masa independen – jumlah total variabel arus yang telah ditentukan – jumlah total hubungan tambahan yang dapat disusun

Contoh Sari jeruk segar mempunyai komposisi 12% masa padatan terlarut, gula, dan air. Untuk menurunkan

biaya transportasi dari pabrik ke daerah pemasaran sari jeruk ini dipekatkan dan didaerah tujuan direkonstitusi menjadi sari jeruk dengan menambah air. Pemekatan

dilakukan pada evaporator dengan waktu tinggal pendek untuk mencegah hilangnya aroma dan rasa yang sensitif terhadap panas dan mudah menguap. Karena beberapa

komponen tetap hilang selama proses maka untuk meningkatkan rasa dan aroma sari jeruk pekat

ditambahkan sari jeruk segar dengan aliran pintas. Bila aliran pintas 10% dari umpan dan output dari evaporator mengandung 80% padatan terlarut.

Hitunglah air yang harus diuapkan dan komposisi produk akhir bila umpan sari jeruk segar 10.000 kg/j.

Air F4

F1 xp1

F2 xp2

Unit Proses

F5 xp5

F6 xp6

F3 xp3

Perhitungan derajad kebebasan
Percabangan Jumlah variabel Jumlah neraca masa Jumlah variabel yang telah ditentukan: - Komposisi - Arus Jumlah Hubungan - Rasio percabangan - Batasan percabangan Derajad kebebasan 1 1 0 2 3 1 1 0 1 1 1 1 2 1 6 2 Evaporator 5 2 Mixer 6 2 Proses 11 6

x1. Keduanya setimbang pada tekanan p dan suhu T. sehingga dibutuhkan 5 persamaan untuk menyelesaikannya. Sebagian cairan menguap menghasikan campuran uap yang lebih kaya dengan n-heksana dan sisa cairan yang lebih kaya dengan n-heptana.Contoh Flash vaporizer Campuran cairan n-heksana dan n-heptana 1000 kmol/j pada tekanan tinggi tiba-tiba diturunkan tekanannya (flash). x2. . n2 kmol/j x2 n-heksana (1 – x2) n-heptana n1 kmol/j x1 n-heksana (1 – x1) n-heptana n3 kmol/j x3 n-heksana (1 – x3) n-heptana Ada 5 variabel : n2. x3 yang belum diketahui. n3.

2 neraca masa komponen n-heksana dan n-heptana dan 1 neraca masa total x1 n1 = x2 n2 + n3 x3 (1 – x1) n1 = (1 – x2) n2 + (1 – x3) n3 n1 = n2 + n3 2.7% masa bensena. Persamaan neraca masa Ada 3 persamaan neraca masa.x3) p*n-heptana Campuran sejumlah 1000 kg/j (4) (5) (1) (2) (3) mempunyai komposisi 35% masa bensena (B). Distilat dari kolom ke-2 mempunyai komposisi 1. 98. Distilat mempunyai komposisi 95% masa bensena dan 3.0% masa toluena. Hukum fisika Dua persamaan dari hukum Raoult x2 P = x3 p*n-heksana (1 .Persamaan diperoleh dari : 1.0% masa toluena.x2) P = (1 . 50% masa toluena (T) dan xylena (X) 15% masa diumpankan kekolom distilasi. Produk dasar diumpankan ke kolom distilasi ke-2. Dari .

10% diperoleh pada hasil dasar kolom distilasi ke-2. n4 yang belum diketahui. Hitunglah variabel yang belum diketahui. n3.03 kg T/kg 0. T. n2. dan hanya ada 3 persamaan dari neraca masa B. X Derajad kebebasan = 4 – 3 = 1 .toluena yang di umpankan ke proses.003 kg X/kg 1000 kg/j 350 kg/j B 500 kg/j T 150 kg/j X n2 kg/j B n3 kg/j T n4 kg/j X n6 kg/j n7 kg/j n8 kg/j Pada kolom distilasi 1 Ada 4 variabel : n1.017 kg B/kg 0.67% xylena yang diumpankan ke proses direcovery pada hasil dasar kolom distilasi ke-2 juga.02 kg X/kg n5 kg/j 0. dan 96.98 kg T/kg 0.95 kg B/kg 0. n1 kg/j 0.

