Anda di halaman 1dari 3

TEKANAN OSMOSIS CAIRAN SEL PADA DAUN Rhoeo discolor

I. PENDAHULUAN A. LatarBelakang Air merupakan senyawa yang penting bagi tumbuhan. Air berperan langsung dalam proses metabolisme, mempertahankan sifat fisik dan kimia senyawa penyusun sel dan juga sebagai penyusun protoplasma yang terbanyak. Masuknya air ke tubuh tumbuhan dapat dilakukan secara transpor aktif maupun pasif. Transpor aktif memerlukan tenaga berupa ATP sedangkan transpor pasif tidak membutuhkan tenaga. Yang termasuk transpor pasif adalah difusi dan osmosis. Difusi adalah berpindahnya zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Sedangkan osmosis yang berpindah adalah pelarutnya, pelarut berpindah dari konsentrasi rendah ke tinggi. Difusi dan osmosis ini berperan mengatur keluar masuknya dari dan kedalam sel sehingga sel tetap memiliki tekanan yang stabil. Tetapi apabila sel berada pada kondisi lingkungan yang hipertonis, sel-sel tersebut akan mengalami osmosis dan mengelurakan air yang ada didalamnya. Jika sel kehilangan air terlalu banyak maka protoplasma sel akan tertarik dari dinding sel dan sel mangalami plasmolisis. Dari situlah maka dilakukan percobaan menghitung tekanan osmotis sel pada daun Rhoeo discolor dengan mengujinya dengan larutan sukrosa yang bersifat hipertonis dalam konsentrasi tertentu, untuk mengetahui dalam konsentrasi berapakah sel akan mengalami plasmolisis.

B. Permasalahan Difusi dan osmosis dalam sel hanya terjadi jika terdapat gradien konsentrasi didalam sel dengan lingkungannya. Dari hal tersebut didapat permasalahan berapa besar tekanan osmosis pada daun permukaan bawah daun Rhoeo discolor? Konsentrasi sukrosa berapa yg menyebabkan plasmolisis insipien? Bagaimana hubungan antara konsentrasi sukrosa dengan persentase sel terplasmolisis?

C. Tujuan Berdasarkan permasalahan, dirumuskan tujuan percobaan ini adalah untuk menghitung tekanan osmosis cairan sel dengan metode plasmolisis.

II. TINJAUAN PUSTAKA Penyerapan air dalam sel berdasarkan bentuknya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu secara difusi, osmosis dan imbibisi. Difusi adalah gerak suatu zat ke segala arah akibat energi kinetik, arah geraknya yaitu ketempat yang memiliki konsentrasi zat yang lebih rendah. Sementara osmosis adalah difusi yang melewati membran semi permiable. Dan masuknya air ke sel akan menyebabkan turunnya konsentrasi sel dan meningkatnya tekanan turgor sel (Sudjino dkk., 2009). Sel jika ditempatkan pada lingkungan yang hipotonis akan mengalami turgid. Tetapi, jika sel ada pada lingkungan yang hipertonis sel tersebut akan kehilangan turgiditasnya. Dan jika tekanan bertambah lebih jauh, air akan keluar dari sel. Plasmolisis akan terjadi saat membran plasma ditarik menjauh dari dinding sel yang rigid, dan tekanan osmotik internal akan naik (sejumlah zat terlarut yang kekurangan air). Dari proses selama volume protoplas berubah, kita akan menemukan suatu keadaan dimana air baru bergerak keluar dari sel dan membran plasma baru mulai tertarik menjauh dari dinding sel, inilah yang disebut plasmolisis insipien (Nobel, 2009). Daun tanaman Rhoe discolor sering digunakan dalam pegamatan

plasmolosis protoplas dalam larutan sukrosa, karena vakuola dari daun tanaman Rhoeo discolor mengandung anthosianin yang membuat pengamatan spesimen menjadi lebih mudah. Bentuk-bentuk perubahan protoplas setelah dimasukkan ke larutan sukrosa akan terlihat jelas perbedaannya (Wayne, 2009). Osmosis terjadi melalui membran selektif permeabel yang memiliki lubang yang sangat kecil yang hanya bisa dilewati molekul kecil dan bukan molekul besar yang kompleks. Sedangkan sukrosa memiliki berat molekul yang besar. Jadi digunakan sukrosa dalam percobaan osmosis agar yang dapat berpindah keluar masuk sel hanya air bukan sukrosa (Boone, 2007). Tekanan osmosis dapat dihitung dengan rumus :

III. METODE A. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah silet, gelas benda, gelas penutup, tisu, dan mikroskop. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah akuades, larutan sukrosa dengan konsentrasi 0.14; 0.16; 0.18; 0.20; 0.22; 0.24; 0.26 dan 0.28 serta daun Rhoeo disclor.

B. Cara Kerja Pertama, dibuat larutan sukrosa dengan konsentrasi 0.14; 0.16; 0.18; 0.20; 0.22; 0.24; 0.26 dan 0.28. Lalu, larutan sukrosa dengan masingmasing konsentrasi tadi dimasukkan ke botol dan ditulis konsentrasi larutan pada botol. Kemudian diambil daun Rhoeo discolor dan disayat bagian epidermis bawahnya sebanyak satu lapisan sel saja. Sayatan selapis sel tadi kemudian di letakkan di gelas benda ditetesi air dan ditutup dengan gelas penutup. Kelebihan air diserap dengan tisu. Setelah itu dicari fokus dan ditentukan diposisi mana sel akan diamati (posisi ini tidak boleh dipindah pindah selama pengamatan berlangsung). Setelah didapatkan posisinya, sel yang terlihat di mikroskop dihitung dan dicatat. Kemudian diujikan larutan sukrosa yang telah ditetapkan konsentrasinya tadi pada sel yang terlihat di mikroskop. Penambahan sukrosa lewat pinggir dan

perlahan lahan, kelebihan sukrosa diserap dengan tisu. Kemudian ditunggu hingga sepuluh menit dan dihitung berapa sel yang terplasmolisis.