Anda di halaman 1dari 15

7/5/2011

From EARTH To ENERGY

Nama Pendidikan

: Moh Imron : S-1 ITB S-2 UI

Eksplorasi non Migas: 9 9 9 9 9 Hydrogeology Exploration di Mentawai, Mentawai Aceh, Aceh Kalimantan dan Kawasan Timur Indonesia Gold Eksploration di Kalimantan Timur & Tengah : Sumatra Utara Salawati Papua Kawasan Timur Indonesia Explorasi Migas

9 Jambi Merang Manajer Eksplorasi JOB Pertamina Talisman Jambi Merang

7/5/2011

Oil/Gas Business in Indonesia Upstream (Finding) - BPMIGAS Exploration Exploitation (Development) Production Downstream - BPHMIGAS Refinery Transportation Storage Marketing

Indonesias Oil Production & Consumption

2003

7/5/2011

Indonesia Oil & Gas Production in 50 years


1996 Peak OIL&GAS 2.87 MMBOEPD
TURNING P POINT IN 2002

1977 Peak OIL 1.68 MMBOPD

PERKIRAAN PRODUKSI MINYAK 5 TAHUN KE DEAPAN Sumber : BPMIGAS April 2011

1100 MBOPD 1000 900 800 700


970 953

949

2010

2011

2012 2013 Tahun

2014

2015

2016

7/5/2011

PRODUKSI dan EKSPLORASI 1. Produksi turun akibat Cadangan berkurang g produksi, p , mencari cadangan g baru 2. Untuk mengembalikan Eksplorasi R/P >1 (Reserve to Production Ratio) 3. Bagaimana mencari cadangan baru ?

BASIC PHILOSOPHY DALAM EKSPLORASI MIGAS

((R/P > 1)) Setiap p 1 barrel minyak y diproduksikan p harus


diimbangi minimal 1 barrel penemuan cadangan baru Karakteristik eksplorasi migas: o High risk o High Capital o High Tech Oil is found in new area with old idea, but oil is also found in old area with new idea

7/5/2011

Degrees of uncertainty in oil & gas projects


Level Of Uncertainty High Risk High Tech High Capital

Exploration

Appraisal

Development

Production

Investment Phases

Bagaimana mencari cadangan baru ?


Explorasi dan Produksi Geologi dari Regional sampai Produksi Petroleum system Survey Geofisika Pemboran

7/5/2011

TAHAPAN EKSPLORASI - PRODUKSI


STUDI CEKUNGAN (REGIONAL) EVALUASI CEKUNGAN SURVAI: Geologi Geofisika

Tahapan Eksplorasi

BOR DELINEASI

BOR EKPLORASI

EVALUASI PROSPEK

Tahapan Produksi

POD

DEVELOPMENT

NEW FIELD

STUDI CEKUNGAN (REGIONAL)


Mengkaji suatu daerah yang secara geologi memiliki potensi terjadinya akumulasi hidrokarbon: 1. Mempelajari sejarah geologi (Tectonic setting, klasifikasi cekungan, Proses sedimentasi, dll.)

2. Kajian (literatur) mengenai Petroleum System di cekungan tersebut secara regional meliputi:
Source Rock (Batuan Induk) Timing & Migration Reservoir Quality Trap Integrity

7/5/2011

PETROLEUM SYSTEM
Source Rock (Batuan Induk) Timing & Migration Reservoir Quality Trap Integrity

7/5/2011

MIGRATION

7/5/2011

SECONDARY MIGRATION TROUGH CARRIER BED TO TRAP

RESERVOIR

Setelah diteliti ternyata antiklin yang mengandung minyak adalah antiklin yang terdapat batuan yang berpori Lahirnya konsep batuan reservoir Konsep ini sebetulnya sudah mulai dikemukakan oleh Alexander Wichel dari Michigan (1860) bahwa batupasir yang terdapat di antiklin cukup mempunyai pori untuk menyimpan minyak tetapi karena keberhasilkan konsep antiklin fenomena ini kurang diperhatikan.

7/5/2011

IDEAL REPRESENTATION OF A GROUP OR CLASS OF OBJECTS

10

7/5/2011

EVALUASI CEKUNGAN
Berdasarkan hasil studi regional, dapat diidentifikasikan cekungancekungan di Indonesia :

Terdapat 60 Cekungan dengan kategori sbb:


15 Sudah diproduksikan 8 Cekungan terbukti mengandung hidrokarbon, belum diproduksikan 15 Cekungan sudah di bor, belum terbukti mengandung hidrokarbon 22 Cekungan belum dibor

PETA CEKUNGAN SEDIMEN TERSIER INDONESIA


SOUTH CHINA SEA
SULAWESI SEA 400 KM

eastern

BANDA SEA

western

TOTAL OF 60 BASINS

UNDRILLED 22 DRILLED 38

PRODUCING 15 DISCOVERY 8
NON PRODUCING 23

NON DISCOVERY 15

11

7/5/2011

SURVEY G & G
Mempelajari potensi hidrokarbon suatu daerah berdasarkan metoda geologi (G & G) untuk mendapatkan data potensi hidrokarbon
1. Surface (Gelogy, Foto Udara, Satelite Iamge) Tujuan : untuk mempelajari pola sedimentasi, pola struktur geologi dan analisa batuan (jenis litologi, kualitas reservoir / reservoir properties, potensi batuan induk dll).

2.

Survey geofisika (Gravity, Magnetik & Seismik)


A. Gravity & Magnetik:
Merupakan studi awal kondisi bawah permukaan bumi secara regional (sub surface) terutama untuk mengetahui keberadaan cekungan, k k konfigurasi fi ib batuan t dasar d dan d ketebalan k t b l sedimen di

B. Seismik ( 2D & 3D)


Tujuan: untuk mempelajari kondisi di bawah permukaan bumi secara detail meliputi: bentuk tutupan, ukuran tutupan, pola sedimentasi, arah & media migrasi (pathway), mekanisme pemerangkapan dll.

Exploration Stage

Surface Mapping (Geologydomain)


Pemetaanyangdilakukandipermukaankerakbumi Tujuan: Mengidentifikasilokasi,elevasi mengidentifikasi id ifik isifat if fisik fi ikd dankarakteristik k k i ikbatuan, b mengidentifikasistrukturgeologi. Hasil: PetaGeomorfology PetaGeology RekonstruksidanPetastrukturbawahpermukaan

12

7/5/2011

Satellite Imager

Satellite Imager

13

7/5/2011

Exploration Stage

Surface Mapping

Exploration Stage

KeterbatasanSurfaceMapping

Tidak dapat melihat variasi struktur bawah permukaan yang lebih dalam.

14

7/5/2011

Exploration Stage

Sub-Surface Mapping (Geophysicsdomain)

Pemetaanyangdilakukandibawahpermukaankerakbumi Tujuan: Mengidentifikasilokasi, mengidentifikasisifatfisikdankarakteristikbatuanberdasarkanmetodegeofisika, mengidentifikasistrukturgeologi. Hasil: PetaStrukturBawahPermukaan Petasebaranmineral Petasebaranhydrology Petasebaranrelatifporositasbatuan
(Petayangdihasilkantergantungdarimetodeyangdigunakan)

Exploration Stage

Sub-Surface Mapping

Tools: MagneticMethod Gravity G it Method M th d SeismicMethod ResistivityMethod(boreholesurvey)

15