n6. dan hanya ada 3 persamaan dari neraca masa Proses secara keseluruhan Ada 5 variabel yang belum diketahui n1. n7. T. n6. n3. n2. X Derajad kebebasan = 7 – 3 = 4 yang belum diketahui. Derajad kebebasan = 5 – 3 – 2 = 0 Penyelesaian Ada 8 variabel tidak diketahui : n1. n8 Ada 3 persamaan neraca masa B. T. n4. n6. n4. X dan 2 persamaan recoveri fraksional. n7.98 n5 + n7 X : n4 = 0. n8 B. n5.017 n5 + n6 T : n3 = 0. n8 Dibutuhkan 8 persamaan : Neraca masa pada kolom distilasi 1 B : 350 kg = 0.Pada kolom distilasi 2 Ada 7 variabel : n2. n5. n7.003 n5 + n8 .03 n1 + n3 X : 150 kg = 0. n5.95 n1 + n2 T : 500 kg = 0.02 n1 + n4 Neraca masa pada kolom distilasi 2 B : n2 = 0. n3.

Persamaan linear dapat diselesaikan secara efisien tanpa siklus konvergensi menggunakan metoda matriks varian penghilangan baris.6 kg n2 = 219.67% recoveri X : n8 = 0.Persamaan recoveri fraksional 10% recoveri T : n7 = 0.4 kg n6 = 213.10 (500) kg = 50 kg 96. Pada kasus ini persamaan neraca dan himpunan spesifikasi akan secara sederhana terdiri dari himpunan persamaan linear. Program komputer untuk perhitungan penyelesaian matriks tersedia dalam berbagai bentuk.0 kg Masalah Neraca Masa Linear Penyelesaian secara simultan dengan program komputasi akan mudah bila semua spesifikasi batasan linear pada aliran komponen atau spesies.3 kg n4 = 146.8 kg n3 = 444.9667 (150) kg = 145 kg n1 = 189. .2 kg n5 = 402.

r n3B = n2B + x n2A = n2B + r Neraca masa pada separator Input = Output . Separator memisahkan output reaktor menjadi arus produk dan arus recycle yang mengandung 80% A dan 40 % B. Penyelesaian Diasumsikan arus umpan baru (1) = 100 kmol/j A Neraca masa pada reaktor Input = Output n3A = (1 – x) n2A = n2A . dan separator seperti pada diagram alir diatas. Kondisi operasi reaktor diatur sehingga rasio B/A pada arus umpan 1 : 5. Bila arus umpan baru adalah A dan diperkirakan stoikiometri reaksi sederhana A → B hitunglah konversi reaktor.Contoh 5 1 Mixer 2 Reaktor 3 Separator 4 Proses sederhana dimana senyawa A diubah menjadi senyawa B terdiri dari mixer. reaktor.

4 n3B Hubungan komposisi n2A = 5 n2B n 2A 1 0 -1 0 0 0 1 n2B 0 1 0 -1 0 0 -5 n5A -1 0 0 0 1 0 0 n5B 0 -1 0 0 0 1 0 n3A 0 0 1 0 -0.8 n3A n5B = 0.4 0 r 0 0 -1 1 0 0 0 RHS 100 0 0 0 0 0 0 .8 0 0 n 3B 0 0 0 1 0 -0.n3A = n4A + n5A n3B = n4B + n5B Neraca masa pada mixer Input = Output n6A = n5A + 100 n6B = n5B + 0 Neraca masa komponen pada separator n5A = 0.

