Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KLINIK B PENETAPAN KADAR KREATININ

Hari / Tanggal Praktikum Golongan Dosen Jaga Asisten Jaga

: Jumat / 6 MARET 2009 : IV : Riris Istighfari, M.Si., Apt. : Mba Nanda + Mba Ainun : FA 07932 FA 07940 FA 07941 FA 07945 FA 07948 FA 07952 FA 08015 FA 08226 FA 08227 FA 08228 FA 08229 FA 08230 FA 08231 FA 08232 FA 08233 FA 08234 FA 08235 FA 08236 FA 08237 FA 07944

Nama / NIM 1. FITRIA NUR HIDAYAH 2. SYAHRI APRIYANTO 3. MUROJIL HASAN 4. FERAWATI P 5. DENTALINA DESITA T.S 6. LUCIA WIWIN INDRIYANI 7. SHIRLEY ALEXANDER 8. ANIS AHMAD PUAZIL 9. AMIRATUL NABIHA 10. NAEMAH MAT IDRIS 11. ILANI ABU BAKAR 12. MAZHRUL MUKHIMI MOHD 13. AZATUL SHIMA AMDAN 14.FAUZIAH TAIB 15. MAMTA VESUDAVE 16. NURUL HAZWANI 17. NURZATUL EFFA 18. SUHAINE MAT RAZALI 19. SURAIYA HANI 20.SUGENG PURWANTO

FAKULTAS FARMASI UGM YOGYAKARTA 2009

PENETAPAN KADAR KREATININ


I. TUJUAN
Menetapkan kadar kreatinin dalam sampel urin dan plasma dengan metode Jaffe modifikasi tanpa deproteinisasi serta menghitung jumlah leukosit, eritrosit, dan trombosit darah. II. PRINSIP DASAR PERCOBAAN Percobaan ini sederhana, untuk penentuan kadar dengan bantuan larutan pikrat basa tanpa deproteinisasi. Reaksinya yaitu dengan mereaksikan kreatinin dengan asam pikrat membentuk kompleks kreatinin pikrat yang berwarna jingga dan memiliki serapan 492 nm. III.CARA PERCOBAAN Alat Pipet volume 1 ml Pipet ukur 2 ml Pipet tetes Pro pipet Yellow tip Blue tip Tabung reaksi Labu takar 100 ml Kuvet dan Spektrofotometer Mikropipet Eppendorf Syringe dan jarum Mikroskop Objek glass Bahan Sampel urin Sampel plasma Reagen 1 Reagen 2 Aquadest Alkohol Reagen TURK Reagen HAYEM Reagen Asam Oksalat 1%

IV. CARA KERJA Cara I : SAMPLE 50 L( Replikasi 3 x) Blangko ( Aquadest 50 L ) Standard ( Baku standard 50 L )

Tambahkan Reagen I ( 1000 L )

Campur, kemudian inkubasi selama lima menit pada suhu kamar

Tambahkan Reagen II ( 250 L )

Baca absorbansi ( 492 nm) pada menit pertama ( A1 ) Setelah 2 menit, baca absorbansi kembali ( A2 ) Cara II : Menggunakan Mono Reagen SAMPLE Blangko Standard

Campur dengan monoreagen ( 8mL reagen I + 2 mL reagen II )

Baca Absorbansi ( 429 nm )

Cara Kerja Pengamatan Sel-sel Darah : 1. Eritrosit 4 mL Hayem ditambahkan 20 L darah EDTA Ditunggu 2-3 menit Hitung Jumlah eritrosit 2. Leukosit 0,5 mL TURK ditambahkan 20 L darah EDTA Ditunggu 15 menit Hitung Jumlah Leukosit 3. Trombosit

2 mL Amonium Oksalat 1% ditambahkan 20 L darah EDTA Ditunggu 3-5 menit Hitung Jumlah Trombosit

V. Data Percobaan dan Perhitungan No 1. Data A1 Data Urin Replikasi I Replikasi II Replikasi III Baku Data Plasma Replikasi I Replikasi II Replikasi III Baku 0,267 0,212 0,201 0,180 Cara I A2 0,327 0,273 0,271 0,207 A1 0,103 0,092 0,114 0,180 Cara II A2 0,167 0,139 0,179 0,207

2.

0,058 0,065 0,053 0,045

0,069 0,086 0,071 0,048

0,113 0,121 0,117 0,045

0,123 0,129 0,125 0,048

Hasil Pengamatan Sel-sel Darah :

Gb 1 : Apusan sampel darah

Gb 2 : Eritrosit

Gb 3 : Leukosit

Gb 4 : Trombosit

Data Urin Cara I Sampel I = 0,327-0,267 0,207-0,180 = 111,11 mg / 100 mL Sampel II = 0,273-0,212 0,207-0,180 = 112,96 mg/100 mL X 1 mg/!00 mL X fp ( 50 X ) X 1 mg / 100 mL X fp ( 50 X )

Sampel III

= 0,271-0,201 0,207-0,180

X 1 mg/!00 mLX fp ( 50 X )

= 129, 63 mg/100 mL

Rata-rata = 111,11 + 112,96 + 129,63 = 117,90 mg/100 mL 3 Cara II Sampel I = 0,167-0,103 0,207-0,180 = 118,52 mg / 100 mL Sampel II = 0,139-0,092 0,207-0,180 = 87,04 mg/100 mL X 1 mg/!00 mL X fp ( 50 X ) X 1 mg / 100 mL X fp ( 50 X )

