Anda di halaman 1dari 7

1.

Kembang Setaman

Kembang setaman bukan brarti ngasih sajen kembang 1 taman tapi 5 macam bunga yang ada maknanya masing2, yaitu: mawar merah, melati, kanthil, mawar putih dan kenanga. Biasanya digunakan untuk berbagai upacara ritual Kejawen. Salah satunya mandi kembang. Mandi kembang selain memberikan kesegaran, dipercaya mampu menurunkan stres dan menstabilkan medan energi. Pemanfaatan energi bunga dalam ritual mandi juga memberikan perubahan yang lebih positif, dari sisi mental, emosional, maupun spiritual, cakra lebih aktif, aura pun lebih terang dan kuat. Kembang setaman biasanya terdiri dari: a. Kembang KANTHIL, kanthi laku, tansah kumanthil

Atau simbol pepeling bahwa untuk meraih ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase kalawan kas, tegese kas iku nyantosani. Maksudnya, untuk meraih ilmu spiritual serta meraih kesuksesan

lahir dan batin, setiap orang tidak cukup hanya dengan memohon-mohon doa. Kesadaran spiritual tak akan bisa dialami secara lahir dan batin tanpa adanya penghayatan akan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari (lakutama atau perilaku yang utama). Bunga kanthil berarti pula, adanya tali rasa, atau tansah kumanthil-kanthil, yang bermakna Kumanthil kepada Allah dan Rosul-Nya, pula pengabdian yang mendalam tiada terputus. Yakni mencurahkan kasih sayang dan manfaat kepada seluruh makhluk, kepada kedua orang tuanya dan para leluhurnya, pada seluruh muslimin muslimat. Bukankah hidup ini pada dasarnya untuk saling memberi dan menerima kasih sayang kepada dan dari seluruh makhluk. Jika semua umat manusia bisa melakukan hal demikian tanpa terkotak-kotak ragam perbedaan, niscaya bumi ini akan damai, tenteram, dan sejahtera lahir dan batinnya. b. Kembang MLATHI, rasa melad saka njero ati.

Dalam berucap dan berbicara hendaknya kita selalu mengandung ketulusan dari hati nurani yang paling dalam. Lahir dan batin haruslah selalu sama, kompak, tidak munafik. Menjalani segala sesuatu tidak asal bunyi, tidak asal-asalan. Kembang melati, atau mlathi, bermakna filosofis bahwa setiap orang melakukan segala kebaikan hendaklah melibatkan hati (sembah kalbu), jangan hanya dilakukan secara gerak ragawi saja. Ada juga yang mengartikan jadi melat-melat ing ati yang artinya selalu ingat dan waspada. c. Kembang KENANGA, Keneng-a!

Atau gapailah..! segala keluhuran yang telah dicapai oleh para pendahulu. Berarti generasi penerus seyogyanya mencontoh perilaku yang baik dan prestasi tinggi yang berhasil dicapai para leluhur mursalin, anbiya, auliya dan para ulama? semasa hidupnya. Kenanga, kenang-en ing angga. Bermakna filosofis agar supaya anak turun selalu mengenang, semua ?pusaka? warisan leluhur berupa benda-benda seni, tradisi, kesenian, kebudayaan, filsafat, dan ilmu spiritual, toriqoh, akhlak sopan santun, dan lain yang baik-baik, yang banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom). d. Kembang MAWAR, Mawi-Arsa