Matriks penyelesaian n 2A 1 0 0 0 0 0 0 n2B 0 1 0 0 0 0 0 n5A 0 0 1 0 0 0 0 n5B 0 0 0 1 0 0 0 n3A 0 0 0 0 1 0 0 n 3B 0 0 0 0 0 1 0 r 0 0 0 0 0 0 1 RHS 227.6 68. spesifikasi proses tidak selalu linier .3 45.2 r = 68.5 159.3 = 0.2 n2A = 227.30 Masalah Neraca Masa Nonlinear Kunci yang mendasari pendekatan penyelesaian simultan masalah neraca masa adalah semua persamaan neraca dan hubungan spesifikasi proses dalam bentuk persamaan linier dari laju alir spesies.3 x = r/ n2A = 68.3 45.1 113.2/227. Bila persamaan neraca masa selalu berbentuk linier.5 127.

Hitunglah semua laju alir dalam proses.2% A 0.5%mol. N2 24. CH4 1.3% 2 H2 N2 CH4 A Reaktor 3 H2 N2 CH4 A Separator 5 6 H2 N2 CH4 A 7 . NH3 4 1 H2 74.2%mol dan A 0. Diperkirakan laju pembuangan gas diatur sehingga umpan campuran yang masuk reaktor mengandung CH4 18%mol dan konversi per pass N2 65%. Produk reaksi direfrigerasi untuk memisahkan 75% produk NH3 per Arus sisanya dikembalikan ke reaktor sebagai recycle.3% mol bereaksi secara katalitik menghasilkan NH3.0% N2 24. Untuk menstabilkan akumulasi inert CH4 dan A pada proses sebagian gas dibuang. pass.Contoh Pada pabrik amoniak gas umpan terdiri dari H2 74%mol.5% CH4 1.

Penyelesaian Tabel derajad kebebasan Titik Reak Sepa Titik Proses Total temu tor rator cabang 14 10+1 11 15 31 10+1 5 5 5 5 20 Jumlah Variabel Jumlah Neraca Jumlah komposisi yg diketahui Umpan CH4 pada arus 2 Jumlah hubungan Konversi Recovery NH3 Batasan cabang Derajad Kebebasan Basis 3 1 1 1 1 4 6 3 1 1 1 4 1 -1 3 5 4 5 3 Basis 1000 mol/j umpan atau arus 1 Neraca masa total A : nA6 = 3 CH4 : nCH46 = 12 N2 : nH26 = 245 – r H2 : nH26 = 740 – 3 r NH3 : nNH34 + nNH36 = 0 + 2 r Neraca masa titik percabangan x = n7/n6 .

menghasilkan persamaan non-linier nCH42 = 0.18 ─── = ─── ( 2 r + nNH42 ) x 168 (1) Persamaan ini dapat digunakan untuk mengeliminasi x dari pernyataan arus 2 yaitu N2 sehingga pernytaaan hanya dalam r dan NNH34 Neraca masa pada separator NH3 A : nA3 = 3 x + 3 CH4 : nCH43 = 12 x + 12 .Neraca masa titik pencampuran A : nA2 = 3 x + 3 CH4 : nCH42 = 12 x + 12 N2 : nH22 = (245 – r) x + 245 H2 : nH26 = (740 – 3 r) x + 740 NH3 : nNH32 = (2 r .nNH34 ) x Jumlah semua arus tersebut diatas N2 = 1000 (x + 1) – 2 r x – nNH44 x Komposisi CH4 pada umpan campuran = 18 mol.18 N2 = 0.18 [1000 (x + 1) – 2 r x – nNH44 x] = 12 x + 12 1+x 0.

65 NN22 245 (x + 1) – r x 159.8725 x .25 (x + 1) r = ──────── (1 + 0.5 (1 – x)2 0.nNH34 ) (1 + x) Hubungan spesifikasi proses nNH34 = 0.N2 : nH23 = (245 – r) (1 + x) H2 : nH23 = (740 – 3 r) (1 + x) NH3 : nNH32 = (2 r .65 x) Gabungan persamaan 3 dan 1 (1 + x) ──── = x 0.14 Berdasarkan harga x tsb .18 318.75 nNH33 = 0.65 x) (1 + 0.65 x) (1 + 0.5 r (1 + x) = ──────── (1 + 0.168 = 0 x = 34.095 x2 .75 x) (3) 4.75 ─── ─────── + ───────────── 168 (1 + 0.5 (1 + x) 318.75 [(2 r – nNH34) (1 + x) + nNH34] Atau nNH3 4 1.134.75 x) (2) Gabungan persamaan 1 dan 2 NN22 – NN23 245 (x + 1) – r x – 245 (x + 1) ────── = ───────────────── = 0.

