P. 1
(1) Fasilitator

(1) Fasilitator

|Views: 5|Likes:
Dipublikasikan oleh Fernando da Gomez

More info:

Published by: Fernando da Gomez on Apr 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2014

pdf

text

original

Fasilitator & Seni Memfasilitasi

www.lapangankecil.org

RISET HAVARD BUSINESS SCHOOL

apa yang dibaca apa yang didengar apa yang dilihat apa yang dilihat dan didengar apa yang diucapkan apa yang diucapkan dan dilakukan

10 %
20 % 30 % 50 % 80 %

90 %

Siapakah Fasilitator itu … ?
• Pengajar ? • Ahli ? • Narasumber ?

• Pemberi fasilitas ?

Fasilitator adalah…
• Orang yang netral, yang memperlancar proses-proses dlm kelompok sehingga kelompok secara partisipatif dapat mencapai tujuannya
– Proses: situasi komunikatif, interaktif, dll – Tujuan: pemecahan masalah, belajar bersama, pencapaian konsensus dll

Wilayah kerja fasilitator • Belajar bersama • • • • • • Memunculkan ide kreatif Mengambil keputusan Konsensus Resolusi konflik Perencanaan Melakukan aksi bersama • Kerja kelompok yang lebih efektif • dan lain-lain .

partisipan yang dilatih .Beda dengan trainer? • Trainer punya skill/ ketrampilan/ pengetahuan.

• Konsultan punya solusi .Beda dengan konsultan? • Partisipan/ klien punya problem.

Fasilitator…. solusi mesti dicari bersamasama . Karenanya. • Setiap partisipan memiliki kecakapan/ keterampilan/ pengetahuan • Problem/tujuan merupakan milik bersama.

teknik memilih yang terbaik dll Pelatihan fasilitatif FNS-Facilitator Network Singapore The Art & Science of Facilitation (2005) . diskusi. dialog.Pelatihan Beda Fasilitasi Isi/ Content What? Proses How? Contoh: • Isi  Membuat rencana aksi • Proses  berkenalan.

ingin dihargai… • Banyak kepala lebih bagus dari pada sedikit kepala (potensial)… • Ada yang malu atau tertekan… Adakalanya proses berkelompok tidak perlu fasilitatif.Kenapa fasilitasi? • Demokrasi… • Perlunya rasa memiliki dan komitmen… • Orang ingin berpartisipasi. • Ada yang terlalu mendominasi… • Ada kepentingan-kepentingan… • ……………………………………… .

6 Dimensi Fasilitasi • Planning  Menyiapkan rencana proses • Structuring  Membangun suasana yang nyaman utk berkomunikasi • Meaning  Membantu pemahaman bersama • Confronting  Mendorong umpan balik. menantang ide • Feeling  Mendorong orang menyampaikan perasaannya • Valuing  Menghargai kerja kelompok .

Nilai. keyakinan 2.Metodologi. teknik.Modal fasilitator • • Pintar bicara. orator ? Bukan !!! Tiga dimensi modal fasilitator : 1. ilmu .Seni. keterampilan 3.

Modal fasilitator -lanjutan 1. Nilai. punya kepedulian . keyakinan :  Open minded  Mau belajar  fleksibel  Percaya warga/ partisipan/ klien punya kemampuan  Concern.

Seni. empatik  Mensintesis.Modal fasilitator -lanjutan 2. mungkin melucu  Dll. rephrase. . menguji asumsi. keterampilan :  Bertanya  Mendengar aktif. intervensi  Bangun dialog  Bina suasana.

Modal fasilitator -lanjutan 3. Metodologi. . teknik :  Divergensi  Konvergensi  Dll.

Kerangka Kerja Fasilitasi .

THE ART (SENI) ILMIAH (METODOLOGI) BANGUN PARTISIPASI & DIALOG .

THE ART (SENI) BANGUN PARTISIPASI & DIALOG BERTANYA MENDENGAR REPHRASING MENDENGAR EMPATIK KEEP A RUNNING MEMORY INTERVENSI PROSES ENERGIZING TECHNIQUE DLL .

Apa artinya itu? . • Tuhan menciptakan manusia dengan dua lembar telinga dan satu mulut.Mendengarkan • Dengan mendengar.  memperoleh kawan dan sahabat.  bekerjasama dengan warga lain. kita bisa :  berbagi dan belajar.

lanjutan • Faktor Penghambat dlm mendengar : – Punya pendapat berbeda – Ingin bicara/ ingin bereaksi – Adanya Prasangka – Fisik Lelah – Pikiran lagi kemana-mana – Waktu terbatas – ….Mendengarkan . (sebagian diambil dari Rowson 2005) .

Mendengar aktif • Mendengarkan apa adanya. tidak menduga-duga • Menerima/ memperhatikan sambil menandai halhal untuk ditanyakan/ digali lebih lanjut • Yang perlu ditandai dari jawaban (Sayre. 2001) – – – – Generalization  yang terlalu umum Deletion  yang belum terungkap Distortion  sisi yang lain Contradiction  yang saling bertentangan .

