Anda di halaman 1dari 8

Penentuan Warna Gigi Tiruan Sistem waran Munsell merupakan suatu system untuk menyesuaikan warna gigi tiruan

dengan warna asli dalam kedokteran gigi. Untuk menetapkan suatu warana tanpa kesalahan perlu digunakan tiga parameter yaitu hue, chroma, dan value yang menjadi standard untuk menggambarkan warna gigi.
1. Hue

Hue berhubungan terhadap karakteristik warna yang memberikan suatu identifikasi dan perbedaan dari suatu warna terhadap warna yang lainnya. Merah adalah hue, demikian juga kuning, biru dan warna lain yang telah diketahui namanya. Salah satu warna dapat dicampur dengan warna lain sebagai warna tambahan dan dapat dicapai dalam variasi warna yang berkelanjutan dari satu warna terhadap warna yang lainnya. Contohnya, merah dan kuning dicampur dalam suatu proporsi untuk mendapatkan seluruh hue dari merah sampai orange ke kuning. Kemudian Munsell menggunakan symbol untuk mendesain 10 sektor hue yaitu R, YR, Y, GY, G, BG, B, PB, P, dan PR. R untuk merah, YR untuk merah-kuning, Y untuk kuning, GY untuk kuningungu, G untuk hijau, BG untuk hijau-biru, B untuk biru, PB untuk biru-ungu dan P untuk ungu.

2. Chroma

Chroma adalah suatu kualitas yang membedakan warna yang kuat dari satu warna yang lemah. Chroma merupakan intensitas warna yang memisahkan hue dari value. Chroma menunjukkan sejumlah warna dalam hue, dihubungkan sebagai lingkaran dari pusat seperti jari-jri dalam kumparan. Chroma berhubungan dengan banyaknya pigmen yang ada pada warna yang digambarkan pada awalnya. Jika warna memiliki konsentrasi yang kuat pada pigmen hue, maka warnanya kuat. Skala chrome dari /0 untuk abu-abu netrak ke /10, /12, /14 dan seterusnya.

3. Value.

Value adalah kualitas warna yang digambarkan dengan istilah gelap dan terang yang berhubungan dengan pencahayaan. Hal ini merupakan tingkat kecerahan. Value merupakan parameter fotometrik yang diasosiasikan dengan pemantulan total yaitu kecerahan atau kegelapan warna. Hue yang diukur dari putih absolute atau hitam absolute disebut value. Value menunjukkan tingkat kecerahan atau kegelapan warna yang dihubungkan dengan skala abu-abu normal yang meluas dari hitam absolute ke putih absolute. Symbol 0 untuk hitam absolute, symbol 10 untuk putih absolute, symbol 5 untuk abu-abu sedang dan semua warna chromatic antara hitam absolute dan putih absolute. Hitam dan putih disebut warna netral karena tidk memiliki hue. Warna hitam dan putih dihasilkan dari pancaran cahaya objek yang tidak dapat diabsorbsi pada posisi spectrum tetapi direfleksikan keseluruh pancaran cahaya. Objek yang direfleksikan dari banyak pancaran cahaya adalah warna putih sebaliknya objek yang sedikit pancaran cahaya dalah hitam.

Prosedur: Teknik ini menggunakan beberapa shade guide yang disusun berdasarkan hue, chrome, value cincin tabung enamel dan dentine yang merupakan standard satuan shade guide yang berasal dari pabrik. Pemilihan warna dengan system Munsell dimulai denagn langkah hue, value, dan chroma.
1. Langkah Hue

Langkah dalam memilih hue adalah

a. Hal penting pertama kali dalam memilih warna gigi adalah ketika pasien duduk

pertama kali dikursi unit, pilih sumber cahaya dari berbagai cahaya yang berada disekeliling pasien.
b. Perhatikan sekeliling mulut secara misalnya mahkota gigi, akhiran servikal dan

tepi insisal. Buat taksiran umum hue, gigi umumnya coklat, kuning, atau abu-abu.
c. Gunakan shade guide yang disusun berdasarkan hue yaitu shade guide yang

memiliki 4 warna dasar yaitu A, B, C, dan D. A menunjukkan warna kecoklatan, B warna kekuningan, C warna keabu-abuan dan D warna semu merah jambu. Lampu dihidupkan pada jarak 20 cm dari lengkung gigi dan shade guide disusun dengan 4 warna dasar, masing-masing 2 diseberang dan 2 diseberangnya.
d. Mata operator kemudian diistirahatkan dengan melihat kea rah latar belakang

warna biru. Kuning yang umumnya warna gigi dapat diimbangi dengan warna biru sebagai warna komplementer. Melihat kea rah latar belakang biru kira-kira 1 menit meningkatkan kesensitifan mata terhadap warna kuning.
e. Misalkan pilihan hue adalah A1, dan ketiga warna dasar lainnya diletakkan di

samping.
f.