3 mol/j NNH34 = 478. dan N2 diumpankan ke reaktor dan dipanaskan sampai 30000K dan 5 atm.3272 atm1/2 pCO2 ½ O2 + ½ N2 ↔ NO pNO K2 = ──────── = 0.1222 ( pNO2 pO2 ) 1/2 Hitunglah komposisi dalam kesetimbangan dalam fraksi mol Penyelesaian CO2 ↔ CO + ½ O2 ½ O2 + ½ N2 ↔ NO Pada kondisi awal nCO2 = nO2 = nN2 = 1 derajad reaksi ξ1 derajad reaksi ξ2 .r = 241. Dua reaksi mengalami kesetimbangan CO2 ↔ CO + ½ O2 pCO pO21/2 K1 = ────── = 0.07 mol/j Satu mol masing-masing CO2. O2.

ξ1) + ξ1 + (1 + ½ ξ1 – ½ ξ2) + (1 – ½ ξ2) + ξ2 = 3 + ½ ξ1 yCO2 = (1 .1) 2 ξ1 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 K1 = ────────── P (1 + ½ .ξ1)/(3 + ½ ξ1) yCO = ξ1/( 3 + ½ ξ1) yO2 = (1 + ½ ξ1 – ½ ξ2)/(3 + ½ ξ1) yN2 = (1 – ½ ξ2)/(3 + ½ ξ1) yNO = ξ2/(3 + ½ ξ1) pCO pO21/2 (yCO P) (yO2 P)1/2 K1 = ────── = ────────── pCO2 yCO2 P yCO yO2 yCO2 K1 = ────── P (1 + ½ .Setelah reaksi nCO2 = 1 .1) = 0.3272 2 (2 – ξ2) ( 6 + ξ1)1/2 .ξ1 nCO = ξ1 nO2 = 1 + ½ ξ1 – ½ ξ2 nN2 = 1 – ½ ξ2 nNO = ξ2 Jumlah total mol dalam kondisi setimbang = (1 .

0.3272 ( 6 + ξ1)1/2 .1222 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 (2 – ξ2)1/2 (2) Penyelesaian persamaan non-linier secara simultan dengan metoda Newton-Raphson sbb.1222 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 (2 – ξ2)1/2 ∂ f1 ── = 2.½ (yNO2)1/2 (yO2)1/2 -½) 2 ξ2 K2 = ──────────── = 0.236 ξ1 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 + 2.3272 (2 – ξ1) ( 6 + ξ1)1/2 (1) pNO (yNO P) K2 = ───────── = ──────────── ( pNO2 pO2 ) 1/2 (yNO2 P)1/2 (yO2 P)1/2 yNO K2 = ──────── P (1 .3272 (2 – ξ1) ( 6 + ξ1)-1/2 .236 ξ1 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 .236 ξ1 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 = 0.: f1 = 2.0.1222 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 (2 – ξ2)1/2 2 ξ2 = 0.3272 (2 – ξ1) ( 6 + ξ1)1/2 f2 = 2 ξ2 .236 ξ1 (2 + ξ1 – ξ2)-1/2 ∂ ξ1 + 0.2.0.

1880 ∂ ξ1 ∂ f1 ── = .0.2887 ∂ ξ1 .1222 (2 – ξ2)1/2 (2 + ξ1 – ξ2)-1/2 ∂ ξ1 ∂ f2 ── = 2 .0.1222 (2 – ξ2)1/2 (2 + ξ1 – ξ2)-1/2 ∂ ξ2 + 0.0.2 f1 = .0.2 ξ2 = 0.0194 f2 = 0.2.1159 ∂ ξ1 ∂ f2 ── = 2.1681 ∂ f1 ── = 4.∂ f1 ── = .236 ξ1 (2 + ξ1 – ξ2)-1/2 ∂ ξ2 ∂ f2 ── = .0.3162 ∂ ξ2 ∂ f2 ── = .1222 (2 + ξ1 – ξ2)1/2 Estimasi harga awal ξ1 = 0.

