P. 1
sejarah perkembangan puskesmas

sejarah perkembangan puskesmas

|Views: 785|Likes:
Dipublikasikan oleh Kuroi Yuri

More info:

Published by: Kuroi Yuri on Apr 03, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2015

pdf

text

original

SEJARAH DAN PROGRAM POKOK PUSKESMAS Puskesmas telah menjadi tonggak periode perjalanan sejarah Dinas Kesehatan Kabupaten

di Indonesia. Konsep Puskesmas sendiri diterapkan di Indonesia pada tahun 1969. Perihal diterapkannya konsep Puskesmas ini, pada awal berdirinya, sedikit sekali perhatian yang dicurahkan Pemerintah di Kabupaten pada pembangunan di bidang Kesehatan. Sebelum konsep Puskesmas diterapkan, dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat maka dibangunlah Balai Pengobatan (BP), Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA), yang tersebar di kecamatan-kecamatan. Unit tersebut berdiri sendiri-sendiri tidak saling berhubungan dan langsung melaporkan kegiatannya kepada Kepala Dinas Kesehatan, umumnya unit tersebut dipimpin oleh seorang Mantri (perawat) senior yang pendidikannya bisa Pembantu Perawat atau Perawat. Sejalan dengan diterapkannya konsep Puskesmas di Indonesia tahun 1969, maka mulailah dibangun Puskesmas di beberapa wilayah yang dipimpin oleh seorang Dokter Wilayah (Dokwil) yang membawahi beberapa Kecamatan, sedang di tingkat kabupaten ada Dokter Kabupaten (Dokabu) yang membawahi Dokwil. Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas tersebut adalah pelayanan kesehatan menyeluruh (komprehensif) yang meliputi pelayanan: pengobatan (kuratif), upaya pencegahan (preventif), peningkatan kesehatan (promotif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
Pada pertemuan Bandung Plan (1951), dicetuskan untuk pertama kali pemikiran untuk mengintegrasikan berbagai institusi dan upaya kesehatan tersebut dibawah satu pimpinan agar lebih efektif dan efisien. Selanjutnya konsep pelayanan kesehatan yang terintegrasi lebih berkembang dengan pembentukan Team Work dan Team Approach dalam pelayanan kesehatan tahun 1956. Penggunaan istilah Puskesmas pertama kali dimuat pada Master Plan of Operation for Strengthening National Health Service in Indonesia tahun 1969. Dalam dokumen tersebut Puskesmas terdiri atas 3 (tiga) tipe Puskesmas (Tipe A, Tipe B, Tipe C) .Kemudian dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional ke-3 tahun 1970 ditetapkan hanya ada satu tipe Puskesmas dengan 6 (enam) kegiatan pokok Puskesmas. Perkembangan selanjutnya lebih mengarah pada penambahan kegiatan pokok Puskesmas seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan pemerintah, serta keinginan program ditingkat pusat, sehingga kegiatan pokok Puskesmas berkembang menjadi 18 (delapanbelas) kegiatan pokok Puskesmas, bahkan

terdiri dari 7 upaya dasar yang dikenal dengan nama basic seven dan program-program inovatif atau unggulan yaitu : 1. pengobatan/BP 8. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 6. upaya kesehatan USILA . 2004). keluarga berencana 6. upaya perbaikan gizi 4.Upaya kesehatan wajib puskesmas 1. upaya kesehatan gigi dan mulut 10. upaya kesehatan ibu dan anak 5. upaya kesehatan anak usia sekolah dan remaja/UKS 9. Upaya kesehatan lingkungan 4. Upaya pengobatan dasar B. Upaya P2M 11. Upaya promosi kesehatan 3. anak dan kb 2. promosi kesehatan 2.Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengembangkan menjadi 21 (dua puluh satu) program pokok Puskesmas (DepartemenKesehatan. 21 upaya pokok Puskesmas. pemberantasan penyakit menular 7. A. Upaya perbaikan gizi 5. usaha penyehatan lingkungan 3. Upaya kesehatan ibu.

upaya kesehatan jiwa 16. upaya pelayanan rawat inap 20.upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan 19. laboratorium 21. Simanjuntak Maruli. upaya kesehatan kerja 15.upaya kesehatan indera 17.2003 . administrasi kesehatan. Matulessy PF. upaya kesehatan olahraga 13. upaya kesehatan mata 18. pemberdayaan masyarakat 14.12.. kepaniteraan coass IKM SM XII FKUKI . Referensi: 1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->