Mereka ramah-ramah . Maksudnya? Kenapa disebut…? – Menurut saya ini adalah kegiatan yang bagus – Bagus. maksudnya? Kenapa disebut bagus?? – Karena dana yang dibutuhkan hanya sedikit • Deletion: Ada yang belum terungkap. yang perlu dicari-tahu lebih jauh.Mendengar aktif… • Generalization: Kata-kata yang umum. tidak jelas atau tidak bermakna. Apa lagi? Ada lagi? – Apa lagi yang Ibu/ Bapak suka dari kegiatan ini? – Saya suka petugas lapangannya.

Tetapi. Mereka juga suka ajak anaknya bermain dengan anak saya.bagaimana? – Ibu/ Bapak sudah menceritakan hal-hal yang disuka dari kegiatan ini. mereka kalau mengobrol sehari-hari sangat ramah. Kalau yang. Waktunya singkat sekali • Contradiction: Ada dua pesan yang berbeda.Mendengar aktif… • Distortion: Tanya detail tambahan. bagaimana? – Terlalu cepat. Kita suka cerita tentang keluarga kita masing-masing. mereka tegas. Hati-hati... check sisi lain. kalau untuk urusan administrasi. Ibu mengatakan petugas lapangannya ramah. – Sebelumnya. Yang tidak disuka. Tetapi tadi Ibu mengatakan mereka tegas dan tidak bisa berkompromi? – Ya. Harga mati. Ga boleh ditawar-tawar lagi… .

Tidak potong memotong • Ungkapkan pengalaman yang sama tanpa mengganggu • Gestures – Lihat titik di kedua alis – Tunjukkan gesture mendengarkan . • Ikuti arus.. bukan pada keahlian/ kehebatan/ tugas/ misi Anda • Tangguhkan ingatan. • Tuluskan hati • Berikan kepedulian pada warga.. bukan memimpin arus. Cobalah berada pada diri warga.Trik Mendengar empatik. hasrat dan penilaian.

tapi itu roh fasilitasi .Bertanya • Bertanya sepertinya sepele.

Setelah cukup barulah beralih ke orang lain (pengecualian bila memang fasilitator hanya mencari ToM – Top of Mind atau merupakan Pertanyaan Grand Tour) . lalu lihat sekeliling • • • Berikan kesempatan bagi yang pertama atau menurut aturan Bila tidak ada yang menjawab. jangan terburu-buru ke pertanyaan lain atau ke orang lain.Seni Bertanya… • Berhenti sejenak setelah bertanya. tanya lagi gunakan kata-kata berbeda lalu tenang sejenak Bila ada yang menjawab. Dengar secara aktif dan dalami orang itu terlebih dahulu.

 Tidak selalu langsung ke pokok masalah  Bertanya terbuka tapi dengan visi  Bertanyalah yang spesifik. baru perlahan masuk yang agak sulit. jangan abstrak atau terlalu konseptual .Prinsip Bertanya…  Bertanya yang mudah dulu.

dan…? • Pertanyaan proyektif: Coba bayangkan seandainya anda menghadapi situasi seperti itu. IYA KAN? (Fakih. 2001) . dkk.Jenis Pertanyaan… • Pertanyaan ingatan: di mana mengalaminya? Kapan itu terjadi? • Pertanyaan pengamatan: Apa yang sedang terjadi? • Pertanyaan analitik: Mengapa perbedaan pendapat itu terjadi? • Pertanyaan hipotetik: Apa yang terjadi jika…? • Pertanyaan pembanding: Mana yang paling tepat antar…. apa yang anda lakukan? • Pertanyaan tertutup: Kita sebagai fasilitator seyogyanya tidak melemparkan pertanyaan yang menjurus.

Tipe pertanyaan … • Pertanyaan Deskriptif (Sayre. 2001) – Grand tour questions – Minitour questions – Example questions – Experience questions .

Bertanya… – Grand tour questions • Pertanyaan umum yang mudah dijawab orang dan berisi keadaan umum • Untuk melihat-lihat situasi secara umum dan di tingkat permukaan • Pertanyaan tentang kondisi di satu waktu atau lokasi • Permintaan untuk pemetaan atau penggambaran yang menunjukkan situasi umum • Ada kegiatan apa saja di kampung? • Makanan apa saja yang suka di makan anak-anak di sini? .

Bertanya… – Minitour questions • Pertanyaan spesifik dari satu aspek yang dikemukakan hasil grand tour question • Karang Taruna? Apa saja kegiatan-kegiatannya? • Telur penyu? Beli di mana? .

berdasarkan alur .Bertanya… – Example questions • Meminta contoh dari jawaban berupa pendapat/ ide/ gagasan/ pandangan – Experience questions • Mencari tahu apa yang dialami warga secara spesifik.