Jika hue telah ditetapkan, misalkan pilihan adalah A, dan ketiga warna dasar lainnya diletakkan di samping. Menentukan hue dilakukan dengan mengobservasi bagian servik gigi. Melihat ke bagian servik dapat meningkatkan penerimaan chroma sementara melihat ke insisal dapat menurunkan penerimaan chroma, sehingga lebih sulit mendapatkan hue. Bila kaninus ada, itulah gigi yang paling baik untuk memilih hue karena memiliki chroma yang paling tinggi.

2. Langkah Chroma

Langkah dalam memilih chroma adalah:


a. Pilih chroma berdasarkan hue yang telah ditetapkan. Chroma dari hue dipilih

dengan membandingkan shade guide dengan bagian tenagh gigi, bila tidak sesuai

warna dasar diturunkan. Hal ini lebih mudah karena yang ada hanya chroma yang berbeda pada hue yang sama.
b. Gunakan shade guide yang disusun berdasarkan hue, dibagi lagi atas chroma,

misalnya A terbagi atas A1, A2, A3 dan A4 yan memiliki hue yang sama tetapi berbeda chroma. Hal yang sama juga untuk B, C, dan D. misalnya chroma yang dipilih adalah A2.
c. Mata istirahatkan lagi dengan melihat kea rah latar belakang warna biru sebagai

warna komplementer. Perbedaan chroma warna dasar yang sama sangat dekat satu sama lain pada shade guide buatan pabrik, dapat membingunkan dalam menyesuaikan warna. Hal ini membuat orang melihat perbedaan hue lebih efektif karena chroma lebih kuat. Hal ini merupakan langkah sulit sebab tidak banyak bedanya antara warna-warna tersebut.
d. Jika chroma telah ditetapkan, pilih warna dentin dan enamel dengan cincin warna

dentin dan enamel. Sesuaikan waran dentin dengan cincin warna dentin. Kadangkadang perlu dilakukan perbaikan, nomor chroma dentin yang dipilih dicatat. Gunakan latar belakang biru lagi untuk mengistirahatkan mata.
e. Sesuaikan warna enamel dengan cincin warna enamel. Observasi harus dilakukan

pada bagian insisal gigi yang enamelnya lebih tebal dan nomor enamel dicatat.
3. Langkah value

Langkah dalam memilih value adalah:


a. Pilih value dengan memicingkan mata. Memicinkan mata menyebabkan rods pada

mata lebih sensitive dari pada cones terhadap warna, rods bertanggung jawab membantu menentukan value. Hindari pertimbangan terhadap hue dan chroma.
b. Gunakan shade guide yang disusun berdasarkan value yang merupakan buatan

pabrik.
c. Value yang telah dipilih digunakan untuk memilih porselen yang inti. Ini adalah

tahap kritis untuk memilih value yang lebih penting daripada pilihan hue. Bila

value ini salah, efeknya akan kurang baik untuk warna bagian servik gigi. Teknik ini dapat dibantu dengan penggambaran peta corak gigi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi warna


1. Kondisi pengamatan

Waktu yang tepat untuk pemilihan warna gigi tiruan adalah pada saat pemeriksaan pertama. Pada saat menentukan warna sangat dipengaruhi oleh kondisi pengamatan yaitu sumber cahaya pada praktek dan laboratorium, latar belakang objek seperti warna dinding, baju dan make-up pasien serta keadaan objek.
a. Sumber cahaya.

Cahaya terdiri dari berbagai panjang gelombang yang tergantung pada sumber cahaya. Terdapat berbagai sumber cahaya yang menghasilakan efek yang berbeda pada suatu benda, disebut metamerisme. Sebuah benda akan tampak berbeda jika dilihat pada dua sumber cahaya yang berbeda, misalnya benda yang dilihat di bawah sinar matahari akan berubah jika benda tersebut dilihat di bawah sinar fluoresen atau lampu pijar. Cahaya lampu fluoresen cenderung untuk menghasilakan spectrum warna biru sedangkan lampu pijar menonjolkan spectrum warna kuning-merah, sebaiknya membandingkan dan mengurangi pengaruh metamerisme. Cahaya dapat bersifat alami maupun buatan, dalam setiap kategori ada keanekaragaman baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Cahaya alami berasal dari matahari baik secara langsung maupun tidak langsung. Kualitas warna, beraneka ragam dari kemerah-merahan sampai putih kekuning-kuningan. Pada saat warna diseleksi pasien harus duduk denagn kepala tegak terhadap mata operator. Mata operator harus mampu bertahan pada pasien dan sumber cahaya sewaktu memilih warana. Pada waktu langit cerah akan menunjukkan cahaya dengan komponen biru lebih besar daripada awal pagi atau lewat sore hari dimana matahari lebih memiliki

komponen kuning. Dalam pemilihan warna yang paling baik adalah menggunakan sumber cahaya matahari, terutama siang hari atau sore hari, saat matahari tepat diatas kepala sehingga mengurangi pengaruh atmosfer terhadap perubahan warna. Ketika menentukan warna pasien sebaiknya berada dekat jendela sehingga cahaya matahari dapat berperan langsung. Ketika timbul keraguan dalam menentukan pilihan warna, dengan melihat objek pada cahaya berbeda baik alami maupun buatan dengan jarak yang berbeda pula akan sangat membantu dokter gigi. Hal ini juga merupakan praktek yang baik untuk memeriksa pilihan warna dengan bantuan asisten.
b. Latar Belakang Objek

