Pendahuluan • Istilah klaster (cluster) mempunyai harfiah sebagai kumpulan, kelompok, himpunan, atau gabungan obyek tertentu yang

memiliki keserupaan atau atas dasar karakteristik tertentu.

• Dalam konteks ekonomi/bisnis, “klaster industri
(industrial cluster)”[1] merupakan terminologi yang mempunyai pengertian khusus tertentu. • Walaupun begitu dalam literatur, istilah “klaster industri” diartikan dan digunakan secara beragam.
[1]

Pengertian “industri” di sini mempunyai arti luas sebagai himpunan bisnis

tertentu, bukan hanya industri pengolahan atau manufaktur saja.

• klaster industri adalah kelompok industri spesifik yang dihubungkan oleh jaringan mata rantai proses penciptaan/peningkatan nilai tambah. • Kelompok industri spesifik tersebut merupakan jaringan dari produsen, pendukung dan yang terkait, institusi penelitian dan pengembangan, perantara maupun konsultan, serta para pembeli yang dihubungkan dalam

proses peningkatan nilai.

Manfaat dalam Klaster antara lain : 1. Meningkatkan hubungan bisnis,

2. Memperkuat daya saing,
3. Memangkas Biaya Internal, serta 4. Peningkatan mutu

PAMERAN • • • Pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. [2] pameran merupakan bagian dari rencana pemasaran yang memiliki dampak besar pada bagaimana mendekatkan pelaku bisnis dengan calon mitra Bisnis dan pelanggan Pameran menyajikan sebuah kesempatan besar bagi pelaku bisnis untuk memperkenalkan produk dan layanan, mempromosikan produk/jasa yang baru maupun yang sudah ada.

[2]

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Dalam kaitannya dengan Klaster, maka yang perlu diperhatikan apabila mengikuti Pameran, antara lain :

1. Pemilihan Stand 2. Penataan Stand 3. Penempatan Staf (tenaga penjual / Penjaga Stand) 4. Menampilkan sesuatu yang inovatif 5. Berkesinambungan

Dalam kaitannya dengan Klaster, maka yang perlu diperhatikan apabila mengikuti Pameran, antara lain :

1. Pemilihan Posisi Stand Posisi Stand mempengaruhi dalam pentaan desain dan dekorasi agar membuat tampilan stand yang “menonjol” dari stand yang lain. 2. Penataan Stand

Dalam penataan stand diusahakan agar memperhatikan suasana yang
menarik dan bersahabat, serta menitikberatkan pada penyampaian “pesan” promosi dari stand itu sendiri. Memilih untuk penataan stand adalah seperti layaknya berinvestasi karena akan membantu untuk menarik perhatian orang-orang yang ingin melihat sebelum mereka berbicara. Kurangnya informasi yang terlihat membuat minim perhatian dari pengunjung.

Berikut contoh pengembangan dari stand pameran standar,

Stand Standar Pameran

Stand Spesial Desain

Stand Spesial Desain + taman

Gb. Pengembangan Stand Pameran

3. Penempatan Staf (tenaga penjual / Penjaga Stand)

Posisi Stand mempengaruhi dalam pentaan desain dan dekorasi agar
membuat tampilan stand yang “menonjol” dari stand yang lain. 4. Menampilkan sesuatu yang inovatif Dalam penataan stand diusahakan agar memperhatikan suasana yang menarik dan bersahabat, serta menitikberatkan pada penyampaian “pesan” promosi dari stand itu sendiri. Memilih untuk penataan stand adalah seperti layaknya berinvestasi karena akan membantu untuk menarik perhatian orang-orang yang ingin melihat sebelum mereka berbicara. Kurangnya informasi yang terlihat membuat minim perhatian dari pengunjung.

Penjaga Stand / SPG menjelaskan tentang Promosi dan Produk yang dipamerkan

Penataan Stand dan Penambahan fasilitas yang mendukung fungsi stand

Gb. Situasi dalam pelaksanaan Pameran

5. Tindak lanjut Informasi Pameran Banyak perusahaan membuat kesalahan dengan berpikir bahwa ketika acara berakhir kemungkinan mendapatkan “keuntungan” dari pameran tersebut juga akan berakhir. Proses pemanfaatan Pameran dimulai dengan pengumpulan informasi dari para pengunjung yang “potensial”. Semakin banyak informasi yang dapat dipelajari, semakin berharga untuk dapat

ditindak lanjuti setelah pelaksanaan Pameran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful