Anda di halaman 1dari 1

PERIPHERAL GIANT CELL GRANULOMA Giant cell granuloma muncul sebagai lesi exophytic permukaan yang ditemukan hanya

pada gingival atau sebagai lesi central dalam rahang, tengkorak, atau tulang wajah. Peripheral giant cell granuloma ditemukan lima kali lebih sering dari pada lesi central. Lesi peripheral dan central keduanya secara histology mirip dan merupakan contoh tumor jinak inflammatory hyperplasia dengan cell fibroblastic, osteoblastic, dan osteoclastic berpotensi mendominasi. NODULAR FASCIITIS AND PROLIFERATIVE MYOSITIS Nodular fasciitis adalah proliferasi jaingan ikat non-neoplastic, biasanya terjadi di ektremitas pada dewasa muda. Nodular fasciitis muncul sebagai nodul yang berkembang dengan sangat cepat, dan secara histology seperti tumor ganas mesenchymal neoplasm, tapi secara klinis seperti tumor jinak. Oral nodular fasciitis bisa terjadi pada semua umur dan semua gender, mayoritas terjadi selama umur dekade ke empat dan lima. Oral nodular fasciitis biasanya ditemukan di mukosa bukal, sebagian besar berupa lesi exophytic, dan tingkat pertumbuhannya bervariasi. Nodular fasciitis mempunyai tampilan mikroskopik yang jarang, sehingga memudahkan diagnosis, dan tipe cell dominannya adalah myofibroblast. Tapi secara mikroskopik, beberapa fitur lesi ini mirip sarcoma, sehingga menjadi tantangan dalam menegakkan diagnosis. Proliferative myositis dan focal myositis adalah lesi otot skeletal yang memiliki kemiripan klinis dengan nodular fasciitis, tapi bisa dibedakan dengan temuan histologisnya. Kasus langka sudah dideskripsikan di lidah, leher, dan otot rahang. Proliferative myositis adalah lesi fibroblastic reactive yang menginfiltrasi sekitar serat otot. Lesi ini secara histology tidak menunjukan tanda inflamasi