Dengan kehendak atau niat. Menghayati nilai-nilai luhur hendaknya dengan niat. Mawar, atau awar-awar ben tawar. Buatlah hati menjadi ?tawar? alias tulus. Jadi niat tersebut harus berdasarkan ketulusan, menjalani segala sesuatu tanpa pamrih (ikhlas), berarti mencapai ketulusan yang tiada batas atau keadaan rasa tulus pada titik nihil, yakni duwe rasa, ora duwe rasa duwe (punya rasa tidak punya rasa punya) sebagaimana ke Maha Tulusan Allah dalam melimpahkan anugrah kepada seluruh makhluk. d.1. Mawar Merah Mawar melambangkan proses terjadinya atau lahirnya diri kita ke dunia fana. Yakni lambang dumadine jalma menungsa melalui langkah Triwikarma. Mawar merah melambangkan ibu. Ibu adalah tempat per-empu-an di dalam mana jiwa-raga kita diukir. Sebagaimana lahirnya (syahnya) ilmu yang kita jalani dari para pendahulu ilmu (para penuntun). d.2. Mawar Putih Mawar putih adalah perlambang dari bapa yang meretas roh kita menjadi ada. Dalam lingkup makrokosmos, Bapanya adalah Bapa langit, Ibunya adalah Ibu Bumi. Bapanya jiwa bangsa Indonesia, Ibunya adalah nusantara Ibu Pertiwi. Keduanya mencetak ?pancer? atau guru sejati kita. Maka, pancer kita adalah pancerku kang ana sa ngisore langit, lan pancerku kang ana sanduwure bumi. 2. Kembang Telon

Terdiri tiga macam bunga. Bisa menggunakan bunga mawar putih, mawar merah, dan kanthil. Atau mawar, melati, kenanga. Atau mawar, melati, kantil. Telon berasal dari kata telu (tiga). Dengan harapan agar meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (tri tunggal jaya sampurna). Sugih banda, sugih ngelmu, sugih kuasa (kaya harta, kaya ilmu dan tinggi derajatnya). Kembang telon bisa untuk memberi "makan" benda-benda keramat atau digunakan untuk ritual tertentu. 3. Kembang 7 rupa

Berupa kembang setaman ditambah jenis bunga-bunga lainnya sampai berjumlah 7 macam. Lebih sempurna bila di antara kembang tersebut terdapat kembang wora-wari bang. Atau sejenis bunga sepatu yang wujudnya tidak mekar, tetapi bergulung/gilig memanjang (seperti gulungan bulat memanjang berwarna merah). Ciri lainya jika pangkal bunga dihisap akan terasa segar manis. Kembang tujuh rupa, dimaksudkan supaya apa yang sedang menjadi tujuan hidupnya dapat terkabul dan terlaksana. Tujuh (Jawa; pitu) bermakna sebuah harapan untuk mendapatkan pitulungan atau pertolongan dari tuhan yang Mahakuasa. Fungsinya hampir sama seperti

kembang setaman. Biasanya sering digunakan untuk mandi kembang agar cepat dapat jodoh atau yang digunakan untuk campuran air siraman pengantin. 4. Kembang Boreh, Putihan

Terdiri dari tiga macam bunga yang berwarna putih. Yakni kanthil, melati, dan mawar putih. Ditambah dengan ?boreh? atau parutan terdiri dua macam rempah; dlingo dan bengle. Agar segala sesuatu selalu dalam tindak tanduk, perilaku yang suci murni. Karena putih di sini melambangkan kesucian dan ketulusan hati. Kembang telon bermakna pula sebagai pengingat agar supaya kita selalu eling (ingat) dan waspada. Sajen kembang boreh biasanya digunakan untuk selamatan kelahiran bayi, dan ketika membeli harap jangan menawar harganya. 5. Bunga Macan Kerah (macam-macam bunga dicampur jadi satu)

Kerah berarti berkelahi, karena macam-macam bunga dicampur jadi satu makanya disebut macan kerah. Biasanya bunga ini digunakan dalam campuran jamu macan kerah yang bisa menyegarkan rahim dan membuat bau badan jadi harum.

Terakhir diubah oleh Black_Fairy; 02-11-12 pukul 04:05 PM.

Menjawab Disertai Quote 02-11-12 03:23 PM #2 jeng centil

Presiden Tanggal Gabung Feb 2009

Lokasi di bwh atap,di kolong langit Posts 18.007 Rep Power 64

Re: Makna dan Kegunaan Kembang Sajen... ^_^


Originally Posted by Black_Fairy 5. Bunga Macan Kerah (macam-macam bunga dicampur jadi satu)

Kerah berarti berkelahi, karena macam-macam bunga dicampur jadi satu makanya disebut macan kerah. Biasanya bunga ini digunakan dalam campuran jamu macan kerah yang bisa menyegarkan rahim dan membuat bau badan jadi harum.