3162 d2 = 0.0009 d2 = .3030 yNO = ξ2/( 3 + ½ ξ1) = 0.0494 Estimasi harga baru ξ1 = 0.12081 yCO2 = (1 .065 yO2 = (1 + ½ ξ1 – ½ ξ2)/( 3 + ½ ξ1) = 0.1159 + 2.188 d1 .0.20176.2887 d2 = .f2 ∂ ξ1 ∂ ξ1 4.2574 yCO = ξ1/( 3 + ½ ξ1) = 0.039 .3355 yN2 = (1 – ½ ξ2)/ ( 3 + ½ ξ1) = 0. Penyelesaian ke 2 persamaan non-linier tsb : ξ1 = 0.2 + d1 = 0.0.∂ f1 ∂ f1 ── d1 + ── d2 = .0494 = 0.2 + d2 = 0.1991 ξ2 = 0.1506 Perhitungan diulang beberapa kali sampai diperoleh harga yang relatif tidak berubah.2 – 0.0.0009 = 0.ξ1)/( 3 + ½ ξ1) = 0.f1 ∂ ξ1 ∂ ξ1 ∂ f2 ∂ f2 ── d1 + ── d2 = .2 – 0.0.0194 .1681 d1 = .0. ξ2 = 0.

Konsentrasi larutan yang keluar pada masing-masing tahap diperkirakan sama. 30% masa CaCO3. hitunglah jumlah air pencuci yang dibutuhkan per masa umpan agar larutan yang keluar dari tahap 3 konsentrasi NaOHnya 1% masa. Air pencuci NaOH 8 H2O 1 Tahap 1 7 Tahap 2 6 Tahap 3 5 2 3 4 Umpan slurry Limbah Slurry .Proses untuk produksi NaOH terdiri arus intermediate yang mengandung slurry endapan CaCO3 dalam larutan NaOH dan H2O. Jika umpan slurry pada tahap pertama mengandung 10% masa NaOH. Tahap pencucian diperkirakan beroperasi sehingga slurry yang keluar pada masing-masing tahap mengandung 2 kg larutan per kg padatan CaCO3. Laju alir untuk proses pencucian lawan arus ditunjukkan pada diagram. dan 60% masa H2O. Slurry dicuci dengan air dengan 3 tahap pencucian untuk mengurangi konsentrasi NaOH dalam slurry sampai cukup rendah.

H2O = 2. CaCO3 Bila basis arus 1 : 1000 kg/jam Tahap 1 Jumlah variabel arus Jumlah persamaan neraca Jumlah komposisi yang sudah diketahui Arus 1 Arus 4 Jumlah hubungan yang telah diketahui Rasio padatan/larutan Rasio konsentrasi Derajad kebebasan Basis 10 3 Tahap 2 10 3 Tahap 3 9 3 Proses 19 9 2 1 2 1 1 1 3 1 1 5 1 1 3 3 3 1 -1 0 Indeks senyawa masing-masing CaCO3 = 3 Tahap 1 Persamaan neraca masa 100 + F17 = F12 + F18 600 + F27 = F22 + F28 300 = F32 Spesifikasi proses : slurry yang keluar dari masingmasing tahap mengandung 2 kg larutan per kg padatan NaOH = 1. .NaOH. H2O.

F12 + F22 = 2 F32 Konsentrasi larutan yang keluar pada masing-masing tahap diperkirakan sama F18 F12 ────── = ────── F18 + F28 F12 + F22 Tahap 2 Persamaan neraca masa F12 + F16 = F13 + F17 F22 + F26 = F23 + F27 F32 = F33 Spesifikasi proses : slurry yang keluar dari masingmasing tahap mengandung 2 kg larutan per kg padatan F13 + F23 = 2 F33 Konsentrasi larutan yang keluar pada masing-masing tahap diperkirakan sama F17 F13 ────── = ────── F17 + F27 F13 + F23 Tahap 3 Persamaan neraca masa F13 + 0 = F14 + F16 F23 + F25 = F24 + F26 .