Latar belaknag terlihat sebagai suatu efek yang berarti pada warana yang dipusatkan. Latar belakang gelap membuat warna terlihat lebih terang daripada warna yang sama terhadap latar belakang lebih terang. Warna gorden jendela, warna dinding praktek, lipstick pasien dapat

mempengaruhi warna yang muncul pada daerah mulut. Cahaya harus memancar secara merata, tanpa ada bayangan bibir yang berlipstik di dekat gigi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu faktor mempengaruhi dalam pemilihan warna adlah penggunaan lipstick, yang merupakan latar belakang selain garis bibir. Gigi merupakan warna netral, sehingga gigi yang berdekatan dengan lipstick berwarna merah akan terlihat kehijauan. Sebaiknya hapus lipstick terlebih dahulu. Dinding yang digunakan sebagai latar belakang sebaiknya diberi warna dinding abu-abu netral atau warna gelap. Bagian insisal gigi sangat dipengaruhi oleh warna gelap sebagai latar belakang, sehingga memiliki translusensi tinggi pada enamel.
c. Keadaan objek

Warna dari suatu objek tergantung dari sifat yang dimiliki benda tersebut, pada benda yang tembus cahaya akan mengabsorbsi cahaya yang melaluinya, sehingga warna dari benda tersebut akan berbeda dengan warna yang dihasilkan dari benda yang berkilat, dengan sifatnya memantulkan memantulkan cahaya yang diterimanya.

Lain halnya dengan benda yang mempunyai permukaan bersifat fluoresen, benda tersebut mempunyai kemampuan untuk mengabsorbsi sebagian cahaya dan menunjukkan warna yang lebih muda daripada benda yang opak. Beberapa bahan kedokteran gigi seperti porselen mengandung bahan fluoresen. Permukaan objek dan bentuk sama pentingnya dalam memilih warna gigi, permukaan halus dapat direfleksikan lebih banyak cahaya yang membelakangi operator. Kekasaran pada permukaan gigi akan mengurangi level warna dasarnya. Karakteristik gigi yang termasuk dalam bentuk insisal, garis retak dan stein berguna sekali dalam menempatkan warna dan karakter gigi. Gigi asli menunjukkan peningkatan penyerapan cahaya pada bagian insisal daripada bagian sentral dan penurunan cahaya terhadap bagian sercikal.

2. Daya Penglihatan Mata terhadap Objek

Warna dapat dirubah oleh objek ketika ditangkap mata. Ketika menentukan warna gigi, dokter gigi harus memandang lurus kearah objek Karena cone sebagai penerima warna sangat banyak di dekat pusat retina. Warna dipengaruhi oleh beberapa variable yaitu daya penglihatan mata, sumber cahaya, latar belakang dan keadaan objek. Variable mata yaitu daya penglihatan mata dapat dikontrol denagn membatasi variable sumber cahaya, latar belakang dan keadaann objek. Mata peka sekali terhadap cahaya yang diterimanya. Tetapi cepat lelah dalam menerima rangsangan. Mata kurang peka terhadap wana yang peralihannya lembut seperti pada warna gigi asli. Mata cepat elelah dalam menerima rangsangan untuk satu warna secara terus-menerus maka dianjurkan hanya dilakukan dalam 5 detik saja untuk menentukan warna gigi tiruan. Setelah 5 detik kemampuan retina untuk menyesuaikan warna-warna lembut berkurang, karena itu dalam pemilihan warna terlebih dahulu dialihkan ke objek warna netral yaitu warna biru sebelum memandang kembali gigi tersebut.

Warna sebaiknya dipilih ketika pemeriksaan awal untuk mencegah kelelahan mata yang dapat terjadi. Suatu kesalahan besar jika memilih warna ketika mata lelah. Mata harus cepat menangkap dan mencoba menyeimbangkan perbedaan shade guide sehingga tahap ini tidak menghabiskan banyak waktu. Untuk membantu mata ada baiknya memilih shade guide yang berwarna terang kemudian ke shade guide yang gelap.

Dapus: Anggreini fitri.2003.Teknik Penentuan Warna dengan Sistem Munsel pada Restorasi Porselen.Medan:USU