Sampel III

= 0,179-0,114 0,207-0,180

X 1 mg/!00 mLX fp ( 50 X )

= 120, 37 mg/100 mL

Rata-rata = 118,52 + 87,04 + 120, 37 = 108,64 mg/100 mL 3 Data Plasma Cara I : Sampel I = 0,069-0,058 0,048-0,045 = 3,67 mg / 100 mL Sampel II = 0,086-0,065 0,048-0,045 = 7,00 mg/100 mL Sampel III = 0,071-0,053 0,048-0,045 = 6,00 mg/100 mL Rata-rata = 3,67 + 7,00 + 6,00 = 5, 56 mg/100 mL 3 Cara II : Sampel I = 0,123-0,113 0,048-0,045 = 3,33 mg / 100 mL Sampel II = 0,129-0,121 0,048-0,045 = 2,67 mg/100 mL Sampel III = 0,125-0,117 0,048-0,045 = 2,67 mg/100 mL Rata-rata = 3,33 + 2,67 + 2,67 = 2,89 mg/100 mL 3 X 1 mg/!00 mL X 1 mg/!00 mL X 1 mg / 100 mL X 1 mg/!00 mL X 1 mg/!00 mL X 1 mg / 100 mL

Perhitungan Untuk pengamatan sel-sel darah

Jumlah Sel darah =

1 Volume kotak ( mm3 )

X fp X n

1. Eritrosit n fp = 375 = 4 + 0,02 = 201 X 0,02 Volume Kotak = 0,04 X 5 = 0,02 mm3 Jumlah Sel darah = 1 0,02 ( mm3 ) = 3.768.750 sel / mm3 2. Leukosit n fp = 80 = 0,5 + 0,02 = 26 X 0,02 Volume Kotak = ( 1x1x1x0,1) mm3 x 4 = 0,4 mm3 Jumlah Sel darah = 1 0,02 ( mm3 ) = 5.200 sel / mm3 3. Trombosit n fp = 135 = 2 + 0,02 = 101 X 0,02 Volume Kotak = 0,04 mm3 Jumlah Sel darah = 1 0,04 ( mm3 ) = 340.875 sel / mm3 X 101 X 135 X 26 X 80 X 201 X 375

VI. Interpretasi Klinik dari Hasil Perhitungan Kadar Kreatinin sampel urin Ratio kadar kreatinin yang normal dalam urin ialah 14-26 mg / dL Hasil percobaan melebihi ratio normal ( 117,897 mg/ 100 mL dan 108,64 mg /100 mL ) Hasil percobaan yang tidak sama mungkin disebabkan factor gangguan makromolekul seperti protein, asam askorbat, dll. Kadar Kreatinin sampel darah Kadar Kreatinin normal ( menurut buku clinical chemistry ) sampel darah # pada wanita 0,37 + ( 0,018 x umur ) # pada pria 0,35 + ( 0,025 x umur ) Sehingga kadar plasma normal pada wanita usia 21 tahun ( probandus ) adalah 0,748 mg/100mL Sedangkan dari hasil perhitungan didapatkan kadar plasma sebesar 5,56 mg / 100 mL ( cara I ) 2,89 mg/100 mL ( cara II ) Sehingga, pada percobaan kadar kreatinin lebih besar daripada kadar kreatinin normal. Hal ini disebabkan karena pada percobaan dimungkinkan plasma masih terdapat makromolekul lain sepeti protein, glukosa, asam askorbat, dll. Yang nantinya mempengaruhi hasil percobaan. Pengamatan Sel-sel darah Berdasarkan jumlah sel darah yang didapatkan (probandus perempuan): 1. Eritrosit : 3.768.750 sel/mm3 Normal = P : 3,6 4,8 jt sel/mm3 L : 4,1 5,1 jt sel/mm3 2. Trombosit : 340.875 sel/mm3 Normal = 150.000 400.000 sel/mm3 3. Leukosit : 5.200 sel/mm3 Normal = 5.000 10.000 sel/mm3

Hal tersebut menunjukkan bahwa probandus mempunyai jumlah sel darah normal karena semua hasil data masuk dalam range jumlah normal. VII. Kesimpulan

1. Kadar kreatinin dalam sampel urin dan plasma pada percobaan ini ditetapkan dengan metode Jaffe 2. Hasil percobaan kadar kreatinin sampel urin cara I dan II ;
117,897 mg/ 100 mL dan 108,64 mg /100 mL Kadar kreatinin melebihi normal (14-26 mg / dL)

3. Hasil percobaan kadar kreatinin sampel darah cara I dan II ;


5,56 mg / 100 mL dan 2,89 mg/100 mL Kadar kreatinin melebihi normal (0,748 mg/100mL)

4. Sedangkan untuk pengamatan jumlah sel darah jumlahnya normal baik eritrosit, leukosit ataupun trombosit.
Daftar Pustaka Rai et al, 2005, Plasma Preparation From Whole Blood, Proteomics,5 : 3262 3277 Ritchterich, R and Colombo, J.P., 1981, Clinical Chemistry, John Wiley & Sons, USA