F23 + F26 .F14 .01 F14 + F24 → F16 ────── = 0.F17 + F18 = 100 F22 . maka persamaan terdiri dari: Persamaan neraca masa linier F12 .F27 = 0 F13 .F27 + F28 = 600 F12 .F24 + F25 .F26 = 0 Spesifikasi proses linier .01 F16 + F26 Bila neraca masa CaCO3 dihilangkan.F13 + F16 .F16 = 0 F23 .F17 = 0 F22 .F33 = F34 Spesifikasi proses : slurry yang keluar dari masingmasing tahap mengandung 2 kg larutan per kg padatan F14 + F24 = 2 F34 Konsentrasi larutan yang keluar pada masing-masing tahap diperkirakan sama F14 F16 ────── = ────── F14 + F24 F16 + F26 F14 ────── = 0.

penurunan konsentrasi .0. Karena komposisi larutan awal 14.3% NaOH harus dikurangi sampai 1% NaOH.F12 + F22 = 600 F13 + F23 = 600 F14 + F24 = 600 0.3% masa NaOH.99 F16 .01 F26 = 0 Spesifikasi proses non-linier F18 F12 ────── = ────── F18 + F28 F12 + F22 F18 (F12 + F22) = F12 (F18 + F28) F17 F13 ────── = ────── F17 + F27 F13 + F23 F17 (F13 + F23) = F13 (F17 + F27) Karena ada 2 persamaan non-linier dan 2 kondisi yang berhubungan dengan tahap 1 dan 2 maka dipilih harga arus yang sesuai dengan unit tersebut Komposisi larutan masuk bersama slurry = 10% NaOH x 100%/(100% .99 F14 .01 F24 = 0 0.0.%masa CaCO3) = 10% x 100%/70% = 1/7% masa NaOH = 14.

50 + 94 = 100 → F12 = 56 kg/j F12 + F22 = 600 → F22 = (600 .6) kg/j = 94 kg/j Bila diperkirakan bahwa ½ dari NaOH tercuci pada tahap 1 = ½ x 100 kg/j = 50 kg/j dan hampir seluruh NaOH dari umpan keluar pada arus 8 (F18).3%masa pada unit pencucian tahap 1.01 → F14 = 0. Bila diperkirakan 10% masa. padahal hampir seluruh NaOH input 100 kg/j keluar pada arus 8 (F18) maka F28 = 100 kg/j/10% = 1000 kg/j . maka komposisi larutan yang keluar dari unit tsb tidak mungkin lebih besar.F17 + F18 = 100 F12 .01 x 600 kg/j = 6 kg/j F14 + F24 NaOH input = 10% (1000 kg/j) = 100 kg/j = F18 + F14 F18 = (100 .56) kg/j = 544 kg/j Komposisi larutan yang masuk bersama padatan CaCO3 14. maka NaOH yang keluar pada arus 7 (F17) = 50 kg/j F12 . maka F14 + F24 = 600 F14 ────── = 0. Slurry yang keluar dari masing-masing tahap mengandung 2 kg larutan per kg padatan.NaOH pada tiap tahap harus sekurang-kurangnya ½ nya sehingga secara keseluruhan 1/7 x ½ x ½ x ½ = 1/56 > 1%.

2 NaOH kg/j H2O kg/j 56 544 3 15.1 4 6 594 5 994 6 9.F12 ∂F28 ∂f1 ─── = .F22 .F13 (F17 + F27) Linierisasi persamaan menggunakan metoda Newton Raphson sbb.56 ∂F28 ∂f1 ─── = -F28 ∂F12 ∂f1 ─── = -1000 ∂F12 ∂f1 ─── = F18 ∂F22 ∂f1 ─── = 94 ∂F22 Persamaan menjadi ∂ f1 N ∂f1 ∑ ─── xn = ∑ ─── xn0 .F12 (F18 + F28) f2 = F17 (F13 + F23) .f1 (x0) n=1 ∂xn n=1 ∂xn N .: ∂f1 ── = F22 ∂F18 ∂f1 ── = 544 ∂F18 ∂f1 ─── = .F27 + 1000 = 600 → F27 = 944 kg/j Bila seluruh arus dihitung diperoleh sbb.94 584.F27 + F28 = 600 544 .1 7 50 944 8 94 1000 Laju alir masa komponen yang diperoleh diatas merupakan estimasi untuk linierisasi fungsi non-linier f1 = F18 (F12 + F22) .94 984.

F13 ∂F27 ∂f2 ─── = -F27 ∂F13 ∂f2 ─── = F17 ∂F23 ∂f2 ∂f2 ── = 584.F12 (F18 + F28) = F18 F22 .4864 n=1 ∂xn = -1000 x 56 + 94 x 544 + 544 x 94 – 56 1000 N .1 ─── = .F28 N f1 (x0) = F18 (F12 + F22) .4864 = .15.4864 Persamaan f1 menjadi linier -1000 F12 + 94 F22 + 544 F18 – 56 F28 = .944 ∂F23 .4864 ∂f2 ── = F23 ∂F17 ∂f2 ─── = .F12 F28 = 56 x 1000 – 544 x 94 = 4864 ∂ f1 ∑ ── xn = -1000 F12 + 94 F22 + 544 F18 – 56 F28 .∂f1 ∑ ─── xn0 adalah n=1 ∂xn -1000 F12 + 94 F22 + 544 F18 .94 ∂F17 ∂F27 ∂f2 ─── = 50 ∂F23 ∂f2 ∑ ─── xn0 adalah n=1 ∂xn N ∂f2 ─── = .

1 F17 .99 F12 + 94 F22 + 558.03 4 6 594 5 1196.94 x 944 = 14155.16 558.64 Dari penyelesaian 13 persamaan neraca masa tahap 1 diperoleh harga estimasi baru sbb.94 F27 n=1 ∂xn .97 F27 = .64 Persamaan f2 menjadi linier -944 F13 + 50 F23 + 584.94 F27 = 14155.01 -1161.97 7 35.-944 F13 + 50 F23 + 584.94 ∂ f1 ∑ ── xn = -944 F13 + 50 F23 + 584.17.64 N = 14155.: 2 NaOH kg/j H2O kg/j 41.15.84 F18 .1 F17 .1 – 15.16 8 94 1202.99 6 11.15.03 F17 .99 1185.91 .1 F17 .41.F13 F27 = 50 x 584.15.16 F28 = 3020.431.97 582.83 Linierisasi 2 persamaan non-linier dengan harga estimasi baru menjadi -1202.83 F13 + 35.02 1161.16 F23 + 582.84 3 17.94 F27 f2 (x0) = F17 F23 .14155.

83 4 6.Dari penyelesaian 13 persamaan neraca masa tahap 2 diperoleh harga estimasi baru sbb.17 581.00 594.16 3 18.47 1179.84 F28 = .37 1205.36.84 F13 + 36.84 8 94.16 3 18.00 1222.80 .16 F18 .25 Dari penyelesaian 13 persamaan neraca masa tahap 3 diperoleh harga estimasi baru sbb.84 557.83 F17 .00 5 0 1216.00 1223.: 2 NaOH kg/j H2O kg/j 42.20 1180.13 -1180.84 Linierisasi 2 persamaan non-linier dengan harga estimasi baru menjadi -1223.37 F12 + 94 F22 + 557.00 5 0 1217.84 557.17 7 36.17 581.84 F23 + 581.00 594.64 1204.64 6 12.17 7 36.17 F27 = .42.21.18.37 6 12.: 2 NaOH kg/j H2O kg/j 42.83 4 6.84 8 94.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->