Bangun dialog .individual  Empat langkah yang umum dalam mengembangkan pembicaraan (Sayre. 2001)  Bertanya  Ulangi apa yang dikatakan ketertarikan  Tunjukkan  (Bertanya  Dorong aktif & empatik) warga/ partisipan untuk berbicara lebih banyak dan lebih dalam .

Bangun dialog – antar individu  Lanjutkan ide-ide yang ada  Provokasi perbedaan-perbedaan  Rajut persamaan-persamaan  Jembatani/ koneksi  Muncul atau menghindar  Redirecting. deferring/ parking .

Rephrasing • “Apakah maksud Ibu/Bapak adalah……” • “Maksud Ibu ……?” • “Yang saya tangkap. Ibu/Bapak mengatakan…” • Fungsi – Klarifikasi  pemahaman bersama – Probing informasi/ lebih mendalami – Melanjutkan komunikasi • Kata-kata bisa sama atau berbeda sedikit .

Intervensi proses • Beberapa situasi yang perlu diintervensi : • Side bar conservations (Ada yang ngobrolin hal lain) • Staying on time (Menjaga tepat waktu) • Never ending discussion (Dialog tidak berkesudahan) • Conflict (personal attacks) (Menyerang secara pribadi) • Returning from breaks (Kembali setelah ISOMA/ istirahat) Bagaimana ini? .

• Selalu mulai dengan cara halus • Ingat faktor budaya • Contoh-contoh untuk side bar conservations – “Ayo. dengerin dulu ya” – Ajak bicara ybs – Berhenti. aturannya kan satu ngomong yang lainnya dengerin” – Lihat mata..Intervensi proses. “Apakah kita perlu break dulu nih?” – “Ada yang ingin disampaikan?” .“Ep ep. “satu-satu dulu ya” .

. Secara umum.Intervensi proses.” .. “Ingat untuk apa kita di sini – “Bisa disampaikan kembali. apa yang Ibu/ Bapak maksud. “Ingat aturan main yang kita sepekati” – Tujuan. waktu kita tinggal 10 menit” – Ground rules. • Contoh-contoh lain – “Mohon diingat.

ambil alih – Bila ngebut. barulah ambil alih.. • Mengambil alih… – Ikuti pembicaraan. masuk. masuk berkalikali.Intervensi proses. ..

probing .Intervensi • Hanya boleh pada proses ? Bagaimana bila content tidak memadai ? • Review proses dan gunakan proses baru untuk memperbaiki content – Kurang informasi  Ajak fact finding – Kualitas kurang  Kelompok pros & cons – Ide terbatas  Brief & permainan kreativitas.

tampilan-tampilan proses secara visual (secara keseluruhan) justru menjaga partisipan tetap fokus dan merasa terlibat • Flip chart  kalau sudah selesai dilipat kebelakang. proses fasilitasi harus dapat dilihat kembali oleh partisipan • Fasilitasi memang bekerja dari satu isu ke isu lain dalam tahapan yang logis. direfleksi partisipan mulai dari awal sampai akhir • Berbeda dengan pelatihan yang selalu “tutup buku” begitu satu sessi selesai. Dalam fasilitasi.Keep a Running Memory • Fasilitasi adalah proses yang perlu dialami. semua dipampang…. Namun. diingat. .

simbol yang warna warni  Gunakan produk partisipan . tempel semua di tembok  Gunakan gambar.Keep a Running Memory Caranya…  Gunakan lembar koran/ flip chart.

Feedback/ Umpan balik • Memberi :  Deskripsi bukan evaluasi  Spesifik  Berikan saran alternatif  Apresiatif  Bisa juga dengan bertanya terlebih dahulu untuk klarifikasi .

tanya untuk klarifikasi dulu  Jangan defensif  Dalami saran. tanpa selalu harus mengucapkan terimakasih . minta contoh dl  Ajak diskusi alternatif-alternatif lain  Sampaikan dengan berterimakasih.Feedback/ Umpan balik • Menerima :  Dengarkan secara aktif  Sebelum menanggapi.

ILMIAH (METODOLOGI) Metodologi Divergensi & Konvergensi .

 Divergensi/ Merekah/ Bermunculan (sebaiknya individual) – Brainstorming/ Curah pendapat/ Bursa pendapat – Brain writing/ Brainstorming melalui tulisan – Visually aided brainstorming/ Brainstorming dibantu dengan gambar – Meja bundar. stik dll – Gunakan metaplan cards – Mencari fakta/ informasi  lalu bercerita . pakai tiket.

 Konvergensi/ Mengerucut – Inductive clustering      Pengelompokkan secara induktif Multivoting Negative poll Root cause – akar masalah – pohon masalah Force field – Deductive grouping  kerangka harus disepakati  Decision grid/ matrix  Priority setting  Rank order  Pros-cons chart  The criteria check board .

HAYOOOO !!! UDAH NGANTUK YAAAA ?? Terima kasih .

Bagaimana ? Apakah sudah ada Gambaran tentang FASILITASI ? .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->